Anda di halaman 1dari 63

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM MATA


PELAJARAN IPS TENTANG KENAMPAKAN ALAM DENGAN
MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF

Oleh:
ANAM ADI PUTRA SPd.
NIP.

SDN RANDUSARI
KECAMATAN GADINGREJO
KOTA PASURUAN
JAWA TIMUR
2007
LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah ini Disajikan :


Untuk meningkatkan profesionalisme guru

Dengan Judul :

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM MATA


PELAJARAN IPS TENTANG KENAMPAKAN ALAM DENGAN
MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF

PENULISAN KTI/PTK DISAHKAN PADA TANGGAL: ..................................

Pengawas TK/SD

Kepala SDN Randusari

Gugus 04

Kec.Gadingrejo Kota Pasuruan

Hj. SUDARMI,S.Pd.
NIP. 130 419 602

MISSAYU,S.Pd.
................. NIP.130496898

LEMBAR PUBLIKASI

DISERAHKAN UNTUK DIPUBLIKASIKAN DI PERPUSTAKAAN BINA ILMU


SEKOLAH DASAR NEGERI RANDUSARI KECAMATAN GADINGREJO KOTA
PASURUAN

NOMOR REGISTER

: ................................................

TANGGAL

: ................................................

Pasuruan,

Oktober 2007

Pengelola Perpustakaan

DIAN SRI LESTARIARNI


NIP. -

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah Kehadirat Allah SWT, karena


hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan
penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Meningkatkan Prestasi
Belajar Siswa Kelas IV dalam Mata Pelajaran IPS tentang Kenampakan Alam
dengan Menggunakan Model Pembelajaran Interaktif

Laporan Hasil PTK ini disusun dalam rangka upaya penulis untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di UPT SDN Randusari khususnya siswa kelas IVB
yang merupakan anak didik dari penulis.
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak-pihak yang telah membantu
baik berupa dukungan, motivasi maupun materi, hingga terselesaikannya penulisan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan Laporan Hasil Penelitian
Tindakan Kelas ini tidak terlepas dari berbagai kekurangan, maka dengan segala
kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, untuk modal
penulis dimasa mendatang. Akhirnya penulis berharap semoga apa yang telah penulis
sajikan dalam Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat diambil
manfaatnya demi pengembangan ilmu pengetahuan.

Pasuruan, Oktober 2007

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .........................................................................................

LEMBAR PENGESAHAN................................................................................

ii

LEMBAR PUBLIKASI.....................................................................................

iii

KATA PENGANTAR .......................................................................................

iv

DAFTAR ISI ......................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah .............................................................

B.

Rumusan Masalah ......................................................................

C.

Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran ................................

D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran................................

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.

Model Pembelajaran Interaktif....................................................

B.

Prestasi Belajar Siswa.................................................................. 11

C.

Penerapan Model Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa


..................................................................................................... 12

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.

Subyek Penelitian ...................................................................... 14

B.

Deskripsi per Siklus ................................................................... 14

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A.

Deskripsi per Siklus ................................................................... 21

B.

Pembahasan Setiap Siklus ........................................................... 27

BAB V

KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT

A.

Kesimpulan ................................................................................ 31

B.

Saran Tindak Lanjut .................................................................. 31

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 33
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................. 34

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah


Dalam proses belajar mengajar guru menjadi pemeran utama dalam menciptakan
situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan
siswa dan denga sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.
Untuk terwujudnya proses belajar mengajar seperti itu sudah tentu menuntut upaya guru
untuk mengaktualisasikan

kompetensinya

secara professional, utamanya

aspek

metodologis.
IPS sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali siswa untuk
mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral, banyak memuat materi
social bersifat hapalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas
produk hapalan. Sifat pelajaran IPS tersebut membawa konsekuensi terhadap proses
belajar mengajar yang didominasi oleh pendekatan ekspositoris, terutama guru
menggunakan metode ceramah sedangkan siswa kurang terlibat atau cenderung pasif.
Dalam metode ceramah terjadi dialog imperaktif. Padahal, dalam proses belajar mengajar
keterlibatan siswa harus secara totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan,
pendengaran, dan psikomoto (keterampilan, salah satunya sambil menulis). Jadi, dalam
proses belajar mengajar, seorang guru harus mengajak siswa untuk mendengarkan,
menyajikan media yang dapat dilihat, memberi kesempatan untuk menulis dan
mengajukan pertanyaan atau tanggpan sehinga terjadi dialog kreatif yang menunjukkan

proses belajar mengajar yang interaktif. Situasi belajar seperti ini dapat tercipta melalui
penggunaan pendekatan partisipatoris.
Proses belajar mengajar mempunyai makna dan pengertian yang lebih luas dari
pada pengertian mengajar, karena didalamnya tersirat satu kesatuan kegiatan yang tidak
terpisahkan antara siswa yang belajar dna guru yang mengajar, yang terjalin dalam
bentuk interaksi edukatif. Peran guru dalam pembelajarn IPS mempunyai hubungan erat
dengan cara mengaktifkan siswa dalam belajar, terutama dalam proses pengembangan
keterampilannya. Pengembangan keterampilan yang harus dimiliki siswa adalah
keterampilan berfikir, keterampilan social dan keterampilan praktis. Keterampilan
berfikir dikembangkan untuk melatih siswa berfikir logis dan sistematis melalui proses
belajar mengajar dengan model pengembangan berfikir kritis, keterampilan social dan
praktis melalui model dialog kreatif.Ketiga keterampilan tersebut dapat dikembangkan
dalam situasi belajar mengajar yang interaktif antara guru dengan siswa dan siswa dengan
siswa.
Permasalahan yang muncul di sekolah saat melaksanakan pembelajaran siswa
dalam bidang IPS adalah kurangnya motivasi dari diri siswa dalam mengikuti proses
belajar mengajar. Mereka kurang serius dalam memfokuskan diri mengikuti materi
pembelajaran IPS.Hal ini muncul karena dalam pelaksanaan belajar mengajar guru lebih
sering menggunakan buku sebagai sumber belajar, dimana guru hanya menggunakan
metode ceramah saja dalam menjelaskan materi pembelajaran IPS.Tidak adanya media
peraga atau contoh gambar yang merupakan sarana pengetahuan nyata bagi siswa.
Berdasarkan hasil observasi dan informasi yang diberikan oleh guru di SDN
Randusari, khususnya kelas IV terdapat permasalahan yang dihadapi oleh siswa yaitu
kurangnya motivasi dari diri siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar mata
pelajaran IPS, pernyataan tersebut didasarkan pula pada hasil nilai ulangan harian siswa

pada mata pelajaran IPS yang cukup rendah dan daya serap siswa secara klasikal masih
dibawah standar minimum yaitu 75%. Secara rinci dari 27 siswa kelas IV di SDN
Randusari yang mendapat nilai 80 adalah 3 siswa (11%), yang mendapat nilai 70
sebanyak 10 siswa (35%), yang mendapat nilai 60 sebanyak 10 siswa (38%), yang
mendapat nilai 50 sebanyak 4 siswa (14%). Fakta ini menunjukkan bahwa siswa SDN
Randusari belum mencapai ketuntasan belajar pada mata pelajaran IPS.
Setelah kegiatan pembelajaran selesai peneliti mengadakan diskusi teman sejawat,
hasil diskusi dengan teman sejawat ditemukan beberapa masalah yang terjadi dalam
1.
2.
3.
4.
5.

proses belajar mengajar, yaitu:


Kurangnya interaksi antara guru dan siswa.
Penguasaan guru tentang metode pengajaran masih berada dibawah standar.
Siswa cenderung pasif dan kurangnya motivasi siswa.
Metode yang digunakan dalam mengajar hanya ceramah.
Siswa cenderung menghafal bukan memahami materi pelajaran.
Terkait dengan yang melatar belakangi pembahasan di atas, maka penulis memilih
judul Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Randusari dalam mata
pelajaran IPS tentang Kenampakan Alam dengan menggunakan model Pembelajaran

B.

