Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Masalah Keperawatan

: Kurangnya

pengetahuan

keluarga

tentang

penyakit Hipertensi
Pokok Bahasan

: Penyakit gangguan sistem kardiovaskuler

Sub Pokok Bahasan

Penyakit Hipertensi

Sasaran

Keluarga pasien

Waktu

30 Menit

Hari/Tanggal

Jumat, 2 Januari 2015

Tempat

Ruang Fresia Lt.2 RSUP dr. Hasan Sadikin


Bandung

1. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu memahami tentang penyakit
Hipertensi.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit diharapkan sasaran dapat :
a. Menyebutkan kembali pengertian penyakit hipertensi dengan benar.
b. Menyebutkan dan menjelaskan kembali penyebab dan faktor- faktor yang
mempengaruhi penyakit hipertensi dengan benar.
c. Menyebutkan dan menjelaskan kembali tanda dan gejala penyakit
hipertensi dengan benar.
d. Menyebutkan kembali pengobatan pada penyakit hipertensi dengan benar.
e. Menyebutkan kembali komplikasi pada penyakit hipertensi dengan benar.
f. Menyebutkan kembali pengaturan makanan pada penderita hipertensi
g. Menyebutkan kembali cara mengatur diet hipertensi

Kegiatan Pembelajaran

I. Pokok Materi Penyuluhan


a.

Pengertian penyakit hipertensi

b.

Penyebab penyakit hipertensi

c.

Faktor- faktor yang menyebabkan hipertensi

d.

Tanda dan gejala penyakit hipertensi

e.

Komplikasi penyakit hipertensi yang tidak diobati

f.

Pengobatan pada penyakit hipertensi

g.

Perawatan pada penyakit hipertensi

II. Metode

Ceramah

Tanya jawab

III. Media pembelajaran


Leaflet
Power point
Infokus, laptop, layar dan pengeras suara

Langkah Kegiatan Pembelajaran


NO
1.

PENYULUHAN

SASARAN

Kegiatan membuka pembelajaran :


a. Mengucapkan salam.dan

Menjawab salam dengan respon

memperkenalkan diri

yang baik

b. Menjelaskan maksud dan tujuan

Mendengarkan

pembelajaran

2.

c. Melakukan kontrak waktu

Mendengarkan dan menjawab

d. Melakukan apersepsi

Menjawab

Kegiatan inti pembelajaran :


a. Menyampaikan

materi

tentang Mendengarkan

penyakit Hipertensi.
b. Tanya jawab :
- Memberikan kesempatan
kepada sasaran untuk bertanya
- Menjawab pertanyaan yang

Mengajukan pertanyaan dari materi


yang diberikan
Menyimak jawaban yang diberikan

diberikan.
2.

Kegiatan menutup pembelajaran :


a. Memberikan pertanyaan pada

Menyimak dan menjawab

sasaran untuk menguji


pemahaman materi
b. Menyimpulkan materi

Mendengarkan

c. Melakukan evaluasi

Mendengarkan

d. Menutup kegiatan pembelajaran

Mendengarkan dan menjawab

dengan mengucapkan salam.

IV.

Evaluasi
a. Prosedur

: Post test

b. Bentuk pertanyaan : Pertanyaan langsung


c. Soal pertanyaan

Sebutkan tanda dan gejala tentang penyakit hipertensi.


Sebutkan faktor- faktor yang menyebabkan hipertensi
Sebutkan cara perawatan pada penyakit hipertensi

