Anda di halaman 1dari 24

Bab 5

Sumber: www6.fheberswalde.de

Pangkat
Tak Sebenarnya

Pada bab ini, kamu akan diajak untuk memahami sifat-sifat


bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam
pemecahan masalah sederhana dengan cara mengidentifikasi sifat-
sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar, melakukan operasi
aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat dan bentuk
akar, serta memecahkan masalah sederhana yang berkaitan dengan
bilangan berpangkat dan bentuk akar.

Di Kelas VII kamu telah mempelajari sifat-sifat perkalian A. Bilangan Rasional


dan pembagian bilangan bulat berpangkat bilangan bulat Berpangkat
positif. Pada bab ini sifat-sifat tersebut akan dikembangkan Bilangan Bulat
sampai bilangan rasional berpangkat bilangan bulat dan B. Bentuk Akar dan
bentuk akar. Pangkat Pecahan
Konsep-konsep bilangan berpangkat dan bentuk akar
banyak digunakan dalam bidang ilmu dan teknologi, seperti
pada contoh berikut.
Jari-jari penampang melintang sebuah batang tumbuhan
5
dikotil pada musim dingin adalahx cm. Adapun pada
2
musim panas, ukurannya menyusut x cm. Setelah mem-
pelajari bab ini, kamu dapat menghitung penurunan luas
penampang tumbuhan dikotil tersebut pada musim panas.

111
Diagram Alur

Bilangan Berpangkat

terdiri atas

Pangkat Sebenarnya Pangkat Tak Sebenarnya

adalah adalah

Pangkat Bilangan
Bulat Positif

Pangkat Nol Pangkat Bilangan Pangkat Pecahan


sifat Bulat Negatif

definisi
definisi
1. am × an = am + n
am a0 = 1, a bilangan dapat diubah
2. = am – n 1
an rasional dan a ≠ 0 a–n = sifat
menjadi
n an
3. a
m
= am × n = an × m a bilangan rasional,
4. pan + qam = an (p + qam – n) a ≠ 0, dan n bilangan Bentuk Akar
5. pan – qam = an (p – qam – n) bulat positif
pam – qan = an(pam – n – q)

1. p 1 n
m
= pm
1
n

m 1
2. p n

= p m n
= n
pm
m

3. p
m
n 
= p
1
n
=  p
n
m

Tes Apersepsi Awal

Sebelum mempelajari materi bab ini, kerjakanlah soal-soal berikut di buku


latihanmu.
1. Tentukan nilai dari bilangan berpangkat c. 32 × 3 × 33
berikut. d. (–2)3 × (–2)2 × (–2)4
a. 72 c. (–11)2 4. Tentukan nilai dari bilangan berpangkat
b. 13 3
d. (–15)3 berikut.
2. Tentukan nilai dari akar bilangan a. (23)2
berikut. b. (32)3
a. 81 c. 3
216 5. Selesaikan soal-soal berikut.
3 a. (34)2 – (15)2
b. 625 d. 512
b. (23)2 + (23)4
3. Selesaikan soal-soal berikut.
a. 53 – 22 + (–3)2
b. 82 – 13 – (–2)3

112 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


A. Bilangan Rasional Berpangkat
Bilangan Bulat

1. Bilangan Rasional
Di Kelas VII, kamu telah mempelajari konsep bilangan
rasional. Agar tidak lupa, konsep tersebut akan dipelajari
kembali pada bab ini. Untuk itu, pahami kembali definisi Tugas
bilangan rasional berikut. untukmu

Definisi 5.1 Coba kamu selidiki


apakah bilangan-bilangan
Bilangan rasional ialah bilangan yang dapat dinyatakan berikut merupakan
a bilangan rasional?
dalam bentuk , dengan a dan b adalah bilangan bulat a. 0,5
b b. 0,3333....
serta b ≠ 0. c. 0,16666....
d. 1,41421356237....
e. 0,08080808080808....
Bilangan 1 , 1 , 2 , – 2 , – 3 , dan – 5 merupakan bilangan
2 3 3 5 7 9 f. 3
rasional karena memenuhi bentuk seperti pada Definisi 5.1. Tuliskan hasil
penyelidikanmu pada
buku latihan, kemudian
2. Pengertian Bilangan Rasional kumpulkan kepada
gurumu.
Berpangkat Bilangan Bulat Positif
Dalam kehidupan sehari-hari, kadang-kadang kamu harus
mengalikan bilangan-bilangan berikut:
3×3
5×5×5 InfoMatika
(–2) × (–2) × (–2) × (–2)
(1,5) × (1,5) × (1,5) × (1,5) × (1,5) Pangkat dua dari suatu
Perkalian berulang tersebut akan lebih sederhana jika bilangan yang digit
ditulis dalam bentuk bilangan berpangkat, seperti berikut. terakhirnya 5 dapat
dihitung dengan rumus
3 × 3 ditulis 32 dan dibaca "tiga pangkat dua". n (n + 1) + 25
5 × 5 × 5 ditulis 53 dan dibaca "lima pangkat tiga". Dalam hal ini +
berarti angka-angkanya
(–2) × (–2) × (–2) × (–2) ditulis (–2)4 dan dibaca "negatif didekatkan. Misalnya,
dua pangkat empat". berapa nilai dari 452?
452 berarti
x n=4
Coba kamu tentukan bentuk bilangan berpangkat dari
perkalian berulang (1,5) × (1,5) × (1,5) × (1,5) × (1,5). 4 (4 + 1)
x + 25
Penulisan perkalian berulang dalam bentuk bilangan 20 + 25 = 2025
berpangkat tersebut memperjelas definisi berikut. Jadi, 452 = 2025
Dengan penalaran
Definisi 5.2 yang sama seperti
perhitungan tersebut,
Jika a bilangan rasional dan n bilangan bulat positif maka hitunglah
perkalian berulang n faktor dari a ialah a. 752
b. 852
a a a a ...... a dituli a n
1 2 4 4 3
n faktor
a

Pangkat Tak Sebenarnya 113


Pada Definisi 5.2, an disebut bilangan berpangkat dengan
TechnoMath a sebagai bilangan pokok dan n sebagai pangkat (eksponen).
Contoh 5.1
Dengan menggunakan
Calculator Scientific tipe
FX-570W kamu dapat 1. Nyatakan bilangan berpangkat berikut dalam perkalian
menentukan nilai (4,9)3
dengan menekan tombol- berulang, kemudian hitunglah.
tombol berikut secara a. 73 c. –(34)
berurutan. 3
( 4 • 9 ) x3
2
b. (–3)4 d.
3
Pada layar akan muncul
tampilan Penyelesaian:
a. 73 = 7 × 7 × 7 = 49 × 7 = 343
b. (–3)4 = (–3) × (–3) × (–3) × (–3) = 9 × 9 = 81
Selanjutnya, untuk c. –(34) = –(3 × 3 × 3 × 3) = –(9 × 9) = –81
mengetahui hasilnya tekan 3

tombol =
2 2 2 2 8
d. = 
sehingga pada layar akan 3 3 3 3 27
muncul tampilan. 2. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dan mempunyai panjang
rusuk 9,2 dm. Berapa mililiter volume bak mandi tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui: Panjang rusuk bak mandi (p) = 9,2 dm
Ditanyakan: Volume bak mandi (V) dalam satuan mL.
Tugas V = p3 = (9,2)3 = 9,2 × 9,2 × 9,2 = 84,64 × 9,2 = 778,688
untukmu Volume bak mandi itu adalah 778,688 dm3 atau 778,688 liter.
Salin dan lengkapilah Diketahui 1 liter = 1000 ml sehingga
perkalian berikut. 778,688 liter = 778,688 × 1000 mL = 778.688 mL.
1. 2,54 × 2,53 Jadi, volume bak mandi tersebut adalah 778.688 mL.
= (1 4 ..
.. ) ( .... )
2 3 142 3
... faktor ... faktor

= ( ..
... )
142 3
... faktor
3. Sifat Bilangan Rasional Berpangkat
= 2,5 ...

