Anda di halaman 1dari 27

PPT PLENO

BLOK 30- Emergency Medicine 2


Kelompok C2 Skenario 2

102010355 Panji Brata Maulana


102011032 Jessica Susanto
102011153 Noviajun Dwiputri
102011154 Fendy Frans Elya Cohen Manalu
102011223 Anesty Claresta
102011321 Vivi N. Rumahlatu
102011365 Bob Arvianto
102011438 Sharania A/P Manivannan

Sesosok mayat bayi lahir ditemukan di suatu tempat


sampah. Masyarakat melaporkannya kepada polisi. Mereka
juga melaporkan bahwa semalam melihat seorang
perempuan yang menghentikan mobilnya didekat tempat
sampah tersebut dan berada disana cukup lama. Seorang
dari anggota masyarakat sempat mencatat nomor mobil
perempuan tersebut.
Polisi mengambil mayat bayi tersebut dan menyerahkannya
kepada anda sebagai dokter direktur rumah sakit. Polisi juga
mengatakan bahwa sebentar lagi si perempuan yang
dicurigai sebagai pelakunya akan dibawa ke rumah sakit
untuk diperiksa. Anda harus mengatur segalanya agar
semua pemeriksaan dapat berjalan dengan baik dan akan
membriefing para dokter yang akan menjadi pemeriksa.

Sesosok mayat bayi lahir ditemukan di suatu


tempat sampah

Aspek hukum dan


medikolegal

Interpretasi temuan
dan VeR

mayat bayi lahir

Pemeriksaan perempuan
yang dicurigai

Identifikasi dan
pemeriksaan bayi

Pemeriksaan TKP

Mayat bayi yang ditemukan ditempat sampah


akibat pembunuhan oleh perempuan yang
dicurigai

Pembunuhan yang dilakukan atau tidak


berapa lama setelah dilahirkan, karena takut
ketahuan bahwa ia melahirkan anak.

3 faktor penting:
Ibu
Hanya ibu kandung yang dapat dihukum
bagi orang lain yang melakukan atau turut membunuh anak tersebut dihukum

dengan hukuman yang lebih berat

Waktu
pada saat dilahirkan atau tidak lama kemudian

Psikis
terdorong oleh rasa ketakutan

Untuk memenuhi kriteria pembunuhan anak


sendiri bayi atau anak tersebut harus dilahirkan
hidup setelah seluruh tubuhnya keluar dari tubuh
ibu (separate existence).
Untuk kepentingan hukum, pada hakekatnya yang
perlu dijawab adalah :
Apakah bayi tersebut dilahirkan mati atau hidup?

Berapakah umur bayi tersebut (intra dan ekstrauterin)?


Apakah bayi tersebut sudah dirawat?
Apakah penyebab kematian bayi tersebut?

ASPEK HUKUM
Bila ditemukan mayat bayi di tempat yang
tidak semestinya, misalnya tempat sampah,
got, sungai dan sebagainya, maka bayi
tersebut
mungkin
adalah
korban
pembunuhan anak sendiri (ps 341, 342), lahir
mati kemudian dibuang (ps 181).

Pasal 341 KUHP


Seorang ibu dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya pada ketika
dilahirkan atau tidak berapa lama sesudah dilahirkan, karena takut ketahuan
bahwa ia sudah melahirkan anak, dihukum, karena maker mati terhadap anak,
dengan hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun.
Pasal 342 KUHP
Seorang ibu yang dengan sengaja akan menjalankan keputusan yang diambilna
sebab takut ketahuan bahwa ia tidak lama lagi akan melahirkan anak,
menghilangkan jiwa anaknya itu pada ketika dilahirkan atau tidak lama
kemudian dari pada itu, dihukum karena pembunuhan anak yang direncanakan
dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun.

Pasal 181 KUHP


Barang siapa mengubur, menyembunyikan , mengangkut atau menghilangkan
mayat dengan maksud hendak menyembunyikan kematian dan kelahiran orang
itu, dihukum penjara selama-lamaya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya
empat ribu lima ratus rupiah.

Penemuan dan pelaporan


Penyelidikan
Penyidikan
Pembahasan perkara
Penuntutan
Persidangan
Putusan pengadilan

Pasal 133 KUHAP


Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani

seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang


diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia
berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada
ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli
lainnya.
Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan
tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau
pemeriksaan bedah mayat.

Pasal 179 KUHAP

Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli

kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib


memberikan keterangan ahli demi keadilan.

