Anda di halaman 1dari 1

BAB III

ANALISIS BENTUK DAN MAKNA


VERBA MAJEMUK –AGARU DAN –AGERU

3.1 Analisis Bentuk dan Makna Verba Majemuk –Agaru

噴水といっても水が吹き上がるのではなく、左の写真のように水蒸気と
いうか霧雨のような感じの噴水です。
(1)

(http://www.tcp-ip.or.jp/~sugiyama/tabi/e-jpn/shiodome.html)
Funsui to ittemo mizu ga fukiagaru no de wa naku, hidari no shashin no yōni
suijōki to iu ka kirisama no yōna kanji no funsui desu.
Meski disebut air mancur, air tidak menyembur ke atas, namun seperti terlihat
di foto, tampak sebagai air mancur uap air atau hujan embun.
Kategori:
Pergerakan naik seluruh bagian subjek dengan ciri pergerakan spasial
Analisis:
Fokus pembahasan kalimat di atas ialah air yang menyembur ke atas
yang dinyatakan pada klausa pertama. Dari pemakaian verba majemuk

fukiagaru tersebut dapat langsung kita pahami bahwa gerakan yang terjadi
merupakan gerakan fisik air dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang
lebih tinggi. Pada kalimat tersebut, terjadi penggabungan verba fuku dalam
bentuk ren’yokei dan kōkōdōshi agaru. Makna kalimat tersebut yang
dinyatakan dengan verba majemuk intransitif hanya memberi kita pemahaman
keadaan air menyembur, namun tidak dinyatakan apakah semburan air itu
disebabkan oleh aliran air secara alamiah, atau lewat campur tangan manusia

dengan alat mekanis. Hal ini terutama disebabkan sifat intransitif verba hanya
meninjau dari aspek terdapatnya gerakan pada diri subjek. Tidak terdapat
dominasi makna pada bentukan verba majemuk ini sebab kedua verba unsur,
zenkōdōshi dan kōkōdōshi, memiliki peran yang saling mendukung. Verba

majemuk ini memiliki bentuk transitif fukiageru.

56