Anda di halaman 1dari 29

Ekonomi Bahan Galian

Mineral dan Peradaban Manusia :


Penggunaan mineral berkaitan dengan usaha peningkatan tingkat kehidupan
manusia.
Penggenuaan mineral meningkat dari tahun ke tahun
Distribusi mineral tidak merata.
Konstribusi mineral di masa mendatang :
Di dunia ini hampir semua negara menghandalkan tingkat kemakmurannya pada
pasokan mineral untuk industri manukfakturingnya.
Bagi negara industri di perlukan untuk mempertahankan standar hidupnya.
Bagi negara berkembang mineral digunakan untuk mempercepat perkembangan
kondisi sosial dan ekonomi negaranya.
Endapan mineral atau bahan galian yang terdapat dalam wilayah suatu negara
mencerminkan potensi kekayaan negara tersebut.
Beberapa komodity Mineral dan Kegunaanya :
Komodity
Baja
Aluminium
Timah
Minyak bumi
Gas alam
Batubara
Garam
Belerang
Pasir dan Gravel

Penggunaanya
Penganguktan
Peralatan dapur, bangunan
Kaleng
Pemanas, industri
Generator listrik, produksi baja
Industri kimia
Pupuk
Jalan, bangunan

RUANG LINGKUP EKONOMI BAHAN GALIAN


Ekonomi Bahan Galian :
Ilmu yang mempelajari tentang penerapan prinsip prinsip ekonomi dalam
permasalahan mineral.
Adalah suatu ilmu yang memadukan antara teori dan praktek dari ilmu geologi,
teknik mineral, ilmu ekonomi, hukum, dan politik dalam perkembangan dan
manajemen terencana dari sumber daya manusia.
Ekonomi membahas tentang kondisi kondisi pasar mineral, dalam hubungan antara
pasokan (supply), permintaan (demand), dan faktor harga (price), atau lebih spesifik lagi
adalah tentang keekonomian dari proses pasokan mineral.
Pasokan mineral terjadi apabila :
-

Ada kebutuhan komoditi mineral

Endapan mineral

Ciri ciri khusus industri mineral :


1. Keterdapatan mineral
2. Mineral adalah sumber daya tak terbarukan
3. Padat modal
4. Struktur biaya
5. Periode pro produksi lama
6. Produk dapat di daur ulang
7. sangat beresiko tinggi
8. Fenomena tambang bawah tanah

Permintaan Dan Pemasokan Modal

Komodity Mineral :
- Logam
- Non Logam
- Energi

Komodity Mineral :
- Logam
- Non Logam
- Energi

Tambang (primer),
Daur ulang (sekunder)

Permintaan Mineral
Sifat sifat mineral :
-

Kekuatan

Barang

Ketahan terhadap korosi batuan

Barang

konsumen
Produser
Faktor faktor dominan terhadap permintaan mineral :
-

Cuaca dingin

Perubahan politik

Rencana suatu negara memperkuat armada laut

Pembangkit listrik

Beberapa faktor yang sering dipertimbangkan :


-

Pendapatan

Harga mineral

Harga mineral pengganti

Perubahan teknologi

Preferensi konsumen

Aktivitas pemerintah

Fungsi permintaan :
Qdt = f (Yt, Pot, Pst)

Qdt = Kuantitas permintaan pada tahun t


f

= Notasi fungsi

Yt = Pendapatan konsumen pada tahun t


Pot = Harga mineral pada tahun t
Pst = Harga mineral lain (pengganti)pada tahun t

Beberapa bahan galian yang terdapat di Indonesia :


Molidenun (Mo),Melibdenit (NaS2), wulfenit (PbMo4)
Biasanya terjadi pada pembekuaan magma terbesar dalam batuan logam ini, dijumpai
dalam / berasosiasi dalam tembaga porpiri.
Kegunaanya :
-

