Anda di halaman 1dari 23

ANALISIS PERUBAHAN PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP LIKUIDITAS

PERUSAHAAN PERIODE 2009 2013 (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN


MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR PADA BEI)
Proposal Tugas Akhir Mahasiswa Diploma III
Diajukan oleh :
Vika Ghisela Andini
125121032

PROGRAM STUDI KEUANGAN DAN PERBANKAN


JURUSAN AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh
perputaran piutang terhadap tingkat likuiditas. Jenis data yang
digunakan adalah jenis data kuantitatif yang terdiri dari laporan
keuangan perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI
periode 2009 -2010. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada
penelitian ini adalah metode purposive sample. Yaitu teknik
pengambilan sampel dengan kriteria tertentu.
Analisis Rasio keuangan yang digunakan pada penelitian ini adalah
rasio perputaran piutang (account receivable turn over) terhadap rasio
lancar (current rasio). Sedangkan, analisis metode statistika
menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis korelasi
product moment r.
Jika perusahaan untuk membayar kewaijiban jangka pendek (likuiditas)
meningkat maka perputarannya akan meningkat karena hubungan antara
perputaran piutang dengan kewajiban jangka pendek (likuiditas)
mempunyai hubungan yang sangat kuat dan searah.
Kata Kunci : Laporan Keuangan, Likuiditas, Perputaran Piutang.

LATAR BELAKANG MASALAH

Dalam era globalisasi seperti saat ini, munculnya kompetitorkompetitor baru di berbagai sektor industri perusahaan membuat
persaingan bisnis dari tahun ke tahun menjadi sangat ketat. Khususnya
Industri makanan dan minuman di Indonesia yang saat ini sedang
berkembang cukup pesat, hal ini ditandai dengan semakin beragamnya
jenis makanan dan minuman yang beredar di pasaran. Kondisi tersebut
didukung dengan semakin banyaknya home industri untuk produk
makanan dan minuman yang secara langsung mendukung atas
perkembangan sektor tersebut.
Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut tentu saja
diperlukan pengelolaan serta penanganan sumber daya yang tepat oleh
pihak manajemen. Namun sering kali karena ketatnya persaingan industri
tidak sedikit perusahaan yang akhirnya melakukan penjualan kredit
untuk meningkatkan volume penjualan, yang pada akhirnya dapat
meningkatkan likuiditas namun juga memunculkan piutang.
Piutang memang merupakan unsur aktiva lancar yang mudah dicairkan,
dan likuiditas adalah cerminan kinerja keuangan perusahaan. Dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek, jika piutang tersebut dikelola
dengan baik, maka perusahaan juga ikut membaik dan juga sebaliknya.

IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan
sebelumnya, maka identifikasi yang akan dikembangkan adalah
bagaimana pengaruh perubahan perputaran piutang terhadap
tingkat likuiditas pada perusahaan makanan dan minuman yang
terdaftar di BEI periode 2009-2013.

TUJUAN PENELITIAN
1.

2.

3.

Untuk mengetahui jangka waktu perputaran


piutang
pada perusahaan makanan dan minuman
yang
terdaftar di BEI periode 2009 2013.
Untuk mengetahui tingkat likuiditas pada
perusahaan
makanan dan minuman yang terdaftar
di BEI periode 2009 2013 dalam
memenuhi
kewajiban
jangka pendeknya.
Bagaimana pengaruh perputaran piutang
terhadap
tingkat likuiditas pada perusahaan
makanan dan
minuman yang terdaftar di BEI periode 2009-2013.

MANFAAT PENELITIAN
Penulis berharap, informasi yang diperoleh dari penelitian ini dapat
bermanfaat bagi berbagai pihak, diantaranya adalah:
1. Bagi penulis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis dalam
menambah pengetahuan dan memperluas wawasan dalam bidang
ilmu pengetahuan ekonomi akuntansi khususnya mengenai
perputaran piutang dan likuditas.
2. Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi
mengenai posisi piutang dan perubahannya serta untuk
memberikan sumbangan pemikiran untuk memecahkan masalah
yang berhubungan dengan likuiditas.
3. Bagi pihak lain
Hasil penilaian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi
maupun bahan kajian bagi penelitian selanjutnya khususnya
mengenai perputaran modal kerja dan tingkat likuiditas perusahaan.

KAJIAN PUSTAKA
Menurut Gitosudarmo (2002:81) Piutang
merupakan aktiva atau kekayaan perusahaan yang
timbul sebagai akibat dari dilaksanakannya
kebijakan penjualan kredit. Pos piutang yang
terdapat dalam neraca biasanya merupakan bagian
yang cukup besar dari aktiva lancar, oleh karena itu
perlu mendapat perhatian yang cukup serius agar
piutang ini dapat dikelola dengan cara yang
seefisien mungkin.

(Lanjutan)
Salah satu cara untuk menilai berhasil tidaknya
kebijakan penjualan kredit yang dilaksanakan oleh
perusahaan dapat dilakukan dengan melihat perputaran
piutang. Perputaran piutang merupakan rasio aktivitas
yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam
menggunakan dana yang tersedia yang tercermin dalam
perputaran modal. Rasio perputaran piutang memberikan
pandangan mengenai kualitas piutang perusahaan dan
seberapa berhasilnya perusahaan dalam penagihannya.
Semakin cepat perputaran piutang menandakan bahwa
modal dapat digunakan secara efisien.

