Anda di halaman 1dari 2

Management of postterm pregnancy

A. Penentuan tanggal kehamilan


Penentuan tanggal kehamilan yang akurat sangat penting dalam
mendiagnosis dan tatalaksana untuk kehamilan post term (Mandruzzato et al.,
2010). Periode menstruasi terakhir sebelumnya telah digunakan untuk
menghitung hari perkiraan lahir. Akan tetapi ada beberapa ketidakakuratan
yang mempengaruhi seperti siklus yang tidak teratur, penggunaan kontrasepsi
hormonal atau karena perdarahan di awal kehamilan
Dalam menggunakan ultrasonografi untuk penentuan usia kehamilan,
perlu diketahui batasan beberapa variasi waktu selama kehamilan. Variasi pada
ultrasonografi biasanya adalah 7 hari sampai pada usia kehamilan 20 minggu,
14 hari antara usia kehamilan 20 30 minggu, dan 21 hari diatas usia
kehamilan 30 minggu (ACOG, 2004)
Jika penentuan usia kehamilan dengan menggunakan periode menstruasi
terakhir berbeda dengan perkiraan ultrasonografi lebih dari variasi yang
ditetapkan, maka perkiraan usia kehamilan dengan ultrasonografi lebih dipilih
daripada menggunakan periode menstruasi terakhir (ACG, 2004).
B. Pencegahan kehamilan postterm
Pencegahan kehamilan postterm merupakan tatalaksana terbaik. Induksi
persalinan saat aterm merupakan pencegahan yang paling pasti. Walaupun
demikian, para klinisi maupun pasien memperhatikan resiko dari induksi
persalinan, melingkupi meningkatnya angka operasi caesar. Untuk mencegah
induksi dan meningkatkan persalinana spontan saat aterm, dianjurkan beberapa
intervensi yang bersifat invasif secara minimal. Hal ini mencakup membrane
sweeping, hubungan seksual tanpa proteksi, stimulasi puting susu, dan
akupuntur.
Membrane sweeping atau stripping merupakan tehnik yang cukup
sederhana yang biasanya dilakukan tanpa memerlukan rawat inap di rumah
sakit. Hal ini memiliki potensi untuk menginisiasi persalinan dengan
meningkatkan produksi prostaglandin local dan, selanjutnya, menurunkan
durasi kehamilan atau induksi persalinan dengan menggunakan oksitosin,
prostaglandin atau amniotomi.

Sexual intercourse dipercaya untuk mempermudah onset persalinan


(Schaffir, 2002). Hal ini dalam menstimulasi persalinan masih tidak jelas, hal ini
mungkin dikarenakan stimulasi pada segmen bawah uterus, pelepasan oksitosin
sebagai hasil dari orgasme (Chayen et al., 1986), atau karena kerja langsung
prostaglandin pada semen (Taylor and Kelly, 1974)
Akupuntur telah lama digunakan di China dan Negara Asian lagiannya
yang terkait dengan kehamilan, termasuk presentasi bokong (Tiran, 2004), nyeri
persalinan (Qu and Zhou, 2007), adan hyperemesis gravidarum (Helmreich et al.,
2006). Tidak terlihat adanya resiko yang signifikan baik pada ibu maupun janin
yang terkait dengan akupuntur (Neri et al., 2002; Scharft et al., 2003)
Stimulasi payudara diperkirakan dapat memacu onset persalinan.
Cochrane review pada stimulasi payudara untuk penipisan serviks dan induksi
persalinan (Kavanagh et al., 2005) disimpulkan bahwa stimulasi payudara
memberikan keuntungan dalam menurunkan angka persalinan yang tidak
terjadi lebih dari 72 jam, dan menurunkan angka perdarahan postpartum.
C. Antepartum fetal surveillance