Anda di halaman 1dari 9

TOLERANSI DAN HAK ASASI

MANUSIA DALAM ISLAM


KELOMPOK 5

Dalam kamus besar bahasa Indonesia toleransi


berarti bersifat atau bersikap menghargai,
membiarkan, membolehkan pendirian (pendapat,
pandangan kepercayaan) yang berbeda atau
bertentangan dengan pendirian sendiri.

Menjadi toleran adalah membiarkan atau


membolehkan orang lain menjadi diri mereka
sendiri, menghargai orang lain, dengan
menghargai asal-usul dan latar belakang mereka.

Jadi, toleransi beragama adalah sikap sabar


dan menahan diri untuk tidak mengganggu
dan tidak melecehkan agama atau sistem
keyakinan dan ibadah penganut agama-agama
lain.
Mengakui eksistensi suatu agama bukanlah
berarti mengakui kebenaran ajaran agama
tersebut.

Pengertian HAM
Hak Asasi Manusia adalah hak-hak dasar atau
hak-hak pokok yang di miliki oleh setiap umat

manusia sejak lahir sebagai Anugrah Tuhan YME


kepada hambanya, yaitu umat manusia tanpa
terkecuali.

Sejak mula sebelum lahirnya berbagai gagasan


tentang HAM, islam telah meletakkan dasar yang

kuat. Islam memandang bahwa kedudukan


manusia adalah sama dan hanya dibedakan dari
sudut ketakwaannya; tidak ada paksaan dalam
beragama; dan tidak boleh satu kaum menghina
kaum yang lain. Rasululah Muhammad SAW

sendiri bersabda, bahwa setiap manusia di


lahirkan dalam keadaan suci.

Hak asasi dalam Islam berbeda dengan hak asasi


menurut pengertian yang umum dikenal. Sebab

seluruh hak merupakan kewajiban bagi negara maupun


individu yang tidak boleh diabaikan.

Maka negara bukan saja menahan diri dari menyentuh


hak-hak asasi ini, melainkan mempunyai kewajiban
memberikan dan menjamin hak-hak ini.

PRINSIP-PRINSIP HAM DALAM ISLAM


Hak asasi manusia dalam islam sebagaimana
termaktub dalam fikih menurut Masdar F.
Masudi, memiliki lima perinsip utama, yaitu:
Hak perlindungan terhadap jiwa
Kehidupan merupakan sesuatu hal yang sangat
niscaya dan tidak boleh dilanggar oleh siapapun.
Allah berfirman dalam surat al-baqarah ayat 32:
membunuh manusia seluruhnya. Dan barang
siapa yang menyelamatkan kehidupan seorang
manusia, maka seolah-olah dia telah
menyelamatkan kehidupan manusia semuanya.

Hak perlindungan keyakinan


Dalam hal ini Allah telah mengutip dalam
alquran yang berbunyi la iqrah fi-dhin dan
lakum dinukum waliyadin
Hak perlindungan terhadap akal pikiran
Hak perlindungan terhadap akal pikiran ini
telah di terjemahkan dalam perangkat hokum
yang sangat elementer, yakni tentng haramnya
makan atau minum hal-hal yang dapat
merusak akal dan pikiran manusia.

Hak perlindungan terhadap hak milik


Hak perlindungan terhadap hak milik telah
dimaksudkan dalamhokum sebagaimana telah
diharamkannya dalam pencurian.