Anda di halaman 1dari 5

Efek Tiga Larutan Fluoride Topikal Terhadap Tingkat Fluoride dalam Plak

ABSTRAK
Tujuan: Untuk memeriksa proses dalam plak setelah aplikasi tiga larutan fluoride topikal:
1% TiF4, 1% NaF dan larutan Aminfluorid. Efisiensi ketiganya diperkirakan berdasarkan
konsentrasi ion fluoride.
Metode: Konsentrasi ion fluoride diukur dan menunjukkan potensi elektroda fluoride. 60
volunter orang dewasa yang berpartisipasi dalam penelitian dibagi dalam tiga grup (20
volunter setiap grup, satu agen tiap grup). Subjek menahan diri untuk membersihkan rongga
mulut selama 48 jam sebelum percobaan. Sampel plak diambil sebelum aplikasi larutan
fluoride, dan diambil kembali setelah 5, 30, 60, dan 120 menit setelah perawatan.
Hasil: Konsentrasi fluoride dalam plak tidak berbeda secara signifikan untuk ketiga larutan
yang diuji.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan klinis yang signifikan dalam efektivitas ketiga agen
fluoride topikal, walaupun nilai pH mereka berbeda. Hanya satu perbedaan signifikan yang
muncul setelah 60 menit antara sodium fluoride dan titanium tetra fluoride, tapi hilang setelah
120 menit.
Kata Kunci: Plak gigi; Sodium fluoride; Fluoride; elektroda ion-selektif.
PENDAHULUAN
Fluoride telah diterima secara luas sebagai satu cara yang paling efektif untuk mencegah dan
merawat lubang gigi. Tidak ada obat lain yang memiliki pengaruh besar seperti fluoride pada
kesehatan mulut dalam 50 tahun terakhir.
Sebagai agen kunci dalam mengurangi prevalensi karies gigi, fluoride menunjukkan efeknya
melalui tiga cara: (1) Mengambil bagian dalam proses awal demineralisasi dan
remineralisasi; (2) Perubahan struktur kimia dan kualitas enamel, dengan meningkatkan
kristal hidroksiapatit, dan (3) Mengubah kemampuan bakteri plak untuk menghasilkan asam.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa doktrin efek sistemik fluoride tidak
sepenuhnya benar. Kepercayaan bahwa asupan fluoride sistemik saat perkembangan gigi
mengakibatkan masuknya ion fluoride ke dalam kristal enamel, dan ketahanan asam tinggi
enamel nantinya berubah.
Saat ini peneliti menaruh fokus perhatian pada saliva, plak dan cairan plak.

Adanya ion fluoride dalam saliva, plak dan dalam cairan plak merupakan faktor kunci
dimulainya lesi karies, dan bukan kuantitas fluoride yang tergabung dalam struktur enamel
seperti yang dikatakan sebelumnya.
Karies terjadi utamanya pada daerah stagnasi yang tak dapat dicapai dimana pembersihan
plak sulit dilakukan. Bagi agen seperti fluoride dan antimikroba untuk memberikan
perlindungan efektif terhadap karies, mereka harus mencapai daerah kerja dalam plak, yaitu
bakteri asidogenik dalam plak, dan/atau jaringan di bawahnya. Karena itu, jangkauan fluoride
dalam menembus biofilm plak sangat penting.
Titanium tetra-fluoride digunakan sebagai fissure sealant, agen untuk merawat hipersensitif
dentin, agen untuk mencegah erosi enamel, dan sebagainya.
Fakta yang paling menarik mengenai titanium tetra-fluoride yaitu pH yang sangat rendah.
Sodium fluoride pH-nya hampir netral, dan Aminfluoride sedikit alkalin, jadi menarik untuk
memeriksa apakah pH agen fluoride dengan konsentrasi komponen aktif yang sama memiliki
pengaruh pada konsentrasi fluoride dalam plak dan cairan plak.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk memeriksa efek dua agen fluoride (sodium fluoride dan
aminfluoride) dibandingkan dengan titanium tetra-fluoride, yang efeknya dalam plak belum
terlalu diperiksa sampai sekarang.
BAHAN DAN METODE
Relawan laki-laki dan perempuan, berusia 18-55 tahun dengan kesehatan umum baik
mengonsumsi antibiotik 30 hari sebelum percobaan, yang tidak mengonsumsi obat-obatan
yang dapat mengurangi aliran saliva, yang tidak memakai piranti prostodontik yang goyang,
yang memiliki tingkat aliran saliva yang tidak dirangsang sebesar 1 ml/menit berpartisipasi
dalam penelitian ini.
Pemeriksaan intraoral akhir mengeluarkan subjek memiliki lesi karies aktif di daerah tempat
plak akan diambil dan yang memiliki lebih dari satu crown.
60 peserta dibagi ke dalam tiga grup, masing-masing 20 relawan. Mereka menerima
perawatan pembersihan gigi profesional, tapi tanpa pasta yang mengandung fluoride. Setelah
pembersihan selesai, peserta menahan diri untuk membersihkan gigi selama 48 jam kedepan.
Saat periode akumulasi plak, mereka diminta untuk menahan diri untuk mengonsumsi
makanan dan minuman yang mengandung fluoride (the atau sarden contohnya), mengunyah