Untuk campuran baja

Untuk bahan indikator

Sebagai bahan campuran minyak pelumas keramik

Untuk fikmen

Untuk bahan bahan kimia

Tembaga (Cu)
Terdapat dalam mineral mineral bijih manifcover, kalkofirit, Borit,korollite, proses
hidrotermal larutan sisa magma yang kaya akan mineral bijih.
Proses ini akan menghasilkan tembaga porfiri, kandungan Cu 6 %, Cu ini akan di
manfaatkan :
-

Bahan bahan untuk lemari es

Amunisi

Bahan bahan untuk membuat pesawat terbang, perunggu

Industri kimia

Cu dapat di jual dalam bentuk bijih dan konsentrat


Produksi tembaga konsentrat tahun 1997 2001
97
529,115

98
647,412

99
643,284

2000
962,069

2001
728,676

Timah Hitam dan Seng


- Timah hitam (Pb) mineral bijihnya galena (Pbs), Cirusit (PbCo2), Alesit (PbS4) bijih ini
terjadi dari proses hidrotermal / kontak metamorfisme dan sedimentasi. Pb ini
digunakan untuk batu aki / baterai, bahan mesiu, keramik, kabel kabel dan industri
kimia.
- Seng (Zn) mineral bijihnya spalerit yang terbentuk dari proses hidrotermal.

Timah putih (Sn)


Berasal dari mineral calsetrit, terjadinya mineral bijih calsetrit berasal dari intruksi magma
yang bersifat asam, misalnya granit, oleh proses pelapukan maka terjadi konsentrasi
mekanis yang terbentuk endapan timah eluvial (tidak terlalu jauh dari sumbernya) dan
aluvial (dekat darisumbernya).

Pasirbesi
Pasirbesi digunakan dalam industri semen sebagai bahan imbuhan dalam proses produksi
semen, Dimana dalam pasirbesi banyak mengansung mineral-mineral limonit, pirit (lebih
dari 50 % mengandung mineral besi, / yang paling dominan). Sehingga potensi,
pemanfaatan,dan nilai ekonomis sumberdaya pasirbesi sangat baik dalam proses prosuksi
semen, apabila dicampur dengan bahan dasar pembuatan semen.
Jumlah pasirbesi yang dibutukan dalam industri semen mencapai 1,5 % dari jumlah
produksi. Pada tahun 1994 tambang pasirbesi mencapai luas sebesar 830,200 hektar.

Perak
Perak merupakan logam yang terbentuk dan selalu bersama-sama dengan logam emas,
yang mempunyai warna putih.
Mineral-mineral yang terpenting yang mengandung perak adalah Perak alam (Ag),
Argentite (Ag2S), Cerrargyrite (AgCl), Polybasite (Ag16 Sb2 S11), Proustite (Ag2 As S3)
dan Pyrargyrite (Ag3 Sb S3). Kebanyakan perak di dunia berasal dari cebakan
hydrothermal yang mengisi rongga-rongga.
Kegunaannya adalah untuk perhiasan, cindera mata, logam campuran, dll.
Potensinya selalu berasosiasi dengan logam lainnya seperti emas dan tembaga
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar
antara 2,5 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan
logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan
mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat,
turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga
berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri
dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan
unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas
nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.
Emas
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa
endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal,
sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer).
Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu endapan primer dan endapan plaser

Emas banyak digunakan sebagai barang perhiasan, cadangan devisa, dll.


Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia, seperti di Pulau
Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, Nusa
Tenggara, Maluku, dan Papua.

Nikel
Nikel digunakan sebagai bahan paduan logam yang banyak digunakan diberbagai industri
logam.
Nikel biasanya terbentuk bersama-sama dengan kromit dan platina dalam batuan ultrabasa
seperti peridotit, baik termetamorfkan ataupun tidak. Terdapat dua jenis endapan nikel
yang bersifat komersil, yaitu: sebagai hasil konsentrasi residual silika dan pada proses
pelapukan batuan beku ultrabasa serta sebagai endapan nikel-tembaga sulfida, yang
biasanya berasosiasi dengan pirit, pirotit, dan kalkopirit.
Potensi nikel terdapat di Pulau Sulawesi, Kalimantan bagian tenggara, Maluku, dan
Papua.

