Anda di halaman 1dari 29

TRANSMISI RANTAI ROL

Penggunaan:

transmisi sabuk > jarak poros > transmisi roda gigi


Rantai mengait pada gigi sproket dan meneruskan daya tanpa
slip perbandingan putaran tetap

Keuntungan:
Mampu meneruskan daya besar karena kekuatannya
yang besar
Tidak memerlukan tegangan awal
Keausan kecil pada bantalan

Pemasangan mudah

Kelemahan:
Variasi kecepatan yang tak dapat dihindari karena lintasan
busur pada sproket yang mengait mata rantai

suara dan getaran karena tumbukan antara rantai dan dasar


kaki gigi sproket
perpanjangan rantai karena keausan pena dan bus yang
diakibatkan oleh gesekan dengan sproket.
tak dapat dipakai untuk kecepatan tinggi

Rantai rol dipakai bila diperlukan transmisi positip


(tanpa slip) dengan kecepatan sampai 600 (m/min),
tanpa pembatasan bunyi, dan murah harganya

Ukuran Umum
Plat mata rantai

Nomor
rantai

Jarak
bagi
P

Diameter
rol
R

Lebar rol
W

40

12,70

7,94

50

15,875

60

19,05

Tebal
T

Lebar
H

Lebar
h

Diameter
pena
D

7,95

1,5

12,0

10,4

3,97

10,16

9,53

2,0

15,0

13,0

5,09

11,91

12,70

2,4

18,1

15,6

5,96

Nomor
rantai

Rang- Panjang
kaian
pena
L1 + L2

L1

L2

Panjan
g
pena
offset
L

Jarak
sumb
u
rangk
aian C

Batas
Batas
Beban
Berat
Jumlah
kekuatan kekuatan maksimum kasar sambung
tarik JIS
tarik
yang
(kg/m)
an
(kg)
rata-rata diizinkan
setiap
(kg)
(kg)
satuan

# 40

18,2

8,25

9,95

18,0

1420

1950

300

0,64

# 40-2

32,6

15,45 17,15

33,5

2840

3900

510

1,27

# 40-3

46,8

22,65 24,15

47,9

4260

5850

750

1,90

# 4"

61,2

29,9

31,3

62,3

5680

7800

990

2,53

# 40-5

75,7

37,1

38,6

76,8

7100

9750

1170

3,16

90,1

44,3

45,8

91,2

8520

11700

1380

# 40-6

14,4

3,79

240

Nomor Rangrantai kaian

Panjang
pena
L1 + L2

L1

L2

Batas
Beban
Panjang Jarak
Batas
Jumlah
kekuatan maksimum Berat
Dena
sumbu kekutan
sambungan
tarik
yang
kasar
offset rangkai- tarik JIS
setiap
rata-rata diizinkan (kg/m)
L
an C
(kg)
satuan
(kg)
(kg)

# 50

22,3

10,3

12,0

22,5

2210

3200

520

1,04

# 50-2

40,5

19,35 21,15

41,8

4420

6400

880

2,07

# 50-3

58,6

28,4

30,2

59,9

6630

9600

1300

3,09

# 50-4

76,7

37,45 39,25

78,1

12800

1710

4,11

# 50-5

94,8

46,5

48,3

96,2

11050

16000

2020

5,14

# 50-6

113,0

55,6

57,4

114,4

13260

19200

2390

18,1

6,16

192

Nomor
rantai

Rang- Panjang
kaian
pena
L1 + L2

L1

L2

Panjang Jarak
Batas
Batas
Beban
Berat
Jumlah
pena
sumbu kekuatan kekuatan maksimum kasar sambunga
offset rangkai- tarik JIS
tarik
yang
(kg/m)
setiap
L
an C
(kg)
rata-rata diizinkan
satuan
(kg)
(kg)

