Anda di halaman 1dari 43

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keberhasilan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) antara
lain ditandai dengan adanya penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk,
Penurunan tingkat fertilitas, peningkatan kesadaran masyarakat tentang makna
keluarga kecil, hal ini mencerminkan betapa besarnya peran Penyuluh Keluarga
Berencana (PKB) dalam melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan
Edukasi (KIE) di wilayah binaan di tingkat desa/ kelurahan.
PKB sebagai ujung tombak program sangat strategis perannya dalam
melakukan pembinaan langsung kepada individu, keluarga dan masyarakat di
tingkat desa/ kelurahan. Oleh karena itu para PKB perlu dibekali pengetahuan
tentang program KKB Nasional dengan jelas dalam melakukan pembinaan
kepada individu, keluarga dan masyarakat di tingkat desa/ kelurahan sehingga
dapat melaksanakan tugas dalam memberikan KIE dengan mudah dan percaya
diri.
Modul KIE KKB bagi PKB ini dimaksudkan untuk menyiapkan pesan tentang KIE
KKB, agar kegiatan pelayanan KIE dapat dilaksanakan secara profesional di
tingkah desa/ kelurahan.
B. Deskripsi Singkat
Modul ini membahas konsep KIE, KIE KKB dan langkah-langkah KIE. Pada
akhir pembelajaran peserta diharapkan mampu melakukan KIE KKB sesuai
dengan kondisi masyarakat yang berbeda di Indonesia.
C. Manfaat Modul
Modul ini diharapkan bermanfaat bagi para peserta diklat untuk membekali
pengetahuan tentang KIE sehingga dapat meningkatkan profesionalisme
sebagai Penyuluh Keluarga Berencana.
D. Standar Kompetensi
1. Kompetensi Dasar
Setelah selesai pembelajaran peserta diklat diharapkan mampu melakukan
KIE dalam program KKB
2. Indikator Keberhasilan
Setelah selesai membaca modul ini, peserta diklat dapat:
a. Menjelaskan konsep KIE
b. Menjelaskan KIE KKB
c. Menjelaskan langkah-Langkah KIE
d. Mempraktikkan KIE KKB

E. Materi Pokok Dan Sub Materi Pokok


1. Konsep KIE
a. Pengertian KIE
b. Tujuan KIE
c. Komponen KIE
2. KIE KKB
a. Kebijakan Dan Strategi KIE KKB
b. Pokok-Pokok Pengelolaan KIE KKB
c. Materi KIE KKB
3. Langkah-langkah KIE
a. Langkah-Langkah Teknis KIE
b. Penentuan Materi KIE
c. Penentuan Sasaran KIE
d. Media KIE
e. Hambatan KIE
F. Petunjuk Belajar
Untuk mencapai hasil pembelajaran, peserta diklat perlu mengikuti beberapa
petunjuk antara lain sebagai berikut:
1. Bacalah modul ini tahap demi tahap. Mulailah dengan kegiatan belajar 1
(satu) dan seterusnya. Sebelum Anda benar-benar paham tentang materi
pada tahap awal, jangan membaca materi pada halaman berikutnya.
Lakukan pengulangan pada halaman tersebut sampai Anda benar-benar
memahaminya.
2. Jika Anda mengalami kesulitan dalam memahami materi pada halaman atau
sub bahasan tertentu, diskusikan dengan teman Anda atau fasilitator yang
sekiranya dapat membantu untuk memahami materi modul ini.
3. Setelah selesai memahami materi pada setiap kegiatan belajar sebaiknya
Anda mengerjakan latihan dengan menjawab soal-soal yang sudah
disediakan.
4. Jika Anda masih belum bisa menjawab, lakukan pengulangan untuk hingga
Anda benar-benar bisa mengerjakan latihan.

BAB II
KONSEP KIE

Indikator Keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan
konsep KIE dalam menjalankan pelaksanaan program KKB.

A. Pengertian KIE
KIE merupakan gabungan dari tiga konsep yaitu Komunikasi, Informasi dan
Edukasi. Pengertian ketiga konsep tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain.
BKKBN (2010a) mendefinisikan Komunikasi sebagai suatu proses penyampaian
isi pesan dari seseorang kepada pihak lain untuk mendapatkan tanggapan,
Informasi sebagai data dan fakta untuk diketahui dan dimanfaatkan oleh siapa
saja, sementara Edukasi didefinisikan sebagai sesuatu kegiatan yang
mendorong terjadinya perubahan (pengetahuan, sikap, perilaku dan
keterampilan) seseorang, kelompok dan masyarakat.
KIE adalah suatu kegiatan dimana terjadi proses komunikasi dan edukasi dengan
penyebaran informasi.
Dalam kaitannya dengan program KKB Nasional, Komunikasi, Informasi dan
Edukasi (KIE) adalah kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap, dan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam
program Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN, 2011).
KIE dapat dilaksanakan dengan baik dengan memperhatikan Media/Saluran
yang digunakan, dimana Media/Saluran merupakan suatu alat bantu/wadah yang
digunakan untuk menyampaikan informasi/pesan kepada khalayak. Selain itu
dalam penyampaian KIE juga harus memahami materi KIE yang akan
disampaikan. Materi KIE adalah keseluruhan bahan pendukung yang dihasilkan/
diproduksi untuk dipergunakan sebagai alat bantu penyampaian pesan KIE
Program KB Nasional kepada sasaran/khalayak, baik berupa bahan cetakan,
elektronik, fotografi maupun alat peraga yang siap dikomunikasikan. Adapun Isi
pesan KIE itu sendiri merupakan informasi program KB Nasional yang perlu
diketahui oleh keluarga dan masyarakat.
B. Tujuan KIE
Tujuan KIE adalah mengubah sikap mental, kepercayaan nilai-nilai dan perilaku
individu serta kelompok masyarakat (BKKBN, 2011). Ditambahkan dalam Soleh
(2011), dalam kaitannya dengan program KB, tujuan dilaksanakannya Program
KIE adalah:
1. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek KB sehingga tercapai
penambahan peserta baru.
2. Membina kelestarian peserta KB

3. Meletakkan dasar bagi mekanisme sosio-kultural yang dapat menjamin


berlangsungnya proses penerimaan.
4. Mendorong terjadinya proses perubahan perilaku ke arah yang positif,
peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat (klien) secara wajar
sehingga masyarakat melaksanakannya secara mantap sebagai perilaku
yang sehat dan bertanggung jawab.
Sementara BKKBN (2010) merangkum bahwa tujuan KIE program KKB untuk
mempercepat pencapaian suatu perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku
individu, keluarga dan masyarakat tentang kependudukan dan KB yang dapat
dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi.
C. Sasaran KIE
Menurut BKKBN (2010a), berdasarkan tujuan yang disebutkan di atas dapat
diketahui sasaran KIE adalah sebagai berikut:
1. Individu
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di
dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta
pola tingkah laku spesifik dirinya.
2. Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di
bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
3. Masyarakat
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung
satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu
sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
D. Komponen KIE
Dalam mempelajari KIE, maka kita harus mengetahui pula komponen dari KIE,
yaitu:
1. Pemberi KIE (Penyuluh KB, Toma, Toga, atau Kader)
2. Penerima KIE (Individu, Keluarga, Masyarakat)
3. Isi KIE
4. Cara/ Metode menyampaikan KIE
5. Media penyampaian KIE
6. Hasil KIE
E. Rangkuman
KIE adalah suatu kegiatan dimana terjadi proses komunikasi dan edukasi dengan
penyebaran informasi. KIE bertujuan untuk mempercepat mencapai suatu
perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku yang dapat diukur diantara
kelompok audiensi atau sasaran (individu, keluarga dan masyarakat) yang jelas
melalui berbagai saluran komunikasi.

KIE KKB dapat dilaksanakan kepada perseorangan (individu), kelompok dan


masyarakat. Ada 6 komponen KIE yaitu pemberi KIE (Penyuluh KB, Toma,
Toga, atau Kader), penerima KIE (Keluarga, Masyarakat), isi KIE, cara/ metode
menyampaikan KIE, media penyampaian KIE dan hasil KIE.
F. Latihan
1.
2.
3.
4.
5.

Apakah yang dimaksud dengan KIE?


Apa tujuan KIE?
Apa isi pesan KIE KKB?
Siapa saja yang menjadi sasaran KIE?
Apa saja komponen KIE?

BAB III
KIE KKB
Indikator Keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan
KIE KKB dalam pelaksanaan program KKB.

A. Kebijakan dan Strategi KIE KKB


1. Kebijakan
a. Mendayagunakan berbagai kekuatan pengelola dan pelaksana Program
KKB Nasional
b. Menjamin kesinambungan keberhasilan Program KB Nasional secara
bertahap; isi pesan KIE KKB harus disusun dengan memperhatikan hasilhasil yang telah dicapai pada masa lalu dengan pendekatan edukatif.
c. Mengemas isi pesan KIE KKB sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
penerima pesan (klien, akseptor)
d. Melaksanakan KIE KKB sebagai bagian dari sistem operasional program
KKB. Artinya perancangan dan pelaksanaan KIE KKB perlu senantiasa
memperhatikan perkembangan sistem operasional Program KKB Nasional
secara menyeluruh agar dapat secara luwes melakukan penyesuaian
untuk mencapai hasil yang optimal.
2. Strategi
Penerapan kebijakan di atas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
akan dilakukan dengan mengacu pada strategi berikut :
a. Mengembangkan kemitraan dan jejaring kerja
b. Menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang memiliki
komitmen kepada program KKB Nasional
c. Menerapkan pendekatan fasilitatif, artinya dalam mengembangkan
kemitraan dan jejaring kerja , ataupun dalam pengembangan forum-forum
KIE KKB akan diutamanakan pendekatan fasilitatif melalui penyediaan
dukungan dan kemudahan.
d. Pemecahan masalah yang komprehensif, artinya KIE KKB hendaknya
berupaya memecahkan masalah yang dihadapi oleh publik secara
komprehensif;
e. Pemanfaatan multimedia dan multi saluran; isi pesan KIE KKB akan
disampaikan melalui bauran berbagai media dan saluranyang tersedia.
B. Pokok-Pokok Pengelolaan KIE KKB
Pokok-pokok kegiatan KIE KKB Nasional meliputi hal-hal berikut :
1. Analisis; kegiatan analisis meliputi analisis khalayak, analisis kebutuhan
program, analisis isi pesan dan analisis potensi pendukung.