PRINSIP-PRINSIP EKONOMI MINERAL

Ekonomi tidak terlepas dari biaya-biaya yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan, baik itu
biaya langsung maupun biaya tidak langsung. Biaya yang dikeluarkan untuk
menghasilkan suatu barang atau jasa merupakan salah satu unsur terpenting dalam
pengelolaan perusahaan, sebab besar kecilnya biaya akan menentukan besar kecilnya
keuntungan yang akan diperoleh. Oleh sebab itu biaya mempunyai pengertian semua
pengeluaran yang dapat diukur dengan uang, baik yang telah, sedang maupun yang akan
dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk.
1. Komponen Biaya
Untuk memudahkan analisa, secara umum biaya dikelompokkan berdasarkan kriteria
tertentu, antara lain :
A. Menurut keterlibatan biaya dalam pembuatan produk :
1. biaya langsung yaitu adalah biaya-biaya yang timbul akibat kegiatan yang
berhubungan langsung dengan proses produksi.
2. biaya tak langsung yaitu biaya pengeluaran uang yang disebabkan oleh kegiatankegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi.
3. biaya komersial yaitu biaya tak langsung yang digunakan untuk mendukung kegiatan
produksi, dibagi atas :
a. Biaya penjualan: pengeluaran yang dilakukan dalam rangka kegiatan penjualan suatu
produk.
b. Biaya administrasi: pengeluaran yang dilakukan untuk keperluan administrasi guna
mendukung kelancaran proses produksi.

Dalam industri pertambangan lebih dikenal pengelompokan biaya menjadi :


1. biaya kapital (biaya investasi)
2. biaya operasi.

1.2. Biaya Capital


Biaya capital atau biaya investasi pada umumnya diartikan sebagai jumlah biaya yang
dibutuhkan untuk membuat suatu endapan bahan galian yang berada di dalam bumi
menjadi produk tambang yang dapat dijual. Biaya kapital terdiri dari dua komponen
penting, yaitu :
a. biaya kapital tetap
b. modal kerja.

Jika tambang yang akan dikerjakan merupakan tambang baru, maka biaya tetap biasanya
terdiri dari komponen-komponen berikut :
1. Land Acquisition (pembebasan lahan), biayanya tergantung kepada luas dan lokasi
lahan.
2. Konstruksi pra-penambangan (pengupasan tanah penutup, dan sebagainya).
3. Pembangunan tambang/masa konstruksi
4. Analisa Dampak Lingkungan.
5. Peralatan tambang, bangunan, sarana lain.
6. Peralatan pabrik, bangunan, sarana lain.
7. Sarana penunjang (jalan, listrik, perumahan, sarana olahraga, instalasi air, dan

sebagainya).
8. Jasa perancangan dan konsultasi.
9. Contingency.

Sedangkan modal kerja adalah biaya yang digunakan untuk memulai produksi sebelum
perusahaan mendapat kan uang dan hasil penjualan produknya. Besarnya modal kerja
umumnya adalah 25% dari biaya operasi atau mencukupi kebutuhan operasi selama 3-6
bulan. Secara umum, besarnya modal kerja dapat dihitung dengan rumus dibawah ini :

biaya operasi

prod. tambang
x

Y bulan

=
MK

------------------------------- x --------------------------------------------------------------ton

tahun

12 bulan

Harga Y tergantung pada jalur pemasaran produk tambangnya (lamanya produk sampai
dipasar dan lamanya pembayaran atas produk tersebut). Modal kerja umumnya terdiri
dari komponen-komponen biaya sebagai berikut :

1. Persediaan
- Bahan baku, berupa dimana cadangan endapan mineral/bijih yang ekonomis yang
belum dilaksanakan proses penambangan.
- Suku cadang, yang berguna apabila terjadi ker usakan pada alat-alat penambangan
- Supplies, merupakan stock dari suatu perusahan tambang yang berupa perlengkapan
habis sekali pakai seperti perlengkapan kantor, bahan bakar, bahan pelumas, dll.

