Anda di halaman 1dari 27

BAB I

MANAJEMEN PEMASARAN
A. Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut
Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan
pengendalian dari program-program yang diarancang untuk menciptakan, membangun, dan
memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli untuk mencapai tujuan
perusahaan. Sedangkan manajemen adalah proses perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), penggerakan (actuating) dan pengawasan.
Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh
perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang dan
untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dilmulai jauh sebelum barang-barang
diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga
memberikan kepuasan kepada konsumen jka menginginkan usahanya berjalan terus, atau
konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dhammesta &
Handoko, 1982).
Secara

defenisi,

manajemen

pemasaran

adalah

penganalisaan,

perencanaan,

pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran


dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
B. Arti dan Fungsi Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan mengimplementasikan
(yang terdiri dari kegiatan mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta
mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai
tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Didalam fungsi manajemen pemasaran ada
kegiatan menganalisa yaitu analisi yang dilakukan untuk mengetahui pasar dan lingkungan
pemasarannya. Berikut adalah diagram/ skema manajemen pemasaran :

Maulana suwanda |manajemen teknik

Penjelasan fungsi pemasaran yang merupakan kegiatan terpadu dan saling mendukung,
antara lain :
1. Perencanaan Pemasaran
Penetuan segala sesuatu dilakukan kegiatan-kegiatan pemasaran meliputi tujuan,
strategi, kebijaksanaan serta taktik yang dijalankan.
Tujuan
Meniadakan ketidakpastian masa datang bila ada perubahan-perubahan karena
situasi dan kondisi perusahaan maupun diluar perusahaan maupun diluar perusahaan
tidak menentu.
Karena tujuan organisasi sudah difokuskan maka dengan perencanaan akan
menghindari adanya penyimpangan tujuan.
Rencana walaupun mahal tetapi ekonomis karena segala kegiatan telah terfokuskan
dengan segala biaya-biayanya. Rencana pemasaran terperinci diperlukan untuk
setiap bisnis, produk atau merk.

Maulana suwanda |manajemen teknik

Sebagai syarat minimal perencanaan harus berisi bagian-bagian sebagai berikut :


No

Bagian

Tujuan
Menyajikan pandangan singkat atas rencana yang

Ringkasan bagi ekskutif

diusulkan agar dapat ditinjau dengan cepat oleh


manajemen

Situasi pemasaran saat ini

Analisis ancaman dan peluang

Menyajikan data latar belakang yang relavan


mengenai pasar, produk persaingan dan distribusi.
Mengindetifikasi ancaman dan peluang utama yang
mungkin mempengaruhi produk.
Menetukan sasaran perusahaan untuk produk

Sasaran dan isu

dibidang penjualan, laba serta isu yang akan


mempengaruhi sasaran ini.
Menyajikan pendekatan pemasaran yang luas, yang

Stategi pemasaran

akan digunakan untuk mencapai sasaran dalam


rencana.
Menspesifikasikan apa yang akan dilakukan, siapa

Program tindakan

yang akan melakukannya, kapan dan berapa


biayanya.
Laporan laba dan rugi yang diproyeksikan yang

Anggaran

meramalkan hasil keuangan yang diharapkan dari


rencana tadi.

Pengadilan

Menunjukkan bagaimana kemajuan rencana akan


dipantau.

2. Implementasi pemasaran
Implementasi pemasaran adalah proses yang mengubah strategi dan rencana pemasaran
menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran. Implementasi mencakup aktivitas
sehari-hari, dari bulan ke bulan yang secara efektif melaksanakan rencana pemasaran.
Kegiatan ini dibutuhkan program tindakan yang menarik semua orang atau semua aktivitas
serta struktur organisasi formal yang dapat memainkan peranan penting dalam

