Anda di halaman 1dari 21

dan tg =1, nyatakanlah x sebagai fungsi dari t

5. Apabila

6. Didalam lingkaran yang jari-jarinya r, ditarik suatu talibusur yang panjangnya sama dengan r.
Nyatakanlah luas O dari tembereng lingkaran yang terkecil, yang terbentuk oleh talibusur yang
memotong lingkaran itu sehingga terbagi dua, dalam r.
7. Nyatakanlah jari-jari suatu lingkaran sebagai fungsi dari panah p dan tali busur 2k dari sebuah
tembereng limkaran itu.
8. Nyatakanlah sisisisi tegak dari suatu segitiga siku-siku sebagai fungsi dari sisi miring a dan luas
9. Suatu kerucut yang tingginya h dilukiskan hingga menyelubungi bola yang berjari-jari a.
Nyatakanlah jari-jari r dari alas kerucut itu sebagai fungsi dari a dan h; nyatakanlah pula h dalam
a dan r ketiga, nyatakanlah a sebagai fungsi dari h dan r.
10. Sebuah kapal terbang P (lihat gambar 6; terbang setinggi h di atas permukaan bumi, yang
dipandang sebagai: bola (M,r). Dari P kaki langit nampaak membuat sudut o dengan garis
mendatar l, yang ditarik melalui P. Buktikanlah rumus:

( disebut silam batas pemandangan). Nyatakanlah h sebagai fungsi dari


p
p

Q
Gmb. 6

M
N

Koordinat

y
Q II

I
E
F

O
G

R
III

IV

Kita lukiskan dua garis lukis yang tegak lurus timbal balik dan yang satu biasanya kita
tarik dari kiri kekanan. Garis-garis itu dua-duanya disebut sumbu, maka tempat sebuah titik P pada bidang
itu dapat dinyatakan dengan jarak kedua sumbu itu terhadap P. Tapi dalam pada itu mestilah jarak-jarak
itu diberi tanda. Artinya kita mempergunakan jarak yang berarah guna menentukan tempat Pitu, sebab
bila tidak demikian halnya, maka jara-jarak itu untuk titik-titik Q an S umpanya akan sama pula. Untuk
menghindarkan kejadian serupa itu, dibuatlah perjanjian sebagai berikut:

Jarak dari sumbu tegak lurus kepada P, yang dapat diukur melalui sumbu yang mendatar,
diambil positif, apabila titik P terletak disebelah kiri dari sumbu itu. Jarak dari sumbu medatar kepada P,
yang dapat diukur melalui sumbu yang tegak lurus, iambil positif, apabila titik P terletak diatas sumbu
mendatar itu dan diambil negative, apabila titik P terletak dibawah sumbu itu. Jarak berarah dari sumbu
tegak lurus dan sumbu mendatar kepada P itu berturut-turut disebut absis dan ordinat P. sebab itu pula
sumbu
disebut sumbu koordinat; titik perpotongannya 0 disebut titik asal . gambar yang
dibentuk oleh kedua sumbu itu disebut salih sumbu. Susuna koordinat itu disebut telah ditentukan, apabila
diberikan salih sumbu serta kesatuan panjang pada kedua sumbu itu; pada umumnya ua kesatuan panjang
itu diambil sama. Biasanya sumbu mendatar
dan sumbu tegak lurus
berturut-turut dinamakan
sumbu-x dan sumbu-y. absis suatu titik, yang diukur melalui
acap kali disebut ,,x dari titik P itu;
ordinatnya yang diukur melalui
disebut ,,y dari P. garis lurus setengah O dan O
berturutturut dinamakan sumbu x yang positif dan yang negative, sedang arahnya berturut-turut disebut arah x
yang positif dan arah yang x negative. Demikian pula O dan O dinamakn sunbu y yang positif dan
yang negative, sedang arahnya disebut arah y yang positif dang yang negative.
Yang dimaksud dengan sudu-arah (atau sudut saja,bila tidak menimbulkan kekacauan), yang
dibuat oleh garis lurus (garis lurus tengah) m dengan garis lurus (garis lurus setengah) l dan yang
), yaitu putaran yang harus dikerjakan atas l, agar l searah dengan m. maka
dinyatakan sebagai (
kecuali kelipatan yang bulat (positif, nol atau negative) dari
atau
(sesuai dengan ketentuan
tentang l dan m, garis lurus ataupun garis lurus setengah), yang harus ditambahkan kepadanya, besarnya
sudutyang diarahkan itu telah ditentukan oleh definisi yang diatas. Arah putaran yang positif diambil
sama seperti dalam ilmu ukur sudut, sehingga sudut yang diarahkan, yang dibuat oleh sumbu y yang
(
)
positif dengan sumbu x yang positif itu umpamanya sama dengan
Pada gambar, a ialah absi dab b adalah ordinat dari P; maka titik P itu kita sebut titik P (a,b).
dalam gambar, dimana sebagai kesatuan panjang kedua sumbu itu telah diambil 1 cm, dilukiskan pula
titik-titik: Q(-4,3), R(-2,-2), S(4,-3), E(0,1),F(-3,0), G(0,-1 ), O(0,0).
Kedua sumbu itu membagi bidang dalam empat kuadran, yang inomori menurut cara yang sama
seperti dalam ilmu ukur; dalam gambar, keempatan kuadran itu berturut-turut dinyatakan dengan I, II, III,
IV. Nampaknya kedua koordinat dari sebuah titik yang terletak di I itu positif, dari titik yang terletak di II
absinya negate dan ordinta nya positif, dari titik yang terletak di III kedua koordinatnya negative, sedang
dari titik yang terletak di IV itu absisnya positif dan ordinatnya negative. Lain daripada itu ordinat dari
sebuah titik yang terletak pada sumbu x itu sama dengan nol, sedang absis titik yang terletak pada sumbu
y itu sama dengan nol pula.
Soal soal
1. Gambarkan titik-titik yang berikut :
A(20,5); B(-10,20); C(-20,-10); D(30,-20); E(17,23); F(-30,-20); G(-40,0); H(0,-25); K(28,0);
L(0,5); M(15,-15); N(-25,25); O(0,0).
2. Tentukanlah (lihat soal 1) panjang mutlak dari penggal garis GK (jadi hanya panjangnya saja,
dengan tidak mengingat tandanya ); demikian pula panjang mutlak dari HL, OA, OB, OC, dan OD.
Tentukan pulalah jarak antara P(a,0) dan Q(b,0) untuk harga-harga a dan b yang positif maupun
yang negative. Juga dari R(0,c) dan S(0,d).