2. Penetapan strategi; Penetapan strategi meliputi penetapan tahapan,


penetapan tujuan/sasaran/target, pemilihan media KIE, perumusan isi pesan
dan pengaturan pendayagunaan sumber dukungan (tenaga, dana, sarana)
termasuk penyiapan sumber daya manusia.
3. Penyusunan isi pesan ; penyusunan isi pesan merupakan penjabaran dari
program yang ingin disampaikan dalam bentuk tulisan, suara atau gambar
yang dapat dimengerti khalayak.
4. Desain dan produksi media; perancangan isi pesan dari program yang akan
disampaikan kepada khalayak dalam bentuk fisik yang meliputi format, lay out
maupun aspek artistik.
5. Pelaksanaan; isi pesan dan media yang akan digunakan harus disesuaikan
dengan kondisi khalayak dan tujuan dari KIE yang ingin dicapai.
6. Monitoring dan Evaluasi; monitoring dilakukan mengacu kepada rencana
strategi yang telah disusun, sedangkan evaluasi dilakukan secara berkala
untuk melihat proses, hasil ataupun dampak dari KIE KKB yang dilakukan.
C. Materi KIE KKB
1. Program Kependudukan
Masalah kependudukan di Indonesia dewasa ini, sudah merupakan masalah
yang perlu mendapat perhatian dan penggarapan yang serius dari kita, yaitu
pemerintah bersama dengan masyarakat kita semua dan menjadi bahan
analisis yang menarik karena berbagai aspek pembangunan berkaitan
dengan masalah kependudukan.
a. Masalah pokok kependudukan di Indonesia dipengaruhi antara lain:
1) Masalah jumlah penduduk yang besar
2) Masalah pertumbuhan penduduk yang cepat
3) Masalah penyebaran penduduk yang timpang/tidak merata
4) Masalah komposisi umur penduduk
5) Masalah mobilitas penduduk
6) Masalah tingkat kelahiran yang tinggi
7) Karakteristik sosial ekonomi penduduk
b. Implikasi terhadap pembangunan
1) Peningkatan kesejahteraan lambat
2) Pemanfaatan sumber alam berlebihan
3) Pinjaman luar negeri meningkat
4) Penanggulangan kemiskinan sulit
5) Masalah ketenaga kerjaan meningkat
6) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah, rangking 108 dari 179
negara
c. Kebijakan dan perencanaan bidang kependudukan
Kebijakan dan perencanaan dalam bidang kependudukan yang
segmentatif adalah mutlak sesuai dengan perkembangan lingkungan
strategis (pembangunan berwawasan kependudukan), yang meliputi
antara lain:

1)
2)
3)
4)
5)

Pengendalian kuantitas penduduk


Peningkatan kualitas penduduk
Mobilitas diarahkan sesuai visi BKKBN dan sasaran MDGs
TFR diharapkan konstan pada angka 1,6 - 2,1
Komitmen program KKB harus tetap tinggi di berbagai tingkatan
wilayah

Terdapat tiga komponen dasar kependudukan, yaitu fertilitas, mortalitas dan


migrasi.
a. Fertilitas
1)

Konsep dan Definisi Fertilitas


a) Fertilitas dan Fekunditas
Fertilitas, adalah kemampuan seorang wanita untuk melahirkan
hidup seorang anak, sedangkan potensi seorang wanita untuk
melahirkan disebut FEKUNDITAS.
Berbeda dengan Fertilitas, dalam fekunditas yang dilihat adalah
potensi untuk melahirkan tanpa melihat apakah wanita tersebut
benar-benar melahirkan seorang anak atau tidak.
b) Jumlah Kelahiran
Yang dimaksud jumlah kelahiran adalah banyaknya kelahiran hidup
yang terjadi pada waktu tertentu di wilayah tertentu.
c) Anak Lahir Hidup (ALH Children Ever Born)
Kelahiran yang dimasukkan dalam perhitungan adalah anak yang
lahir hidup. Untuk bayi yang lahir hidup sesaat kemudian
meninggal/mati maka seharusnya dimasukkan dalam penghitungan
dan registrasi sebagai kelahiran.
Konsep kelahiran Hidup menurut World Health Organization (WHO)
didefinisikan sebagai kelahiran bayi, tanpa memperhitungkan
lamanya di dalam kandungan, di mana si bayi menunjukkan tandatanda kehidupan pada saat dilahirkan, misalnya ada nafas
(bernafas), ada denyut jantung, atau denyut tali pusat, atau
gerakan-gerakan otot.
d) Anak Masih Hidup (AMH Children Still Living)
Yaitu jumlah anak yang masih hidup yang dimiliki seorang wanita
sampai saat wawancara dilakukan.
e) Abortus
Adalah kematian janin dalam kandungan dengan umur kehamilan
kurang dari 28 minggu
Abortus dapat terjadi disebabkan karena :
Disengaja (induced)
Tidak disengaja (spontaneous)

f) Masa Reproduksi (childbearing Age)


Yaitu masa dimana perempuan mampu melahirkan dimulai dari
saat menarche hingga memasuki masa menopause yang disebut
juga usia subur (15 49 tahun).
g) Sumber Data Fertilitas
Sumber data fertilitas dapat diperoleh melalui:
Registrasi penduduk
Sensus penduduk
Survei penduduk Antar Sensus ( Supas )
Survei-survei lain yang mempunyai cakupan nasional, missal
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)
2) Ukuran-ukuran Fertilitas
Ukuran-ukuran fertilitas dapat dikelompokkan ke dalam istilah:
a) Yearly
performance
current
fertility
yang
meliputi
(CBR;GFR;ASFR;TFR)
CBR: Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
Yaitu angka yang menunjukkan jumlah kelahiran pada suatu
periode per 1000 penduduk pada periode yang sama.
GFR: General Fertility Rate (Angka Kelahiram Umum)
Yaitu banyaknya kelahiran pada suatu periode per 1000
penduduk perempuan usia 15-49 tahun atau 15-44 tahun pada
pertengahan periode yang sama.
ASFR: Age Specific Fertility (Angka Fertilitas Umur tertentu)
Yaitu banyaknya kelahiran pada perempuan kelompok umur
tertentu pada suatu periode per 1000 penduduk perempuan
pada kelompok umur yang sama pada pertengahanperiode
yang sama.
TFR: Total Fertility Rate ( Angka Fertilitas Total)
Adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah anak yang
dimilki oleh wanita usia subur, sepanjang siklus kehidupan
reproduksinya.
b) REPRODUCTIVE HISTORY (comulative fertility) yang meliputi
(CEB,CWR)
CEB: Children ever born (jumlah anak yang pernah dilahirkan
hidup (ALH)
Anak Lahir hidup ini mencerminkan banyaknya kelahiran
sekelompok atau beberapa kelompok perempuan selama masa
reproduksinya (disebut juga paritas).
CWR: Child Woman Ratio
Merupakan ratio antara jumlah anak berusia dibawah lima tahun
(0-4 tahun) dengan jumlah penduduk perempuan usia
reproduksi.
c) Ukuran-ukuran Reproduksi
Berkaitan dengan ukuran reproduksi dikenal istilah Angka
Reproduksi.
9

Angka Reproduksi adalah: ukuran yang berkenaan dengan


kemampuan suatu penduduk untuk menggantikan dirinya. Oleh
karenanya yang dihitung adalah bayi perempuan saja.
Yang termasuk ukuran Reproduksi meliputi (GRR dan NRR)
GRR : Gross Reproduction Rate (Angka Reproduksi Kotor)
Yaitu banyaknya perempuan yang dilahirkan oleh suatu kohor
perempuan.
NRR : Nett Reproduction Rate (Angka Reproduksi Bersih)
Yaitu angka memperhitungkan kemungkinan si bayi perempuan
meninggal sebelum masa reproduksinya.
Asumsi: bayi perempuan mengikuti pola fertilitas dan pola
mortalitas ibunya.
Contoh : missal ada NRR = 1,00623 per ibu
Artinya bahwa rata-rata banyaknya anak perempuan yang
dimiliki oleh suatu kohor perempuan yang akan tetap hidup
hingga masa reproduksinya adalah satu dan dua orang.
3) Metode-metode Pengukuran Fertilitas
a) Metode Langsung
Metode langsung dapat diperoleh dengan menghitung jumlah bayi
yang lahir dalam suatu periode pengamatan kemudian dibagi
dengan jumlah perempuan yang terpapar kepada peristiwa
melahirkan (woman years lived). Informasi ini diperoleh dari sejarah
kelahiran lengkap (full birth histories) selama periode tertentu
dengan menggunakan data kalender.
Estimasi TFR dengan menggunakan metode langsung di Indonesia
pertamakali dilakukan dengan menggunakan hasil Survei
Prevalensi Kontrasepsi Indonesia ( SPI ) 1987, kemudian Survei
Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 1991,1994 dan 1997 serta
hasil Supas 1995 juga dilakukan estimasi TFR dengan
menggunakan metode langsung.
b) Metode Tidak Langsung
Metode tidak langsung diperoleh dengan menggunakan informasi
tentang jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup (Children ever
born) serta jumlah anak masih hidup (surving children).
Estimasi TFR untuk Indonesia dan propinsi-propinsi telah dilakukan
dengan menggunakan metode tidak langsung, yaitu yang dihitung:
Anak kandung ( own-Children/OC )
Rele
Palmore
Anak lahir hidup yang terlahir (Last Live Birth/ LLB )
Data yang telah digunakan adalah hasil Sensus Penduduk
1971,1980 dan 1990 serta survei Penduduk Antar Sensus (Supas)
1976, 1985 dan 1995.
Khusus untuk metode LLB data yang digunakan adalah hasil
Supas 1985 dan 1995. Estimasi dengan metode yang berbeda
menghasilkan angka yang berbeda karena masing-masing metode
menggunakan asumsi serta penyesuaian yang berbeda.
10

4) Faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas


a) Secara langsung :
Jumlah WUS
Jumlah PUS
Rata-rata usia kawin pertama
Lama status kawin
Keguguran
Abstinensi
Kontrasepsi
b) Secara tidak langsung : sosial, ekonomi, demografi, budaya, dan
lingkungan
b. Mortalitas
1) Definisi Mortalitas
Mortalitas atau kematian merupakan salah satu komponen demografi
selain fertilitas dan migrasi, yang dapat mempengaruhi jumlah dan
komposisi umur penduduk.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kematian sebagai
suatu peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara
permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah terjadi kelahiran hidup.
Definisi kematian tersebut harus diketahui, untuk mendapatkan data
kematian yang benar. Kematian hanya bisa terjadi kalau sudah terjadi
kelahiran hidup atau keadaan mati selalu didahului dengan keadaan
hidup.
Lahir hidup (live birth)
Yaitu peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu secara
lengkap tanpa memandang lamanya kehamilan dan setelah
perpisahan tersebut terjadi; hasil konsepsi bernafas dan mempunyai
tanda-tanda hidup lainnya, seperti denyut jantung, denyut tali pusat,
atau gerakan-gerakan otot, tanpa memandang apakah tali pusat sudah
dipotong atau belum.
Lahir mati (fetal death)
Yaitu peristiwa menghilangnya tanda-tanda kehidupan dari hasil
konsepsi sebelum hasil konsepsi tersebut dikeluarkan dari rahim
ibunya.
2) Sumber data kematian
Beberapa sumber data kematian yaitu:
a) Sensus penduduk
b) Survei
c) Sumber-sumber lain seperti: Rumah Sakit, Dinas Pemakaman,
Kantor Polisi, dll
3) Indikator Mortalitas
Bermacam-macam Indikator Mortalitas atau Angka kematian yang
umum dipakai adalah:

11

a) Angka Kematian Kasar (AKK) atau Crude Death rate (CDR)


Angka Kematian Kasar (Crude death Rate) adalah angka yang
menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu
tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk.
Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur
penduduk, penduduk tua mempunyai resiko kematian yang lebih
tinggi dibandingkan dengan penduduk yang masih muda
b) Angka Kematian Bayi (AKB) / Infant Mortality Rate (IMR)
Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah
bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Angka
Kematian Bayi (AKB)/ Infant Mortality Rate adalah banyaknya
kematian bayi berusia dibawah satu tahun, per 1000 kelahiran
hidup pada satu tahun tertentu.
c) Angka Kematian Balita (AKBa 0-5 th)
Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi
yang baru lahir, yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun
(4 tahun 11 bulan 29 hari). Pada umumnya ditulis dengan notasi 04 tahun. Angka kematian Balita adalah jumlah kematian anak
berusia 0 4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur
yang sama pada pertengahan tahun ini (termasuk kematian bayi).
d) Angka Kematian Anak (AKA 1 - 5 th)
Yang dimaksud dengan anak (1-4 tahun )disini adalah penduduk
yang berusia satu sampai menjelang 5 tahun atau tepatnya 1
sampai dengan 4 tahun 11 bulan 29 hari.
e) Angka Kematian Anak
Adalah jumlah kematian anak berusia 14 tahun selama satu tahun
per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu.
f) Angka Kematian Ibu (AKI) / MMR
Kematian ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau
dkematian dalan kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan
tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan,
yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau
pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti
kecelakaan, terjatuh, dll.
g) Angka Kematian Ibu (AKI) / (Maternal Mortality Rate)
Adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian ibu melahirkan
per 100.000 kelahiran hidup per tahun.
h) Angka Harapan Hidup ( UHH ) atau Life Expectancy
Keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan
sosial ekonomi pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia
harapan hidup penduduk suatu negara. Meningkatnya perawatan
kesehatan melalui puskemas, meningkatnya daya beli masyarakat
akan meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan, mampu