Maulana suwanda |manajemen teknik

mengimplementasikan strategi pemasaran. Implementasi yang sukses tergantung dari


beberapa kegiatan kunci yaitu :
Pengorganisasian kegiatan pemasaran, yaitu :
Proses menciptakan hubungan antara fungsi personalia dan factor fisik (sarana), agar
kegiatan pemasaran yang harus dilaksanakan bisa mencapai tujuan yang benar,
meliputi pembagian kerja, wewenang, tanggung jawab dan pelaporan kerja.
Tujuan : setiap orang didalam organisasi bertanggung jawab dalam melaksanakan
kegiatan pemasaran yang telah dibebankan kepadanya sehingga tidak overlapping
pekerjaan.
Bentuk umum dalam departemen pemasaran yang modern, antara lain :
Organisasi fungsional dimana berbagai aktivitas pemasaran yang berbeda
dikepalai oleh spesialis fungsional manajemen penjualan, periklanan, riset,
pemasaran, pelayanan terhadap pelanggan, manajemen produk baru.
Organisasi manajemen produk, karyawan ingin mengembangkan pemasaran dan
strategi lengkap untuk produk atau merk tertentu, bila perusahaan ini mempunyai
banyak produk atau merk yang amat berbeda.
Bila firm yang menjual satu lini produk kepada banyak tipe pasar berbeda yang
mempunyai organisasi manajemen pasar. Manajer ini bertanggung jawab untuk
mengembangkan rencana jangka panjang dan tahunan untuk keunggulan utama
dari sistem ini adalah bahwa perusahaan diorganisasikan disekitar kebutuhan
spesifik segmen pelanggan.
Pengarahan kegiatan pemasaran, yaitu :
Usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu kegiatan pemasaran agar semuanya
itu dapat dilakukan dengan baik, meliputi :
Pemberian perintah secara baik, harus ada follow up-nya, secara sederhana, perlu
penjelasan sehingga ada pengertian dan sifatnya harus konsultatif.
Motivasi.
Kepemimpinan, dengan pengarahan segala kegiatan yang menyimpang akan
terdeteksi dan pimpinan dapat memberikan motivasi untuk menghasilkan sesuatu
yang sesuai dengan harapan serta agar terjadi harmonisasi antar anggota
organisasi/ firm.

Maulana suwanda |manajemen teknik

Pengkoordinasian kegiatan pemasaran, yaitu :


Usaha mengsinkronkan dan menyatukan segala kegiatan pemasaran dalam
organisasi agar tercapai tujuan yang efektif dan efisien. Adapun cara-cara
menjalankan koordinasi yang efektif, yaitu adalah sebagai berikut :
Diadakan prosedur yang terang dan jelas dan ditentukan tanggal penyelesaian
(deadline).
Koordinasi dilakukan secara formal melalui pimpinan staff pembantu panitia
maupun pejabat penghubung tetap dilakukan kontak tidak formal.

3. Pengendalian/ evaluasi kegiatan pemasaran


Usaha memberikan petunjuk pada para pelaksana agar mereka selalu bertindak sesuai
dengan rencana, meliputi :
Penentuan standard
Supervisi kegiatan atau pemeriksaan
Perbandingan hasil dengan standard
Kegiatan mengkoreksi standard

C. Audit Pemasaran
Suatu alat utama untuk melakukan pengendalian strategi adalah Audit Pemasaran.
Audit Pemasaran adalah pemeriksaan lingkungan, sasaran, strategi dan aktivitas perusahaan
secara lengkap, sistematik, independen dan periodik untuk menentukan bidang masalah dan
peluang. Audit memberikan masukan yang baik untuk merencanakan tindakan perbaikan
persentasi kerja pemasaran.
Audit Pemasaran mencakup seluruh bidang sasaran utama dari suatu bisnis bukan
terbatas pada beberapa masalah yang muncul. Biasanya audit pemasaran dilakukan oleh
pihak lain yang obyektif, berpengalaman dan independen terhadap departemen pemasaran.
D. Konsep Inti Pemasaran
1. Kebutuhan
Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan
manusia adalah pernyataan dari rasa kehilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan

Maulana suwanda |manajemen teknik

yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut bukan hanya fisik seperti
makanan, pakaian, perumahan, dan lain sebagainya, akan tetapi juga rasa aman, aktualisasi
diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat
konsumen, bila tidak puas konsumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan
kebutuhan tersebut.
2. Keinginan
Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual
dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan
kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik.
Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada
keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa
memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menebus keterbatasan
tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contohnya manusia butuh
makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut tergantung dari budayanya dan
lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya dengan gudeg,
orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan Sukayaki dan lain-lain.
3. Permintaan
Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut akhirnya
manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling
memuaskan. Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan manusia akan produk
spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersedian untuk membelinya.

Maulana suwanda |manajemen teknik

E. Filosofi Manajemen Pemasaran


Filosofi Manajemen Pemasaran adalah falsafah yang sebaiknya digunakan sebagai
pedoman usaha pemasaran ini untuk mencapai pertukaran yang digambarkan dengan pasar
sasaran. Pemberian bobot yang harus diberikan pada organisasi, pelanggan dan masyarakat
yang berkepentingan seringkali saling bertentangan. Sehingga perlu ada ladasan dari aktifitas
pemasaran organisasi tersebut.
1. Konsep Produksi
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya
terjangkau serta manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki produksi dan efisensi
distribusi. Konsep ini adalah falsafah paling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini
masih berlaku dan bermanfaat pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akan
produk lebih besar dari penawarannya, adapun situasi kedua adalah, terjadi jika biaya produk
terlalu tinggi dan perbaikan produktifitas diperlukan untuk menurunkannya. Akan tetapi,
perusahaan yang bekerja dengan falsafah ini menghadapi resiko tinggi dengan fokus terlalu
sempit pada operasinya sendiri. Bila perusahaan berusaha menurunkan harga, yang pasti
dilupakan adalah kualitas, padahal yang diinginkan konsumen adalah harga rendah dengan
barang yang menarik.
2. Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang
menawarkan mutu, perfomansi dan cirri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah
membuat produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan cirri-ciri terbaik.
3. Konsep penjualan
Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang
cukup kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep
ini biasanya dilakukan pada barang yang tidak dicari, yaitu barang yang mungkin tidak
terpikirkan untuk dibeli oleh konsumen, contohnya ensiklopedia, asuransi dan lain-lain.
Industri ini harus mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada
konsumen. Tujuannya adalah menjual yang perusahaan buat, bukan produk apa yang
dibutuhkan masyarakat konsumen.

