Anda di halaman 1dari 4

Menjadi Ibu yang Baik Bagi Anak

Menjadi seorang ibu adalah dambaan bagi setiap wanita dan


aktivitas mengurus anak merupakan sebuah pengalaman yang luar
biasa. Karakter dan sifat anak muncul karena di pengaruhi faktor
lingkungan dan orang-orang disekitarnya, untuk itulah kita sebagai ibu
harus menjadi contoh yang baik bagi si buah hati. Berbagai macam
cara parentingbanyak kita temui di berbagai media atau sanak
saudara, namun pada akhirnya cinta kepada si buah hatilah kunci
utamanya. Ibu yang baik adalah contoh yang baik bagi anak-anaknya.
Lalu bagaimana menjadi ibu yang baik bagi anak?
1. Memahami minat, dan keinginan anak

Sering kita temui bahwa keinginan orangtua dengan anaknya berbeda sehingga
tak jarang memunculkan pertengkaran. Si ibu menginginkan anaknya menjadi seorang
dokter namun jiwa si anak lebih condong ke bidang seni, sehingga ia lebih memilih
menjadi seniman ketimbang dokter. Perbedaan seperti ini seharusnya bisa Anda atasi.
Bicarakan dengan si anak dengan serius tapi santai atas pilihannya. Arahkan dengan
benar dan dukung pilihannya jika itu memang baik untuk diri dan masa depannya. Ibu
manapun pasti ingin anaknya mendapatkan yang terbaik. Jangan dulu marah jika Anda
merasa si anak sangat berbeda dengan Anda yang melahirkannya. Pada dasarnya
perbedaan itu indah, perbedaan yang disikapi dengan pengertian akan mengahasilkan
harmonisasi kehidupan yang indah. Mungkin ketika masa remaja dulu, Anda lebih
condong berdandan ala feminim, tidak seperti anak Anda yang gaya dandanannya lebih
kearah tomboy. Jangan jadikan hal itu sebagai suatu masalah. Si anak akan merasa
nyaman jika Anda mengerti dan memahami keinginannya. Pelan tapi pasti bimbing terus
apa pilihannya.
2.

Dukung cita-citanya

Jika anak Anda tertarik dalam bidang musik, berikan dia alat musik yang ia minati. Lihat
ia memainkan alat musik tersebut. Jika anak Anda ingin menjadi seorang ilmuwan dan
nilai-nilai rapornya selalu bagus, puji dia atau bisa juga beri si anak reward sebagai hasil
pencapaiannya yang baik. Hal-hal tersebut memang sepele, tapi bagi si anak hal tersebut
sangat berarti. Dukung cita-citanya, jika anak bercita-cita menjadi seorang pemusik dan

sudah membuktikan kepada Anda bahwa ia cinta dengan hal itu, tak ada salahnya Anda
memasukkannya ke dalam les musik. Tapi ingat, jangan pernah memaksanya.
3.Sabar

Menjadi ibu terkadang merupakan sebuah tantangan. Tantangan dimana si buah hati
terkadang sulit di atur atau bandel. Jika si anak seperti itu, tetaplah sabar dan perpanjang
lagi kesabaran Anda. Jika anak Anda salah, beritahu apa kesalahannya dan cara
memperbaikinya. Beritahu dengan sabar dan pelan-pelan dan bukan dengan pelajaran
fisik.
4.Tidak pelit tapi bukan boros

Tidak ada salahnya sekali-kali memanjakan anak. Uang belanja Anda tidak akan terkuras
hanya karena membelikan putera Anda sebuah robot-robotan, bukan? Jangan pelit.
Materi memang bukan faktor utama dalam memanjakan anak. Opsi lain, Anda bisa
memberikannya pilihan untuk bebas main video game, menonton tv atau bermain
bersama anak-anak lain, atau Anda bisa juga membelikan boneka kesayangannya dalam
rangka ulangtahunnya.
5.Menjadi pembicara dan pendengar yang baik

Menjadi seorang ibu memang tidak mudah, maka teruslah berlatih menjadi pembicara
yang baik bagi anak. Pembicara yang baik dalam memberikan nasihat kepadanya,
memberikan pendapat atau opini kepadanya dan bahkan informasi-informasi penting
seperti masalah pubertas kepada anak reamja Anda. Jangan sekali-kali mengeluarkan
kata-kata yang kurang baik untuk di dengar. Ingat, anak adalah peniru ulung
orangtuanya. Dan jadilah pendengar yang baik. Tak jarang orang tua menjadi tempat
pelarian sang anak ketika ia merasa down. Jadilah shoulder to cry on bagi putera dan
puteri Anda.
6.Jangan ragu mengatakan hal yang sebenarnya

