Anda di halaman 1dari 5

1.

JUDUL:
Uji Aktifitas Sediaan Tablet Salut Kulit Buah Jeruk Pontianak (Citrus nobilis Lour. Var.
microcarpa) sebagai obat antidiare terhadap mencit putih (Mus musculus L.)

2. LATAR BELAKANG:
Jeruk Pontianak merupakan jenis jeruk siam yang banyak diusahakan dan paling luas
penyebarannya di Indonesia. Jeruk Pontianak termasuk buah musiman, jadi keberadaannya
tergantung pada waktu dan keadaan cuaca. Pada saat musim panen produksi jeruk melimpah.
Hal ini menyulitkan para petani untuk menyimpan dan memasarkannya. Melimpahnya jeruk
di pasaran menyebabkan turunnya harga jeruk di pasaran . Selain itu melimpahnya jeruk
mengakibatkan melimpahnya limbah berupa kulit, ampas dan biji. Ampas jeruk diperoleh
sebagai produk sampingan industri sari buah jeruk. Saat ini ampas jeruk digunakan untuk
pakan ternak atau hanya dibuang sebagai limbah industri. Pemanfaatan ampas tersebut
kurang optimal, padahal ampas jeruk mengandung komponen yang bermanfaat bagi manusia.
Salah satu komponen senyawa aktif yang bermanfaat yang terdapat pada limbah kulit dan
ampas jeruk adalah pektin.
Pektin merupakan senyawa polisakarida dengan bobot molekul tinggi yang banyak
terdapat pada tumbuhan. Pektin digunakan sebagai pembentuk gel dan pengental dalam
pembuatan jelly, makanan rendah kalori (National Research Development Corporation,
2004). Pektin memiliki potensi yang baik dalam bidang farmasi. Towle dan Christensen
(1973) menyatakan bahwa sejak dahulu pektin digunakan dalam penyembuhan diare dan
menurunkan kandungan kolesterol darah. Pektin melalui pembuluh darah dapat
memperpendek waktu koagulasi darah yang berguna untuk mengendalikan pendarahan
(Hoejgaard, 2004). Kandungan pektin pada kulit jeruk berkisar antara 20-35 % dari berat
kering. Pektin tersebut dapat diekstraksi dengan cara sederhana, biaya yang tidak mahal, dan
dapat diterapkan dalam skala kecil. Kulit Jeruk Pontianak memiliki kandungan pektin yang
cukup tinggi.
Diare masih merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Prevalensi
diare klinis adalah sebesar

9,0%. Kematian akibat penyakit diare

tersebar di semua

kelompok umur dengan prevalensi tertinggi terdeteksi pada balita (16,7%)1. Data Pusat
Statistik Kota

Pontianak pada tahun 2008 menyebutkan jumlah anak penderita diare

merupakan penyakit yang terbanyak kedua setelah penyakit pada saluran pernafasan yaitu

sebanyak 8.930 kasus berdasarkan data yang dikumpulkan dari 22 Puskesmas di Kota
Pontianak
Pengobatan dalam menanggulangi diare dapat mengunakan zat pektin. Pektin bekerja
dengan membentuk gumpalan seperti gel saat zat pektin ini berikatan dengan cairan. Selain
itu pektin juga dapat bekerja melawan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan diare, dan
pektin oleh flora normal di usus dapat membentuk suatu lapisan yang dapat menutupi bagian
usus yang mengalami iritasi, selain itu juga, pektin bekerja dengan menghambat motilitas
usus (Yajima, 1985).
Salah satu bentuk sediaan obat antidiare adalah tablet kunyah. Tablet kunyah
merupakan tablet yang diformulasikan untuk dikunyah yang memberikan residu rasa enak
dalam rongga mulut, mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.
Keuntungan tablet kunyah dibandingkan dengan bentuk sediaan padat oral lainnya meliputi
ketersediaan hayati yang lebih baik dan melewati proses disintegrasi yang lebih cepat. Selain
itu, sediaan tablet kunyah juga dapat digunakan sebagai pengganti bentuk sediaan cair karena
sediaan ini dirancang untuk memberikan permulaan kerja obat (onset) yang cepat,
meningkatkan penerimaan pasien (terutama anak-anak) karena memiliki cita rasa yang
menyenangkan (Siregar, C.J.P. dan Wikarsa, S. 2008)
. Formulasi pektin ekstrak kulit buah jeruk pontianak pada penelitian ini dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas senyawa pektin setelah diformulasi sehingga
memperoleh formulasi sediaan tablet salut ekstrak kulit Jeruk Pontianak yang memberikan
efektivitas paling baik yang telah diuji stabilitas fisiko kimia sediaannya.
Berdasarkan pengetahuan yang didapat dari keterangan diatas, penulis tertarik untuk
membuat formulasi sediaan tablet kunyah menggunakan ekstrak kulit Jeruk Pontianak serta
menguji seberapa jauh pengaruh pektin yang terdapat dalam sediaan tablet kunyahk kulit
Jeruk Pontianak untuk menyembuhkan diare.