Maulana suwanda |manajemen teknik

4. Konsep Pemasaran
Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran organisasi
tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian
kepuasan didambakan itu lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Kemungkinan konsep ini
membingungkan bila dibandingkan dengan konsep penjualan.
5. Konsep pemasaran social
Konsep pemasaran social berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan
kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang
diharapkan dengan cara yang lebih efektif dn efisien dari pada para pesaing dengan tetap
meelestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
6. Konsep pemasarn global
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua
faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang
mantap, tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang
terlibat dalam perusahaan.

Maulana suwanda |manajemen teknik

BAB II
DASAR AKUTANSI
A. Pengertian dan Penjelesan Dasar Akutansi
Akutansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan
menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat
digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan
suatu keputusan serta tujuan lainnya.
Akutansi berasal dari kata asing Accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam
bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggung jawabkan. Akutansi digunakan di
hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut
sebagai bahasa bisnis.
B. Fungsi Akutansi
Fungsi utama Akutansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari
laporan akutansi kita bisa melihat posisi keuangan suatu organisasi beserta perubahan yang
terjadi didalamnya. Akutansi dibuat secara kualitatif dengan suatu ukuran uang. Informasi
mengenai kauangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer/ manajemen untuk
membantu membuat keputusan suatu organisasi.
C. Laporan Dasar Akutansi
Pada dasarnya proses Akutansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan
perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Pada
suatu laporan akutansi harus mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, dan tanggal
penyusun atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya.
Laporan dapat bersifat periodik dan ada yang bersifat suatu waktu tertentu saja.
D. Pihak yang menggunakan dan membutuhkan informasi/ laporan akutansi
1. Pihak internal
Pihak internal adalah pihak yang berada dalam struktur organisasi, manajemen adalah
pihak yang paling membutuhkan laporan akutansi yang tepat dan akurat untuk mengambil
keputusan yang baik dan benar. Contohnya seperti manajer yang melihat posisi keuangan

Maulana suwanda |manajemen teknik

perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untuk kantor cabang baru atau
tidak.
2. Pihak Eksternal/ External
Investor
Investor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk menentukan apakah akan
menanamkan modalnya atau tidak. Jika dalam prediksi investor akan memberikan
keuntungan yang baik, maka investor akan menyetorkan modal ke perusahaan, dan begitu
juga sebaliknya.
Pemegang saham/ pemilik perusahaan
Para pemilik perusahaan yang mempunyai bagian saham perusahaan membutuhkan
informasi keuangan perusahaan untuk dapat mengetahui sejauh mana kemajuan atau
kemunduran yang dialami perusahaan. Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari
dividen yang akan semakin besar jika perusahaan untung besar.
Pemerintah
Besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau organisasi kepada pemerintah
sebagaian besar berdasarkan atas informasi pada laporan keuangan perusahaan.
Kreditur
Jika perusahaan sedang terdesak dan membutuhkan dana segar perusahaan mungkin
akan meminjam uang pada kreditor seperti meminjam uang di bank, berhutang barang pada
supplyer/ pemasok. Kreditur akan memberikan dana jika perusahaan memiliki kondisi
keuangan yang baik dan tidak akan memiliki potensi yang besar untuk merugi.
Pihak Lainnya
Sebenarnya masih banyak pihak lain dari luar perusahaan yang mungkin saja akan
menggunakan laporan/ informasi akutansi suatu organisasi seperti para karyawan, serikat
pekerja, auditorakuntan publik, polisi, pelajar/ mahasiswa, wartawan, dan banyak lagi
lainnya.
E. Macam-macam dan jenis perkiraan atau akun dalam akutansi
1. Harta/ Aset/ Aktiva

Maulana suwanda |manajemen teknik

10

Harta adalah benda baik yag memiliki wujud maupun yang semu yang dimiliki oleh
perusahaan. Klaim atas harta yang tidak terwujud disebut ekuitas (equities) yang dapat
mendatangkan manfaat dimasa depan.

