Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG
Audit manajemen merupakan suatu penilaian dari organisasi manajerial dan efisiensi dari

suatu perusahaan, departemen, atau setiap entitas dan subentitas yang dapat di audit.
Penekanannya adalah untuk mencapai efisiensi yang lebih besar, efektivitas, dan ekonomisasi
dalam usaha dan organisasi yang lain. Pendekatan audit yang biasa dilakukan dalam suatu audit
manajemen adalah menilai efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan dari masing-masing fungsi
yang terdapat dalam perusahaan. Misalnya : fungsi penjualan dan pemasaran, fungsi produksi,
fungsi pergudangan dan distribusi, fungsi sumber daya manusia, fungsi akuntansi dan fungsi
keuangan. Prosedur audit yang dilakukan dalam suatu audit manajemen tidak seluas audit
prosedur yang dilakukan dalam suatu general audit, karena ditekankan pada evaluasi terhadap
kegiatan usaha perusahaan.

Dari beberapa fungsi yang perlu diperiksa oleh audit manajemen, salah satunya adalah
fungsimarketing(pemasaran).Pemasaran memegang kunci keberhasilan dalam menggali,
memelihara (mempertahankan), dan mengembangkan sumber-sumber penghasilan perusahaan.
Berbagai upaya pemasaran yang dilakukan mulai dari identifikasi dan analisis peluang besar,
memilih pasar sasaran, mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix), dan pengelolaan
terhadap upaya pemasaran (marketing effort) dilakukan secara terintegrasi dengan strategi
pencapaian perusahaan.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu audit pemasaran?
2. Bagaimana Ruang Lingkup Audit Pemasaran?
3. Bagaimana upaya-upaya pemasaran perusahaan dikelola dalam mendukung pencapaian
tujuan pemasaran?
1

BAB II
PEMBAHASAN
A.

PENGERTIAN PEMASARAN
Menurut Kothler, Audit Pemasaran merupakan pengujian yang kompherenshif, sistematis,

independent, dan periodic atau berkala dari suatu perusahaan-perusahaan atau unit usaha
lingkungan pemasaran, tujuan strategis, dan aktifitas dengan maksud untuk menentukan area
masalah dan peluang serta merekomondasikan suatu rencana tindakan untuk memperbaiki
kinerja perusahaan.

Audit Pemasaran adalah suatu bentuk pengujian yang komprehensif, sistematis,


independen dan dilakukan secara periodik terhadap lingkungan pemasaran baik itu dari segi
tujuan, strategi, dan aktifitas perusahaan atau unit bisnis untuk menentukan peluang dan
permasalahan yang terjadi, serta memberikan rekomendasi rencana tindakan untuk meningkatkan
kinerja pemasaran perusahaan. Audit pemasaran lebih menekankan pada evaluasi terhadap
bagaimana efektivitas organisasi pemasaran dalam meningkatkan kinerjanya. Seperti halnya
audit keuangan, audit pemasaran dilaksanakan secara berkala sebagai pengganti ketika
mekanisme pengendalian tampak keluar dari sistem pengendalian. Audit pemasaran bukan suatu
proses pengendalian yang digunakan hanya selama terjadi krisis, akan tetapi dalam bisnis yang
mengalami hambatan mungkin digunakan untuk mengisolasi permasalahan dan mencarikan
solusinya.

B.

TUJUAN DAN MANFAAT


Tujuan

diadakannya

audit

pemasaran,

yaitu

bertujuan

untuk

mencari

dan

mengidentifikasikan masalah-masalah atau ancaman-ancaman pemasaran yang mungkin akan


atau sedang dihadapi oleh perusahaan dan membuat sebuah perencanaan perbaikkan yang perlu
dilakukan untuk mengatasi dan menghilangi masalah-masalah tersebut, sehingga diharapkan
aktifitas pemasaran dapat menjadi lebih efektif dan efisien.

Sedangkan manfaat yang dapat kita peroleh dari diadakannya audit pemasaran ini adalah
hasil audit dapat memberikan sebuah gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran
perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang
masih memerlukan perbaikan.

Arti penting pelaksanaan audit pemasaran bagi suatu perusahaan akan semakin dirasakan
oleh suatu perusahaan ketika mereka memahami sejumlah manfaat yang akan dipetik dengan
melaksanakannya dengan baik. Karena dengan melaksanakan audit pemasaran dengan baik dan
benar maka akan memberikan banyak sekali manfaat, seperti :
1. memberikan suatu evaluasi yang independen dan tidak bias terhadap program-program
pemasaran, termasuk strategi, penawaran, dan kreatifitas suatu perusahaan.
2. dapat mengidentifikasi area-area yang dibutuhkan dalam menigkatkan dan menghasilkan
saran-saran dan ide-ide yang spesifik serta bagaimana memperbaikinya.
3. identifikasi tersebut termasuk beberapa cara (several ways) untuk memperbaiki respons
pemasaran.
4. memberikan sebuah perusahaan ide-ide baru yang segar, teknik-teknik dan new direction
pada masa mendatang.
5. membantu perusahaan secara periodik dalam menganalisis upaya pemasaran, mengcreate
serta merevisi pendekatan pemasaran untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Audit pemasaran tidak hanya memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan yang
sedang dirundung persoalan. Dalam situasi normal, berbagai industri dapat melaksananakan
audit pemasaran dan menindaklanjutinya dengan baik. Dampaknya adalah perusahaan mampu
memperkecil kesenjangan negatif antara lingkungan bisnis dengan strategi, taktik, dan kapasitas
internal perusahaan sehingga memiliki tingkat return on investment (ROI) yang jauh lebih baik
dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memperhatikan audit pemasaran sebagaimana
mestinya.

Ini dapat dilihat dari penelitian yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan
kesenjangan negatif besar mempunyai ROI lebih kurang setengah dari perusahaan dengan
kesenjangan negatif kecil. Tidak mengherankan bila sejumlah perusahaan terkemuka di manca
3

negara telah memahami arti penting dan mengimplementasikan audit pemasaran sehingga
kontrol strategi perusahaan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan perencanaan pemasaran
yang telah ditetapkan. Di samping itu, program pemasaran dapat berjalan secara lebih efektif
yang pada gilirannya kinerja pemasaran dapat terus ditingkatkan.

Dengan ungkapan lain dapat dikatakan bahwa pelaksanaan audit pemasaran akan
memastikan strategic control mechanism perusahaan dapat berjalan dengan baik. Selain itu juga
memudahkan pencapaian tujuan, siasat, dan sistem pemasaran yang disesuaikan secara optimal
dengan lingkungan pemasaran; sekarang maupun masa mendatang; sebagai strategic control dan
sekaligus merupakan alat penilai keberhasilan pemasaran (marketing effectiveness rating
instrument) yang akan menggambarkan keberhasilan pemasaran secara menyeluruh.