3. Masalah Penelitian
Apakah kandungan pektin pada sediaan tablet kunyah kulit Jeruk Pontianak efektif
digunakan sebagai antidiare?
Apakah formulasi sediaan tablet kunyah kulit Jeruk Pontianak memenuhi mutu dan
syarat sediaan?

4. Tujuan Penelitian

mengetahui efektivitas kandungan pektin pada sediaan tablet kunyah kulit Jeruk
Pontianak sebagai antidiare
mengetahui formulasi sediaan tablet kunyah kulit Jeruk Pontianak memenuhi mutu
dan syarat sediaan

5. Hipotesa Penelitian
Senyawa pektin pada sediaan tablet kunyah kulit Jeruk Pontianak sangat efektif
digunakan sebagai antidiare
formulasi sediaan tablet kunyah kulit Jeruk Pontianak memenuhi mutu dan syarat
sebagai sediaan tablet yang baik

6. Data apa saja yang anda perlukan?


Data yang diperlukan
frekuensi

Cara mendapatkannya

Jenis data

defekasi metode transit intestinal dan metode Numeric, rasio

mencit

proteksi terhadap pada mencit yang


dibuat diare oleh Oleum ricini

motilitas usus

metode transit intestinal dan metode Numeric, rasio


proteksi terhadap pada mencit yang
dibuat diare oleh Oleum ricini

konsistensi feses

mencit diberi oleum ricini kemudian

Kualitatif, ordinal

dilakukan metode Chi Square


Evaluasi sifat fisika uji homogenitas, uji sifat alir, uji
granul

numeric

kompresibilitas granul, dan uji


distribusi ukuran granul.

Evaluasi sifat fisika Uji keseragaman bobot, kekerasan


sediaan

tablet, uji waktu hancur, uji tanggap


rasa

numeric

8. Definisi Operasional
No

Jenis Variabel

.
1.

Definisi

Alat ukur dan Kategori

operasional

cara ukur

Skala

Variabel
independen
Sediaan
Kunyah

Tablet Pemberian
Ekstrak Sediaan

Kulit

Jeruk Kunyah

Pontianak

Perhitungan

3 volume yang numerik

Tablet obat ke dosis berbeda


Ekstrak mencit

Kulit

Jeruk

Pontianak

pada

mencit
2.

Variabel dependen
defekasi mencit

motilitas usus

Frekuensi

Analisis

data

defekasi mencit

Chi Square

Kecepatan

analisis

motilitas usus

menggunakan

numerik

data

metode Anova
dan

Tukey

HSD
Feses mencit

Konsistensi feses

Analisis

data

numerik

Chi Square
Evaluasi sifat fisika uji sifat alir
granul

uji

Menghitung
sudut

25<x<40

diam Kompresibilita

kompresibilita

menggunaka

n corong

Aliran

Timbang 100
g

numerik

granul

(%)

Sifat

5 12 Sangat
baik

masukkan ke

12 18 Baik

dalam gelas

18 23 Cukup

ukur

23

dan

33

dicatat

Kurang

volumenya,

33 38 Sangat

kemudian

kurang

granul

> 38 Sangat

dimampatka

buruk

sebanyak

500

kali

ketukan
dengan

alat

uji
Evaluasi sifat fisika
sediaan

Uji

Disesuaikan

kesereagaman

dengan

bobot

persyaratan

Kekerasan
tablet
Kerapuhan
tablet

Farmakope
Menggukan
hardner
tester

Uji tanggap rasa Menggukan


fribiliator
tester
Tanggapan
rasa

dari

konsumen