Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Dengan tersusunnya makalah ini penulis panjatkan puji dan syukur kepada Allah
swt, yang mana dengan taupiq dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat penyusun
selesaikan. Shalawat dan salam teruntuk baginda Nabi Muhammad saw, beliulah
panutan yang paling hak di bumi ini.

Makalah ini penulis susun untuk memenuhi salah satu tugas dari dosen / pengajar,
untuk mengembangkan pola fikir mahasiswa tetang makalah dan tentang agama Islam
masalah iman dan taqwa. Makalah ini berjudul :
KEIMANAN DAN KETAQWAAN

Mata pelajaran agama Islam sangat luas dan mengangkat beberapa tema utama
diantaranya masalah iman dan taqwa. Dalam mengangkat topik diatas, makalah ini tidak
hanya menyampaikan konsep-konsep, tetapi juga mengajakmu aktif

berdiskusi,

melakukan penelitian dan wawancara, membedah kasus dan sebagainya.

Makalah ini disusun dengan menyeimbangkan antara bahan bacaan sebagai wahana
penyerapan ilmu pengetahuan dengan kegiatan yang akan melatih kompetensimu.
Selain itu, kamu juga diajak untuk lebih mengenali dirimu sendiri baik sebagai makhluk
Allah ataupun sebagai makhluk sosial yang memiliki iman dan taqwa.

Selanjutnya kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan saran
sehingga tersusunnya makalah ini, penulis ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya
dan semoga Allah yang maha besar selalu merahmati kita. Amin

ii

Penulis menyadari makalah ini jauh dari sempurna, akhirnya tegur sapa dan saransaran untuk kesempurnaan makalah ini sangat diharapkan dan akan disambut dengan
senang hati. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama
bagi pembaca dan penulis. Amin

Banjarmasin, Oktober 2010

Penyusun

iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR .. ii
DAFTAR ISI iv
BAB I PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang .. 1

B.

Batasan / Rumusan Masalah . 1

C.

Tujuan Penulisan .. 1
BAB II IMAN DAN TAQWA

A.

Iman .. 2

B.

Taqwa ... 4

C.

Iman Dan Taqwa Dalam Kehidupan Moderen 5


BAB III PENUTUP

A.

Kesimpulan .. 7

B.

Saran 7
DAFTAR PUSTAKA . 9

iv
BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Islam adalah agama yang paling benar, ajaran didalamnya mengandung banyak
makna dan paidah-paidah untuk kesalamatan dan kemaslahatan. Dalam islam kita
diwajibkan untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah yang maha kuasa, di dalam AlQuran disebutkan : Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenarbenarnya taqwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam
keadaan beragama Islam. (Qs. Al-Imran (3) ayat (102).

Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai panduan bagi manusia diantaranya, untuk


meraih iman dan taqwa yang sempurna, orang perlu taat sebenar-benarnya mengikuti
perintah-perintah Allah untuk meraih iman dan taqwa tersebut. Tapi pada jaman
moderen sekarang ini, banyak manusia yang salah dalam mengartikan iman dan taqwa,
nah di Makalah ini penulis ingin mengungkap / membedah apa itu Iman dan Taqwa.

B.

Batasan / Rumusan Masalah

Masalah yang dibahas dan disusun oleh penulis dalam makalah ini, hanya dibatasi /
hanya merumuskan tentang masalah Keimanan dan Ketaqwaan. Hal ini hanya
mencakup tentang pengertian iman dan taqwa serta perkembangannya dalam kehidupan
moderen. Karena kurangnya pengalaman serta ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis
dalam penulisan makalah ini.

C.

Tujuan Penulisan

1.
2.

Memunuhi tugas dari Dosen / pengajar


Mengetahui sampai mana pengetahuan penulis tentang iman dan taqwa

3.

Menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan agama.


1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Iman
Iman atau kepercayaan merupakan dasar utama seseorang dalam memeluk sesuatu
agama karena dengan keyakinan dapat membuat orang untuk melakuakan apa yang
diperintahkan dan apa yang dilarang. Iman menurut bahasa adalah percaya atau yakin,
keimanan berarti kepercayaan atau keyakinan. Dengan demikian, rukun iman adalah
dasar, inti atau poko-pokok kepercayaan yang harus diyakini oleh setiap pemeluk agama
islam. Kata iman juga berasal dari kata kerja amina-yumanu-amanan yang berarti
percaya.
Selain itu, keimanan adalah suatu kepercayaan / keyakinan yang tertanam dalam
hati yang dibuktikan melalui sikap / tindakan, Setiap manusia yang sepenuh hati
beriman kepada Allah swt memenuhi semua perintahNya dan menjahui segala apa yang
dilarangNya. Keimanan adalah perbuatan yang apa bila diibaratkan sebuah puhun
mempunyai cabang-cabang, diantara cabang-cabang iman yang paling pokok adalah
keimanan kepada Allah swt.