V. Lampiran
Uraian Materi Penyuluhan
A. Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah peningkatan tekanan sistole, yang tingginya
tergantung umur individu yang terkena. Tekanan darah berfluktuasi dalam
batas-batas tertentu tergantung posisi tubuh, umur, dan tingkat stres yang
dialami.
Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg.
Pada populasi manula, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik
160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg.
Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah suatu peningkatan
tekanan darah pada saat periode kontraksi dalam siklus jantung dan atau
periode relaksasi dalam siklus jantung yang tidak normal. Dan diukur
paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Tekanan darah normal
bervariasi sesuai usia sehingga setiap diagnosis hipertensi harus bersifat
spesitfik usia. Namun, secara umum seseorang dianggap mengalami

hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari pada 140 mmHg
sistosik sedangkan diastoliknya mencapai lebih 90 mmHg (sehingga
ditulis 140/90 mmHg).
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah yang menetap dengan
hasil tekanan darah sistol > 140 mmHg dan distole > 90 mmHg yang
biasanya ditemukan pada orang dewasa atau lanjut usia.
Adapun klasifikasi hipertensi menurut JNC (Joint National
Committee) VII 2004 dapat dilihat pada tabel 2.1 :
Tabel Klasifkasi hipertensi menurut JNC VII 2004
Kategori
Normal
Prehipertensi

Sistolik (mmHg)

Diastolik (mmHg)

<120

<80

120 139

80 89

140 159

90 99

160

100

Hipertensi :
Derajat 1
Derajat 2

Sumber : Joint National Committee On Detection, Evaluation and


Treatment Of High Blood Pressure VII (2004)

B. Penyebab dan Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit Hipertensi


a. Hipertensi primer
Hipertensi primer adalah hipertensi yang tidak atau belum diketahui
penyebabnya. Dari sejumlah penderita hipertensi secara umum sekitar
90% adalah termasuk golongan hipertensi primer. Diduga pemicu

terjadinya hipertensi primer adalah karena faktor bertambahnya usia,


keturunan, gangguan pada fungsi jantung dan pembuluh darah
sehingga dapat memicu peningkatan tekanan darah. Umumnya
penderita hipertensi primer tidak merasakan apa-apa.

b.

Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang sudah dapat diketahui
penyebabnya. Dari total jumlah penderita hipertensi kurang lebih
sekitar 10% termasuk penderita hipertensi sekunder. Penyebab
hipertensi sekunder antara lain adalah gangguan pada endokrin
(adrenal, tiroid, hipofisis dan paratiroid), penyakit ginjal, kelainan
hormonal, obat oral kontrasepsi dan lain-lain.

Adapun penyebab yang dapat diubah dan tidak dapat diubah pada
hipertensi diantaranya :
a. Penyebab yang dapat diubah dalam kehidupan sehari-hari seperti :
-

Merokok

Kebiasaan makan tinggi kalori, lemak, garam, gula yang dapat


menimbulkan kegemukan atau obesitas.

Emosi yang terus menerus

b. Penyebab yang tidak dapat diubah seperti :


-

Herediter atau keturunan

Usia

Jenis kelamin

Faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi yaitu :


a. Usia
Risiko hipertensi akan meningkat seiring dengan bertambahnya
usia. Penyakit hipertensi banyak menyerang masyarakat, terutama
mereka yang berusia di atas 40 tahun, bahkan ada yang telah
terserang mulai umur sekitar 30 tahun.

b. Obesitas
Obesitas menjadi faktor risiko hipertensi karena semakin banyak
penambahan berat badan, semakin banyak darah yang dibutuhkan
untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Sehingga
volume darah pada pembuluh darah juga meningkat, demikian juga
tekanan pada dinding arteripun akan meningkat.

c. Perokok
Merokok akan langsung menaikkan tekanan darah sementara,
tetapi bahan kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan dinding
pembuluh darah arteri. Hal ini dapat menyebabkan arteri jadi
menyempit akibat penumpukan kolesterol, sebagai akibatnya dapat
menimbulkan darah tinggi bahkan serangan jantung dan stroke.

d.

Kurang aktifitas fisik


Kurangnya aktifitas fisik menjadi faktor resiko hipertensi karena orang
yang tidak aktif cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi.
Semakin tinggi detak jantung, semakin keras jantung bekerja akibatnya
timbul darah tinggi.

e.

