Anda di halaman 1dari 32

Farmasetika I

(B. Latin)
Dr. Tedjo Yuwono, Apt

TARGET YANG DIHARAPKAN


Setelah selesai kuliah, mahasiswa mampu:

1. Dapat menulis, melengkapkan dan mengartikan


resep (berupa singkatan dalam Bhs Latin)
2. Dapat membuat salinan resep
3. Dapat memberi nama bahan-bahan obat dan
sediaan farmasi
4. Dapat menghitung dosis maksimum yang tertulis
dalam resep dan mampu mengubah ke dosis yang
lebih tepat

PENGANTAR
Penulisan resep, nama-nama bahan dan sediaan obat, bahan
kimia, nama tanaman, hewan, organ tubuh, jaringan tubuh
menggunakan Bahasa Latin, mengapa ?
1. Tiap kalimat Bahasa Latin hanya punya satu arti
2. Bahasa Latin, bahasa yang sudah mati
tidak
mengalami perubahan
3. Perubahan kata dari kata dasarnya
sangat
teratur
mudah dipelajari

JENIS KATA
Dalam Bahasa Latin spt dalam Bhs Indonesia,
dikenal a. l.:
1. Kata Benda (Substantiva)
2. Kata Sifat / Katakesdaan (Adiectiva)
3. Kata Kerja (Verba)
4. Kata Keterangan (Adverbia)
5. Kata Bilangan (Numeralia)
6. Kata Penghubung (Coniunctiones)
7. Kata Depan (Prepositiones)

JENIS KATA
I. Hanya ada 3 jenis kata yang dapat berubah bentuk: Kata
Benda, Kata Sifat dan Kata Kerja,
yang lain tidak dapat
berubah bentuk.
II. Kata Benda Bahasa Latin dikenal ada 3 jenis kelamin:
masculinum, femininun dan neutrum
III. Kata Benda berubah bentuk sesuai dengan jabatannya dalam
kalimat : Casus I, II, III, IV, V dan VI, bentuk tunggal dan jamak
IV.Bentuk Kata sifat dalam kalimat, selalu menyamakan diri
dengan bentuk Kata Benda yang diterangkan dalam hal: casus,
jenis kelamin, tunggal/jamak Kata Benda

KATA BENDA (SUBSTANTIVA)


1. Kata Benda dalam Bahasa Latin ada 3 jenis kelamin:
a. Jantan (masculinum)
b. Betina (femininum)
c. Banci (neutrum)
2. Bentuknya dapat berubah menjadi 6 casus (casus I, II, III, IV, V
dan VI), menerangkan jabatannya dalam kalimat
3. Dari 6 casus yang paling sering dijumpai dlm resep: Casus II
Genetivus
sbg pemilik & Casus IV Accusativus
obyek penderita. Casus lain: Casus VI Ablativus, jika kata tsb
menyatakan : keterangan waktu, keterangan tempat atau
menyatakan alat
4. Berdasarkan akhiran dari kata benda
Kata Benda
dikelompokkan menjadi 5 Deklinasi: Deklinasi I, II, III, IV dan V

AKHIRAN KETIGA CASUS KATA BENDA


(Yang sering dijumpai dalam resep)
1. CASUS II : GENETIVUS ( Pemilik ) :
- akhiran i
( Deklin II )
- akhiran is
( Deklin III )
- akhiran ae
( Deklin I )
2. CASUS IV : ACCUSATIVUS ( Obyek Penderita ):
- akhiran a
( Kata benda Neutr plur )
- akhiran um
( Deklinasi II sing )
em / - es
( Deklinasi III sing / plur )
- akhiran es
( Deklinasi III plur )
3. CASUS VI : ABLATIVUS ( Sbg. Alat, tempat, waktu )
- akhiran a / - is
( Deklinasi I sing / plur)
- akhiran o / - is
( Deklinasi II sing / plur)

KATA SIFAT (ADIECTIVA)


1. Fungsi Kata Sifat:
menerangkan Kata Benda
2. - Jenis Kelamin,
- Casus, dan
- bentuk tunggal atau jamak.
ketiga-tiganya selalu disama dengan
Kata Benda yang diterangkan.
3. Jadi pada Kata Sifat juga ada perubahan casus sama
seperti pada Kata Benda
Contoh: cera alba
cerae albae
vaselinum album
vaselini flavi,
tabula una
tabulam unam (tunggal)
pulvis unus
pulverem unum (tunggal)
pulveres duos (jamak)
cohlear unum, cohlearia duo dst