- Bahan dalam proses (materials-in- process), berupa endapan mineral/bijih yang sedang
atau dalam proses penambangan atau dalam proses pengolahan (mineral dressing).
- Bahan jadi/produk tambang, merupakan bahan galian/bijih yang telah melalui proses
pengolahan yang siap dijual

2. Piutang dagang (A/R)


Piutang dagang merupakan suatu modal kerja yang dapat ditarik sewaktu-waktu dari
pihak ke-2 sesuai dengan perjanjian dagang (seperti pembayaran diakhir transaksi
penjualan komoditas dagang).

3. Hutang dagang (A/P)


Merupakan modal kerja yang diperoleh dari or ang lain dalam bentuk pinjaman yang
bernilai ekonomis, yang harus dibayar oleh kita apabila telah jatuh tempo sesuai dengan
perjanjian dagang kedua belah pihak

4. Kas, dan lain-lain


Merupakan cadangan uang yang disimpan yang berguna untuk membiayai kehidupan
tambang sehari-hari, dengan periode waktu yang relatif singkat

1.3 Biaya Operasi


Biaya operasi didefinisikan sebagai segala macam biaya yang harus dikeluarkan agar
proyek penambangan dapat beroperasi/berjalan dengan normal. Dalam suatu operasi
penambangan, keseluruhan biaya penambangan akan terdiri dari banyak komponen

biaya yang merupakan akibat dari masing-masing tahap kegiatan. Besar kecilnya biaya
penambangan akan tergantung pada perancangan teknis sistem penambangan, jenis dan
jumlah alat yang digunakan. Diagram berikut ini memperlih atkan tahapan analisis yang
harus dilakukan untuk mendapatkan biaya penambangan.

Untuk mencapai biaya penambangan yang sekecil mungkin, maka dalam merancang
sistem penambangan perlu diperhatikan pemilihan alat yang dapat memberikan biaya
produksi per ton yang paling murah. Pemilihan alat (jenis dan merk) sebaiknya tidak
dilakukan semata-mata karena besar-kecilnya produksi atau kapasitas alat tersebut.

Dari diagram diatas te rlihat bahwa pada dasarnya aspek teknis da n aspek ekonomis
tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, keduanya akan selalu saling mempengaruhi.
Perkiraan biaya investasi alat akan tergantung pada jumlah alat yang dipergunakan dan
kapasitas alat yang dipilih. Demikian pula biaya produksi merupakan fungsi dari
kapasitas alat yang dipakai. Jadi jelaslah dari diagram tersebut di atas bah wa biaya
penambangan yang rendah akan dapat dicapai ji ka rancangan teknis dapat dioptimasi
dengan me mperhatikan pemilihan dan jumlah alat yang akan digunakan.

Secara umum biaya operasi dibagi menjadi tiga komponen biaya, yaitu :
a. biaya operasi langsung
b. biaya operasi tak langsung
c. biaya overhead

1.3.1 Biaya Operasi Langsung


Biaya operasi langsung merupakan biaya utama dan berkaitan langsung dengan produk
yang dihasilkan. Walaupun komponen biaya operasi langsung dari satu tambang ke
tambang yang lain bervariasi, akan tetapi pada umumnya terdiri dari :
1. Pekerja (pekerja lapangan, pengawas lapangan, dan sebagainya)

2. Bahan bakar (bahan bakar, oli, dan sebagainya)


3. Royalties
4. Persiapan daerah produksi/permukaan kerja

1.3.1 Biaya Operasi Tak Langsung


Biaya operasi tak langsung adalah pengeluaran-pengeluaran yang tak terpengaruh oleh
produksi yang dihasilkan. Umumnya, terdiri dari :
1. Pekerja (administrasi, keamanan, teknisi, jurubayar, petugas kantor, bengkel dan
sebagainya.
2. Asuransi.
3. Penyusutan alat.
4. Pajak.
5. Reklamasi daerah bekas tambang.
6. Perjalanan bisnis, rapat, sumbangan-sumbangan.
7. Keperluan kantor.
8. Humas, dan sebagainya.