C.

TIPE AUDIT PEMASARAN


Didalam Audit pemasaran terdapat dua tipe audit pemasaran, yaitu:

1. Audit fungsional (vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa aktivitas dari
departemen pemasaran seperti periklanan atau penjualan dan membuat analisis terhadap bagian bagian yang diaudit tersebut,
2. Audit menyeluruh (horizontal), yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi
pemasaran perusahaan.

Dalam penentuan tipe audit yang digunakan tergantung dari perusahaan itu sendiri akan
seberapa penting audit pemasaran dibutuhkan oleh perusahaan dan seberapa besar pula dana
yang sanggup dikeluarkan perusahaan tersebut untuk melakukan audit pemasaran, karena untuk
melakukan audit menyeluruh diperlukan dana yang cukup besar. Audit pemasaran tidak hanya
memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan yang sedang dirundung persoalan. Dalam
situasi dan kondisi perusahaan yang berjalan normal, berbagai industri yang dapat melaksanakan
audit pemasaran dan menindaklanjuti hasilnya dengan baik sehingga mampu untuk memperkecil
kesenjangan negatif antara lingkungan bisnis dengan strategi, taktik dan kapasitas internal
perusahaan akan memiliki tingkat return of investment (ROI) yang jauh lebih baik dibandingkan
dengan perusahaan yang tidak memperhatikan audit pemasaran sebagaimana mestinya.

Struktur Audit Pemasaran Ada 3 langkah diognistik utama, meliputi:


a. Lingkungan organisasi (Peluang dan Ancaman)
b. Sistem Pemasaran
c. Aktivitas Pemasaran

D.

RUANG LINGKUP AUDIT PEMASARAN


Audit pemasaran dilakukan terhadap bagaimana perusahaan menetapkan strategi

pemasarannya apakah sudah sesuai dengan lingkungan pemasaran yang dihadapi perusahaan,
intensitas persaingan, dan berbagai keterbatasan yang secara internal dihadapi perusahaan.
Menurut (IBK Bayangkara, 2008) Audit pemasaran dapat mencakup enam wilayah utama dalam
pemasaran sebagai berikut :

1.

Audit Lingkungan Pemasaran


Audit terhadap lingkungan pemasaran mencakup penilaian terhadap pelanggan, pesaing, dan

berbagai faktor lain yang memiliki pengaruh terhadap perusahaan. Audit ini meliputi aspek
lingkungan makro seperti ekonomi, teknologi, sosial, dan politik.
Lingkungan pemasaran (marketing environment) terdiri atas para pelaku dan kekuatankekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan pemasaran perusahaan untuk
mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang berhasil dengan konsumen sasarannya.
Untuk mampu bertahan dan berhasil dalam kondisi persaingan yang sangat ketat ini, perusahaan
harus menyesuaikan bauran pemasarannya untuk mengikuti tren dan perkembangan di dalam
lingkungan ini. Lingkungan pemasaran terdiri atas dua kelompok besar yaitu:
A. Lingkungan mikro, terdiri atas kekuatan-kekuatan di sekitar perusahaan yang mempengaruhi
kemampuannya

dalam

melayani

pelanggannya.Perusahaan

mengidentifikasi

kebutuhan

pelanggan dengan melakukan analisa pasar dan telah menetapkan saluran distribusi yang tepat
untuk menyalurkan produk/jasa kepada pelanggan, sehingga memiliki tingkat efisiensi dan
potensi pertumbuhan yang baik dalam masing-masing saluran distribusi.

Pelaku utama dalam lingkungan mikro antara lain:


a. Perusahaan
Terdiri atas sejumlah departemen dan tingkat manajemen yang saling berkaitan, yang saling
memenaruhi pengambilan keputusan manajemen pemasaran.
b. Pemasok
Pemasok bisa dalam bentuk perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang menyediakan
berbagai sumber daya kepada perusahaan. Pemasok sangat memengaruhi kinerja perusahaan,
oleh karena itu hubungan perusahaan dengan pemasok harus dikelola denga sebaik mungkin.
Hubungan perusahaan denga pemasok harus dikelola sebagai suatu rantai nilai perusahaan,
karena pada dasarnya pemasok adalah rantai nilai eksternal, sehingga dengan demikian, pemasok
ikut terlibat dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
c. Perantara Pemasaran
Terdiri atas sejumlah perusahaan saluran pemasaran yang bekerja sama unuk menciptakan nilai
bagi pelanggan. Perantara pemasaran ini menjadi agen bagi perusahaan yang memastika produk
sampai kepada pelanggan (pasar) secara tepat waktu, kualitas, dan tepat kuantitas. Perantara
pemasaran terdiri atas: perantara atau makelar, perusahaan distribusi fisik, biro jasa pemasaran,
dan perantara keuangan.
d. Pelanggan
Terdiri atas lima jenis padsar di mana perusahaan bisa menjual produknya, antara lain:
konsumen, pasar produsen, pasar penjual, pasar pemerintah, dan pasar internasional.
e. Pesaing
Merupakan pesaing yang harus dihadapi perusahaan dalam memertahankan atau merebut pasar
baru yang mungkin untuk meningkatkan nilai perusahaan.

B. Lingkungan makro, merupakan kekuatan-kekuatan kemasyarakatan yang lebih luas yang


mempengaruhi segenap ligkungan mikro perusahaan

dan keputusan-keputusan strategis

pemasaran. Lingkungan ini meliputi :


a. Lingkungan Alam
Berkaitan dengan sumber daya alam yang dimanfaatkan perusahaan sebagai bahan baku, yang
jumlahnya semakin langka, sehingga mengharuskan perusahaan untuk terus memerbaiki proses
operasinya agar lebih efisien.
6