PRISCRIPTIO
(Formula atau Resep)
I. Bagian-bagian dari isi Resep, adalah:
1. Superscriptio:
R/
2. Inscriptio: Semua nama bahan obat yang ditulis dalam
resep dengan takarannya,
3. Subscriptio: perintah untuk membuat bentuk sediaannya
4. Signatura: Aturan pemakaiannya.
II. R/ singkatan dari Recipe = ambillah,
suatu katakerja
bentuk perintah (Imperativus).
III. Kata benda yang dikenai kata kerja bentuk perintah, menjadi
objek penderita,
casusnya harus Accusativus
IV. Pada Subscriptio, biasanya ada kata fac: suatu Kata Kerja
bentuk perinhah ( fac = buatlah)
bentuk sediaan yang
terkena menjadi objek penderita (Accusativus), contoh:
m. f. l. a. pulv. dtd. No. XLV

Dr. RIMAWAN, Sp.A(K)


Spesialis Anak
SID: KP.01.01.III.5.2.1387
Rumah dan Praktek
Jl. Veteran No 67
Yogyakarta Telp 0274382079
Yogyakarta, 27 Febr 08
R/ Theophyllin
mg 75
Aminiphyllin
mg 25
HCl. Papaverin
mg 6
Prednison
mg 2
m. f. l. a. pulv. Dtd No. XLV
S. 3 d.d. pI p.c.
paraf dokter
R/ Pot. Nigr. C. Tuss.
d.s. t.d.d.cth.II

225
paraf dokter

Pro
: Erni Hapsari Umur: 6 th
Alamat : Jl. Pramuka No. 17 Yogyakarta

CASUS GENETIVUS
1. Kata Benda Casus GENETIVUS,
sebagai PEMILIK
2. Kalau ada dua Kata Benda berdampingan, yang satu selalu
memiliki yang satunya, sehingga yang satu hrs Genetivus
3. Kalau ada sederet Kata Benda berjajar / berdampingan,
semua Genetivus kecuali satu yang bukan.
4. Dalam resep NAMA-NAMA BAHAN OBAT biasanya
Casusnya Genetivus, dan sebagian besar berakhiran i,
- Theophyllin
Theophyllin - i;
Aminophyllin
Amininophyllin - i ;
Parasetamol
Parasetamol - i
- Beberapa berakhiran - is : Pulvis
pulver - is
- Beberapa berakhiran - ae, misal: Cera
Cer - ae

BENTUKLAH DALAM CASUS II


(GENETIVUS) :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Theophyllinum
Aminophyllin
Ampicillin
Amoxicillin
Prednison
Ambroxol
Phenobarbital
Unguentum Simplex
Extact. Belladon
Sulfadiazin
Sirupus Simplex
Sir. Thymi
HCl Codein
HCl Papaverin

14. Pot. Nigr. C. Tuss.


15. Tetracyclin HCl
16. Chloramphenicol Palmitas
17. Dextromethorphan HBr
18. Pulv. Dover.
19. CTM
20. Diazepam
21. Chlodiazepoxid
22. Paracetamol
23. Coffein
24. Chlorpromazin
25. HCT

CASUS ACCUCATIVUS
1. Casus IV (Accusativus), dlm kalimat
Obyek Penderita
2. Karena dikenai oleh Kata Kerja bentuk perintah,
misalnya: Recipe, fac, adde
3. Dalam resep: angka takaran bahan obat,
dibentuk dalam Casus Accusativus.
Contoh: mg 1 = milligramma unum (sing)
mg 75 = milligrammata septuaginta quinque (plur)
5. Dibelakang kata depan: ad, ante, durante, post, contra, per,
4. Akhiran Casus Accusativus:
Deklinasi I: - am (sing), misal: tabul-am unam, guttam unam
- as (plur), misal: tabul-as du-as, capsul-as du-as
Deklinasi II : - um (sing), misal: suppositori-um unum
Deklinasi III: - em (sing), dan es (plur)
Benda Neutrum : Casus IV = Casus I
Plural : - a atau -ia

BENTUKLAH DALAM CASUS IV


(ACCUSATIVUS) :
3.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

1 mg; 1 g; 1 ml
2 mg; 3 mg
4 mg
7,5 mg
8 mg
10 mg
12 mg
16 mg
20 mg
25 mg; 25 ml
30 mg
45 ml
50 mg

14. 60 ml
15. 75 mg; 75 ml
16. 125 mg; 125 ml
17. 150 mg; 150 ml
18. 175 mg; 175 ml
19. 200 mg; 200 ml
20. 225 mg; 225 ml
21. 250 mg; 250 ml
22. 275 mg; 275 ml
23. 300 mg; 300 ml
24. 400 mg
25. 500 mg

CASUS VI : ABLATIVUS
1. Dalam Kalimat: menyatakan alat, tempat atau waktu
2. Dibelakang kata depan:
in
= dalam,
cum = dengan,
sine = tanpa,
pro = untuk,
e
=
berasal dari.
3. Contoh:
da in lagen - a, da in vtr-o, da in capsul-is, da cum formul - a
sine confection - e, pro injection - e,