2. Misalkan, a adalah
Bilangan Bulat Positif
bilangan rasional.
a3 × a5 a. Sifat Perkalian Bilangan Berpangkat
= (1 4 ..
.. ) ( .... )
2 3 142 3
... faktor ... faktor
Pelajari operasi hitung berikut.
= (1 4 ..
... )
2 3 33 × 32 = (1 4 2 3 ) ({ )
... faktor
3 ffakktor 2 ffakktor
= a ...
Berdasarkan uraian = 31 3 23 4 343 3 = 33+2
tersebut dapatkah kamu ( 3 2 ) faktor
a
menerka sifat umum
perkalian bilangan
Jadi, 33 × 32 = 33+2.
berpangkat? Cobalah Sekarang, lakukan Tugas untukmu di samping.
nyatakan sifat tersebut
dengan kata-katamu
Perkalian bilangan berpangkat tersebut memperjelas
sendiri. sifat berikut ini.
Kemudian, ujilah
dugaanmu untuk Sifat 5.1
mengalikan 2 bilangan
berpangkat sebarang.
Jika a bilangan rasional dan m, n bilangan bulat positif maka
am × an = am+n

114 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


Contoh 5.2 Siapa
Berani?
1. a. 52 × 53 = 52+3 = 55
b. (–2)4 × (–2)5 = (–2)4+5 = (–2)9 Panjang rusuk sebuah
kubus adalah 5 cm.
c. 23 × 34 tidak dapat disederhanakan karena bilangan Kemudian, panjang
pokoknya tidak sama. rusuk kubus tersebut
d. 3y2 × y3 = 3y2+3 = 3y5, dengan y = bilangan rasional. diperpanjang menjadi
5 kali panjang rusuk
2. Ketinggian suatu benda dapat ditentukan dengan meng- semula. Berapa liter
1 2 volume kubus yang baru?
gunakan rumus gerak jatuh bebas, yaitu h = gt . Dalam
2
hal ini h = ketinggian benda, g = percepatan gravitasi bumi,
dan t = waktu benda sampai jatuh ke tanah. Sebuah benda
dijatuhkan dari puncak sebuah gedung. Hasil pengukuran
menunjukkan bahwa waktu benda sampai jatuh ke tanah
adalah 4,9 detik. Jika percepatan gravitasi bumi di tempat Tugas
itu 9,8 m/det2, berapa meterkah tinggi gedung tersebut? untukmu
Penyelesaian: Salin dan lengkapilah
Diketahui: t = 4,9 detik dan g = 9,8 m/det2 pembagian bilangan
Ditanyakan: h = ? berikut.
....
. fa
64 7faktor
to
8or
h = 1 gt2 = 1 × 9,8 × (4,9)2 = 4,9 × (4,9)2 6
1. 24 = ( ... )
2 2 4 ( ..
... )
14 2 3
= (4,9)1+2 = (4,9)3 = 117,649 ... faktor

....
. fa
64 7ffaktor
kttor
tor
4 8 ...
64. fa
7faktor
to
8or
Jadi, tinggi gedung tersebut adalah 117,649 meter.
= ( ... ) ( ... )
( .... )
14 2 3
... faktor

b. Sifat Pembagian Bilangan Berpangkat = 1 ..


23 = 2
... ...

... faktor
Pelajari operasi hitung berikut. 2. Misalnya, a adalah
6 5 fa
7faktor
a or
4 48 bilangan rasional.
....
. fa
5 64 7faktor
to
8or
3 = 3 3 3 3 3 a5 ( ... )
=
32 3{ 3 a3 ( .... )
14 2 3
2 ffakktor ... faktor

....
. fa
( 5 2 ) fakto
fakt
ktor
kto 64 7ffaktor
kttor
tor
4 8 ...
64. fa
7faktor
to
8or
} 64 7 8
2 ffakktor
( ... ) ( ... )
=
= 3 3 3 3 3 = 314 23 3 3 = 35–2 ( .... )
14 2 3
3{ 3 ( 5 2 ) faktor
a ... faktor

= 1 ..
23 = a
... ...
2 fak
akto
t r ... faktor

35 Berdasarkan uraian
Jadi, 2 = 35–2
3 tersebut, coba kamu
terka sifat umum
Selanjutnya, lakukan Tugas untukmu di samping. pembagian bilangan
Pembagian bilangan berpangkat tersebut memenuhi berpangkat. Nyatakan
sifat tersebut dengan
sifat berikut. kata-katamu sendiri.
Kemudian, ujilah
Sifat 5.2 dugaanmu untuk
Jika a bilangan rasional, a ≠ 0, dan m, n bilangan bulat menghitung pembagian
m dua bilangan berpangkat
positif maka a n = am–n dengan m > n. sebarang.
a

Pangkat Tak Sebenarnya 115


Contoh 5.3

37
1. a. = 37–4 = 33 = 27
34
(–5)6
b. = (–5)6–4 = (–5)2 = 25
(–5)4
2 p5
c. = 2p5–2 = 2p3
p2
2. Percepatan sentripetal dari sebuah benda yang bergerak
v2
melingkar dirumuskan as = r . Dalam hal ini as = percepatan
sentripetal bersatuan m/det2, v = kecepatan benda bersatuan
m/det, dan r = jarak benda ke pusat lingkaran bersatuan
Sumber: CD Image meter. Sebuah mobil bergerak di suatu tikungan yang ber-
bentuk seperempat lingkaran dengan jari-jari 16 m. Mobil
melaju dengan kecepatan tetap 57,6 km/jam. Berapa m/det2
percepatan sentripetal mobil tersebut?
Penyelesaian:
Tugas Diketahui: r = 16 m
untukmu v = 57, 6 km =
57.600 m
= 16 m/det
jam
a 3.600 det
Salin dan lengkapilah Ditanyakan as?
perpangkatan berikut. 2 2
1. (54)3 = 1 ..
...
23 as = v = 16 = 162–1 = 161 = 16
... faktor r 16
= (14 ..
.. )
2 3
( .... )
14 2 3
( ..
... )
14 2 3
Jadi, percepatan sentripetalnya adalah 16 m/det2.
... faktor ... faktor ... faktor

= 14 ..
.... = 5
2 3
... × ...

c. Sifat Perpangkatan Bilangan Berpangkat


... faktor

2. Misalnya, a adalah
bilangan rasional.
Pelajari operasi hitung berikut ini.
(a2)4 = 1 ..
...
23
... faktor (23)2 = 2132 323
= (14 ..
... ) ( ..
2 3
... )
14 2 3 2 ffakktor
... faktor ... faktor
= (1 4 2 3 ) (1 4 2 3 ) = 21 2 422 2 2 32
( ... ) ( ... ) ( 2 3 ) faktor
a
14 2 43 14 2 43 3 ffakktor 3 faktor
a
... faktor ... faktor
2×3
= 14 .. =2
2 3 = a
... ... × ...