1.3.1 Biaya Overhead


Biaya overhead dapat/tidak dapat dimasukkan sebagai ko mponen biaya operasi tetapi
biaya-biaya ini berpengaruh terhadap total biaya produksi walaupun umumnya
mencerminkan biaya-biaya diluar tambang/biaya-biaya perusahaan. Overhead biasanya
dikelompokkan menjadi :

1. Penjualan.
2. Administrasi kantor pusat.

2. COST BENEFIT ANALISIS


Yang dimaksud dengan analisis benefit cost adalah : Suatu penilaian secara sistematis
terhadap semua ongkos dan semua manfaat dari suatu kebijakan suatu proyek. Cost
benefit meliputi :
- Explicit costs & benefit: Upah, gaji, bahan
- Implicit costs & benefit : nilai kesempatan (opportunity cost), penyusutan, dana
internal
- External cost & benefit : ongkos lingkungan
- Ongkos dan manfaat murni : consumer surplus

Z1 = B C ; p = inflasi ; r = tingkat bunga nominal

3. Penentuan ROR, BESR, BEP


3.1 Pengertian
ROR = Rate of Return : Tingkat penge mbalian / tingkat bunga yang diterima investor
atas investasi yang tidak diamortisasikan
ROR

= Rate of Reinvestment : Tingkat bunga yang harus diperoleh melalui

reinvestasi pendapatan (Income) setiap periode agar nilai akhir dari income setiap periode
tersebut sama dengan biaya yang harus dikeluarkan pada saat itu.

Perbedaannya :
- Bila cost dikeluarkan pada akhir umur proyek setelah memperoleh income tahunan,
maka tingkat bunga yang didapat merupakan RORe investment
- Bila cost dikeluarkan pada awal umur proyek lalu diikuti income tahunan, maka yang
didapat ROReturn

BESR = Break Even Stripping Ratio :


Jumlah perbandingan antara biaya penambangan bawah tanah setelah dikurangi biaya
penambangan terbuka dengan biaya pengupasan overbourden
BEP = Break Even Point :
Volume / jumlah penjualan dan atau volume produksi, dimana suatu perusahaan yang
menghasilkan suatu produk tertentu tidak mengalami kerugian dan juga tidak
memperoleh laba. Dengan kalimat lain, merupakan level produksi dari suatu operasi

dimana pendapatan (income) yang diperoleh tepat sama dengan biaya total (total cost)
yang dikeluarkan.

4. SENSITIVITY ANALYSIS
Dalam teknologi yang maju, seorang manajer yang sukses harus membuat suatu
keputusan yang mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan tambang dengan
menggambarkan secara sistematis pengetahuan khususnya, ketersediaan informasi, dan
kecakapan dari para pegawainya, karena dalam evaluasi proyek dan penentuan
keputusan tidak selamanya seorang manager mengeluarkan suatu kepusan yang tepat.
Pada analisa sebelumnya yang melibatkan nilai uang ternyata ada suatu faktor yang
mempengaruhi analisa pengambilan keputusan yaitu analisis sensibilitas, seperti nilai
escalasi dollar terhadap rupiah, inflasi mata uang, pengaruh nilai jual komoditi, dll.
Pengaruh perkiraan ketidakpastian masa depan terhadap keputusan. Suatu teknik untuk
menganalisis pengaruh suatu variabel atau parameter terhadap suatu kesimpulan /
keputusan semula.