Interaktif.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
Bagaimanakah penggunaan mode pembelajaran interaktif

pada materi tentang

kenampakan alam untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Randusari?
C.

Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Tindakan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dengan berlandaskan kaidah
PTK ini bertujuan sebagai berikut:
Dengan penggunaan model pembelajaran interaktif dalam materi tentang kenampakan
alam dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Randusari.

D.
1.

Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Bagi guru sebagai peneliti

Hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi guru untuk memperoleh pengalaman
penelitian tindakan kelas di kelas IV SDN Randusari khususnya dalam rangka
meninkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPS.
2.
Bagi Siswa
Tindakan yang diberikan dalam dua siklus dapat bermanfaat bagi siswa untuk
memberikan latihan/pengalaman untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan
3.

prestasi belajar siswa.


Bagi Guru lain
Hasil PTK dapat bermanfaat bagi guru lain yang memiliki masalah yang
sama/serupa sebagai input atau msukan untuk melakukan pemecahan masalah kelas di
sekolah lain dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPS

dengan menggunakan model pembelajaran interaktif.


4.
Bagi Kepala Sekolah
Hasil PTK ini dapat digunakan sebagai masukan atau informasi untuk
meningkatkan kualitas proses atau hasil pembelajaran dikelas dengan menghimbau
kepada guru untuk melakukan PTK.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.

Model Pembelajaran Interaktif


Model pembelajaran interaktif sering dikenal dengan nama pendekatan
pertanyaan anak. Model ini dirancang agar siswa akan bertanya dan kemudian
menemukan jawaban pertanyaan mereka sendiri (Faire & Cosgrove dalam Harlen, 1992).
Meskipun anak-anak mengajukan pertanyaan dalam berbagai kegiatan bebas, pertanyaanpertanyaan tersebut akan terlalu melebar dan sering kali kabur sehingga kurang terfokus.

Guru perlu mengambil langkah khusus untuk mengumpulkan, memilah dan mengubah
pertanyaan-pertanyaan tersebut ke dalam kegiatan khusus. Pembelajaran interaktif
merinci langkah-langkah ini dan menampilkan suatu struktur untuk satu pelajaran IPS
yang melibatkan pengumpulan dan pertimbangan terhadap pertanyaan-pertanyaan siswa
sebagai pusatnya (Harlen, 1992:48-50).
Pengembangan model pembelajaran interaktif dalam IPA dapat dilakukan oleh
guru pada semua pkok bahasan, dengan syarat harus memperhatikan Sembilan hal, yaitu:
a.
Faktor Minat dan Perhatian
Kondisi belajar mengajar yang interaktif adalah adanya minat dan perhatian siswa
dalam belajar, yang merupakan factor utama penentu derajat keaktifan siswa. Menurut
Mursell terdapat 22 macam minat yang berguna bagi guru dalam memberikan pelajaran
kepada siswa, diantaranya anak memiliki minat terahadap belajar dan guru berusaha
membangkitkab minat siswa tersebut denga cara memilih dan menentukan bahan
pengajaran sebagai key concept untuk mencapatkan perhatian siswa secara penuh. Upaya
b.

memusatkan perhatian siswa dapat dilakukan dengan cara mengajukan masalah.


Faktor Motivasi
Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan
guna mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diiri seseorang yang mendorong
tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Sedangkan motifa
adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu.Motivasi
belajar dapat timbul dari dalam diri siswa (motivasi intrinsic) dan pengaruh dari luar
dirinya (motivas ekstrinsik).Dalam konteks ini guru berperan sebagai motivator untuk
menumbuhkan kedua motivasi tersebut agar siswa dengan adanya potensi rasa ingin tahu
(sense of curiosity), rasa ingin maju dan lain-lain.Sedangkan motivasi ekstrinsik dapat
timbul dari upaya guru melalui penerapan ganjaran dan penghargaan atau reward serta

hukuman atau punishment (model S-R), yang diorientasikan pada upaya memotivasi
siswa untuk belajar.
c.
Faktor Latar atau Konteks
Belajar berdasarkan realita akanmenarik, belajar dimulai dari yang sederhana
dapat memotivasi siswa dan belajar berdasarkan pengalaman dapat mengikutsertakan
siswa di dalamnya. Dalam proses belajar mengajar, guru perlu mencari tahu pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang telah dimiliki oleh siswa sehingga tidak terjadi pengulangan
materi atau contoh karena akan menimbulkan kebosanan bagi siswa. Guru dituntut untuk
d.

mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, dan sikap yang dimiliki siswa tersebut.
Faktor Perbedaan Individu
Pada hakikatnya siswa adalah individu yang unik yang memiliki karakteristik
berbeda-beda, baik kecerdasan, minat, bakat, sifat, kegemaran dan latar belakang, yang
dapat mempengaruhi proses belajar mengajar. Mursell, mengemukakan perbedaan siswa
secara vertikald am secara kualitatif. Perbedaan vertical, yaitu berkenan dengan
intelegensi umum dari siswa dan perbedaan kualitatif berkenaan dengan bakan dan
minatnya.Mengingat adanya perbedaan tersebut, guru hendaknya menyadari dan
memaklumi apabila ada siswa yang berhasil dengan baik, atau bahkan sebaliknya
mengalami kesukaran memahami pelajaran. Dalam hal ini, guru harus tetap
memperhatikan persamaan dan perbedaan siswa dengan cara mengoptimalkan
pengembangan kemampuan mereka masing-masing. Salah satu cara yang dapat ditempuh
adalah bantuan khusus atau menjadikan siswa salingn membelajarkan, artinya siswa yang
pandai membantu siswa yan belum memahami sehingga denga adanya perbedaan

tersebut, guru tidak harus mengajar siswa secara individual.


e.
Factor Sosialisasi
Sosialisasi atau proses hubunga social, pada masa anak-anak sedang tumbuh dan
ditandai dengan keinginannya untuk selalu berusaha menjalin hubungan dengan teman-

temannya. Tetapi ada suatu hal yang perlu mendapat perhatian guru ketika berlangsung
proses belajar mengajar, yaitu mereka akan merefleksikan keinginan dengan cara
mengobrol dengan temannya sehingga akan menimbulkan kegaduhan di dalam kelas dan
f.

kegiatan belajar menjadi tidak efektif.


Faktor Belajar sambil Bermain
Bermain merupakan kebituhan bagi setiap anak yang sehat, karena bermain
merupakan keaktifan yang menimbulkan kegembiraan dan menyenangkan. Proses belajar
mengajar yang dilakukan dalam suasana bermain akan mendorong siswa aktif belajar dan

g.

pengetahuan, keterampilan, sikap dan daya fantasi anak akan berkembang.


Faktor Belajar sambil Bekerja
Pentingnya aktivitas belajar siswa dalam proses belajar mengajar diungkapkan
John Dewey melalui metode proyeknya dengan konsep learning by doing. Aktivitas yang
dimaksudkan adalah aktivitas jasmaniah dan aktivitas mental, yang digolongkan ke

dalam lima kelompok yaitu:


1.
Aktivitas Visual (Visual activities), seperti membaca, menulis, melakukan eksperimen
2.

dan diskusi.
Aktivitas Lisan (Oral Activities), seperti bercerita, membaca sajak, Tanya jawab dan

3.

diskuri.
Aktivitas Mendengarkan (Listening Activities), seperti mendengarkan penjelasan guru,

mendengarkan ceramah dan pengarahan.