12

memenuhi kebutuhan gizi dan kalori, mampu mempunya


pendidikan yang lebih baik sehingga memperoleh pekerjaan
dengan penghasilan yang memadai, yang pada gilirannya akan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperpanjang
usia harapan hidupnya.
i) Angka Harapan Hidup Pada suatu umur x adalah
Rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang
yang telah berhasil mencapai umur x, pada suatu tahun tertentu,
dalam situasi mortalitas yang berlaku dilingkungan masyarakatnya.
Angka harapan hidup saat lahir adalah; rata-rata tahun hidup yang
akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu.
c. Migrasi
Migrasi merupakan salah satu dari tiga komponen dasar dalam
Demografi. Komponen ini bersama dengan komponen lainnya, kelahiran
dan kematian mempengaruhi dinamika kependudukan di suatu wilayah
seperti pertumbuhan, juml;ah, komposisi, dan distribusi keruangan.
Tinjauan migrasi secara regional sangat penting dilakukan tertama terkait
dengan kepadatan penduduk yang tidak merata, adanya faktor-faktor
pendorong dan penarik bagi penduduk untuk melakukan migrasi,
kelancaran sarana transportasi antar wilayah dan pembangunan.
1) Definisi Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap
dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi
internal) atau batas politik/ Negara (migrasi internasional).
2) Jenis-jenis Migrasi
Ditinjau dari dimensi ruang atau / daerah, secara garis besar migrasi
dibedakan atas :
a) Perpindahan antar Negara, yaitu perpindahan penduduk dari suatu
Negara ke Negara lain atau yang disebut sebagai Migrasi
International.
b) Perpindahan yang terjadi dalam suatu Negara. Misalnya antar
propinsi, antar kota / kabupaten, migrasi pedesaan ke perkotaan
atau suatu administratif lainnya yang lebih rendah daripada tingkat
kabupaten, seperti kecamatan, kelurahan dan seterusnya. Jenis
Migrasi Internal.
Dalam kenyataan sehari-hari dikenal jenis perpindahan yang bersifat
tidak menetap karena berkaitan pekerjaan yaitu:
a) Migrasi Sirkuler atau musiman
Yakni migrasi yang terjadi jika seseorang berpindah tempat tetapi
tidak bermaksud menetap di tempat tujuan, apalagi biasanya orang
tersebut masih mempunyai keluarga atau ikatan dengan tempat
asal.

13

b) Migrasi Ulang-Alik (commuter)


Yakni orang yang setiap hari meninggalkan tempat tinggalnya pergi
ke kota lain untuk bekerja berdagang dan sebagainya tetapi pulang
pada sore harinya.
c) Urbanisasi (Urbanization)
Yaitu bertambahnya proporsi penduduk yang berdiam di daerah
perkotaan uang disebabkan oleh pertambahan penduduk alami,
perpindahan penduduk ke perkotaan, dan atau akibat dari
perluasan daerah perkotaan.
d) Transmigrasi (Transmigration)
Adalah salah satu bagian dari migrasi yang direncanakan
pemerintah maupun oleh sekelompok penduduk yang berangkat
bermigrasi bersama-sama. Transmigrasi adalah pemindahan dan/
kepindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap ke daerah
yang lain yang ditempatkan di dalam wilayah RI guna kepentingan
pembangunan Negara atau karena alasan-alasan yang dipandang
perlu oleh pemerintah berdasarkan ketentuan yang diatur dalam
undang-undang transmigrasi di Indonesia, diatur dengan UndangUndang No.3 Tahun 1972.
3) Ukuran-ukuran Migrasi
Ada beberapa pengertian tentang ukuran-ukuran yang digunakan
dalam perhitungan migrasi antar kabupaten/kota. Ukuran-ukuran
tersebut adalah:
Angka Migrasi Masuk (MI): yaitu angka menunjukkan banyaknya
migrant yang masuk per 1000 penduduk dia suatu kab atau kota
tujuan dalam satu tahun.
Angka Migrasi ke Luar (MO): menunjukkan banyaknya migrant
yang keluar per 1000 penduduk di suatu kab / kota tujuan dalam
satu tahun.
Angka Migrasi Netto (MN): yaitu selisih banyaknya migrant yang
masuk dan keluar ked an dari suatu kab atau kota per 1000
penduduk dalam satu tahun.
4) Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi
Pada dasarnya ada dua pengelompokkan faktor-faktor yang
menyebabkan seseorang melakukan migrasi, yaitu faktor pendorong
(push factor) dan faktor penarik (pull factor).
a) Faktor pendorong (push factor)
Faktor pendorong disebabkan anatara lain:
Makin berkurang sumber-sumber kehidupan
Menyempitnya lapangan pekerjaan di tempat asal
Adanya tekanan pokitik atau agama / suku,
Sehingga mengganggu hak azasi penduduk di daerah asal
Alasan pendidikan
Adanya bencana alam

14

b) Faktor penarik (full factor)


Faktor penarik disebabkan antara lain:
Adanya harapan akan memperoleh kesempatan memperbaiki
taraf hidup
Adanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang baik.
Kondisi lingkungan yang nyaman dan keadaan hidup yang
menyenangkan
Adanya aktifitas-aktifitas di kota besar, tempat hiburan yang
banyak, pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang-orang
daerah.
2. Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi
a. Keluarga Berencana
Untuk mewujudkan Visi BKKBN yaitu penduduk tumbuh seimbang
2015, dan misi BKKBN yaitu mewujudkan pembangunan yang
berwawasan kependudukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia
sejahtera, bahwa keluarga berencana bukan saja kehendak eksekutif
dan rakyat melalui legislatif tetapi merupakan kehendak kita semua
melalui Undang-Undang yang harus dilakukan dengan penuh tanggung
jawab.
Program Keluarga Berencana Nasional dan Kesehatan Reproduksi
bertujuan untuk membantu keluarga dalam merencanakan keluarga,
mengatur kehamilan, mencegah kehamilan tak diinginkan, meningkatkan
akses dan kualitas informasi, konseling dan pendidikan KB dan KR,
meningkatkan peran serta pria dalam KB, meningkatkan kemitraan dan
menggerakkan seluruh elemen masyarakat dalam program KB dan KR.
Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut
dilakukan melalui kegiatan pokok:
1) Pelayanan Kontrasepsi dan Alokon
Pelayanan kontrasepsi yang ada meliputi:
a) Pelayanan Kontrasepsi Sederhana
Adalah pelayanan yang memberikan pelayanan: cara sederhana,
pil KB, suntik KB, IUD dan upaya penanggulangan efek samping,
komplikasi sesuai dengan kewenangannya serta upaya rujukannya.
b) Pelayanan Kontrasepsi Lengkap
Adalah pelayanan yang memberikan pelayanan: cara sederhana,
pil KB, suntik KB, IUD pemasangan dan pencabutan Implan,
Kontap Pria bagi fasilitas yang memenuhi persyaratan
c) Pelayanan Kontrasepsi Sempurna
Adalah pelayanan yang memberikan pelayanan: kontrasepsi
sederhana,pil KB, suntik KB, IUD,pemasangan dan pencabutan
Implan, Kontap Pria dan Wanita bagi fasilitas yang memenuhi
persyaratan dan penanggulangan infertilitas sesuai dengan
kemampuan. Alat dan obat Kontrasepsi (Alokon).

15

2) Macam-Macam Alat Kontrasepsi


Dalam pelayanan kontrasepsi, PKB diharapkan menguasai informasi
tentang alat dan obat kontrasepsi, sehingga calon akseptor dapat
menentukan pilihan ber-KB dengan mantap. Adapun Alat dan Obat
Kontrasepsi meliputi:
a) Kondom
Yaitu sarung karet tipis penutup penis yang menampung cairan
sperma pada saat pria berejakulasi.
Cara kerja
Mencegah pertemuan spermatozoa/sel mani dengan ovum/sel
telur pada waktu bersenggama penghalang kontak langsung
dengan cairan terinfeksi.
Keuntungan
- Mencegah, mudah didapat, tidak perlu resep dokter
- Mudah dipakai sendiri
- Dapat mencegah penularan penyakit kelamin
- Efektivitas 88 98%
Kerugian
- Selalu harus memakai kondom baru
- Selalu harus ada persediaan
- Pada penggunaan yang tidak benar kemungkinan dapat
sobek
- Mengganggu kenyamanan bersenggama
- Tingkat kegagalan cukup tinggi, bila terlambat memakainya
- Kadang-kadang ada yang tidak tahan (alergi) terhadap
karetnya
Cara Penggunaan
Dengan cara menyarungkannya pada alat kelamin laki-laki
yang sudah tegang (keras), dari ujung zakar (penis) sampai ke
pangkalnya pada saat akan bersenggama. Sesudah selesai
bersenggama, agar segera dikeluarkan dari liang senggama,
sebelum zakar (penis) menjadi lemas.
Efek/ akibat samping : Alergi terhadap karet.
Tempat mendapatkan:
- Rumah sakit
- Klinik KB, Puskesmas
- Tim Keluarga Berencana Keliling (TKBK)
- Pos Alat Keluarga Berencana Desa (PAKBD)
- Pembantu Petugas Keluarga Berencana Desa (PPKBD)
- Apotik
- Dokter, Bidan Swasta
Kunjungan ulang: Jika persediaan habis, pemakai dapat
kembali ke klinik
Hal yang perlu diingat :
- Pakai kondom baru setiap bersenggama
- Pastikan anda punya persediaan kondom yang cukup
- Jika kondom robek, pertimbangkan kontrasepsi darurat
sesegera mungkin
- Simpan kondom di tempat terlindung dari sinar matahari
langsung
16

Buang kondom bekas di tempat sampah tertutup


Jauhi dari jangkauan anak-anak

b) KB Suntik
Adalah obat KB yang disuntikkan 1 bulan sekali atau 3 bulan
sekali. Untuk wanita yang menyusui sebaiknya tidak menggunakan
yang 1 bulan karena akan mempengaruhi produksi Air Susu Ibu
(ASI)
Cara Kerja KB Suntik
- Mencegah lepasnya sel telur dari indung telur
- Mengentalkan lendir mulut rahim, sehingga sperma sulit
masuk ke dalam rongga rahim
- Menepiskan selaput lendir agar tidak siap hamil
Keuntungan menggunakan KB Suntik
- Praktis, efektif dan aman dengan tingkat keberhasilan lebih
dari 99%
- Tidak membatasi umur
- Obat KB suntik yang 3 bulan sekali (Progesteron saja) tidak
mempengaruhi ASI dan cocok untuk ibu menyusui.
Kekurangan/ Efek samping KB Suntik
- Di bulan-bulan pertama pemakaian terjadi mual, pendarahan
berupa bercak di antara masa haid, sakit kepala dan nyeri
payudara
- Tidak melindungi dari IMS dan HIV AIDS
Jangan menggunakan KB Suntik 1 bulan, jika:
- Wanita usia 35 tahun yang merokok aktif
- Ibu hamil atau di duga hamil
- Pendarahan vaginal tanpa sebab
- Penderita jantung, stroke, lever, darah tinggi dan kencing
manis
- Sedang menyusui kurang dari 6 minggu
- Penderita kanker payudara
Tempat mendapatkan KB Suntik
- Rumah sakit, Klinik KB dan Puskesmas
- Dokter dan Bidan Swasta
Hal yang perlu diingat:
Suntikan pertama hari 1-5 dari permulaan masa haid. Setelah di
suntik tidak boleh ditekan atau digosok, karena obat tidak akan
bekerja. Suntikan ulang harus sesuai dengan jadwal yang
ditetapkan.
c) PIL KB
Obat kontrasepsi yang diminum setiap hari selama 21 atau 28 hari
Macam Pil KB
- Pil KB yang hanya mengandung hormon golongan
progesteron
- Pil kombinasi yang mengandung hormon golongan estrogen
dan progesteron
17