Tujuan daripada sensitivity analysis dalam evaluasi ekonomi adalah :


a. Menganalisis / mengevaluasi pengaruh dari ketidakpastian pada suatu investasi dengan
cara menentukan sejauh mana parameter- parameter profitabilitas suatu alternative
investasi mempengaruhi hasil evaluasi ekonomi
b. Mengidentifikasikan apakah perubahan variabelvariabel kritis dapat mempengaruhi
tingkat keuntungan.

Kepekaan ini dapat juga dianalisis dengan metoda, diantaranya :


a. Initial Investment Sensitivity Analysis (Analisa sensitivitas terhadap investasi
langsung)
b. Project Life Sensitivity Analysis (Analisa sensitivitas tehadap umur proyek)
c. Annual Profit Analysis (Analisis keuntungan tahunan)
d. Salvage Value Analysis (Analisis Nilai Sisa)

5. Analisis biaya volume laba :


Analisis kepekaan pengaruh perubahan volume terhadap pendapatan bersih

a. Pengaruh biaya berubah


Contoh :
Biaya produksi batu naik Rp. 5.000,- menjadi Rp. 7.000,-/ton
Harga jual Rp. 9.000,-/ton, B. Tetap Rp. 200.000,-

X ---> 9.000 X = 7.000 X + 200.000 ---> Rp. 200.000,---> X = 100

X ---> 50 ---> 100t

Contoh :
1 + J = BB + BT + n

9.000 X = 5.000 X + 200.000 + 0

4.000 X = 200.000 X 50 t (BEP)

b. Pengaruh biaya tetap


Contoh :

* 200.000,- ---> 400.000,-

4000.000 x 400.000 ---> 100 (dari 50)

c. Pengaruh harga jual


Contoh :

* 9.000/t ---> 10.000 Rp/t

10.000 X = 5.000 X + 200.000 + 0


5.000 X = 200.000
X = 40 t

Nilai Waktu Terhadap Uang

KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG


Konsep nilai waktu dari uang adalah konsep berkaitan dengan waktu dalam menghitung
nilai uang. Artinya, uang yang dimiliki seseorang pada hari ini tidak akan sama nilainya
dengan satu tahun yang akan datang. Uang yang diterima sekarang nilainya lebih besar
daripada uang yang diterima di masa mendatang. Lebih awal uang anda menghasilkan
bunga, lebih cepat bunga tersebut menghasilkan bunga. Nilai waktu dari uang berkaitan
dengan nilai saat ini dan nilai yang akan datang. Suatu jumlah uang tertentu saat ini
dinilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah uang tersebut harus digandakan
dengan tingkat bunga tertentu (Compound Factor)
ISTILAH YANG DIGUNAKAN :
Pv
= Present Value (Nilai Sekarang)
Fv
= Future Value (Nilai yang akan datang)
i
= interest (suku bunga)
n
= tahun keAn
= Anuity
Si
= Simple interest dalam rupiah
Po
= pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu
1. Nilai yang Akan Datang (Future Value)
Future value yaitu nilai uang yang akan diterima dimasa yang akan datang dari sejumlah
modal yang ditanamkan sekarang dengan tingkat discount rate (bunga) tertentu.
Nilai waktu yang akan datang dapat dirumuskan sebagai berikut :
FV = Mo(1+i)n
Keterangan :
FV = Future Value
Mo = Modal awal
i
= Bunga per tahun
n = Jangka waktu dana dibungakan
Contoh 1 :
Tuan Juna pada 1 Januari 2010 menanamkan modalnya sebesar Rp 100.000.000,00 dalam
bentuk deposito di bank selama 1 tahun, dan bank bersedia memberi bunga 10% per
tahun, maka pada 31 Desember 2010. Tuan Juna akan menerima uang miliknya yang
terdiri dari modal pokok ditambah bunganya.
Diketahui : Mo = 100.000.000
i = 10% = 10/100 = 0,1
n=1
Jawab :
FV = Mo(1 + i)n
FV = 100.000.000 ( 1 + 0,10 )1
FV = 100.000.000 ( 1 + 0,1 )
FV = 100.000.000 (1,1)
FV = 110.000.000
Jadi, nilai yang akan datang uang milik Tuan Juna adalah Rp 110.000.000,00

