Anda di halaman 1dari 7

sasbel 5

Macam-macam perbaikan dna (Diba


& Aghni)

Mekanisme Perbaikan Dna Region abnormal


DNA, baik karena kesalahan penyalinan atau
kerusakan DNA, diganti melaluI tiga mekanisme,
yaitu:
1. Demage reversal : penggantian secara
langsung, photoreactivation merupakan cara
perbaikan DNA dengan melibatkan pembuangan
atau pembalikan DNA yang rusak oleh sebuah
enzim tunggal yang tergantung
oleh cahaya. Pada bakteri E. Coli
enzim itu dikodekan oleh gen phr .

Adanya kerusakan pada suatu segmen pirimidin


(timin dan sitosin) yang telah berpasangan
(dimer) pada suatu struktur DNA, akan
mengaktifkan suatu proses perbaikan dimana
suatu kompleks protein enzim fotoreaktif akan
memutuskan ikatan hydrogen tetapi tanpa
memutuskan ikatan fosfodiester antar nukleotida.
Perubahan urutan akan diperbaiki dengan
pergantian sesame nukleotida dengan basa
pirimidin, dan akan diikuti proses penangkupan
kembali celah yang semula tercipta.

2. Demage removal : proses ini lebih


kompleks karena melibatkan replacing
atau penggantian dengan dipotongpotong. Pada excision repair diawali
dengan proses pengidentifikasian
ketidaksesuaian sekuen / urutan DNA
dalam suatu proses pengawasan yang
dilakukan oleh endonuklease
perbaikan DNA. Kompleks enzim
tersebut akan menginisiasi proses
pemisahan DNA heliks utas ganda
menjadi suatu segmen utas tunggal.

Proses ini akan diakhiri dengan


pertautan kembali antara dua utas
tunggal tersebut untuk kembali
menjadi bagian dari heliks utas ganda,
dengan perantaraan enzim DNA
ligase.
3. Demage tolerance : Mentoleransi
kesalahan.Hal ini dilakukan bila
kesalahan tidak dapat diperbaiki
sehingga kesalahan terpaksa
ditoleransi dan yang terotong adalah
kedua strand. Mekanisme ini adalah
sebentuk replikasi rawan kesalahan
(error-phone ) yang memprbaiki
kerusakan-kerusakan pada DNA tanpa
mengembalikan sekuens basa awal.

Tipe perbaikan ini bisa dipicu oleh


kerusakan DNA dalam tingkat tinggi.
Pada bakteri E. Coli, system tersebut
diatur oleh gen-gen recA dan umu
yang dihipotesiskan mengubah
fidelitas (ketepatan) polymerase DNA
setempat. Dalam rose situ, polymerase
melakukan replikasi melewati
kerusakan DNA, sehingga
memungkinkan sel untuk bertahan
hidup atau sintas. Jika sel tersebut
berhasil sintas melalui seluruh
kerusakan DNA, besar kemungkinan
sel itu mengandung satu atau lebih
mutasi.