Anda di halaman 1dari 16

Pemeriksaan Penunjang Rontgen

Dengan atau Tanpa Kontras

Pemeriksaan Radiologi Tanpa Kontras

Tanpa kontras : Pemotretan thoraks, tulang


kepala, tulang dada, tulang belakang, tulang
panggul, tulang tangan dan kaki
X-Foto Thorax
Cara pemeriksaan:
Idealnya posisi PA untuk menilai jantung dg FFD
120-180 cm. Posisi pasien berdiri atau duduk,
dg dada menempel kaset atau stand chest dan
batas kaset 3-5 cm di atas shoulder joint.
Pasien bertolak pinggang dan melakukan
exorotasi bahu.
Usahakan pasien inspirasi max dan bahu kanan
kiri simetris.
Syarat Foto thorax
Posisi PA ( scapula eksorotasi)
Simetris ( bentuk clavicula V simetris )
Ketajaman cukup (terlihat s.d T IV/V)
Inspirasi cukup (diafragma dx setinggi costa 10
post)
Sudut costophrenicus kanan-kiri
Tampak batas atas C1
Marker dan Identitas

Posisi Lateral
FFD 120-180 cm, posisi lateral kiri
untuk melihat gambaran jantung dan
hemithoraks sinistra. Lateral kanan
untuk melihat hemithoraks dextra.
Kedua tangan pasien fleksi cubiti serta
kedua antebrachii bersilang, di
belakang kepala dg kedua tangan
memegang siku
Pasien inspirasi maksimal.
Indikasi
Bronkopneumoni
TB paru
Atelektasis
Trauma
Tumor massa

Pemeriksaan Radiologi Dengan Kontras


Flouroscopy
Flouroscopy adalah istilah yang dipakai saat sinar X
dengan kekuatan rendah diberi secara
berkesinambungan pada pasien untuk
menghasilkan citra dinamis yang ditunjukkan pada
monitor
Berbagai pemeriksaan seperti pemakaian kontras
barium pada saluran cerna, arteriografi, serta
prosedur intervensional pada monitor akan
dilakukan menggunakan flouroskopi

OMD / BARIUM MEAL


INDIKASI :
1. Curiga tumor esofagus
2. Curiga penyempitan pada
esofagus
3. Post operatif
anastomosis
4. Hematemesis melena
(jika perdarahan sudah
berhenti)
5. Nyeri epigastrium
6. Tumor-tumor lambung
atau diluar lambung

1.
2.
3.

KONTRA INDIKASI :
Adanya perforasi
Ileus
Keadaan umum yang
buruk
4. Hal-hal lain yang
mungkin memperburuk
keadaan penderita

OMD / BARIUM MEAL


Persiapan Pasien
Pasien diberi penjelasan tentang
pemeriksaan yang akan dilakukan (
kooperatif )
2 hari sebelum pemeriksaan pasien
diet rendah serat untuk mencegah
pembentukan gas akibat fermentasi
Lambung harus dalam kondisi
kosong dari makanan dan air, pasien
puasa 8-9 jam sebelum
pemeriksaan
Pasien tidak diperbolehkan
mengkonsumsi obat obatan yang
mengandung substansi radioopaque
seperti steroid, pil kontrasepsi,dll.
Sebaiknya colon bebas dari fecal
material dan udara bila perlu
diberikan zat laxative.
Tidak boleh merokok ( nicotine
merangsang sekresi saliva )
Pasien diminta mengisi informed
concent.