b. Lingkungan Teknologi
Lingkungan teknologi terdiri atas kekuatan-kekuatan yang menghasilkan produk baru dan
peluang baru. Beberapa kecenderungan perkembangan teknologi yang harus menjadi perhatian
para pemasar diantaranya:
- Perubahan teknologi yang cepat
- Perkembangan teknologi dapat menciptakan peluang yang tidak terbatas.
- Anggaran penelitian dan pengembangan yang semakin tinggi dalam pengembangan teknologi
- Perhatian pada pengambangan minor dan Meningkatnya peraturan.
c. Lingkungan Politik
Lingkungan ini terdiri atas lembaga-lembaga hukum dan advokasi, instansi pemerintah, dan
kelompok-kelompok penekan lainnya yang memengaruhi dan membatasi organisasi dalam
melakukan aktivitasnya termasuk pemasaran.
d. Lingkungan Budaya
Lingkunagn ini dikembangkan oleh institusi dan kekuatan-kekuatan lain yang memengaruhi
nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dasar di masyarakat yang memengaruhi perilaku
konsumen dalam mendapatkan dan menggunakan produ yang ditawarkan perusahaaan dan
keputusan-keutusan pemasaran lainnya.
Dalam lingkungan makro, perkembangan dan kecenderungan demografis utama tidak
memberikan peluang ataupun ancaman bagi perusahaan karena perusahaan dapat memanfaatkan
kecenderungan tersebut dengan adanya kantor cabang dan perwakilan untuk kemajuan
perusahaan. Untuk menanggapi perkembangan dan kecenderungan tersebut, perusahaan
menambah atau memperluas wilayah. Perusahaan memiliki ketersediaan sumber daya alam serta
energi yang cukup baik, dan dapat mengantisipasi perkembangan utama dalam pendapatan,
harga, penghematan, kredit yang dapat mempengaruhi perusahaan dengan meningkatkan kinerja
sumber daya keuangan. Perusahaan mendapat tanggapan baik dari masyarakat mengenai bisnis
dan produk/jasa yang ditawarkan perusahaan, disamping itu perusahaan melakukan peningkatan
kinerja Direktorat Teknik & Pengembangan dalam upaya meningkatkan upaya pemasaran
terhadap gaya hidup dan nilai-nilai pelanggan.

2.

Audit Strategi Pemasaran


Audit ini bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah menetapkan strategi yang

selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan
dan strategi perusahaan tidak secara jelas dinyatakan dan kemudian Auditor harus menentukan
pernyataan tujuan untuk kepentingan pengevaluasiannya.
Dalam strategi pemasaran terdapat tujuan dan sasaran pemasaran perusahaan yang telah
dinyatakan dengan jelas untuk dapat membimbing perencanaan pemasaran dan pengukuran
kinerja juga terdapat misi bisnis perusahaan yang telah dinyatakan dengan jelas dan berorientasi
pasar, tujuan pemasaran yang tepat dan mempertimbangkan sumber daya, posisi persaingan dan
peluang. Manajemen strategi didefinisikan sebagai sekumpulan keputusan dan tindakan yang
menghasilkan formulasi dan implementasi berbagai rencana yang dirancang untuk mencapai
sasaran-sasaran perusahaan. Manajemen memiliki tanggung jawab untuk merencanakan,
mengarahkan, mengorganisasikan, dan mengendalikan keputusan dan tindakan-tindakan
perusahaan yang berkaitan dengan strategi yang dipilih. Strategi adalah rencana yang berskala
besar dan berorientasi ke masa depan untuk berinteraksi dengan lingkungan persaingan dalam
mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

3.

Audit Organisasi Pemasaran


Audit ini menilai kemampuan organisasi pemasaran dalam mencapai tujuan perusahaan.

Audit ini menentukan kemampuan tim pemasaran untuk secara efektif berinteraksi dengan
bagian-bagian lain seperti litbang, keuangan, pembelian, dan sebagainya.
Pemasaran pada dasarnya adalah keseluruhan dari perusahaan karena pemenuhan kepuasan
pelanggan adalah tanggung jawab keseluruhan bagian atau fungsi yang terdapat di perusahaan.
Secara ideal tanggung jawab peningkatan nilai pelanggan yang menjadi pemicu kepuasan
pelanggan adalah tanggung jawab semua bagian atau fungsi yang ada di dalam perusahaan.
Konsep pemasaran tidak terbatas pada penjualan danpromosi saja, pemasaran memegang fungsi
yang sangat kompleks dan menyangkut secara keseluruhan kepentingan perusahaan. Pemasaran
harus secara intensif menjalin kerja sama dengan berbagai bagian dan fungsi, membentuk suatu
sinergi dalam meningkatkan nilai pelanggan.
Oleh karena itu, kesuksesan kinerja pemasaran perusahaan bukan sesuatu yang berdiri
sendiri, tetapi lebih pada kerja sama antarfungsi dan bagian yang membentuk suatu rangkaian
8

rantai nilai dalam pecapaian tujuan perusahaan. Dalam organisasi pemasaran, wakil direktur
bidang pemasaran memiliki wewenang dan tanggung jawab yang memadai dalam
merencanakan, mengelola dan mengendalikan upaya pemasaran perusahaan dan otoritas final
decision terdapat di wakil direktur. Di dalam perusahaan terdapat komunikasi dan hubungan
kerja yang baik antara pemasaran dan tenaga penjualan.
Organisasi pemasaran harus mampu memandu berbagai aktivitas pemasaran dalam rangka
memenuhi kepuasan pelanggannya. Direktur pemasaran harus memiliki wewenang dan tanggung
jawab yang memadai dalam mengelola berbagai aktivitas peningkatan kepuasan pelanggan
tersebut. Disamping itu, untuk menjadikan berbagai program pemasaran berjalan secara efektif
dan efisien, organisasi pemasaran juga harus optimal mampu mengoordinasikan keempat
dimensi aktivitas pemasaran yaitu (i) fungsional, (ii) geografis, (iii) produk, dan (iv) pelanggan.
Organisasi pemasaran harus mampu menjadi prasarana yang andal dalam menata upaya
pemasaran, menetukan tugas, tanggung jawab, dan wewenang dengan tepat dalam pencapaian
tujuan pemasaran perusahaan.
4.

Audit Sistem Pemasaran


Audit ini menganalisis prosedur yang digunakan perusahaan untuk memperoleh informasi

perencanaan dan pengendalian operasi pemasaran. Hal ini berhubungan dengan penilaian apakah
perusahaan telah memiliki metode yang memadai atau tidak, untuk digunakan mengerjakan
tugas-tugas rutin di bidang pemasaran. Dalam sistem pemasaran perusahaan, sistem intelijen
pemasaran menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan memadai mengenai
perkembangan pasar yang berkaitan dengan pelanggan, calon pelanggan, pesaing dan
masyarakat. Perusahaan, departemen, atau divisi memanfaatkan riset pemasaran untuk
perencanaan sebagaimana halnya pemecahan masalah, seperti pengambilan keputusan
pemasaran didasarkan pada hasil riset pemasaran yang memadai. Perusahaan juga memberikan
cukup dorongan pada riset pemasaran. Perusahaan memiliki prosedur pengendalian untuk
memastikan bahwa rencana tahunan tercapai yaitu yang tercatat pada Annual Bussiness Plan dan
Management Review dan perusahaan terorganisasi dengan baik untuk mengumpulkan,
menghasilkan, dan menyaring ide-ide tentang produk baru melalui Rapat Triwulan dan Review
Proyek.