3. Hitunglah jarak-jarak AB, BC, CD dan DE (lihat soal 1). Tentukan pula jarak dari titik-titik P(a,b)
dan Q(c,d). apakah koordinat-koordinat titik yang yang terletak ditengah-tengah PQ?
4. Hitunglah luas segi empat, yang titik-titiknya sudutnya; A(20,15), B(-12,15), C(12,-14) dan D(20,4); demikian pula dari segiempat yang titik titik sudutnya E(25,5), F(0,5), G(-10,-15) dan H(15,15).
5. Hitunglah sisi-sisi serta luas segitiga-segitiga, yang titik-titik sudutnya:
a) A(-16,-8), B(-16,14) dan C(24,14);
b) D(-30,-30), E(30,-30), dan F(0,20);
c) G(32,24), H(-20,0) dan (32,-24).
6. Tariklah garis-garis lurus GE, BK dan HC pada gambar yang dimaksud dalam soal 1; kemudian
tentukanlah titik potong garis-garis ini dengan kedua sumbu gambar itu. Kerjaka demikian pula
dengan AB, BC dan DA. (hendaklah soal-soal ini dipecahkan dengan mempergunakan sifat-sifat
segitiga yang sebangun.
7. Tentukanlah koordinat-koordinat dari titik cermin P (p,q):
a) Terhadap sumbu x
b) Terhadap sumbu y
c) Terhadap 0
d) Terhadap garis bagi dari kuadran pertama dan ketiga
e) Terhadap garis-garis dari kuadran kedua dan keempat
8. Segitiga sama sisi ABC seluruhnya terletak dalam kuadran pertama. Apabila ditentukan titik-titik
), carilah koordinat-koordinat dari titik-sudut yang ketiga C.
sudut A(a,0) dan B(b,0) (
9. Bujursangkar ABCD seluruhnya terletak dalam kuadran ke-2. Apabila titik-titik sudut A(a,0) dan
B(0,b) ditentukan (a<0,b<0), carilah koordinat-koordinat dari titik-titik C dan D.
10. Dari parallelogram ABCD ditentuka titik-titik sudut A( 3,5), B(7,-2), dan C(1,-7); tetapkanlah titik
sudut D
11. Tentukanlah titik berat segitiga, yang titik-titik sudutnya A(-2,3), B(4,-1), C(-2,-2).

Fungsi linier
Guna mengetahui lebih banyak tentang fungsi yang diatas, baiklah grafiknya kita gambar. Maka
ibuatlah daftar yang di bawah ini:
X
Y

0
q

1
P+q

A
q

1p

Gmb. 8.

p
1p
p

y1

x1

F L

E
C

2
2p+q

K
Y

3
3p+q

4
4p+q

Dst
Dst

Jadi apabila kepada x diberikan harga-harga yang naik dengan teratur, maka akan didapatlah
eretan harga untuk y yang naik dengan bilangan yang sama pula. Kita akan mendapat gambar seperti yang
(
)
tertera disamping ini, sudah tentu
jadi A, C dan E terletak pada satu garis lurus; jadi juga A, C, E, F, G, dst terletak pada satu garis
lurus. Apakah garis-lurus PQ itu benar-benar gambar dari grafik dari fungsi linier
?
Akan kita buktikan, bahwa memang demikian halnya. Kita katakana, bahwa:
Dalil 1. Tiap tiap garis lurus yang tidak tegsk lurus pada salah satu sumbu ialah grafik dari fungsi linier.
Diketahui: garis lurus l , yang tidak tegak lurus pada salah sebuah sumbu.
Harus dibuktikan: l ialah grafik dari suatu fungsi linier
p
q

l
l

c
a o

y
Q

Gmb. 9.
Bukti. Apabial l tidak tegak lurus pada sumbu x, maka l akan di potong oleh tiap-tiap garis lurus,
yang membuat sudut siku-siku dengan sumbu x itu. Maka tiap-tiap titik Qpada sumbu x itu akan
merupakan projeksi titik P dari l pada sumbu x, artinya, bahwa untuk setiap harga x yang diberikan, akan
didapat titik P pada l, yang absisnya sama dengan x. Tinggallah kita membuktikan, bahwa untuk titikP
yang di ambil sarangpada l, ordinat y dari P itu merupakan fungsi linierdari x. untuk itu maka melalui O
di tarik garis lurus l, yang sejajar (atau berimpit) dengan l dan yang memotong garis lurus melalui P yang
tegak lurus pada OX di P. selanjutnya namakanlah titik potong l dengan OY itu C(0,q) dan sudut arah
) oleh sebab itu l dan l sejajar
yang dibuat oleh l (jadi juga oleh l)dan sumbu x itu (
(atau berimpit), maka kedua garis lurus itu akan memotong bagian-bagian yang sama dari segala garis
yang tegak lurus pada OX, sehingga bagian-bagian garis OC dan PP itu akan sama pula (juga tandanya
sama). Jadi juga perbedaan antara ordinat dari O dan C akan sama dengan perbedaan antara P dan P,
sehingga orinat P sama dengan y-p. Apabila untuk sementara dianggap, bahwa Q terletak pada sumbu x
yang positif , maka menurut ilmu ukur sudut QP=OQ tg , asal QP berturut-turut diambil positif atau
negative, sesuai dengan letak P, diatas atau dibawah sumbu x, sehingga QP itu merupakan ordinat P.
Maka terdapatlah: y-p=x tg . Hal ini berlaku pula, kalau Q dan O berimpit dan juga kalau Q terletak
pada sumbu x yang negative. Apabila Q tidak diambil disebelah kanan, melainkan disebelah kiri O, maka
| | ||
|,
tanda absis maupun tanda ordinat P akan berbalik, sedang menurut ilmu ukur sudut |
| |
|, tetap berlaku. Umumnya akan berlaku:
atau |