# 60

28,1

12,85 15,25

28,2

3200

4450

740

1,53

# 60-2

51,0

24,25 26,75

52,6

6400

8900

1260

3,04

# 60-3

73,8

35,65 38,15

75,5

9600

1 3350

1850

4,54

# 60-4

96,6

47,05 49,55

98,3

17800

2440

6:04

# 60-5

119,5

58,5

61,0

121,2

16000L

22250

2880

7,54

142,4

69,9

72,5

144,0

19200

26700

3400

9,05

# 60-6

22,8
12800

160

Diameter lingkaran jarak bagi dp dan Dp (mm)


dp = p/sin (180o/z1)
Dp = p/sin (180/z2)
Diameter luar dk dan Dk (mm)
dk = {0,6 + cot (180/z1)}p
Dk = {0,6 + cot (180o/z2)}p
Diameter Naf
dBmax = p{cot (180o/zl) - 1} - 0,76
DBmax = p{cot (180/z2) - 1} - 0,76

Kecepatan Rantai
V=

p.z1.n1
1000 x 60

Beban yang bekerja pada satu rantai F (kg)


102 Pd (kg)
F=
v
F pada waktu distart dan dihentikan, harga gaya F akan lebih besar
dari pada yang dihitung
Faktor keamanan Sf:

F < Fu

FB / F > Sf

Satu rangkaian > 6

Fu : Beban maks yang diijinkan

>1 rangkaian 8 sampai 11

FB : Batas kekuatan tarik rata-rata

Rekomendasi umum dalam perancangan

Chain pitch. Pitch kecil umumnya untuk beban ringan


kecepatan tinggi, dan pitch besar lebih bagus untuk
beban berat dan kecepatan rendah
Jumlah gigi sproket.
Sproket kecil pada umumnya sumber penggerak.
Jumlah gigi variasi kecepatan.
Jumlah minimum yang direkomendasikan:
Kecepatan rendah : 12 gigi
Kecepatan sedang : 17 gigi
Kecepatan tinggi
: 25 gigi

Sproket besar.
Jumlah gigi sproket besar < 120
Pemanjangan rantai maksimum yang diijinkan adalah
200/z2 (dalam persen)
Kekerasan gigi. Jumlah gigi sedikit beban gigi tinggi.
Bahan gigi sproket harus keras ketika jumlah gigi < 25
dan diikuti kondisi :

Beban berat
Bekerja pada kecepatan tinggi
Bekerja pada kondisi kasar
Memerlukan usia teknis yang panjang

Sudut kontak. Sudut kontak minimal sproket kecil 120 o


Rasio kecepatan. Kecepatan rasio yang
direkomendasikan untuk rantai tunggal adalah 7 : 1.
Rasio 10 : 1 memungkinkan dengandesain yang tepat,
namun reduksi double lebih di sarankan.
Jarak Pusat.
Jarak pusat yang banyak dipilih adalah 30 50 kali pitch
rantai. Jika dibutuhkan jarak minimum, jarak pusat
paling tidak jumlah diameter luar kedua sproket.
Jarak pusat minimum rekomendasi = diameter pitch
sproket besar + diameter pitch sproket kecil.
Jarak pusat maksimum = 80 x pitch rantai

Panjang Rantai.
Panjang rantai yang diperlukan :

Lp = z1 + z2 + 2Cp + [(z2 z1)/6,28]2


2
Cp
Lp: Panjang rantai, dinyatakan dalam jumlah mata rantai.
z1: Jumlah gigi sproket kecil.
z2: Jumlah gigi sproket besar.
Cp = C / p
Jika Lp bilangan pecahan dibulatkan ke atas L (dlm jmlh mata rantai)

1
z1 z2
z1 z2
2

Cp L
( z1 z2 )
L

4
2
2 9,86

Keausan dan kelonggaran rantai.


