Anda di halaman 1dari 19

TUGAS KOLOMPOK ASNEO

TENTANG LINGKUP ASUHAN NEONATUS BAYI DAN BALITA SERTA PENYAKIT


YANG LAZIM TERJADI

Disususun oleh :
Kelompok 7
Fitri yeni ( 13211467 )
Sri wahyuni ( 13211499 )
Rantika musti ( 13211486 )

Lokal : II C

Dosen pembimbing : putri nelly syofiah S.S.i.T

STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG


T.A 2014/2015

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak


nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk
Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada
terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul LINGKUP
ASUHAN NEONATUS BAYI DAN ANAK BALITA SERTA PENYAKIT YANG LAZIM
TERJADI. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak,
karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen yang telah
memberikan kesempatan untuk membuat makalah ini, dengan penuh kasih, dan kepercayaan
yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa
memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun
penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada
yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar
makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi
semua pembaca.

BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Penelitian menunjukkan bahwa 50% kematian bayi terjadi pada periode
neonatal, yaitu saat bulan pertama kehidupan, di mana periode neonatal merupakan periode yang
paling kritis dalam fase pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kurang baiknya penanganan bayi
baru lahir yang sehat akan menyebabkan kelainan-kelainan yang mengakibatkan cacat seumur
hidup, bahkan kematian. Sebagai contoh, bayi yang mengalami hipotermia akan menyebabkan
hipoglikemia dan akhirnya dapat terjadi kerusakan otak jika kondisi tersebut tidak diatasi dengan
tepat. Percegahan merupakan hal terbaik yang harus dilakukan dalam penanganan neonatal agar
neonatus menjadi individu yang dapat menyesuaikan diri dan dapat bertahan dengan baik dari
kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. Itulah sebabnya diperlukan pengetahuan yang
baik mengenai adaptasi fisiologis pada bayi baru lahir dari tenaga kesehatan khususnya bidan,
yang selalu memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................. i
Daftar Isi.......................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................1
A. Latar Belakang.........................................................................................2
B. Rumusan Masalah....................................................................................3
C. Tujuan Penulisan......................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................5
A. prinsip dasar.............................................................................................6
B. penanganan bayi baru lahir...................................................................... 7
C. Penyakit yang lazim terjadi pada neonatus bayi dan anak
balita............................................................................................................ 8
BAB III PENUTUP.................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 10

BAB II
PEMBAHASAN

ASUHAN KEBIDANAN PADA NEONATUS BAYI DAN BALITA DENGAN


MASLAH YANG LAZIM TERJADI

1.BERCAK MONGOL
Definisi
Bercak mongol adalah bercak berwarna biru yang biasanya terlihat di bagian sacral,walaupun
kadang terlihat dibagian tubuh lai.menurut Mary Hilton dalam buku dasar dasar keperawatan
maternitas,bintik mongol adalah daerah pigmentasi biru kehitaman yang dapat terlihat pada semua
permukaan tubuh termasuk pada ekstremitas
Etiologi
Bercak mongol adalah bawaan sejak lahir,warna khas dari bercak mongol yang ditimbulkan oleh
adanya melanosit yang mengandung melaninbpada dermis yang terhambat selama proses migrasi dari
Krista neuralis ke epidermis
Tanda dan gejala

Luka seperti pewarnaan


Daerah pigmentasi dengan tekstur kulit yang normal
Area datar dengan bentuk yang tidak teratur
Bercak yang biasanya akan menghilang dalam hitungan bulan atau tahun
Tiadak ada komplikasi yang ditimbulkan

Penatalaksanaan
Dengan memberikan konseling kepada orang tua bayi,bidan menjelaskan bahwa bintik mongol
ini akan menghilang dalam hitungan bulan atau tahun dan tidak berbahaya serta tidak memerlukan
penanganan khusus sehingga ortua bayi tidak merasa cemas.2

2.HEMANGIOMA
Definisi

Suatu tumor jaringan lunakakibat dari proliferasi(pertumbuhan ang berlebih) dari pembuluh darah yang
tidak normal dan dapat terjadi pada setiap jaringan pembuluh darah.