Dalam hal mana


, oleh karena l tidak tegak lurus pada sumbu y. Nyatakanlah l itu merupakan
grafik dari suatu fungsi linier.

Dalil 2. Grafik sebuah fungsi linier itu ialah garis lurus, yang tidak tegak lurus pada salah satu sumbu.
Diketahui. Fungsi linier
Harus dibuktikan. Grafik fungsi itu garis lurus, yang tidak tegak lurus pada sumbu x dan sumbu y.
) dan
Bukti. Ada suatu sudut , yang memenuhi syarat (
; oleh karena
, maka
. Menurut garis pertama garis lurus yang melalui titik ( ) dan yang membuat
sudut dengan sumbu x ialah grafik dari fungsi linier
, atau
. Oleh karena
dan
, maka tidak tegak lurus pada salah stu dari kedua sumbu itu. Inilah bukti
dalil yang diatas. Pembaca dipersilahkan memberikan buktinya menurut gambar 9, tapi tidak dengan
mempergunakan dalil pertama.
Arti koefisien-koefisien dan dari fungsi itu di dalam gambar grafik hendaklah diperhatikan benarbenar: itu sama dengan tagens sudut yang dibuat oleh grafik dan sumbu x, sedang ialah bagian yang
dipotong oleh grafik itu dari sumbu y yang positif dan yang negative, dengan mengingat pula tandanya;
disebut koefisien arah garis lurus itu dan
disebut persamaan garis lurus 1; yang lebih umum
lagi, yaitu:
Yang disebut persamaan sutu garis lengkung yaitu hubungan tetap antara koordinat-koordinat setiap titik
pada garis lengkung itu, tapi yang tidak dipeenuhi oleh koordinat-koordinat titik mana juga, yang terletak
pada garis lengkung itu.
Dalil 1a. persamaan tiap-tiap garis lurus bersifat linier.
Menurut dalil pertama, tiap-tiap garis lurus yang tidak tegak lurus pada sebuah sumbu, merupakan
grafik dari suatu fungsi linier dan karena itu ia mempunyai persamaan linier yang bentuknya
.
Sedang sebuah garis yang tegak lurus pada sumbu x (sumbu y) itu mempunyai persamaan yang
bentuyknya
(
), oleh karena absis (ordinat) tiap-tiap titik pada garis lurus itu sama dengan
dan sebaliknya tiap-tiap titik yang absisnya (ordinatnya) sama dengan , terletak pada garis itu; akan
tetapi persamaan yang terakhir itupun bersifat linier (akan tetapi garis lurus ini tidak boleh dipandang
sebagai grafik suatu fungsi linier, oleh karena y(x) tak ada didalam persamaan itu dank arena itu pulalah
dikecualikn dalam dalil 1).
Dalil 2a. selanjutunya dalil 2 boleh diberi bentuk yang demikian:
Tiap-tiap persamaan linier dalam x dan (atau) y itu melukiskan sebuah garis lurus.
Bentuk yang umum sekali lagi bagi sebuah persamaan linier dalam x dan y ialah:
, sedang dan dalm bentuk itu tidak kedua-duanya sam dengan nol.
Apabila

, maka persamaan itu dapat ditulis sebagai:

Sehingga itu merupakan fungsi linier dari , apabila


pula. Maka menurut dalil 2 grafik
persamaan itu berbentuk garis lurus. Itu belaku pula, apabila
; dalm hal ini persamaan berubah

menjadi

dan

tidak terdapat lagi dalam persamaan yang terakhir itu. Dalam hal yang

demikian tiap-tiap titik pada grafik itu harus dipenuhi oleh

, sedangkan absisnya boleh diambil

sebarang. Oleh karena ordinat tiap-tiap titik grafik itu sama, maka bentuk grafik itu sebuah garis lurus
yang sejajar atau berimpit dengan sumbu x. koefisien arah dari garis lurus ini sama dengan 0.
Apabila

, sedangkan

, maka persamaan berubah menjadi

tidak lagi mengandung , dan kita boleh menulisnya sebagai

. Persamaan ini

, sehinggan grafiknya merupakan

garis lurus yang sejajar atau berimpit sumbu y. kepada garis lurus ini diberikan koefisien arah yang sama
dengan , sesuai dengan perjanijian dalm ilmu ukur sudut, yang menetapkan, bahwa tangens sudut
itu sama dengan .
Baiklah kita perhatikan pula soal
karena

. Maka persamaan itu menjadi

. Oleh

itu melukiskan fungsi linier dari , maka grafik yang dinyatakannya berbentuk garis lurus

pula; garis lurus itu melalui O(0,0), sebab koordinat-koordinat O memenuhi pada persamaannya.
Sebaliknya setiap garis lurus yang melalui O akan mempunyai persamaan yang bentuknya
,
kecuali sumbu y, yang persamaannya dinyatakan oleh
. Dalam persamaan itu menyatakan
tangens dari sudut, yang dibuat oleh garis lurus itu dengan sumbu x
Y

P
B
q
A
O

Gmb. 10.

