Anda di halaman 1dari 6

ROBI ALFAQ ABDILLAH

37113100004

Batuan
Kerak bumi atau yang biasa disebut dengan litosfer terdiri atas batuan. Batuan memiliki
sebuah siklus atau yang biasa disebut daur batuan. Awal terbentuknya batuan adalah dari magma
hingga menjadi berbagai macam batu seperti pada gambar daur batuan dibawah ini,

Gambar 1 Daur Batuan


Berdasar daur batuan (Gambar 1) batuan terbagi atas tiga macam yaitu batuan beku (Igneous Rock),
batuan sedimen, dan batuan metamorf.

1. Batuan Beku (Igneous Rock)


Batuan beku terbentuk karena magma yang mendingin dan membeku. Magma tersebut dapat
membeku pada permukaan bumi dan dapat pula dalam permukaan bumi. Kedua batuan tersebut
memiliki ciri-ciri yang berbeda.
A. Batuan Beku Dalam
Batuan beku dalam disebut juga dengan batuan beku instrusif. Di bawah permukaan
perbedaan suhu sangat kecil, sehingga untuk proses pembekuan membutuhkan waktu yang relatif
panjang bisa sampai jutaan tahun. Karena prosesnya yang lama, memungkinkan terbentuk kristalkristal yang besar dan sempurna.
Tubuh batuan instrunsif mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam. Hal ini disebabkan
karena magma dapat menerobos dan menguak rekahan yang dberada diatasnya. Karena perbedaan
proses penerobosan, terbagilah batuan Plutonik(Intrusif) kedalam dua jenis, yaitu:
a. Konkodran
Terbentuk karena tubuh batuan intrusi sejajar dengan batuan atau rekahan yang diterobos.
Konkrodan memiliki beberapa tipe.
Sill
Merupakan tubuh batuan intrusif yang berupa lembaran dan sejajar dengan batuan yang
berada disekitarnya(Gambar 2)

ROBI ALFAQ ABDILLAH

37113100004

Gambar 2 Sill

Seperti terlihat pada gambar 2 bentuk berupa lembaran pada sill tidak memotong batuan atau
sedimen yang berada di sekitarnya yang lebih tua. Arah dari sill ini adalah berlawanan arah
dengan dike.
Laccolith
Karena intrusi dari dike sehingga bentuk tubuh dari laccolith akan cembung keatas. Hal ini
menyebabkan batuan yang berada diatas menjadi melengkung karena instrusi dari magma,
sedangkan yang dibawah tetap datar seperti bentuk dari sill. Pada permukaan tanah terlihat
daerah yang dibawahnya terbentuk laccolith akan terangkat seperti bukit.

Gambar 3 Laccolith

Lappolith
Bentuk tubuh dari batuan Lappolith adalah cembung akan tetapi cembungnya kearah bawah
berlawanan arah dengan laccolith. Bila dilihat dari atas lappolith akan terlihat seperti
cekungan. Ukuran dari diameter lappolith mencapai puluhan kilometer jauh lebih besar dari
laccolith.

ROBI ALFAQ ABDILLAH

37113100004

Gambar 4 Lapolith
Paccolith
Merupakan bentuk tubuh dari batuan beku yang menempati antiklin dan sinklin yang telkah
terbentuk terlebih dahulu.

Gambar 5 Paccolith
b. Diskordan
Diskordan adalah tubuh batuan beku yang terbentuk dengan memotong batuan yang ada
disekitarnya. Terdapat empat macam diskordan yaitu, batolit, stock, dike, dan volcanic neck.

Gambar 6 Diskordan

B. Batuan Beku Luar


Batuan beku luar terbentuk karena magma atau lava keluar mencapai permukaan bumi
melalui erupsi atau letusan gunung berapi. Perbedaan suhu yang sangat ekstrim menyebabkan lava
yang keluar membeku dengan cepat. Bila lava yang keluar masuk kedealam air dan membeku di

ROBI ALFAQ ABDILLAH

37113100004

dalam air maka terbentuk lava bantal(pillow lava) dinamakan seperti itu karena bentuknya mirip
dengan bantal.
C. Tekstur Batuan Beku
Perbedaan dari batuan beku ekstrusif dan istrusif terletak pada kenampakan bentuk, kristal
mineral, dan ukuran. Secara umum tekstur dari batuan beku adalah:

Glassy
Batuan glassy adalah batuan yang tidak berbutir atau tidak memilikin kristal. Batuan ini
tersusun seluruhnya oleh gelas vulkanik(holohyalin) dikarenakan tidak sempatnya mineral
mengkristal yang disebabkan penurunan suhu yang terlalu cepat.
Afanitik
Batuan afanitik memiliki butir yang sangat halus(fine grain texture), butiran hanya dapat
dilihat menggunakan mikroskop. Seluruh batuan terbentuk oleh Kristal-kristal yang kecil,
biasanya kurang dari mm. tekstur ini dihasilkan dari pendinginan magma yang cepat
(volcano) atau hipabisal (dekat subsurface). Karena butiran yang sangat kecil batuan ini akan
terlihat kosong. Tekstur afanitik kebanyakan mempunyai fenokris yang sedikit. Biasnya
menyebabkan orang awam sering mengira sebagai phaneritik, tapi dengan sedikti praktek
maka anda bisa memnedakan antara tekstur afanitik dan porfiritik.