DECLINASI
Kata Benda, berdasarkan bentuk perubahan kata
dikelompokkan menjadi 5 Deklisasi :
Deklinasi I : akhiran a, femininun ( f )
Deklinasi II : akhiran us, masculinum ( m )
akhiran um, neutrum ( n )
Deklinasi III : akhiran sangat variatif ( m, f, n )
Deklinasi IV : akhiran us ( m )
: akhiran u ( n )
Deklinasi V : akhiran ies ( m, f )

DEKLINASI I
Akhiran a, -ae ( f )
Contoh : Tabula, ae
CARA MENURUNKAN KE DALAM CASUS:
Singularis
Casus I (Nominativus)
Casus II (Genetivus)
Casus III (Dativus)
Casus IV (Accusativus)
Casus V (Vocativus)
Casus VI (Ablativus)
Turunkan : capsula

Tabul a
Tabul ae
Tabul ae
Tabul am
Tabul ae
Tabul a

Pluralis
Tabul ae
Tabul arum
Tabul is
Tabul as
Tabul ae
Tabul is

CONTOH KATA-KATA DEKLINASI I


aqua,ae
= air
cera,ae
= malam, lilin
forma,ae
= bentuk
formula,ae
= resep
gutta,ae
= tetes
hora,ae
= jam, waktu
pilula,ae
= pil
pasta,ae
= pasta
lagena,ae
= botol
mixtura,ae
= campuran
oliva,ae = zaitun

pulpa,ae
lana,ae
terra,ae
visica,ae
arteria,ae

= daging buah
= bulu domba
= tanah
= gelembung
= pembuluh arteri

DEKLINASI IIA
Akhiran us, i ( m ), - um, i ( n )
Contoh : sirupus, I
CARA MENURUNKAN KE DALAM CASUS:

Casus I (Nominativus)
Casus II (Genetivus)
Casus III (Dativus)
Casus IV (Accusativus)
Casus V (Vocativus)
Casus VI (Ablativus)
Turunkan : Occulus

Singularis

Pluralis

Sirup us
Sirup i
Sirup o
Sirup um
Sirup e
Sirup o

Sirup i
Sirup orum
Sirup is
Sirup os
Sirup i
Sirup is

CONTOH KATA-KATA DEKLINASI IIA

anuus,i
arillus,i
bulbus,i
capillus.i
cervus,i
digitus,i
globulus,i

= tahun
= kulit biji
= umbi
= rambut
= rusa
= jari
= bulatan, pil besar

locus,i
modus,i
numerus,i
occulus,i
trochiscus,i

= tempat
= cara
= bilangan/
jumlah
= mata
= kue

DEKLINASI IIB
Akhiran um, -i ( n )
Contoh : Infusum, i
CARA MENURUNKAN KE DALAM CASUS:

Casus I (Nominativus)
Casus II (Genetivus)
Casus III (Dativus)
Casus IV (Accusativus)
Casus V (Vocativus)
Casus VI (Ablativus)

Singularis

Pluralis

Infus um
Infus i
Infus o
Infus um
Infus um
Infus o

Infus a
Infus orum
Infus is
Infus a
Infus a
Infus is

CONTOH KATA-KATA DEKLINASI IIB


Infusum,i
= air rebusan
Decoctum,i
= air rebusan
Emplastrum,i = plester
Suppositorium,i = suppos
Acidum,i
= asam
Balneum,i
= penangas
Bidudum,i
= 2 hari, 24 jam
Bihorium,i
= 2 jam, 120 menit
Trihorium,i
= 3 jam, 180 menit
Butyrum,i
= mentega
Epistomium,i = tutup
Filtrum,i
= saringan

folium,i
= daun
involucrum,i = bungkus
bacillum,i
= batang
oleum,i
= munyak
unguentum,i = salep

DEKLINASI IIIA
Akhiran ?, is ( m, f, n )
Contoh : Pulvis, -eris (m)
CARA MENURUNKAN KE DALAM CASUS:
Singularis

Casus I (Nominativus)
Casus II (Genetivus)
Casus III (Dativus)
Casus IV (Accusativus)
Casus V (Vocativus)
Casus VI (Ablativus)

Pulvis
Pulver is
Pulver i
Pulver em
Pulvis
Pulver e

Pluralis

Pulver es
Pulver um
Pulver ibus
Pulver es
Pulver es
Pulver ibus

Catatan : Radix, cortex, calor


akhiran x, or (m)
Solut-io,ionis, iniect-io,ionis, pot-io, ionis
akhiran io (f)

