Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS IBU HAMIL DI DUSUN


SEJAHTERA, SENTOSA
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Komunitas I

Oleh :
1. Deni Laksono

P07120112010

2. Erman Suryana

P07120112015

3. Indra Nefita

P07120112019

4. Isnaini Wulandari

P07120112022

5. Karisma Dwijayanti

P07120112023

6. Nurindah Intan K

P07120112029

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
2015

KASUS
A. KASUS
Dusun Sejahtera merupakan bagian dari Kelurahan Sentosa yang merupakan
wilayah kerja Puskesmas Sentosa. Secara structural, dusun Sejahtera terdiri dari 5 RT
dengan jumlah penduduk 520 jiwa, terdiri dari 200 laki-laki dan 320 perempuan. Jumlah
ibu hamil yang berusia antara 14-17 tahun sebanyak 1 orang, usia 18-24 sejumlah 4
orang, 25-35 tahun sebanyak 6 orang dan 36-49 tahun sebanyak 1 orang. Desa ini
terletak di pedesaan. Jarak desa dengan Puskesmas yaitu 4km, alat transportasi yang
biasa digunakan oleh masyarakat setempat mayoritas yaitu sepeda. Rata-rata ibu hamil
bekerja sebagai petani dan ibu rumah tangga, dan berpendidikan SD hingga SLTA,
pendidikan SD sebanyak 1 orang, SLTP 7 orang, dan SLTA 4 orang.
Dari pengkajian yang dilakukan, di desa ini terdapat dua posyandu yaitu
posyandu balita dan lansia. Posyandu balita dilaksanakan setiap tanggal 15 dengan
jumlah kader 5 orang. Pelaksanaan posyandu balita terfokus pada pelayanan balita
saja, sedangkan pelayanan untuk ibu hamil tidak berjalan. Menurut hasil wawancara
dengan kader, ibu hamil tidak pernah memeriksakan diri ke posyandu balita bahkan
kader pun tidak paham bahwa posyandu balita juga melayani pemeriksaan ibu hamil.
Dari data yang ada di Puskesmas, selama tahun 2012 di dusun Sukamaju diketahui
bahwa jumlah bayi yang lahir sebanyak 8 bayi dan tercatat bayi berat lahir rendah
sebanyak 5 bayi. Berdasarkan hasil wawancara dengan 10 ibu hamil, 8 orang
diantaranya beranggapan bahwa pemeriksaan kehamilan di Puskesmas hanya
dilakukan dua kali, saat awal kehamilan dan saat akan melahirkan. Sehingga kebutuhan
ibu hamil terhadap asupan asam folat dan zat besi tidak tercukupi. Lima ibu hamil
berencana akan melahirkan di dukun yang ada di dusun tersebut. Semua ibu hamil
beranggapan bahwa selama hamil tidak boleh makan ikan dan makanan bersantan.
Berdasarkan wawancara dengan ibu hamil, keluhan yang sering dirasakan yaitu kaki
bengkak, mual, tidak nafsu makan, lemas dan nyeri punggung, namun mereka
menganggap hal tersebut adalah hal biasa yang dialami oleh ibu hamil.

B. Analisis Data
Data
DS :
- Ibu hamil tidak pernah
memeriksakan
diri
ke
posyandu balita bahkan
kader pun tidak paham
bahwa posyandu balita juga
melayani pemeriksaan ibu
hamil.
- Berdasarkan
hasil
wawancara dengan 10 ibu
hamil, 8 orang diantaranya
beranggapan
bahwa
pemeriksaan kehamilan di
Puskesmas hanya dilakukan
dua
kali,
saat
awal
kehamilan dan saat akan
melahirkan.
- Lima ibu hamil berencana
akan melahirkan di dukun.
- Semua
ibu
hamil
beranggapan bahwa selama
hamil tidak boleh makan
ikan
dan
makanan
bersantan.
- Keluhan
yang
sering
dirasakan ibu hamil yaitu
kaki bengkak, mual, tidak
nafsu makan, lemas dan
nyeri punggung, namun
mereka menganggap hal
tersebut adalah hal biasa
yang dialami oleh ibu hamil.
DO :
- Jarak
desa
dengan
Puskesmas yaitu 5km dan
tidak ada angkutan umum.
- terdapat dua posyandu yaitu
posyandu balita dan lansia.
- Pelaksanaan
posyandu
balita
terfokus
pada
pelayanan
balita
saja,
sedangkan pelayanan untuk
ibu hamil tidak berjalan.
DS :
Berdasarkan
wawancara
dengan petugas puskesmas,

Masalah
Penyebab
Potensial penurunan derajat Kurangnya penegtahuan dan
kesehatan ibu hamil di Dusun kesadaran ibu hamil terhadap
Sukamaju
kesehatan kehamilannya
Tidak berjalannya posyandu
untuk ibu hamil

Risiko terjadi
jumlah BBLR
Sukamaju

peningkatan Kurang kesadaran tentang


di Dusun kesehatan ibu hamil selama
masa kehamilan

selama tahun 2012 diketahui


bahwa jumlah bayi yang lahir
sebanyak 8 bayi dengan berat
lahir
rendah
di
dusun
Sukamaju sebanyak 5 bayi.
DO :
- Jumlah ibu hamil yang
berusia antara 16-19
tahun sebanyak 3 orang,
usia 20-24 sejumlah 4
orang,
25-35 tahun
sebanyak 2 orang dan
36-49 tahun sebanyak 1
orang.
- kebutuhan
ibu
hamil
terhadap asupan asam
folat dan zat besi tidak
tercukupi

Kehamilan di usia ibu risiko


tinggi

B. PRIORITAS MASALAH

No.
dx
1
2

Sesuai
Peran
CHN
4
3

Potensi
Resiko Resiko
untuk
terjadi parah
HE
4
4
4
4
3
4

Tersedianya sumber

Minat
masy.

