Anda di halaman 1dari 25

KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH PENAMBAHAN AIR CUCIAN BERAS SEBAGAI


BIOSTATER TERHADAP LAMA WAKTU TERBENTUKNYA
PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK

Karya Tulis Ilmiah Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk


Memperoleh Gelar Ahli Madya Kesehatan
Jurusan Kesehatan Lingkungan

Disusun Oleh :
SAIFUL
NIM : P0713306445

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES YOGYAKARTA
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2009
viii

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji syukur panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini
dengan lancar guna memenuhi persyaratan kelulusan di Jurusan Kesehatan
Lingkungan Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Yogyakarta dengan
judul PENGARUH PENAMBAHAN AIR CUCIAN BERAS SEBAGAI
BIOSTATER

TERHADAP

LAMA

WAKTU

TERBENTUKNYA

PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK.


Karya Tulis Ilmiah ini tidak terlepas dari bimbingan,bantuan,dorongan,
pengarahan dan perhatian dari berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu
persatu, sebagai rasa syukur pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
1. DR Hj Lucky Herawati, SKM, M.Sc, selaku Direktur Politeknik Kesehatan
Yogyakarta.
2. H.Heru Subaris Kasdjono, SKM, M.Kes, selaku Ketua Jurusan Kesehatan
Lingkungan Politeknik Kesehhatan Yogyakarta.
3. Lilik Hendrarini, SKM, M.Kes, selakuu Pembimbing Utama yang telah
mmembimbing dengan sabar, memberikan pengarahan, saran, ide maupun
masukan dalam Karyya Tulis Ilmiah ini.
4. Herman Santjoko, SKM, M.Si, selaku Pembiimbing pendampingg yang telah
berkenan memberikan masuukan guna memperbaiki kekurangan yang ada dalam
Karya Tulis Ilmiah ini.
ix

5. YB, Kamat Kartono, S.Pd, M.Si selaku penguji dari Karya Tulis Ilmiah ini.
6. Bapak, Ibu, kakak, adik dan semua keluarga tercinta yang telah banyak membantu
baik moril, materil, serta doa dalam Karya Tulis Ilmiah ini.
7. Semua teman-teman senasib seperjuangan yang ada di Politeknik Kesehatan
angkatan 06 tanpa terkecuali
8. Teman-teman semasa kuliah terima kasih atas doa dan dukungannya.
9. Peranan yang paling penting DUT (Doa, Usaha,, Ikhtiar, Tawakal_
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa didalam penulisan maupun penyusunan
Karya Tulis Ilmiah ini masih banyak kekurangan dan kesempurnaan, sehingga
adanya saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa penulis harapkan
demi kesempurnaan Karrya Tulis Ilmiah ini.
Wassalammualaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.

Yoggyakarta, Mei 2009

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.........................................................................

HALAMAN PERSETUJUAN ..........................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN ..........................................................

iii

HALAMAN MOTTO ......................................................................

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................

INTISARI..........................................................................................

vi

ABSTRACT ......................................................................................

vii

KATA PENGANTAR ......................................................................

viii

DAFTAR ISI .....................................................................................

DAFTAR SINGKATAN ..................................................................

xiii

DAFTAR TABEL .............................................................................

xiv

DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................

xv

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..........................................................................

B. Rumusan Masalah .....................................................................

C. Tujuan Penelitian ......................................................................

D. Ruang Lingkup Penelitian.........................................................

E. Manfaat Penelitian ....................................................................

F. Keaslian Penelitian...................................................................

BAB II TIINJAUAN PUSTAKA


A. Tinjauan Teori ...........................................................................

xi

1. Sampah Organik Rumah Tangga ........................................

2. Pengertian Kompos ..............................................................

11

3. Biostater Pengomposan ........................................................

15

4. Air Cucian Beras Sebagai Biostater Pengomposan.............

17

B. Kerangka Konsep ......................................................................

20

C. Hipotesis ..................................................................................

20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Jenis Penelitian..........................................................................

