Anda di halaman 1dari 31

Disusun Oleh:

ABIYOGA KOESNANTO
3B-D4 / 1141220032

Di era otomotif yang serba modern ini kendaraan bermotor terutama


mobil dituntut untuk memiliki performa yang lebih tinggi. Berkembangnya
kemampuan kendaraan yang semakin bertenaga terkadang tidak diimbangi
oleh kemampuan berkendara pengguna yang memadai sehingga sering terjadi
kecelakaan lalu lintas yang beberapa diantaranya karena kurangnya
kemampuan pengemudi dan kurangnya penunjang keselamatan pada
kendaraan tersebut.

Dalam kesenjangan permasalahan diatas perusahaan produsen


kendaraan mulai menerapkan teknologi keselamatan yang dapat membantu
pengendara tetap dapat mengendalikan kendaraannya disaat mengalami
kondisi darurat atau berbahaya sekalipun. Tujuannya untuk menghindari
kejadian yang tidak diinginkan seperti kecelakaan yang dapat menyebabkan
korban jiwa. Teknologi keselamatan yang banyak diterapkan umumnya
diinstalasi pada chasis. Salah satu teknologi keselamatan terbaru dan
tercanggih pada kendaraan adalah Traction Control System ( Sistem Kontrol
Traksi ) yang sudah terpasang dibeberapa mobil kelas premium.

Rumusan Masalah :

Persentasi ini disusun berdasarkan beberapa

permasalahan yang sering ditemui dalam proses


pembelajaran
1. Apa pengertian dari TCS pada Renault 4 Clio ?
2. Bagaimana cara kerja TCS pada Renault 4 Clio?
3. Apa saja system pendukung TCS pada Renault 4 Clio?

4. Apa fungsi utama pengaplikasian TCS pada Renault 4

Clio?

Tujuan :
Persentasi ini disusun bertujuan :
1. Mahasiswa mengerti apa yang dimaksud dengan TCS
2. Mahasiswa mengerti bagaimana TCS bekerja beserta
prinsipnya
3. Mahasiswa mengerti Sistem penyusun dari TCS
4. Mahasiswa dapat mengerti fungsi dari setiap
komponen penyusun TCS

PEMBAHASAN
- APA YANG DIMAKSUD DENGAN TCS ? - SEJARAH AWAL TEKNOLOGI TCS - APA FUNGSI DARI TCS ? - KOMPONEN DARI SISTEM TCS - CARA KERJA SISTEM TCS - MEMATIKAN SISTEM TCS PADA KENDARAAN - DIAGNOSA PERMASALAHAN PADA TCS - KESIMPULAN -

TCS adalah singkatan dari traction control system, yaitu

Sebuah sistem kontrol traksi, juga dikenal sebagai anti-slip


regulation (ASR), biasanya (tapi tidak harus) merupakan
fungsi sekunder dari ABS pada mobil, yang dirancang untuk
mencegah hilangnya traksi roda dengan jalan saat
pengemudian basah atau licin
Sistem ini membantu meningkatkan traksi roda saat
kendaraan berjalan pada daerah berair atau jalan licin. Ketika
sensor membaca ban tidak memiliki traksi, maka sistem akan
memberikan kompensasi dengan memperlambat putaran
roda, mengurangi daya atau keduanya
Sistem ini menggunakan sensor kecepatan roda untuk
memonitor kecepatan roda. Ketika traksi hilang, sensor
meminta ECU sistem rem untuk menerapkan sebagian rem
ke roda yang berputar, yang memungkinkan untuk
mendapatkan traksi. Jadi seperti kebalikan dari rem ABS

Pada mobil dengan penggerak roda depan, mobil tidak bisa dibelokkan.
karena pada roda penggerak terjadi slip

Pada mobil dengan penggerak roda belakang mobil tidak bisa dibelokkan
mengikuti radius jalan atau juga tidak bisa berjalan lurus
karena pada roda penggerak terjadi slip

Solusi :
Mengerem roda penggerak yang slip
Menurunkan daya motor
Untuk mengendalikan slip percepatan dibedakan menjadi

tiga yaitu :
Pengereman roda yang slip
Menurunkan daya motor
Kombinasi antara pengereman roda yang slip dengan
menurunkan daya motor.
BACK

Mengurangi atau menekan urutan percikan busi pada satu atau


beberapa silinder

Mengurangi pasokan bahan bakar pada satu atau beberapa silinder

Gaya pengereman bervariasi diterapkan pada satu roda atau lebih

Menutup throttle, jika kendaraan itu dilengkapi dengan drive by wire


throttle

Pada kendaraan dengan turbocharger, boost control solenoid

digerakkan untuk mengurangi dorongan udara sehingga mengurangi


daya mesin.