Pembagian

Nevus flammeus
Daerah kapiler yang tidak menonjol,berbatas tegas,ukurannya tidak bertambah,berwarna merah
ungu,dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan
Nevus vaskulosus
Kapiler yang baru terbentuk dan membesar pada kulit (lapisan derms dan subdermis) yang
tumbuh beberapa bulan setelah lahir kemudian mengerut dan menghilang dengan asendrinya

Penatalaksanaan
Berikan konseling kepda orang tua bahwa tanda lahir itu normal dan sering terjadi pada bayi baru
lahir,sehingga orang tua tidak perlu khawatir dalam mengadapi kejadiaan ini

3.IKTERUS
Defnisi
Salah satu keadaan menyerupai penyakit hati yang terdapat pada bayi baru lahir akibat terjadinya
hiperbilirubinemia.ikterus merupakan salah satu kegawatan yang sering terjadi pada bayi baru
lahir,sebanyak 25-50% pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi berat lahir rendah
Etiologi

Prahepatik (ikterus hemolitik)


Disebabkan karena produksi bilirubin yang meningkat pada proses hemolisis sel darah
merah.peningkatan bilirubin dapat disesbabkan karena infrksi,kelainan sel darah merah dan toksin
dari luar tubauh serta dari tubuh itu sendiri
Pascahepatik (obstruktif)
Adanya obstruktif pada saluran empedu yang mengakibatkan bilirubin konjugasi akan kembali
lagi ke dalam sel hati dan masuk ke dalam aliran darah,kemudian sebagian msauk dalam ginjal
sehingga kulit dan skelera berwarna kuning kehijauan serta gatal. Sebagian akibat dari obstruksi
saluran empedu menyebabkan ekskresi bilirubin ke dalam saluran pencernaan berkurang,sehingga
feses akan berwarna putih keabu-abuan,liat dan seperti dempul
Hepatoseluler
Konjugasi bilirubin terjadi pada sel hati,apabila sel hati mengalami kerusakan maka secara
otomatis akan mengganggu proses konjugasi bilirubin sehingga bilirubin direct meningkat dalam
aliran darah.

Penatalaksanaan
a.ikterus fisiologis

Lakukan perawatan seperti bayi baru lahir normal lainnya


Lakukan perawatan bayi sehari-hari
Memandikan
Mlakukan perawatan tali pusat
Membersihkan jalan nafas
Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi,lebih kurang 30 menit
Ajarkan ibu cara
Memandikan bayi
Melakukan perawatan tali pusat
Menjaga bayi agar tidak hipotermi
Jelaskan pentingnya hal hal seperti
Memberikan ASI sedini dan sesering mungkin
Menemur bayi di bawah sinar matahari dengan kondisi telanjang
Memberikan asupan makanan bergizi tinggi bagi ibu
Menganjurkan ibu dan pasangan untuk ber-KB sesegera mungkin
Menganjurkan ibu untuk tidak minum jamu
Apabial ikterus lebih parah anjurkan ibu untuk segera merujuk
Anjurkan ibu untuk control setelah 2 hari

b. hiperbilirubinemia sedang

Berian ASI secara adekuat


Lakukan pencegahan hipotermi
Letakkan bayi di tempat yang cukup sinar matahari
Lakukan pemeriksaan ulang selama 2 hari kemudian
Anjurka ibu dan keluarga untuk segera merujuk bayinya jika keadaan bayi bertambah parah serta
mengeluarkan feses berwarna putih keabu-abuan dan liat seperti dempul

c. hiperbilirubinemia berat

Berikan informed consent pada keluarga untuk segera merujuk bayinya


Selam persiapan merujuk,berikan ASI secara adekuat
Lakukan pencegahan hipotermi

4. MUNTAH
Definisi
Keluarnya sebagian besar atau seluruh isi lambung yang terjadi setelah makanan msuk lambung
agak lama,disertai kontraksi lambung dan abdomen. Dalam beberapa jam pertama setelah lahir,bayi
mungkin mengalami munth lender,bahkan disertai sedikit darah.

