Anda di halaman 1dari 1

BAB II

TINJAUAN UMUM KELAS KATA DAN VERBA

2.1 Kelas Kata Bahasa Jepang


Dalam bahasa Jepang terdapat 10 jenis kelas kata. Kesepuluh kelas kata

tersebut masing-masing memiliki ciri yang distingtif dibanding kelas kata dalam

bahasa Indonesia. Salah satu hal yang dapat sekilas kita ketahui ialah dalam kata

bahasa Jepang, terutama dalam kata yang termasuk ke dalam golongan yōgen,
dikenal dua unsur pembentuk sebuah kata, yaitu akar kata (gokan 語幹) dan

akhiran yang inflektif (gobi 語尾).

Mengenai hierarki satuan bahasa dalam bahasa Jepang, di dalam Bunpō:

Nihongo Kyōikushi Yōsei Kōza Tekisuto (1996:7), secara singkat disebutkan

bahwa bentuk bunyi tertentu yang bertalian dengan satu makna tertentu disebut

bentuk linguistik (gengo keishiki 言語形式). Satuan terkecil bentuk linguistik

yaitu morfem (keitaiso 形態素) yang terdiri atas satu atau beberapa unsur,

bergabung dengan kaidah tertentu membentuk satu kesatuan baik secara

morfologis, maupun semantik, serta pada saat membentuk komponen kalimat,

memegang peran tertentu yang disebut kata (go 語). Contohnya ao 青, aozora 青

空, dan aounabara 青海原 merupakan kata yang terbentuk dari satu, dua, dan tiga
unsur.

Klasifikasi tentang bagaimana kata membentuk komponen kalimat, atau


pada saat membentuk kalimat, bagaimana peran yang diemban komponen itu, hal

tersebut terdapat dalam klasifikasi kelas kata (hinshi bunrui 品 詞 分 類 ).


Masing-masing kelompok kata yang terjadi setelah pengklasifikasian tersebut

dinamakan kelas kata (hinshi 品詞). Dalam hinshi ini terdapat 10 kategori kata,

yaitu verba (dōshi 動詞), adjektiva -i (keiyōshi 形容詞), adjektiva –na (keiyōdōshi

形容動詞), nomina (meishi 名詞), adverbia (fukushi 副詞), atributif (rentaishi 連

体詞), konjungsi (setsuzokushi 接続詞), interjeksi (kandōshi 感動詞), verba bantu