Iman bukan hanya percaya, melainkan keyakinan yang mendorong seorang muslim
berbuat amal shaleh. Seseorang dinyatakan beriman bukan hanya percaya terhadap
sesuatu, melainkan mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai
keyakinan. Adapun orang yang beriman disebut mukmin.

1.

Tahap-tahap keimanan dalam Islam adalah:

a.

Dibenarkan di dalam qalbu (keyakinan mendalam akan Kebenaran yang


disampaikan).
b. Diikrarkan dengan lisan (menyebarkan Kebenaran).

c. Diamalkan (merealisasikan iman dengan mengikuti contoh Rasul).


2
Proses terbentuknya iman
Benih iman yang dibawa sejak dalam kandungan memerlukan pembinaan yang
berkesinambungan. Pengaruh pendidikan keluarga secara langsung maupun tidak
langsung sangat berpengaruh terhadap iman seseorang.
2.

Tanda-tanda orang beriman :

a.

Jika disebut nama Allah, hatinya akan bergetar dan berusaha ilmu Allah tidak lepas
dari syraf memorinya.

b.

Senantiasa tawakal, yaitu bekerja keras berdasarkan kerangka ilmu Allah atau
mengharapkan keridhaan Allah semata.

c.

Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu melaksanakan perintah-perintahnya


serta menjahui segala apa yang dilarangnya.

d.

Menafkahkan rizki yang diterima dijalan Allah.

e.

Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan.

f.

Memelihara amanah dan menepati janji.

3.

Manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia :

a.

Iman melenyapkan kepercayaan kepada kekuasaan benda.

b.

Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut.

c.

Iman memberikan ketentraman jiwa.

d.

Iman mewujudkan kehidupan yang baik.

e.

Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen.

f.

Iman memberikan keberuntungan.

3
B. TAQWA

Taqwa berasal dari kata waqa, yaqi , wiqayah. Yang berarti takut, menjaga,
memelihara dan melindungi. Sesuai dengan makna tersebut, maka taqwa dapat diartikan
sikap memlihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama islam
secara utuh dan konsisten (istiqomah). Karakteristik orang-orang yang bertaqwa, secara
umum dapat dikelompokkan kedalam lima kategori atau indikator ketaqwaan.

1.
2.

Memelihara fitrahnya iman.


Mencintai sesama umat manusia yang diwujudkan melalui kesanggupan
mengorbankan harta.

3.

Mendirikan shalat dan menunaikan zakat.

4.

Menepati janji, yang dalam pengertian lain memelihara kehormatan diri.

5.

Sabar disaat kepayahan atau mendapat cubaan.

Dalam aspeknya taqwa mempunyai hubungan-hubungan, diantaranya :

1.

Hubungan taqwa dengan Allah. Maksudnya: Seseorang yang bertaqwa (muttaqi)


adalah orang yang menghambakan dirinya kepada Allah dan selalu menjaga
hubunganNya setiap saat serta melaksanakan perintah dan menjahui larangannya.

2.

Hubungan taqwa dengan sesama manusia, maksudnya: hubungan dengan Allah


menjadi dasar bagi hubungan sesama manusia. Orang yang bertaqwa akan dapat dilihat
dari peranannya di tengah-tengah masyarakat. Sikap taqwa tercermin dalam bentuk
kesediaan untuk menolong orang lain, melindungi yang lemah dan berpihakan pada
kebenaran dan keadilan. Karena itu, orang yang taqwa akan menjadi motor penggerak
gotong royong dan kerja sama dalam bentuk kebaikan dan kebajikan. Pada surat AlBaqarah ayat 177, menerangkan bahwa diantara ciri-ciri orang bertaqwa itu adalah
orang-orang yang beriman kepada Allah, Hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab
Allah.

4
3.

Hubungan taqwa dengan diri sendiri, maksudnya : Dalam hubungan dengan diri
sendiri ketaqwaan ditandai dengan ciri-ciri antara lain:

a.

Sabar, yaitu sikap diri menerima apa saja yang datang kepada dirinya, baik perintah,
larangan, maupun musibah yang menimpanya.

b.

Tawakal, yaitu menyerahkan keputusan segala sesuatu, ikhtiar, dan usaha kepada
Allah.

c.

Syukur, yaitu sikap berterimakasih atas apa saja yang diberikan Allah atau sesama
manusia.

d.

Berani, yaitu sikap diri yang mampu menghadapi resiko sebagai konsekuensinya dari
komitmen dirinya terhadap kebenaran.

4.

Hubungan taqwa dengan lingkungan hidup, maksudnya : Manusia yang bertaqwa


adalah manusia yang memegang tugas kekhalifahannya di tengah alam, sebagai subyek
yang bertanggung jawab mengelola dan memelihara alam lingkungannya.

Orang yang bertaqwa adalah orang yang mampu menyikapi lingkungannya dengan
sebaik-sebaiknya. Bagi orang yang bertaqwa, lingkungan alam adalah nikmat Allah
yang harus disyukuri dengan cara memanfaatkannya sesuai dengan keharusannya dan
memelihara dengan sebaik-baiknya.