21

B. Desain Penelitian ......................................................................

21

C. Populasi dan Sampel .................................................................

21

D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ...........................

22

E. Skema Hubungan Antar Variabel .............................................

24

F. Alat dan Bahan ..........................................................................

24

G. Jalannya Penelitian....................................................................

25

H. Instrumen Pengumpulan Data ...................................................

27

I. Analisis Data .............................................................................

28

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian .........................................................................

29

B. Pembahasan ..............................................................................

30

C. Gambaran Umum Dan Lokasi Penelitian .................................

36

D. Faktor Pendukung Dan Penghambat .........................................

39

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan ...............................................................................

xii

40

B. Saran .........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xiii

40

DAFTAR SINGKATAN

CO2

: Karbondioksida

: Persen

Kg

: Kilogram

MI

: Mililiter

Depkes

: Departemen kesehatan

UU

: Undang-Undang

No

: Nomor

Cm

: Centimeter

: Meter

: Derajat Celcius

C/N

: Carbon/Nitrogen

: Kurang lebih

Dkk

: Dan kawan-kawan

xiv

DAFTAR TABEL
Halaman

Tabel 1 : Lama Waktu (Hari) Terbentuknya Kompos Sampah


Organik Rumah Tangga Pada Kelompok Perlakuan
Dan Kontrol Tiap Pengulangan Di Pemondokan
Flamboyan Yogyakarta Tahun 2009

xv

..................................

34

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1

Uji T-Terikat

Lampiran 2

Kelompok Perlakuan 10 ml/l (EM4) dan Air


Cucian Beras Kontrol 10 ml/l (EM4) dan Air
Biasa

Lampiran 3

Berat Kompos Jadi Kelompok Perlakuan Dan


Kontrol

Lampiran 4

Dokumentasi penelitian

Lampiran 5

Bagan Proses Penelitian

Lampiran 6

Jadwal Penelitian

xvi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lingkungan oleh para ahli diberi batasan sebagai segala sesuatu
yang ada disekeliling organisme atau kelompok organisme hidup, yang
mempengaruhi perkembangan kehidupannya (Sudarso, 1985). Salah satu
masalahh kesehatan lingkungan yang diakibatkan oleh berbagai aktivitas
manusia dalam

mencapai

kesejahteraan nya adalah timbulnya bahan

buangan yang tidak dipakai maupun yang tidak dipakai maupun yang tidak
diinginkan lagi yang sering disebut sampah. Diperkirakan setiap orang
akan menghasilkan sampah organik baik secara langsung maupun tidak
langsung) sekitar kg perorang perhari, sehingga 75-80% dari sampah
yang ada merupakan sampah organik. Sampah atau limbah dapat
dibedakan menjadi 3 jenis limbah tersebut yang memberikan dampak
negatif yang lebih besar terhadap lingkungan adalah limbah cair.
Limbah cair merupakan sisa air buangan yangg berasal dari rumah
tangga dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang
dapat mencemari lingkungan dan dapat membahayakan kesehatan manusia
serta mengganggu nilai estetika. Limbah cair tersebut dialirkan melalui
selokan-selokan atau dibuang begitu saja tanpa memiliki nilai guna.
Rumah tangga setiap harinya akan menghasilkan limbah cair atau air
buangan.

xvii

Meskipun merupakan air sisa namun volumenya besar karena


80% dari air yang digunakan bagi kegiatan-kegiatan manusia sehari-hari
tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor (tercemar). Suatu
rumah tangga dapat menghasilkan berrmacam-macam limbah cair yang
salah satunya berupa air cucian beras.. Berdasarkan survey pendahuluan
pada tanggal 12 Maret 2009 di Pemondokan Flamboyan Dusun Kajor
Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta, diketahui setiap rumah tangga
rata-rata menanak nasi satu kali dalam sehari dengan proses pencucian
pertama dan kedua dihasilkan air cucian beras kurang lebih sebanyak 1
liter. Limbah cair tersebut hanya dibung begitu saja meskipun banyak
orang yang menggunakannya untuk menyiram tanaman .
Upaya penanganan limbah cair