O
Gmb. 11.

Setelah kita mengatahui, bahwa bentuk grafik dari fungsi linier itu sebuah garis lurus, maka
mudahlah kita menggambar grafik dari fungsi linier
; maka garis lurus yang melalui kedua
titik itu ialah grafik yang ditanyakan. Biasanya kita mengambil titik-titik potong grafik dengan kedua
sumbu koordinat (apabila titik-titik itu ada), kecuali jika kedua titik itu berimpit, letaknya berekatan
sekali, atau jatuh diluar gambar. Ordinat titik potong dengan sumbu itu sama dengan nol, sehingga
absisnya sama dengan (titik nol dari

), sedang titik potong dengan sumbu y itu absisnya 0, jadi

ordinatnya sama dengan . Maka kemudian ditariklah garis lurus melalui titik-titik

) dan

( ) (lihat gmb.10); garis lurus melalui titik-titik A dan B tak dapat ditarik setepat-tepatnya, apabila
titik-titik itu sangat berdekatan; dalam hal itu maka ditentukan titik-titik yang ketiga pada garis lurus,
)
umpamanya titik (
Jika
, maka A dan B berimpit di 0, (lihat gbr. 11); selanjutnya grafik
dapat
ditentukan oleh titik yang lain (
); dalam bentuk yang terakhir itu harga boleh diambil sebarang
(asal
).

Apabila
, maka merupakan bilangan yang tetap, sedang harganya sama
dengan ; gambar grafiknya merupakan garis lurus yang sejajar dengan sumbu x. Bila
juga
, sehingga
, maka sumbu x itulah yang menggambarkan grafiknya.

B
C

Gambar 12

Contoh: Guna menjelaskan uraian yang diatas itu, dibawah ini diberikan
beberapa contoh.
X
1. Gambarlah grafik fungsi
dan hitunglah sudut yang
dibentuk oleh grafik itu dengan sumbu x.

Jalan (lihat gmb.12). Grafik itu memotong sumbu x dititik A, yang ordinatnya 0, jai yang
absisnya (hal itu dapat dicari dari bentuk
), sedang sumbu y dipotong nya di
titik B, yang ab sisinya 0, sehingga ordinatnya sama dengan 5. Dengan demikian garis lurus itu

telah ditentukan oleh dua titik (

) dan (

). Guna menyelidiki kebenaranya telah

digambarkan pulatitik C dari grafik, yang mempunyai absis 1, jadi yang ordinat nya
.
Sesudah itu misalkanlah, bahwa sudut yang dibentuk oleh garis lurus itu dengan sumbu x sama
dengan ; maka
, sehingga diperoleh
.
2. Gambarlah garis lurus , yang dinyatakan denagn persamaan
; grafik fungsi linier
yang manakah garis lurus itu? Gambarkan pulalah garis lurus , yang dinyatakan dengan
persamaan
dan tentukankah titik potong serta sudut, yang dibuat oleh dengan
.
Jalan(lihat gmb.13). garis lurus melewati titik-titik ( ) dan ( ), sehingga
mudahlah ia digambarkan.

memberikan

merupakan grafik fungsi linier

, sehingga itu

Y
D
B
C

Gmb. 13.
Garis lurus melalui titik-titik (
) dan (
). Umpamakanlah bahwa dan
itu potong memotong dititik S; maka koordinat-koordinat S haruslah memenuhi kedua persamaan
yang diberikan diatas. Maka koordinat-koordinat S itu dapat diperoleh dengan mencari x dan y

dari: {

, sehingga didapatlah

dititik (

. Maka dan

itu akan berpotongan

).

Akhirnya koefisien arah dari dan

; namakanlah

dan

itu berturut-turut

sudut arah yang dibuat oleh garis-garis itu dengan sumbu x dan , maka akan diperolehlah
dan
(

. Sudut

yang dnyatakan itu sama dengan

, alhasil

, sehingga

3. Tentukanlah persamaan garis lurus yang membuat sudut


dengan sumbu x yang melalui titik
(
).
Jalan. Persamaan yang dinyatakan itu dapat ditulis dalam bentuk
;
Dalam bentuk itu
, sedang koordinat-koordinat titik P harus pula memenuhi
persamaan itu, sehingga didapatlah:
Jadi

, sehingga persamaan yang diminta itu ialah:


atau
4. Tentukanlah persamaan garis lurus yang dihitung dari titik 0, memotong bagian-bagian a dan b dari
kedua sumbu itu (
).
Jalan. Garis lurus yang dimaksud itu melalui titik-titik ( ) dan ( ), sehingga persamaannya
dinyatakan oleh
, sebab bentuk ini dipenuhi oleh koordinat-koordinat dari titik-titik
yang diatas.
Y

X
O

X
O

Gmb. 15.