CONTOH KATA-KATA DEKLINASI IIIA


alkohol,is (m)
calor,is (m)
color,is (m)
dens,entis (m)
dosis,eos (f)
infans, tis (m,f)
febris,is (f)
mensis,is (m)
tussis,is (f)
pars, tis (f)
potio,onis (f)
lotio,onis (f)
solutio,onis (f)

= alkohol
= panas
= warna
= gigi
= takaran
= anak
= demam
= bulan
= batuk
= bagian
= obat minum
= obat pencuci
= larutan

injectio,onis (f)
= obat suntik
evaporatio,onis (f) = penguapan
sterilisatio,onis (f) = penyeterilan
refrigeratio,onis (f) = pendinginan
fitratio,onis (f)
= penyaringan
maceratio,onis (f) = perendaman
praescriptio,onis (f) = resep
saturatio,onis (f) = penjenuhan
sapo,onis (f)
= sabun
hydrochloras,atis (m) = hidrokloras
suffas,atis (m)
= sulfas
radix,icis (m)
= akar
cortex,icis (m)
= kulit batang

DEKLINASI IIIB
Akhiran ? ( n )
Contoh : Cochlear, - aris

CARA MENURUNKAN KE DALAM CASUS:


Singularis
Casus I (Nominativus)
Casus II (Genetivus)
Casus III (Dativus)
Casus IV (Accusativus)
Casus V (Vocativus)
Casus VI (Ablativus)

Cochlear
Cochlear is
Cochlear i
Cochlear
Cochlear
Cochlear i

Pluralis
Tabul ia
Tabul rum
Tabul ibus
Tabul ia
Tabul ia
Tabul ibus

DEKLINASI IIIB
Akhiran ? ( n )
Contoh : gramma, - atis
CARA MENURUNKAN KE DALAM CASUS:
Singularis
Casus I (Nominativus)
Casus II (Genetivus)
Casus III (Dativus)
Casus IV (Accusativus)
Casus V (Vocativus)
Casus VI (Ablativus)

gramma
gramma tis
gramma i
gramma
gramma
gramma te

Pluralis
gramma ta
gramma tum
gramma tis
gramma ta
gramma ta
gramma tis

CONTOH KATA-KATA DEKLINASI IIIB


Nomen,inis (n) = nama
Albumen,inis (n) = putih telur
Elixir,iris (n)
= cairan beralkohol
Lact, is (n)
= susu
Semen,inis (n) = biji
Gargarisma, atis (n) = obat kumur
tenggorok
Epithema,atis (n) =obat kompres
Mel,mellis (n)
= madu
Rhizoma,atis (n) = akar tinggal
Hepar,atis (n)
= hati
Sulfur,is (n)
= belerang

DEKLINASI IVA
Akhiran us, -u ( m, n )
Contoh : Spiritus, us
(m)
CARA MENURUNKAN KE DALAM CASUS:

Casus I (Nominativus)
Casus II (Genetivus)
Casus III (Dativus)
Casus IV (Accusativus)
Casus V (Vocativus)
Casus VI (Ablativus)

Singularis

Pluralis

Spirit us
Spirit us
Spirit ui
Spirit um
Spirit us
Spirit u

Spirit us
Spirit uum
Spirit ibus
Spirit us
Spirit us
Spirit ibus

CONTOH KATA-KATA DEKLINASI IVA


aparatus,us (m) = alat
fructus,us (m) = buah
gradus,us (m) = tingkat, derajat
spiritus,us (m) = etanol, alkohol
usus,us (m) = pemakaian

DEKLINASI IVB
Akhiran u ( n )
Contoh : Cornu, us
CARA MENURUNKAN KE DALAM CASUS:

Casus I (Nominativus)
Casus II (Genetivus)
Casus III (Dativus)
Casus IV (Accusativus)
Casus V (Vocativus)
Casus VI (Ablativus)
Cornu, us ( n ) = tanduk

Singularis

Pluralis

Corn u
Corn us
Corn ui
Corn u
Corn u
Corn u

Corn ua
Corn uum
Corn ibus
Corn ua
Corn ua
Corn ibus

DEKLINASI V
Akhiran ies, ( f, m )
Contoh : Facies, - ei (f)

CARA MENURUNKAN KE DALAM CASUS:


Singularis
Casus I (Nominativus)
Casus II (Genetivus)
Casus III (Dativus)
Casus IV (Accusativus)
Casus V (Vocativus)
Casus VI (Ablativus)

Facies es
Faci ei
Faci ei
Faci em
Faci ies
Faci e

Pluralis
Faci es
Faci erum
Faci ebus
Faci es
Faci es
Faci ebus

CONTOH KATA-KATA DEKLINASI V

dies,ies (m) = hari


facies,ies ( f ) = muka, wajah
glacies, ies ( f ) = es
scabies,ies ( f ) = kudis
species, ies ( f ) = jenis, rempah-rempah