1. Pengadaan visum et

6. kompetensi pasien
untuk menghadapi
pemeriksaan penyidik

repertum

2. pemeriksaan
kedokteran
terhadap
tersangka

3. pemberian keterangan ahli pada


masa sebelum persidangan dan
pemberian keterangan ahli di dalam
persidangan

Ruang lngkup
Medikolegal

5. penerbitan
Surat Keterangan
Kematian dan
Surat Keterangan
Medik

4. kaitan visum et
repertum dengan rahasia
kedokteran

Pemeriksaan luar
Kulit

Tanda
Sudah dibersihkan atau belum
Keadaan verniks kaseosa
Warna
Berkeriput atau tidak

Mulut
Tali pusat

Kehadiran benda asing


Sudah terputus atau masih melekat pada uri
Potongan rata atau tidak
Tanda sudah diberi antiseptic atau belum
Tanda-tanda kekerasan pada tali pusat hematoma tau Wharton s Jelly berpindah
tempat.

Kepala

Apakah terdapat kaput suksedaneum atau molase tulang-tulang tengkorak.

Tanda-tanda Kekerasan

Ada atau tidak tanda pembekapan di sekitar mulut dan hidung.


Tanda memar pada mukosa bibir dan pipi.
Tanda pencekikan atau jerat pada leher
Memar atau lecet pada tengkuk

Mulut

Apakah terdapat benda asing


Perhatikan palatum mole tedapat robekan atau tidak

Tanda asfiksia

Tardieus Spot pada permukaan paru,jantung,thymus dan epiglottis

Tulang belakang
Kepala

Apakah terdapat kelainan congenital dan tanda-tanda kekerasan.


Perhatikan apakah terdapat perdarahan subdural atau subaraknoid.
Perhatikan keadaan falks serebri dan tentorium cerebri.

Untuk menentukan bayi lahir sudah dirawat atau


belum dilihat dari :
Pakaian.
Perawatan terhadap bayi antara lain adalah memberi pakaian atau penutup

tubuh bayi.

Verniks kaseosa (lemak bayi) telah


dibersihkan, demikian pula bekas-bekas darah.
Pada bayi yang dibuang ke dalam air, verniks tidak akan hilang seluruhnya dan

masih dapat ditemukan di daerah lipatan kulit; ketiak, belakang telinga, lipat
paha dan lipat leher.

Tali pusat.
Tali pusat telah terikat, diputuskan dengan gunting atau pisau lebih kurang 5 cm

dari pusat bayi dan diberi obat antiseptik. Bila tali pusat dimasukkan ke dalam
air, akan terlihat ujungnya terpotong rata.

Untuk menentukan umur bayi intra dan ekstra-uterin


Penentuan umur janin atau embrio dalam kandungan rumus De Haas
Umur

Panjang Badan (kepala-tumit)

1 bulan

1 x 1 = 1 (cm)

Pusat penulangan pada


Klavikula

Umur (bulan)
1.5

Tulang panjang

Iskium

3
4

2 bulan

2 x 2 = 4 (cm)

3 bulan

3 x 3 = 9 (cm)

Pubis

4 bulan

4 x 4 = 16 (cm)

Kalkaneum

5 bulan

5 x 5 = 25 (cm)

Manubrium sterni

5-6
6

Talus

Akhir 7
Akhir 8

6 bulan

6 x 5 = 30 (cm)

Sternum bawah

7 bulan

7 x 5 = 35 (cm)

Distal femur

Akhir 9/ setelah lahir

8 bulan

8 x 5 = 40 (cm)

Proksimal tibia

Akhir 9/ setelah lahir

Kuboid

9 bulan

9 x 5 = 45 (cm)

Akhir 9/ setelah lahir (bayi wanita


lebih cepat)

Lanugo sedikit, terdapat pada dahi, punggung dan bahu

Pembentukan tulang rawan telinga telah sempurna


Diameter tonjolan susu 7 mm atau lebih
Kuku-kuku jari telah melewati ujung-ujung jari
Garis-garis telapak kaki telah terdapat melebihi 2/3 bagian depan kaki
Testis sudah turun ke dalam skrotum; labia minora sudah tertutup oleh labia mayora

yang telah berkembang sempurna


Kulit berwarna merah muda (pada kulit putih) atau merah kebiru-biruan (pada kulit
berwarna), yang setelah 1-2 minggu berubah menjadi lebih pucat atau coklat kehitamhitaman
Lemak bawah kulit cukup merata sehingga kulit tidak berkeriput

Lahir Mati (still birth) adalah kematian hasil


konsepsi sebelum keluar atau dikeluarkan dari
ibunya, tanpa mempersoalkan usia kehamilan
Tanda maserasi
proses pembusukan intrauterin yang berlangsung dari luar ke dalam dan baru

terlihat setelah 8-10 hari kematian inutero

Dada belum mengembang


Iga masih datar dan diafragma setinggi iga ke -4. Sukar dinilai bila mayat telah

membusuk.