Pada tahun 1971, Buick divisi GM memperkenalkan MaxTrac, yang


menggunakan suatu sistem komputer untuk mendeteksi putaran
roda belakang dan memodulasi tenaga mesin ke roda tersebut
untuk memberikan traksi yang paling baik.
Teknologi tersebut diterapkan pada semua model, seperti Riviera,
Wagon Estate, Electra 225, Centurion, dan sedan LeSabre keluarga
yang cukup populer.
Cadillac juga memperkenalkan teknologi Traction Monitoring
System (TMS) pada 1979 yang merupakan re-desain dari tipe
Eldorado.
Namun tipe ini mendapat banyak kritikan karena waktu reaksi
yang lambat dan tingkat kegagalan sistem sangat tinggi.
BACK

Pengembangan dari differensial adalah menggunakan differensial


aktif yang dapat menghitung jumlah daya yang diteruskan ke roda
luar dan dalam sesuai dengan kebutuhan (misalnya, jika sensor
yaw') mendeteksi kendaraan berbelok ke kanan, slip keluar maka
diferensial aktif dapat memberikan daya lebih ke roda luar, sehingga
dapat meminimalkan efek yaw
Yaw pada dasarnya adalah sensor yg menghitung tingkat tidak
sejalannya roda depan dan belakang mobil.)
Selanjutnya sistem dilengkapi rangkaian sensor elektromekanis
yang dikombinasikan dengan unit kontrol traksi untuk
mengendalikan sistem diferensial aktif,

BACK

Ide dasar penerapan sistem kontrol traksi adalah

perbedaan antara traksi roda. beberapa roda yang


menyebabkan
banyak
kerugian,
dimana
traksi/cengkeraman jalan merupakan kombinasi antara
kontrol kemudi dan stabilitas kendaraan.
Perbedaan slip mungkin saja terjadi dikarenakan
kendaraan berbelok atau kondisi jalan yang berbeda
pada roda yang berbeda.
Pada kecepatan tinggi, saat mobil cenderung berbelok,
roda-roda bagian luar dan bagian dalam mengalami
kecepatan rotasi yang berbeda, dimana secara
konvensional dikendalikan dengan menggunakan
differensial.

Sistem TCS memiliki banyak komponen penyusun yang sama


dengan sistem ABS:
Sebuah modul pengendali dengan
software tambahan dan sirkuit
kontrol TCS. Pada beberapa
kendaraan, dapat digunakan
modul TCS dengan kontrol terpisah.
WSS atau Wheel Speed Sensor
Digunakan untuk memantau kecepatan
Roda dan mengirimkan sinyal masukan
Ke ECU

Pompa dan

akumulator tekanan
tinggi digunakan untuk
menghasilkan dan
menyimpan tekanan
hidrolik untuk TCS
pengereman.
Modulator (dengan

beberapa katup
solenoid tambahan)
digunakan untuk
mengontrol
pengereman.

BACK

Traction Control menambah fungsi utama dari ABS.


Jika salah satu roda cenderung berputar, maka Traction Control
akan aktif dan melakukan interupsi pada sistem (aktif)
Sistem kontrol traksi dapat mengurangi torsi mesin dan, jika perlu,
rem roda individu yang digunakan untuk mengatur slip roda
didorong secepat mungkin ke tingkat optimal
Ketika kontrol traksi diperlukan, ia menerapkan rem pada roda yang
kehilangan traksi. Memperlambat roda memungkinkan untuk
mendapatkan kembali traksi.
Pada saat yang sama, torsi digeser dengan membuka diferensial
berlawanan dengan roda yang masih memiliki traksi.
Menerapkan rem membutuhkan tekanan dari pompa ABS dan
akumulator tekanan tinggi melalui modul ABS.

Control Traksi biasanya menambahkan sebuah ekstrasolenoid valve pada


modul ABS untuk setiap roda.
Hal ini memungkinkan sistem menerapkan tekanan untuk memperlambat
roda jika roda mulai berputar.
Solenoid ABS pada rangkaian rem selanjutnya akan menahan, melepaskan
dan menaikkan tekanan yang diperlukan sampai traksi kembali normal.
Pada beberapa aplikasi (misalnya Corvette) menggunakan sebuah "throttle
relaxer". Perangkat ini melekat pada rangkaian throttle dan akan menarik
rangkaian tsb untuk mengurangi pembukaan katup ketika diperlukan.kontrol
traksi Pengemudi akan dapat merasakan relaxer mendorong kembali
kakinya untuk mengurangi gas.
Pada kendaraan dengan throttle-by-wire.tidak ada kabel atau hubungan
mekanik antara pedal gas dan throttle. Throttle ini dikendalikan secara
elektronik oleh PCM berdasarkan masukan dari sensor pedal gas. Di sini,
sistem kontrol traksi dapat meminta PCM untuk sejenak mengurangi
pembukaan throttle jika roda tergelincir/slip.