Persiapan Alat dan Bahan

Pesawat X-Ray + Fluoroscopy


Baju Pasien
Gonad Shield
Sarung tangan Pb
Kaset + film ukuran 30 x 40 cm,
30x40 cm.
Bengkok
Grid
X-Ray marker
Tissue / Kertas pembersih
Bahan kontras barium sulfat
Barium encer dengan air hangat (
BaSO4 : air = 1 :4 )
Kontras negative ( tablet
efferfecent, natrium sulfas,
sprite,dll)
Obat emergency : dexametason,
delladryl,dll)
Air Masak Sendok / Straw ( pipet )
dan gelas

OMD / Barium Meal ( prosedur pemeriksaan )


Single Kontras
Penjelasan pada pasien tentang
prosedur Foto Polos Abdomen
Dilakukan persiapan pemeriksaan
Dibuat foto polos abdomen /
dilakukan fluoroskopi hepar, dada
dan abdomen.
Pasien diberi media kontras 1 gelas
Jika memungkinkan pasien dalam
posisi berdiri, jika pasien recumbent
pasien minum dengan sedotan
Pasien diinstruksikan minum 2 3
teguk media contrast, dilakukan
manipulasi agar seluruh mukosa
terlapisi diikuti fluoroskopi atau
dibuat foto yang diperlukan
Setelah melihat rugae pasien
minum sisa barium untuk melihat
pengisian penuh dari duodenum.
Dengan teknik fluoroskopi pasien
dirotasi dan meja dapat disudutkan
sehingga seluruh aspek oesophagus,
lambung dan duodenum terlihat

Double Kontras
Setelah minum media kontras
positif, pasien diberi pil, bubuk
carbonat dsb untuk menghasilkan
efek gas ( teknik lama, sisi sedotan
dilubangi sehingga pada saat
minum media kontras sekaligus
udara masuk ke lambung.
Pasien diposisikan recumbent dan
diinstruksikan untuk berguling
guling 4 5 putaran sehingga
seluruh mukosa terlapisi.
Dapat diberikan glucagon atau obat
lain untuk mengurangi kontraksi
lambung ( lambung tidak relax )
Dilakukan pengambilan foto dengan
proyeksi sesuai yang diinginkan
sama pada teknik single kontras.
Bila menggunakan fluoroskopi
diambil spot foto pada daerah
daerah yang diinginkan.

OMD / Barium Meal ( Proyeksi Pemotretan )

PA erect ( film 30 x 40 ) untuk melihat


type dan posisi lambung
Lateral erect untuk melihat space
retrogastric kiri
PA recumbent untuk melihat
gastroduodenal surface
PA Obliq ( RAO ) untuk melihat pyloric
canal dan duodenal bulb
Right Lateral Decubitus utk melihat
duodenal loop, duodenojujunal
junction dan retrogastric space
AP Recumbent utk melihat bagian
fundus terutama pada teknik double
kontras, rotasi lateral untuk melihat
lesi pada dinding anterior dan
posterior, retrogastric portion dari
jejunum dan illium
Variasi supine dengan mengatur
kepala lebih rendah 250 300 untuk
melihat hernia hiatal dan 10 15
derajat dan rotasi pasien ke depan (
sisi kanan dekat meja ) untuk melihat
gastroesophageal junction juga untuk
melihat regurgitasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan


:
Puasa 4 -8 jam
Tidak merokok dan mengunyah
permen selama periode NPO karena
aktifitas tsb akan meningkatkan cairan
lambung dan ludah yang menghalangi
perlekatan barium pada mukosa.
Volume media kontras
Kv tinggi ( 100 125 )untuk
menapbah penetrasi kontras barium
yang tinggi
Seconnd (S) yang singkat untuk
mengurangi peristaltic movement
Bouble kontras mengurangi hingga
menjadi 80 90 kv


1.
2.
3.

Barium Enema / Colon In Loop

INDIKASI :
Diare kronis
Hematokezia
Kondisi umum seperti :
obstpasi kronik,
perubahan pola defekasi
4. Indikasi menurut klinis
seprti : kolitis, tumor
kolon, tumor intra
abdomen di luar kolon,
invaginasi, kelainan
kongenital (Hirschprung),
ileus obsruktif letak
rendah, volvulus

KONTRA INDIKASI :
1. Perforasi
2. Kolitis berat dimana
dinding kolon menjadi
sangat tipis ditakutkan
perforasi
3. Keadaan umum jelek
4. Ileus paralitik