Pemeriksaan makroskopik paru


Paru-paru berwarna kelabu ungu merata seperti hati, konsistensi padat, tidak

teraba derik udara dan pleura longgar (slack pleura). Berat paru kira-kira 1/70 x
berat badan.

Uji apung paru


memberikan hasil uji apung paru negatif (tenggelam)

Mikroskopik paru-paru
Tanda khas untuk paru bayi belum bernapas adalah adanya tonjolan (projection), yang

berbentuk seperti bantal (cushion-like) yang kemudian akan bertambah tinggi dengan
dasar menipis sehingga tampak seperti gada (club-like).

Adanya udara dalam saluran cerna


bila ada udara dalam duodenum atau saluran cerna menunjukkan telah hidup 6-12 jam

Lahir Hidup (live birth) adalah keluar atau dikeluarkannya


hasil konsepsi yang lengkap, yang setelah pemisahan,
bernapas atau menunjukkan tanda kehidupan lain, tanpa
mempersoalkan usia gestasi, sudah atau belumnya tali
pusat dipotong dan uri dilahirkan.
Dada sudah mengembang dan diafragma sudah turun
sampai sela iga 4-5
Pemeriksaan makroskopik paru

Uji apung paru memberikan hasil positif


Pemeriksaan mikroskopik paru

Paru berwarna merah muda tidak merata dengan pleura yang tegang (taut pleura), dan
menunjukkan gambaran mozaik karena alveoli sudah terisi udara.

alveoli paru yang mengembang sempurna dengan atau tanpa emfisema obstruktif, serta tidak
terlihat adanya projection.

Adanya udara dalam saluran cerna

1. Tanda-tanda melahirkan
Pembukaan pervaginam
Perubahan vulva
2. Menilai sudah berapa lama kelahirannya
Tinggi fundus uteri : baru lahir sebatas
umbilicus, 7hari setelah lahir pertengahan
umbilicus dan symphisis, 14 hari setelah lahir
tidak teraba, 6 minggu setelah lahir kembali
normal.

1.
2.

Payudara
Rahim
Setelah bayi lahir
Akhir hari ke-1
Hari ke-2
Hari ke-5
Hari ke-7
Hari ke-12

3.

: setinggi pusat
: 2 jari dibawah pusat
: 2-3 jari di bawah pusat
: setinggi pertengahan jarak pusat- tulang kemaluan.
: 2-3 jari di atas tulang kemaluan
: tidak teraba lagi di atas tulang kemaluan

Getah nifas (Lochia)

cairan berwarna merah (lochia rubra)


Pada hari ke-3 terdapat getah yang bercampur dengan lendir (lochia
sanguinolenta).
Setelah hari ke-7, getah cairan berwarna kuning dan tanpa cairan darah
(lochia serosa); dan setelah 2 minggu, getah cairan berwarna putih (lochia
alba).

4.

Luka-Luka

Mencocokkan waktu partus ibu


dengan waktu lahir anak.
Memeriksa golongan darah ibu
dan anak
Tes DNA

Kematian wajar

Anomaly
congenital
Sindrom
ganguan
pernapasan
idiopatik
Infeksi

Pembunuhan
Pembekapan
Penyumbatan
Pencekikan
Penjeratan
Penekanan dada
Penenggelaman
Kekerasan tumpul pada kepala
Kekerasan tajam
Tali pusat diputuskan dan tidak
diikat
Pembunuhan anak sendiri secara
pasif (tanpa melakukan tindakan
kekerasan)

Kata Pro justitia


Bagian Pendahuluan
Bagian Pemberitaan
Bagian Kesimpulan
Bagian Penutup

Pada kasus pembunuhan, harus diingat bahwa ibu berada dalam


keadaan panik sehingga ia akan melakukan tindakan kekerasan yang
berlebihan walupun sebenarnya bayi tersebut berada dalam keadaan
tidak berdaya dan lemah sekali.
Cara yang tersering dilakukan adalah yang menimbulkan asfiksia dengan
jalan pembekapan, penyumbatan jalan nafas, penjeratan, pencekikan,
dan penenggelaman.
Kadang-kadang bayi dimasukan ke dalam lemari, kopor, dan sebagainya.
Untuk memenuhi kriteria pembunuhan anak sendiri, dengan sendirinya
bayi atau anak tersebut harus dilahirkan hidup setelah seluruh tubuhnya
keluar dari tubuh ibu (separate existence).
Bila bayi lahir mati kemudian dilakukan tindakan membunuh, maka hal
ini bukanlah pembunuhan anak sendiri ataupun pembunuhan. Juga
tidak dipersoalkan apakah bayi yang dilahirkan merupakan bayi yang
cukup bulan atau belum cukup bulan, maupun viable atau nonviable.