Anda di halaman 1dari 6

BAB V

IMPLEMENTASI
Setelah membahas analis dan perancangan perangkat lunak selesai, maka
pada bab ini akan menggambarkan mengenai penerapan perangkat lunak yang
baru agar siap dioperasikan untuk itu perlu diadakan suatu kegiatan untuk
menerapkan implementasi perangkat lunak diantaranya adalah pembuatan
program, testing program dan dokumentasi. Tetapi dalam penyusunan tugas akhir
ini implementasi tersebut hanya dilakukan pada tahap pembuatan program dan
testing program. Untuk lebih jelasnya berikut ini akan dibahas tentang pemilihan
perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), pemrograman

dan

pengetesan program.
5.1. Pemilihan Perangkat Lunak
Sistem Perangkat lunak yang bertugas untuk melakukan kontrol
dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk
menjalankan software aplikasi. Adapun perangkat lunak yang diperlukan
adalah sebagai berikut:
a.Sistem Operasi Windows XP
Dalam perancangan sistem pengolahan data karyawan ini
digunakan sistem operasi windows XP SP 1 karena Sistem operasi
tersebut memiliki beberapa keuntungan diantaranya :
1. Microsoft Windows XP SP 1 memiliki stabilitas yang tinggi terhadap
sistem yang dimilikinya.
2. Aplikasi yang dijalankan pada sistem Windows XP SP 1 dapat
dijalankan oleh komputer lain melalui internet.

3. Memiliki sistem keamanan yang dapat digunakan untuk melindungi


folder-folder khusus agar dapat digunakan oleh pemiliknya sendiri.
4. Windows XP SP 1 dapat digunakan untuk berbagi aplikasi secara real
time ke seluruh dunia.
5. Banyak software yang kompatibel.
6. Banyak software yang stabil berjalan di operating sistem ini.
7. Tidak akan ada masalah atau konflik antara software dan hardware.
8. Instalasi software masih mudah dibandingkan dengan instalasi di
sistem operasi yang lain
b. Bahasa Program (Borland Delphi)
Kemudian dalam perancangan sistem pengolahan data penggajian
ini digunakan bahasa pemrograman Borland Delphi yang merupakan
salah satu bahasa pemrograman yang bekerja di bawah lingkup sistem
operasi windows, dimana Delphi memberikan fasilitas fasilitas
pembuatan aplikasi seperti Visual.
Alasan pemakaian bahasa pemrograman Delphi adalah karena
program Delphi memiliki banyak keunggulan adalah sebagai berikut:
1. Delphi

menyediakan

pemrograman

yang

komponen-komponen

handal,

sehingga

dan

memungkinkan

bahasa
untuk

membuat program aplikasi sesuai dengan keinginan, dengan


tampilan dan kemampuan yang canggih.
2. Delphi menyediakan fasilitas pemrograman yang sangat lengkap
fasilitas pemrograman tersebut dibagi dalam dua kelompok yaitu
kelompok object dan bahasa pemrograman.

3. Delphi menyediakan object yang canggih dan lengkap sehingga


memudahkan

pemrogram

dalam

merancang,

membuat

dan

menyelesaikan aplikasi database yang digunakan.


4. Delphi dapat menangani data dalam berbagai format database
misalnya Microsoft access, FoxPro, dan lain-lain. Format yang
dipakai dalam perancangan perangkat lunak ini adalah paradox.
5. Delphi digunakan untuk merancang program aplikasi yang memiliki
tampilan seperti program aplikasi lain yang berbasis windows.
5.2. Pemilihan Fasilitas Hardware
Dalam pembuatan suatu program terutama program untuk
menghasilkan data maka di butuhkan perangkat keras yang merupakan
komponen yang sangat mendukung. Hal ini merupakan komponen yang di
butuhkan dalam pembangunan sistem. Adapun perangkat keras yang
digunakan adalah sebagai berikut:
1. Pentium III 800 MHZ
2.

Monitor VGA 15 inci

3.

