Anda di halaman 1dari 4

OUTLINE JUDUL SKRIPSI

Analisis Motivasi Kinerja dalam Meningkatkan


Pelayanan Rumah Sakit Jiwa
Pembimbing I: Dr. Rostika Flora, S.Kep, M.Kes, AIF
Pembimbing II: Ns. Sri Maryatun, S.Kep, M. Kep

Atika Dewi Kharisma


04091003039

Program Studi Ilmu Keperawatan


Fakultas Kedokteran
Universitas Sriwijaya
2013

Peminatan

: Management / Jiwa

Judul

: Analisis Motivasi Kinerja Perawat dalam Meningkatkan


Pelayanan Rumah Sakit Jiwa

Latar Belakang :
Rumah sakit merupakan organisasi pengelola jasa pelayanan dalam bidang
kesehatan. Di dalam organisasinya terdapat banyak aktivitas yang diselenggarakan
oleh petugas kesehatan dengan berbagai jenis profesi, baik profesi medik,
paramedik, maupun non-medik. Dalam menjalankan fungsinya, rumah sakit
merupakan lembaga pelayanan mulia yang dituntut untuk bisa memberikan
pelayanan yang cepat dan tepat dengan biaya yang proporsional dan kompetitif
(Ningsih, 2012). seperti yang diungkapkan oleh Aditama (dalam Amir 2009:2)
bahwa hal ini di karenakan fungsi rumah sakit yang berhubungan dengan orang
yang membutuhkan pelayanan yang cepat dan tepat serta menyangkut hal yang
paling mendasar bagi pasien, yakni hidup dan sehat.
Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat
strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Hal ini disebabkan rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan yang padat
teknologi dan padat pakar. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam
pengembangan rumah sakit adalah sumber daya manusia yang di miliki rumah
sakit tersebut. Hal ini juga akan mempengaruhi berhasil atau tidaknya pelayanan
di rumah sakit. Salah satu sumber daya manusia di rumah sakit adalah perawat
dengan jumlah terbesar (2/3) dari seluruh petugas yang ada di rumah sakit
(Ningsih, 2012).
Keberadaan perawat merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan, hal ini harus
benar-benar diperhatikan dan dikelola secara profesional sehingga mampu
memberikan konstribusi yang positif bagi masyarakat dan kemajuan rumah sakit
dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Demikian juga halnya perawat
yang bekerja di rumah sakit jiwa yang khusus menangani pasien yang mengalami
gangguan mental sangat dituntut untuk memiliki komitmen yang tinggi dalam
bekerja sehingga dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik
dalam hal ini dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi pasien, mengingat

kondisi pasien yang memerlukan penanganan yang khusus dan berbeda dari
pasien biasa.
Dalam melaksanakan tugasnya perawat tersebut menggunakan 3 (tiga) tehnik
khusus untuk menangani pasien jiwa yaitu tehnik 70% selalu menyebutkan nama
pasien, 20% sering senyum kepada pasien, dan yang terakhir 10% dengan
sentuhan. Hal ini juga dilandasi karena adanya perasaan empati dan simpati
kepada pasien tersebut. Dengan demikian perawat tersebut dapat melaksanakan
tugasnya tanpa merasa terbebani dengan kondisi pasien, sehingga pekerjaan
tersebut dirasakan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan tidak menimbulkan
stres pada diri mereka. Upaya yang dilakukan perawat tersebut merupakan suatu
proses pembelajaran guna meningkatkan kinerja sehingga mutu pelayanan dapat
tercapai khususnya dalam penanganan pasien gangguan jiwa.
American Nurses Associations (dalam Yosep, 2007) mengemukakan bahwa
keperawatan jiwa merupakan area khusus dalam praktek keperawatan yang
menggunakan ilmu tingkah laku manusia (seperti psikologi, sosiologi, dan
komunikasi) sebagai dasar dan menggunakan diri sendiri secara terapeutik dalam
meningkatkan, mempertahankan, memulihkan kesehatan mental pasien dan
kesehatan mental masyarakat dimana pasien berada. Penggunaan diri sendiri
secara terapeutik artinya perawat jiwa membutuhkan alat atau media untuk
melakukan perawatan. Alat tersebut selain berupa keterampilan teknik dan alatalat klinik, yang terpenting adalah menggunakan dirinya sendiri (misalnya gerak
tubuh, mimik wajah, bahasa, sentuhan, dan sebagainya). Caroline (dalam Yosep,
2007) menyatakan bahwa pada prinsipnya semua pasien gangguan jiwa memiliki
tiga hal berikut yaitu: tidak tahu, tidak mau, dan tidak mampu. Tugas perawat
adalah menambah pengetahuan pasien dengan harapan perilakunya berubah atau
menjadi termotivasi.
Dalam hal ini dibutuhkan daya motivasi yang tinggi dalam melakukan peran
perawat dalam lingkup kesehatan jiwa, mengingat banyaknya tantangan-tantangan
dalam melayani pasien jiwa dimana pasien kurang mampu memahami apakah
pelayanan kesehatan telah mencapai standart atau belum. Maka dari kasus ini
peneliti teratrik meneliti lebih lanjut tentang Analisis Peningkatan Motivasi
Kinerja Perawat Jiwa dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Jiwa

Tujuan :
Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis peningkatan motivasi
kinerja perawat jiwa dalam meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Jiwa
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
Mengetahui tingkat motivasi kinerja perawat jiwa
Mengetahui pendapat perawat jiwa tentang tantangan kerja dalam RSJ
Mengetahui cara meningkatkan motivasi kinerja perawat jiwa
Hasil yang Diharapkan :
Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat diketahuinya cara
meningkatkan motivasi kinerja perawat dalam pelayanan kesehatan jiwa agar
lebih optimal dalam pelayanan kesehatan jiwa.