C. Iman dan Taqwa Dalam Kehidupan Moderen

Dalam kehidupan yang moderen saat ini telah banyak timbul kekacauan-kekacauan
di bumi ini. Hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya tingkat keimanan dan
ketaqwaan manusia kepada Allah SWT. Banyak sekali kejadian dan contoh-contoh
akibat dari semakin menipisnya iman dan ketaqwaan itu. Sebagai seorang muslim
marilah kita terus meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan
mengerjakan perintahNya dan menjahui apa-apa yang dilarangNya.

5
Dengan semakin berkembangnya zaman, banyak dampak positif yang dapat kita
ambil tetapi cukup banyak pula dampak negatif yang ditimbulkan. Agar kita terjauh dari
dampak nigatif pada perkembangan zaman yang moderen ini, seyugyanya kita harus
menjaga diri dari apa-apa yang dilarang Allah seperti berbuat maksyiat dan lain
sebagainya. Dampak-dampak negatif itu dapat terjadi karena landasan kehidupan atau
iman dan taqwa manusia kepada Allah mulai goyah. Hal ini akan menyebabkan
manusia bertindak dengan hanya mengandalkan hawa nafsu tanpa melibatkan akal dan
pikiran. Mereka akan bertindak semau mereka sendiri dan akan mengejar nikmat
duniawi tanpa memperdulikan nilai-nilai dan norma-norma agama serta pendidikan.

Berikut ini ada beberapa permasalahan masyarakat kita dalam kehidupan moderen saat
ini.
1.

Agama dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dengan pengaturan kehidupan.

2.

Pola hidup masyarakat bergeser dari social-religius kearah masyarakat individual


materialistis dan sekuler.

3.

Pola hidup sederhana dan produktif cenderung kearah pola hidup mewah dan
konsumtif.

4.

Hubungan keluarga yang semula erat dan kuat cenderung menjadi longgar dan rapuh.

5.

Nilai-nilai agama dan tradisional masyarakat cenderung berubah menjadi masyarakat


modern yang bercorak sekuler atau tidak menujukkan akhlak keislamannya.

6.

Lembaga perkawinan mulai diragukan dan masyarakat cenderung untuk memilih


hidup bersama tanpa nikah.

7.

Ambisi kerier dan materi yang tidak terkendali mengganggu hubungan interpersonal
baik dalam keluarga maupun masyarakat.

8.

Jaminan terhadap kesehatan bagi masyarakat juga semakin jauh.

6
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Iman adalah rasa percaya yang dibenarkan oleh hati diucapkan lisan dan ditunjukan
dalam perbuatan. Iman kepada Allah artinya meyakini dan membenarkan adanya Allah,
satu-satunya pencipta dan pemelihara alam semesta dengan segala kesempurnaanya.

Taqwa yang berarti takut, menjaga, memelihara dan melindungi, maka taqwa dapat
diartikan sikap memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran
agama islam secara utuh dan konsisten.

Dalam kehidupan zaman moderen saat ini, moto keimanan kita sering guyah karena
banyaknya hal-hal atau tuntunan yang mengarah kepada kemaksyiatan, sebagai muslim
marilah kita menjaga diri dan hati dari segala perbuatan yang dilarang Allah, dan selalu
berusaha untuk lebih memperbaiki diri.

Sebagai umat islam yang baik, kita harus meningkatkan mutu iman dan ketaqwaan
kepada Allah swt agar mendapatkan ketentraman lahir dan batin.

B. Saran

1)

Sebagai umat islam kita harus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

2)

Sebagai orang yang beriman dan bertaqwa, kita harus melaksanakan perintah-perintah
Allah dan menjahui segala apa yang dilarangNya.

3)

Marilah kita mengaflikasikan perintah Allah yang maknanya "... Barangsiapa yang
bertakwa

kepada

Allah

niscaya

Dia

akan

mengadakan

baginya

jalan

ke

luar..(memudahkan jalannya untuk sukses)"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. (QS.65:2-3).

7
4)

Dalam mengamalkan iman dan taqwa harus konsisten (istiqomah).

5)

Dalam kehidupan yang moderen saat ini, kita harus menjaga keimanan dan
ketaqwaan, agar kita tidak terjerumus kedalam kesesatan.

6)

Dimuhun kepada pembaca apabila dalam penulisan makalah ini ada kejanggalan /
kesalahan dalam penulisan maupun makna dalam bacaan, untuk memberi masukan
kepada kami sebagai penulis. Karena manusia tak ada yang sempurna dan
kesempurnaan itu yang milik Allah SWT.

8
DAFTAR PUSTAKA

Yunus, Muhammad. 1997. Pendidikan Agama Islam untuk SLTP. Jakarta. Erlangga

Azra, Azyumardi, dkk. 2002. Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum.
Jakarta. Depatemen Agama RI

Ahmadi Abu, dkk. 1991. Dasar-Dasar Penddikan Agama Islam. Jakarta. Bumi Aksara

Darajat, Zakiah, dkk. 1986. Dasar-Dasar Agama Islam. Jakarta. Departemen Agama RI