... faktor Jadi, (23)2 = 22×3 = 23×2


Kemudian, ujilah
dugaanmu untuk
Sekarang, kerjakan Tugas untukmu di samping.
memangkatkan bilangan Perpangkatan bilangan berpangkat yang telah kamu
berpangkat sebarang.
Berdasarkan uraian
pelajari tersebut memperjelas sifat berikut.
tersebut, dapatkah kamu Sifat 5.3
menduga sifat umum
perpangkatan bilangan Jika a bilangan rasional dan m, n bilangan bulat positif maka
berpangkat? Cobalah (am)n = am×n = an×m
nyatakan sifat tersebut
dengan kata-katamu
sendiri.

116 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


Contoh 5.4

1. a. (34)2 = 34×2 = 38
5 3 5
3 15

b. 1 = 1 = 1
2 2 2
3
c. ( ) 4×3
= (–2) = (–2)12
2. Energi kinetik (Ek) sebuah benda bermassa m kg yang
1
bergerak dengan kecepatan v m/det dirumuskan Ek = mv2.
2
Sebuah benda bermassa 6 kg bergerak dengan kecepatan 27
m/det. Berapa joule energi kinetik benda tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui: m = 6 kg
v = 27 m/det = 33 m/det
Ditanyakan: Ek = ?
1 1
Ek = mv2 = × 6 × (33)2 = 3 × 33×2 = 3 × 36 = 37 = 2.187
2 2
Jadi, energi kinetiknya adalah 2.187 joule.
Tugas
d. Sifat Perpangkatan dari Bentuk Perkalian untukmu
Pelajarilah operasi hitung berikut. Salin dan lengkapilah
(2 × 3)3 = (1 ) ( 2 4) 4 (4 43 ) operasi hitung berikut.
3 fakto
f r 1. (3 × 5)4 = 1 .. ....
23
... faktor
=( = 23 × 33
1 4 2 3 ) (1 4 2 3 ) = (14 ..
... ) ( ..
2 3
... )
14 2 3
3 ffakktor 3 faktor
a ... faktor ... faktor

Jadi, (2 × 3)3 = 23 × 33. = ... × ...


2. Misalkan, a dan b
Sekarang, kerjakan Tugas untukmu di samping. bilangan rasional.
Perpangkatan dari bentuk perkalian yang telah kamu (a × b)5 = 1 ..
...
23
... faktor
pelajari tersebut memperjelas sifat berikut. = (14 ..
... ) ( ..
... )
2 3 14 2 3
Sifat 5.4 ... faktor ... faktor

= ... × ...
Jika n bilangan bulat positif dan a, b bilangan rasional maka Berdasarkan uraian
(a × b)n = an × bn tersebut coba kamu terka
sifat umum perpangkatan
dari bentuk perkalian
Contoh 5.5 tersebut. Nyatakan sifat
itu dengan kata-katamu
sendiri.
1. a. (2 × 5)2 = 22 × 52 = 4 × 25 = 100
b. {(–3) × 2)3 = (–3)3 × 23 = –27 × 8 = –216
c. (–3pq)4 = (–3)4 × p4 × q4 = 81p4q4
2. Suatu alat listrik mempunyai hambatan 2 × 102 ohm dialiri
arus 3 × 102 ampere selama 2 menit. Berapa joule besarnya
energi listrik yang digunakan?

Pangkat Tak Sebenarnya 117


Tugas Penyelesaian:
untukmu Diketahui: R = 2 × 102 ohm
I = 3 × 102 ampere
Bersama kelompok
belajarmu, coba kamu t = 2 menit = 120 detik
selidiki mengapa pada Ditanyakan W?
Sifat 5.5 nilai b tidak W = I 2 R t = (3 × 102)2 × 2 × 102 × 120
boleh sama dengan
nol. Presentasikan hasil = 32 × (102)2 × 2 × 102 × 1,2 × 102
penyelidikanmu di depan = 9 × 2,4 × 104 × 102 × 102 = 21,6 × 108 = 2,16 × 109
kelas bergantian dengan
kelompok yang lain.
Jadi, energi listrik yang digunakan sebesar 2,16 × 109 joule.

e. Sifat Perpangkatan dari Bentuk Pembagian


Tugas
untukmu Untuk memahami sifat perpangkatan dari bentuk pembagian,
pelajarilah operasi hitung berikut dengan saksama.
Salin dan lengkapilah
operasi hitung berikut. 2
}2 fak
f ktor
2
2
1. 3
4

= 14 ..
... = 2 2 = 2 2 = 22
5
2 3
... faktor
3 3 3
{ 3{ 3 3
....
. fa 2 ffakktor 2 ffakktor
64 7faktor
to
8or
...
( ... ) = 3 2 2
( .... )
14 2 3
5... Jadi, 2 = 22
... faktor 3 3
2. Misalkan, a dan b Sekarang, kerjakan Tugas untukmu di samping.
bilangan rasional
a
3 Perpangkatan dari bentuk pembagian yang telah kamu
= 14 ..
....
b
2 3
... faktor
pelajari itu memperjelas sifat berikut.
....
64 . fa
7faktor
aktor
to
8or Sifat 5.5
( ... ) a...
= = Jika a, b bilangan rasional, b ≠ 0, dan n bilangan bulat
( .... ) b...
14 2 3 n
... faktor n

Berdasarkan uraian positif maka a = an .


tersebut coba kamu terka b b
sifat umum perpangkatan
dari bentuk pembagian Contoh 5.6
itu. Nyatakan sifat
tersebut dengan kata-
3 2
katamu sendiri. 3 3
27 2 pq 22 p 2 q 2 4 p2q 2
1. = 33 = 3. = =
7 7 343 r r2 r2
4 4
2. 2 = ( ) = 16
3 34 81

f. Sifat Penjumlahan dan Pengurangan


Bilangan Berpangkat
Catatan Sebelum mempelajari sifat penjumlahan dan pengurangan
bilangan berpangkat, dapatkah kamu menyederhanakan
Sifat distributif pada
bentuk aljabar adalah
penjumlahan bilangan berpangkat berikut?
a (b + c) = ab + ac. a. 35 + 37 c. 2 × 53 + 55
b. (–3)3 + (–3)5

118 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


Cocokkan hasilnya dengan jawaban berikut. InfoMatika
a. 35 + 37= 35 (1 + 32) (sifat distributif )
5 5
= 3 × 10 = 10 × 3
b. (–3)3 + (–3)5 = (–3)3 (1 + (–3)2) (sifat distributif )
3 3
= (–3) × 10 = 10 × (–3)
c. 2 × 5 + 5 = 53 (2 + 52)
3 5
(sifat distributif )
= 53 × 27 = 27 × 53
Uraian tersebut sesuai dengan konsep penjumlahan
bilangan berpangkat seperti berikut.
Edward Waring
Sifat 5.6 (1743–1798)
Jika a, p, q adalah bilangan rasional dan m, n adalah Setiap bilangan bulat
bilangan bulat positif, dengan m ≥ n maka merupakan bilangan
pangkat tiga dari
pan + qam = an(p + qam–n) bilangan itu sendiri
atau merupakan jumlah
Konsep penjumlahan dua bilangan berpangkat tersebut dari beberapa bilangan
pangkat tiga. Pernyataan
berlaku juga untuk pengurangan dua bilangan berpangkat ini diungkapkan oleh
seperti berikut. seorang matematikawan
Inggris, Edward Waring,
Sifat 5.7 pada tahun 1770.
Pernyataan tersebut
Jika a, p, q adalah bilangan rasional dan m, n adalah dapat dibuktikan
bilangan bulat positif, dengan m ≥ n maka kebenarannya. Jika
diambil sebarang
pan – qam = an(p – qam – n) bilangan bulat,
pam – qan = an(pam – n – q) bilangan tersebut
dapat dinyatakan
sebagai bilangan
Contoh 5.7 bulat berpangkat tiga.
Misalnya,
3 = 43 + 43 + (–5)3 dan
1. 25 + 27 = 25 (1 + 22) (sifat 5.6)
20 = 43 + 43 + (–3)3 +
= 25 × 5 = 5 × 25 (–3)3 + (–3)3 + (–3)3.
2. 55 – 57 = 55 (1 – 52) (sifat 5.7) Sumber: Ensiklopedi Matematika
& Peradaban Manusia, 2002
= 55 × (–24) = –24 × 55
3. 3 × 7 – 2 × 75 = 75 (3 × 7 – 2)
6
(sifat 5.6)
= 75 × 19 = 19 × 75
Tugas
untukmu
4. Sifat Bilangan Rasional Berpangkat 1. Gunakan Sifat 5.2 untuk
Bilangan Bulat Negatif dan Nol menyederhanakan
a5
.
a8
a. Pengertian Pangkat Bilangan Bulat Negatif 2. Dengan menuliskan ke
dalam bentuk faktor-
Berdasarkan Sifat 5.2, telah dipelajari bahwa untuk a adalah faktornya, sederhana-