Barium Enema / Colon In Loop

Persiapan Pasien
1) Pasien beserta orang tuanya
harus masuk ke dalam ruang
pemeriksaan, kemudian dijelaskan
bagaimana prosedur pemeriksaan
kepada pasien beserta orang tuanya.
2) Tanyakan riwayat penyakit
pasien.
3) Untuk bayi sampai 2 tahun tidak
ada persiapan khusus.
4) Untuk anak-anak 2-10 tahun
memerlukan persiapan khusus, yaitu:
a) Pada malam hari sebelum
pemeriksaan hanya makan makanan
yang rendah serat.
b) Malam sebelum pemeriksaan
minum 1 tablet bisacodyl atau laxative
atau sejenisnya.
c) Jika setelah diberi laxative tidak
menunjukkan pengeluaran yang
cukup, maka dilakukan enema pedi
fleet (urus-urus) atas petunjuk dokter.

Persiapan Alat dan Bahan


1) Untuk Anak-Anak >1 Tahun
a) Kantung enema sekali pakai diisi
dengan BaSO4
b) Tabung
c) Penjepit
d) Air hangat digunakan untuk
melarutakan BaSO
e) Beberapa di antaranya, kateter
didesign agar tidak dapat keluar
rectum setelah disisipkan, sehingga
tidak bocor.
2) Untuk Bayi dan Anak-Anak
Menggunakan kateter silicon 10
french dan sebuah spuit 60 ml,
barium diinjeksi secara manual dan
perlahan.
3) Untuk semua pasien
a) Jelly
b) Hypoallergenic tape
c) Handscoen
d) Tissue

Barium Enema / Colon In Loop ( Proyeksi


Pemeriksaan )

Foto AP dengan kontras


a) Pasien diposisikan supine di atas
meja pemeriksaan dengan MSP tubuh
berada tepat pada garis tengah kaset.
b) Kedua tangan diletakkan di atas
kepala pasien dan kedua kaki lurus ke
bawah dengan pegang di pegang oleh
orang tuanya yang menggunakan
apron
c) Batas atasnya processus
xypoideus dan batas bawah adalah
symphisis pubis.
d) CP pada petengahan kedua
crista illiaca dengan arah sinar vertikal
tegak lurus dengan kaset
e) Eksposi dilakukan pada saat
ekspirasi penuh dan tahan nafas

Foto Lateral dengan Kontras


a) Pasien diposisikan lateral/tidur miring dengan
MCP diatur pada pertengahan kaset dan vertikal
terhadap garis tengah kaset.
b) Genu sedikit fleksi dengan kedua ujung kaki
dan tangan dipegang oleh orang tuanya yang
terlebih dahulu diberi apron agar pasien tidak
bergerak.
c) CRnya tegak lurus terhadap film dengan CP
berada pada MCP setinggi SIAS.
4) Foto AP Post Evakuasi
a) Pasien diposisikan supine di atas meja
pemeriksaan dengan MSP tubuh berada tepat pada
gasri tengah kaset.
b) Kedua tangan diletakkan di atas kepala pasien
dan diberi pengganjal untuk fiksasi.
c) Kedua kaki diluruskan ke bawah dan diberi
pengganjal juga.
d) Batas atasnya Processus Xyphoideus dan
batas bawahnya Symphisis Pubis.
e) CP berada pada pertengahan kedua Crista
Illiaca dengan CRnya vertikal tegal lurus dengan
kaset.
f)
FFD: 100 cm

IVP ( Intra Venous Pielography )


Tujuan :
1. Menilai fungsi eksresi ginjal
2. Menilai mrfologi dan
struktur PCS
3. Menilai kemampuan miksi
KONTRA INDIKASI
Absolut
: hipersensitif
terhadap kontras,
kehamilan
Relatif : KU buruk, DM, Multipel
mieloma,
dekom
kordis, hipotensi

INDIKASI :
Untuk semua kelainan pada dan
diluar
traktus urinarius yang dicurigai
mempengaruhi traktus
urinarius seperti :
1. Peradangan / infeksi
2. Batu
3. Tumor
4. Mencari kausa kolik
abdomen
5. Hematuria
6. Trauma pada traktus
urinarius (modalitas yang
lebih baik CT scan)