Etiologi

Kelainan congenital
Infeksi saluran pencernaan
Cara pemberian makan yang salah
Keracunan

Sifat muntah

Keluar cairan terus menerus,hal ini kemungkinan disebabkan oleh obstruksi esophagus
Muntah proyektil,hal ini disebabkan oleh stenosis pylorus (suatu kelemahan pada katup di ujung
bawah lambung yang menghubungkn lambung denagn usus 12 jari yang tidak mau membuka)
Muntah segera setelah lahir dan menetap,kemungkinan adanya tekanan intracranial yang tinggi
atau obstruksi pada usus

Penatalaksanaan

Kaji factor penyebab dan sifat muntah


Jika teradi pengeluaran cairan terus menerus,maka kemungkinan dikarenakan
obstruksi esophagus
Jika terjadi muntah berwarna hijau kekuning-kuningan,patut dicurigai adanya
obstruksi di bwah ampula vateri
Jika terjadi muntah proyektil,maka harus dicurigai adanya stenosis pylorus
Jika terjadi segera setelah lahir kemudian menetap,maka kemungkinan terjadi
peningkatan tekanan intracranial
Berikan pengobatan yang bergantung pda factor penyebab
Ciptakan suasana tenang
Perilakukan bayi dengan baik dan hati-hati
Beriakn diet yang sesuai dan tidak merangsang muntah
Berikan antiemetic jika terjadi reaksi simptomatis
Rujuk segera

5.GUMOH
Definisi
Keluarnya kembali sebagian kecil isi lambung setelah beberapa saat setelah makanan masuk ke
dalam lambung.gumoh terjadi karena bayi menelan udara pada saat menyusui
Etiologi

Bayi sudah merasa kenyang


Posisi salah saat menyusui
Posisi botol yang salah
Tergesa gesa saat pemberian susu
Kegagalan dalam mengeluarka uadara yang tertelan

Penatalaksanaan

Perbaiki teknik menyusui


Perhatiakn posisi botol saat pembarian susu
Sendawakan bayi setelah disusui
Lakukan teknik menyusui yang benar,yaitu bibir mencakup rapat seluruh putting susu ibu

6.ORAL TRUSH
Definisi
Terinfeksinya membrane mukosa mulut bayi oleh jamur candidaasis yang ditandai dengan
munculnya bercak-bercak keputihan dan membentuk plak-plak berkeping di mulut,terjadi ulkus dangkal
Etiologi
Terjadi karena adanya infeksi jamur (candida albican) yang merupakan organism penghuni kulit
dan mukosa mulut,vagina,dan saluran cerna
Tanda dan gejala
Adanya lesi pada mulut yang berwarna putih dan membentuk plak-plak yang berkeping menutupi
seluruh atau sebagian lidah,kedua bibir,gusi dan mukosa pipi
Penatalaksanaan

Bedakan oral trush dengan endapan susu pada mulut bayi


Apabila sumber infeksi berasal dari ibu,maka ibu harus segera di obati dengan pemberian
antibiotic berspektrum luas
Jaga kebersihan dengan baik,terutama kebersihan mulut
Bersihkan daerah mulut bayi setelah makn ataupun minum susu dengan air matang dan juga
bersih
Pada bayi yang minum susu dengan menggunakan boto,gunakan teknik steril dalm membersihkn
botol susu
Berikan terapi pada bayi
1 ml larutan Nystatin 100.000 unit diberikan 4 kali sehari dengan interval stiap 6
jam.
Gunakan violet 3 kali sehari

7.DIAPER RASH
Definisi
Kemeraha pada kulit bayi akibat adanya kontak yang terus menerus dengan lingkungan yang
tidak baik
Etiologi