Keyboard 101 Key s

4. Harddisk 40 GB
5. Printer
5.3. Pemrograman dan Pengetesan Program
Pemrograman (programming) merupakan kegiatan menulis kode
program yang dieksekusi oleh komputer sebelum program diterapkan
terlebih dahulu dari kesalahan - kesalahan yang mungkin terjadi adalah
sebagai berikut:

1. Kesalahan bahasa program disebut juga kesalahan penulisan program


yang tidak sesuai dengan yang telah diisyaratkan. Kesalahan ini relative
mudah ditemukan dan diperbaiki, karena komputer akan memberikan
letak dan kesalahan program pada saat di komplikasi.
2. Kesalahan suatu proses (Run-Time Errors) adalah kesalahan yang
terjadi sewaktu executable program yang dijalankan.
3. Kesalahan logika (logical Errors) kesalahan dari logika program yang
dibuat.
5.4

Analisis Kelayakan sistem


5.4.1 Kelayakan Program ditinjau Dari Sudut Ekonomi
Aspek yang tidak kalah pentingnya dalam membangun
sebuah sistem yaitu aspek keuangan (Ekonomi). Motivasi dalam
pembangunan sistem informasi pada sebuah perusahaan atau
organisasi adalah motif keuangan. Dengan demikian aspek untung
rugi dalam pertimbangan utama dalam pengembangan sistem.
Tabel 4.8 Rincian Kelayakan Sistem
Rincian Biaya
Biaya Pengadaan Aplikasi
Biaya Pelatihan
Biaya Pemeliharaan
Total Biaya
Manfaat Berwujud
- Peningkatan informasi
Manfaat Tak Berwujud
- Perbaikan citra / nama baik
Total manfaat
Proceed
(Selisih Manfaat & Biaya

1. Perhitungan Payback Period

Thn 0
5.000.000
1.000.000
6.000.000

Thn 1
2.500.000

Thn 2
550.000
550.000
3.250.000

1.250.000
3.750.000

1.400.000
4.650.000

2.250.000

4.100.000

Total biaya pengadaan sistem pada tahun 0


Procced pada tahun I
Sisa biaya sistem pada tahun I
Sisa =

: Rp. 6.000.000
: Rp. 2.250.000 (-)
: Rp. 3.750.000

3.750.000
x 1 tahun 1,91 tahun (1 tahun + 10,8 bulan)
4.100.000

Periode pengembalian sudah dapat dicapai pada tahun ke-1. dari fakta
tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada tahun ke-2 mulai dapat
mengambil keuntungan dari sistem tersebut.
2. Analisis Return On Investment (ROI)
Perhitungan

persentase

manfaat

yang

dihasilkan

oleh

sistem

dibandingkan dengan biaya pengadaan sistem.


Biaya perhitungan sistem :
Biaya pengadaan aplikasi tahun 0
Biaya pelatihan tahun 0
Biaya pemeliharaan tahun 1
Biaya pemeliharaan tahun 2
Total Biaya

Rp. 5.000.000
Rp. 1.000.000
Rp.
0
Rp 550.000 (+)
Rp. 6.550.000

Total manfaat yang didapat :


Total manfaat tahun 1
Total manfaat tahun 2
Total Manfaat

ROI =

Rp. 3.750.000
Rp. 4.650.000
Rp. 8.400.000

8.400.000 6.550.000
x 100% 28,24 %
6.550.000

Sistem ini akan memberikan keuntungan pada tahun ke-2 sebesar


28,24 % dari biaya pengadaan, sehingga sistem ini layak digunakan.

5.4.2 Kelayakan Program Ditinjau Dari Sudut Keamanan

Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam sistem


informasi adalah aspek keamanan data. Untuk mencegah jatuhnya
informasi kepada pihak lain salah satu cara yang didapat dilakukan
adalah pembatasan hak akses berupa login pada sebuah aplikasi
pengolahan data. Bila dibandingkan dengan sistem manual yang masih
mengandalkan arsip kemungkinan besar arsip tersebut akan tercecer,
namun dengan menggunakan sistem komputeriasi data akan tersimpan
rapi dan aman dalam sebuah database. Untuk mencegah hilangnya
informasi penting akibat ancaman virus dan kerusakan hardware, data
harus di back up ke media penyimpanan yang terpisah seperti disk, dan
media removable lainnya secara berkala.