Sistem informasi perusahaan adalah orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan,
memilah, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi yang dibutuhkan
pengambil keputusan pemasaran secara akurat dan tepat waktu. Sistem informasi pemasaran
dirancang untuk menghubungkan kebutuhan manajemen terhadap informasi berbagai aktivitas
pemasaran yang telah dilakukan dan memenuhi kebutuhan informasi tersebut dalam menjalankan
fungsi manajerialnya. Suatu informasi pemasaran yang bermanfaat memiliki karakteristik
sebagai berikut:
1.

Relevan, informasi ini dapat mempengaruhi keputusan manajemen (memiliki dmpak yang

berbeda pada pengambilan keputusan bisnis)


2.

Cukup, informasi ini tersedia dalam jumlah yang cukup dan teruji keakuratannya.

3.

Kompeten, diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya dan dari proses pengolahan

(analisis) data yang tepat.


4.

Efisien, informasi harus diperoleh secara efisien. Pertimbangan biaya dan manfaat harus

dijadikan dasar untuk menilai suatu informasi.


Sumber-sumber Informasi
1. Catatan Internal
Informasi catatan internal merupakan informasi yang dikumpulkan dari sumber-sumber di dalam
perusahaan untuk mengevaluasi kinerja dan mendeteksi masalah serta peluang pemasaran.
Informasi yang tersedia dala catatan internal dapat berupa: biaya-biaya pemasaran, volume
penjualan, saluran distribusi, ketersediaan produk, profitabilitas produk, profitabilitas wilayah
pemasaran tertentu, dan informasi lainnya yang secara periodik tersedia dalam catatan internal
pemasaran perusahaan.
2. Intelijen Pemasaran
Intelijen pemasaran merupakan informasi harian tentang berbagai perkembangan yang terjadi
pada lingkungan pemasaran informasi ini adalah informasi yang bersumber dari luar perusahaan
yang dapat diperoleh dari intelijen pemasaran. Informasi yang berasal dari intelijen pemasaran
sangat membantu manajer dalam mengambil keputusan, terutama dengan pihak di luar
perusahaan, seperti penetapan posisi produk dan kepuasan pelanggan.

10

3. Riset pemasaran
Riset pemasaran merupakan fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan publik ke
pemasar

melalui

informasi-informasi

yang

digunakan

untuk

mengidentifikasi

dan

mendefinisikan peluang dan masalah pemasaran. Berbagai pendekatan yang dapat digunakan
antara lain: riset, observasi, riset survei, dan riset eksperimental.
Pemanfaatan dan Kebutuhan Informasi Pemasaran
Manajer harus memahami informasi apa yang sebenarnya dibutuhkan dan harus tersedia
untuk mendukung berbagai keputusan pemasarannya. Pemanfaatan informasi secara optimal
dalam pengambilan keputusan berarti manajemen telah memanfaatkan sistem informasi
pemasaran yang dimiliki secara efektif dan efisien.

5.

Audit Produktivitas Pemasaran


Audit ini menganalisis produktivitas dan profitabilitas produk, kelompok pelanggan, atau

unit analisis yang lain di dalam pemasaran. Analisis biaya pemasaran adalah salah satu metode
untuk menganalisis profitabilitas dan produktivitas pemasaran.

6.

Audit Fungsi Pemasaran


Audit ini merupakan audit vertikal atau analisis secara mendalam terhadap setiap elemen

bauran pemasaran seperti produk, harga, distribusi, tenaga penjual, periklanan, promosi, dan
lain-lain.
Audit fungsi pemasaran merupakan pengujian yang sistematis dan terdokumentasi
terhadap bagaimana perusahaan menentukan bauran pemasarannya dan apakah

bauran

pemasaran tersebut secara efektif dan mencapai tujuan pemasaran dan tujuan perusahaan secara
keseluruhan. Fungsi pemasaran melibatkan kebijakan penting dalam bauran pemasaran untuk
mencapai tujuan pemasaran. Kebijakan tersebut meliputi:
a.

Kebijakan Produk
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk menarik

perhatian, pembelian, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau
kebutuhan. Produk mencakup objek fisik, pelayanan, orang, tempat, organisasi, dan gagasan.

11

Tiga tingkatan produk yaitu:


1. Produk inti menyangkut manfaat inti yang sesungguhnya dibeli konsumen ketika mereka
memperoleh produk.
2. Produk aktual meliputi komponen, model tampilan, nama, merek, pengemasan, dan ciri
ciri produk lainnya yang berkombinasi untuk memberikan manfaat produk ini.
3. Produk tambahan meliputi pelayanan dan manfaat tambahan yang diperoleh konsumen
yang dibangun di sekeliling produk inti dan produk aktual.
-

Kepuasan Lini Produk


Lini produk merupakan sekelompok produk yang berkaitan erat karena memiliki fungsi

yang sama, dijual untuk kelompok pelanggan yang sama, dipasarkan melalui jenis jenis outlet
yang sama atau berada dalam rentang harga tertentu. Perusahaan harus merencakan pertumbuhan
lini produknya dengan cermat, perusahaan dapat secara sistematis meningkatkan rentang lini
produknya dengan dua cara yaitu dengan memperpanjang lini dan mengisi lininya. Perusahaan
bisa merentangkan lini produknya ke bawah, ke atas atau ke dua arah tersebut. Merentangkan lini
produk ke atas dilakukan oleh perusahaan yang berada di pasar tingkat bawah dan ingin
memasuki pasar tingkat yang lebih tinggi.
Merentang ke bawah dilakukan oleh perusahaan yang berada diposisi atas, awalnya
perusahaan ini menjual produk dengan kualitas dan harga yang tinggi. Hal ini dilakukan karena
perusahaan melihat pertumbuhan lebih cepat ditingkat bawah atau pada awalnya perusahaan
sengaja menempatkan posisinya diatas kemudian mulai menggarap pasar yang ada dibawah atau
mungkin terjadi serangan diatas mengakibatkan perusahaan ekspansi kebawah. Sedangkan
merentang kedua arah biasanya dilakukan oleh perusahaan yang pada awalnya menempatkan
posisi ditengah, pada posisi ini perusahaan memasuki pasar tingkat bawah atau atas atau
mungkin secara bersamaan keduanya. Mengisi lini produk adalah meningkatkan lini produk
dengan menambah lebih banyak produk dalam rentang lini yang ada. Beberapa alasan yang
mendasari mengisi lini produk ini antara lain perusahaan ingin memperbesar labanya dengan
memanfaatkan kelebihan kapasitas yang dimiliki dan berusaha menutup celah celah untuk
mencegah masuknya pesaing.