Tidak terjaganya kebersish kulit dan pakaian bayi


Jarangnya mengganti popok setelah bayi BAB dan BAK
Terlalu panas atau lembabnya udara /suhu lingkungan
Tingginya frekuensi BAB (diare)
Adanya reaksi kontak terhadap karet,plastic dan deterjen

Tanda dan gejala

Iritasi pada kulit yang kontak langsung dengan allergen,sehingga muncul eritema
Erupsi pada daerah kontak yang menonjol,seperti bokong,alat genital,perut bawah atau paha atas
Pada keadaan yang lebih parah dapat terjadi papilla eritematosa,vesikula,dan ulsertasi

Penatalaksanaan

Daerah yang terkena ruam popok,tidk boleh terkena air dan harus dibiarkan terbuka dan tetap
kering
Gunakan kapas halus yang mengandung minyak untuk membersihkan kulit yang iritasi
Atur posisi tidur anak agar tidak menekan kulit/daerah yang iritasi
Usahakan pemberian makanan tinggi kalori tinggi protein (TKTP) dengan porsi cukup
Perhatiak kebersihan kulit dan tubuh secara keseluruhan
Jagalah kebersihan pakaian dan alat-alat untuk bayi
Rendamlah pakaian atau celana yang terkena urinedalam air yang dicampur acidum
borium,setelah itu bersihkan tetapi jangan menggunakan sabun cuci,segera bilas dan keringkan

8.SEBHORREA
Definisi
Adalah radang berupa sisik yang berlemak dan eritema pada daerah yang memiliki banyank
kelenjer sebaseanya,biasnay di daerah kepala
Etiologi
Penyebab sebhorrea masih belum diketahui secara pasti,tetapi ada beberap ahli yang menyatakan
beberapa factor penyebab sebhorrea,yaitu :

Factor hereditas yaitu bisa disebabkan karena factor keturunan dari orang tua

Intake makanan yang tinggi lemak dan kalori


Asupan minuman beraakohol
Adanya gangguan emosi

Penatalaksanaan
Walaupun secara kausal masih belum diketahui,tapi pengobatannya bisa di lakukan dngan obatobat tropical,seperti sampo yang tidak berbusa dank rim selenium sulfide/Hg-presipitatus albus 2%.

9.FURUNKEL
Definisi
Peradangan pada folikel rambut,kulit dan ringn sekitarnya yang sering terjadi pada daerah
bokonhg,kuduk,aksila,badan dan tungkai.furunkel dapat terbentuk pada lebih dari satu tempat yang biasa
disebut sebagai furunkulosis.
Etiologi

Iritasi pada kulit


Kebersihan kulit yang kurang terjaga
Daya tahan tubuh yang rendah
Infeksi oleh staphylococcus aureus

Tanda dan gejala

Nyeri pada daerah ruam


Ruam pada daerah kulit berupa nodus eritematosa yang berbentuk kerucut dan memiliki pustule
Nodul dapat melunak menjadi abses yang berisi pus dan jaringan nekrotik yang dapat pecah
membentuk fistel lalu keluar meleui lobus minoris resistensiae
Setelah seminggu,umumnya furunkel akan pecah sendiri dan sebagian dapat menghilang dengan
sendirinya.

Penatalaksanaan

Kebanyakan furunkel tidak membutuhkan pengobatan dan akan sembuh dengan sendirinya
Jaga kebersihan daerah yang mengalami furunkel serta daerah sekitarnya
Berikan pengobatan topical dengan kompres hangat untuk mengurangi nyeri dan melunakkan
nodul