Gmb. 14.
Gambar grafik dari

(dalam persamaan ini

melukiskan sebuah garis lurus, yang memotong sumbu x dititik (

dianggap

) itu ternyata

). Garis lurus itu oleh

titik S dibagi menjadi 2 buah garis lurus putus; garis lurus putus yang terletak di atas sumbu x
baiklah dinamakan bagian grafik yang positif, sedang garis lurus putus yang terletak dibawah
sumbu x dinamakan bagian grafik yang negative.
Jika itu positif, maka bagisn grafik yang positif terletak disebelah kanan S(lihat gm.14),
sedang jika negatif, bagian grafik yang negative itulah yang terletak dikanan S (liaht gmb. 15).
Maka nyatalah pula kebenaran pendapat yang kita peroleh pada hal. 14, yang boleh pula
dikatakan demikian:
Apabila p pos, maka

(lihat gmb. 14) {

(lihat gmb. 15) {

Apabila p neg, maka

Soal-soal
1. Gambarlah grafik dari fungsi-fungsi yang berikut: 1)

; 5)

; 6)

; 2)

3)

; 4)

; 7)

2. Gambarlah garis lurus yang mempunyai persamaan:


1)

; 2)

; 3)

; 4)

Apakah yang dapat diketahui dari 1) dan 2)? Dan dari 3) dan 4)?
3. Gambarlah garis lurus yang mempunyai persamaan
; grafik fungsi linier yang
manakah garis lurus itu? Tentukan sudut , yang dibuat oleh garis-garis lurus dengan sumbu x?
4. Diketahui titik-titik G(0,12), H(0,-17) dan K(17,5). Tentukanlah persamaan garis lurus yang
melalui G, yang koefisien arahnya
koefisien arahnya

; demikian pula dari garis-garis lurus melalui H, yang

dan begitu pula garis lurus melalui K yang koefisien arahnya

5. Tentukanlah persamaan-persamaan (lihat nomor 4) garis lurus GH,GK dan HK. Grafik fungsi
linier yang manakah HK itu?
6. Selidiki, adakah titik-titik yang dibawah ini terletak pada garis lurus yang diberikan
a) A(-5,-6) pada
b) B(3,-19) pada
c) C(-12,-4) pada
d) D(a+b,a-b) pada
e) E(

) pada

7. Berapakah harga absis titik P, apabila diketahui, bahwa (


) terletak pada garis lurus
? Berapakah ordinat R apabila R(5, ) terletak pada garis lurus
; dan ordinat
S, apabila S(-4, ) terletak pada garis lurus
?
8. Tentukanlah koordinat-koordinat titik (
), apabila titik itu terletak pada garis lurus
. Demikian pula dari (
) apbila B terletak pada garis lurus
9. Tentukanlah tempat kedudukan segala titik-titik, yang absisnya 3 kali sebesar ordinatnya. Grafik
fungsi yang manakah tempat kedudukan itu?
10. Buatlah sebuah fungsi linier dalam x, yang positif untuk
dan negative untuk
. Buat
pulalah sebuah fungsi lain, yang positif untuk
dan negative untuk
.
11. Untuk harga-harga x yang manakah fungsi-fungsi yang berikut nol, positif dan negative?
a)
;
b)
15;
c)

d)

12. Untuk harga-harga x yang manakah fungsi-fungsi yang berikut nol, positif dan negative?
a)
;
b)
;
c)
;

d)

(p dan q menyatakan bilangan positif).

13. Untuk harga-harga x yang manakah bentuk

dan

daripada no? pertanyaan serupapula untuk

maupun bentuk

; juga untuk

itu lebih besar


dan

14. Untuk harga-harga x yang manakah pecahan-pecahan yang dibawah itu positif? Dan untuk
harga-harga x yang mana negative
)

a)

15. Untuk harga-harga x yang manakah pecahan

itu negative?(p,q,r dan s itu menyatakan

bilangan yang positif).


16. Pecahan ketidaksamaanyang berikut:
a)

17. Buktikanlah, bahwa dua garis lurus yang koefisien arahnya sama, berjalan sejajar. Apakah
perhubungannya antara koefisien arah dari dua garis lurus yang tegak lurus timbale balik?
18. Tentukanlah koordinat-koordinat titik potong garis-garis yang berikut:
a) {

b) {

19. Tentukanlah persamaan garis lurus, yang menghubungkan titik asal dengan titik potong garisgaris lurus
dan
20. Buktikanlah, bahwa grafik-grafik

dan

) melalui satu

titik. Kemudian gambarlah ketiga grafik itu.


21. Tentukanlah persamaan-persamaan garis lurus, yang digambar pada gmb. 16-19 (kesatuan
panjang : cm
Y

Y
p

a
O

X
O
Telah kita lihat, bahwa fungsi
(
) terus menerus naik atau terus menerus turun,
apabila kepada x diberikan harga-harga yang semakin lama semakin besar; fungsi itu naik, jika a
positif dan turun, jika a itu negative. Maka fungsi itu akan melalui segal mjacam harga dari
hingga
(a pos), atau dari
hingga
(a neg). jadi pada suatu ketika fungsi itu mestilah mencapai
harga nol; hanya sekali saja harga itu dicapai, sebab fungsi itu terus menerus naik atau terus menerus
turun. Dengan demikian akar persamaan
hanyalah ada sebuah. Dengan gambar hal ini
mudah sekali diperlihatkan. Bila
, grafik fungsi
itu merupakan sebuah garis lurus,
yang memotong sunbu x disatu titik saja; ordinat titik itu sama dengan nol ; jadi oleh absis titik itu
disamakan dengan nol; maka apabila
. Akar persamaan
itu tidaklebih daripada
sebuah saja.
Selanjutnya hendak kita selidiki pecahan dua persamaan, yang mengandung dua bilangan,
( )
yaitu:{
( )
Dalam gambar 20 telah kita lihat, bahea tiap-tiap persamaan itu menyatakn sebuah garis lurus
(lihat gmb.20). maka x dan y dapat ditentukan dari kedua persamaan itu dengan mencari koordinatkoordinat sebuah titik S, yang terletak pada garis lurus yang pertama, maupun pada garis lurus yang
kedua, jadi yang merupakan titik potong garis-garis itu. Umpamakanlah bahwa koordinat-koordinat
titik potong S itu, sehingga diperoleh:
{
Tentang titik potong S itu, nampaklah dua hal yang istimewa yakni (lihat gnb. 20):
1. Kedua garis lurus itu berjalan sejajar.
Dalam hal itu koefisien arahnya tentu sama, sehingga:

, sedang

garis-garis itu akan memotong sumbu y (atau sumbu x) pada titik-titik yang berlainan, jadi
(atau
Jadi apabila

), atau

(atau

).

