Anda di halaman 1dari 4

Nama

Kelas

: Siti Kusnureallena
: X-6

1. Pengertian aqidah baik bahasa maupun Istilah


Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) :
Kata "aqidah" diambil dari kata dasar "al-aqdu" yaitu ar-rabth(ikatan), alIbraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asysyaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat),at-tamaasuk(pengokohan) dan alitsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan aljazmu(penetapan).
"Al-Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata
tersebut diambil dari kata kerja: " Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " Aqdan"
(ikatan sumpah), dan " Uqdatun Nikah" (ikatan menikah). Allah Ta'ala
berfirman, "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak
dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpahsumpah yang kamu sengaja ..." (Al-Maa-idah : 89).
Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang mengambil
keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya adalah berkaitan
dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan adanya Allah dan
diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqa-id. (Lihat kamus bahasa:
Lisaanul Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan al-Mu'jamul Wasiith: (bab: Aqada).
Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara
pasti adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah.
Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)
Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram
karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka
tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.
Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan
apapun pada orang yang menyakininya. Dan harus sesuai dengan kenyataannya; yang
tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut tidak sampai pada singkat
keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan aqidah. Dinamakan aqidah, karena
orang itu mengikat hatinya diatas hal tersebut.
2. Prinsip-prinsip Aqidah
Prinsip-Prinsip Aqidah Islamiyah
1) Iman kepada Allah
Beriman kepada Allah adalah meyakini dengan penuh kesadaran bahwa Allah-lah
dzat yang paling berhak disembah, karena Dia menciptakan, membina, mendidik
dan menyediakan segala kebutuhan manusia
2) Iman kepada malaikat
Beriman kepada malaikat adalah meyakini dengan penuh kesadaran bahwa Allah
menciptakan makhluk dari cahaya. Sifat-sifat malaikat di antaranya :
a. Selalu patuh dan taat
b. Sebagai penyampai wahyu
c. Diciptakan dari cahaya
d. Mempunyai kemampuan yang luar biasa

3) Iman kepada kitab suci


Kitab-kitab yang berasal dari firman Allah seluruhnya ada empat :
a. Taurat diturunkan kepada Nabi Musa As
b. Zabur diturunkan kepada Nabi Daud As
c. Injil diturunkan kepada Nabi Isa As
d. Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
4) Iman kepada Nabi dan Rasul
Allah mengutus para Nabi dan Rasul untuk membawa kabar gembira kepada
umat manusia, memberi teladan akhlak mulia dan berpegang teguh terhadap
ajaran Allah. Sifat-sifat yang ada pada diri Nabi dan Rasul Allah adalah :
a. Shiddiq artinya benar. Apa yang disabdakan Nabi adalah benar karena Nabi
tidak berkata-kata kecuali apa yang diwahyukan Allah SWT.
b. Amanah artinya dapat dipercaya. Segala urusan akan dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya,
c. Fathanah artinya bijaksana dan cerdas. Nabi mampu memahami perintahperintah Allah dan menghadapi penentangnya dengan bijaksana.
d. Tabligh artinya menyampaikan. Nabi menyampaikan kepada umatnya apa
yang diwahyukan Allah kepadanya
5) Iman kepada hari akhir
Beriman kepada hari akhir adalah meyakinibahwa manusia akan mengalami
kesudahan dan meminta pertanggung jawaban di kemudian hari.Al-Quran selalu
menggugah hati dan pikiran manusia dengan menggambarkan peristiwa-peristiwa
hari kiamat, dengan nama-nama yang unik, misalnya al-zalzalah, al-qariah, annaba dan al-qiyamah. Istilah-istilah tersebut mencerminkan peristiwa dan
keadaan yang bakal dihadapi manusia pada saat itu.
6) Iman kepada qada dan qadar
Menurut bahasa, qada memiliki beberapa pengertian yaitu : hukum, ketetapan,
pemerintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan. Menurut istilah adalah
ketetapan Allah sejak zaman azali sesuai dengan iradah-Nya tantang segala
sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan qadar adalah kejadian suatu
ciptaanyang sesuai dengan penetapan. Iman kepada qada dan qadar artinya
percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menentukan tentang
segala sesuatu bagi makhluknya.
Para ulama kalam membagi takdir menjadi dua macam, yakni :
a. takdir muallaq adalah takdir yang berkaitan dengan ikhtiar (usaha) manusia
misalnya : orang miskin berubah menjadi kaya atas kerja kerasnya
b. takdir mubram adalah takdir yang terjadi pada pada diri manusia dan tidak
dapat diubah-ubah
misalnya : kematian, kelahiran dan jenis kelamin
Ada pula yang berpendapat bahwa prinsip-prinsip aqidah itu ada 3 yaitu :
1) pada prinsipnya aqidah Islam itu bersumber dari wahyu Allah,
2) pada prinsipnya aqidah Islam itu sama dengan aqidah yang dibawa nabi-nabi
terdahulu,
3) pada prinsipnya aqidah Islam itu meruluskan aqidah-aqidah yang tersesesat
3. Ruang lingkup aqidah
1) Ilahiah, yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan ilah
(Tuhan), seperti wujud Allah, nama-nama dan sifat-sifat Allah, perbuatanperbuatan (afal) Allah, dan lain-lain.