12

Keputusan Bauran Produk


Bauran produk merupakan himpunan sebuah lini produk dan barang barang yang

ditawarkan penjual tertentu kepada pembeli. Berkaitan dengan bauran produk, perusahaan bisa
meningkatkan kinerja produknya melalui empat cara yaitu perusahaan pertama menambah lini
produknya, kemudian memperluas bauran produknya. Cara lain dengan memperpanjang lini
produk yang sudah ada , menjadi lini penuh, yang lain perusahaan dapat menambah versi produk
dari setiap produk dan sekaligus memperdalam bauran produknya. Cara terakhir yaitu
perusahaan bisa kurang atau lebih memerhatikan konsistens lini produknya.
b. Kebijakan Harga
Harga adalah uang dibebankan untuk sebuah barang atau jasa tau jumlah nilai yang
konsumen pertukaran untuk mendapatkan manfaat dari memiliki atau memanfaatkan suatu
barang atau jasa. Faktor faktor yang antara lain :
-

Faktor Internal :

1. Tujuan Pemasaran:
a.

Kelangsungan hidup produk; tujuan pemasaran ini mengutamakan kemampuan perusahaan

bertahan dalam persaingan.


b. Maksimisasi laba saat ini; tujuan pemasaran ini menekankan pada pencapaian laba yang
tinggi.
c.

Kepemimpinan pangsa pasar; mengutamakan keunggulan dipasar, baik melalui kualitas

produk, pelayanan, dan penekanan pada maksimisasi kepuasan pelanggan.


d.

Tujuan lain; harga juga bisa tetap ditetapkan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran

lainnya seperti penetapan harga yang rendah untuk mencegah masuknya pesaing ke dalam pasar.
2. Strategi Bauran Pemasaran
Strategi bauran pemasaran menyangkut bagaimana setiap komponen bauran pemasaran
ditetapkan untuk menunjang suksenya program pemasaran secara keseluruhan. Jika harga
menjadi landasan utama dalam menetapkan bauran pemasaran, maka harga terhadap suatu
produk ditetapkan terlebih dahulu, baru kemudian bauran pemasaran yang lainnya menyesuaikan
dengan tingkat harga yang ditetapkan tersebut.

13

3. Biaya
Biaya adalah dasar penentu harga, harga suatu produk harus mencerminkan berapa biaya
yang telah dikonsumsi untuk menghasilkan produk tersebut dan berapa biaya untuk
menyampaikan produk tersebut kepada konsumen dalam memuaskan kebutuhannya.
Pengendalian ketat terhadap proses yang berjalan dilakukan dengan sebaik baiknya, sehingga
perusahaan dapat berjalan dengan sangat efisien, tanpa mengorbankan efektivitas dari
menghasilkan produk tersebut. Praktik ini banyak digunakan perusahaan untuk menanggapi
ketatnya persaingan.
4. Pertimbangan Operasional
Pertimbangan operasional menyangkut penentuan kewenangan dari bagian yang menetapkan
harga. Dalam perusahaan kecil harga kebanyakan ditetapkan manajer puncak, sedangkan pada
perusahaan besar mungkin lebih strategis jika harga ditetapkan oleh manajer divisi atau manajer
lini produk
-

Faktor Eksternal :

1. Sifat dan Permintaan Pasar


Harga suatu produk sangat dipengaruhi oleh jenis pasar dimana produk tersebut dipasarkan,
pada pasar persaingan sempurna dimana banyak terdapat pembeli dan penjual yang sama sama
memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kondisi pasar, harga ditentukan oleh mekanisme
pasar. Persepsi konsumen terhadap nilai dan harga merupakan pertimbangan penting dari
perusahaan dalam menetapkan harga.Penetapan harga berorientasi pembeli yang efektif
mencakup pemahaman tentang sejauh mana konsumen menilai manfaaat yang mereka dapatkan
dari suatu produk dan menetapkan harga sesuai dengan produk tersebut. Menganalisis hubungan
harga dan permintaan adalah penting dilakukan oleh perusahaan karena antara harga dan
permintaan dapat terjadi kondisi yang saling mempengaruhi. Kecenderungan peningkatan
permintaan menyebabkan peningkatan harga, disamping itu elastisitas harga dan permintaan juga
harus menjadi pertimbangan perusahaan dalam menetapkan harga.
2. Harga dan Tawaran Pesaing
Harga dan penawaran yang dilakukan perusahaan harus secara cermat merespons harga dan
penawaran pesaing. Guna merespons harga dan penawarn pesaing, perusahaan dapat meneliti
produk pesaing untuk menentukan keunggulan produk perusahaan sebagai dasar dalam
14

menentukan harga yang lebih tinggi dan menjelaskan kepada konsumen apa manfaat lebih yang
bisa mereka dapatkan.
3. Faktor Eksternal Lainnya
Beberapa faktor lingkungan sangat berpengaruh pada penetapan harga yang dilakukan
perusahaan. Faktor faktor ini kebanyakan bersifat given bagi perusahaan karena memang
perusahaan tidak memiliki kendali terhadap faktor faktor ini. Kondisi ekonomi, kebijakan
pemerintah, perkembangan politik, perkembangan teknologi dan sebagainya secara signifikan
dapat memengaruhi keberhasilan program pemasaran perusahaan.
-

Pendekatan Penetapan Harga


Harga pada dasarnya dibentuk oleh dua titik ekstrem yaitu biaya produk menentukan

lantainya harga dan persepsi konsumen terhadap nilai produk menentukan plafon harga.
Beberapa pendekatan dalam menetapkan harga yang umum digunakan perusahaan antara lain :
a.

Penetapan harga biaya-plus; penetapan harga dengan cara menambahkan mark up standar

terhadap biaya produk.


b. Penetapan harga impas/pulang pokok(break-even); penetapan harga untuk mencapai titik
impas/pulang pokok atas biaya produksi dan memasarkan produk atau untuk menghasilkan laba
yang diinginkan.
c.

Penetapan harga berdasarkan persepsi nilai; penetapan harga berdasarkan persepsi pembeli

terhadap nilai produk, bukan biaya.


d. Penetapan harga going rate; menetapkan harga berdasarkan harga pesaing utama, bukan
biaya produk atau permintaan perusahaan.
e.

Penetapan harga tender; menetapkan harga berdasarkan dugaan perusahaan tentang berapa

besar harga yang akan ditetapkan pesaing.


c.

Kebijakan Saluran Distribusi


Saluran distribusi merupakan jaringan organisasi yang menghubungkan produsen dengan

pengguna (konsumen) akhir. Penggunaan perantara dalam pemasaran sebagian besar disebabkan
adanya keunggulan efisiensi dalam membuat barang tersedia dan mudah diperoleh di pasar
dalam jumlah dan waktu yang tepat.