(Lanjutan)
Hal tersebut sejalan dengan pernyataan yang
dikemukakan oleh Munawir (2002 : 75) yaitu :
Semakin tinggi (turn over) menunjukkan modal kerja
yang ditanamkan dalam piutang rendah, sebaliknya
kalau rasio semakin rendah berarti ada over
investment dalam piutang sehingga memerlukan
analisa lebih lanjut, mungkin karena bagian kredit
dan penagihan bekerja tidak efektif atau mungkin
ada perubahan dalam kebijaksanaan pemberian
kredit.

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam


memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain
adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban atau utang yang segera harus dibayar
dengan harta lancarnya.
Likuiditas diukur dengan rasio aktiva lancar (
Current Ratio ) dibagi dengan kewajiban lancar.
Perusahaan yang memiliki likuiditas sehat paling tidak
memiliki rasio lancar sebesar 200%.

Landasan Teori Terdahulu


Hasil penelitian Tarida Marlin Surya Manurung dan
Achmad Fajar Nugraha (2012) bahwa hubungan perputaran
piutang ( Account Receivable Turn Over) dengan kemampuan
perusahaan membayar hutang jangka pendeknya ( likuiditas )
sebesar 0,812 persen ( positif, mendekati 1). Itu berarti hubungan
perputaran piutang ( Account Receivable Turn Over) dengan
kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendeknya (
likuiditas ) mempunyai hubungan sangat kuat yang searah.

KERANGKA PEMIKIRAN
LAPORAN KEUANGAN

LIKUIDITAS

PERPUTARAN PIUTANG

ANALISIS REGRESI LINIER


SEDERHANA

ANALISIS KORELASI Product


Moment r

KESIMPULAN

METODE PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
pengaruh perubahan perputaran modal kerja terhadap likuiditas
perusahaan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif.
Menurut Nazir (2005:54), metode deskriptif adalah suatu
metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek,
suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas
peristiwa pada masa sekarang.
Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk
membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis,
faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat hubungan
antarfenomena yang diselidiki.

JENIS DAN SUMBER DATA


Jenis data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini
adalah data sekunder yang diperlukan untuk mendukung hasil
penelitian, yang berasal dari sumber yang sudah ada, baik itu
dokumen perusahaan, laporan pemerintah, artikel, dan berbagai
sumber lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.

TEKNIK PENGUMPULAN
DATA
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Penelitian
Kepustakaan
(Library
Research).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data sekunder
dan untuk mengetahui indikator-indikator dari variabel yang
diukur. Penelitian ini juga berguna sebagai pedoman teoritis pada
waktu melakukan penelitian lapangan serta untuk mendukung dan
menganalisis data, yaitu dengan cara mempelajari literaturliteratur yang relevan dengan topik yang sedang diteliti.

Metode Pengumpulan Sampel


Metode yang digunakan untuk menentukan sampel dalam
penelitian ini adalah metode purposive sampling, yaitu teknik
menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kriteria yang
digunakan dalam
pemilihan sampel yang diambil yaitu:
1. Perusahaan makanan dan minuman yang telah terdaftar di
BEI minimal sejak tahun 2009 dan tidak mengalami
delistings elama periode penelitian.
2. Selama periode penelitian, perusahaan menerbitkan laporan
keuangan tahunan yang dipublikasikan secara umum.

OPERASIONAL VARIABEL
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel X (variabel independen/Variabel bebas) adalah
variabel yang mempengaruhi/menjadi penyebab
berubahnya/timbulnya variabel dependen atau variable terkait.
Variabel X yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rasio
Perputaran Piutang.
2. Variabel Y adalah (variabel dependen/variabel terkait) adalah
variabel yang disebabkan/dipengaruhi oleh adanya variabel
bebas/Independen. Besarnya perubahan pada variable ini
tergantung dari besaran variable bebas/ Independen. Variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rasio Lancar.

METODE ANALISIS DATA


Metode analisis data yang digunakan yang didasarkan pada
laporan keuangan adalah :

Metode statistika :

Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Likuiditas
Hasyim, Muttaqin.Perputaran Piutang [Online]
Tersedia: http://muttaqinhasyim.wordpress.com/2009/08/18/perputaran-piutang-usaha/
Manurung, tarida marlin surya dan Ahmad Fajar Nugraha.Analisis Pengaruh Perputaran Piutang
Perusahaan Terhadap Likuiditas Perusahaan. [Online]
Tersedia:
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=90191&val=4283&title= . 2014
Munawir, Analisa Laporan Keuangan, edisi keempat, Yogyakarta: Liberty, 2007.
Umar, Husein. Research Methods in Finance and Banking. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,
2000.

JADWAL PENELITIAN

Periode Aktivitas penelitian


1
2
3
4

Persiapan,
Identifikasi masalah
Pengumpulan Data
Pengolahan Data
Penyusunan Laporan

Minggu ke1 2 3 4 5 6 7 8

LAMPIRAN 2
RENCANA ANGGARAN BIAYA PENELITIAN
ATK
Rp. 100.000;
Biaya Internet
Rp. 100.000;
Penggandaan Proposal dan Laporan Rp.
50.000;
Rp 250.000;