Gambar 7 Afanitik

Faneritik
Batuan ini memiliki butir yang cukup besar(coarse grain texture), sehingga butiran dari batu
ini dapat dilihat dengan mata teklanjang. Tekstur ini biasa terjadi pada batu plutonik, karena
pendinginan yang lambat sehingga terbentuk lah butiran yang besar.
Porifiritik
Batuan porfiritik tersusun dari setidaknya dua mineral yang jelas berbeda ukurannya. Yang
besar disebut fenokris dan yang kecil disebut matriks atau massa dasar. Porfirirtik
diperkirakan mengalami dua fase pendinginan, satu ketika di dalam (plutonik) dimana
fenokris terbentuk dan kedua di atau dekat permukaan dimana matriks terkristalikan.
Piroklastik
Batuan Piroklastik adalah batuan vulkanik klastik yang dihasilkan oleh serangkaian proses
yang berkaitan dengan letusan gunungapi. Material penyusun tersebut terendapkan dan
terbatukan/terkonsolidasikan sebelum mengalami transportasi (reworked) oleh air atau es .
Pada kegiatannya batuan hasil kegiatan gunungapi dapat berupa aliran lava sebagaimana

ROBI ALFAQ ABDILLAH

37113100004

diklasifikasikan dalam batuan beku atau berupa produk ledakan/eksplosiv dari material yang
bersifat padat, cair ataupun gas yang terdapat dalam perut gunung.
D. Klasifikasi Batuan Beku
Batuan beku sangat banyak, sehingga perlu ada klasifikasi. Klasifikasi batuan beku dapat
dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 8 Klasifikasi batuan beku berdasarkan tekstur dan komposisi mineral


2. Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil perombakan
batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktivitas kimia maupun organisme, yang di endapkan
lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian mengalami pembatuan.
Sedimen akan berubah menjadi batuan sedimen melalui proses litifikasi. Pada proses litifikasi
terjadi proses kompaksi dan sementasi. Proses kompaksi tejadi karena beban yang berada diatas
sedimen sangat besar, sehingga butiran-butiran akan melekat dan air yang berada pada pori-pori
terempas keluar. Proses sementasi adalah proses ketika butiran-butiran direkat oleh material yang ada
dalam sedimen. Material semen dapat berupa karbonat, silika atau oksida(Fe).
Terlkadang dalam batuan sedimen ikut terendapkan sisa-sisa organisme atau tumbuhan yang
disebut dengan fosil.

Gambar 9 Batu yang mengandung fossil


Karena keberagaman proses pembentukan batuan sedimen. Sehingga batuan sedimen
dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu batuan sedimen klastik dan batuan sedimen non
klastik.
Batuan Sedimen Klastik
Batuan sedimen klastik dikelompokkan berdasarkan ukuran butir komponen materialnya.
Sehingga ada acuan besar butir yang dibuat oleh Wentworth. Skalanya yaitu:

ROBI ALFAQ ABDILLAH

37113100004

Boulder
256 mm
Cobble
64-256 mm
Pebble
4-64 mm
Granule
2-4 mm
Sand
1/16-2 mm
Silt
1/256-1/16 mm
Clay
1/256 mm
Batuan sedimen klastik yang dikelompokkan berdasar butiran materialnya yaitu
konglomderat, batu-pasir, serpih, dan batu lempung.
Batuan konglomerat memiliki fragmen berukuran bongkah dan mempnyai bentuk bulat.
Apabila fragmen menyudut maka batuan tersebut dinamakan batuan Breksi.
Batuan sedimen nonklastik
Batuan ini dijumpai pada batu gamping atau limestone. Terjadi karena proses kimia ataupun
organik. Batuan yang banyak mengandung kalsium karbonat ini diambil oleh organisme
untuk membuat cangkang. Setelah organisme tersebut mati cangkang tersebut terendap dalam
dasar laut dan terbentuklah batuan sedimen nonklastik. Selain batu gamping dijumpai pula
berupa gypsum dan garam. Garam terbentuk dari mineral halit yang berkomposisi NaCl.
Sedangkan gypsum berkomposisi CaSo4.H2O. dan keduanya merupakan hasil penguapan.