Sesuai
Kemungkinan
Tempat
program diatasi

Dana Waktu

Fasilitas

Petugas

4
4

5
4

3
3

4
4

5
5

4
4

5
5

4
4

Jumlah
50
47

D. PERENCANAAN KEPERAWATAN
No.
Dx
1

Tujuan
Jangka
Jangka Pendek
Panjang
Setelah
Setelah dilakukan
dilakukan
tindakan keperawatindakan
tan sebanyak 2 kali
keperawatan
pertemuan dalam 1
derajat
minggu diharapkan
kesehatan ibu ibu hamil di Dusun
hamil di Dusun Sukomaju mampu:
Sukomaju.
a. Terbentuk
kelompok
khusus
ibu
hamil di Dusun
Sukomaju
b. Menyebutkan
manfaat
pemeriksaan
kehamilan
c. Menyebutkan
waktu
pemeriksaan
kehamilan
d. Menyebutkan
tempat
pemeriksaan
kehamilan
e. Mengidentifikasi
tanda
dan
gejala bahaya
pada kehamilan
f. Meningkatnya
kesadaran
kunjungan
kehamilan

Rencana Keg.

Tempat

1. Bentuk
Balai Desa
kelompok
Jatimulyo
khusus
ibu
hamil di Dusun
Sukomaju
2. Libatkan kader
Posyandu Ibu
dan Balita serta
tokoh
masyarakat di
masing-masing
RT.
3. Berikan penkes
kepada
ibu
hamil tentang
pentingnya
pemeriksaan
ibu hamil, waktu
pemeriksaan
kehamilan,
tempat
pemeriksaan
kehamilan,
tanda
dan
gejala bahaya
pada
kehamilan.
4. Ajarkan
keluarga untuk
menjadi
keluarga siaga
5. Motivasi
ibu

Sasaran
-

Ibu hamil
di Dusun
Sukomaju
Keluarga
ibu hamil di
Dusun
Sukomaju.

Waktu
Pelaksanaan
-

Tgl : 9
dan 15
Januari
2014
Jam :
14.00 wib

Sumber Dana
dan Tenaga
- Iuran warga
- Dana

promkes
Puskesmas
Jatimulyo

PJ
Tari

Ket.

dengan datang
ke
yankes
minimal 4 kali
6.

Setelah dilakukan
pembinaan,
sebanyak 3 kali
dalam 2 minggu,
kader
kesehatan
mengetahui tentang
pelaksanaan
posyandu ibu hamil
dengan criteria :
a. Dapat
mengidentifikas
i
tentang
pelaksanaan
posyandu ibu
hamil
b. Mampu
melaksanakan
posyandu
dengan sistem
5 meja

1.
2.

3.

4.

hamil
dan
keluarga untuk
menjaga
kesehatan
kehamilan
Koordinasi
dengan petugas
puskesmas
untuk
pelayanan
posyandu
ibu
hamil
Penyegaran
Balai Desa
kader posyandu Jatimulyo
Pelatihan pada
kader tentang
pelaksanaan
posyandu
ibu
hamil
Koordinasideng
an
kepala
puskesmas
untuk
mendampingi
petugas
puskesmas
dalam
pelaksanaan
ibu hamil
Advokasi pada
para pengambil
keputusan
(tokoh
masyarakat)
untuk
kerjasama

Kader
posyandu
dusun
Jatimulyo

Tgl :8, 14
dan 20
Januari
2014
Jam :
10.00 wib

- Iuran warga
- Dana

promkes
Puskesmas
Jatimulyo

Tia

Setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
tidak
terjadi
risiko
terjadi
peningkatan
jumlah BBLR di
Dusun
Sukamaju

Setelah dilakukan 1.
tindakan keperawatan sebanyak 2 kali
pertemuan dalam 1
minggu diharapkan
ibu hamil di Dusun
Sukomaju mampu:
a. Asupan
nutrisi
ibu
hamil
terpenuhi,
seperti
Asam
Folat dan Fe
b. Masyarakat
2.
mengetahui
umur kehamilan
yang
tidak
beresiko tinggi
3.

dalam
pemberian
penyuluhan
tentang
posyandu
ibu
hamil
Berikan
Balai Desa
penyuluhan
Jatimulyo
kepada
ibu
hamil dengan
topik:
- Usia Resiko
kehamilan
- Upaya
pemenuhan
kebutuhan
gizi pada ibu
hamil
Koordinasi
dengan pihak
Puskesmas
dalam
pemberian
asam folat dan
Fe
Melalui
tokoh
masyarakat
untuk
menghimbau
dan mengajak
masyarakat
untuk
berpartisipasi
dalam
pemberian
asam folat dan

Ibu hamil
di Dusun
Sukomaju
Keluarga
ibu hamil di
Dusun
Sukomaju
Kader di
Dusun
Sukomaju

Tgl : 9
dan 15
Januari
2014
Jam :
19.00 wib

- Iuran warga
- Dana

promkes
Puskesmas
Jatimulyo

Ces
na

4.

Fe
Pembinaan
keluarga
tentang:
- Pemberian
makanan
murah
bergizi
- Carapengelo
laan
makanan
- Pemeriksaan
kehamilan
rutin
-