bilangan rasional, a ≠ 0, dan m, n adalah bilangan bulat a5


kanlah .
a8
am Berdasarkan kedua
positif dengan m > n, berlaku = am–n. langkah tersebut,
an apa yang dapat kamu
simpulkan?

Pangkat Tak Sebenarnya 119


Siapa Sifat tersebut dapat dikembangkan untuk m < n. Sebagai
Berani? contoh, amatilah bentuk berikut.
a3
Bilangan sempurna = a3–5 = a–2 ... (1)
adalah bilangan yang a 5 Dengan cara menuliskan ke dalam bentuk faktor-
jumlah seluruh faktornya
sama dengan dua kali faktornya, pembagian tersebut dapat dituliskan sebagai
bilangan tersebut.
Sebagai contoh, 28
berikut.
merupakan bilangan a3 a a a
sempurna karena jumlah = = a a a 1
seluruh faktornya sama a5 a a a a a a a a a a
dengan 2 × 28, yaitu =1× 1 1
= 2 ... (2)
= 1 + 2 + 4 + 7 + 14 + 28 a a a
= 56 1
= 2 × 28 Berdasarkan (1) dan (2) dapat disimpulkan bahwa a–2 = .
Untuk mengetahui a2
bilangan sempurna, Dengan demikian, kamu dapat mengubah bilangan
salah satunya dapat
menggunakan rumus rasional berpangkat bilangan bulat negatif ke dalam bentuk
2p (P p+1 – 1). bilangan rasional berpangkat bilangan bulat positif dan
Dalam hal ini p
merupakan bilangan sebaliknya.
prima. Coba kamu Secara umum, untuk bilangan berpangkat n, dengan n
tentukan paling sedikit
dua buah bilangan adalah bilangan bulat positif dapat ditulis seperti berikut.
sempurna lainnya (selain
28) dengan menggunakan 1 = a–n, a ≠ 0
rumus tersebut. an
Sekarang, amati bentuk perpangkatan berikut yang
dihitung dengan menggunakan kalkulator.
InfoMatika 1 1
t –1 = 0,25 =    t –2 = 0,111 ... = 1 = 2
4 9 3
t –3 = 0,125 = 1 = 13
8 2
cokelat
Uraian tersebut memenuhi definisi bilangan rasional
hitam berpangkat bilangan bulat negatif seperti definisi berikut.
merah
perak Definisi 5.3
Nilai dari komponen Jika a bilangan rasional, a ≠ 0, dan n adalah bilangan bulat
resistor ditandai oleh
sebuah sistem warna positif maka a–n = 1n
garis. Inilah cara untuk a
menuliskan bilangan yang
besar dalam benda yang
kecil. Dua garis yang
Contoh 5.8
pertama menunjukkan
sebuah bagian dan yang
ketiga mewakili operasi
Ubahlah bentuk pangkat berikut menjadi bentuk pangkat
perkalian dengan pangkat positif.
10. Adapun garis yang a. 5–2 b. 2–3
keempat menunjukkan
toleransi nilai.
Penyelesaian:
Sumber: Ensiklopedi Matematika
& Peradaban Manusia, 2002
a. 5–2 = 12 b. 2–3 = 13
5 2

120 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


Sifat pangkat bilangan bulat positif dari Sifat 5.1 sampai Siapa
dengan Sifat 5.5 berlaku juga untuk bilangan berpangkat Berani?
bilangan bulat negatif, dengan a, b adalah bilangan rasional
1. Ubahlah bentuk
dan m, n adalah bilangan bulat negatif. Coba kamu tuliskan pangkat berikut
kelima sifat tersebut di buku tugasmu. menjadi bentuk
pangkat positif.
Contoh 5.9 a. 10–7
b. (–2)–3
c. (–8)–2
a. 5–4 × 56 = 5–4 + 6 = 52 = 5 × 5 = 25 d. 7–15
2 2. Selesaikan soal
b. ( )2 = (–3)2 – 4 = (–3)–2 = ((–3)–1)2 = 1 berikut. Kemudian,
( )4 3 ubahlah hasilnya
1 × 1 = 1 ke bentuk pangkat
= negatif.
3 3 9 2
2 5
a. 5 5
b. Pengertian Pangkat Nol
4 1

b.
2 2
2 2
Kamu telah mempelajari Sifat 5.2 bilangan rasional ber- 2 2
2 3
m
pangkat bilangan bulat positif dan negatif, yaitu a n = am–n, c.
7 7
3
a 7
dengan a bilangan rasional, m dan n adalah bilangan bulat,
m ≠ 0, n ≠ 0, serta m ≠ n. Sekarang, amati sifat tersebut
untuk m = n. Tugas
5
Sebagai contoh, a 5 = a5–5 = a0 ... (1) untukmu
a Pada Definisi 5.4, disebut-
Dengan cara menuliskan ke dalam bentuk faktor-faktornya, kan bahwa a0 = 1. Selidiki
mengapa hal tersebut
pembagian tersebut dapat dituliskan sebagai berikut. berlaku untuk a bilangan
a5 = a a a a a = 1 ... (2) rasional dan a ≠ 0?
Bagaimana jika a = 0?
a5 a a a a a Tulis hasil penyelidikanmu
pada buku tugasmu,
Berdasarkan (1) dan (2) dapat disimpulkan bahwa a0 = 1. kemudian kumpulkan
Uraian tersebut memenuhi konsep bilangan berpangkat pada gurumu.
nol seperti definisi berikut.
Definisi 5.4
a0 = 1, dengan a bilangan rasional dan a ≠ 0 Siapa
Berani?
Sifat 5.1 sampai dengan Sifat 5.5 yang telah kamu pelajari
pada bagian 3 berlaku juga untuk bilangan berpangkat nol, Ubahlah bentuk pangkat
berikut menjadi bentuk
dengan m = n = 0, a adalah bilangan rasional, dan a ≠ 0. pangkat positif.
Coba tuliskan kelima sifat tersebut. 5
4

a.
Contoh 5.10 7
5
2
b.
9
Hitunglah bentuk perpangkatan bilangan rasional berikut. c. (0,1)–2
2
2
3
2
3
2
2 2 d. (0,15)–1
1. 2. 3. 2
3 5 5 3

Pangkat Tak Sebenarnya 121


Penyelesaian:
3
2 2 2 2 8
1. = =
3 3 3 3 27
3 2 3 ( 2) 1

2. 2 2 = 2 = 2 = 2
5 5 5 5 5
2 2 2 4
2 4
3. 2 = 2 = 2 = 24 = 16
3 3 3 3 81

Tes Kompetensi 5.1

Kerjakan soal-soal berikut dalam buku latihanmu.