Cara kerja PIL KB


- Mencegah lepasnya sel telur dari indung telur
- Mengentalkan lendir mulut rahim, sehingga sperma tidak
dapat masuk
- Menipiskan selaput lendir agar tidak siap hamil
Keuntungan menggunakan Pil KB
- Penggunaan mudah dan murah, mengurangi rasa sakit
ketika haid
- Dapat mencegah kehamilan di luar rahim, kanker rahim dan
kanker payudara
- Kesuburan dapat segera kembali
- Tidak mempengaruhi ASI bagi yang menggunakan pil KB
tunggal
- Efektifitasnya 98,5% sampai lebih dari 99%
Kerugian dan efek samping Pil KB
- Pemakaian harus disiplin setiap hari
- Dapat meningkatkan infeksi jamur di sekitar kemaluan
- Perdarahan/ spotting (bercak) antara masa haid (terutama
pada pengguna pil yang hanya mengadung progesteron)
Jangan menggunakan Pil KB kombinasi, jika
- Wanita usia 35 tahun yang merokok aktif
- Ibu hamil atau di duga hamil
- Perdarahan vaginal tanpa sebab
- Penderita jantung, stroke, lever, darah tinggi, kanker
payudara, migrain dan tumor ganas
- Ibu menyusui jika kurang dari 6 bulan
Tempat mendapatkan Pil KB
- Rumah sakit, klinik KB dan Puskesmas
- TKBK, PAKBD, Apotik, Dokter dan Bidan Swasta
Yang harus diingat:
- Minum Pil KB diawali hari 1-5 masa haid
- Pil KB kombinasi dilarang diberikan pada ibu usia di atas 35
tahun dan perokok berat.

d) Susuk KB
Merupakan alat kontrasepsi yang berbentuk batang terbuat dari
silastik yang berisi hormon golongan progesteron yang dimasukkan
di bawah kulit lengan kiri atas bagian dalam. Terdapat 2 jenis susuk
KB yaitu terdiri dari 1 batang dan 2 batang, masing-masing dapat
mencegah kehamilan selama 3 tahun.

Cara kerja Susuk KB (Implant)


- Mencegah lepasnya sel telur dari indung telur
- Mengentalkan lendir mulut rahim, sehingga sperma sulit
untuk masuk
- Menipiskan selaput lendir agar tidak siap hamil
Keuntungan menggunakan Susuk KB (Implant)
- Tidak menekan produksi ASI
- Praktis dan Efektif
18

Masa pakai jangka panjang (3 tahun)


Kesuburan cepat kembali setelah pencabutan
Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon
estrogen
- Efektifitasnya 99-99,8%
Kerugian/ efek samping Susuk KB (Implant)
- Harus dipasang dan dicabut oleh petugas kesehatan yang
terlatih
- Dapat mengubah pola haid
Jangan menggunakan Susuk KB (Implant) jika
- Hamil atau diduga hamil, penderita jantung, stroke, lever,
darah tinggi dan kencing manis
- Perdarahan vaginal tanpa sebab
Tempat pelayanan Susuk KB (Implant) yaitu Rumah sakit,
Klinik KB dan Puskesmas, Apotik, Dokter dan Bidan Swasta.

e) IUD/ AKDR
IUD/AKDR adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam
rongga rahim, terbuat dari plastik fleksibel, beberapa jenis IUD
dililit tembaga atau tembaga bercampur perak, bahkan ada yang
disisipi hormon golongan progesteron, IUD bertembaga dapat
dipakai selama 10 tahun.
Cara kerja IUD
Mencegah pembuahan sel telur oleh sperma, dan mencegah
tertanamnya hasil pembuahan pada selaput lendir rahim.
Keuntungan menggunakan IUD
- Praktis, efektif dan ekonomis
- Kesuburan dapat segera kembali jika IUD dibuka/
ditanggalkan
- Tidak menggunakan pemberian ASI
Kerugian/ efek samping IUD
- Dapat ke luar sendiri jika ukuran IUD tidak cocok dengan
rahim pemakai
- Perdarahan lebih banyak dan lebih lama pada saat
menstruasi kadang-kadang dapat disertai kram dan nyeri
selama menstruasi yang biasanya akan hilang setelah 3
bulan
- Dapat mengalami bercak perdarahan setelah 1 atau 2 hari
setelah pemasangan
Jangan menggunakan IUD, jika
- Hamil atau diduga hamil
- Gangguan perdarahan dan peradangan alat kelamin
- Kecurigaan kanker kelamin dan tumor jinak serta radang
pinggul
Tempat pelayanan IUD
- Rumah sakit, Klinik KB dan Puskesmas
- Dokter dan Bidan Swasta

19

f) Vasektomi
Vasektomi merupakan pengikatan dan pemotongan saluran benih
agar sperma tidak keluar dari bguah zakar, cara ini dipakai untuk
kontrasepsi mantap pria.
Cara kerja vasektomi (MOP)
Saluran benih tertutup, sehingga tidak dapat menyalurkan
spermatozoa
Keuntungan menggunakan vasektomi (MOP)
- Permanen dan efektif
- Tidak ada efek samping jangka panjang dan tidak
mengganggu hubungan seksual
- Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%
Kerugian Vasektomi
Harus ada tindakan pembedahan minor. Tidak dapat dilakukan
pada orang yang masih ingin memiliki anak, meskipun masih
bisa disambung kembali (rekanalisasi) jika ingin punya anak
lagi.
Jangan menggunakan vasektomi (MOP), jika
Peradangan kulit atau jamur di daerah kemaluan, menderita
kencing manis
Tempat Pelayanan Vasektomi (MOP) :Rumah sakit,
Puskesmas, Klinik KB
Yang harus diingat
- Untuk laki-laki usia subur sudah punya anak cukup (2 anak)
dan isteri berisiko tinggi
- Boleh bersenggama setelah 2-3 hari pasca operasi dengan
menggunakan kondom, penggunaan kondom dilanjutkan
sampai 20 kali ejakulasi atau 3 bulan pasca operasi
Syarat
Sukarela, bahagia, sehat jasmani dan rohani, mengikuti
konseling (bimbingan tatap muka) dan menandatangani formulir
persetujuan tindakan medis (informed consent).
g) Tubektomi
Tubektomi merupakan metode kontrasepsi dengan melakukan
pengikatan dan pemotongan saluran telur agar sel telur tidak dapat
dibuahi sperma.
Cara kerja tubektomi (MOW)
Perjalanan sel telur terhambat karna saluran telur tertutup
Keuntungan menggunakan tubektomi (MOW)
- Permanen dan efektif
- Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%
- Tidak ada efek samping jangka panjang dan tidak
mengganggu hubungan seksual
Kerugian tubektomi (MOW):
Ada kemungkinan mengalami resiko pembedahan
Tidak dilakukan tubektomi/ ditunda bila:
Menderita tekanan darah tinggi, stroke, kencing manis, penyakit
jantung, paru-paru.

20

Tempat pelayanan tubektomi (MOW)


Rumah sakit. Jika ada keluhan, pemakai harus kembali ke
rumah sakit.
Yang harus diingat
Untuk wanita usia subur berumur di atas 30 tahun, sudah punya
anak cukup (2 anak), anak terkecil harus berusia minimal 5
tahun.
Syarat
Sukarela, bahagia, sehat jasmani dan rohani, mengikuti
konseling (bimbingan tatapmuka) dan menandatangani formulir
persetujuan tindakan medik (informed consent).

b. Kesehatan Reproduksi
Dalam Program KKB Nasional juga dikembangkan program Kesehatan
Reproduksi yang mencakup Program Kelangsungan Hidup Ibu, Bayi dan
Anak (KHIBA) dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Reproduksi
(PMKR).
Upaya yang diperlukan untuk peningkatan status kesehatan dan
Kelangsungan Hidup Ibu, Bayi dan Anak (KHIBA) melalui kegiatan
promosi dan KIP/ Konseling KBKR (demand side)
1) Pengertian
KHIBA adalah hak azasi bagi ibu, bayi dan anak balita untuk mencapai
hidup berkualitas yang harus dikembangkan oleh pribadi dan keluarga,
dihormati oleh orang lain dan dijamin oleh negara
2) Ruang Lingkup
Pembinaan KHIBA dilaksanakan melalui upaya peningkatan dukungan
politis dari Tokoh agama terhadap akses dan kualitas pelayanan,
persiapan kehamilan dst serta pelayanan kontrasepsi dengan
memperhatikan nilai-nilai sosial budaya.
Pembinaan peningkatan KHIBA dilaksanakan melalui upaya
peningkatan PSP catin, pasutri, keluarga dan masyarakat tentang
persiapan dst dan penggunaan kontrasepsi, serta ASI eksklusif, gizi,
imunisasi, pemberian vitamin A dan pencegahan berbagai penyakit
pada bayi dan anak.
3) Penanggulangan Masalah Kesehatan Reproduksi (PMKR)
Merupakan upaya untuk membantu pasangan suami istri untuk
memiliki pengetahuan, kesadaran sikap dan perilaku tentang masalah
kesehatan reproduksi melalui kegiatan promosi, KIE dan KIP/
Konseling, pencegahan ISR/ PMS/ HIV/ AIDS, kanker alat reproduksi,
perilaku seksual yang sehat serta infertilitas.
c. Kesehatan Reproduksi Remaja
Program Kesehatan Reproduksi Remaja bertujuan untuk meningkatkan
derajat kesehatan reproduksi remaja dan mempersiapkan kehidupan

21

berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan kualitas generasi


mendatang, dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi remaja melalui
pengembangan pusat informasi dan konseling (PIK) di tingkat kecamatan
dan pendidikan KRR melalui kelompok sebaya di jalur sekolah dan luar
sekolah.
1) Program KRR
a) Pengertian
Program Kesehatan reproduksi (KRR) adalah:
Program untuk membantu remaja agar memiliki status kesehatan
reproduksi yang baik, melalui pemberian informasi,pelayanan
konseling, pendidikan ketrampilan hidup.
Kesehatan reproduksi remaja (KRR) adalah:
Suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses
reproduksi yang dimiliki oleh remaja, tidak semata-mata berarti
bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat
secara mental serta sosial kultural.
b) Tujuan Umum
Meningkatnya kualitas hidup remaja melalui upaya peningkatan
pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan
reproduksi dan pemenuhan hak-hak reproduksi bagi mereka
secara terpadu dengan memperhatikan keadilan dan kesehatan
gender.
c) Tujuan Khusus
Meningkatkan Pengetahuan Sikap Perilaku Remaja tentang
TRIAD KRR (seksualitas, HIV / AIDS, Napza)
Meningkatkan Pengetahuan Sikap Perilaku remaja tentang PUP
dan Norma Keluarga Kecil
Meningkatkan Pengetahuan Sikap Perilaku tentang program
KRR agar dapat menjadi Pendidik Sebaya (PS) dan Konselor
Sebaya (KS).
d) Arah Kebijakan
Arah kebijakan Program KRR adalah menuju TEGAR REMAJA,
yaitu remaja yang berperilaku sehat, menghindari resiko Triad
KRR, menunda usia perkawinan, bercita-cita menjadi keluarga
kecil berkualitas, menjadi contoh idola, teladan dan model remaja
sebayanya
2) Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR)
Yang dimaksud dalam Triad KRR adalah materi-materi dalam KRR
yang meliputi:
a) Seksualitas
Semua yang berhubungan dengan manusia sebagai mahluk
seksual yang meliputi emosi, kepribadian, sikap dan lain-lain.