Jangan memijat furunkel,terutama yang letaknya di daerah hidung dan bibir atas karena dapat
menyebabkan penyebaran kuman secara hematogen
Bila furenkel terjadi di daerah yang tidak ada kuman seperti hidung dan telinga,maka
berkolaborasilah dengan dokter untuk melakukan insasi.
Jika memungkinkan membuka furenkel,maka lakukanlah :
Beri penjelasan pada keluarga mengenai tindakan yang akan dilakukan atau
berikan informed consent
Minta seseorang untuk memegangi anak
Ambilah sebuah pisau beadah steril dan insasi furunkel dengan segera pada
puncaknya saja. Kemudian masukkan penjepit dalam luka dan bukalah
penjepitnya untuk membuat jalan jalan keluar bagi pus
Berikan analgesic
Tutuplah luka dengan kasa kering,usahakan agar satu sudut dari kasa
dimasukkan,agar jalan tetap terbuka,sehingga pus dapat keluar.
Bersihkan alat-alat
Ingatkan keluarga untuk mengganti perbannya secara periodic
Terapi antibiotic dan antiseptic diberikan bergantung pada luas dan beratnya penyakit,misalnya
dengan pemberian achromycin 250 mg sebanyak 3 atau 4 kali sehari
Bila furunkel terjadi secara menetap atau berulang atau dalam jumlah yang banyak,maka kaji
factor predisposisi adanya diabetes mellitus

10. MILLIARIASIS
Definisi
Derinatosis yang disebabkan oleh retensi keringat akibat tersumbatnya pori kelenjar keringat
Etiologi
Penyebab teradinya milliariasis ini adalah udara ang panas dan lembab serta adanya infeksi
bakteri
Pembagian serta tanda dan gejala
a. Milliaria kristalina
Timbul pada pasien yang mengalami peningkatan jumlah keringat,seperti pasien demam
yang terbaring di tempat tidur.lesinya berupa vesikel yang sangat superficial,bentuknya kecil dan
menyerupai titik embun berukuran 1-2 mm. umumnya ,lesi ini timbul stelah keringat,vesikel
mudah pecah karena trauma yang paling ringan,misalnya akibat gesekan dengan pakaian. Vesikel
yang pecah berwarna ernih dan tanpa reaksi peradangan,asimptomatik, dan dan berlangsung
singkat.biasanya tidak ada keluahan dan dpat sembuah dengan sendirinya.
b. Milliaria rubra
Memiliki gambaran berupa papula vesikel dan eritema di sekitar keringat. Keringat
menembus ke dalam epidermis. Biasanya disertai rasa gatal dan pedih pada daerah ruam dan
daerah sekitarnya,sering juga diikuti dengan infeksi sekunder lainnya dan dapat juga
menyebabkan timbulnya impetigo dan furunkel

c. Milliaria fustulosa
Penatalaksanaan

Prinsip asuhan adalah mengurangi penymbatan keringat dan menghilangkan subatan yang mudah
timbul
Jaga kebersihan tubuh bayi
Upayakn menciptakan lingkungan dengan kelembapan yang cukup serta suhu yang seuk dan
kering,misalnya pasien tinggal diruangan ber AC
Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan tidk terlalu panas
Segera ganti pakaian yang basah dan kotor
Pada milliaria rubra dapat diberikan bedak selisil 2% dengan menambahkan mentol 0,5-2% yang
bersifat mendinginkan ruam

11.DIARE
Definisi
Pengeluaran feses yang tidak normal dan cair. Atau buang air besar yang tidak normal dan
berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya.bayi dikatakan diare jika sudah lebih dari 3
kali buang air besar,sedangkan neonates dikatakan diare bila sudah lebih dari 4 kali buang air besar.
Etiologi
1. Infeksi
a. Enteral yaitu infejsi yang terjadi dalam saluran pencernaan dan merupakan penyebab utama
terjadinya diare. Infeksi enteral meliputi :
Infeksi bakteri seperti vibrio,E.coli,salmonella
Infeksi virus (enterovirus)
Infeksi parasit :cacing,protozoa dan jamur
b. Parental ,yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan,misalnya otitis media akut
(OMA)
2. Malabsorbsi
a. Karbohidrat : disakarida serta monosakarida
b. Lemak
c. Protein
3. Makanan ,misalnya makanan basi,beracun dan alergi
4. Psikologis ,misalnya rasa takut atau cemas
Tanda dan gejala