1. Hitunglah:
a. 3–5 × 33 : 3–4 Tentukan R jika R1 = 1 , R2 = 12 ,
2 2
4
b. 2 22 R3 = 23¾, dan R4 = 22¾.
1
2 25 5. Diketahui produksi semen (x) sebuah
c. (0,25)–2 × (0,25)4 pabrik memenuhi persamaan
1 x = 5 × 2–4 × t2 × 106
d. (2 × 7)3 × 72 ×
2 75 dengan t bilangan bulat positif yang
3
2
30 52 menyatakan waktu berjalan dalam tahun.
e.
52 Jika keuntungan perusahaan dinyatakan
p
2 2 oleh p dari persamaan = 2–5 × 105,
2. Hitunglah 5 1 7 1
dan nyatakan hasilnya x
5 7 berapakah keuntungan perusahaan yang
dalam bentuk yang paling sederhana. diperoleh selama 3 tahun?
3. Volume sebuah kerucut dinyatakan 6. Gunakanlah Sifat 5.6 dan 5.7 untuk
1 menyederhanakan bilangan berpangkat
dengan rumus V =
3 berikut.
¾ r2t, dengan r = jari-jari t a. 2 × 85 + 5 × 86
alas kerucut dan t = tinggi b. 2 × 75 + 3 × 74
r
kerucut. c. 3 × (–5)6 – 2 × (–5)5
d. 5 × 113 – 7 × 114
Jika r = 1 d, dalam hal ini d = 7. Hambatan sebuah alat listrik (R) bersatuan
2
diameter alas kerucut, nyatakan: V2
a. V dalam ¾, d, dan t; ohm dirumuskan R = . Dalam hal ini
P
b. t dalam V, ¾ dan r; V = tegangan listrik bersatuan volt, dan P =
c. d dalam ¾, V, dan t; daya listrik bersatuan watt. Pada sebuah alat
d. t dalam ¾, V, dan d. listrik tertulis 220 volt, 220 watt. Berapa
4. Hambatan total R dari sebuah rangkaian ohm hambatan alat listrik tersebut?
seri paralel ditentukan oleh persamaan 8. Besarnya energi listrik yang digunakan
1 1 1
1 1 1 1 pada sebuah alat listrik dirumuskan
R= W = I 2Rt. Dalam hal ini W = energi listrik
R1 R2 R3 R4
bersatuan joule, I = kuat arus listrik

122 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


bersatuan ampere, R = hambatan listrik 10. Panjang sebuah karet gelang () dirumuskan
bersatuan ohm, dan t = waktu bersatuan sebagai berikut.
2
detik. Suatu alat listrik mempunyai –3 –3 25
= (4a )
hambatan 3 × 102 ohm dialiri arus 102 ( 9)4
ampere selama 5 menit. Berapa joule dengan a merupakan bilangan 1, 2, 3,
besarnya energi listrik yang digunakan? 4, dan 5 yang menyatakan jenis karet
9. Sebuah penampungan air berbentuk kubus gelang. Jenis karet gelang manakah yang
dengan panjang rusuk 1,5 × 103 cm. Berapa memiliki ukuran terpanjang?
liter volume penampungan air tersebut?

B. Bentuk Akar dan Pangkat


Pecahan
1. Bilangan Real A

Di Subbab A kamu telah mempelajari konsep bilangan


rasional. Agar kamu lebih memahami konsep bilangan
rasional, coba kamu selidiki apakah bilangan-bilangan 1

berikut merupakan bilangan rasional?


a. –3 c. 0, 13245814 .... 45°
B C
b. 0,252525 .... d. ¾ 1
Gambar 5.1
Sekarang, pelajarilah Gambar 5.1.
Gambar tersebut memperlihatkan sebuah segitiga siku-
siku istimewa dengan besar sudut lancipnya 45° dan panjang Catatan
sisi siku-sikunya 1 satuan panjang.
Panjang sisi AC dapat ditentukan dengan menggunakan Hubungan antara
macam-macam bilangan
Dalil Pythagoras seperti berikut. dapat disajikan seperti
diagram berikut.
(AC)2 = (AB)2 + (BC)2 × AC = 12 12 = 2 .
Bilangan Real
Jadi, panjang sisi AC adalah 2 satuan panjang.
Amati bilangan 2 tersebut. Dengan menggunakan
Bilangan Bilangan
kalkulator, akan diperoleh nilai 2 = 1,414213562.... Rasional Irasional

Apakah 2 merupakan bilangan rasional? Coba kamu


Bilangan
2 = a , dalam hal ini a dan
Bilangan
cari nilai-nilai a dan b agar Bulat
Pecahan
b
b bilangan bulat dan b ≠ 0. Ternyata, tidak ada nilai a dan
Bilangan
Bilangan Bulat
b yang memenuhi a = 2 , sehingga 2 bukan bilangan
Cacah
Negatif
b
rasional. Jadi, 2 merupakan bilangan irasional. Gabungan Bilangan Bilangan Nol
dari himpunan bilangan rasional dan himpunan bilangan Bulat Positif
(Bilangan
irasional merupakan himpunan bilangan real. Asli)

Pangkat Tak Sebenarnya 123


2. Pengertian Bentuk Akar
Siapa Untuk memahami pengertian bentuk akar, pelajarilah
Berani? perhitungan-perhitungan berikut ini.
4 = 22 = 2 16 = 42 = 4
Bentuk 4 x 2

dengan x ≥ 0 32 = 3
9 = 25 = 52 = 5
dapat merupakan Berapakah 36 ,
bentuk akar atau bukan
49 , 64 , dan 81 ?
bentuk akar. Tentukan Perhitungan akar pangkat bilangan tersebut memenuhi
paling sedikit dua nilai definisi berikut.
x agar bentuk tersebut
merupakan Definisi 5.5
a. bentuk akar,
b. bukan bentuk akar.
a , bil a r 0
a2 =
a , bil a  0
Amati contoh-contoh berikut.
Tugas
1. Misalkan, a = 2 (a > 0)
untukmu
Nilai a 2 = 22 = 2
Bentuk akar hanyalah
sebagian kecil dari 2. Misalkan, a = –2 (a < 0)
anggota-anggota
himpunan bilangan Nilai a 2 = ( )2 = –(–2) = 2
irasional. Contoh bilangan Sekarang, adakah akar pangkat yang tidak memenuhi?
irasional yang bukan
bentuk akar yaitu ¾ dan Akar pangkat bilangan yang tidak memenuhi Definisi 5.5
e. Carilah informasi dinamakan bentuk akar, seperti 2 , 3 , 5 , 7 , dan 8 .
mengenai bilangan ¾ dan
e. Kemudian, buatlah Bentuk akar tersebut merupakan bilangan irasional.
laporan dari tugas
tersebut dan kumpulkan.
3. Menyederhanakan Bentuk Akar
Sebuah bentuk akar dapat disederhanakan menjadi per-
kalian dua buah akar pangkat bilangan, dengan salah satu
akar pangkat bilangan memenuhi Definisi 5.5. Amati dan
Siapa pelajari contoh berikut.
Berani?
8 = 4 2 = 4 × 2 =2× 2 =2 2
Perhatikan balok berikut. 18 = 9 2 = 9 × 2 = 3 × 2 = 3 2
H G Berdasarkan perhitungan tersebut, dapatkah kamu
F
E menemukan sifat berikut?
D
C
Sifat 5.8
A B
ab  a b,
Diketahui AB = 8 cm, dengan a dan b adalah bilangan rasional positif.
BC = 4 cm, dan
CG = 6 cm. Hitunglah
panjang diagonal sisi AC
Contoh 5.11
dan diagonal ruang AG
dalam bentuk akar yang
paling sederhana. 1. 12 = 4 3 = 4 × 3= 2 3
2. 24 = 4 6 = 4 × 6 = 2 6