permen karet juga dilarang. Dua belas jam sebelum percobaan (saat malam hari), relawan
tidak makan apapun, kecuali minum air. Prosedur eksperimental dilakukan pada pagi hari.
Prosedur pengambilan plak
Sebelum perawatan, sampel plak diambil dari daerah yang mudah dijangkau yaitu permukaan
bukal gigi 15 dan 16 setelah mengeringkan dengan semprotan udara, menghindari daerah
proksimal dan subgingiva.
Sampel plak diambil dengan gerakan menggores dengan spatula plastik kecil (sendok kopi
plastik) untuk menghindari kontaminasi dengan fluoride dari instrumen dental dan lapisan
permukaan enamel yang mungkin mengalami demineralisasi (plastik yang tidak digunakan
bersih secara kimiawi).
Prosedur perawatan fluoride topikal
Satu agen fluoride dibuat (AminfluoridBelupo), dan dua agen lainnya dibuat sebagai larutan
1% dalam aquades.
Satu dari tiga larutan fluoride topikal dipilih untuk perawatan. 2 ml larutan diaplikasikan pada
gigi rahang atas dan bawah dengan hati-hati menggunakan cotton pellet selama satu menit;
sementara saliva vacuum collector mengumpulkan sebanyak mungkin larutan fluoride.
Setelah perawatan fluoride topikal, sampel plak diambil dari gigi 25/26 setelah 30 menit, dari
gigi 35/36 setelah 60 menit, dan dari gigi 45/46 setelah 120 menit, dengan cara yang
dijelaskan sebelumnya (Tabel 1).
Semua sampel dipersiapkan dan konsentrasi fluoride diukur dengan cara yang sama, beberapa
jam setelah diambil.
Aktivasi, Inisialisasi dan Prosedur Uji Fluoride-Selective Electrode
Konsentrasi fluoride ditentukan dengan fluoride-selective-electrode yang dibuat oleh WTW
type F 500 dikombinasi dengan referensi elektroda type R 503, dalam pH/ion meter yang
diproduksi oleh WTW (InoLab pH-level 1).
Semua sistem diuji dengan larutan standar (Fluoride Standart Solution 10g/I F-) dan
selanjutnya dibuat larutan dengan konsentrasi komponen aktif yang diketahui. Dengan
mengukur potensi elektroda pada larutan standar tersebut, kami dapat membuat kurva.
Pada larutan dengan konsentrasi komponen aktif yang tinggi, elektroda menunjukkan tingkat
kepercayaan yang sangat tinggi (R2=0,9969). Larutan dengan konsentrasi komponen aktif

