Anda di halaman 1dari 18

AUDIT KEUANGAN NEGARA

AUDIT ATAS TRANSAKSI BELANJA

KELOMPOK 6

Dwi novica nurul 1202120250


Heliana Wijaya 1102113069
Mica Altensy 1102113376
Struri Suhaesti

PENGERTIAN BELANJA
MENURUT JENIS BELANJA
Belanja Pegawai adalah belanja kompensasi, baik dalam bentuk uang
maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil
(PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum
berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan
kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.
Belanja Barang adalah pengeluaran untuk menampung pembelian barang
dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa yang
dipasarkan maupun tidak dipasarkan, dan pengadaan barang yang
dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat dan belanja
perjalanan.

PENGERTIAN BELANJA
MENURUT JENIS BELANJA
Belanja Bunga adalah pengeluaran pemerintah untuk
pembayaran bunga (interest) atas kewajiban
penggunaan pokok utang (principal outstanding) yang
dihitung berdasarkan posisi pinjaman jangka pendek
atau jangka panjang.
Subsidi yaitu alokasi anggaran yang diberikan kepada
perusahaan/ lembaga yang memproduksi, menjual, atau
mengimpor barang dan jasa untuk memenuhi hajat
hidup orang banyak sedemikian rupa sehingga harga
jualnya dapat dijangkau masyarakat

PENGERTIAN BELANJA
MENURUT JENIS BELANJA
Hibah adalah pengeluaran pemerintah dalam bentuk uang/barang
atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah lainnya, perusahaan
daerah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, yang secara
spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan
tidak mengikat, serta tidak secara terus menerus.

Bantuan Sosial adalah transfer uang atau barang yang diberikan


kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya
risiko sosial. Bantuan sosial dapat langsung diberikan kepada
anggota masyarakat dan/atau lembaga kemasyarakatan termasuk
didalamnya bantuan untuk lembaga non pemerintah bidang
pendidikan dan keagamaan.

PENGERTIAN BELANJA
MENURUT JENIS BELANJA
Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset
tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode
akuntansi. Untuk mengetahui apakah suatu belanja dapat
dimasukkan sebagai Belanja Modal atau tidak, maka perlu diketahui
definisi aset tetap atau aset lainnya dan kriteria kapitalisasi aset
tetap.
Belanja lain-lain/tak terduga adalah pengeluaran anggaran untuk
kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang
seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial, dan
pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam
rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah pusat/daerah.

SIFAT SIKLUS BELANJA DAERAH


Siklus belanja daerah mencakup berbagai proses
dan keputusan untuk memperoleh barang dan
jasa yang diperlukan dalam pelaksanaan
kegiatan pemerintah daerah, termasuk dinas
dan instansi pemerintah daerah.
Siklus ini dimulai dengan adanya permintaan
pembelian dari berbagai dinas/setingkat dinas
melalui pengajuan daftar isian anggaran dari
masing masing dinas.

PEMAHAMAN ATAS STRUKTUR


PENGENDALIAN INTERNAL BELANJA
1. Lingkungan Pengendalian
2. Sistem akuntansi
3. Prosedur pengendalian, meliputi :
Otorisasi yang memadai
Adanya pemisahan tugas
Dokumen dan catatan
Pengendalian atas setiap akses terhadap harta
atau aktiva perusahaan
Pemeriksaan independen

STRATEGI AUDIT
Strategi audit yang sering dipakai adalah
pendekatan tingkat resiko kontrol yang
ditetapkan lebih rendah.
Faktor lain untuk memilih strategi audit adalah
manfaat versus biaya.auditor membandingkan
biaya untuk melakuan pengujian pengendalian
intern dengan hemat pada pengujian subtantif.

TUJUAN AUDIT
Tujuan audit ditentukan berdasarkan lima
kategori pernyataan laporan keuangan berikut:
Pernyataan Keberadaan dan Keterjadian
Pernyataan Kelengkapan
Pernyataan Hak dan Kewajiban
Pernyataan Penilaian dan Pengalokasian
Pernyataan Pelaporan dan Pengungkapan

Pelaksanaan Pemeriksaan Belanja


Langkah2 yang dilakukan :
1.Memahami Pengendalian internal,
2.Mengujinya Pengendalian Internal
3.pertimbangan biaya dan manfaat,
4.uji pengendalian subtantif saldo dan transaksi
5.Prosedur analisis dan pengujian saldo rinci

Prosedur audit
Pengujian pengendalian
Pengujian subtantif atas transaksi
Prosedur analitis

Prosedur pemahaman dan peng ujian


pengendalian
Initial audit(untuk mengetahui permasalahanpermasalahan yang ada sebelum dilakukan Main Audit)

Pelajari pedoman sisdur akuntansi di UAKPA


Pelajari pedoman sisdur pembayaran melalui uang persediaan
Pelajari pedoman sisdur pembayaran langsung
Pelajari apakah kunci kunci pengendalian telah memadai
Lakukan tanya jawab untuk memperoleh informasi yang lebih
lengkap dan jelas
Lakukan pemeriksaan dokumen dan catatan yang diharuskan
ada oleh manual
Lakukan pengamatan terhadap pelaksanaan pengendalian
Lakukan pengujian ulang prosedur yang lemah

Prosedur pemahaman dan peng ujian


pengendalian Lanjutan
Ulangan /repeat audit :
Pelajari KKP tahun lalu
Pelajari hal baru dalam pedoman Peng intern
Lakukan tanya jawab untuk memperoleh informasi
yang lebih lengkap dan jelas
Lakukan pemeriksaan dokumen dan catatan yang
diharuskan ada oleh manual
Lakukan pengamatan terhadap pelaksanaan
pengendalian
Lakukan pengujian ulang prosedur yang lemah

Pengujian subtantif atas transaksi


Lakukan pengujian pembukuan ditingkat satker paling rendah.
Dapatkan laporan belanja dan Telusuri kecatatan pendukung
Telusuri ke bukti pendukung, SP2D, kuitansi, SPK, Kontrak,sk
kepangkatan, keputusan hukuman PNS.
Telusuri ke bukti pendukung lainnya yang berkaitan, pendukung SPK
dan Kontrak, spesifikasi barang , owner estimate dll
Lakukan pengujian kebenaran bukti dengan substansinya
Lakukan pengujian terhadap alokasi dan klasifikasi, kecocokan dgn
DIPA dan BAS
Lakukan pengujian akurasi pencatatan dan dokumen pembayaran
Lakukan uji pisah batas atas belanja belanja pada akhir tahun
Lakukan pengujian ketaatan terhadap perpajakan, administrasi dan
penyetorannya

Pengujian subtantif atas transaksi


lanjutan
Lakukan wawancara dengan pejabat yang kompeten
Lakukan pengujian ketepatan waktu, pada spp,spm, sp2d dan
bukti pendukung lainnya
Lakukan konfirmasi untuk yang diperlukan
Lakukan pengujian fisik dan buat berita acara pemeriksaannya
Lakukan pengujian dari bukti pendukung kecatatan pendukung
Lakukan pengujian atas rekomendasi tahun lalu
Lakuan identifikasi kemungkinan adanya penyelewengan

Lakukan pengujian penggabungan akuntansi pada tingkat


satker di atasnya. : akurasi, klasifikasi dan penyajian

Prosedur analitis
Lakukan pembandingan realisasi dengan
anggarannya
Lakukan pembandingan realisasi dengan
jumlah tahun lalu
Lakukan pemeriksaan hubungan biaya
pemeliharaan dan aset yang berkaitan
Lakukan pendalaman terhadap indikasi yang
ditemukan dari prosedur analitis