4.
Aktivitas Gerak (Motor Activities), seperti simulasi, bermain peran, membuat peta atau
5.
h.

tabel dan grafik.


Aktivitas Menulis (Writing Activities), seperti mengarang, membuat ringkasan, dan
membuat makalah.
Faktor Inkuiri
Pada dasarnya siswa memiliki potensi berupa dorongan untuk mencari dan
menemukan sendiri (sense of inquiry), baik fakta maupun data atau informasi yang
kemudian akan dikembangkannya dalam bentu cerita atau menyampaikannya kepada
siswa lain, setelah mellaui proses pemahaman. Dengan demikian berilah kepada siswa

untuk menemukan sendiri informasi yang ada kaitannya dengan materi pelajaran.Dalam
konteks ini tugas guru adalah menyampaikan informasi mendasar dan memancing siswa
untuk mencari informasi selanjutnya.
i.
Faktor Memecahkan Masalah
Setiap anak menyukai tantangan (sense of chalanger), demikian pula halnya
dengan siswa dalam belajar. Belajar yang memiliki tantangan yang sesuai dengan tingkat
kemampuan siswa akan mendorong mereka untuk belajar. Sebaliknya tantangan yang
memberatkan akan mematahkan semangat dan membuat siswa tida betah belajar. Dalam
proses belajar mengajar, tantangan tersebut dapat diciptakan oleh guru dengan
mengajukan situasi bermasalah agar siswa peka terhadap masalah, misalnya masalah
tentang kemacetan lalu lintas atau polusi. Karena kepekaan terhadap masalah akan
mendorong siswa untuk melihat masalah dan merumuskannya, memilih serta berdaya
upaya untuk menentukan cara pemecahannya sesuai dengan tingkat kemampuannya.
Guru dalam proses belajar mengajar yang interaktif dapat mengembangkan teknik
bertanya efektif atau melakukan dialog kreatif dengan mengajukan pertanyaan kepada
siswa. Sifat pertanyaan dapat mengungkapkan sesuatu atau memiliki sifat inkuiri
sehingga melalui pertanyaan yang diajukan, siswa dikembangkan kemampuannya ke arah
berfikir kreatif dalam menghadapi sesuatu. Beberapa komponen yang harus dikuasai oleh
1.
2.
3.
4.
5.
6.

guru dalam menyampaikan pertanyaan yaitu:


Pertanyaan harus mudah dimengerti oleh siswa.
Memberikan acuan
Memusatkan perhatian siswa
Pemindahan giliran dan penyebaran
Pemberian waktu berfikir kepada siswa
Permberaian tuntutan.
Sedangkan jenis pertanyaan untuk pengembangan model dialog kreatif ada enam
jenis yaitu:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pertanyaan mengingat
Pertanyaan mendeskripsikan
Pertanyaan menjelaskan
Pertanyaan sintesis
Pertanyaan menilai
Pertanyaan terbuka
Untuk meningkatkan interaksi dalam proses belajar mengajar, guru hendaknya
mengajukan pertanyaan dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan
jawabannya dan menjadi dinding pemantul atas jawaban siswa.

B.

Prestasi Belajar Siswa


Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau
dalam bentuk skor, setelah siswa mengikuti pelajaran. Sedangkan, Sudjana (1990)
mendefinisikan hasil belajar sebagai kemampuan yang dimiliki siswa, yang ditunjukkan
melalui perubahan tingkah laku (behavioral change), setalah ia mengalami pengalaman
belajar. Wujud perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar itu, misalnya: dari tidak tahu
menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, atau dari tidak memahami menjadi
memahami.
Pembelajaran yang berhasil ditunjukkan oleh tercapainya hasil belajar yang
optimal.Wujud pencapaian hasil belajar siswa lazimnya dinyatakan dengan nilai prestasi
belajar, salah satunya adalah nilai ulangan harian. Sesuai dengan nama atau istilahnya,
nilai ini diperoleh siswa setelah pelaksanaan suatu ulangan harian.

C.

Penerapan Model Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Prestasi Belajar


Siswa
Sebelum mengajar atau pembelajaran dilaksanakan, seorang guru harus membuat
rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menentukan konsep materi yang akan
dipelajari siswa, mencari dan merumuskan masalah yang sesuai dengan konsep tersebut,
serta merencanakan strategi pembelajaran yang cocok.

Mengacu dari metode yang digunakan, maka selama proses kegiatan belajar
mengajar siswa dapat memusatkan perhatiannya pada pokok bahasan yang akan
dijelaskan, siswa memperoleh pengalaman yang dapat membentuk ingatan yang kuat,
siswa terhindar dari kesalahan dalam mengambil suatu kesimpulan, pertanyaanpertanyaan yang timbul dapat dijawab sendiri oleh siswa pada saat dilaksanakannya
evaluasi, apabila terjadi keraguan siswa dapat menanyakan secara langsung kepada guru,
kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki karena langsung terjadi
interaksi antasa guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
Menurut Usman (dalam Harlen : hal 34), Model Pembelajaran Interaktif ini
dirancang agar siswa akan bertanya dan kemudian menemukan jawaban pertanyaan
mereka sendiri. Meskipun anak-anak mengajukan pertanyaan dalam berbagai kegiatan
bebas, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terlalu melebar dan sering kali kabur
sehingga kurang terfokus. Guru perlu mengambil langkah khusus untuk mengumpulkan,
memilah dan mengubah pertanyaan-pertanyaan tersebut ke dalam kegiatan khusus.
Pembelajaran interaktif merinci langkah-langkah ini dan menampilkan suatu struktur
untuk suatu pelajaran IPS yang melibatkan pengumpulan dan pertimbangan terhadap
pertanyaan-pertanyaan siswa sebagai pusatnya.
Berdasarkan uraian di atas maka penggunaan model pembelajaran interaktif
diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada pokok
Kenampakan Alam.

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A.
1.

2.

Subjek Penelitian
Tempat Penelitian
Tempat yang digunakan untuk melaksanakan penelitian ini adalah SD Negeri
Randusari Kecamatan gadingrejo Kota Pasuruan.
Waktu Penelitian
Waktu yang digunakan peneliti dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas ini
selama 2 siklus, yaitu pada tanggal 15 Oktober 2007 (Siklus 1) dan 22 Oktober 2007

(Siklus 2).
3.
Mata Pelajaran
Mata pelajaran yang diteliti adalah Ilmu Pengetahuan Sosial dengan materi
Kenampakan Alam bagi Kelas IV Semester I SD Negeri Randusari Tahun Pelajaran
4.

2007/2008.
Subjek Penelitian
Subjek Penelitiannya adalah siswa SD Negeri Randusari kelas IVB yang

5.

berjumlah 23 siswa, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan.


Karakteristik Siswa
Karakteristik siswa kelas IVB SD Negeri Randusari Tahun Pelajaran 2007/2008
ini sangat heterogen, di kelas IV ini tingkat kecerdasan siswa tidak merata.

B.

Deskripsi Per Siklus

1.
a.