Jika Anda telah melakukan hal yang salah kepadanya, jangan ragu untuk meminta maaf.
Terkadang banyak orang tua yang sungkan melakukan tindakan ini, karena bagi mereka
dirinya selalu benar dan tak pernah salah, padahal ini jelas salah besar. Ingat, Anda
adalah panutan anak. Jika salah maka minta maaflah, akui bahwa Anda salah dan
katakan bahwa Anda menyesal telah melakukan hal itu kepadanya.

7.Cintai dia sepenuh hati Anda

Apapun yang terjadi padanya, bagaimanapun keadaannya, teruslah tunjukkan bahwa


Anda mencintainya. Dalam hati anak, ketika Anda mencintainya dengan tulus, ia merasa
bahwa Anda akan terus mencintainya sampai selama-lamanya.

7 konsep praktis untuk menjadi orangtua yang sukses

1. Jadilah konsisten
Anak selalu ingin tahu hal-hal baru yang masih asing baginya dan akan menanyakan banyak hal
kepada Anda. Sebagai orang tua, Anda harus konsisten terhadap jawaban Anda. Jangan sekali-kali
menjadi orang tua yang plin-plan ketika menjawab pertanyaan anak yang dilontarkan berulang kali.
2. Tetapkan batas
Batasan disini dapat berupa peraturan maupun proteksi fisik terhadap anak. Menurut Jim
Cunningham, seorang penulis, penelitian pengaruh pagar pembatas taman bermain di sekolah
terhadap anak. Ketika pagar dihilangkan, anak-anak cenderung cemas dan meras tidak aman dalam
bermain. Ketika keesokan harinya pagar tersebut kembali di pasang, anak merasa aman kembali dan
bermain dengan bebas di taman.Sama seperti proteksi fisik tersebut, dalam hati anak juga merasa
tidak ingin hidup di dunia tanpa batas. Anak-anak ingin orang tuanya menetapkan batasan untuk
melindungi, memelihara dan membimbing dirinya hingga menjadi dewasa.
3. Jangan memaksa anak menjadi seperti diri Anda
Seringkali orang tua menganggap bahwa anak-anaknya merupakan versi kecil dari dirinya. Orang
tua cenderung memperlakukan anaknya sesuai dengan apa yang diinginkannya ketika masih
kanak-kanak.Padahal anak Anda tentu berbeda dengan Anda ketika muda karena perbedaan
generasi dan lingkungan juga yang mempengaruhi sifat anak. Harapan orang tua tersebut
biasanya hanya mengarah pada kekecewaan karena tidak sesuai dengan bayangan Anda.
4. Mendorong perilaku positif pada anak
Orang tua hendaknya mencari tau hal-hal baik dan yang tidak pada anak. Kemudian Anda perlu
mendorong perilaku positifnya dengan cara memberikan pujian dan sebagainya.
5. Memberikan sedikit hukuman terhadap kesalahan anak
Jika anak melakukan kesalahan sekali atau dua kali, Anda hanya perlu menasehatinya saja dan
memberitahu hal yang benar. Tetapi jika kesalahan anak tersebut terus diulangi, Anda dapat

memberikan sedikit hukuman yang sifatnya positif seperti mengurangi jam bermainnya di luar.
Hal ini akan membuat anak Anda berpikir ulang untuk melakukan kesalahan yang sama.
6. Jangan timbulkan kesenjangan antara kedua orang tua
Jika ibu mengatakan tidak dan ayah mengatakan iya, anak akan cenderung mendekat ke ayah
karena mendapatkan apa yang diinginkannya. Orang tua harus sepaham dalam mengajar dan
mendidik anak.Tujuannya adalah agar tercipta kestabilan dalam keluarga. Ini mungkin sulit jika
anak dihadapkan dalam situasi perceraian, tetapi demi anak-anak kedua orang tua harus
mengesampingkan perbedaan dan sepaham.
7. Jaga perilaku Anda
Anak-anak cenderung megikuti perilaku orang tuanya. Jika Anda berbohong, menipu, mengumpat,
mencuri, atau bahkan membuat pilihan gaya hidup yang tidak sehat, anak cenderung berpikir
bahwa tidak apa-apa jika melakukan hal yang sama dengan orang tuanya.