22

Seksualitas mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan:


Pubertas yang meliputi: cirri-ciri pubertas, mimpi basah,
menstruasi dan kehamilan
Pengenalan organ dan sistem yang meliputi (anatomi, fungsi
dan proses) alat reproduksi
b) HIV dan AIDS
Dalam HIV dan AIDS dipelajari tentang:
Informasi umum tentang HIV dan AIDS
- Tahapan perubahan fase
- Penularan HIV dan AIDS
- Cara menghindari HIV dan AIDS
- Cara mengetahui orang terinfeksi HIV dan AIDS
- Stigma dan diskriminasi penderita
c) NAPZA
Dalam Napza dipelajari antara lain:
- Pengertian Napza
- Jenis-jenis Napza
- Penyalahgunaan Napza
- Penanggulangan Penyalahgunaan Napza
- Cara mengatasi ketergantungan Napza (Medis, Psikologis,
ekonomi dan lingkungan
3) PIK KRR
Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja adalah
suatu wadah yang dikelola dari oleh dan untuk remaja dalam
memberikan informasi, dan layanan konseling tentang kesehatan
reproduksi.
3. Program Keluarga Sejahtera/ Ketahanan Keluarga
Program Peningkatan Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga bertujuan
untuk membentuk keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan fisik,
materiil dan psikis mental spiritual, hidup mandiri serta mengembangkan diri
dan keluarganya untuk hidup harmonis sesama anggota keluarga dan
lingkungannya, dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin. Program
ketahanan dan pemberdayaan keluarga yaitu:
a. Bina Keluarga Balita (BKB)
1) Pengertian
Kegiatan yang dilakukan oleh keluarga yang memiliki anak balita (0-6)
tahun untuk memahami dan membina kondisi dan masalah balita guna
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orangtua dan anggota
keluarga dalam membina tumbuh kembang anak, melalui rangsangan
fisik, motorik, kecerdasan, emosional dan sosial ekonomi dengan
sebaik-baiknya merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan
fungsi pendidikan, sosialisasi dan kasih sayang dalam keluarga.

23

2) Tujuan
Memberdayakan orangtua (ayah dan ibu) dan anggota keluarga
lainnya dalam membina tumbuh kembang anak balitanya untuk
mewujudkan SDM yang berkualitas
3) Sasaran
Orangtua (ayah dan Ibu) dan anggota keluarga lain yang mempunyai
anak balita (0-5 tahun) dan anak usia pra sekolah (5-6 tahun),
termasuk ibu hamil.
4) Ruang Lingkup Kegiatan
Pelayanan informasi, penyuluhan, pendidikan, bimbingan bagi
orangtua/ keluarga yang mempunyai anak balita dan anak untuk
aspek: kesehatan dan gizi, psikososial, pendidikan, sosial budaya.
Ciri Khusus: memakai APE, cerita, dongeng, dan nyanyian. Titik berat
perlakuan orangtua yang tidak membedakan jenis kelamin.
5) Stratifikasi Kelompok
a) BKB Dasar
b) BKB Berkembang
c) BKB Paripurna
b. Bina Keluarga Remaja (BKR)
1) Pengertian
Bina Keluarga Anak dan remaja (BKR) adalah kegiatan yang dilakukan
oleh keluarga yang memiliki anak remaja, berupa penyuluhan dari
kader terlatih untuk meningkatkan bimbingan tumbuh kembang anak
remaja secara baik dan terarah.
2) Tujuan
Meningkatkan pengetahuan, wawasan orangtua anak dan remaja
tentang pentingnya hubungan yang setara dan harmonis,
menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang antara orangtua dan anak
remajanya, melaksanakan deteksi dini terhadap setiap gejala
kesenjangan hubungan orangtua dan anak remaja, sehingga dapat
meningkatkan hubungan yang serasi dan harmonis yang didukung
sikap dan perilaku yang rasional dan bertanggung jawab terhadap
pembinaan proses tumbuh kembang anak dan remajanya.
3) Sasaran
Adalah keluarga yang memiliki anak usia 6-12 tahun dan usia 13-21
tahun
4) Ruang Lingkup Kegiatan
Pendataan keluarga yang punya remaja, penyuluhan, pertemuan
berkala, kunjungan rumah, rujukan ke konselor, pencatatan dan
pelaporan.

24

5) Stratifikasi Kelompok
a) BKR Awal
BKR Awal adalah kelompok BKR yang telah mempunyai pengurus
yang terdiri dari ketua dan tiga anggota, mempunyai 4 orang kader/
fasilitator, dan telah melaksanakan kegiatan kelompok berupa
pertemuan penyuluhan.
b) BKR Berkembang
BKB berkembang adalah kelompok BKR yang telah mempunyai
pengurus yang terdiri dari ketua dan tiga anggota, mempunyai 6
orang kader, 2 4 diantaranya telah dilatih tentang BKR, telah
melaksanakan kegiatan kelompok berupa penyuluhan, konseling,
dan telah mempunyai tenaga konselor.
c) BKR Paripurna
BKR Paripurna adalah kelompok BKR yang telah mempunyai
pengurus yang terdiri dari ketua dan tiga anggota atau sesuai
dengan kebutuhan, mempunyai 8 orang kader, yang semuanya
telah dilatih tentang BKR, telah melaksanakan kegiatan kelompok
berupa penyuluhan, konseling, rujukan, serta telah mempunyai
tenaga konselor dan pakar, yang dapat membimbing kelompok
tersebut dalam melakukan berbagai kegiatan di lapangan,
termasuk program-program pengentasan kemiskinan.
c. Bina Keluarga Lansia (BKL)
1) Pengertian
Adalah wadah kegiatan yang dilaksanakan oleh keluarga yang
memiliki lansia yang sehat, mandiri, produktif dan bertaqwa kepada
Tuhan YME.
2) Tujuan
Untuk meningkatkan kesejateraan Lansia melalui kepedulian dan
peran keluarga dalam mewujudkan lansia yang bertaqwa kepada
Tuhan YME, sehat, produktif dan bermanfaat bagi keluarganya.
3) Sasaran
Keluarga yang seluruh anggotanya terdiri dari lanjut usia atau keluarga
yang didalamnya terdapat lanjut usia.
4) Ruang Lingkup Kegiatan
Penyuluhan, kunjungan rumah, rujukan , pencatatan dan pelaporan
oleh kader.
5) Stratifikasi Kelompok
a) BKL Dasar
Adalah kelompok BKL yang telah mempunyai pengurus yang terdiri
dari dari ketua dan 3 anggota atau sesuai dengan kebutuhan,

25

mempunyai 4 orang kader/ fasilitator dan telah melaksanakan


kegiatan kelompok berupa pertemuan penyuluhan.
b) BKL Berkembang
Adalah kelompok BKL yang telah mempunyai pengurus yang terdiri
dari ketua dan 3 anggota, mempunyai 6 orang kader, 2-4
diantaranya telah dilatih tentantg BKL, telah melaksanakan
kegiatan kelompok berupa penyuluhan, konseling dan telah
mempunyai tenaga konselor.
c) BKL Paripurna
Adalah kelompok BKL yang telah mempunyai pengurus yang terdiri
dari ketua dan 3 anggota atau sesuai kebutuhan, mempunyai 8
orang kader yang semuanya telah dilatih tentang BKL, telah
melaksanakan kegiatan kelompok berupa penyuluhan, konseling,
rujukan, serta telah mempunyai tenaga konselor yang dapat
membimbing kelompok tersebut dalam melakukan berbagai
kegiatan di lapangan, termasuk program pengentasan kemiskinan
seperti kegiatan ekonomi produktif.
6) Materi pokok penyuluhan BKL
Materi pokok penyuluhan BKL terdiri dari:
a) Materi Dasar
- Program KB Nasional
- Konsep Dasar BKL
b) Materi Inti
- Pemantapan 8 fungsi keluarga
- Peran keluarga
- Pembinaan kehidupan beragama
- Pembinaan psikis/ mental
- Pembinaan sosial, ekonomi dan budaya
- Pola hidup sehat
c) Materi Penunjang
- Pengelolaan Program BKL untuk kader
- Materi lain yang diperlukan
d. Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)
Kelompok usaha peningkatan pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)
adalah suatu organisasi yang anggotanya adalah keluarga. Kelompok ini
bekerjasama dalam kegiatan usaha ekonomi produktif dengan tujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya.
e. Pembentukan Karakter Sejak Dini (PKSD)
Pembentukan karakter sejak dini adalah suatu upaya untukmeningkatkan
kualitas perilaku,sikap dan moral seseorang sejak usia dini bahkan sejak
dalam kandungan sehingga dapat mencapai tujuan hidup yang bermakna.

26

f. Delapan Fungsi Keluarga


Untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas perlu masingmasing keluarga memahami dan melaksanakan fungsi-fungsi yang
terangkum dalam 8 fungsi keluarga. Dalam setiap fungsi terdapat nilainilai moral yang harus diterapkan keluarga melalui sikap dan perilaku
orang tua yang akan menjadi teladan bagi anaknya.
Adapun 8 fungsi keluarga tersebut adalah :
1) Fungsi Keagamaan
Fungsi ini untuk membangun insane yang agamis yang bertaqwa
terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Fungsi ini dimungkinkan untuk
dijalankan okeh setiap keluarga karena pada kenyataannya disamping
agama sudah menjadi pegangan bangsa Indonesia, juga adalah
sebagai landasan idiil negara kita yaitu sila pertama Pancasila.
Contoh: iman, taqwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesolehan,
ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santun, kesabaran, kasih
saying, tanggung jawab terhadap anak, gotong royong, sopan santun,
kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, kebangsaan.
2) Fungsi Sosial Budaya
Fungsi ini merupakan fungsi pelestarian budaya bangsa melalui
keluarga dimana dari fungsi ini mencerminkan tingkah laku suatu
bangsa.
Contoh: gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian,
kebersamaan, toleransi, kebangsaan.
3) Fungsi Cinta Kasih
Fungsi ini adalah suatu perwujudan bahwa pada hakekatnya manusia
haruslah mencintai dan mengasihi sesama anggota keluarga dan
kemudian untuk mengasihi masyarakat dimana mereka berada.
Contoh: empati, akrab, adil, pemaaf, setia, pengorbanan, suka
menolong, tanggung jawab.
4) Fungsi Perlindungan
Fungsi ini harus diciptakan rasa aman dan nyaman dalam lingkungan
keluarga.
Contoh: aman, pemaaf, tanggap, tabah.
5) Fungsi Reproduksi
Fungsi ini adalah suatu fungsi yang hakiki karena manusia harus dapat
melanjutkan keturunannya dan yang diharapkan adalah keturunan
yang berkualitas.
Contoh: tanggung jawab, sehat, keteguhan.
6) Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Fungsi yang dipersiapkan sebagai generasi yang lebih baik dengan
diperkenalkan Bina Keluarga Balita.
Contoh: percaya diri, luwes, bangga, rajin, kreatif, tanggung jawab,
kerjasama.