Siklus I
Rencana
Rencana perbaikan pembelajaran yang peneliti susun antara lain meliputi:
Mengadakan Tanya jawab dan diskusi tentang kenampakan alam.
Siswa berdiskusi dan melakukan Tanya jawab tentang kenampakan alam.
b.
Pelaksanaan
Adapun pelaksanaan dari rencana pembelajaran antara lain sebagai berikut:
Guru menjelaskan materi dengan melakukan Tanya jawab dengan siswa.
Membimbing siswa dalam mengerjakan LKS.
Membahas LKS untuk mengukur kemampuan siswa dalam menerima penjelasan
guru.
c.
Pengamatan / Pengumpulan Data / Instrumen
Dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran ini kami dibantu oleh rekan sejawat
yang bertindak sebagai pengamat yaitu Ibu Ruchayati. Dengan demikian akan diperoleh
sampel data yang memang sangat kami butuhkan dalam mengadakan perbaikan
pembelajaran ini. Agar pengamatan ini dapat berjalan dengan baik maka kami memulai
dari kesepakatan antara pengamat dengan peneliti, hal ini bertujuan agar pengamatan
yang dilakukan lebih terarah pada masalah yang akan diamati.
Beberapa aspek yang diamati antara lain:
Menjelaskan konsep kenampakan alam.
Memimpin diskusi kelompok.
Membimbing siswa berdiskusi
Menarik kesimpulan.
d.
Refleksi
Kegiatan pada siklus 1 ini merupakan refleksi yang akan kami gunakan dalam
melihat kekurangan dan kelebihan yang mungkin timbul pada perbaikan pembelajaran,
sehingga dapat kami temukan beberapa kekuatan dan kelemahan pada diri peneliti.
-

Antara lain:
Kekuatan
Dengan mengadakan perbaikan pembelajaran ini peneliti bisa lebih rinci dalam melihat
permasalahan yang sering timbul pada pembelajaran pada umumnya, maka peneliti

jugabisa segera membuat rencana perbaikan yang bisa meminimalkan masalah yang ada.
Kelemahan

Pada saat ini ternyata penelitian yang dilakukan oleh peneliti jarang tidak bisa diakui
keabsahannya, karena penelitian ini dilakukan dalam skala yang sempit (hanya pada
kelompok-kelompok tertentu).
2.
Siklus 2
a.
Rencana
Pada pelakasanaan pembelajaran siklus 1, ternyata hasil evaluasi belajar siswa
menunjukkan bahwa pemahaman tentang kenampakan alam masih kurang untuk itu
peneliti membuat rencana perbaikan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan perbaikan
pembelajaran yang telah ditetapkan.
Berdasarkan factor-faktor penyebab kurang berhasilnya pembelajaran IPS yang
telah dilaksanakan maka peneliti merancang rencana secara umum dalam melaksanakan
-

perbaikan pembelajaran materi diantaranya sebagai berikut:


Mengadakan dialog dengan siswa yang membahas tentang kenampakan alam yang

ada disekitar.
Memberikan tugas kelompok yang berupa lembar kerja kelompok, sehingga peneliti

dapat mengukur kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran.


Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi yaitu metode ceramah, metode

Tanya jawab, presentasi dan pemberian tugas secara kelompok.


Adapun tahapan-tahapan perencanaan perbaikan pembelajaran sebagai berikut:
Membuat rencana perbaikan pembelajaran secara tertulis yang berisi langkah-langkah
pelaksanaan pembelajaran yang sekiranya siswa dapat dengan mudah mengikuti

pembelajaran.
Menyiapkan lembar observasi yang merupakan hasil kesepakatan antara peneliti dan

teman sejawat yang bertindak sebagai selaku pengamat.


Membuat lembar kerja kelompok untuk mengetahui tingkat keberhasilan

b.

pembelajaran siswa.
Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan pembelajaran harus memperhatikan beberapa hal terutama
tujuan yang hendak dicapai. Sedangkan langkah-langkah perbaikan pembelajaran yang
akan dilaksanakan yaitu:

c.

Mengisi LKS yang sudah disediakan.


Mendeskripsikan kenampakan alam dengan kalimat runtut
Mengadakan Tanya jawab mengenai hal-hal yang berhubungan dengan materi.
Siswa mengerjakan soal postes.
Secara bersama-sama siswa membuat kesimpulan hasil belajar.
Pengamatan / Pengumpulan Data / Instrumen
Dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran ini kami dibantu oleh rekan sejawat
yang bertindak sebagai pengamat yaitu Ibu Ruchayati. Dengan demikian akan diperoleh
data-data yang memang sangat kami butuhkan dalam mengadakan perbaikan
pembelajaran ini. Agar pengamatan ini dapat berjalan dengan baik maka kami memulai
dari kesepakatan antara pengamat dengan peneliti, hal ini bertujuan agar pengamatan

yang dilakukan lebih terarah pada masalah yang akan diamati.


Beberapa aspek yang diamati antara lain, sebagai berikut:
Menjelaskan konsep kenampakan alam.
Memimpin diskusi kelompok.
Membimbing siswa berdiskusi
Menarik kesimpulan.
d.
Refleksi
Kegiatan siklus 2 selanjutnya adalah refleksi yang berguna untuk menemukan
beberapa hal yang telah dilakukan sehingga peneliti dapat diketahui beberapa hal yang
-

menjadi kekuatan dan kelemahan diri yaitu :


Kekuatan
Berbagai hal yang menjadi kekuatan atau manfaat antara lain peneliti dapat secara
langsung memperbaiki praktik-praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan agar
menjadi lebih baik dan efektif karena dapat melihat/merasakan/menghayati dan bisa
menawarkan cara baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru
dalam kegiatan pembelajaran. Dengan cara melihat berbagai indicator keberhasilan

proses dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa.


Kelemahan
Validasi PTK ini masih sering dipertanyakan karena metodologi yang agak longgar yang
bersifat informal meskipun dijaga keobjektifannya masih menimbulkan keraguan.Hasil
penelitian yang dilakukan tidak dpaat digeneralisaskikan karena memang hasil tersebut

hanya terkait dengan siswa didalam kelas yang telah disesuaikan dengan situasi dan
kondisi yang ada.
3.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Prosedur Pelaksanaan
Langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPS :
Sebagai kegiatan awal guru mengadakan Tanya jawab dengan siswa.
Menyajikan materi melalui metode: ceramah dan diskusi dengan siswa.
Melakukan pengamatan diluar kelas.
Menganalisa LKS.
Menarik Kesimpulan.
Memberi tugas dan pekerjaan rumah.
Sesuai masalah yang dihadapi yaitu banyaknya siswa yang kurang memahami
materi, yang menjadi perhatian khusus dalam perbaikan pembelajaran IPS kelas IV

4.

adalah mengupayakan agar siswa dapat termotivasi minat belajarnya.


Analisa Data
Analisis data hasil observasi selama proses pembelajaran berlangsung berupa
deskriptif kualitatif. Dalam pelakasanaan observasi peneliti dibantu oleh observer untuk
mengisi daftar ceklist lembar observasi yang telah disiapkan.Adapun aspek yang
diobservasi meliputi keaktifan siswa dalam memperhatikan dan mendengarkan
penjelasan guru, bertanya, menajwab dan mengemukakan pendapat, serta kegiatan dalam
pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi.
Ketuntasan hasil belajar siswa dapat dilihat dari perolehan skor siswa setelah
mengikuti pembelajaran IPA dengan menggunakan netode demonstrasi. Untuk
menghitung jumlah skor digunakan pedoman sebagai berikut:
P = x 100%
Keterangan:
P = Prosentase ketuntasan belajar
n = Jumlah siswa yang tuntas belajarnya
N = Jumlah seluruh Siswa

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini akan dipaparkan hasil penelitian dan pembahasan IPS tentang
materi Kenampakan Alam melalui model Pembelajaran Interaktif pada siswa kelas IV SD
Negeri Randusari Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.
Hasil penelitian meliputi tes formatif siswa pada siklus 1 dan siklus 2, serta hasil
penilaian proses yang dilakukan selama berlangsungnya proses belajar mengajar.
A.
1.1
a.