Garam
Terlalu

banyak

mengkonsumsi

natrium

atau

garam

dapat

menyebabkan peningkatan cairan dalam tubuh khususnya dalam


pembuluh darah, yang dapat meningkatkan tekanan darah.
C. Tanda dan Gejala Hipertensi
a. Sakit kepala
b. Pusing
c. Lemah
d. Kelelahan
e. Kesadaran menurun
f. Gelisah
g. Mual dan muntah
h. Sesak napas
i. Kelemahan otot

D. Pengobatan Hipertensi
Pengobatan farmakologi
- Diuretik
Obat-obatan jenis ini bekerja dengan cara mengeluarkan cairan tubuh
(melalui kencing). Dengan demikian, volume cairan dalam tubuh
berkurang sehingga daya pompa jantung lebih ringan.
Obat diuretik dikenal dengan nama pil air. Akibat pemberian diuretik
adalah tidak saja garam dikeluarkan dari tubuh, tetapi zat lain yang
berguna bagi tubuh seperti kalium ikut dikeluarkan juga. Untuk
mengatasi kondisi itu, dokter sering meresepkan obat diuretik dengan

mempertahankan kalium tetap di dalam tubuh. Manfaat obat diuretik


tersebut dapat bertambah jika ditunjang dengan pola makan dengan
menu rendah kadar garam.
.
- Alpha, Beta dan alpha-beta adrenergik blocker
Obat-obat ini bekerja dengan menghalangi pengaruh bahan-bahan
kimia tertentu dalam tubuh. Obat-obatan itu memicu penurunan
aktivitas daya pompa jantung. Jenis obat tersebut tidak dianjurkan bagi
penderita hipertensi dengan gangguan pernapasan, seperti asma
bronkial. Contoh golongan obat itu yaitu metoprolol, propanolol dan
atenolol.
Khusus bagi penderita diabetes mellitus, obat tersebut merupakan
kontra indikasi karena menambah kadar gula darah. Pemberian obat
itu juga jangan diberikan untuk orang usia lanjut yang mempunyai
gejala gangguan bronkospasme (penyempitan saluran pernapasan)
atau denyut jantung lambat.

- Vasodilator
Kerja obat ini berlangsung pada pembuluh darah dengan relaksasi otot
polos pembuluh darah. Contoh yang termasuk obat jenis ini yaitu
prasosin dan hidralasin. Kemungkinan yang akan terjadi akibat
pemberian obat ini adalah sakit kepala dan pusing.

- Penghambat enzim konversi angiotensin


Cara kerja obat golongan ini adalah menghambat pembentukan zat
angiotensin II (zat yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan
darah). Contoh obat yang termasuk golongan ini yaitu captopril. Efek

samping yang mungkin timbul adalah batuk kering, pusing, sakit


kepala dan lemas.

- Antagonis kalsium
Golongan obat ini menurunkan daya pompa jantung dengan cara
menghambat kontraksi jantung (kontraktilitas). Yang temasuk golongan
obat ini yaitu nifedipin, diltiasem dan veraparnil. Efek samping yang
mungkin timbul adalah sembelit, pusing, sakit kepala dan muntah.

- Penghambat reseptor angiotensin II


Obat

ini

bekerja

dengan

cara

menghalangi

penempelan

zat

angiotensin II pada reseptornya yang mengakibatkan ringannya daya


pompa jantung. Obat-obatan yang termasuk golongan ini adalah
velsartan (diovan). Kemungkinan efek samping yang timbul adalah
sakit kepala, pusing, lemas dan mual.

Pengobatan non-farmakologis
Pengobatan non-farmakologis diantaranya dengan melakukan hal-hal
berikut :
1. Mengatasi obesitas atau menurunkan kelebihan berat badan.
2. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh. Cara pengobatan ini akan
lebih baik jika digunakan sebagai pelengkap pada pengobatan
farmakologis.
3. Melakukan olahraga, seperti aerobik atau jalan cepat selama 30 45
menit sebanyak 3 4 kali seminggu.
4. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol yang berlebihan.