, maka kedua garis lurus itu berjalan sejajar dan tidak mempunyai titik

potong (dalam daerah yang terbatas); sesungguhnyalah persamaanb (1) dan (2) dalam hal itu
berlawanan (lihat gmb 7), atau dengan kata-kata lain: susunan itu tidak dapat dipecahkan.
2. Kedua garis lurus itu berimpit
Dalam hal ini tidak hanya koefisien arahnya yang harus sama, titik potongnya dengan
sumbu y (atau dengan sumbu x) pun harus pula berimpit, sehingga dipenuhilah syarat yang
berikut:

Maka persamaan-persamaan (1) dan (2) itu bergantung (lihat gmb. 7) dan pemecah
susunan banyaknya tidak berhingga. Sesungguhnyalah jumlah titik-titik yang terletak pada

kedua garis itu banyaknya tidaka berhingga, yaitu segala titik dari salah satu garis lurus yang
diketahui itu.
SOAL-SOAL
1. Gambarlah grafik fungsi

; untuk

hendaklah berturut-turut diambil harga

1,2,3,5,10. Tentukanlah titik nol fungsi bagi tiap-tiap grafik itu.


Carilah dan dari susunan-susunan persamaan yang diberikan dibawah ini dan gambar pula
grafiknya:
2. {
3. {
4. {
5. Selidiki, apakah garis lurus
itu telah melalui titik potong
dan
.
6. Tentukanlah persamaan garis lurus, yang menghubungkan 0 dengan titik potong
dan
, tapi tiada dengan menentukan titik potong kedua garis lurus yang terakhir itu.

PERSAMAAN KUADRAT
Pemecahnya
Pada hal 4 telah kita lihat, bahwa bentuk umum persamaan kuadrat itu diwujudkan oleh:
(

Dalam pada itu biasanya diusahakan, agar supaya positif; maksud itu dapat tercapai jua,
meskipun tanda itu negative, yaitu dengan jalan memperbanyak segala suku ruas pertama dengan
bilangan -. Apabila kofaktor dari
itu sama dengan 1, maka diperolehlah bentuknya yang biasa:

Suatu persamaan disebut persamaan kuadrat yang sejati, bila kofaktor dari itu sama dengan
nol dan disebut persamaan kuadrat yang tidak lengkap, apabila suku yang diketahui sama dengan nol.
Adakalanya persamaan disebut persamaan kuadrat yang tercampur, jika
. Untuk selanjutnya
perkataan persamaan kuadrat itu sekali-kali disingkat menjadi p.k. Maka didapatlah ikhtisar yang
berikut:
Bentuk umum

bentuk biasa

pemecahnya p.k. yang tak lengkap


itu mudah saja, sebab persamaan ini ekivalen
(lihat dalil ke-3 hal. 7) dengan susunan dua persamaan:
, yang kedua-duanya bersifat
linier. Maka unutk persamaan itu didapatlah akar-akar

dan

Juga p.k. yang sejati mudah dikembalikan menjadi dua persamaan linier, yang ekivalen dengan
persamaan yang asli itu. Setelah diperbanyak dengan , persamaan itu menjadi:
(

,atau

, atau:

Nyatakanlah persamaan itu (lihat pila hal 7) ekivalen dengan susunan persamaan-persamaan:
, sehingga untuk akar-akar itu didaptkanlah harga-harga:
)
(
)

)(

Akar-akar itu dapat segera diketahui dari:


; akan tetapi cara ini tidak memperlihatkan, bahwa persaam itu tidak mempunyai akarakar yang lain daripada yang didapatkan diatas. Agaknya persamaan kuadrat sejati mempunyai dua
akar riil yang berlawanan, bila tanda dan itu sama, sedang kedua akar itu sama dengan nol, jika
.
Juga pemecahan persamaan kuadrat dalam bentuk umumnya dapat dikembalikan menjadi
pemecahan dua persamaan linier. Adakalanya ruas pertama dari persamaan yang telah dijabarkan
kepada nol itu mudah diuraikan menjadi factor-faktor linier. Misalnya demikian:
; setelah diuraikan, diapatlah (

1.

)(

2.

; setelah diuraikan, diapatlah (

)(

3.

; setelah diuraikan, diapatlah (

)(

), yang memberikan
), yang memberikan
), yang memberikan

.
Jika ruas pertama bisa ditulis sebagai selisih dua bilangan kuadrat, maka penguraianpun dapat pula
segera ditulis, misalnya:
4.

; yaitu (

( )

, jadi (

)(

5.

; ruas pertama diperbanyak dengan 5, sehingga diperoleh:


; yaitu (
)
, atau (
)
( )
,sehingga penguraian itu
menjadi:
)
)(
, yang memberikan
)
(
Dengan jalan yag sama seperti dalam contoh yang terakhir, soal yang umum kita
pecahkan, yakni demikian:

Sehingga diperoleh:

( )
Dari bentuk yang terakhir itu untuk akar-akar persamaan didapatlah rumus:

Apabila

( )

, maka kedua persamaan linier (1) itu menjadi

dikatakan, bahwa persamaan mempunyai dua akar yang sama


mempunyai akar kembar
sama 3, sedang

. Dalam hal itu

, atau bahwa persamaan itu

. Demikianlah persamaan

mempunyai dua akar yang

mempunyai akar kembar, yang sama dengan 0.