15

Fungsi Distribusi
Fungsi distribusi yang dilaksanakan oleh saluran distribus meliput :

a.

Informasi; pengumpulan dan penyebaran informasi riset pemasaran mengenai pelanggan,

pesaing dan pelaku lain serta kekuatan dalam lingkungan pemasaran potensial dan yang ada saat
ini.
b. Promosi; pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif mengenai penawaran yang
dirancang untuk menarik pelanggan.
c.

Negoisasi; Usaha untuk mencapai persetujuan akhir tentang harga dan persyaratan lain

sehingga transfer kepemilikan dapat dilakukan.


d. Pemesanan; komunikasi terbalik dari anggota saluran pemasaran dengan produsen
mengenai minat untuk membeli.
e.

Pembiayaan; perolehan dan alokasi dana yang digunakan untuk membiayai persediaan pada

tingkat saluran pemasaran yang berbeda.


f.

Pengambilan Risiko; asumsi risiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran

pemasaran tersebut.
g. Pemilik Fisik; kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk fisik dari bahan baku
sampai ke pelanggan akhir.
h. Pembayaran; transfer kepemilikan yang sebenarnya dari satu organisasi atau orang ke
organisasi atau orang lain.
i.

Hak Milik; transfer kepemilikan yang sebenarnya dari satu organisasi/ individu ke

organisasi / individu lain.

Keputusan Mengenai Bentuk Saluran Pemasaran


Keputusan mengenai bentuk saluran pemasaran melibatkan pertimbangan pertimbangan

penting tentang :
1. Analisis kebutuhan pelanggan
Pada langkah pertama ini perusahaan harus memahami perilaku dan kecenderungan
pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya. Lima variabel pelayanan yang teridentifikasi dari
saluran pemasaran meliputi:
a.

Ukuran lot

b. Waktu tunggu
16

c.

Kenyamanan tempat

d. Variasi produk
e.

Pelayanan pendukung

2. Penetapan tujuan dan batasan saluran pemasaran


Tujuan saluran pemasaran harus dinyatakan dalam bentuk tingkat hasil pelayanan yang
ditargetkan. Bentuk saluran pemasaran yang berbeda harus mempertimbangkan kekuatan dan
kelemahan jenis perantara yang berbeda dan pada akhirnya bentuk saluran pemasaran yang
dipilih harus sesuai untuk lingkungan yang lebih besar.
3. Identifikasi alternatif saluran pemasaran utama
Pertimbangan tentang alternatif saluran pemasaran mencakup tiga variabel utama, yaitu:
a.

Jenis perantara: menyangkut karakteristik perantara yang paling tepat untuk produk yang

dipasarkam sehingga sampai kepada pelanggan tepat waktu.


b. Jumlah perantara: Menyangkut penentuan jumlah perantara yang tepat untuk setiap angkatan
saluran pemasaran.
c.

Syarat dan tanggung jawab anggota saluran pemasaran: berkaitan dengan penentuan

persyaratan dan tanggung jawab dari anggota saluran pemasaran yang terintegrasi dengan
perusahaan.
4. Evaluasi alternatif saluran pemasaran utama
Tiga kriteria utama yang digunakan dalam mengevaluasi saluran adalah kriteria ekonomi, kriteria
kontrol, dan kriteria adaptif. Dari hasil penelitian tersebut perusahaan dapat menentukan apakah
saluran pemasaran yang digunakan akan dipertahankan, ditingkatkan kemampuan atau malah
dilepaskan.

d. Kebijakan Periklanan, Promosi dan Publikasi


Perusahaan harus mengkomunikasikan produk dan pelayanan yang disediakan kepada pelanggan
atau pelanggan potensialnya, perantara, serta masyarakat umum untuk memberikan informasi
yang tepat tentang manfaat dan keberadaan produk. Suatu bauran komunikasi pemasaran dapat
terdiri dari atas kombinasi dari komponen bauran promosi berikut:
a.

Pengiklanan

b. Pemasaran langsung
c.

Promosi penjualan
17

d. Hubungan masyarakat dan publisitas


e.

Penjualan personal

Mengembangkan Komunikasi efektif


Mengembangkan suatu bauran promosi yang efektif mencakup tahapan tahapan penting

berikut:
1. Mengidentifikasi audiens sasaran
Perusahaan harus mengidentifikasi terlebih dahulu siapa audiens sasaran dari produk yang
dipasarkan apakah pembeli potensial dari produk yang dipasarkan, pemakai saat ini, orang yang
memutuskan pembelian atau yang memengaruhi pembelian tersebut.
2. Menentukan tujuan komunikasi
Bagaimana responsi audiens yang diharapkan perusahaan terhadap produk yang dipasarkan
setelah menerima pesan yang disampaikan melalui proses komunikasi yang dibangung merupaka
tujuan utama dari komunikasi.
3. Merancang pesan
Setelag merumuskan dan mendefinisikan tujuan komunikasi, perusahaan merancang pesan yang
akan disampaikan kepada audiens. Suatu pesan harus mendapat perhatian, menarik minat,
membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan. Merumuskan pesan meliputi empat
pemecahan masalah utama yaitu:
a.

Isi pesan

b. Struktur pesan
c.

Format pesan

d. Sumber pesan
4. Memilih saluran komunikasi
Saluran komunikasi yang tepat harus mengikuti usaha mengomunikasikan produk dan
pelayanan kepada audiens yang dituju. Ada 2 jenis saluran komuniasi yaitu:
a.

Saluran komunikasi personal: Komunikasi ini dilakukan 2 atau lebih orang yang dapat

dilakukan dengan bertatap muka secara langsung, melalui telepon, atau surat.
b. Saluran komunikasi nonpersonal: saluran ini melibatkan media dalam penyampaian pesan
kepada audiens yang dituju. Saluran ini meliputi media, suasana, dan peristiwa.