27

7) Fungsi Ekonomi
Upaya yang dilakukan dalam memberikan suatu kegiatan yang bersifat
ekonomis yang sangat produktif untuk meningkatkan kesejahteraan
keluarga dan sebagai wahana pendidikan pada kelompok akseptor.
Contoh: hemat, teliti, disiplin,peduli, ulet.
8) Fungsi Pelestarian Lingkungan
Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup yang sejuk dan penuh
keindahan yang tidak terlepas dari keberhasilan dalam pengendalian
pertumbuhan penduduk. Contoh: bersih, disiplin, teratur.
g. Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP)
Institusi Masyarakat adalah organisasi kelompok, maupun perorangan
yang mempunyai pengaruh dalam masyarakat dan pranata serta
mempunyai tujuan yang ingin dicapai. IMP merupakan suatu wadah
pengorganisasian dan pembinaan keluarga serta wadah pengelolaan dan
pelaksanaan gerakan KB nasional ditingkat desa kebawah. Wadah
tersebut secara nasional disebut Pembantu Pembina Keluarga Desa
(PPKBD) (Desa/ Kelurahan), Sub PPKBD ( RW).
PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) adalah seorang
atau beberapa orang kader yang secara sukarela berperan aktif
melaksanakan/mengelola program KB Nasional ditingkat desa/ kelurahan.
Memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh oleh
pejabat berwenang sebagai pembantu pembina penyelenggaraan
program KB di desa/ kelurahan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan
dan pelayanan KB dan KS, membina kelompok kegiatan, mencatat dan
melaporkan kegiatan yang dilakukan secara rutin.
Sub PPKBD (Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) adalah
seorang atau beberapa orang kader yang secara sukarela berperan aktif
melaksanakan/mengelola program KB Nasional ditingkat dusun/Rukun
Warga (RW).
h. PKB RT
Paguyuban KB/ Kelompok Akseptor KB adalah wadah kegiatan peserta
KB di bawah dusun atau pada tingkat RT, yang merupakan satu bentuk
Institusi masyarakat yang secara sukarela mengelola kegiatan gerakan
KB di wilayahnya, dengan anggota kelompok minimal 50 orang
merupakan media pertemuan dan interaksi antara peserta KB, anggota
PKK, PUS yang belum ber KB, remaja, tokoh masyarakat dalam rangka
mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
4. Program Pembangunan Keluarga Yang Mengarah Pada NKKBS
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemandirian sekaligus
meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kependudukan dan KB/ KR
serta pemberdayaan keluarga, terutama yang diselenggarakan masyarakat,
dan juga dimaksudkan untuk meningkatkan mutu kinerja para pengelola dan

28

pelaksana di lapangan dalam rangka melembagakan keluarga kecil


berkualitas. Program ini juga bertujuan untuk peningkatan kapasitas kinerja,
termasuk dalam pengembangan kebijakan pembangunan Keluarga
Berencana Nasional yang kuat dan terintegrasi dengan kebijakan
pembangunan Kependudukan.
Adapun pokok-pokok kegiatan program pembangunan Keluarga meliputi:
Sistem pencatatan dan pelaporan program KB Nasional yang disebut sistem
informasi manajemen program KB Nasional.
Sistem Informasi Manajemen Program KB Nasional
a. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM adalah suatu sistem yang terorganisasi untuk memberikan data/
informasi terpilih yang diperlukan para manajer untuk melaksanakan
tugasnya, pada saat yang diperlukan dan dalam bentuk dan substansi
yang tepat serta dapat menggugah suatu pengambilan keputusan secara
aktif dan efisien dengan biaya seminimal mungkin.
b. SIM Program KB Nasional
SIM Program KB Nasional adalah suatu sistem yang terorganisasi untuk
memberikan data/ informasi terpilih yang diperlukan para pimpinan
program untuk melaksanakan tugasnya, pada saat diperlukan dan dalam
bentuk dan isi yang tepat serta dapat menggugah suatu pengambilan
keputusan secara berdaya guna dan berhasil guna. Adapun SIM Program
KB Nasional meliputi :
1) Pendataan Keluarga
Adalah kegiatan pengumpulan data primer tentang data demografi,
keluarga berencana, keluarga sejahtera dan data individu anggota
keluarga yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah (Pemda dan
BKKBN) secara serentak pada waktu yang telah ditentukan (setahun
sekali) dari rumah ke rumah, dengan wawancara dan observasi.
2) Mekanisme Pelaksanaan SIM Program
Agar tujuan SIM Program KB Nasional dapat dicapai dengan proses
pemilihan informasi, dimulai dari:
a) Perencanaan
b) Pengumpulan
c) Pengolahan
d) Analisa
e) Penyajian dan Penyebarluasan
f) Dokumentasi (Penyimpanan)
g) Monitoring

29

5. Gender dalam program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi


a. Pengertian Gender
Gender yaitu perbedaan fungsi, tugas dan peran antara laki-laki dan
perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial dan dapat berubah
sesuai dengan perkembangan jaman.
b. KKG dalam KB-KR
Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) dalam Keluarga Berencana
Nasional dan Kesehatan Reproduksi yaitu: kesetaraan dan keadilan dapat
diwujudkan dalam bentuk peran dan tanggung jawab bersama antara
suami dan isteri untuk meningkatkan kualitas kesehatan reproduksinya,
termasuk KB, kesehatan maternal/ibu, penanggulangan masalah
kesehatan reproduksi, dan pengasuhan anak.
c. Program KB Berwawasan Gender
Merupakan suatu sikap yang responsive gender terhadap pelaksanaan
program keluarga berencana. Dalam hal ini baik meliputi programprogram yang bersifat pelayanan (pemakaian kontrasepsi yang) maupun
program-program yang bersifat ketahanan dan pemberdayaan keluarga
(BKB, BKR, BKL dan UPPKS) serta program-program penunjang lainnya.
D. Rangkuman
Kebijakan dan strategi untuk melaksanakan KIE KKB sebagai bagian dari sistem
operasional program KB. Artinya perancangan dan pelaksanaan KIE KKB perlu
senantiasa memperhatikan perkembangan sistem operasional Program KB
Nasional secara menyeluruh agar dapat secara luwes melakukan penyesuaian
untuk mencapai hasil yang optimal.
Pokok-pokok kegiatan KIE KKB Nasional meliputi Analisis; Penetapan strategi;
Penyusunan isi pesan ; Desain dan produksi media; Pelaksanaan; Monitoring
dan Evaluasi.
Materi KIE KKB yang dilaksanakan oleh PKB mencakup program kependudukan,
keluarga berencana dan kesehatan reproduksi dan keluarga sejahtera/
ketahanan keluarga, pembangunan keluarga yang mengarah pada NKKBS,
gender dalam program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
E. Latihan
1. Apa kebijakan yang ditetapkan dalam KIE KKB?
2. Sebutkan pokok-pokok KIE KKB!
3. Jelaskan materi KIE KKB yang Anda ketahui!

30

BAB IV
LANGKAH-LANGKAH KIE

Indikator Keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat diharapkan dapat
mempraktikkan langkah-langkah KIE dalam pelaksanaan program KKB

A. Langkah Teknis KIE


PKB dalam melaksanakan KIE haruslah mengetahui langkah-langkah teknis KIE
agar tujuan dari KIE tercapai secara efektif dan efisien. Adapun langkahlangkahnya sebagai berikut:
1. Persiapan
a. Menetapkan permasalahan
Permasalah di wilayah binaan didapatkan dari data basis (hasil
pendataan keluarga), kondisi wilayah geografi, topografi, sosial budaya
serta hasil pelaksanaan program KB. Contohnya: Desa Sidomulyo
merupakan daerah pegunungan. Peserta KB aktif pada Desa Sidomulyo
adalah 47% dan alat kontrasepsi yang paling diminati adalah pil.
Penduduknya sebagian bekerja sebagai petani. Puskesmas letaknya jauh
di Kecamatan. Jadi dapat disimpulkan bahwa permasalahannya adalah
kesertaan ber-KB masih rendah dan kontrasepsi yang diminati adalah pil.
b. Menentukan bahan/ materi KIE sesuai dengam masalah/ isu
Bahan/ materi yang disiapkan disesuaikan dengan permasalahan/isu
yang telah ditentukan.
c. Mengetahui sasaran yang akan diberi KIE
PKB harus mengetahui kondisi sasaran yang akan dihadapi dalam
pelayanan KIE KKB. Beberapa hal yang perlu diketahui antara lain
adalah jenis pekerjaan, latar belakang pendidikan, rata-rata jumlah anak
yang dipunyai pada tiap keluarga.
d. Menetapkan tujuan KIE yang akan dicapai
Sangatlah diperhatikan apa yang sebenarnya ingin dicapai dalam
pelayanan KIE. Hal ini harus disepakati dengan Pemerintah/ pihak
Kelurahan, Toma dan Toga sehingga PKB dapat mengetahui secara jelas
tujuan pelayanan KIE sesuai dengan kondisi wilayah binaan.
e. Menentukan tempat KIE
Pertimbangan pemilihan tempat adalah salah satu kunci sukses kegiatan
KIE KKB. Bisa di Balai Kelurahan, bisa juga di Balai RW, bisa dilakukan
dari rumah ke rumah (kunjungan rumah) sesuai dengan kondisi alam dan
letak rumah penduduk.

31

f. Menentukan Waktu KIE


Menentukan waktu pelayanan KIE KKB juga harus memperhatikan
pekerjaan masyarakat.
g. Menentukan metode KIE
PKB harus memperhatikan kehidupan sosial budaya dan agama di
wilayah binaannya. Bisa dengan menyampaikan KIE dengan metode
ceramah tanya jawab, dengan memperagakan atau dengan cara diskusi.
h. Menentukan media KIE
Penentuan media KIE yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan
latar belakang masyarakat. Bisa dengan cara memberikan KIE sebelum
dan ditengah-tengah pemutaran film. Media KIE dapat juga digunakan
KIE Kit.
i.

Menyiapkan diri (percaya diri, penampilan, penguasaan materi, kualitas


suara, penggunaan bahasa dan memperhatikan adat budaya setempat)

2. Pelaksanaan
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Mengucapkan salam pembuka


Memperkenalkan diri
Menyampaikan isi pesan dengan baik
Mengunakan media KIE yang sesuai
Menggunakan metoda yang sudah ditentukan termasuk tanya jawab
Menyampaikan kesimpulan

3. Evaluasi
a. Mengetahui keadaan (pengetahuan, sikap dan perilaku) sebelum
mendapatkan KIE
b. Memperhatikan respon sasaran pada saat diberikan KIE
c. Mengetahui perubahan (pengetahuan, sikap dan perilaku) sesudah diberi
KIE. (Bisa melalui kunjungan rumah atau hasil kesertaan ber KB atau
pelaksaan KIE berikutnya)

B. Penentuan Sasaran KIE


Kita sudah mempelajari sasaran KIE pada bab sebelumnya, dimana sasaran
KIE bisa individu, keluarga atau masyarakat. Adapun penentuan sasaran KIE
adalah sebagai berikut:
1. Disesuaikan dengan permasalahan yang ada di wilayah binaan (Kondisi data
base KB dan KS yang ada)
2. Sesuai dengan materi KIE yang akan disampaikan
3. Sesuai dengan tujuan KIE yang ingin dicapai
4. Disesuaikan dengan kondisi wilayah binaan menyangkut: geografi, topografi
dan sosial budaya