124 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


4. Operasi Aljabar pada Bentuk Akar
a. Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk
Akar
Di buku Kelas VII Bab 3, kamu telah mempelajari penjum-
lahan dan pengurangan bentuk aljabar, misalnya
2x + 3x = (2 + 3)x = 5x ... (1)
5y – 2y = (5 – 2)y = 3y ... (2)
Konsep tersebut berlaku juga untuk bentuk akar, misalnya
2 2 + 3 2 = (2 + 3) 2 = 5 2 ... (3)
5 3 – 2 3 = (5 – 2) 3 = 3 3 ... (4)
Berdasarkan kedua contoh tersebut dapatkah kamu Siapa
menerka sifat umum penjumlahan dan pengurangan bentuk Berani?
akar? Nyatakan sifat tersebut dengan kata-katamu sendiri.
Penjumlahan dan pengurangan bentuk akar tersebut Hitunglah operasi
bentuk akar berikut
memperjelas sifat berikut. dengan terlebih dahulu
menyederhanakan bentuk
Sifat 5.9 akarnya.
a. 2 + 32
a c b c = (a + b) c
b. 6 + 54 – 250
a c b c = (a – b) c c. 32 – 2 + 8
dengan a, b, c adalah bilangan rasional dan c ≥ 0. d. 4 3 –  27 12

Contoh 5.12

1. 4 2 + 3 2 – 2 2 = (4 + 3 – 2) 2 = 5 2
2. 3 5 +3 2 (Tidak dapat dijumlahkan karena tidak meme-
nuhi aturan penjumlahan bentuk akar)

b. Perkalian Bentuk Akar


Dengan menggunakan Sifat 5.8, kamu dapat menghitung Siapa
perkalian bentuk akar berikut. Berani?
2 3 = 2 3 = 6 Sederhanakan bentuk
3 3 = 3 3 = akar berikut.
9 =3
a.  2 5  2 5
5 3 6 2 = 5 × 6 × 3 2 = 30 6 b.  5 7  5 7
Ketiga perkalian tersebut memenuhi sifat perkalian c.  7 12
2

bentuk akar, yang secara umum ditulis seperti berikut. d.  10 8


2

2
Sifat 5.10 e. 
a b c d = ac bd
dengan a, b, c, d adalah bilangan rasional, b ≥ 0, dan d ≥ 0.

Pangkat Tak Sebenarnya 125


Contoh 5.13

Sederhanakan bentuk-bentuk berikut.


a.  3 2  3 2
2
b.  5 3
Penyelesaian:
a. Ingat perkalian suku dua.
(a + b) (a – b) = a2 – ab + ab – b2
= a2 – b2
Oleh karena itu,
2 2
 3 2  3 
2 = 3 2 3 2 3  2
= 3× 3– 2 × 2
=3–2=1
Siapa b. Ingat, (a + b)2 = a2 + 2ab + b2
Berani? Oleh karena itu,
2 2 2
 5 3 =  5 + 2 5 × 3 +  3
Sederhanakan bentuk
akar berikut. = 5 × 5 + 2 15 + 3 × 3
a. 20 50 = 5 + 2 15 + 3 = 8 + 2 15
4 2

b. 150 252
12 14 c. Pembagian Bentuk Akar
c. 2 27 3 2
18 24
Untuk memahami pembagian bentuk akar, amati dan
pelajarilah uraian berikut.
1. 100 : 4 = 10 : 2 = 5 = 100 : 4 = 25 = 5
2. 36 : 9 = 6 : 3 = 2 = 36 : 9 = 4 = 2
Berdasarkan uraian tersebut, diperoleh hubungan berikut.
1. 100 : 4 = 100 : 4 = 5
2. 36 : 9 = 36 : 9 = 2
Tugas
Perhitungan tersebut menggambarkan sifat pembagian
untukmu
dalam bentuk akar seperti berikut.
Pada Sifat 5.11,
dituliskan persamaan Sifat 5.11
a a
 a = a atau a = a
b b
dengan a dan b bilangan b b b b
rasional, a ≥ 0, dan b > dengan a dan b adalah bilangan rasional, a ≥ 0, dan b > 0.
0. Selidikilah bagaimana
jika a dan b negatif?
Berilah beberapa Contoh 5.14
contoh, lalu amati.
Kemudian, tuliskan
hasil penyelidikanmu 18 = 18 = 6 15 = 6 15 = 2 5
pada buku tugasmu dan a. 6 b.
kumpulkan pada gurumu. 3 3 3 3 3 3

126 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


5. Merasionalkan Penyebut Suatu Pecahan
Kamu telah mempelajari bahwa bentuk akar merupakan bilangan
irasional, seperti 2 , 5 , 2 + 5 , 3 – 2 , dan 5 + 3 .
Pecahan bentuk akar merupakan bilangan irasional juga Misalnya
1 , 1 , 3 , 5 , dan 1 .
2 5 2 6 3 2 3 5 3
Penyebut pecahan-pecahan tersebut dapat diubah
menjadi bilangan rasional. Cara merasionalkan setiap
penyebut berlainan. Akan tetapi, prinsip dasarnya sama, yaitu
mengalikan penyebut-penyebut tersebut dengan pasangan
bentuk akar sekawannya sehingga diperoleh penyebut
bilangan rasional.
Berdasarkan contoh pecahan-pecahan bentuk akar
tersebut, secara umum bentuk akar yang dapat dirasionalkan,
a c c c c
yaitu , , , , dan , dengan
b a b a b b d b d
a, b, c, dan d adalah bilangan rasional dan b > 0, d > 0.
Penyebut dari pecahan-pecahan tersebut berturut-turut
b ,a b ,a b , b d , dan b d . Apakah bentuk
sekawan dari setiap penyebut itu?
a. Bentuk sekawan dari b adalah b .
b. Bentuk sekawan dari a + b adalah a – b .
c. Bentuk sekawan dari b + d adalah b – d .
Perkalian bentuk akar dengan sekawannya akan
menghasilkan bilangan rasional.
Berikut ini perkalian bentuk akar dengan pasangan
sekawannya yang menghasilkan bilangan rasional.
2
a. b × b = b = b
2
b. a b  a b = a2 –  b = a2 – b
2 2 InfoNet
c.  b d  b d =  b
–  d =b–d
2 Kamu dapat menambah
dengan b, a – b, dan b – d adalah bilangan rasional. wawasanmu tentang materi
Sampai saat ini, kamu telah mempelajari perkalian penye- dalam bab ini dari internet
dengan mengunjungi alamat:
but pecahan bentuk akar dengan pasangan sekawannya sehingga manajemen.klanis.or.id/
diperoleh penyebut bilangan rasional. Sekarang, kamu akan warehouse/bab%2021%20
bilangan%20pangkat.doc
mempelajari bagaimana penerapannya dalam merasionalkan
penyebut dari pecahan bentuk akar. Secara umum, pecahan
bentuk akar yang dapat dirasionalkan penyebutnya adalah
a c c c , dan c .
, , ,
b a b a b b d b d