berupa air cucian beras adalah

bagaimana memanfaatkan limbah cair tersebut hingga bermanfaat. Selain


sangat mudah didapat, air cucian beras juga banyak mengandung glukosa
21,89% dan karbohidrat 37,43% yang terdapat dalam pati dari air beras
yang dicuci. Pati ini berguna sebagai nutrisi mikroorganisme pembusuk
atau pengurai yang sangat besar sehingga nutrisi mikroorganisme dan
kondisi lingkungan yang ideal serta untuk aktivitas mikroba dalam
tumpukan sampah memerlukan sumber nutrien karbohidrat antara 20 -40%
yang digunakan untuk diasimilasikan menjadi komponen sel ddan CO2
yang dapat mempercepat waktu pengomposan (Triwidodo, 2008).

xviii

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

1. Sampah Organik Rumah Tangga


a. Pengertian
Sampah organik rumah tangga adalah bahan buangan sebagai akibat
aktivitas manusia sehingga bahan tersebut sudah tidak digunakan

lagi,

sehingga dibuang sebagai barang yang tidak berguna. (Sudarso, 1985).


Masalah sampah saat ini belum dapat diatasi sehingga menimbulkan
efek samping antara lain timbunan sampah yang membusuk sehingga
mengganggu kesehatan karena merupakan sumber penyakit dan dari
timbunan sampah tersebut dapat menimbulkan gas yang mudah sekali
terbakar.
b. Jenis Sampah
Menurut

Said (1987). Pembagian berdasarkan istilah teknis

menghasilkan adanya 6 jenis sampah yakni :


1. Sampah yang semi basah
Golongan ini merupakan bahan-bahan organik, misalnya sampah dapur
dan sampah restoran yang kebanyakan merupakan sisa buangan sayuran
dan buahbuahan. Sampah jenis ini bersifat mudah terurai karena
mempunyai rantai ikatan kimiawi yang pendek.

xix

2. Sampah anorganik yang sukar terurai karena mempunyai rantai ikatan


kimia yang panjang, misalnya plastik, kaca, dan selulosa.
3. Sampah yang berupa abu yang dihasilkan pada proses pembakaran. Secara
kuantitatif sampah jenis ini sedikit tapi pengaruhnya bagi kesehatan cukup
besar.
4. Sampah yang berupa jasad hewan mati, misalnya bangkai tikus, anjing,
ayam, dan burung.
5. Sampah jalanan, yakni semua sampah yang dapat dikumpulkan secara
penyapuan di jalan-jalan, misalnya daun-daunan, kantung plastik, kertas,
dan lain-lain.
6. Sampah industri, yaitu sampah yang berasal dari kegiatan produksi di
industri. Secara kuantitatif jenis limbah ini banyak, tetapi ragamnya
tergantung pada jenis industri tersebut.
c. Pengaruh Sampah
1. Bagi kesehatan
Pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan
menjadi tempat peerkembangbiakan vektor penyakit. Menurut Depkes RI
(1997), hal tersebut dapat mengakibatkan meningkatnya kejadian penyakit
tertentu, misalnya :
a) Penyakit saluran pencernaan (diare dan kholera) akibat banyaknya lalat
yang hidup dan berkembangbiak ditempat pembuangan sampah.
b) Penyakit demam berdarah dengue. Nyamuk Aedes Aegypty yang menjadi
vektor dari penyakit tersebut hidup dan

xx

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian eksperiment dengan menggunakan
desain Post test only with control group design (Herawati, 2001).
B. Desain Penelitian
Adapun rancangan desain sebagai berikut :
R (Kelompok Eksperimen)

Perlakuan

Post test

R (Kelompok Kontrol)

Xa

O1
Ox

Keterangan

Xa

:Penambahan aktivator (EM4) sebanyak 10 ml/liter air cucian beras.

O1

:Lama waktu terbentuknya kompos dengan penambahan aktivator


(EM4) sebanyak 10 ml/liter air cucian beras.