Deskripsi per Siklus


Pembelajaran sebelum dilaksanakan perbaikan
Tahap Perencanaan
Peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana
pelaksanaan pembelajaran, lembar pengamatan, soal-soal formatif, dan alat pembelajaran

b.

yang mendukung.
Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Tahap kegiatan dan pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan pada Senin, 8
Oktober 2007, di kelas IV (empat) SDN Randusari Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan
dengan

jumlah

murid

23

orang

anak.

Peneliti

bertindak

sebagai

guru,

observasi/pengamatan dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Proses


kegiatan belajar mengajar berpedoman pada RPP yang telah dibuat.

Tes formatif diberikan pada akhir proses pembelajaran, dan tes ini bertujuan untuk
mengetahui tingkat pemahaman dan keberhasilan siswa untuk memahami materi yang
telah diajarkan. Data yang diperoleh setelah proses pembelajaran adalah:
Tabel I
Rekapitulasi Nilai Siswa Sebelum Perbaikan Pembelajaran IPS Kelas IV

NO

NAMA SISWA

NILAI

Sawali

40

Adi Putra Kustianto

50

Slamet Agus Lesmana

70

Maulidiana

70

Nia Maulidia

60

Ahmad Syaikhu

70

Andra Eko Prasetyo

80

Beny Kelvianto

90

Heru Kurniawan Slamet

60

10

Hartanto

70

11

Lisa Aulia Hardiyanti

60

12

Lilil Malikha

80

13

M. Nafik

70

14

Mukhamad Andika

60

15

M. Zainul Arifin S.M.

60

16

Nur Wahyudi

70

17

Rosa Ediyana

60

18

Rofiatul Ilmi

80

19

Sutarno

50

20

Trisyah Mei Sarah

70

21

Unzi Musta'in

60

22

Muhammad Choirul Iskak

70

23

Annisa Akhsanu Amala

80

JUMLAH

1.530

Rata-rata

66,52

Jumlah Siswa

: 23 siswa

Jumlah Soal

: 5 butir

Jumlah nilai maksimal perorangan

: 100

Jumlah nilai maksimal klasikal

: 2.300

Ketuntasan yang diharapkan

: 75%

Jumlah siswa yang berhasil

: 13 siswa

Jumlah siswa yang belum berhasil

: 10 siswa

Prosentase ketuntasan

: 55%

Dari data di atas dapat dijelaskan bahwa siswa yang belum tuntas dalam
pembelajaran IPS berjumlah 10 siswa, hal ini disebabkan karena:

1.
2.
3.

Siswa belum menguasai materi.


Siswa belum menguasai tentang apa yang dijelaskan guru.
Siswa belum paham tentang soal yang diberikan guru.
Pada data menunjukkan bahwa secara klasikal siswa belum mencapai ketuntasan
belajar, karena siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas hanya 55%, lebih kecil dari

1.2
1.2.1

ketuntasan yang dikehendaki yaitu 75%.


Perbaikan Siklus 1
Tahap Perencanaan
Peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana
Pelaksanaan Perbaikan 1, lembar pengamatan, alat evaluasi, scenario pembelajaran

1.2.2

tentang Kenampakan Alam, dan alat Pengajaran yang mendukung.


Tahap Pelaksanaan
Tahap kegiatan dan pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada
Senin, 15 Oktober 2007, di kelas IV (empat) SDN Randusari Kecamatan Gadingrejo
Kota Pasuruan dengan jumlah murid 23 orang anak. Peneliti bertindak sebagai guru, dan
observer yang dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Proses kegiatan
belajar mengajar berpedoman pada hasil pembelajaran awal dan pada Rencana
Pelaksanaan Perbaikan yang dibuat.
Tes evaluasi diberikan pada akhir proses pembelajaran, tes bertujuan untuk
mengetahui tingkat pemahaman dan keberhasilan siswa terhadap materi yang telah
diajarkan. Data yang diperoleh setelah proses perbaikan adalah seperti di bawah ini:
Tabel 2
Rekapitulasi Nilai Siswa Pada Perbaikan Pembelajaran IPS Siklus 1 Kelas IV

NO

NAMA SISWA

NILAI

Sawali

50

Adi Putra Kustianto

50

Slamet Agus Lesmana

70

Maulidiana

70

Nia Maulidia

70

Ahmad Syaikhu

80

Andra Eko Prasetyo

80

Beny Kelvianto

90

Heru Kurniawan Slamet

70

10

Hartanto

70

11

Lisa Aulia Hardiyanti

60

12

Lilil Malikha

80

13

M. Nafik

70

14

Mukhamad Andika

60

15

M. Zainul Arifin S.M.

70

16

Nur Wahyudi

80

17

Rosa Ediyana

60

18

Rofiatul Ilmi

100

19

Sutarno

50

20

Trisyah Mei Sarah

70

21

Unzi Musta'in

60

22

Muhammad Choirul Iskak

70

23

Annisa Akhsanu Amala

80

JUMLAH

1.610

Rata-rata

70,00

Jumlah Siswa

: 23 siswa

Jumlah Soal

: 5 butir

Jumlah nilai maksimal perorangan

: 100

Jumlah nilai maksimal klasikal

: 2.300

Ketuntasan yang diharapkan

: 75%

Jumlah siswa yang berhasil

: 16 siswa

Jumlah siswa yang belum berhasil

: 7 siswa

Prosentase ketuntasan

: 70 %

Hasil data di atas dapat dijelaskan bahwa siswa masih belum mampu memahami
konsep kenampakan alam berjumlah 7 orang, hal ini menunjukkan adanya
peningkatan.Sebelum diadakan perbaikan siswa yang memperoleh nilai diatas 70 hanya
55%, setelah diadakan perbaikan pertama meningkat menjadi 70%. Meskipun ada
peningkatan namun secara klasikal siswa belum mencapai ketuntasan belajar, karena
siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas masih 70%, lebih kecil dari prosentase
ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 75%. Pada penilaian proses selama proses
pembelajaran masih didapati satu kelompok yang kurang aktif, kerja samanya juga
kurang dan waktu menampilkan peran masih kurang serius. Hal ini menunjukkan minat
siswa masih kurang.

1.3
1.3.1

Perbaikan Siklus 2
Tahap Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang
terdiri dari Rencana Pelaksanaan Perbaikan 2, lembar pengamatan, alat evaluasi, scenario

1.3.2

pembelajaran, dan alat Pengajaran yang mendukung.


