Anda di halaman 1dari 13

Bottom hole coring adalah metode pengambilan coring di dasar sumur pada saat

pemboran berlangsung.

Konventional Coring
Diamond Coring
Wire-Line Coring
Rubber Sleeve Coring

KONVENTIONAL CORING
Merupakan cara pengambilan coring dengan menggunakan alat yang disebut dengan

rotary core barrel dimana didalam alat tersebut terdapat inner core barrel dan core
catcher.

DIAMOND CORING
Bit yang digunakan dalam hal ini adalah diamond, dan ukuran core yang dihasilkan

mempunyai diameter 5.5 sampai 12,5 dengan panjang core 60 ft (20 meter).

WIRE-LINE CORING
Dilakukan dengan menurunkan inner barrel yang berdiameter kecil kedalam drill pipe.

Core yang telah dibor oleh bit masuk kedalam inner barrel yang mempunyai panjang
5 meter. Untuk mengambil core tersebut, kelly diberhentikan, kemudian diturunkan
wire-line untuk mengikat pull bar. Dimana wire-line mengangkat pull bar keatas
sehingga inner barrel terangkat keatas.
Cara ini mempunyai kelebihan yaitu dapat mengambil core secara berturut-turut tanpa

mengangkat drill pipe ke atas. Diameter core yang dihasilkan anatar 1 sampai 2
secara skematis dapat digambarkan pada gambar dibawah ini.

RUBBER SLEEVE CORING


Dilakukan untuk mengambil core dari lapisan yang sangat lunak. Rubber sleeve

diletakkan diantara inner dan outer barrel. Setelah core masuk kedalam inner barrel,
rubber tube akan bergerak menutup sampai ke dasar alat. Hasil yang diperoleh
sangat baik.

Side wall coring adalah metode pengambilan coring pada saat pemboran sudah

dihentikan. Pengambilan core dilakukan pada dinding lubang bor yang diperkirakan
mengandung fluida hidrokarbon.
Caranya ialah dengan menurunkan alat yang dilengkapai dengan bullet (charge

explosive) yang dapat ditembakkan. Bullet tersebut diikat dengan kabel untuk menarik
bullet setelah ditembakkan bersama-sama dengan core yang telah didapatkan.
Pegoperasian dilakukan dari permukaan sedangkan bullet ditembakkan sendiri. Cara

ini sangat baik untuk formasi yang relatif lunak.


Kerugian cara ini adalah core yang didapatkan sering rusak akibat penembakan bullet

sehingga pengukuran butiran pasir, porositas dan permeabilitas tidak diperoleh


dengan baik.

Secara skematis dapat digambarkan pada gambar di bawah ini.

Setelah pengambilan core selesai, core kemudian dibawa ke laboratorium. Untuk

mengurangi hilangnya fluida dari core akibat penguapan, core dibungkus dulu dengan
kertas aluminium. Walupun begitu core mengalami suatu perubahan akibat pemboran
dan proses perubahan tekanan dan temperature.
Pada proses pemboran, core dipengaruhi oleh adanya air flitrat dari lumpur bor

sehingga harga saturasi core akan megalami perubahan dari kondisi ketika core
masih di dalam formasi batuan.
Karena perubahan tekanan dan temperature, harga saturasi core akan terpengaruh

oleh adanya ekspansi gas yang memepengaruhi saturasi minyak.

Perubahan-perubahan di atas dapat ditunjukkan pada gambar :

Perubahan Tekanan dan Temperature Dari Keadaan Reservoir Ke Keadaan


Permukaan