Cengeng,rewel
Gelisah

Suhu meningkat
Nafsu makan menurun
Feses cair dan berlendir
Anus lecet
Dehidrasi
Berat badan menurun
Turgor kulit mnurun
Mata dan ubun-ubun cekung
Selaput lender dan mulut serta kulit menjadi kering

Penatalaksanaan
1. Pemberian cairan (rehidrasi awal dan rumatan)
2. Diatetik (pemberian makanan)
3. Obat-obatan
a. jumlah cairan yang diberikan adalah 100 ml/kg/BB/hari sebanyak 1kali setiap 2 jam,jika
diare tanpa dehidrasi. Sebanyak 50 % cairan ini di berikan dalam 4 jam pertama dan
sisanya adlibitum
b. sesuaikan dengan umur anak
< 2 tahun diberikan gelas
2-6 tahun diberikan 1 gelas
> 6 tahun diberikan 400cc (2 gelas
c. Apabila dehidrasi ringan dan diarenya 4 kali sehari,maka diberikan cairan 25 -100
ml/kg/BB dalam sehari atau setiap jam 2 kali
d. Oralit diberikan sebayak lebih kurang 100 ml/kgBB setiap 4-6 jam pada kasus dehidrasi
ringan sampai berat
4. Teruskan pemberian ASI karena bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak

12. OBSTIPASI
Definisi
Penimbunan feses yang keras akibat adanya penyakit atau adanya obstruksi pada saluran cerna.
Bisa juga dibilang tidak adanya pengeluaran feses selama 3 hari atau lebih
Etiologi

Kebiasaan makan
Hipotiroidisme
Obstipasi merupakan gejala dari 2 keadaan yaitu kreatinisme dan myodem yang menyebabkan
tidak cukupnya ekskresi hormone tiroid sehingga semua proses metabolism berkurang
Keadaan keadaan mental
Factor kejiwaan memegang peranan penting terhadap terjadinya obstipasi,terutama depresi berat
yang tidak memedulikan keinginan seorang anak untuk BAB.
Penyakit organic

Obstipasi terjadi berganti-ganti dengan diare pada kasus karsinoma kolon dan diverticulitis.
Kelainan congenital
Adanya penyakit seperti atresia,stenosis,megakolon aganglionik congenital, obstruksi bolus usus
ileus mekonium atau sumbatan mekonium. Hal ini dicurigai terjadi pada neonates yang tidak
mengeluarka mekonium dalam 36 jam pertama.
Penyebab lain
Diet yang salah,tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat selulosa sehingga bisa
mendorong terjadinya peristaltic atau pada anak setelah sakit atau sedang sakit,ketika anak masih
kekurangan cairan.

Tanda dan gejala

Pada neonates jika tidak mengeluarkan mekonium dalam 36 jam pertama,pada bayi jika tidak
mengeluarkan feses Selma 3 hari atau lebih
Sakit dan kejang pada perut
Pada pemeriksaan rectal, jari akan merasa jepitan udara dan mekonium yang menyemprot
Feses besar dan tidak dapat digerakkan dal rectum
Bising usus yang janggal
Merasa tidak enak badan,anokresia dan sakit kepala
Terdapat luka pada anus.

Penatalaksanaan

Mencari penyebab obstipasi


Menegakkan kembali kebiasaan defekasi yang normal dengan memperhatikan gizi,tambahan
cairan,dan kondisi psikis
Pengosongan rectum dilakukan jika tidak ada kemajuan setelah dianjurkan untuk menegakkan
kembali kebiasaan defekasi.

13.INFEKSI
Definisi
Infeksi perinatal adalah infeksi pada neonates yang terjadi pada masa antenatal,intranatal dan postnatal.
Etiologi
1.Infeksi antenatal
Infeksi yang terjadi pada masa kehamilam ketika kuman masuk ke tubuh janin melalui sirkulasi
darah ibu,lalu masuk melewati plasenta dan akhirnya ke dalam sirkulasi darah umbikalis.
2. infeksi intranatal
Infeksi terjadi pada masa persalinan. Infeksi ini sering terjadi ketika mikroorganisme masuk
melalui vagina,lalu naik dan kemudian masuk ke dalam rongga amnion,biasanya setelah selaput
ketuban pecah.