Tahap Pelaksanaan Perbaikan
Tahap pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada Senin, 22 Oktober
2007, di kelas IV (empat) SDN Randusari Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan dengan
jumlah murid 23 orang anak. Peneliti bertindak sebagai guru, dan observer yang
dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Proses kegiatan belajar mengajar
berpedoman pada hasil perbaikan 1 (siklus 1) dan pada Rencana Pelaksanaan Perbaikan 2
yang telah dibuat.
Tes evaluasi diberikan pada akhir proses pembelajaran, tes bertujuan untuk
mengetahui tingkat pemahaman dan keberhasilan siswa terhadap materi yang telah
diajarkan. Data yang diperoleh setelah proses perbaikan 2 adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Rekapitulasi Nilai Siswa Pada Perbaikan Pembelajaran IPS Siklus2 Kelas IV

NO

NAMA SISWA

NILAI

Sawali

60

Adi Putra Kustianto

60

Slamet Agus Lesmana

80

Maulidiana

80

Nia Maulidia

70

Ahmad Syaikhu

80

Andra Eko Prasetyo

90

Beny Kelvianto

100

Heru Kurniawan Slamet

80

10

Hartanto

90

11

Lisa Aulia Hardiyanti

70

12

Lilil Malikha

100

13

M. Nafik

80

14

Mukhamad Andika

70

15

M. Zainul Arifin S.M.

70

16

Nur Wahyudi

80

17

Rosa Ediyana

70

18

Rofiatul Ilmi

100

19

Sutarno

60

20

Trisyah Mei Sarah

80

21

Unzi Musta'in

70

22

Muhammad Choirul Iskak

70

23

Annisa Akhsanu Amala

80

JUMLAH

1.790

Rata-rata

77,82

Jumlah Siswa

: 23 siswa

Jumlah Soal

: 5 butir

Jumlah nilai maksimal perorangan

: 100

Jumlah nilai maksimal klasikal

: 2.300

Ketuntasan yang diharapkan

: 75%

Jumlah siswa yang berhasil

: 20 siswa

Jumlah siswa yang belum berhasil

: 3 siswa

Prosentase ketuntasan

: 88%

Berdasarkan analisis hasil belajar di atas dapat dijelaskan bahwa siswa yang
belum mampu mengerjakan tes evaluasi ada 3 orang, hal ini menunjukkan adanya
peningkatan yang signifikan.Sebelum diadakan perbaikan prosentase ketuntasan belajar
hanya 55%, setelah diadakan perbaikan 1 meningkat menjadi 70%.Kemudian peneliti
melaksanakan perbaikan 2 dengan hasil yang sangat bagus.Prosentase ketuntasan
mencapai 88%, lebih besar dari prosentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar
75%. Pada penilaian proses selama pembelajaran berlangsung sangat terlihat keaktifan
siswa, menunjukkan kerjasama yang baik antara guru dan siswa.
B.
1.1

Pembahasan Setiap Siklus


Ketuntasan Hasil Belajar
Berdasarkan hasil penelitian selama proses belajar mengajar berlangsung,
menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa dan hasil belajar siswa pada
pembelajaran IPS. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan prosentase ketuntasan
dalam tes evaluasi pada perbaikan 1 dan tes evaluasi perbaikan 2.Sebelum diadakan
perbaikan ketuntasan mencapai 55% masih jauh dari prosentase ketuntasan yang

diinginkan.Tetapi setelah perbaikan 1 prosentase ketuntasan ada peningkatan menjadi


70%.Meskipun ada peningkatan baik minat maupun hasil belajar siswa pada perbaikan 1
masih perlu perbaikan lagi dikarenakan belum mencapai ketuntasan yang diinginkan.
Kemudian dilakukan perbaikan siklus 2, nilai ketuntasan belajar mengalami
kenaikan yang signifikan yaitu 88%.Dengan demikian pada siklus 2 ini ketuntasan belajar
secara klasikal telah tercapai sehingga tidak perlu lagi diadakan perbaikan.Berikut ini
1.2

grafik hasil perbandingan antara pra siklus, siklus 1 dan siklus 2.


Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran
Berdasarkan hasil penelitian, aktifitas siswa, kerja kelompok dan keseriusan siswa
dalam setiap proses pembelajaran mengalami peningkatan, yang berdampak pada
peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa menunjukkan seberapa
besar peranan guru dalam mengelola pembelajaran, serta guru berhasil menumbuhkan

1.3

minat siswa terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.


Aktifitas Guru dan Siswa dalam Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, dapat diketahui perkembangan aktifitas dalam Proses

pembelajaran sebagai berikut.


Pada pelaksanaan pembelajaran guru bertanya jawab dengan siswa, guru banyak

bercerita sehingga siswa banyak mendengarkan saja, siswa kurang aktif.


Pada pelaksanaan perbaikan siklus 1 guru lebih intensif melakukan Tanya jawab
dengan siswa, siswa aktif bertanya kepada guru. Guru mengamati siswa dengan

menggunakan lembar pengamatan selama siswa mengerjakan tugas.


Pada pelaksanaan perbaikan 2, selain melakukan Tanya jawab guru juga menambah
media dengan menggunakan gambar kenampakan alam. Siswa lebih aktif dan merasa
senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru mengamati dengan menggunakan
lembar pengamatan selama pembelajaran berlangsung.
Guru telah melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, diantaranya
membimbing, mengarahkan, memberi penguatan/motivasi dan mengamati setiap kegiatan

siswa, terutama dalam melakukan Tanya jawab dengan siswa, memotivasi siswa yang
kurang berani agar percaya diri. Di akhir pelajaran guru memberikan tes evaluasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui model
Pembelajaran interaktif sangat bermanfaat baik bagi guru maupun bagi siswa. Dengan
model Pembelajaran interaktif siswa merasa senang karena interaksi dengan guru akan
mempermudah dalam memahami materi pelajaran, dapat menghilangkan kejenuhan, rasa
bosan dalam pembelajaran. Sehingga penerapan model Pembelajaran interaktif dapat
meningkatkan minat siswa dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.

BAB V
KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT

A.

Kesimpulan
Pada pra pembelajaran jumlah siswa yang tidak tuntas dalam mengikuti
pembelajaran sangat tinggi. Setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran pada Siklus 1
nampak sekali peningkatan hasil belajar siswa yaitu sebesar 70%, 16 siswa sudah tuntas
dan 7 siswa masih belum tuntas. Pada siklus 2 mengalami peninkatan secara signifikan
sebesar 88%.
Berdasarkan uraian pembahasan dan hasil penelitian di atas mulai Siklus 1 sampai
siklus 2 mengenai penggunaan model pembelajaran interaktif, dapat penulis simpulkan

1.

bahwa:
Dengan menggunakan pembelajaran interaktif, ternyata mampu meningkatkan prestasi

belajar siswa kelas IV SD Negeri Randusari pada materi tentang kenampakan alam.
2.
Melalui pembelajaran interaktif, siswa dapat lebih aktif dalam kegiatan belajar,
terutama pada mata pelajaran IPS.

B.

Saran Tindak Lanjut


Berdasarkan kesimpulan di atas serta hasil perbaikan dan pembelajaran, agar
kegiatan belajar mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial yang membahas mengenai
Kenampakan Alam anak lebih aktif, kreatif dan memberikan hasil yang optimal bagi

siswa. Maka ada beberapa saran yang dapat disampaikan sebagai berikut:
1.
Dalam kegiatan pembelajaran IPS sebaiknya guru menggunakan model pembelajaran
interaktif, karena dengan model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan prestasi
2.

belajar siswa.
Guru hendaknya menerapkan pembelajaran interaktif, terutama pada mata pelajaran
IPS, karena dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Harlen (1992).Model Pembelajaran Interaktif. London: Kogon Page.


Nanik Budi. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV. Jakarta: Intan Pariwara.
Suciati, (2007).Belajar dan Pembelajaran 2. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sudjana.(1990). Prestasi Belajar Siswa. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukardi.(1983). Pedoman Penilaian. Jakarta: Rineka Cipta.

Usman.(1999). Penerapan Model Pembelajran Interaktif. Bandung: Pustaka Martina.


Winaputra, S Udin, (2005).Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Winaputra, S Udin, (2005).Materi dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wardani I.G.A.K, Wihardit Kuswaya, Nasution Noehi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Jakarta: Universitas Terbuka.

Lampiran 1

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1


Mata Pelajaran

Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas/Semester

IV/I

Alokasi Waktu

2 x 35 menit

Hari / Tanggal

A.