2. Kewajiban / Hutang
Hutang adalah kewajiban perusahaan pada pihak ketiga untuk melakukan sesuatu yang
pada umumnya adalah pembayaran uang, penyerahan barang maupun jasa pada waktu-waktu
tertentu.
3. Modal/ Capital
Modal adalah hak milik atas kekayaan dan harta perusahaan yang berbentuk hutang tak
terbatas suatu perusahaan kepada pemilik modal hingga jangka waktu yang tidak terbatas.
Rumus modal adalah harta atau aset dikurangi dengan kewajiban atau hutang. Contoh modal ;
modal disetor, prive, modal komanditer, laba ditahan, agio saham, saham preferen dan biasa,
simpanan-simpanan, sisa hasil usaha atau shu, dan lain sebagainya.
F. Proses Akutansi dasar
Akutansi memiliki proses yang terdiri dari tahapan-tahapan untuk dapat menghasilkan
laporan yang diinginkan dan dilakukan oleh akuntan.
1. Proses mengklarifikasi transaksi
Tahap yang awal ini adalah dimana dilakukan suatu pembagian transaksi suatu
organisai atau perusahaan ke dalam jenis-jenis tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Contoh seperti membagi transaksi yang masuk ke dalam penjualan, pembelian, pengeluaran
kas, penerimaan kas dan lain sebagainya ke dalam masing-masing bagian. Sedangkan untuk
transaksi yang jumlahnya kecil dan jarang terjadi bisa sama-sama dimasukkan ke dalam jenis
kategori yang sama yaitu transaksi rupa-rupa.
2. Proses mencatat dan merangkum
Setelah melakukan pengkalrifikasian data selanjutnya adalah melakukan pencatatan.
Masukan transaksi yang ada ke dalam jurnal yang tepat sesuai urutan transaksi terjadi atau
kejadiannya. Sumber-sumber yang dapat dijadikan bukti adanya transaksi yaitu seperti
kertas-kertas bisnis semacam bon, bill, nota, struk, sertifikat, dan lain sebagainya.

Maulana suwanda |manajemen teknik

11

Jurnal yang umumnya ada pada jurnal akutansi yaitu seperti jurnal penjualan, jurnal
pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, dan jurnal umum. Setelah
transaksi dimasukkan ke dalam jurnal-jurnal yang ada, maka selanjutnya adalah mamasukkan
jurnal ke dalam buku besar secara berkala. Hasil pemindahan ke dalam buku besar tersebut
akan terlihat dari rangkuman neraca percobaan.
3. Proses menginterpersentasikan dan melaporkan
Setelah kedua proses diatas dijalankan, maka proses yang terakhir adalah melakukan
pembuatan kesimpulan dari kegiatan atau pekerjaan laporan keuangan sebelumnya. Segala
hal yang berhubungan dengan keungan perusahaan diungkapkan pada laporan keuangan
tersebut. Dari informasi laporan keuangan baik dalam bentuk laporan rugi laba, laporan
modal dan neraca seseorang dapat mengetahui apa yang terjadi pada suatu perusahaan,
apakah sudah sesuai dengan tujuan perusahaan dan informasi tersebut dapat menjadi acuan
atau pedoman bagi manajemen untuk mengambil keputusan kebijakan pada organinasi
perusahaan demi mencapai kondisi yang diinginkan.

Maulana suwanda |manajemen teknik

12

BAB III
MANAJEMEN MATERIAL
A. Manajemen material/ Bahan
Manajemen Material/ Bahan adalah hal yang berkaitan dengan perencanaan,
pengorganisasian dan pengendalian aliran bahan dari pembelian awal mereka melalui operasi
internal untuk titik layanan melalui sebuah distribusi.
Dalam arti lainnya Manajemen Material/ Bahan adalah teknik ilmiah dan sistem
Manajemen yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian aliran
material, dari pembelian awal mereka ke tujuan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
B. Tujuan Manajemen Material/ Bahan :
Kualitas yang baik
Kuantitas pasokan yang baik
Waktu yang tepat
Ditempat yang tepat
Untuk biaya yang tepat juga

C. Fungsi Manajemen Material/ Bahan :


Untuk mendapatkan biaya ekonomis dalam pembelian
Untuk memenuhi permintaan selama periode pengisian
Untuk Ready Stock cadangan untuk menghindari Stock Out
Untuk menstabilkan fluktuasi dalam konsumsi
Untuk memberikan tingkat yang wajar dari layanan klien

D. Tujuan Primer dari Manajemen Material/ Bahan


Tepat harga

Maulana suwanda |manajemen teknik

13

Tinggi omset
Rendah pengadaan dan biaya penyimpanan
Kontinuis pasokan
Konsistensi dalam kualitas
Hubungan dengan pemasok baik
Pengembangan personil
Sistem informasi yang baik
E. Tujuan Skunder dari Manajemen Material/ Bahan
Peramalan dimasa depan/ Forecasting
Kerjasama yang baik
Produk peningkatan
Standarisasi
Membuat atau membeli keputusan
Baru bahan dan produk
Timbal balik hubungan menguntungkan