32

C. Media KIE
Media berarti wadah atau sarana. Media merupakan salah satu unsur dalam
komunikasi yang memainkan peranan penting dalam proses komunikasi itu
karena efektifitas komunikasi itu tergantung pada ketepatan media yang
digunakan. Media komunikasi berperan sebagai perantara dalam penyampaian
informasi dari komunikator kepada komunikan.
1. Jenis-jenis media komunikasi
Berdasarkan sifatnya terdapat tiga jenis media komunikasi, yaitu: media
komunikasi audial, media komunikasi visual, dan media komunikasi audiovisual, serta KIE Kit.
Ketiga jenis media komunikasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Media Komunikasi Audial
Yaitu alat komunikasi yang dapat ditangkap, didengar dan dipahami oleh
alat pendengaran. Misalnya telepon, intercom, radio serta tape recorder.
b. Media Komunikasi Visual
Yaitu alat komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat dan dipahami oleh alat
penglihatan. Misalnya surat, KIE Kit, surat kabar, faksimili, majalah, buku,
buletin dan sejenisnya.
c. Media Komunikasi Audio-visual
Yaitu alat komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat, didengar dan
dipahami melalui alat pendengaran dan penglihatan. Misalnya televisi, film
layar lebar, VCD, internet dan sejenisnya.
Berdasarkan penggunaanya, media atau saluran komunikasi dapat dibagi
dua, yaitu media personal dan non-personal. Saluran komunikasi personal
adalah meliputi dua orang atau lebih yang berkomunikasi langsung secara
tatap muka, pembicara dengan audiensnya, menggunakan telepon, atau email, dan bisa lebih efektif karena adanya peluang untuk
mengindividualisasikan penyampaian pesan dan umpan baliknya. Sementara
dalam saluran komunikasi non personal atau media massa mempunyai
karakteristik yang berbeda. Cangara (2003) memaparkan lima karakteristik
media massa sebagai berikut:
a. Pertama, bersifat melembaga, pihak yang mengelola media melibatkan
banyak individu mulai dari pengumpulan, pengelolaan sampai pada
penyajian informasi.
b. Kedua, bersifat satu arah.
c. Ketiga, jangkauan yang luas, artinya media massa memiliki kemampuan
untuk menghadapi jangkauan yang lebih luas dan kecepatan dari segi
waktu. Juga, bergerak secara luas dan simultan di mana dalam waktu
bersamaan informasi yang disebarkan dapat diterima oleh banyak
individu.

33

d. Keempat, pesan yang disampaikan dapat diserap oleh siapa saja tanpa
membedakan faktor demografi seperti jenis kelamin, usia, suku bangsa,
dan bahkan tingkat pendidikan.
e. Kelima, dalam penyampaian pesan media massa memakai peralatan
teknis dan mekanis.
Tetapi dalam konteks pembelajaran KIE, yang akan dipelajari dalam bab ini
adalah media non personal atau media massa, karena KIE adalah kegiatan
komunikasi yang mempunyai sasaran banyak orang sehingga media massa
banyak digunakan.
Dalam Amri (2010) berdasarkan bentuknya media terbagi menjadi 3 jenis
yaitu:
a. Media Cetak
Media cetak merupakan sekumpulan bahan-bahan informasi yang di cetak
di atas kertas, dengan maksud untuk mencapai tujuan seperti memotivasi
tingkat perhatian dan perilaku seseorang, menyampaikan informasi dan
pengetahuan serta memberikan instruksi.
Kelebihan:
1) Repeatable, dapat di baca berkali-kali dengan menyimpannya atau
menglipingnya.
2) Analisa lebih tajam, dapat membuat orang benar-benar mengerti
Kekurangan :
1) Lambat, dari segi waktu media cetak adalah yang terlambat karena
media cetak tidak dapat menyebarkan langsung berita yang terjadi
kepada masyarakat dan harus menunggu turun cetak. Media cetak
sering kali hanya memuat berita yang telah disebarluaskan oleh media
lainnya.
2) Tidak adanya audio, media cetak hanya berupa tulisan yang tentu saja
tidak dapat didengar.
3) Visual yang terbatas, media cetak hanya dapat memberikan visual
berupa gambar yang mewakili keseluruhan isi berita.
4) Produksi, biaya produksi yang cukup mahal karena media cetak harus
mencetak dan mengirimkannya sebelum dapat dinikmati masyarakat.
b. Media Elektronik
Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik untuk
mengakses kontennya.
Kelebihan :
1) Cepat, dari segi waktu, media elektronik tergolong cepat dalam
menyebarkan berita ke masyarakat luas.
2) Ada audio visual, media elektronik mempunyai audio visual yang
memudahkan para audiensnya untuk memahami berita.(khusus
televisi)
3) Terjangkau luas, media elektronik menjangkau masyarakat secara
luas.

34

Kekurangan :
Tidak ada pengulangan, media elektronik tidak dapat mengulang
apa yang sudah ditayangkan.
c. Media Online
Media online adalah media massa yang dapat ditemukan di internet
memiliki kelebihan dan kekurangan (Jonru, 2006).
Kelebihan:
1) Sangat cepat, dari segi waktu media online sangat cepat dalam
menyampaikan beritanya.
2) Audio Visual, media online juga mempunyai audio visual dengan
melakukan streaming.
3) Praktis dan Fleksibel, media online dapat diakses dari mana saja dan
kapan saja yang kita mau.
Kekurangan :
Tidak selalu tepat, karena mengutamakan kecepatan berita yang dimuat di
media online biasanya tidak seakurat media lainnya.
2. Jenis-jenis media dalam KIE
Sebagai sebuah bentuk komunikasi, KIE tidak bisa terlepas dari penggunaan
media karena media berperan membantu proses KIE berjalan efektif dan
efisien. Karena KIE memiliki sasaran khalayak yang banyak, maka media
komunikasi massa merupakan media yang paling banyak digunakan karena
mampu menjangkau khalayak yang banyak dan tersebar di wilayah yang
luas.
KIE merupakan aktivitas promosi atau pemasaran, oleh karena itu harus
dipahami bahwa media dalam dunia promosi atau pemasaran terbagi menjadi
tiga (BKKBN, 2010b) yaitu:
a. Media lini atas (above the line media).
Media lini atas adalah media untuk aktifitas marketing/promosi yang
biasanya dilakukan oleh manajemen pusat sebagai upaya membentuk
brand image yang diinginkan atau strategi promosi yang dilakukan secara
terbuka melalui media massa (Triadi dan Bharata, 2010).
b. Media lini bawah (below the line media).
Sedangkan media lini bawah adalah aktifitas marketing atau promosi yang
dilakukan di tingkat retail/konsumen dengan salah satu tujuannya adalah
merangkul konsumen supaya sadar dengan suatu produk atau strategi
promosi yang dilakukan dengan melakukan penjualan langsung ke
konsumen (Triadi dan Bharata, 2010)
c. Media lini atas-lini bawah (through the line media).
Media lini atas-lini bawah merupakan kombinasi dari dua jenis media
tersebut yaitu strategi promosi yang dilakukan secara terbuka melalui
media massa dilakukan di tingkat retail/konsumen (Triadi dan Bharata,
2010).

35

KIE dilakukan menggunakan ketiga jenis media tersebut. Contoh-contoh dari


jenis-jenis media tersebut dapat dilihat dalam table berikut:
Tabel 1. Jenis Media Massa
No
1

Nama Media

Jenis Media

Media lini atas (above the line media)

1. Televisi
2. Radio
3. Surat Kabar
4. Majalah/Tabloid
5. Internet
2
Media lini bawah (below the line media) 1. Pamflet
2. Leaflet
3. Booklet
4. Lembar Balik
5. Fact Sheet
6. Jurnal
7. Folder
8. Kartu Ucapan
9. Kaset CD
10. Kaset Audio Video
3
Media lini atas-lini bawah (through the 1. Poster
line media)
2. Neon sign
3. Billboard
4. Umbul-umbul
5. Spanduk
6. Mobil Unit Penerangan
7. Transit Media
8. Mobil Media
Sumber: BKKBN, 2010

Setiap jenis media memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Hal


yang harus diperhatikan adalah tidak selamanya semua media bisa
digunakan pada semua wilayah atau daerah meskipun media memiliki
keunggulan dalam menembus batas wilayah, ruang dan waktu. Agar
penggunaan media yang tepat sasaran, tepat guna dan tepat wilayah, yang
kita diperlukan adalah kejelian, kecerdasan, kreativitas, inovasi dan
modifikasi. Oleh karena itu, pemahaman tentang jenis media dan
karakteristiknya sangat penting untuk mengidentifikasi media mana yang
tepat untuk sebuah program.
Contoh-contoh media dan karakteristiknya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2. Jenis Media dan Karakteristiknya
No
1.

Jenis Media
Pamflet

Karakteristik
Transmisi informasi. Terbaik jika hasil/akibat
(outcome) yang diinginkan kognisi daripada
emosi

36

No

Jenis Media

Karakteristik

2.

Lembar Informasi

Informasi yang singkat dan sesuai. Digunakan


sebagai rangkaian dengan folder penyimpanan
informasi, tidak tepat untuk perubahan perilaku
yang kompleks.

3.

Laporan Berkala

Kontinuitas, lebih pribadi, menuntut banyak


tenaga untuk mengerjakan dan komitmen dan
penilaian kebutuhan yang detail sebelum
dimiliki

4.

Poster

Fungsi penyusunan agenda. Pesan visual.


Membutuhkan masukan kreatif. Kemungkinan
graffiti jadi bahan pertimbangan

5.

T-Shirt

Bisa menonjolkan emosi personal. Digunakan


untuk menyatakan sikap dan komitmen
terhadap program/ide.

6.

Stiker

7.

Video

Pesan
singkat
untuk
mengidetifikasi/
memotivasi pengguna, menyatakan komitmen
serta murah dan persuasive
Instruksional, motivasional, berguna untuk
ditonton dnegan orang dewasa sebagai
cadangan untuk program lain

8.

Televisi

Menumbuhkan kesadaran, peran penciptaan,


kebangkitan, permodelan, dan gambar. Dapat
menjadi lebih berguna dalam pelatihan
informasi dan keterampilan saat kesadaran dan
minat
terhadap
kesehatan
meningkat.
Menimbulkan dampak yang kuat untuk
mempengaruhi persepsi khalayak. Sedangkan
kelemahan yang dimiliki adalah sangat mahal,
banyak gangguan, khalayak tidak selektif

9.

Radio

Informatif, interaktif (percakapan dua arah).


Berbiaya rendah namun efektif dan berguna
dalam
menciptakan
kesadaran
dan
menyediakan informasi

10.

Surat Kabar

Lembar informasinya panjang dan pendek.


Material/bahan tergantung pada kertas dan
hari-hari dalam seminggu, keunggulannya
fleksibel, diterima luas, merupakan referensi
yang bisa dibawa-bawa, memuat hal-hal yang
aktual. Sedangkan kelemahannya adalah
hanya dibaca dalam waktu singkat

37

No
11.

Jenis Media
Majalah

Karakteristik
Berguna dalam peran pendukung dan untuk
menginformasikan dan menyediakan bukti
sosial. Khalayak pembaca cukup luas dan
khusus. Kualitas reproduksi sangat bagus,
dapat digunakan sebagai media humas dan
sales promotion. Sedangkan kelemahannya
adalah waktu edar sangat lambat, biaya mahal,
pemesanan tempat iklan di majalah harus jauh
hari.