Senin, 15 Oktober 2007

STANDAR KOMPETENSI
Memahami Sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan
Kabupaten/Kota, dan Provinsi.

B.

KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan kenampakan alam lingkungan kabupaten/kota dan provinsi serta
hubungannya dengan keragaman social budaya.

C.

INDIKATOR
Siswa mampu menjelaskan gejala-gejala kenampakan alam dan akibatnya.

D.
1.
2.

TUJUAN PERBAIKAN
Menyebutkan contoh kenampakan alam dan keragaman social di sekitar tempat tinggal.
Siswa mampu menjawab pertanyaan guru dengan tepat.

E.
1.
2.
3.
4.

METODE
Ceramah
Tanya jawab
Penugasan
Model Pembelajaran Interaktif

F.
a.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 menit)

1.

Membuka kegiatan pembelajaran dengan salam dan memeriksa kesiapan dan

perlengkapan pembelajaran seperti alat tulis, buku, dll.


2.
Menginformasikan materi yang akan dipelajari yaitu kenampakan alam serta
hubungannya dengan keragaman social budaya.
3.
Menyampaikan tujuan pembelajaran.
b.
Kegiatan Inti (50 menit)
1.
Guru menjelaskan tentang hubungan kenampakan alam di Kabupaten/Kota setempat

2.
3.

2.
3.

dengan keragaman social masyarakat setempat.


Pembagian kelompok belajar.
Mendiskusikan hubungan kenampakan alam di daerah setempat dengan keragaman

4.
5.
c.
1.
2.
3.
4.

social masyarakatnya.
Siswa mencatat dan melaporkan hasil diskusi.
Mengerjakan lembar kerja.
Kegiatan Akhir (10 menit)
Membahas permasalahan yang muncul dalam KBM
Dengan bimbingan guru soswa menyimpulkan materi pembelajaran.
Tanya jawab dan latihan
Pemberian tugas PR berupa latihan soal

G.
Evaluasi
1. Awal
: Proses
: Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan.
Akhir
: Tes tulis (terlampir)
Pasuruan, Oktober 2007
Teman Sejawat

Guru

RUCHAYATI,S.Pd.

ANAM ADI PUTRA. S.Pd.

NIP. 131332725

NIP. 130581402
Mengetahui,
Kepala SDN Randusari

MISSAYU, S.Pd.
NIP. 130496898
RINGKASAN MATERI

Kenampakan Alam, Sosial dan Budaya


1.

Kenampakan Alam
Lingkungan alam adalah lingkungan yang terjadi secara alami dan tanpa campur

tangan manusia (ciptaan Tuhan).


Contoh:
a.
Gunung
Gunung merupakan permukaan bumi yang menjulang tinggi.Gunung yang tidak
tinggi

disebut

bukit.Beberapa

gunung

yang

membentuk

rangkaian

disebut

pegunungan.Gunung bermanfaat sebagai penahan angin yang mengandung uap air


sehingga terjadi hujan.Gunung juga bermanfaat meresapkan air ke dalam tanah. Air yang
b.

meresap itu akan muncul sebagai mata air di lereng-lereng gunung.


Danau
Danau merupakan permukaan bumi yang berisi genangan air dikelilingi
daratan.Genangan air danau umumnya tidak mengalir.Danau merupakan tempat hidup
ikan sehingga bermanfaat sebagai penghasil ikan.Paduan danau dengan lereng-lereng di
sekitarnya menimbulkan pemandangan yang indah.Maka danau juga bermanfaat sebagai

c.

tempat rekreasi.
Sungai
Sungai merupakan permukaan bumi yang berisi air mengalir.Sungai umumnya
mengalir dari pegunungan ke laut, atau menuju ke danau.Bagian sungai yang dekat laut
disebut hilir.Bagian sungai yang menghadap ke laut disebut muara.Aliran sungau dapat

dimanfaatkan untuk pengairan sawah (irigasi), dan pembangkit tenaga listrik.


d.
Pantai

Pantai bermanfaat sebagai tempat pelabuhan, tempat rekreasi, tempat membuat


garam, tempat membuat tambak ikan bandeng.Di pantai kadang tumbuh pohon
e.

bakau.Pohon ini harus dilestarikan karena melindungi pantai.


Dataran Tinggi dan Dataran Rendah
Dataran tinggi dan dataran rendah bermanfaat sebagai lahan pertanian. Dataran
tinggi umumnya untuk tanaman sayur-sayuran dna buah-buahan. Dataran rendah
umumnya ditanami padi dan polowijo.

2.
a.

Ciri-ciri Sosial Budaya


Kondisi Social
Menurut tempat tinggalnya masyarakat Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu:
masyarkat perkotaan dan masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan sangat
heterogen.Mata pencahariannya terutama dibidang perdagangan dan jasa.Sebaliknya,
masyarakan

pedesaan

sangat

homogeny

(sejenis).Mereka

kebanyakan

bermata

pencaharian dengan mengandalkan alam.


b.
Kondisi Budaya
Indonesia mempunyai keragaman budaya misalnya rumah tradisional (adat), tarian
daerah, lagu daerah, pakaian daerah dan sebagainya.

TES AKHIR SIKLUS 1

Nama Siswa

: ................................

No. Absen

: ................................

Hari/Tanggal

: Senin, 15 Oktober 2007

Nilai

: ...................................

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!


1.
Kenampakan alam dibedakan menjadi dua yaitu..........................................
2.
Gelombang pasang air laut yang disebabkan gempa bumi disebut................
3.
Danau terbesar di Indonesia adalah...............................................................
4.
Bagian daratan yang berbatasan langsung dengan laut disebut....................
5. Tanah di sekitar gunung setelah gunung meletus akan menjadi....................
6.
Penduduk di tepi pantai biasa bekerja sebagai..............................................
7.
Hutan gundul menyebabkan .........................................................................
8.
Para nelayan mencari ikan pada waktu..........................................................
9.
Perilaku masyarakat yang bisa menyebabkan bencana banjir diantaranya....
10. Bagian permukaan bumi yang menjulang tinggi disebut...............................

KUNCI JAWABAN
TES AKHIR SIKLUS 1

1.
Perairan dan daratan
2. Tsunami
3. Toba
4.
Pantai
5.
Subur
6.
Nelayan
7.
Banjir
8.
Malam hari
9.
Penebangan secara liar
10. Gunung

Lampiran 2

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 2


Mata Pelajaran

Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas/Semester

IV/I

Alokasi Waktu

2 x 35 menit

Hari / Tanggal

Senin, 22 Oktober 2007

A.

STANDAR KOMPETENSI
Memahami Sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan
Kabupaten/Kota, dan Provinsi.

B.

KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan kenampakan alam lingkungan kabupaten/kota dan provinsi serta
hubungannya dengan keragaman social budaya.

C.

INDIKATOR
Siswa mampu menjelaskan gejala-gejala kenampakan alam dan akibatnya.

D.
1.
2.

TUJUAN PERBAIKAN
Siswa menyebutkan contoh kenampakan alam dan keragaman social di sekitar tempat
tinggal.
Siswa mampu menjawab pertanyaan guru dengan tepat.

E.
1.
2.
3.
4.

METODE
Ceramah
Tanya jawab
Penugasan
Model Pembelajaran Interaktif

F.
a.
1.
2.
b.
1.
2.
3.
4.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 menit)
Melakukan tanya jawab tentang kenampakan alam misalnya:
Pernahkan kalian wisata ke pegunungan?
Apa saja yang kamu lihat?
Menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (50 menit)
Guru meminta siswa untuk mengamati gambar tentang peristiwa alam.
Guru memberikan penjelasan tentang kenampakan alam yang ada pada gambar.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan gambar misalnya:
Kenampakan alam apa yang tampak pada gambar?
Apa pekerjaan penduduk yang tinggal di lingkungan seperti itu?
Guru membagi siswa menjadi tujuh kelompok. Setiap kelompok mengerjakan sebuah

c.

tabel hubungan kenampakan alam, dengan keragaman social setempat.