2. PRESENT VALUE
Nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih
besar di masa mendatang. Nilai saat ini dari jumlah uang di masa datang atau serangkaian
pembayaran yang dinilai pada tingkat bunga yang ditentukan:
Pv = FV/(1+i)n
Keterangan:
Pv = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
i
= Interest/suku bunga
n
= Jangka waktu dana dibungakan
Contoh :
Dua tahun lagi Tami akan menerima uang sebanyak Rp 50.000,00. Berapakah nilai uang
tersebut sekarang jika tingkat bunga adalah 12 % setahun?
Diketahui : Fv = 50.000,00
i = 0,12
n=2
Jawab :
Pv = Fv/(1+i)n
Pv = 50.000/(1 + 0,12)(2)
Pv = 50.000/2,24
Pv = 22.321,43
Jadi, nilai sekarang uang milik Tami adalah Rp 22.321,43,00
3. Nilai Masa Datang dan Nilai sekarang
Faktor bunga nilai sekarang PVIF (r,n), yaitu persamaan untuk diskonto dalam mencari
nilai sekarang merupakan kebalikan dari faktor bunga nilai masa depan FVIF (r,n) untuk
kombinasi r dan n yang sama.
FV = Ko (1 + r) ^n
Keterangan :
FV = Future value ( Nilai mendatang)
Ko = arus kas awal
R = rate / tingkat bunga
^n = tahun ke-n (pangkat n)
Contoh : Jika Jily menabung Rp 5.000.000,00 dengan bunga 15% maka setelah 1 tahun
Jily akan mendapat?
Diket : Ko = 5.000.000
r = 15% = 15/100 = 0,15
n =1
Jawab :
FV = Ko (1 + r)^n
FV = 5.000.000 (1+0.15)^1
FV = 5.000.000 (1,15)
FV = 5.750.000
Jadi, nilai mendatang uang milik Jily adalah Rp 5.750.000,00
4. Anuitas
Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara
berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu, anuitas juga diartikan sebagai kontrak di

mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan


premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau
dividen tunai dari suatu saham preferen. Ada dua jenis anuitas, yaitu:
1. Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau
penerimaannya terjadi pada akhir periode.
2. Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau
penerimaannya dilakukan di awal periode.
4.a Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity)
Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang
dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah
yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana
tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.
4.b Anuitas Abadi
Anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan
akan berlangsung terus menerus.
Sebagian besar anuitas terbatas jangka waktunya secara definitif misalnya 5 tahun atau 7
tahun, tetapi terdapat juga anuitas yang berjalan terus secara infinitif disebut anuitas
abadi (perpetuities).
4.c Pinjaman yang Diamortisasi
Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan
secara dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit mobil, kredit
kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain
pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman
akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau
tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized
loan).
http://dayintapinasthika.wordpress.com/2010/12/09/tugas-8-konsep-nilai-waktu-dariuang/
http://awiddiya.blogspot.com/search?updated-max=2012-12-31T23:36:00-08:00&maxresults=7
http://sjarimonogakari.blogspot.com/2012/12/bab-8-konsep-nilai-waktu-dari-uang.html