6.

, jadi

7.

Sehingga :
8. (

, jadi

, jadi
, jadi

)
(

)(
)

(
Sehingga:

9. (

10.

dan

)
(

) jadi:
, sehingga:

,jadi:
(

),

yang memberikan:
, jadi
(

) dan
, jadi

Dalam uaraian yang diatas itu ternyata, bahwa persamaan kuadrat itu(jadi yang koefisien nya
tidaka sama dengan nol) hanya mempunyai dua buah dan tidaka lebih daripada dua buah akar
saja(yang dalam hal yang luar biasa mungkin sama). Bahwasanya persamaan persamaan semacam itu
tidak dapat mempunyai akar-akar yang berlainan lebih daripada dua buah, mudah pula iperlihatkan
dengan bukti khayal.
Umpama saja persamaan:

(a,b dan c itu tidak ketiga-tiganya sama dengan nol) mempunyai tiga akar yang berlainan, misalnya
dan , maka akan diperolehlah:
1
-1

-1
Oleh karena
(

dan

, maka akan didapatlah:

Maka tentu akan diapat


; dan bila demikian halnya, bentuk (
menjadi
dan menurut ketentuan-ketentuan yang diperoleh tentulah

akan berubah

Kesimpulan ialah: apabla dari suatu persamaan yang derajatnya tidak lebih daripada dua
diketahui, bahwa ia dipenuhi oleh harga-harga anu, yang banyaknya lebih daripada dua, maka segala
koefisiennya sama dengan nol.
Sifat yang terakhir itu adalah suatu hal yang luar biasa dari salah satu akibat dalil sisa
Pemecahan suatu persamaan tingkat tinggi, yang dapat dijabarkan kedalam bentuk:

Sedang P itu merupakan bentuk, yang pada umumnya mengandung anu dalam setinggitingginya derajat kedua, dapat ikembalikan kepada pemecah beberapa persamaan kuadrat. Untuk itu P
dari persamaan kuadrat yang diatas (dalam P) dipecahkan seperti biasa, kemudian dicarilah bilangan
anu itu dari tiap-tiap persamaan:
Sekedar sebagai penjelasan, dibawah diberikan sebuah contoh:
11. Pecahkanlah persamaan:
(

)(
)
, maka persamaan itu menjadi:

Jalan. Misalkanlah
(
)
, atau
Persamaan yang terakhir itu memberikan:
dan
.
Dari
didapat
, yang menghasilkan
dan
.
Dari
didapat
, yang menghasilkan
dan
.
Maka hasil yang dinyatakan itu ialah:
,
,
dan
.
Dalam contoh yang diatas, bentuk
telah kita misalkan y; dalam hal yang demikian
dikatakan, bahwa kita telah memasukan anu yang baru (yaitu y).
Pemecahan umum dari persamaan kuadrat

Itu memberikan jalan pula kepada kita untuk menguraikan bentuk


factor linier. Demikian jalannya:

, yaitu

dan

)+

= (

Dalam bentuk itu

*(

)(

kedalam dua

)(

adalah lawan daripada akar-akar persamaan

dan

Maka telah terdapatlah:


(
Sedang

dan

)(

dalam bentuk ini merupakan akar-akar dari

( )

Cara mempergunakan metode yang diatas itu hendak kita jelaskan dengan contoh, terutama
bentuk-bentuk seperti
, yang mengandung bentuk sebarang P.
12. Uraikanlah:
)(
), sedang dan
jalan. Bentuk itu sama dengan (
kuadrat
.
Rumus itu dipecahkan dengan rumus (1), yang menghasilkan
sehingga

dan

; maka

itu akar-akar persamaan

)(

(
)(
).
13. Uraikanlah:
.
Jalan. Suku tiga yang diatas itu kita pandang sebagai suatu bentuk dalam x; maka
)(
), sedang dan itu menyatakan akar-akar dari
penguraiannya menjadi (
persamaan kuadrat:

Persamaan itu memberikan:


(

. Maka persamaan itu menjadi:


) (
)(
)(

, sehingga

dan

).

14. Uraikanlah:
.
Jalan. Bentuk yang diatas itu dipandang sebagai bentuk berpangkat dua dari a; penguraiannya
)(
yaitu: (
), sedang dan
itu merupakan akar-akar dari persamaan kuadrat:
(
)
Kita mendapat:
(
), sehingga

)(
dan
. Maka penguraian itu menjadi: (
). Bentuk yang
diberikan itu boleh pula dipandang sebagai bentuk dalam b atau bentuk dalam c.
15. Uraikanlah: (
)
(
)
(
)
.
Jalan. Bentuk ini dipandang sebagai fungsi pangkat kedua dalam x; setelah disusun, bentuk itu
menjadi:
(
)
(
)
(
)
Factor
itu mudah sekali terlihat, sehingga tinggalah kita menguraikan:
(
)
(
)(
)
Jadi bentuk yang diberikan itu ternyata dapat diuraikan menjadi:
(
)(
)(
)
Hal mana mudah pula diperoleh dengan mempergunakan dalil sisa. Dalam hal ini persamaan
kuadrat yang bersangkutan agakny a tidak perlu dipecahkan terlebih dahulu.
16. Uraikanlah kedalam factor-faktornya (atau: ubahlah kedalam bentuk logaritma):
.
Jalan. Bentuk ini dipandang sebagai fungsi derajat kedua dalam
; mula-mula
ditentukanlah akar-akar persamaan kuadrat dalam
, yaitu:
Maka didapatlah:

Jadi penguraian itu:


*
(
)+*
(

(
)

)+

Bentuk yang diberikan itu boleh juga dipandang sebagai fungsi derajat kedua dalam
; akan
tetapi bentuk itu bukan suatu fungsi derajat kedua dalam
(melainkan dalam
).