18

5. Mengalokasikan total anggaran promosi


Mengalokasikan anggaran promosi menyangkut penetapan total anggaran promosi dan
pendistribusiannya pada berbagai saluran komunikasi yang digunakan. Hal ini menyangkut
keputusan yang sangat penting karena harus secara seimbang mempertimbangkan hubungan
efektivitas promosi dengan kebutuhan efisieni operasional perusahaan.
6. Memutuskan bauran promosi
Keputusan bauran promosi menyangkut pencapaian tujuan pemasaran secara efektif dan efisien
melalui keseimbangan diantara komponen bauran promosi. Faktor faktor yang mempengaruhi
keseimbangan bauran promosi adalah: jenis pasar produk, strategi tarik dan dorong, tahap
kesiapan pembeli, tahap siklus hidup produk, peringkat pasar perusahaan.
7. Mengukur hasil promosi
Pengukuran hasil promosi harus dilakukan meniali efektivitas dan efisiensi program promosi
yang diterapkan. Pengukuran ini melibatkan wawancara dengan audiens sasaran untuk
mendapatkan informasi.
8. Mengatur dan mengelola komunikasi pemasaran yang terintegrasi
Berubahnya pasar masal menjadi pasar dengan ukuran yang kecil kecil membutuhkan
pendekatan yang berbeda dalam mengomunikasikan produk perusahaan. Hal ini membutuhkan
bauran promosi yang berbeda pula agar pesan dan tujuan promosi dapat mencapai tujuannya.
Komunikasi pemasaran terintegrasi dapat menghasilkan pesan yang lebih konsisten dan
pengaruh penjualan yang lebih besar.

E.

TAHAPAN-TAHAPAN AUDIT PEMASARAN


Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam audit manajemen. Secara garis besar

dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu:


1.

Audit Pendahuluan
Audit pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan informasi latar belakang terhadap objek
yang diaudit. Di samping itu, pada audit ini juga dilakukan penelaahan terhadap berbagai
peraturan, ketentuan dan kebijakan berkaitan dengan aktivitas yang diaudit, serta
menganalisis berbagai informasi yang telah diperoleh untuk mengidentifikasi hal-hal yang
potensial mengandung kelemahan pada perusahaan yang diaudit. Dari informasi latar

19

belakang ini, auditor dapat menentukan tujuan audit sementara (tentative audit
objective). Dalam tahap audit ini audito dapat menentukan beberapa tujuan audit
sementara.

2.

Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen


pada tahapan ini auditor melakukan review dan pengujian terhadap pengendalian
manajemen objek audit, dengan tujuan untuk menilai efektivitas pengendalian manajemen
dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Dari hasil pengujian ini, auditor dapat
lebih memahami pengendalian yang berlaku pada objek audit sehingga dengan lebih
mudah dapat diketahui potensi-potensi terjadinya kelemahan pada berbagai aktivitas yang
dilakukan. Jika dihubungkan dengan tujuan audit sementara yang telah dibuat pada audit
pendahuluan, hasil pengujian pengendalian manajemen ini dapat mendukung tujuan audit
sementara

tersebut

menjadi

tujuan

audit

yang

sesungguhnya (definitive

audit

objective), atau mungkin ada beberapa tujuan audit sementara yang gugur, karena tidak
cukup (sulit memperoleh) bukti-bukti untuk mendukung tujuan audit tersebut.

3.

Audit Terinci
Pada tahap ini auditor melakukan pengumpulan bukti yang cukup dan kompeten untuk
mendukung tujuan audit yang telah ditentukan. Pada tahap ini juga dilakukan
pengembangan temuan untuk mencari keterkaitan antara satu temuan dengan temuan yang
lain dalam menguji permasalahan yang berkaitan dengan tujuan audit. Temuan yang
cukup, relevan, dan kompeten dalam tahap ini disajikan dalam suatu kertas kerja audit
(KKA) untuk mendukung kesimpulan audit yang dibuat dan rekomendasi yang diberikan.

4.

Pelaporan
Tahapan ini bertujuan untuk mengomunikasikan hasil audit termasuk rekomendasi yang
diberikan kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Hal ini penting untuk menyakinkan
pihak manajemen (objek audit) tentang keabsahan hasil audit dan mendorong pihak-pihak
yang berwenang untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai kelemahan yang
ditemukan. Laporan disajikan dalam bentuk komprehensif (menyajikan temuan-temuan
penting hasil audit untuk mendukung kesimpulan audit dan rekomendasi).
20

5.

Tindak Lanjut
Sebagai tahap akhir dari audit manajemen, tindak lanjut bertujuan untuk mendorong
pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan tindak lanjut (perbaikan) sesuai dengan
rekomendasi yang diberikan. Auditor tidak memiliki wewenang untuk mengharuskan
manajemen melaksanakan tindak lanjut sesuai rekomendasi yang diberikan. Oleh karena
itu, rekomendasi yang disajikan dalam laporan audit seharusnya sudah merupakan hasil
diskusi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan tindakan perbaikan tersebut.
Suatu rekomendasi yang tidak disepakati oleh objek audit akan sangat berpengaruh pada
pelaksanaan tindak lanjutnya. Hasil audit menjadi kurang bermakna apabila rekomendasi
yang diberikan tidak ditindaklanjuti oleh pihak yang diaudit.

F.

PROSES MANAJEMEN PEMASARAN


Proses manajemen pemasaran merupakan proses menganalisis peluang-peluang pasar,

memilih pasar sasaran, mengembangkan bauran pemasaran, dan mengelola usaha-usaha


pemasaran. Prosers ini mengoordinasikan seluruh aktivitas pemasaran dalam suatu strategi
pemasaran yang ditetapkan perusahaan dan sumber daya yang terlibat di dalamnya untuk
mencapai tujuan perusahaan.

a.

Menentukan Konsumen Sasaran


Perusahaan menyadari bahwa tidak mampu untuk memenuhi (memuaskan) kebutuhan
seluruh konsumen yang ada di pasar.Ada terlalu banyak perbedaan konsumen dengan
beraneka ragam kebutuhan dan perilakunya.
Beberapa perusahaan berada dalam posisi yang lebih baik untuk melayani segmen pasar
tertentu. Proses ini meliputi tiga tahapan penting yaitu:
1.

Segmentasi pasar merupakan proses pengelompokan pelanggan ke dalam kelompokkelompok tertentu dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang sama.
Segmen pasar bisa dibedakan berdasrkan faktor geografis, demografis, fisikkografis,
dan perilaku.

21

2.

Penetapan pasar sasaran merupakan proses untuk mengevaluasi setiap daya tarik
segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki.Dengan
sumber daya yang terbatas, tidak mungkin bagi perusahaan untuk melayani
(memuaskan) semua segmen pasar yang ada.

3.

Penentuan posisi pasar, mengatur suatu produk untuk menempati tempat yang jelas,
berbeda, dan diinginkan relatif terhadap produk-produk saingannya di dalam pikiran
konsumen sasaran. Identifikasi terhadap keunggulan bersaing adalah hal pertama
yang harus dilakukan perusahaan untuk memutuskan posisi produknya.

Keunggulan bersaing ini dapat tercipta apabila perusahaan dapat memaksimalkan


nilai dari pelanggan, yaitu dengan cara meningkatkan manfaat yang dapat dinikmati
pelanggan atau dengan menurunkan pengorbanan pelanggan dalam mendapatkan dan
memanfaatkan produk tersebut relatif terhadap produk pesaing atau dengan cara
kedua-duanya sekaligus.

b.