2) Nubuwwah, yaitu pembahasan tentang segala sesuatu mukjizat, dan sebagainya


yang berhubungan dengan nabi dan rasul, termasuk pembicaraan mengenai kitabkitab Allah, dan sebagainya.
3) Ruhaniah, yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan
alam metafisik, seperti malaikat, jin, iblis, setan, dan ruh.
4) Samiyah, yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui
melalui sami, yakni dalil naqli berupa Al-Quran dan As-Sunah, seperti alam
barzakh, akhirat, azab kubur dan sebagainya.
4. Metode peningkatan aqidah
Meyakini keesaan Allah (Unity of Godhead)
Setiap manusia harus memiliki aqidah yang benar tentang Tuhan, bahwa Dia
adalah Esa. QS Al Ikhlas ayat 1-4 memberi petunjuk tentang jati diri Allah.
1) Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Meyakini Allah menciptakan segala sesuatu (Unity of Creation)
Dengan kuasa Allah alam semesta dicipta dengan sangat mengagumkan. Alam
raya dicipta Allah dengan tujuan dan bukan sia-sia
Meyakini Allah menghargai dan memuliakan manusia (Unity of Mankind)
Manusia adalah makhluk Allah yang terhormat dan fungsional. Keterhomatan itu
dapat dilihat dari segi kesempurnaan penciptaannya dibanding makhluk lainnya,
sehingga Allah memuliakannya tanpa pandang status dan golongan dan secara
fungsional manusia yang paling layak menjadi penguasa bumi.
Meyakini Allah memberi petunjuk sebagai pedoman hidup (Unity of
Guidance)
Pedoman hidup seorang muslim adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Rasulullah
SAW bersabda : Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua perkara yang tidak
akan tersesat kamu selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab
Allah dan Sunnah Nabi-Nya. (HR. Ibnu Abdil Barr)
5. Kualitas aqidah dalam kehidupan.
Menurut Abu Ala Maududi, Iman yang benar memiliki pengaruh yang sangat besar
terhadap kesuksesan seseorang baik semasa di dunia hingga di akhirat.
a. Manusia yang beriman tidak mungkin berpandangan sempitdan berakal pendek.
Ia percaya kepada Allah SWT sebagai penguasa dan pemelihara alam semesta. Ia
tidak akan pernah asing dengan apapun yang ada di dunia. Pandangannya menjadi
luas, wawasan intelektualnya menjadi lebih terbuka, pendiriannya bebas seperti
kekuasaanya Allah.
b. Keimanan yang benar dapat mengangkat manusia menuju derajat yang paling
tinggi dalam harkanya sebagai manusia.
c. Keimanan yang benar akan dapat mengalirkan ke dalam diri manusia, rasa
kesedarhanaan dan kebersajaan.
d. Keindahan membuat manusia menjadi suci dan benar. Ia yakin tidak ada jalan
lain untuk mencapai kesuksesan dan keselamatan kecuali dengan kesucian jiwa
dan tingkah laku yang baik.

e. Keimanan dapat membuat hati orang-orang beriman menjadi tenang, terisi


dengan kepuasan dan optimis untuk menghadapi masa depan.
f. Orang yang beriman tidak bakal putus asa atau aptah hati dengan keadaan yang
dihadapi.
g. Keimanan membuat keberanian dalam diri manusia. Tidak takut mati, dan
menyatakan tidak ada orang lain selain Allah yang dapat mencabut nyawanya.
h. Keimanan dapat mengembangkan sikap cinta damai dan adil, menghalau rasa
cemburu, dengki, dan iri hati.
i. Pengaruh yang terpenting dari keimanan adalah membuat manusia menjadi taat
dan patuh kepada hukum-hukum Allah.
j. Keimanan memiliki penhgaruh yang besar dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Karena itu keimanan menjadi aspek yang pertama dan terpentinguntuk menjadi
seseorang muslim sejati. Muslim berarti kepatuhan dan ketaatan kepada Allah,
kepatuhan kepada Allah tidak mungkin tumbuh dalam diri seseorang jika ia tidak
mempunyai keyakinan dan keimanan trehadap kalimat Tauhid tersebut. Dengan
kata lain, ridak ada ynag berhak disembah kecuali Allah SWT.
Disamping keimanan memberi dampak positif terhadap kehidupan seorang muslim itu
sendiri, maka iman juga dapat memberikan kenikmatan bagi orang lain dan
lingkungannya.