SOAL-SOAL
1. (
2. (
3. (
4.
5. (
6. (
7. (
8.
9. (
10.
11.
12. (
(
13. (
14.
15.
16. (
17.
18. (
19. (
20. (
21.
22.
23.
24. (

)(

)
)

)
)(
)(
)
(
)

(
)
)
(
)

)
)
)

)(

(
)
(

(
(

)
)
)(

)(

)(

)
(
(

)
)
)

) (

)
)
)(
)

)
)

(
)

)(

)
(

(
)(
)
(
)(
)(
)(
)
(
)(
)(
)(
)
(
)
(
)
Uraikanlah bentuk-bentuk yang berikut kedalam factor linier:
29. a)
; b)
.
25.
26.
27.
28.

30. a)
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.

(
(
(

)
)
)
)

)
(
(
(

a)

; b)

)
)
)
)

Sifat-sifat akar
Ketika mencari akar-akar persamaan kuadrat
(

Telah ternyata, bahwa persamaan itu sederajat dengan kedua persamaan linier

Meskipun kita menganggap, bahwa koefisie-koefisien a,b dan c itu riil, akar-akar persamaan itu
belum tentu riil pula. Hal itu tergantung daripada tanda
; jika tandanya positif maka

itu riil dan tidak sama dengan nol, sehingga persamaan mempunyai dua akar yang riil serta

berlainan. Jika

, maka akar-akarnya riil, tapi sama, sedang harganya sama dengan

(bandingkanlah dengan hal. 64-64). Bila


negatif, bentuk
bersifat khayal, sehingga
persamaan itu tidak mempunyai akar. Rupa-rupanya hal riil atau tidaknya daripada akar-akar itu
ditentukan oleh tanda dari bentuk
. Bentuk itu disebut diskriminan dari persamaan
dan biasanya ia dinyatakan dengan huruf D; bentuk itu pada pemecahan persamaan terdapat
dibelakang tanda akar.
Maka kita telah mendapatkan:
(

Akar-akar persamaan
Riil dan berlainan, jika

>0;

Riil dan sama ,

=0;

jika

) itu:

Tidak riil,

jika

<0.

Hal rasional atau atau tidaknya dari aka-akar persamaan itu ditentukan oleh diskriminan.
Sebabnya, bila D itu merupakan kuadrat dari bilangan yang rasional, maka itu rasional pula dan
sifat itu berlaku juga bagi akar-akar persamaan; dalam hal yang sebaliknya (jika D>0) tidak
rasional, sehingga akar-akar persamaan tidak terukur pula.
Jika a, b dan c itu bilangan-bilangan yang riil (
),sedang ,sedang
, jadi akar-akar
itu riil juga, maka dapatlah selanjutnya kita menyelidiki tanda akar-akar itu.
Pemeriksaan itu biasanya dilakukan dengan pertolongan tanda-tanda jumlah dan hasil kali akar-akar

persamaan. Dari:{

Diperoleh dengan jalan menjumlah dan memperbanyakkan:

Selanjutnya didapatkan pula:


(

Sehingga:
(

Maka ternyatalah pula, bahwa jika akar-akar persamaan itu riil dan berlainan, sedang a itu suatu
bilangan yang riil pula D>0: bahwa D=0, jika akar-akarnya sama, dan bahwa D<0, jika a riil, sedang
akar-akarnya tidak riil.
Bila persamaan
tidak mempunyai akar yang sama dengan nol, maka bilangan
a itu riil, tanda akar-akar persamaan itu (setelah dianggap, bahwa akar-akar itu riil) memberikan:
. Kedua akar persamaan itu positif, sehingga jumlah dan hasil kalinyapositif
. Sebuah akar positif, sedang akar yang kedua negative, sehingga hasil kalinya negative dan
jumlahnya positif atau negative, tergantung dari akar yang harga mutlaknya terbesar,positif atau
negative (apabila harga mutlak dari kedua akar itu sama, artinya bila akar yang pertama berlawanan
dari akar yang kedua., maka jumlahnya sama dengan nol).
. Kedua akar itu negative; jumlahnya bertanda negative dan hasil kalinya positif.
Apabila akar-akar persamaan itu riil, maka sebaliknya tanda akar-akar itu ditentukan oleh tanda
junlah dan hasil kalinya. Oleh sebab tanda jumlah dan hasil kali akar-akar itu dapat diketahui dengan

segera dari tanda koefisienkoefisien persamaan, tanda akar itupun dapat diketahui dari tanda koefisienkoefisien itu.
Pembicaraan yang diats itu hendak kita jelaskan dengan beberapa buah contoh:
1. Buktikan, bahwa persamaan yang koefisien-koefisien riil
(
)
(
)
(
)
Mempunyai aka-akar yang riil pula.bilamana akar-akarnya sama?
Jalan. Mula-mula kita menentukan diskriminannya:

* (

)+

)(

*(

(
)
,
Sehingga akar-akarnya mestinya riil. Akar-akar itu hanya akan sama, apabila D=0, jadi jika
a=b dan c=0. Tapi bila demikian halnya, maka segala koefisien persamaan yang diberikan itu
menjadi nol, sehingga kejadian ini tidak perlu dipandang lebih lanjut. Lain daripada itu akarakar persamaan merupakan bilangan yang riil yang harganya berlainan.
(
)
(
)
2. Untuk harga-harga m yang manakah, akar-akar persamaan
itu sama?
Jalan. Diskriminan persamaan itu m mesti sama dengan nol; maka diperoleh pulalah:
(

, atau