Mengenbangkan Bauran Pemasaran


Bauran pemasaran adalah seperangkat variabel penasaran yang dapat dikendalikan dan
dapat dapat dipadukan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan di dalam pasar
sasaran. Keputusan bauran pemasaran meliputi keputusan terhadap empat variabel penting
dalam pemasaran, yang dikenal sebagai 4P:
1) produk (product), mencerminkan kombinasi barang dan/atau jasa yang ditawarkan
perusahaan kepada pasar sasaran. Keputusan produk menyangkut berbagai hal yang
berhubungan dengan produk tersebut tersebut termasuk berbagai atribut yang melekat
seperti merek, kemasan, kualitas, fitur, daya tahan, esain, kesesuaian, dan berbagai atribut
lainnya.
2) harga (price), yang pada dasranya mencerminkan pengorbanan yang harus dilakukan
konsume untuk mendapatkan dan menggunakan suatu produk. Keputusan harga merupakan
keputusan strategis karena berhubungan erat dengan posisi produk di pasar dan menjadi
penopang keunggulan bersaing perusahaan. Faktor internal penting yang memengaruhi
keputusan penetapan haga adalah: tujuan perusahaan, strategi, bauran pemasaran, biaya,
22

dan pertimbangan organisasional. Sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh meliputi:


pasar dan permintaan, harga peaing, dan faktor-faktor eksternal lainnya
3) tempat atau saluran distribusi (place), berkaitan dengan usaha perusahaan menjadikan
produk selalu siap tersedia untuk konsumen sasaran dalam jumlah dan waktu yang tepat.
Keputusan tentang saluan distribusi berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi penggunaan
saluran distribusi. dan
4) promosi (promotion), mencerminkan berbagai aktivitas untuk mengomunikasikan dan
mensosialisasikan keunggulan-keunggula produk kepada konsumennya.

Mengelola Upaya Pemasaran


Pengelolaan upaya-upaya pemasaran melibatkan empat fungsi utama manajemen
pemasaran, yaitu (i) analisis pemasaran, (ii) perencanaan pemasaran, (iii) implementasi
pemasaran, dan (iv) pengendalian pemasaran.
Hasil analisis pemasaran memberikan gambaran berbagai peluang, ancaman, kekuatan, dan
kelemahan perusahaan. Berdasarkan informasi ini kemudian disusun suatu rencana pemasaran.
Rencana yang telah disusun kemudian diimplementasikan ke dalam berbagai program/ aktivitas
pemasaran. Kemudian diakhiri dengan pengendalian pemasaran, yang merupakan proses
pengukuran dan evaluasi hasil-hasil strategi dan rencana pemasaran serta pengambilan tindakantindakan korektif untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan pemasaran akan tercapai.
Pengendalian pemasaran meliputi empat tahapan penting, yaitu: penetapan tujuan
pemasaran spesifik, mengukur kinerja di pasar, mengevaluasi penyebab terjadinya perbedaan
antara kinerja yang diharapkan (tujuan) dengan kinerja aktual yang dicapai perusahaan, dan
menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan.
Pengendalian pemasaran mencakup dua pengendalian penting yang meliputi pengendalian
operasi dan pengendalian strategis. Pengendalian operasi menekankan pada audit operasional
yang sedang berjalan untuk membandingkan antara kinerja yang dicapai dengan rencana tahunan
dan menentukan tindakan perbaikan jika diperlukan. Sedangkan pengendalian strategis
menekankan pada evaluasi apakah strategi yang ditetapkan perusahaan masih sesuai dengan
peluang-peluang yang tersedia dan kondisi persaina yang sedang terjadi.

23

Empat faktor dalam Analisis SWOT adalah sebagai berikut :


a. Sterngth / Kekuatan (S), adalah kemampuan internal yang menonjol dari sebuah perusahaan
secara relatif dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Strength merupakan suatu kompetensi
yang ada dalam perusahaan yang disajikan sebagai perbandingan dengan competitor.
b.

Weakness /Kelemahan (W), merupakan sifat-sifat dari suatu perusahaan

yang

cenderungmengurangi nilai-nilai kompeten dan perbandingan dengan pesaingpesaingnya.


c. Opportunities /Peluang (O), merupakan peluang-peluang yang ada dalam diri perusahaan atau
peluang-peluang yang dimiliki oleh perusahaan.
d. Threats / Ancaman (T), merupakan kejadian-kejadian yang sangat mungkin terjadi yang dapat
mengakibatkan kerugian tertentu bagi perusahaan.

24

BAB III
PENUTUP
A.

KESIMPULAN
Tidak mengherankan bila sejumlah perusahaan terkemuka di manca negara telah

memahami arti penting dan mengimplementasikan audit pemasaran sehingga kontrol strategi
perusahaan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan perencanaan pemasaran yang telah
ditetapkan.
Arti penting pelaksanaan audit pemasaran bagi suatu perusahaan akan semakin dirasakan
oleh suatu perusahaan ketika mereka memahami sejumlah manfaat yang akan dipetik dengan
melaksanakannya dengan baik. Karena dengan melaksanakan audit pemasaran dengan baik dan
benar maka akan memberikan banyak sekali manfaat, seperti :
1. memberikan suatu evaluasi yang independen dan tidak bias terhadap program-program
pemasaran, termasuk strategi, penawaran, dan kreatifitas suatu perusahaan.
2. dapat mengidentifikasi area-area yang dibutuhkan dalam menigkatkan dan menghasilkan saransaran dan ide-ide yang spesifik serta bagaimana memperbaikinya.
3. memberikan sebuah perusahaan ide-ide baru yang segar, teknik-teknik dan new direction pada
masa mendatang.
Dengan demikian, audit pemasaran adalah merupakan aktivitas vital yang sangat
menentukan kesuksesan suatu perusahaan. Karena, didalam iklim bisnis pasar yang semakin
kompetitif dan penuh turbulence harus disadari bahwa keberhasilan dimasa depan akan sangat
ditentukan oleh kesuksesan pelaksanaan audit pemasaran.

B.

SARAN
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami

mengharapkan dengan adanya makalah yang sangat sederhana ini dapat memberikan sumbangan
pikirin dan perkembangan bangsa. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih
terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran
sangat kami harapkan untuk menyempurnakan makalah ini.

25

DAFTAR PUSTAKA

http://dedesaputra.do.am/blog/audit_pemasaran_tujuan_dan_manfaatnya/2009-11-28-13
http://www.scribd.com/doc/35078950/Audit-Pemasaran

26