yang rendah memiliki tingkat kepercayaan sedikit lebih kecil (R2=0,9424), yang lebih dari
cukup untuk penelitian seperti ini.
Prosedur persiapan sampel plak
Sampel plak diencerkan dalam 1 ml dari 1 mol/l perchloric acid untuk melakukan proses
ekstraksi asam.
Setelah itu sampel ditempatkan dalam laboratory vibrator untuk persiapan plaster model
selama 2 menit pada frekuensi 60 Hz, untuk membebaskan sebagian besar ion fluoride yang
melekat dalam partikel plka padat.
Tahap selanjutnya yaitu menetralisir asam setelah 30 menit dengan volume yang sama 1
mol/l NaOH. 30 menit setelahnya, 2 ml larutan TISAB ditambahkan, dan untuk 30 menit
selanjutnya ditunggu stabilisasi sampel.
Nilai yang diukur dianggap stabil jika tidak berubah selama tiga detik. Diantara kedua
pengukuran, fluoride-selective dan referensi elektroda dicuci dengan aquades dan
dikeringkan dengan super-absorbing paper.
HASIL
Hasil rata-rata dan standar deviasi ditunjukkan pada Tabel 2. Semua hasil disajikan dalam
mV (MultiVariat). Pada Tabel 3 terdiri dari nilai koresponden konsentrasi, yang dihitung
berdasarkan kalibrasi kurva dasar.
Metode statistik yang paling sering digunakan untuk evaluasi dampak satu atau lebih faktor
dalam suatu proses yaitu ANOVA (analisis variansi).
Jurnal ini merawat masalah satu faktor: efek agen yang berbeda terhadap konsentrasi ion
fluoride dalam plak. Tinjauan analisis statistik ditunjukkan pada Tabel 4, 5, 6, dan 7.
DISKUSI
Mencoba untuk membandingkan hasil tersebut dengan peneliti lain tampaknya menjadi
bagian penelitian yang paling sulit karena alasan berikut: a) Peneliti lain melaporkan hasil
mereka sebagai konsentrasi per satu massa, karena mereka mengukur berat plak, jadi satu
unit yaitu g/g (ppm) seluruh plak basah atau ng/g (ppb-bagian per milyar); b) Pada
penelitian ini sampel plak tidak diukur beratnya karena hal ini secara teknis sangat menuntut
(tidak adanya pengukur mekanis yang tepat, tidak praktis untuk mengukur berat plak di
tempat, kemungkinan kontaminasi sampel saat transport ke laboratorium).

Jadi, diskusi hasil ini tidak berdasarkan pada nilai asli, tapi pada perkiraan. Walaupun, hasil
kami dapat dibandingkan dengan yang beberapa peneliti lain yang menggunakan dasar
perkiraan mengenai perbandingan konsentrasi fluoride dalam plak.
Perkiraan proporsi peneliti sebelumnya: jumlah relatif cairan plak dalam plak sebesar 30%.
KESIMPULAN
Tidak terdapat perbedaan klinis secara signifikan efektivitas tiga agen fluoride topikal,
walaupun nilai pH mereka berbeda. Hanya satu perbedaan signifikan yang muncul setelah 60
menit antara sodium fluoride dan titanium tetra fluoride, tapi hilang setelah 120 menit.
Metode penilaian konsentrasi fluoride melalui potensial elektroda fluoride tampaknya sangat
sesuai, valid, dan akurat, juga tidak menuntut dan ekonomis. Metode ini dapat sangat
disarankan sebagai teknik yang sesuai untuk pengukuran seperti dalam penelitian ini.
Gambar 1. Kurva kalibrasi fluoride selective electrode konsentrasi komponen aktif lebih
kecil
Gambar 2. Kurva kalibrasi fluoride selective electrode konsentrasi komponen aktif lebih
besar
Tabel 1. Gambaran skematik prosedur eksperimental bagian klinis
Tabel 2. Rata-rata aritmetik potensi elektroda yang diukur dengan standar deviasi. Nilai
disajikan dalam multivariat
Tabel 3. Rata-rata potensi elektroda ion fluoride dalam plak dan nilai koresponden
konsentrasi massa dan konsentrasi molar
Tabel 4 - 7. Hasil analisis statistik
Tabel 8. Nilai F-relation dan gambaran perbedaan signifikan yang diperoleh dengan aplikasi
ANOVA
Tabel 9. Hasil penelitian sebelumnya konsentrasi plak dalam seluruh plak dan dalam cairan
plak - Tinjauan

Anda mungkin juga menyukai