3. infeksi postnatal
Infeksi pada periode postnatal dapat terjadi setelah bayi lahir lengkap,misalnya melalui
kontaminasi langsung dengan alat alat yang tidak steril,tindakan yang tidak antiseptic atau
dapat juga terjadi akibat infeksi silang misalnya pada neonates neonatorum,omfalitis dan lainlain.
Tanda dan gejala

Bayi malas minum


Gelisah dan mungkin juga terjadi alergi
Frekuensi pernapasan meningkat
Berat badan menurun
Pergerakan kurang
Muntah
Diare
Sklerema dan udema
Pendarahan,iketrus,kejang
Suhu tubuh dapat normal,hipotermi atau hipetermi

Penatalaksanaan

Berikan posisi semifowler agak sesak berkurang


Apabila suhu tinggi,lakukan kompres dingin
Berikan ASI perlahan lahan,
Apabila bayi muntah,lakukan perawatan muntah yaitu posisi tidur miring ke kiri atau kanan
Apabila ada diare,perhatikan personal hygiene dan keadaan lingkungan
Rujuk segera ke rumah sakit,lakukan informed consent pada keluarga.

SINDROM KEMATIAN BAYI MENDADAK ( SUDDEN INFANT DEATH SYNDROME


_ SIDS)
Definisi
Terjadi pada bayi yang sehat,saat ditidurkan tiba tiba ditemukan meninggal beberapa jam
kemudian. SIDS terjadi kurang lebih 4 dari 1000 kelahiran hidup, insiden puncak dari SIDS pada bayi
usia 2 minggu dan 1 tahun
Etiologi

Ibu yang masih remaja


Bayi dengan jarak kehamilan yang dekat
Bayi laki-laki dengan berat badan di bawah normal
Bayi yang mengalami dysplasia bronkopulmoner
Bayi prematur

Gemelli (bayi kembar)


Bayi denagn sibling
Bayi dari ibu yang ketergantunagn narkotika
Prevalensi pada bayi dengan posisi tidur telungkup
Bayi dengan virus pernapasan
Bayi dengan infeksi botulinum
Bayi dengan apnea yang berkepanjangan.
Bayi dengan gangguan pada nafas herediter
Bayi dengan kekuranagn surfaktan pada alveoli

Penatalaksanaan
1. Bantu orang tua mengatur jadwal untuk melakukan konseling
2. Berikan dukungan dan dorongan kepada orang tua,ajak oaring tua untuk mengungkapkan rasa
dukanya.
3. Berikan penjelasan mengenai SIDS,berikan kesempatan pada orang tua untuk mengajukan
pertanyaan
4. Beri pengertian pada orang tua bahwa perasaan yang mereka rasakan adalah hal yang wajar
5. Beri keyakinan pada sibling (jika ada) bahwa mereka tida bersalah terhadap kematian bayi
tsb,bahkan jika mereka sebenarnya juga mengharapkan kematian dari bayi tersebut
6. Jika kemudian ibu melahirkan bayi kembali,beri dukungan pada orang tua selama beberapa bulan
pertama,paling tidak sampai melewati usia bayi yang meninggal sebelumnya.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Setelah kita mengetahui lingkup asuhan neonatus bayi dan anak balita serta penyaakit
yang lazim terjadi, kita sebagai calon bidan yang baik, kita bisa memberikan asuhan sesuai
dengan standar pelayanan kebidanan.
B.

Saran
Penulis ba nyak berharap para pembaca yang memberikan kritik dan saran yang

membangun kepada penulis demi sempurna nya makalah ini dan dan penulisan makalah
dikesempatan-kesempatan berikut nya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khusus
nya juga para pembaca yang budi man pada umum nya.