F. Lingkup Manajemen Material/ Bahan


Manajemen Material/ Bahan mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan
Transportasi dan pengiriman. Penentuan rute dan modal transportasi, dan peralatan
penanganan material, akuntabilitas, dan penyimpanan barang. Ada dua poin penting dalam
Manajemen Material/ Bahan yaitu
Hal mengenai biaya
Penanaman efisiensi disegala kegiatan

G. Empat Dasar Kebutuhan Manajemen Material/ Bahan


Untuk memiliki bahan yang memadai ditangan bila diperlukan
Untuk membayar harga serendah mungkin, konsisten dengan kualitas dan persyaratan nilai
pembelian bahan
Untuk meminimalkan investasi persediaan
Untuk beroperasi secara efisien

H. Dasar prinsip-prinsip Manajemen Material/ Bahan

Maulana suwanda |manajemen teknik

14

Efektif manajemen dan pengawasan, hal ini tergantung pada fungsi manajerial
Perencanaan
Mengorganisir
Staffing
Mengarahkan
Mengontrol
Pelaporan
Penganggaran
Metode pembelian suara
Kerja keras dan terampil siap bernegosiasi
Efektif dalam sistem pembelian
Harus sederhana
Diusahakan tidak meningkatkan biaya persediaan lainnya
Mudah mengontrol program

I. Unsur-unsur Manajemen Material


Permintaan estimasi
Mengidentifikasi item yang diperlukan
Hitung dari tren dalam konsumsi selama 2 tahun terakhir
Tinjau dengan keterbatasan sumber daya

J. Fungsional bidang manajemen material/ bahan


Pembelian
Pusat pelayanan pasokan
Toko-toko sentral
Toko-toko percetakan
Apotik-apotik
Perusahaan linen dan jasa

K. Keuntungan menggunakan manajemen materi/ bahan


Kontrol dan persedian menjadi lebih mudah dan sederhana
Jobs dalam administrasi berkurang jauh

Maulana suwanda |manajemen teknik

15

Berbagai masalah jadwal pengiriman, permintaan darurat dan penyimpanan dapat


diminalkan

BAB IV
TEKNIK DAN PROSES PRODUKSI
A. Pengertian Teknik dan Proses Produksi
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya
sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh
suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang
atau jasa.
Pengertian produksi tersebut memberikan arti lebih jauh lagi mengenai peranan
manajer produksi. Tanggung jawab produksi sangat berkaitan erat dan secara langsung
memberikan dampak yang sangat besar bagi perusahaan. Oleh karena itu tanggung jawab
manajer adalah memutuskan keputusan-keputusan penting untuk mengubah sumber-sumber
ekonomi menjadi hasil yang dapat dijual.
Kalau diperinci lebih lanjut keputusan manajer produksi ada macam yaitu :
Keputusan yang pertama adalah menyangkut penentuan desain produk barang yang
sedang diproses, kemudian peralatannya, pembagian tugas, lokasi produksi, dan fasilitas
yang diperlukan maupun Lay Out fasilitas tersebut bagaimana agar tercapai proses
produksi bisa secara langsung secara efisien.
Kemudian kalau kita menyoroti keputusan kedua, menyangkut proses pengolahan barang
itu sendiri sampai bagaimana mengendalikan proses pengolahan, persediaan, kualitas
maupun biayanya.

B. Teknik Proses Produksi

Maulana suwanda |manajemen teknik

16

Penggolongan proses produksi menurut teknik atau sifat produksi akan menetukan jenis
atau bentuk pokok yang dipakai dalam proses produksi. Berdasarkan tekniknya dapat dibagi
menjadi beberapa macam yaitu :
1. Proses Ekstraktif
Proses produksi yang dijalankan dengan mengambil langsung dari sumber alam yang
telah tersedia. Minsalnya proses penambangan, perusahaan perikanan, perkebunan dan
sebaginya.
2. Proses Analitis
Proses Analitis adalah proses untuk menguraikan atau memisahkan dari suatu bahan
mentah tertentu menjadi beberapa macam bentuk yang mempunyai jenis aslinya. Contohnya
Pertamina
3. Proses Fabrikasi
Seperti proses analistis tetapi dalam menggunakan alat seperti mesin, gergajinya
menjadikan bentuk baru beberapa macam tanpa harus sejenis aslinya. Contohnya pakian,
proses pembuatan sepatu dan sebagainya.
4. Proses Sintesis
Proses mengkombinasikan beberapa bahan (persenyawaan zat) dalam suatu bentuk
produk. Contohnya perusahaan kimia, obat-obatan, gelas, kaca, dan sebagainya.
5. Proses Assembling
Proses Assembling berarti merangkaikan beberapa produk jadi atau setangah jadi
menjadi produk baru (barang baru) tanpa merubah bentuk fisik susunan kimiawinya.
Contohnya perusahaan karoseri mobil, IPTN, perusahaan alat listrik dan sebagainya.
C. Manfaat Yang Diciptakan Dari Proses Produksi
Berdasarkan manfaat yang diciptakan proses produksi bila dilakukan dengan cara yang
berbeda-beda tergantung manfaat yang diciptakan. Berdasarkan hal tersebut diatas, kegiatan
atau manfaat yang diciptakan, kegiatan atau manfaat dapat dibagi menjadi 5 manfaat yaitu
manfaat dasar, manfaat bentuk, manfaat waktu, manfaat milik, maupun manfaat tempat.

