Anda di halaman 1dari 7

4

yang melewatinya. Semakin besar nilai disipasinya semakin besar ukuran resistor-nya. Untuk
menentukan dayayang akan mengalir melalui resistor digunakan rumus berikut ini.Dimana:

P adalah daya dalam Watt (W)

V adalah tegangan dalam Volt (V)

I adalah arus listrik dalam Ampere (A)

R adalah tahanan resistor dalam Ohm ()Sebagai contoh, pada rangkaian elektronika
dibawah ini diketahui bahwa tegangan sebesar 12V melewatiresistor 47, berapa
Watt-kah disipasi pada resistor?P = V
2
/ R = 12
2
/ 47 = 144 / 47 = 3,1 WattResistor akan terdisipasi panas sebesar 3,1 Watt, jadi
hendaknya pada rangkaian tersebut digunakan resistor dengan nilai disipasi diatas 3,1
Watt (misal 5W) untuk menghindari kerusakan pada resistor.
1.5Resistor Nonlinier
Resistor yang sudah dijelaskan sebelumnya merupakan resistor linier atau resistor yang memiliki
nilai tahananyang tetap, walaupun dijelaskan juga sebelumnya bahwa nilai tahanan resistor
berubah-ubah terhadap temperatur tetapi perubahan tersebut tidaklah terlalu besar.Pada resistor
nonlinier nilai tahanan-nya dibuat dapat berubah-ubah sesuai kebutuhan, jenis resistor ini
antaralain Potensiometer (resistor variabel),
Negative Temperature Co-eficient
(NTC),
Positive Temperature Co-efficient
(PTC), dan
Light Depending Resistor
(LDR).
Potensiometer
Resistor ini memiliki tuas putar atau geser yang berfungsi untuk merub
a h n i l a i t a h a n a n - n y a . B i a s a n y a potensiomenter digunakan
pada tombol pengatur volume, bass, treble, dan equalizer
pada perangkat audioseperti amplifier dan mini compo.
Makalah komponen Elektronika : Resistor, Kapasitor dan induktor

5
Simbol untuk potensiometer ditunjukkan pada gambar sebelah kiri, sedangkan di
sebelah kanan merupakan gambar potensiometer sebenarnya.
NTC dan PTC
Kedua jenis resistor ini merupakan jenis resistor nonlinier yang nilai tahanan-nya tergantung dari
temperatur atausuhu. Pada NTC (
Negative Temperature Co-efficient
) nilai tahanan-nya akan berkurang jika temperaturnya naik,sedangkan PTC (
Positive Temperature Co-efficient
) nilai tahanan-nya akan bertambah seiring dengan naiknyatemperatur.
Courtesy : www.mikroe.com
Pada gambar a. paling sebelah kiri merupakan simbol NTC disebelah kanannya merupakan
bentuk-bentuk NTCsebenarnya. Pada gambar b. paling sebelah kiri merupakan simbol dari PTC
dan disebelah kanannya merupakan bentuk-bentuk nyata dari PTC. Resistor jenis ini
biasa digunakan sebagai sensor suhu pada suatu peralatan elektronika
Makalah komponen Elektronika : Resistor, Kapasitor dan induktor

6
LDR
LDR (
Light Dependent Resistor
) adalah jenis resistor nonlinier yang nilai tahanan-nya berubah-ubah terhadapPada gambar
diatas merupakan contoh bentuk LDR yang sering digunakan pada rangkaian
elektronika. Padarangkaian elektronika LDR biasa digunakan sebagai sensor cahaya.
Makalah komponen Elektronika : Resistor, Kapasitor dan induktor

Rangkaian Resistor
Rangkaian resistor digunakan untuk mendapatkan suatu nilai dari beberapa resistor.
Rangkaian resistor terdiri dari rangkaian seridan rangkaian paralel.
1. Rangkaian Resistor Seri

Resistor yang disusun seri selalu menghasilkan resistansi yang lebih besar.
Pada rangkaian seri, arus yang mengalir pada setiap resistor sama besar.
R1, R2, dan R3 disusun secara seri, resistansi dari gabungan R1, R2, dan R3 dapat diganti
dengan satu resistor pengganti yaitu Rs.
Resistor yang dirangkai secara seri mempunyai nilai pengganti, yang besarnya dapat
dirumuskan: Jika semua nilai R yang disusun sama, dapat ditulis:
Rs = R1+ R2 + R3 + .... + Rn
dengan n banyaknya R yang disusun.

Contoh rangkaian resisitor seri:


1. Hitung nilai resistor pengganti dari ketiga resistor yang dirangkai seperti di bawah ini
!

Penyelesaian:

Diketahui:

R1 = 2 ohm
R2 = 4 ohm
R3 = 3 ohm

Ditanyakan:
Dijawab :

Rs = ........ ?

Rs = R1+ R2 + R3
Rs = 2 + 4 + 3
Rs = 9
Jadi nilai resistor pengganti adalah 9 ohm.
2. Rangkaian Resistor Paralel

Resistor yang disusun secara paralel selalu menghasilkan resistansi yang lebih kecil.
Pada rangkaian paralel arus akan terbagi pada masing-masing resistor pada masingmasing resestor, tetapi tegangan pada ujung-ujung resistor sama besar.
Pada rangkaian fresestor disamping untuk R1, R2, dan R3 disusun secara paralel,
resistansi dari gabungan R1, R2, dan R3 dapat diganti dengan satu resistor pengganti
yaitu Rp.
Resistor yang dirangkai secara paralel mempunyai nilai pengganti, yang besarnya dapat
dirumuskan:
1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + .... + 1/Rn
Jika semua nilai R yang disusun sama besar, maka resistor penggantinya dapat ditulis:
Rp = R / n
dengan n banyaknya R yang disusun.
Contoh menghitung rangkaian resistor paralel:

Hitung nilai resistor pengganti yang dirangkai seperti di bawah ini !


a.

b.

Penyelesaian:
a) Diketahui:
R1 = 20 ohm
R2 = 30 ohm
R3 = 60 ohm
Ditanyakan:

Rp = ........ ?

Dijawab:
1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
1/ Rp = 1/20 + 1/30 + 1/30
1/ Rp = 3/60 + 2/60 + 1/60
1/ Rp = 6/60
Rp = 10 ohm

Jadi nilai resistor pengganti adalah 10 ohm.

Penyelesaian:
b) Diketahui:
R1 = 6 ohm
R2 = 2 ohm
R3 = 4 ohm
R6 = 6 ohm

Ditanyakan: Rp = ........ ?
Dijawab:
Seri antara resistor 2 ohm dan 4 ohm
R
R

s
s

=2+4
=6

Sehingga rangkaian dapat diganti ini :

Paralel antara 6 ohm, 6 ohm, dan 6 ohm


1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3

1/ Rp = 1/6 + 1/6 + 1/6


1/ Rp = 3/6
Rp = 2 ohm
Karena nilai dari masing-masing resistor sama yaitu 6 ohm, maka dapat juga dihitung
dengan:
Rp = R / n
Rp = 6 / 3
Rp = 2 ohm
Jadi nilai resistor pengganti adalah 2 ohm