Ox

:Lama waktu terbentuknya kompos dengan penambahan aktivator


(EM4) sebanyak 10 ml/liter air biasa.

C. Polulasi dan Sampel


1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah sampah organik (basah/kering) di
Dusun Kajor Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta.

2. Sampel

xxi

Sampel dalam penelitian ini adalah sampah organik (basah/kering)


dari rumah tangga yang diambil dengan metode integrated sampling
yaitu

pengambilan

dari

beberapa

rumah

tangga

kemudian

dikumpulkan jadi satu dan disortir terlebih dahulu serta ditimbang


dengan berat yang sama, sampah yang diambil sebanyak 6 kg
dengan rincian 2 kg yang digunakan untuk 3 kali pengulangan.
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
1. Variabel bebas
Penambahan air cucian beras sebagai biostater pada pembuatan
kompos.
Definisi Operasional :
Penggunaan Aktivator (EM4) sebanyak 10 ml/liter air cucian
beras untuk disiramkan pada sampah organik (2 kg) yang telahh
dimasukkan kedalam kantong plastik/ polybag dengan pengulangan
sebanyak 3 kali.
Skala

: Ordinal

Satuan

: ml

2. Variabel terikat
Lama waktu terbentuknya kompos
Definisi Operasional :
Lama waktu yang diperlukan dari proses pengomposan hingga
terbentuknya kompos, sesuai dengan kriteria kompos yang sudah jadi.
Skala

: Rasio

xxii

Satuan

: Hari

3. Variabel pengganggu
Variabel pengganggu dalam penelitian ini adalah :
a.

Jenis sampah
Jenis sampah akan mempengaruhi waktu terjadinya kompos
sehingga

untuk

pengendaliannya

setiap

perlakuan

jenis

kompos

akan

sampahnya sama yaitu sampah organik.


b. Pengadukan
Pengadukan

terhadap

mempengaruhi
pengendaliannya

timbunan

waktu
adalah

bahan

terjadinya

kompos

sehingga

melakukan

pengadukan

setiap

seminggu sekali agar semua bagian kompos mendapatkan suplai


udara.
c. Ukuran sampah
Ukuran

sampah

sangat

berpengaruh

terhadap

fermentasi.

Ukuran yang besar akan sulit terdekomposisi sebaliknya ukuran


yang lebih halus dapat mengurangi asupan oksigen yang
dibutuhkan pada saat proses pengomposan. Hal ini dapat
dikendalikan dengan cara melakukan pencacahan terhadap
sampah organik dengan ketentuan ukuran antara 1-5 cm.

E. Skema Hubungan Antar Variabel

xxiii

Variabel Bebas:
Penambahan air
cucian beras
sebagai biostater

Variabel Terikat :
Lama waktu
terbentuknya kompos

Variabel Pengganggu :
a. Jenis Sampah
b. Pengadukan
c. Ukuran Sampah
F. Alat Dan Bahan
1.

Alat
a. Sekop
b. Pisau besar
c. Pipa PVC
d. Polybag/plastik hitam
e. Gergaji
f. Meteran
g. Pipet ukur
h. Soil meter
i. Termometer
j. Timbangan
k. Ember
l. Alat tulis

xxiv

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum dan Lokasi Penelitian
Sampah organik rumah tangga adalah bahan buangan sebagai akibat
aktivitas manusia sehingga bahan tersebut tidak digunakan lagi, sehingga
dibunag sebagai barang yang tidak berguna. Sampah organik yang
dihasilkan dari sebuah rumah tangga atau 1 kepala keluarga (KK) yang
beranggota 5 orang setiap hari kurang lebbih 2 kg, kalau satu (RT) rukun
tetangga terdiri dari 40 KK dan sebuah (RW) rukun warga terdiri dari 10
(RW), maka bisa dihitung kurang lebih 80 kg perhari jumlah sampah
organik dihasilkan yang memerlukan pengelolaan dan penanganan (UU
No.18 tahun 2008 Bab VI).
Sampah organik rumah tangga berpotensi untuk diolah menjadi
kompos