Intra Venous Pielography


Persiapan Pasien
Pasien makan bubur kecap saja sejak 2
hari (48 jam) sebelum pemeriksaan
BNO-IVP dilakukan.
Pasien tidak boleh minum susu, makan
telur serta sayur-sayuran yang berserat.
Jam 20.00 pasien minum garam inggris
(magnesium sulfat), dicampur 1 gelas air
matang untuk urus-urus, disertai minum
air putih 1-2 gelas, terus puasa.
Selama puasa pasien dianjurkan untuk
tidak merokok dan banyak bicara guna
meminimalisir udara dalam usus.
Jam 08.00 pasien datang ke unit
radiologi untuk dilakukan pemeriksaan,
dan sebelum pemeriksaan dimulai
pasien diminta buang air kecil untuk
mengosongkan blass.
Yang terakhir adalah penjelasan kepada
keluarga pasien mengenai prosedur
yang akan dilakukan dan
penandatanganan informed consent.

Persiapan Media Kontras


Media kontras yang digunakan adalah
yang berbahan iodium, dimana
jumlahnya disesuaikan dengan berat
badan pasien, yakni 1-2 cc/kg berat
badan.

Persiapan Alat dan Bahan


Peralatan Steril
Wings needle No. 21 G (1 buah)
Spuit 20 cc (2 buah)
Kapas alcohol atau wipes

Peralatan Un-Steril

Plester
Marker R/L dan marker waktu
Media kontras Iopamiro ( 40 50 cc)
Obat-obatan emergency (antisipasi alergi
media kontras)
Baju pasien
Tourniquet

Intra Venous Pielography

Prosedur Pemeriksaan BNO-IVP


Lakukan pemeriksaan BNO posisi AP, untuk melihat persiapan
pasien
Jika persiapan pasien baik/bersih, suntikkan media kontras
melalui intravena 1 cc saja, diamkan sesaat untuk melihat reaksi
alergis.
Jika tidak ada reaksi alergis penyuntikan dapat dilanjutkan
dengan memasang alat compressive ureter terlebih dahulu di
sekitar SIAS kanan dan kiri
Setelah itu lakukan foto nephogram dengan posisi AP supine 1
menit setelah injeksi media kontras untuk melihat masuknya
media kontras ke collecting sistem, terutama pada pasien
hypertensi dan anak-anak.
Lakukan foto 5 menit post injeksi dengan posisi AP supine
menggunakan ukuran film 24 x 30 untuk melihat pelviocaliseal
dan ureter proximal terisi media kontras.
Foto 15 menit post injeksi dengan posisi AP supine
menggunakan film 24 x 30 mencakup gambaran pelviocalyseal,
ureter dan bladder mulai terisi media kontras
Foto 30 menit post injeksi dengan posisi AP supine melihat
gambaran bladder terisi penuh media kontras. Film yang
digunakan ukuran 30 x 40.
Setelah semua foto sudah dikonsulkan kepada dokter spesialis
radiologi, biasanya dibuat foto blast oblique untuk melihat
prostate (umumnya pada pasien yang lanjut usia).
Yang terakhir lakukan foto post void dengan posisi AP supine
atau erect untuk melihat kelainan kecil yang mungkin terjadi di
daerah bladder. Dengan posisi erect dapat menunjukan adanya
ren mobile (pergerakan ginjal yang tidak normal) pada kasus
pos hematuri.

Kelebihan
Bersifat invasif.
IVP memberikan gambaran dan informasi yang
jelas, sehingga dokter dapat mendiagnosa dan
memberikan pengobatan yang tepat mulai dari
adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus
melakukan pembedahan
Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya
batu pada ginjal dapat dilakukan.
Radiasi relative rendah
Relative aman
Kekurangan
Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat
paparan radiasi yang diperoleh.
Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv,
sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari
alam dalam satu tahun.
Penggunaan media kontras dalam IVP dapat
menyebabkan efek alergi pada pasien, yang
menyebabkan pasien harus mendapatkan
pengobatan lanjut.
Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil.