Anda di halaman 1dari 3

Soal Desa Wisata, Pemkot Batu

Dinilai Kurang Serius


MALANGTIMES Kota Batu adalah identitas baru bagi dunia pariwisata Jawa Timur. Konsep
pembangunan wisata Kota Batupun akhirnya mulai merabah sektor konvensional. Mulai awal tahun
2014 ini Pemerintah Kota Batu mencanangkan pembangunan branding bagi desa wisata.
Dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu mencatat tak kurang dari 13 desa menjadi
nominator desa wisata. Salah satu desa wisata di Kota Batu adalah desa Sidomulyo
Kecamatan Batu, Kota Batu. desa dengan penghasil tanaman hias terbaik di Jawa Timur ini memang
sejak dahulu terkenal dengan sentra bunga.
Penempelan desa wisata, hingga saat ini masih terkesan formalitas. Belum ada dukungan dan upaya
serius untuk mempromosikan desa ini sebagai desa pariwisata. Mulai dulu kala hingga saat ini Desa
Sidomulyo ini ya desa bunga. Saya kira kok belum ada upaya dari pemerintah Kota Batu serius
membuat desa ini disebut desa wisata, ujar Muhammad Anwar yang juga salah satu pengurus
kelompok tani Gelora Bunga Kota Batu.
Anwar menambahkan hingga saat ini pertanian bunga di Sidomulyo masih berjalan konvensional dan
murni inisiatif masyarakat. Harusnya jika memang ini ditetapkan menjadi desa Wisata harus ada
upaya lebih baik lagi. Dan saya kira pemerintah Kota Batu mampu jika mau, katanya.
Ia mengkritik, soal pembangunan berbagai fasilitas yang mestinya hadir untuk mendukung brand
sebagai desa wisata. Salah satunya adalah perlunya dibangun fasilitas umum di sekitar pertanian
bunga Sidomulyo. Harusnya ada WC umum mushola dan parkir yang memadai disekitar lahan
ganjaran Sidomulyo. Selain itu akses jalan juga harus diperhatikan, katanya.
Karena jika akhir pekan atau liburan panjang akses jalan Sidomulyo tetap menjadi masalah serius.
Pemerintah harus menata bagaimana sirkulasi kendaraan agar Desa Sidomulyo ini bisa dikunjungi
banyak orang. Karena secara potensi kami ini siap menerima kunjungan wisatawan, katanya. (rin)

DPRD Kota Batu: Desa Wisata


Masih Jalan di Tempat
MALANGTIMES Konsep Desa Wisata yang dikembangkan Pemerintah Kota Batu hingga saat ini
dinilai belum maksimal. Hingga saat ini pengembangan konsep wisata partisipatif itu masih berjalan di
tempat.
Demikian dikatakan Wakil ketua DPRD Kota Batu, Sugeng Hariono, SH kepada MALANGTIMES.
Menurut Sugeng sampai saat ini pemerintah Kota Batu masih belum maksimal mengelola potensi
wisata desa yang sebenarnya mempunyai potensi luar biasa. Kita di DPRD ini kan melihat bahwa
potensi desa-desa di KotaBatu ini beragam dan unik. Ini perlu dikelola dengan baik, katanya.
Menurut Sugeng, ada beberapa desa yang sebenarnya mempunyai potensi luar biasa misalnya desa
Sidomulyo dengan wisata bunganya. Desa Tulungrejo dengan wisata Petik buah apel dan jeruk.
Demikian juga untuk desa di Bumiaji. Bahkan di Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu juga
kaya potensi kerajinan tangan.
Hanya saja menurut Sugeng, program pengembangan desa wisata masih terbatas wacana. Coba
lihat potensi desa wisata di Kungkung Desa Punten. Waktu dibuka dan diresmikan kayaknya akan
besar. Tapi sampai hari ini mana aksinya. Nggak ada sama sekali, katanya.
Padahal anggaran untuk pengembangan juga dinilai besar yakni Rp 2 milyard di tahun 2014 ini
bahkan jika anggaran dinilai kurang, pemerintah Kota Batu bisa mengajukan kembali kalau memang
sangat dibutuhkan.Pemkot jangan main klaim dan jargon saja. Semua harus dibuktikan kepada
kinerja yang lebih detail, katanya.

