Anda di halaman 1dari 1

B.

Pembahasan

Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan didapatkan hasil bahwa


tanaman timun meningkat namun sedikit lambat. Sedangkan pada kacang hijau
lebih cepat daripada pertumbuhan timun. Hal ini disebabkan karena kacang hijau
juga memiliki hormone sitokinin, yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan
akar sehingga lebih cepat memanjang dan mempercepat pelebaran daun pada
tanaman.
Pada kurva sigmoid terdapat 3 fase, yaitu fase logaritmik, fase linier, dan fase
penuaan. Pada fase logaritmik, ukuran (v) bertambah secara eksponensial sejalan
dengan waktu (t). Ini berarti bahwa laju pertumbuhan (dv/dt) lambat pada
awalnya, tapi kemudian meningkat terus. Pada fase linier, pertambahan ukuran
berlangsung secara konstan. Fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang
menurun saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua (Solin,
2009).
Setelah melakukan pengamatan tersebut didapatkan kurva yang tidak
berbentuk huruf S yang berarti bahwa pengamatan tidak sesuai dengan teori yang
menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman jika dibuatkan kurva akan berbentuk
huruf S. Hal ini mungkin disebbakan karena pada pengamatan terakhir daunnya
belum mencapai ukuran tetap (belum mengalami fase penuaan) walaupun laju
pertumbuhan tanaman meningkat sehingga kurvanya tidak menunjukkan kurva
berbentuk S.
Proses pertumbuhan ini dipengaruhi bebrapa faktor internal seperti gen dan
hormon pertumbuhan dan faktor eksternal seperti cahaya, nutrisi, air, kelembaban,
dan sebagainya.Adanya perbedaan panjang daun dari masing-masing tanaman ini
disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Kualitas biji Kacang merah Phaseolus vulgaris
2. Sulitnya pematahan dormansi
3. Kurangnya unsur hara dalam tanah
4. Kurangnya penyiraman atau pemberian air terhadap tanaman