Maulana suwanda |manajemen teknik

17

1. Manfaat dasar (Primary Utility)


Manfaat dasar akan terjadi jika kegiatan yang dilakukan perusahaan merupakan
kagiatan yang bergerak dalam bidang pengambilan dan penyediaan barang-barang atau hasilhasil dari sumber yang sudah tersedia oleh alam. Minsalnya perusahaan tambang, perikanan
dan lain-lain.

2. Manfaat bentuk (Form Utility)


Proses produksi yang menciptakan manfaat bentuk adalah meubel. Proses produksi ini
terjadi setelah manfaat dasar dilakukan kemudian baru dilakukan proses selanjutnya untuk
menciptakan manfaat yang lebih baik lagi.
3. Manfaat Waktu (Time Utility)
Manfaat waktu dihubungkan dengan kenaikan nilai barang yang mempunyai selisih
waktu minsalnya disimpan dipergudangan (Bulog) setelah harga-harga naik maka beras yang
tidak habis dalam masa turunnya harga karena waktu berjalan terus menyebakan nilai beras
tersebut bertambah.
4. Manfaat Tempat (Place Utility)
Manfaat tempat dapat kita lihat pada perusahaan transportasi. Perusahaan apakah itu
kreta api, kendaraan, truk, maupun pesawat udara akan menyebabkan bertambahnya manfaat
barang yang dipindahkan tersebut. Contoh hasil-hasil pertanian yang diangkut ke kota.
5. Manfaat Milik (Ownership utility)
Manfaat Milik adalah usaha untuk memindahkan barang dari hak milik orang yang satu
ke orang lain. Contohnya pedagang, toko, dealer, distributor, pengecer, dan sebagainya.

Maulana suwanda |manajemen teknik

18

BAB V
PROSES MANAJEMEN
A. Defenisi Proses manajemen
Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan
secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses
perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam
rangka mencapai sesuatu tujuan secara efektif dan efisien. Sesungguhnya keempat proses itu
merupakan hasil ikhtisar dari berbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.
Menurut Henri Fayol :perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, koordinasi.
Menurut Gulick dan Urwick: "Perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan,
koordinasi, pelaporan dan peranggaran".
Menurut William M. Fox: "Perencanaan, pengorganisasian, pengendalian".
Menurut Ernest

Dale:

"Perencanaan,

pengorganisasian,

staffing,

pengarahan,

pengendalian, inovasi, representasi".


Menurut Koontz dan O'Donnell: "perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan,
pengendalian".
Semua gagasan itu didasarkan pada pra-anggapan yang menghendaki pembagian proses
kerja para manajer menjadi bagian-bagian yang dapat dilaksanakan. Proses-proses itu
berulangkali dinyatakan sebagai "langkah-langkah dasar manajemen", batu-batu fondasi
manajemen.
Proses perencanaan meliputi gagasan bahwa manajemen mengantisipasi berbagai
kondisi seperti peluang dan kendala di masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu apa
yang harus mereka lakukan dan apa yang akan mereka capai.

Maulana suwanda |manajemen teknik

19

Proses pengorganisasian berarti menempatkan orang dan prasarana serta sarana dan
sumberdaya dalam suatu tata-hubungan yang kondusif untuk bekerja sama menuju sasaran
bersama.
Proses pelaksanaan meliputi pemberian arahan, perintah kerja, dorongan dan motivasi
kerja, serta pemecahan masalah.

Proses pengendalian dilakukan dengan pengamatan, mencermati laporan, dan


melakukan inspeksi supaya pekerjaan di semua bagian sesuai dengan persyaratan kualitas dan
ketentuan rencana hasil, dan sesuai dengan anggaran biaya.
Esensi pengendalian adalah membandingkan apa yang seharusnya terjadi dengan apa
yang telah terjadi. Pemantauan kegiatan adalah membandingkan antara standar dari rencana
dengan hasil yang telah dicapai.Sehingga bila hasil pekerjaan tidak sesuai dengan rencana
perlu dilakukan tindakan perbaikan.
Pekerjaan manajemen dalam kenyataannya tidak sesederhana mengucapkan daftar kata
"perencanaan", "pengorganisasian", "pelaksanaan" dan "pengendalian" seperti mantera.
Tetapi keempat kata itu mewakili rumpun kegiatan yang kompleks menurut bidang kegiatan
lembaga yang dimanajemeni sebagai kategorisasi pemikiran.
Proses manajemen itu ditanamkan karena sederhana dan gampang dipahami pada para
peserta gugus-mutu, dalam rangka memanajameni pekerjaan mereka masing-masing.
B. Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di
dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan
kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang
industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan
lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan
mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber
yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara
keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi

Maulana suwanda |manajemen teknik

20

berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat


apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan
perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen
karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tidak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar
menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer
dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk
melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat
dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus
mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang
bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua
anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan
manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan
orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara
bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini
yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).
4. Pengevaluasian (evaluating) adalah proses pengawasan dan pengendalian performa
perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada
dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu
menjadi semakin besar.
Berikut adalah lima fungsi manajemen yang paling penting menurut Handoko
(2000:21) yang berasal dari klasifikasi paling awal dari fungsi-fungsi manajerial menurut
Henri fayol, yaitu:
a. Planning
Planning atau perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan
organisasi dan penentuan strategi kebijaksaan proyek program prosedur metode sistem
anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
b. Organizing

Maulana suwanda |manajemen teknik

21

Organizing atau pengorganisasian inimeliputi:


1) Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiaan-kegiatan yang dibutuhkan untuk
mencapai tujuan organisasi .
2) Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan
dapat membawa hal-hal tersebut kea rah tujuan.
3) Penugasan tanggung jawab tertentu
4) Pendelegasian wewenang yang diperlukana kepada individu-individu untuk
melaksanakan tugasnya.
c. Staffing
Staffing atau penyusunan personalia adalah penarikan (recruitment) latihan dan
pengembangan serta penempatan dn pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan
kerja yang menguntungkan dan produktif.
d. Leading
Leading atau fungsi pengarahan adalah bagaimana membuat atau mendapatkan para
karyawan melakukan apa yang diinginkan dan harus mereka lakukan.
e. Controlling
Controlling atau pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan alat untuk
menjamin bahwa rencana telah dilakasanakan sesuai dngan yang telah ditetapkan.
Berbeda dengan Handoko, daft yang juga praktisi manajemen, membagi manajemen
menjadi empat fungsi saja, berikut penjelasannya:
1. Planning merupakan fungsi manajemen yang berkenaan dengan pendefinisian sasaran
untuk kinerja organisasi dimasa depan dan untuk memutuskan tugas-tugas dan sumber
daya sumber daya yang digunakan, yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tersebut.
2. Organizing merupakan fungsi manajemen yang berkenaan dengan penugasan
pengelompokan tugas-tugas kedalam departemen-departemen dan mengalokasikan
sumber daya ke departemen.

Maulana suwanda |manajemen teknik

22

3. Leading fungsi manajemen yang berkenaan dengan bagaimana menggunakan


pengaruh untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi.
4. Controlling fungs manajemen yang berkenaan dengan pengawasan terhadap aktivitas
karyawan penjaga agar tetap berada pada jalur yang sesuai dengan sasaran dan
melakukan koreksi apabila diperlukan.

Maulana suwanda |manajemen teknik

23

BAB VI
PENGERTIAN ANGGARAN PERENCANAN

Perencanaan anggaran disini membicarakan bagaimana mendapatkan uang dan cara


penempatan (mengalokasikan) yang seharusnya, sehingga penggunaan dana sedapat mungkin
tepat sasaran atau tujuan yang sebenarnya.
Perencanaan yang penulis maksudkan disini menyangkut masalah perencanaan
anggaran belanja rutin sebagaimana yang disamiapiakn oleh Haw Widjaya, Otonomi Daerah
dan Daerah Otonomi (2002 : 15) apa yang digariskan dalam dalam penetapan penggunaan
anggaran rutin, sebagai berikut :
1. Suatu rencana yang sudah disahkan
2. Rencana bagian dari pada rencana keseluruhan yang berupa anggaran
3. Kalkulasi dari pembiayaan kegiatan pemertintahan.
Dengan fungsinya yang demikian itu, maka rencana anggaran adalh perkiraan untuk
waktu yang akan datang disusun berdasarkan perjalnan-perjalanan masa lalu dan masa kini.
Penyusunannya yang sistematis haruslah dilkukan atas dasar klasifikasi anggaran yang
digunakan
Untuk lebih jelasnya klasifikasi anggaran yang dimuat maka terlebih dahulu dijelaskan
dalam berbagai macam klasifikasi anggaran sebagai klasifikasinya meliputi:
1. Klasifikasi obyek
2. Klasifikasi organic
3. Klasifikasi fungsional
4. Klasifikasi ekonomi
5. Klasifikasi program performance
Dari pengertian klasifikasi obyek pengelompokkan pengeluaran-pengeluaran ke dalam
jenis barang jasa yang

apakan dibeli. Sedangkan untuk klasifikasi organik adalah

pengelompokan anggaran atas kategori suatu organisasi.


Klasifikasi Fungsional adalah merupakan salah satu pengelompokkan pengeluaran
atas dasar fungsi-fungsi yang akan dijelaskan oleh Mardiasmo, Otonomi dan Manajemen

Maulana suwanda |manajemen teknik

24

Keuangan Daerah, (2002 : 124) menyatakan bahwa ekonomi adalah pengelompokkan


pengeluaran atas dasar kelompok kegiatan fungsi dan proyek yang akan dicapai sehingga dari
pengeluaran-pengeluaran anggaran nantinya dapat diukur efisiensi dan penegasan yang dapat
dijalankan. Dengan mengetahui macam-ma-cam klasifikasi anggaran tersebut di atas, dengan
data yang ada dapatlah ditentukan perencanaan anggaran belanja rutin pada lokasi penelitian
yang terpilih disusun berdasarkan dengan sistimasi sebagai dasar dalam pertimbangan
klasifikasi anggaran yang sesuai.
Mardiasmo, Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah (2002 : 29) menyajikan
data-data dalam penyusunan anggaran belanja rutin pada lokasi yang terpilih di mana
anggaran tersusun sebagai berikut :

1. Belanja pegwai terbagi atas:


a. Gaji pokok
b. Tunjangan tambahan
c. Tunjangan istri/suami
d. Tunjangan anak
e. Tunjangan jabatan
f. Belanja pegawai lainnya yang meliputi:
1) Tunjangan pangan/beras
2) Tunjangan lembur
3) Honor untuk juru pemelihara bangunan purbakala
2. Belanja barang terdiri atas:
a. Keperluan sehari-hari perkantoran, dipergunakan untuk:
1) Keperluan bahan/alat tulis menulis
2) Peralatan kantor keteta usahaan
3) Perlatan bahan / alat tulis meulis dan bahan lain
4) Peralatan rumah tangga kantor
5) Bahan rumah tangga kantor
6) Pembiayaan benda-benda pos
7) Biaya rapat dinas
8) Biaya penerimaan tamu

Maulana suwanda |manajemen teknik

25

9) Biaya transportasi
10) biaya petugas jaga malam
b. belanja barang inventaris kator:
semua barang-barang yang berhubungan dengan barang inventaris kantor.
Barang-barang keperluan tambahan.
c. Belanja langganan daya jasa yang terdiri atas:
-

Biaya langganan listrik

Biaya langganan telepon

Biaya langganan gas dan air

d. Bahan alat-alat dan barang-barang lain, meliputi belanja:\


-

Peralatan pemeliharaan benda-benda dan bangunan kuno

Peralatan penggambaran

Peralatan fotografi

Peralataan pemerataan

Peralatan laboratorium

Bahan-bahan untuk fotografi

Ganti rugi tanah

Pembelian benda-benda kuno/benda-benda bersejarah

Pembelian benda-benda seni

Peralatan survey

e. Lain-lain belanja tediri dari:


-

Biaya

pengamanan/penjagaan pemilikan benda-benda, situs-situs,

bangunan-bangunan bersejarah
-

Biaya ganti rugi tanah/barang dalam rangka perlindungan sejarah dan


kepurbakalan

Biaya pemerataan obyek-obyek sejarah dan kepurbakalaan

3. Belanja pemerintah terdiri dari:


a. Belanja pemeliharaan gedung kantor
b. Belanja pemeliharaan kendaraan dinas
c. Belanja pemeliharaan barang-barang inventaris kantor

Maulana suwanda |manajemen teknik

26

d. Belanja pemeliharaan peraltan teknis


e. Lain-lain belanja pemeliharaan, yaitu:
-

Pemeliharaan bangunan kuno

Pemeliharaan benda-benda bersejarah/kuno

4. Belanja perjalanan dinas


Untuk perjalan dinas disini, maka semua unit kerja harus dapat menentukan,
daerah mana saja yang idrencanakan dan perlu ditinjau, dibina, ddiarahkan kegiatan
yang mana harus dilaksanakan oleh semua daerah atau suaka-suaka yang ada
didaerah.
Setelah penulis mengemukakan sistematika menurut Djarwanto Analisa laporan
Keuangan (2002:38) perncanaan pembelanjaan tersebut terbagi atas:
a. Jenis belanja pegawai
b. Jenis belanja barang
c. Jenis belanja perjalanan dinas
Ketiga jenis pengeluaran yang harus melalui kas yang bertanggung jawab bagian
keuangan, lebhh mengetahui keluar masukya uang masuk termasuk belanja rutin.
Dengan dasar ini dapat dibagi pula pada masing-masing mata anggaran yang
dicerminkan dalam rangka pengoprasian, antara lain:
1) Jenis belanja pegawai terdiri atas:
a. Gaji dengan kode mata anggaran 110
b. Tunjangan beras dengan kode mata anggaran 120

Maulana suwanda |manajemen teknik

27