Input utama untuk pengendalian TCS berasal dari sensor kecepatan

roda.
Sensor terus memonitor kecepatan roda kapan saja kendaraan
bergerak.
Sensor menghasilkan sinyal yang sebanding dengan kecepatan roda,
sehingga dengan membandingkan kecepatan roda, sistem ABS / TCS
dapat mendeteksi perubahan yang mengindikasikan sebuah roda
yang kehilangan traksi, diam atau berputar.
Ketika kontrol traksi diperlukan, ia menerapkan rem pada roda yang
kehilangan traksi. Memperlambat roda memungkinkan untuk
mendapatkan kembali traksi.
Pada saat yang sama, torsi digeser dengan membuka diferensial
berlawanan dengan roda yang masih memiliki traksi.
Menerapkan rem membutuhkan tekanan dari pompa ABS dan
akumulator tekanan tinggi melalui modul ABS.

TCS menganalisa beberapa situasi berkendara seperti :


Akselerasi roda yang di kalkulasi
Kecepatan kendaraan berdasarkan perhitungan kecepatan roda tanpa

traksi
Kenaikan kurva yang terdeteksi berdasarkan perbandingan dari roda
non penggerak
Slip yang dikalkulasi dari perbedaan pada roda penggerak dan roda
non pengerak pada setiap sisi kendaraan
Dari informasi diatas data yang didapat diolah oleh Control module
untuk melakukan intervensi pada sistem ABS , dan Engine Management
System seperti pada diagram intervensi

Menurut pada EMS yang tersedia ECU memiliki beberapa opsi intervensi
dengan beberapa cara seperti :
Penurunan torsi engine dengan pengaturan throttle valve
Intervensi via injection system memungkinkan penurunan torsi terjadi

dengan pengaturan waktu penyemprotan pada injektor


Intervensi via sistem pengapian , timing pengapian dapat dimanipulasi
dengan pengaktifan retarded direction adjusting
Pada kendaaraan yang menggunaka girbox automatik , TCS
mengirimkan sinyal ke Gearbox Control Unit via pemiliah percepatan
mana yang akan di fungsikan untuk pengaturan torsi

.:+ TCS Video 1 +:.


.:+ TCS Video 2 +:.
.:+ TCS Video 3 +:.

BACK

Beberapa pengemudi
mungkin menemukan
gangguan dari kontrol traksi,
terutama jika mereka menguji
performansi kendaraan.

Jadi kebanyakan sistem


memiliki tombol atau switch
yang memungkinkan
pengemudi untuk
menonaktifkan sementara
control traksi.

Ketika sistem dimatikan, lampu peringatan akan menyala untuk


mengingatkan driver bahwa kontrol traksi tidak tersedia. Sistem
akan tetap nonaktif sampai pengemudi menekan tombol TCS lagi

Note : Menonaktifkan control traksi tidak menonaktifkan atau

mempengaruhi operasi dari sistem ABS. ABS akan tetap aktif kecuali
telah dinonaktifkan karena adanya kerusakan

BACK

Sistem kontrol traksi memiliki lampu peringatan sendiri dan self


Diagnostik dengan sistem ABS.
Jika terjadi kesalahan pada salah satu komponen yang
mempengaruhi operasi sistem yang lain, maka salah satu atau
kedua lampu peringatan akan menyala dan diagnostic trouble code
(DTC) akan ditetapkan dalam kontrol modul yang sesuai dengan
kesalahan tsb
Jika lampu peringatan TCS atau ABS menyala, satu atau kedua
sistem biasanya dinonaktifkan dan akan tetap offline sampai
kesalahan tersebut didiagnosa dan diperbaiki.

Prosedur untuk membaca dan membersihkan kode kesalahanTCS / ABS


bervariasi tergantung pada model tahun kendaraan dan sistem yang
digunakan.
Pada kendaraan tua dan beberapa jenis mobil impor (misalnya Acura),
modul TCS / ABS memiliki panduan membaca kode kesalahan dan tidak
diperlukan scantool.
Sedangkan pada aplikasi kendaraan terbaru, diperlukan.alat scan
Kebanyakan masalah kontrol traksi yang terjadi adalah terkait dengan
hilangnya sinyal dari sensor kecepatan roda, pompa yang gagal untuk
bekerja, atau akumulator tekanan tinggi yang bocor atau tidak bisa
menahan tekanan.
Roda sensor kecepatan dapat diperiksa dengan mengukur nilai
resistensinya dengan ohmmeter dan membandingkannya dengan
spesifikasi.

BACK

Sistem kontrol traksi adalah sebuah sistem keamanan pada kendaraan


dimana sistem ini dapat membantu mengoreksi kesalahan pengendara
melalui pengontrolan arah laju kendaraan berdasarkan kondisi jalan dan
kondisi kendaraan . sistem ini dapat memudahkan pengendara untuk
lebih mudah mengontrol kendaraan dalam segala kondisi dan dalam
tingkat kecepatan yang ditoleransi , sistem ini dapat meminimalisir
tingkat kecelakaan yang sering disebabkan keterbatasan kemampuan
pengendara dalam mengontrol kendaraannya pada kondisi tertentu.

Next