Kegiatan Akhir (10 menit)

1.
2.
3.

2.
3.

Setiap kelompok membacakan hasil pekerjaannya.


Membuat kesimpulan bersama guru dan siswa.
Guru memberikan beberapa pertanyaan atau soal untuk dikerjakan di rumah.

G.
Evaluasi
1. Awal
: Proses
: Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan.
`Akhir
: Tes tulis (terlampir)
Pasuruan, Oktober 2007
Teman Sejawat

Guru

RUCHAYATI,S.Pd.

ANAM ADI PUTRA. S.Pd.

NIP. 131332725

NIP.
Mengetahui,
Kepala SDN Randusari

MISSAYU, S.Pd.
NIP. 130496898
RINGKASAN MATERI

Kenampakan Alam, Sosial dan Budaya


1.

Kenampakan Alam

Lingkungan alam adalah lingkungan yang terjadi secara alami dan tanpa campur
tangan manusia (ciptaan Tuhan).
Contoh:
a.
Gunung
Gunung merupakan permukaan bumi yang menjulang tinggi.Gunung yang tidak
tinggi

disebut

bukit.Beberapa

gunung

yang

membentuk

rangkaian

disebut

pegunungan.Gunung bermanfaat sebagai penahan angin yang mengandung uap air


sehingga terjadi hujan.Gunung juga bermanfaat meresapkan air ke dalam tanah. Air yang
b.

meresap itu akan muncul sebagai mata air di lereng-lereng gunung.


Danau
Danau merupakan permukaan bumi yang berisi genangan air dikelilingi
daratan.Genangan air danau umumnya tidak mengalir.Danau merupakan tempat hidup
ikan sehingga bermanfaat sebagai penghasil ikan.Paduan danau dengan lereng-lereng di
sekitarnya menimbulkan pemandangan yang indah.Maka danau juga bermanfaat sebagai

tempat rekreasi.
c.
Sungai
Sungai merupakan permukaan bumi yang berisi air mengalir.Sungai umumnya
mengalir dari pegunungan ke laut, atau menuju ke danau.Bagian sungai yang dekat laut
disebut hilir.Bagian sungai yang menghadap ke laut disebut muara.Aliran sungau dapat
d.

dimanfaatkan untuk pengairan sawah (irigasi), dan pembangkit tenaga listrik.


Pantai
Pantai bermanfaat sebagai tempat pelabuhan, tempat rekreasi, tempat membuat
garam, tempat membuat tambak ikan bandeng.Di pantai kadang tumbuh pohon

e.

bakau.Pohon ini harus dilestarikan karena melindungi pantai.


Dataran Tinggi dan Dataran Rendah
Dataran tinggi dan dataran rendah bermanfaat sebagai lahan pertanian. Dataran
tinggi umumnya untuk tanaman sayur-sayuran dna buah-buahan. Dataran rendah
umumnya ditanami padi dan polowijo.

2.
a.

Ciri-ciri Sosial Budaya


Kondisi Social
Menurut tempat tinggalnya masyarakat Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu:
masyarkat perkotaan dan masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan sangat
heterogen.Mata pencahariannya terutama dibidang perdagangan dan jasa.Sebaliknya,
masyarakan

pedesaan

sangat

homogeny

pencaharian dengan mengandalkan alam.

(sejenis).Mereka

kebanyakan

bermata

b.

Kondisi Budaya
Indonesia mempunyai keragaman budaya misalnya rumah tradisional (adat), tarian
daerah, lagu daerah, pakaian daerah dan sebagainya.

LEMBAR KERJA SISWA

Peristiwa Alam

Perubahan Bagi Masyarakat

Banjir atau tanah longsor

..........................................................

Angin topan

..........................................................
..........................................................

Gempa bumi

..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................

TES AKHIR SIKLUS 2

Nama Siswa

: ................................

No. Absen

: ................................

Hari/Tanggal

: Senin, 22 Oktober 2007

Nilai

: ...................................

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!


1.
2.
3.
4.

Penduduk di tepi pantai biasa bekerja sebagai..............................................


Hutan gundul menyebabkan..........................................................................
Gunung meletus menyebabkan......................................................................
Bagian daratan yang datar dengan ketinggian 0 200 meter dari permukaan laut

disebut
5.
Di daerah dataran tinggi banyak menghasilkan.............................................

KUNCI JAWABAN
LEMBAR KERJA SISWA

I. Tabel
1.
- Orang semakin sulit untuk mendapatkan air bersih
- Untuk mendapatkan air kita harus membeli
- Banyak penduduk terserang penyakit karena mereka mengkonsumsi (minum, masak,
mandi) dengan air tercemar
2.
3.

- Kehilangan tempat tinggal karena banyak rumah yang hancur.


- Mata pencaharian terganggu, terutama yang bekerja di pabrik, petani.
- rumah banyak yang rusak, bahkan ada yang kehilangan sanak saudara karena tertimbun
bangunan.
- Orang-orang kehilangan harta benda

KUNCI JAWABAN
TES AKHIR SIKLUS 2

1.
2.
3.
4.
5.

Nelayan
Tanah longsor dan banjir
Larva
Dataran rendah
Sayuran dan buah-buahan

Lampiran 3
LEMBAR OBSERVASI
KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas / Semester

: IV/I

Hari / Tanggal

: Senin, 15 Oktober 2007

Tujuan Perbaikan

: Siswa mampu menjawab pertanyaan guru dengan tepat

Kemunculan
N
O

Aspek yang diobservasi


Ada

Komentar

Tidak
Ada

Guru memberikan contoh

Baik

Bahasa yang digunakan jelas dan


sederhana

Sesuai

Melaksanakan kegiatan
pembelajaran

Baik

Penggunaan Pembelajaran
Interaktif

Di siklus 2 harus
lebih baik

Pengelolaan Waktu

Rencana Perbaikan Pembelajaran

Baik

Kegiatan Evaluasi

Baik

Memberikan kesempatan bertanya


pada siswa

Siswa berdiskusi

Guru
tidak
memberi
kesempatan
bertanya
Siswa aktif

Teman Sejawat

RUCHAYATI,S.Pd.
NIP. 19620801 198504 2 004

Lampiran 4
LEMBAR OBSERVASI
KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 2

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas / Semester

: IV/I

Hari / Tanggal

: Senin, 22 Oktober 2007

Tujuan Perbaikan

: Siswa mampu menjawab pertanyaan guru dengan tepat

Kemunculan
N
O

Aspek yang diobservasi


Ada

Tidak
Ada

Komentar

Guru memberikan contoh

Baik

Bahasa yang digunakan jelas dan


sederhana

Sesuai

Melaksanakan kegiatan
pembelajaran

Baik

Penggunaan Pembelajaran
Interaktif

Sesuai dan dapat


mengaktifkan
siswa

Pengelolaan Waktu

Efisien

Rencana Perbaikan Pembelajaran

Baik

Kegiatan Evaluasi

Baik

Memberikan kesempatan bertanya


pada siswa

Guru
memberi
kesempatan
bertanya

Siswa berdiskusi

Siswa aktif

Teman Sejawat

RUCHAYATI,S.Pd.
NIP. 19620801 198504 2 004