Sumber: Egger dalam Donovan et. al., 2003 dalam BKKBN (2010) dan
berbagai sumber
Sebagaimana telah disebutkan di atas, media massa adalah media yang paling
banyak digunakan dalam KIE karena kemampuannya menjangkau khalayak
yang sangat besar (banyak) dan tersebar di wilayah yang sangat luas. Dalam
jenis-jenis media yang disebutkan di atas, media massa yang memiliki karakter
demikian adalah jenis media above the line atau media lini atas. Selain itu,
media-media tersebut banyak digunakan karena memilliki daya tarik yang tinggi
atau banyak digunakan masyarakat.
Contoh-contoh penggunaan media lini atas tersebut antara lain:
1. Televisi
Televisi banyak digunakan, baik televisi nasional dan televisi lokal. Contoh
penggunaannya adalah mempromosikan Genre (Generasi Berencana)
sebagai bagian dari program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi
Remaja, yaitu antara lain:
a. GenRe (Generasi Berencana) Talkshow yaitu acara talkshow tentang
permasalahan remaja yang dikemas dalam drama di televisi.
b. Pesan sisipan melalui Sandiwara/Humor dan program-program popular.
c. KB File dalam berita, management issue yang dikemas menjadi Video
Teks yang disisipkan dalam program berita.
d. Iklan bermuatan pesan-pesan Genre.
2. Radio
Radio banyak digunakan karena mempunyai pendengar yang setia. Contoh
penggunaanya dapat dilihat pada upaya mempromosikan Genre (Generasi
Berencana) sebagai bagian dari program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga
bagi Remaja, yaitu:
a. Pembentukan opini melalui Media Massa baik melalui pejabat dan/atau
penentu kebijakan melalui program talkshow yang sudah ada (sisipan
pertanyaan/inspirasi).
b. Memberikan inspirasi pembentukan PIK Remaja atau PIK Mahasiswa
sebagai bagian dari Genre melalui ide-ide yang disampaikan oleh penyiar,
sehingga terkesan menjadi bagian dalam siaran.

38

c. Seluruh informasi tentang Genre di radio selalu diakhiri dengan Mars KB


untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya Genre.
3. Surat Kabar
Surat kabar banyak digunakan karena merupakan sumber informasi
terpercaya dan banyak pembacanya. Contoh penggunaanya antara lain:
a. Pembentukan opini melalui media massa melalui penulisan, baik oleh
wartawan, pejabat maupun penulis ahli.
b. Mengangkat profil keluarga yang berhasil menjalankan konsep KB dalam
majalah-majalah atau.
c. Memberikan inspirasi tentang pentingnya memelihara kesehatan
reproduksi ibu agar bisa mengoptimalkan potensinya.
d. Memberikan inspirasi kesehatan reproduksi dan penundaan usia
perkawinan demi persiapan pembentukan keluarga yang lebih baik,
dengan membuka rubrik remaja.
4. Internet
Internet banyak digunakan dalam KIE karena saat ini karena merupakan
media yang banyak digunakan oleh masyarakat. Berbeda dengan media lain,
tidak ada intervensi dalam mengakses informasi apapun di internet.
Pengguna bebas mengakses informasi apapun dan dalam waktu yang
bersamaan. Contoh penggunaanya antara lain membuat website khusus
untuk kalangan remaja yang menyediakan banyak informasi dengan isi pesan
yang member inspirasi tentang kesehatan reproduksi dan penundaan usia
perkawinan.
Media yang selama ini paling sering digunakan oleh PKB, antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Lembar balik
Q chard
Leaflet
Buku
Poster
Celemek Alat Reproduksi (Wanita dan Pria)
Alokon Kit
Beberan simulasi
Kantong Wasiat

D. Hambatan dan Kiat memperbaiki diri dalam KIE


1. Hambatan KIE
Dalam pelaksanaan KIE, tidak jarang PKB mengalami kesulitan atau
hambatan, maka perlu diketahui beberapa hambatan dalam KIE, yaitu:
a. Percaya diri dan penguasaan materi kurang.
b. Waktu terbatas.
c. Budaya yang berbeda antara sasaran dan penyuluh.

39

d.
e.
f.
g.
h.

Gaduh.
Waktu rawan ngantuk.
Audience acuh tak acuh.
Pertanyaan yang sulit.
Audience yang nakal

2. Kiat memperbaiki diri dalam KIE


Untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB, maka PKB diharapkan mampu
untuk selalu memperbaiki diri dalam KIE. Berikut adalah poin-poin kiat
memperbaiki diri dalam KIE:
a. Belajar dan berlatih terus menerus.
b. Bekerja sesuai perencanaan.
c. Mengoptimalkan Media KIE.
d. Mencatat semua yang akan dikerjakan. (bisa dijadikan Angka Kredit)
e. Mengevaluasi : Program dan diri sendiri
f. Meningkatkan Kreatifitas dan Inovasi (mempersiapkan Energizer yang
sesuai)
g. Meningkatkan Koordinasi dan kerjasama dengan Instansi lain, TOMA dan
TOGA.
h. Membuang penyakit MALAS.
E. Rangkuman
KIE tidak bisa terlepas dari penggunaan media. Media terbagi menjadi dua, yaitu
media personal dan media non personal aau media massa. Media massa adalah
media yang paling banyak digunakan dalam KIE karena kemampuannya
menjangkau khalayak yang sangat besar (banyak) dan tersebar di wilayah yang
sangat luas. Media ini terbagi menjadi tiga, yaitu media lini atas (above the lini
media), media lini bawah (below the line media), media lini atas-lini bawah
(through the line media). Pemahaman tentang jenis media dan karakteristiknya
sangat penting untuk mengidentifikasi media mana yang tepat untuk program
tertentu.
F. Latihan
1.
2.
3.
4.

Sebutkan jenis-jenis media berdasarkan sifatnya!


Sebutkan jenis-jenis media berdasarkan bentuknya!
Sebutkan jenis-jenis media dalam KIE!
Jelaskan contoh-contoh penggunaan media dalam KIE!

40

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
KIE adalah suatu kegiatan dimana terjadi proses komunikasi dan edukasi dengan
penyebaran informasi. KIE bertujuan untuk mempercepat mencapai suatu
perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang dapat diukur diantara
kelompok audiensi atau sasaran (individu, keluarga dan masyarakat) yang jelas
melalui berbagai saluran komunikasi.
Dalam pelaksanaan KIE, haruslah diperhatikan materi sesuai dengan isu yang
ada diwilayah kerja PKB. Materi KIE meliputi: Program Kependudukan; Program
KB dan Kesehatan Reproduksi; Program Keluarga Sejahtera/ Ketahanan
Keluarga, Program Keluarga yang mengarah pada NKKBS; Gender dalam
Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.
PKB harus memperhatikan Langkah Teknis KIE KKB, yaitu: Persiapan;
Pelaksanaan dan Evaluasi.
KIE tidak bisa terlepas dari penggunaan media. Media terbagi menjadi dua, yaitu
media personal dan media non personal atau media massa. Media massa adalah
media yang paling banyak digunakan dalam KIE karena kemampuannya
menjangkau khalayak yang sangat besar (banyak) dan tersebar di wilayah yang
sangat luas. Pemahaman tentang jenis media dan karakteristiknya sangat
penting untuk mengidentifikasi media mana yang tepat untuk program tertentu.
B. Evaluasi
Setelah menerapkan pengetahuan ini dalam kegiatan pembelajaran, pasti akan
menemui banyak kendala dan permasalahan-permasalahan baru dilapangan.
Untuk itu para penyuluh lapangan Keluarga Berencana harus selalu
mengembangkan diri untuk selalu belajar, mengadakan inovasi sehingga proses
penyuluhan akan menjadi menarik dan akhirnya didapatkan hasil yang optimal.

41

DAFTAR PUSTAKA

BKKBN, 2010. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Keluarga Berencana dan
Keluarga Sejahtera di Kabupaten/Kota. Jakarta
BKKBN, 2009. Pedoman KIE Program KB Nasional. Jakarta
BKKBN, UU RI No.52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga. Jakarta
BKKBN, 2006. Advokasi dan KIE Program KB Nasional. Jakarta
BKKBN, Prototype Produksi Media Advokasi dan KIE Program Pembangunan
Kependudukan dan KB. Jakarta
BKKBN, 2004. Kebijakan Nasional Penyediaan Alat dan Obat Kontrasepsi Dalam
Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta
BKKBN Provinsi Jawa Tengah, 2003. Buku Pedoman Materi Penanggulangan
Masalah Kesehatan Reproduksi (Informasi Dasar Penanggulangan
Masalah Kesehatan Reproduksi) Materi Kelangsungan Hidup Ibu, Bayi,
dan anak Balita (Menyiapkan Anak Balita yang Sehat dan Berkualitas)
BKKBN, UU RI No.10 Tahun 1992 Tentang Perkembangan Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga Sejahtera. Jakarta
BKKBN, 1986, Sistem Informasi Manajemen Program KB Nasional.
Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, 2009, Panduan
Pengelolaan Pusat Informasi & Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja
(PIK KRR). Jakarta.
Endang Parwieningrum, BKKBN, 2009. Modul Gender Dalam KB/ KR BKKBN.
Jakarta.
Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2010. Dasar-Dasar
Demografi, Salemba Empat, Jakarta.

42

BIODATA PENULIS

ondang Ratna Utari, lahir tanggal 14 Januari tahun 1971 di Desa Sukorejo,
Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Mengawali Pendidikan SD di Sekolah Dasar
Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kediri, kemudian melanjutkan ditingkat
SLTP di SMP Negeri 1 Kediri, dan tingkat SLTA di
SMA Negeri 1 Kediri. Pada tahun 1992 meraih sarjana
S1 dariFakultas Ekonomi Jurusan Manajemen,
Universitas Jember dan pada tahun 2007 lulus S2
jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia dari STIE
ABI, Surabaya. Karirnya sebagai Pegawai Negri Sipil
di BKKBN berawal dari tahun 1994 sebagai Penyuluh
Keluarga Berencana di Kota Blitar, kemudian pada
tahun 2003 beralih profesi menjadi Widyaiswara di
Balai Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Provinsi
Jawa Timur, pada tahun 2007 mutasi ke BKKBN Pusat
sebagai widyaiswara di Pusat Pelatihan dan Kerjasama Internasional, tahun 2010 mutasi
ke Pusat Pelatihan Gender dan Peningkatan Kualitas Perempuan sebagai Widyaiswara,
BKKBN Pusat dan pada tahun 2011 mutasi ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Kependudukan dan Keluarga Berencana, BKKBN Pusat juga sebagai Widyaiswara Madya
hingga sekarang. Sebagai karyawan BKKBN selama 18 tahun berkesempatan mengikuti
berbagai macam pendidikan dan pelatihan baik di dalam dan luar negeri serta terlibat
dalam
berbagai
kegiatan
di
tingkat
nasional
dan
internasional.
Email:
sondangratna@yahoo.co.id

etnoningsih Suharno, S.Pd, lahir di Klaten, sebuah kota kecil diantara Yogyakarta

dan Solo pada tanggal 11 Maret 1982, merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.
Mengawali pendidikan pada Sekolah Dasar Negeri 01 Manjung dan tamat tahun 1994,
kemudian melanjutkan ditingkat SLTP dan SMA yang semuanya diselesaikan di Klaten,
pada tahun 2005 gelar sarjana pendidikan berhasil diraih di Universitas Negeri Semarang
(UNNES), yang dulu bernama IKIP Semarang jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
dengan judul skripsi Implementasi Managemen Berbasi Sekolah
(MBS) di SLTP Negeri 2 Klaten dan sempat menjadi guru
wiyatabakti di Sekolah Dasar Negeri 3 Karanganom, Kecamatan
Klaten Utara, Kabupaten Klaten.
Pada bulan desember tahun 2009 mulai bekerja di Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional dan ditempatkan pada
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dan Tenaga program
(PULAP) hingga sekarang. Adapun pelatihan yang pernah diikuti
seperti Pelatihan Diklat Prajabatan Golongan III tahun
2010,Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pelayanan Prima tahun
2011,Pelatihan Percepatan Akuntabilitas keuangan Pemerintah
tahun 2011, TOT Advokasi Gender tahun 2011, Konsolidasi Widyaiswara BKKBN Seluruh
Indonesia tahun 2011 dan Diklat Calon Widyaiswara tahun 2011.

43