dan

dapat

dimanfaatkan

untuk

mengurangi

percemaran

linggkungan. Dalam proses pembuatan kompos diperlukan waktu yang


cukup lama mencapai 3-4 bulan. Oleh karena itu, untuk mempercepat
proses pengomposan perlu adanya penambahan Biostater yang berfungsi
sebagai pemacu perkembangbiakan organisme pengurai. Biostater yang
digunakan dalam penelitian ini adalahh hasil limbah cair rumah tangga
berupa cucian beras yang dieramkan sehingga membusuk selama 2 hari
(Musnawar, 2008). Penggunaan limbah cair berupa air cucian beras ang
telah dieramkan selama 2 hari sebanyak 1 liter dicampur dengan Efektif
Mikroorganisme (EM4) 10 ml

xxv

penambahan air cucian beras sebagai biostater mempunyai rata-rata


berat akhir kompos 600 gram dari 2 kg berat awal sampah organik.
Kelompok perlakuan dengan pengulangan 1 mempunyai rata -rata berat
akhir kompos 600 gram dari 2 kg berat awal sampahh organik. Kelompok
perlakuan dengan pengulangan 2 mempunyai rata-rata berat akhir kompos
600 gram dari 2 kg berat awal sampah organik dan perlakuan dengan
pengulangan 3 mempunyai rata-rata berat akhir kompos 600 gram dari 2
kg berat awal sampah organik. Sedangkan pada kelompok kontrol rata -rata
berat akhir kompos 800 gram dari 2 kg berat awwal sampah organik.
Kelompok kontrol dengan pengulangan 1 mempunyai rata-rata berat akhir
kompos 800 gram dari 2 kg berat awal sampah organik. Kelompok kontrol
dengan pengulangan 2 mempunyai rata-rata berat akhir kompos 700 gram
dari 2 kg berat awal sampah organik dan perlakuan dengan pengulangan 3
mempunyai rata-rata berat akhir kompos 800 gram dari 2 kg berat awal
sampah organik.
Tabel 1
Lama Waktu Terbentuknya Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga
dengan Penambahan aktivator (EM4 sebanyak 10 ml/l air cucian beras dan
aktivator (EM4) sebanyak 10 ml/l air biasa.
Lama Waktu Terbentuknya Kompos

No

Ulangan

Perlakuan dengan

Kontrol dengan aktivator

aktivator (EM4)

(EM4) sebanyak 10 ml/l

sebanyak 10 ml//l air

air biasa

cucian beras
1.

12 hari

21 hari

2.

13 hari

22 hari

3.

14 hari

23 hari

Jumlah

39 hari

66 hari

Rata rata

13 hari

22 hari

xxvi

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
1.

Rata-rata lama waktu terbentuknya kompos dengan penambahan


aktivator Efektif Mikroorganisme sebanyak 10 ml/ liter air cucian
beras selama 13 hari dan aktivator Efektif Mikroorganisme sebanyak
10 ml/liter air biasa selama 22 hari.

2.

Ada perbedaan yang bermakna antara lama waktu terbentuknya


pengoomposan

terhadap

penambahan

aktivator

Efektif

Mikroorganisme sebanyak 10 ml/liter air cucian beras dan aktivator


Efektif Mikroorganisme sebanyak 10 ml/liter air biasa.

B. SARAN
1.

Bagi Masyarakat

Masyarakat dapat memanfaatkan

limbah cair air cucian beras sebagai

salah satu alternatif dalam menangani sampah organik rumah tangga yaitu
agar waktu yang diperlukan dalam proses pengomposan sampah organik
rumah tangga menjadi lebih cepat.
2.

Bagi Peneliti Lain

Melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan aktivator lain guna


mengetahui lama waktu terbentuknya kommpos yang lebihh efektif.

xxvii

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1994. Studi Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah .


Yogyakarta : Yogyakarta Urban development Project (YUDP).
Apriadji, Wied Harry. 2000. Memproses Kompos. Jakarta : penebar
swadaya
Depkes RI. 1997. Pedoman Bidang Studi Pembuangan Sampah. Jakarta :
APKTS
Dryantoto, kapti. 2003. Pengaruh penambahan fix up plus Terhadap Lama
Waktu Pembentukan Kompos Dari Sampah Organik. Poltekes
Depkes RI, yogyakarta
Dwi Nuradyastuti. 2005. Pengaruh Penambahan Efektif Organisme (EM4),
Degra Simba dan Fix-up Plus Terhadap Lama Waktu Pembentukan
Kompos Dari Sampah Organik. Karya Tulis Ilmiah DIII Kesehatan
Lingkungan, Poltekes Depkes RI,yogyakarta.
Haryoto, Kusnoputranto. 1986. Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indoesia.
Henriques, Anthony. 1998. Pemanfaatan Sampah Usaha Melestarikan
Lingkungan Hidup. Jakarta : Tiga Serangkai.
Herawati, L. Dkk. 2001. Diklat Metodologi Riset. Yogyakarta : AKL
Depkes.
Indriani, Yovita Hety. 2001. Membuat Kompos Secara Kilat. Jakarta :
Penebar swadaya.
LIPI (1999) Air Cucian Beras. Diunduh tanggal 25 Februari 2008 dari
http://www.LIPI.com
Murbandono, L. 2005. Membuat Kompos. Jakarta : penebar swadaya.
Musnawar, Effi Ismawati. 2008. Pupuk Organik. Jakarta : Penebar
Swadaya.
Pranata, Ayub. 2004. Pupuk Organik Cair. Jakarta : Agro Media Pustaka.
Said, E. Gumbiro. 1987. Sampah Masalah Kita Bersama. Jakarta :
Adiyatama Sarana Perk

xxviii

Santoso, Hieronymus Budi. 1988.Pupuk Kompos.Yogyakarta : kanisius.


Sudarso. 1985. Pembuangan Sampah. Surabaya : Pusdiknakes.
Sudrajad. 2007. Mengelola Sampah Kota. Jakarta : Penebar Swadaya.
Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008.
Widodo, Tri. 2008. Skripsi : Perbandingan Kadar Alkohol dan Asam Asetat
Pada Cuka Air Cucian Beras.Surakarta : Universitas Muhamadiyah
Surakarta.www.google.com.

xxix

Lampiran 2
Kelompok Kontrol Dengan Aktivator Mikroorganisme Sebanyak 10 ml/ liter Air
Biasa Sebagai Biostater
Terhadap Lama Waktu Terbentuknya Pengomposan Sampah Organik Rumah
Tangga
NO

Hari
Ke

Pengulangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

Suhu

Kelembaban

pH

Warna

Bau

27C
27C
31C
34C
35C
34C
34C
34C
34C
35C
33C
38C
35C
35C
35C
36C
35C
37C
35C
38C
36C
34C
33C
30C
28C

29C
28C
30C
35C
34C
33C
33C
34C
37C
34C
34C
36C
35C
36C
36C
35C
34C
35C
35C
38C
36C
36C
34C
30C
28C

28C
27C
31C
35C
34C
34C
34C
34C
37C
35C
35C
37C
34C
34C
37C
36C
35C
35C
35C
38C
37C
35C
34C
29C
29C

60%
60%
59%
59%
58%
58%
57%
57%
58%
58%
59%
59%
61%
61%
62%
63%
62%
62%
62%
61%
57%
58%
56%
55%
55%

61%
60%
59%
59%
59%
58%
57%
57%
58%
58%
59%
59%
61%
62%
62%
63%
63%
62%
62%
61%
58%
58%
57%
54%
53%

59%
60%
59%
59%
58%
58%
57%
57%
58%
58%
59%
59%
61%
61%
62%
63%
62%
62%
62%
61%
59%
58%
56%
54%
54%

6,5
6,5
6,5
7,2
7,2
7,2
7,5
7,5
7,5
7,2
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,2
7,2
7,5
7,5
7,0
7,0