Ia mencontohkan, majunya desa wisata bunga di Sidomulyo itu bukan kinerja dari dinas pariwisata
Kota Batu namun dari kreatifitas masyarakat sendiri. Lha jangan kemudian apa yang ada di
Sidomulyo di klaim sebagai kerja pemerintah. Pembangunan fasum di Sidomulyo malah kurang,
katanya.
Padahal mestinya sebagai desa wisata, beberapa lokasi strategis di Desa Sidomulyo harus sudah
dilengkapi dengan fasilitas umum yang memadai. Mestinya ada play ground untuk anak-anak.
Kamar mandi umum lahan parkir yang luas di wisata bunga. Ini kan belum ada sampai sekarang,
katanya. (gus)

Ditolak Sidomulyo, Diterima


Mojorejo
Kamis, 08/05/2014 12:13 WIB

* Pembangunan Pasar Wisata

Pasar Wisata Mojorejo yang akan diresmikan bulan ini (dan)

Warga Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu bersuka cita karena desanya
mendapatkan bantuan dana yang diperuntukkan untuk pembangunan sebuah
pasarwisata. Rencananya pasar wisata ini akan diresmikan akhir bulan Mei ini.
Sebenarnya, warga Desa Mojorejo mendapatkan berkah dari penolakan
pembangunan oleh pihak Badan Permusyarawaratan Desa (BPD) Sidomulyo,
sedianya pembangunan pasar wisata ini memang akan dilaksanakan di Desa
Sidomulyo, namun pembangunan ini dibatalkan lantaran ditolak oleh BPD
Sidomulyo .
Akhirnya, Pemkot Batu mencari lokasi pengganti hingga menemukan lokasi yang
cocok yakni di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso, kemarin (7/5) berkunjung ke proyek pasar
wisata yang sudah selesai pembangunannya tersebut.
Pemkot Batu mendapatkan dana bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) bidang
perdagangan senilai kalau tidak salah Rp 600 juta hingga Rp 900 juta, awalnya
anggaran tersebut sebenarnya akan dipergunakan untuk pembangunan pasar wisata
dan pemasangan paving di Desa Sidomulyo, namun karena BPD Desa Sidomulyo
menolak pembangunan karena menjelang pemilihan kepala desa, akhirnya kita
alihkan pembangunan pasar wisata ini ke Mojorejo, ujar Punjul.
Menurut Punjul, Desa Sidomulyo dipilih untuk membangun Pasar Wisata ini
dikarenakan desa tersebut membutuhkan tempat transit, rencana awal
pembangunan ini akan dilakukan di lapangan Desa Sidomulyo, namun karena ada
penolakan, akhirnya lokasi pembangunan pasar wisata ini dialihkan ke Desa
Mojorejo.
Pengalihan ini ternyata disambut gembira oleh masyarakat Desa Mojorejo, tokoh
masyarakat, LPMD, BPD dan Kepala Desa menerima program tersebut, terlebih
memang di desa ini pernah ada rencana untuk membangun pasar wisata.
Pasar Wisata tersebut dibangun diatas lahan tanah kas desa (TKD) seluas 600 meter
persegi. Sedikitnya 14 bedak dibangun diatas tanah tersebut. Suwarno, Kades
Mojorejo mengatakan warga sudah membentuk panitia yang bertugas untuk
mengelola pasar wisata tersebut.
Nanti malam (kemarin malam-red) rencananya akan kita bentuk panitia
pembentukan lembaga yang akan mengelola pasar wisata ini, nanti pasar wisata ini
akan dibentuk Bumdes, ujar Suwarno.
Ditempat ini, menurut Suwarno, masyarakat bisa menjual oleh-oleh, seperti
makanan khas, kerajinan, sekaligus bisa menjadi sebuah tempat transit untuk
wisatawan yang datang ke Kota Batu. (dan)