Pangkat Tak Sebenarnya 127


Pecahan tersebut masing-masing dirasionalkan dengan
mengalikan pembilang dan penyebutnya dengan bentuk akar
sekawan dari penyebutnya, yaitu sebagai berikut.
a = a b b
a. Ingat , 1
b b b b

= a b2 = a b = a b
Uji Kecerdikan  b b b

c c a b a b
b.
b = Ingat , 1
Kerjakan soal-soal a b
berikut. Kemudian, a b a b a b
pasangkan hasilnya
dengan jawaban yang b = c a
= c a b = c 
a b
bersesuaian dengan 2 2 2
cara menuliskan huruf- a 2
 b a b a b
huruf soal pada kotak
= 2 a b
c c a b c
yang tersedia. Jika kamu c. =
menjawab dengan benar, a b a b a b a b
kamu akan memperoleh
d = c 
d
kalimat pernyataan dari d. c = c b
seorang matematikawan
b
b d b d b d b d
Jerman, Carl Friedrich
Gauss.
d = c 
d
e. c = c b
b
A. 34 × 3–6 3
b d b d b d b d
16/81
6
E.  –125
1/9 Contoh 5.15
H. (–5) 3
1/6

I. 4 2
3
–3
4
Sederhanakan penyebut pecahan-pecahan berikut dengan me-
4 –3
rasionalkan penyebutnya.
K. 2 1
2 1/9
a. 10 b.
6
1/4

M. 3
27 1/9 5 5 2
256
N. 4 : 44 Penyelesaian:
3
1/9
a. 10 = 10 5 = 10 5 = 2 5
R. 2 Ÿ 5 3
40
5
256 5 5 5
2
T.  3 3 6 6 5 2
–3 b. =
4 4 5– 2 5 2 5 2
2
U.
6 5 2
3

= 6 5 2 =
3
= 2 5+2 2
5 2 3

6. Pangkat Pecahan
Kamu telah mempelajari bilangan rasional berpangkat bilangan
bulat positif, nol, dan bilangan bulat negatif. Selanjutnya, kamu
akan mempelajari bilangan berpangkat pecahan. Misalkan,

128 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


pandanglah persamaan 9n = 3. Ini berarti 9 dipangkatkan n sama
dengan 3. Selain itu, 9n = 3 dapat juga ditulis dalam bentuk
(32)n = 3 × 32n = 31
1
Artinya, 2n = 1 atau n = . Jadi, jika 9n = 3, sama artinya
1 2
dengan 9 2 = 3.
1
1
Pada bentuk 9 2 , bilangan
adalah eksponen pecahan.
1 2
Bilangan 9 2 dinamakan bilangan berpangkat pecahan.
Sebelumnya, kamu telah mengetahui bahwa 9 = 3 dan
1 1
9 2 = 3. Jadi, 9 2 = 9 = 3.
Secara umum, jika an = p dengan a, p adalah bilangan real
1
dan n adalah bilangan bulat, dengan n > 0 maka a = p n .
Catatan
Definisikan a = n p (dibaca: "a adalah akar pangkat n
dari p"). Pada definisi tersebut berlaku ketentuan berikut. • Bilangan berpangkat
(i) p merupakan bilangan real positif dan nol untuk n bilangan tak sebenarnya
meliputi, bilangan
genap. berpangkat nol,
(ii) p merupakan semua bilangan real untuk n bilangan ganjil. bilangan berpangkat
Contoh: Jika 125k = 5 maka bilangan bulat
negatif, dan bilangan
1 berpangkat pecahan
(53)k = 5 ¾ 53k = 51 ¾ 3k = 1 ¾ k =
3 seperti
1 2 1

Jadi, 125 3 = 5, atau 3 125 = 5. 2–3, 5–2, 30, 50, 33 , 32


2 1
1
Dengan menggunakan pengembangan Sifat 5.3, kamu dapat 2
, dan  . 3

menentukan hubungan antara akar pangkat suatu bilangan • Bilangan berpangkat


dan bilangan berpangkat pecahan seperti berikut. bilangan bulat
n positif disebut juga
1 1
n
n
bilangan berpangkat
pn = pn = p n = p1 = p sebenarnya, seperti
5
1
n 23, (–3)2, , (0,2)3,
1 2
p n =p 2
10

, dan 1
3

.
5 3
1 1
p n adalah akar pangkat n dari p atau dituliskan n
p = pn .
1
p n disebut bilangan berpangkat pecahan.
1
Pada p n berlaku ketentuan berikut.
(i) p merupakan bilangan real positif dan nol, untuk n bilangan
genap.
(ii) p merupakan semua bilangan real untuk n bilangan ganjil.
Secara umum, untuk bilangan berpangkat pecahan,
berlaku sifat berikut.

Pangkat Tak Sebenarnya 129


Sifat 5.12 Sifat 5.13
Uji Kecerdikan 1 m 1
ms 1
Penjualan sepeda motor p
1
m
n
= p
1
m n pn = p n
= pm n
= n
pm
pada suatu dealer
mengikuti persamaan
3 Sifat 5.14
p = 1.000 t 2 . m m
2
Dalam hal ini, t adalah p n = pn
m 1 sm ¥ 1´
= ¦ pn µ =
§ ¶

n
p
bilangan bulat positif
yang menyatakan waktu
dalam tahun. Berdasarkan Sifat 5.13 dan 5.14, terlihat bahwa
a. Hitung banyaknya
sepeda motor yang m m
terjual pada tahun
ke-4.
pn = n
pm = 
n
p
b. Apakah penjualan
terus meningkat Contoh 5.16
dari tahun ke tahun?
Jika ya, bagaimana
pendapatmu
mengenai dampaknya
1. Sederhanakanlah bentuk-bentuk akar berikut.
5
terhadap lingkungan?
a. 3 8 b. 23
Penyelesaian:
3
3
a. 3
8 = 23 = 2 3 = 21 = 2
5
3 3 3 3 3
b. 23 = 25 = 32 = 8 4= 8 4
3
= 2 3 4 = 2 × 3 4 = 23 4 3

2. Ubahlah bentuk akar berikut menjadi pangkat pecahan.


a. 3 52 b. 5 81
Penyelesaian:
2 4
5
Hal Penting a. 3 52 = 53 b. 5 81 = 34 = 3 5
3. Ubahlah pangkat pecahan berikut menjadi bentuk akar.
1
• eksponen 3 3

• polinem a. 12 4 b. 63 c. 22
• bilangan berpangkat Penyelesaian:
• pangkat negatif 3 3
• pangkat pecahan a. 12 4 = 4
123 c. 22 = 2
23 = 23 = 8 = 2 2
• bentuk akar 1
3
b. 6 = 3
6

Contoh 5.17
x

Jari-jari penampang melintang sebuah batang tumbuhan dikotil


5
pada musim dingin adalah x cm. Adapun pada musim
x x
2
panas, ukurannya tersebut menyusut sejauh x cm, seperti
pada gambar di samping. Hitunglah penurunan luas penampang
x
tumbuhan dikotil tersebut pada musim panas.