10

5. Ciptakan keadaan rileks dengan relaksasi.


Relaksasi adalah suatu tindakan untuk membebaskan mental dan fisik
dari ketegangan dan stress. Berbagai metode relaksasi digunakan
untuk menurunkan kecemasan dan keteganagn otot sehingga
didapatkan penurunan denyut jantung, penurunan respirasi serta
penurunan ketegangan otot (Prasetyo, 2010).
Berbagai cara relaksasi, seperti :
a. Meditasi
Meditasi adalah upaya untuk mencapai ketenangan dengan
memusatkan pikiran pada satu titik. Meditasi disertai dengan
pengaturan napas secara halus dan teratur (Widianto, 2011)\
b. Yoga
Yoga adalah sebuah aktivitas dimana seseorang memusatkan
seluruh pikiran untuk mengontrol panca indranya dan tubuhnya
secara keseluruhan (Triyanto, 2014).
c. Hypnosis
Upaya bagaimana membuat seseorang untuk berada dalam
kondisi tidur dan atau kondisi tidak sadarkan diri (Iswantoro,
2007).
d. Terapi musik
Terapi musik merupakan suatu keterampilan dalam menggunakan
musik dan elemen-elemen musik oleh seseorang yang ahli di
bidang musik untuk meningkatkan, memelihara, memperbaiki
kesehatan mental, fisik, emosi dan spiritual (Triyanto, 2014).

11

E. Komplikasi Akibat Hipertensi yang Tidak Diobati


a. Kegagalan jantung
b. Kegagalan ginjal
c. Stroke/kelumpuhan
F. Pengaturan makanan pada penderita hipertensi
a. Bahan makanan yang dianjurkan :
1. Makanan yang segar: sumber hidrat arang, protein nabati dan
hewani, sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung
serat.
2. Makanan yang diolah tanpa atau

sedikit menggunakan garam

natrium, vetsin, kaldu bubuk.


3. Sumber protein hewani : pengguanaan daging/ ayam/ ikan paling
banyak 100 gram/ hari. Telur ayam/ bebek 1 butir / hari
4. Susu segar 200 ml/ hari
b. Bahan makanan yang dibatasi :
1. Pemakaian garam dapur
2. Penggunaan bahan makanan yang mengandung natrium seperti
soda
c. Bahan makanan yang dihindari:
1. Jeroan, daging kambing
2. Makanan yang diolah menggunakan garam natrium :
3. Crackers, pastries, dan kue lain-lain
4. Krupuk, kripik dan makanan kering yang asin
5. Makanan dan minuman dalam kaleng: sarden, sosis, kornet,
sayuran, dan buah-buahan dalam kaleng

12

6. Makanan yang diawetkan : dendeng, abon, ikan asin, ikan


pindang, udang kering, telur asin, telur pindang, selai kacang,
acar, manisan buah
7. Mentega, dan keju
8. Bumbu-bumbu : kecap asin, terasi, petis, garam, saus tomat, saus
sambel, tauco dan bumbu penyedap lainnya
9. Makanan yang mengandung alkohol misalnya: durian, tape
G. Cara mengatur diet hipertensi
a. Rasa tawar dapat diperbaiki dengan menambah gula merah, gula
pasir, bawang merah, bawang putih, jahe, kencur, salam dan bumbu
lain yang tidak mengandung atau sedikit garam Na.
b. Makanan lebih enak ditumis, digoreng, dipanggang, walaupun tanpa
garam
c. Bubuhkan garam saat di atas meja makan, gunakan garam
beryodium (30 80 ppm), tidak lebih dari sendok teh/ hari
d. Dapat menggunakan garam yang mengandung rendah natrium

13

SATUAN ACARA PENYULUHAN


HIPERTENSI

Oleh :
Kelompok 3

Irfan Maulana Abidin

214114045

Sheila Ridhawaty

214114043

Sutomo

214114004

Isma Adya Agistiani

214114042

Yogasliana Fathudin

214114048

Mery Syariana

214114020

Siti Shopiyah

214114046

Randi Hartanto

214114018

Idik Juliandi Muspika

214114050

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2014

14

15