Perpanjangan maksimum yang diijinkan : 3 %
Ketika timing dan kehalusan merupakan hal yang kritis,
perpanjangan maksimum 1.5 %.
Ukuran sproket besar juga dapat menjadi pertimbangan atas
pemanjangan yang diijinkan.

Jika dipergunakan rangkaian > 1, maka perlu faktor


koreksi
Jumlah
rangkaian
2

Faktor
1,7

3
4
5

2,5
3,3
3,9

4,6

Variasi kecepatan horisontal:

Kecepatan horizontal pada titik:


A v cos
Bv

A' v cos

Perbandingan Variasi Kecepatan:


vmax - vmin
= v
rata-rata

1- cos (/z)
= z sin (/z)

Prosedur pemilihan
Dapatkan informasi yang diperlukan

Daya motor
Daya yang akan di transmisikan
Kecepatan dan ukuran kedua poros
Jarak pusat yang diinginkan dan pengaturan penggerak
Rata-rata pengaturan jarak pusat, jika ada
Tipe pelumasan
Batas ruang
Kondisi lingkungan yang merugikan

Frekuensi mati- hidup


Start yang tinggi
Suhu ekstrim
Variasi beban

Tumbukan

Penggerak

Motor listrik
atau
Turbin

Motor torak
Dengan
transmisi
hidrolik

Tanpa
transmisi
hidrolik

1,0

1,0

1,2

Tumbukan Kompresor sentrifugal, propeler,


seclang konveyor dengan sedikit variasi
beban, tanur otomatis, pengering,
penghancur, mesin perkakas
umum, alas-alas besar umum,
mesin kertas umum

1,3

1,2

1,4

Pres, penghancur, mesin per


tambangan, bor minyak bumf,
Tumbukan pencampur karet, rol, mesin
berat
penggetar, mesin-mesin umum
dengan putaran dapat dibalik atau
beban tumbukan

1,5

1,4

1,7

Tentukan faktor keamanan


Pemakaian

Transmisi
halus

Konveyor sabuk dan rantai dengan


variasi beban kecil, pompa
sentrifugal dan blower, mesin tekstil
umum, mesin industri umum dengan
variasi beban kecil

Tentukan daya rencana (Pd)


Pilih jenis rantai
Pilih sprokect kecil
Hitung sproket besar
Pengecekan beberapa hal:

Kecepatan linier rantai < 4 10 m/s


Jarak sumbu poros
Faktor keamanan Sf > 6
F < Fu

Penghitungan panjang rantai


Pemilihan cara pelumasan

Pelumasan dan cara pelumasan

Cara pelumasan

Temperatur
lingkungan
Nomor rantai
Sampai # 50

# 60 sampai # 80
# 100

Teka atau sikat pelumas, pelumasan


tetes atau rendam

10C

s.d 0C

O oC
s.d 40
oC

40C
s.d.
50 C

SAE 10 SAE 20 SAE 30

50C
s.d.
60C
SAE
40

pelumasan pompa

10C
s.d.
0C

0C
s.d.
40C

40C
s.d.
50C

50C
s.d.
60C

SAE 10 SAE 20 SAE 30

SAE
40

SAE 20 SAE 30 SAE 40

SAE
50

SAE 20 SAE 30 SAE 40 SAE


50

Sebuah mesin pertanian digerakkan oleh motor bensin dengan daya


6 (HP) pada 1800 (rpm). Putaran tersebut direduksi dengan sabuk-V
menjadi 918 (rpm) pada tingkat pertama, dan pada tingkat berikutnya
menjadi 530 (rpm) dengan rantai rol. Jarak sumbu sproket adalah 200
(mm), dan panjang seluruh alat reduksi ini (ukuran luar) 400 (mm).
Rencanakan rantai dan sproket yang cocok.