130 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


Penyelesaian:
Langkah 1
Menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan soal tersebut.
5
Diketahui: Jari-jari batang mula-mula = r1 = x cm
2
5
Jari-jari batang setelah menyusut r2 = x x cm
2
Ditanyakan: Penurunan luas penampang (¾L)
Langkah 2 Siapa
Menentukan konsep yang akan digunakan untuk menjawab Berani?
soal. Pada soal ini, konsep yang digunakan adalah luas daerah
1. Sederhanakanlah
lingkaran dan operasi pada bentuk akar. soal-soal berikut.
Langkah 3 a. 3
8
Menyelesaikan soal. b. 5
81
¾L = Luas mula-mula – Luas batang setelah menyusut c. 3
125

5
2
5
2
d. 8
256
= πr12 – πr22 = x x x e. 3
8
2 2 10

25 3
2 f.  5
42
= x x = 25 x 9
x=
16 πx = 4πx 1

4 2 4 4 4 g.  3
52
2

Jadi, penurunan luas penampang tumbuhan tersebut = 4πx cm2. 2. Ubahlah bentuk akar
Langkah 4 berikut menjadi
pangkat pecahan.
Memeriksa kembali jawaban yang telah diperoleh. 3
a. 11 c. 13
Oleh karena ¾L = πr12 – πr22 maka
2
b. 162
3
d. 3 322
3 9 3. Ubahlah pangkat
¾L + πr22 = 4πx + x = 4πx + x pecahan berikut
2 4
2 menjadi bentuk akar.
= 16 9 x=
25
x=
5
x = πr12 a. 22
1
c. 115
2

4 4 4 2 2

Jadi, jawaban ¾L = 4πx cm2 tersebut benar karena ¾L + πr22 = πr12. b. 7 3

Tes Kompetensi 5.2

Kerjakan soal-soal berikut dalam buku latihanmu.


1. Sederhanakan bentuk akar berikut. 3. Sederhanakan pecahan bentuk akar berikut
a. 48 c. 72 dengan merasionalkan penyebutnya.
3 8
b. 54 d. 80 a. c.
2. Hitunglah operasi-operasi berikut. 6 3 21
3 4
a. 2 6 3 3 6 b. d.
2 5 7 11
b. 2 3 3 7
4. Nyatakan soal-soal berikut dalam bentuk
c. 48 akar yang paling sederhana.
1
6 a. 3210
d. 8 90 5
b. 27 6
6 5

Pangkat Tak Sebenarnya 131


5. Sederhanakanlah soal-soal berikut dan 1
nyatakan hasilnya dalam bentuk bilangan 9. Tunjukkan bahwa x2 bilangan
x2
berpangkat rasional positif.
2 1 2
rasional untuk x = 5 1.
a. 73 72 c. (–5) × ( ) 3 5 1
1 3 1 3
10. Selidikilah apakah pernyataan berikut benar
b. 4 42 d. 8 4
2 2
atau salah. Jelaskan hasil penyelidikanmu.
6. Amati persamaan berikut.
1 a = a 2 = ( )( )
1 1 3
1 2
a3 b3
Ubahlah persamaan tersebut dalam bentuk
= a a = (  ) = –a
11. Sebuah kubus dengan
yang paling sederhana, tanpa mengguna- panjang rusuk 6 cm R
R Z

kan pangkat bilangan negatif. disandarkan pada


7. Hitunglah p + q, p – q, dan p × q, serta dinding sehingga S

sederhanakan hasilnya jika posisinya miring Q

a. p= 3 dan q = 2 seperti pada


2 3 2 3 gambar. P Y

b. p = 12 dan q = 3 Jika PY = 4 cm dan RZ = 31 cm, berapa


11 3 11 3 tinggi titik R dari lantai?
8. Carilah nilai x untuk persamaan 12. Sederhanakan bentuk a2 – b2 untuk
x 4x 2 = 1 .
a= 1 , dan b = 1 .
3 2 4 2 2
3 2 2 3 2 2

Ringkasan

Berikut ini contoh rangkuman dari sebagian materi pada bab ini.
1. Bilangan rasional ialah bilangan yang dapat 4. Jika a adalah bilangan rasional dan m, n
a adalah bilangan bulat positif maka
dinyatakan dalam bentuk , dengan a dan
b (am)n = am × n = an × m.
b adalah bilangan bulat serta b ≠ 0. 5. Jika a, p, q adalah bilangan rasional dan
2. Jika a adalah bilangan rasional dan m, n m, n adalah bilangan bulat positif dengan
adalah bilangan bulat positif maka m ≥ n maka pan + qam = an (p + qam – n).
am × an = am + n. 6. Jika a, p, q adalah bilangan rasional dan
3. Jika a adalah bilangan rasional, dengan m, n adalah bilangan bulat positif dengan
a ≠ 0, dan m, n adalah bilangan bulat m ≥ n maka
m
positif maka a n = am – n dengan m > n. pan – qam = an (p – qam – n);
a pam – qan = an (pam – n – q).
Coba kamu buat rangkuman dari materi yang telah kamu pelajari pada bab ini dengan kata-
katamu sendiri. Tuliskan rangkuman tersebut pada buku latihanmu.

132 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX


Refleksi
1. Buatlah kelompok yang terdiri atas 5 sampai 8 orang atau disesuaikan dengan kondisi
kelasmu.
2. Setiap anggota kelompok menceritakan tentang materi apa saja dari bab ini yang
menurutmu paling mudah dan yang paling sulit dipahami berikut alasannya.
3. Tuliskan hasilnya, kemudian presentasikan di depan kelas bergantian dengan kelompok
lain.

Tes Kompetensi Bab 5

Kerjakanlah pada buku tugasmu.


Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.

1. Nilai (–6)–2 sama dengan .... 1


6. = ....
a. 36 c. – 1 82
36 a. 2–6 c. 26
1 1
b. d. –36 b. 82 d. 82
36
2. 35 = .... 7. 27 12 = ....
a. 3 + 3 + 3 + 3 + 3 a. 3 c. 2 3
b. 3 × 3 × 3 × 3 × 3
b. 15 d. 2 5
c. 5 + 5 + 5
d. 5 × 5 × 5 8. Dengan merasionalkan penyebutnya,
3. Dengan merasionalkan penyebutnya, bentuk 6 dapat disederhanakan men-
6 3
bentuk dapat disederhanakan jadi ....
3 3 2
menjadi .... a. 3 c. 3
3
a. 3 + 3 c. 3 – 3 b. 2 3 d. 3 3
2
b. d. 2 – 3 1

3 3 9. 8 9 = ....
3 2
3 a. 2 c. 3
4. 343 = .... 3 8
a. 7 c. –6 b. 8 d. 3

 5 = ....
5
b. 6 d. –7
10.
5. 23 + 25 = ....
a. 5 3 c. 5 5
a. 25 c. 5 × 23
b. 28 d. 3 × 23 b. 3 5 d. 3 3

Pangkat Tak Sebenarnya 133


11. 125 = .... 32 32 32
15. = ....
2
23 23 23
a. 53 9 8
5 a. c.
b. 3 2 8 9
3
3 b. 1 d.
c. 52 4
 3
6
2
16. = ....
d. 3 5
12. Dengan cara merasionalkan penyebutnya, a. 9
b. 27
90 c. 36
bentuk akar dapat disederhanakan
72 d. 81
menjadi ....
20
a. 5 17. = ....
5
1
b. 5 a. 2 5
2
c. 2 5 b. 4 5
1 c. 5 5
d. 3
2 d. 8 5
3

13. 3 2 5
3 = ....
18. 2 10 = ....
1 a. 2 3
a. 35 b. 2 5
2
b. 33 c. 2 10
1
d. 5 2
c. 33
2 19.  12 8  12 8 = ....
d. 35 a. 2
2 3 b. 4

14. 125 3
100 2 = .... c. 6
9 d. 8
a.
100 1 3
29 20. 3 4 3 4 = ....
b.
1.000 a. 1
19 b. 3
c.
1.000 c. 9
39 d. 81
d.
1.000

134 Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas IX