6,5
6,5
6,5
7,2
7,2
7,2
7,5
7,5
7,5
7,2
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,2
7,2
7,5
7,5
7,0
7,0

6,5
6,5
6,5
7,2
7,2
7,2
7,5
7,5
7,5
7,2
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,2
7,2
7,5
7,5
7,0
7,0

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2

Ket :
$ Bau $ 1 = Bau 2 = Tidak Bau
$ Warna $ 1 = Hijau 2 = Kecoklatan 3 = Seperti tanah

xxx

Lampiran 2
Kelompok Perlakuan Dengan Aktivator Mikroorganisme Sebanyak 10 ml/ liter
Air Biasa Sebagai Biostater
Terhadap Lama Waktu Terbentuknya Pengomposan Sampah Organik Rumah
Tangga
NO

Hari
Ke

Pengulangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

Suhu

Kelembaban

pH

Warna

Bau

28C
28C
28C
29C
30C
30C
35C
38C
40C
40C
40C
42C
36C
35C
35C
35C
35C
36C
38C
35C
43C
43C

28C
28C
29C
29C
30C
31C
34C
37C
39C
41C
41C
41C
36C
34C
35C
35C
36C
36C
37C
34C
40C
40C

27C
27C
27C
28C
30C
30C
34C
37C
39C
41C
41C
43C
37C
35C
35C
35C
36C
36C
38C
33C
41C
41C

60%
59%
59%
57%
57%
57%
58%
58%
59%
59%
59%
59%
59%
59%
59%
60%
60%
63%
62%
61%
58%
57%

59%
59%
59%
58%
57%
57%
57%
59%
59%
58%
58%
59%
59%
59%
59%
60%
60%
63%
61%
61%
59%
58%

60%
59%
59%
58%
57%
57%
58%
58%
59%
58%
58%
59%
59%
59%
59%
60%
60%
63%
62%
61%
58%
58%

6,5
6,5
6,5
6,5
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,2
7,0
7,0
6,8
6,8
6,8
6,8
6,5
7,0
7,2
7,0
7,0
6,8

6,5
6,5
6,5
6,5
7,0
7,0
7,2
7,2
7,0
7,2
7,0
7,0
6,8
6,8
6,8
6,5
6,5
7,0
7,0
7,0
7,0
6,8

6,5
6,5
6,5
6,5
7,0
7,0
7,2
7,2
7,2
7,0
7,0
7,0
6,8
6,8
6,8
6,5
6,5
7,0
7,0
7,0
7,0
6,8

1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
2

1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
2

1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
2

1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
1
1

1
1
1
1
1
1
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

xxxi

23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2

42C
42C
42C
38C
29C
28C
28C
27C
27C
27C
27C

41C
41C
42C
37C
29C
29C
28C
28C
28C
28C
28C

42C
42C
42C
38C
29C
28C
28C
28C
28C
28C
28C

56%
56%
55%
55%
54%
54%
54%
53%
53%
53%
53%

57%
57%
56%
54%
54%
55%
54%
53%
53%
53%
53%

57%
56%
54%
54%
54%
53%
54%
53%
53%
53%
53%

6,8
6,5
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0

6,8
6,5
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0

6,8
6,5
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0
7,0

2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3

2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3

2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3

Ket :
$ Bau $
1 = Bau
2 = Tidak Bau
$ Warna $ 1 = Hijau 2 = Kecoklatan

3 = Seperti tanah

Lampiran 3
Berat Kompos Sampah Organik rumah tangga pada kelompok perlakuan dan kontrol
Kode
sample

Berat awal

1
2
3
Jumlah
Rata-rata

2 kg
2 kg
2 kg

Perlakuan
Aktivator EM4
dengan air
cucian beras
600 gram
600 gram
600 gram
1800 gram
600 gram

xxxii

Kontrol
Aktivator EM4
dengan air
biasa
800 gram
700 gram
800 gram
2300 gram
800 gram

2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2