1. P = 6(HP) = 4,41 (kW), n1 = 918 (rpm), n2 = 530 (rpm)


i = n1/n2 = 918/530 = 1,732, C 200 (mm)
2. Faktor Koreksi (fc)
fc = 1.4
3. Pd = 1,4 x 4,41 = 6,17 (kW)
4. T1 = 9,74 x 105 x (6,17/918) = 6546 (kg.mm)
T2 = 9,74 x 105 x (6,17/530) = 11340 (kg.mm)
5. Bahan poros S40C-D, B = 65 (kg/mm2)
Sf1 = 6, Sf2 = 2 (dengan alur pasak), a = 65/(6 x 2) = 5,41 (kg/mm2)
Untuk tumbukan Kt = 2, untuk lenturan Cb = 2
6. ds1 = {(5,1/5,41) x 2 x 2 x 6546}1/3 = 29,1 (mm) 31,5 (mm)
ds2 = {(5,1/5,41) x 2 x 2 x 11340}1/3 = 35,9 (mm) 35,5 (mm)

7. Pemilihan rantai
Nomor rantai 50 dengan rangkaian tunggal,
Karakteristik
p = 15,875 (mm,), FB = 3200 (kg), Fu = 520 (kg)
Harga z1 = 15, yang sedikit lebih besar dari pada, z1min = 13,
8. Perhitungan diamater puli dan naf
z2 =15 x 918 = 25,98 26
530
dp = 15,875/sin (180/15) = 76,354 (mm)
DP =15,875/sin (180/26) = 131,702 (mm)
dk = {0,6 + cot (180o/15)} x 15,875 = 84,210 (mm)
Dk ={0,6 + cot (180o/26)} x 15,875 = 140,267 (mm)
dBmax = 15,875{cot (180/15) 1} - 0,76 = 57,71 (mm)
DBmax =15,875{cot (180/26) - 1} - 0,76 = 114,11 (mm)

Diameter naf sproket besar cukup untuk diameter poros yang


bersangkutan. Sedangkan untuk sproket kecil,
(5/3)dsl + 10 = 57,71
ds1 = 28,6 (mm)
Jadi ds1 yang diambil adalah 28 (mm), lebih kecil dari 31,5 (mm).
9. Jika bahan poros diperbaiki menjadi SNCM-1, B = 85 (kg/mm2)
ds1 = {(5,1/7,08) x 2 x 2 x 6546}1/3 = 26,6 (mm) ds1 = 28 (mm),
10.
V = 15 x 15,875 x 918 = 3,64 (m/s)
60 x 1000
11.
Daerah kecepatan rantai 4-10 (m/s)
12.
3,64 (m/s) < 4-10 (m/s), baik.
400 - (84,2 + 140,3) - 87,7 > 200 (mm), baik.
2
200 - (84,2 + 140,3) = 87,7 > 0, baik.
2

F < Fu
13.
14.
15.
16.
17.
18.

FB / F > Sf
F = 102 x 6,17 = 173 (kg)
3,64
Fu : Beban maks yang diijinkan
Sf = 3200/1,73 = 18,5
FB : Batas kekuatan tarik rata-rata
6 < 18,5, baik.
173 (kg) < 520 (kg), baik.
Akhirnya dipilih rantai No. 50, rangkaian tunggal.
Lp = 15 + 26 + 2 x 200
+ [(26 - 15)/6,28]2 = 45,95 46
2
15,875
(200/15,875)
L = 46, No. 50

1
15 26
Cp 46

4
2

15

26
2

2
46

(26 15) 12.63

2 9,86

C = 12,63 x 15,875 = 200,5 (mm)

19. Cara pelumasan tetes. SAE 20


20 Nomor rantai No. 50, rangkaian tunggal, 46 mata rantai.
Jumlah gigi sproket 15 dan 26
Diameter poros: 28 dan 35,5 (mm)
Jarak sumbu poros: 200,50 (mm)
Pelumasan: pelumasan tetes dengan SAE 20 (65 cSt),
dengan tambahan zat penahan tekanan tinggi.
Bahan poros: SNCM-1 dan S40C-D