Sumber Daya Dan Cadangan


Sumber Daya dan Cadangan
Sumber daya batubara (Coal Resources) adalah bagian dari endapan batubara yang
diharapkan dapat dimanfaatkan. Sumber daya batu bara ini dibagi dalam kelas-kelas
sumber daya berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kualitatif
oleh kondisi geologi/tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik informasi.
Sumberdaya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah dilakukan kajian
kelayakan dinyatakan layak.
Cadangan batubara (Coal Reserves) adalah bagian dari sumber daya batubara yang telah
diketahui dimensi, sebaran kuantitas, dan kualitasnya, yang pada saat pengkajian
kelayakan dinyatakan layak untuk ditambang.
Klasifikasi sumber daya dan cadangan batubara didasarkan pada tingkat keyakinan
geologi dan kajian kelayakan. Pengelompokan tersebut mengandung dua aspek, yaitu
aspek geologi dan aspek ekonomi.
Kelas Sumber Daya
1. Sumber Daya Batubara Hipotetik (Hypothetical Coal Resource)
Sumber daya batu bara hipotetik adalah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari
daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang
ditetapkan untuk tahap penyelidikan survei tinjau.
Sejumlah kelas sumber daya yang belum ditemukan yang sama dengan cadangan
batubara yg diharapkan mungkin ada di daerah atau wilayah batubara yang sama dibawah
kondisi geologi atau perluasan dari sumberdaya batubara tereka. Pada umumnya,
sumberdaya berada pada daerah dimana titik-titik sampling dan pengukuran serat bukti
untuk ketebalan dan keberadaan batubara diambil dari distant outcrops, pertambangan,

lubang-lubang galian, serta sumur-sumur. Jika eksplorasi menyatakan bahwa kebenaran


dari hipotesis sumberdaya dan mengungkapkan informasi yg cukup tentang kualitasnya,
jumlah serta rank, maka mereka akan di klasifikasikan kembali sebagai sumber daya
teridentifikasi (identified resources).
2. Sumber Daya Batubara Tereka (inferred Coal Resource)
Sumber daya batu bara tereka adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian
dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat
yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan prospeksi.
Titik pengamatan mempunyai jarak yang cukup jauh sehingga penilaian dari sumber daya
tidak dapat diandalkan. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan
tanah penutup, rank, dan kualitas data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan
bukti geologi dalam daerah antara 1,2 km 4,8 km. termasuk antrasit dan bituminus
dengan ketebalan 35 cm atau lebih, sub bituminus dengan ketebalan 75 cm atau lebih,
lignit dengan ketebalan 150 cm atau lebih.
3. Sumber Daya Batubara Tertunjuk (Indicated Coal Resource)
Sumber daya batu bara tertunjuk adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau
bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syaratsyarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan.
Densitas dan kualitas titik pengamatan cukup untuk melakukan penafsiran secara relistik
dari ketebalan, kualitas, kedalaman, dan jumlah insitu batubara dan dengan alasan sumber
daya yang ditafsir tidak akan mempunyai variasi yang cukup besar jika eksplorasi yang
lebih detail dilakukan. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan
tanah penutup, rank, dan kualitas data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan
bukti gteologi dalam daerah antara 0,4 km 1,2 km. termasuk antrasit dan bituminus
dengan ketebalan 35 cm atau lebih, sib bituminus dengan ketebalan 75 cm atau lebih,
lignit dengan ketebalan 150 cm.
4. Sumber Daya Batubara Terukur (Measured Coal Resourced)

Sumber daya batu bara terukur adalah jumlah batu bara di daerah peyelidikan atau bagian
dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syaratsyarat
yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci.
Densitas dan kualitas titik pengamatan cukup untuk diandalkan untuk melakukan
penafsiran ketebalan batubara, kualitas, kedalaman, dan jumlah batubara insitu. Daerah
sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup, rank, dan kualitas
data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti geologi dalam radius 0,4 km.
Termasuk antrasit dan bituminus dengan ketebalan 35 cm atau lebih, sub bituminus
dengan ketebalan 75 cm atau lebih, lignit dengan ketebalan 150 cm.
Penghitungan Sumber Daya
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung sumberdaya batubara di
daerah penelitian. Pemakaian metode disesuaikan dengan kualitas data, jenis data yang
diperoleh, dan kondisi lapangan serta metode penambangan (misalnya sudut
penambangan). Karena data yang digunakan dalam penghitungan hanya berupa data
singkapan, maka metode yang digunakan untuk penghitungan sumber daya daerah
penelitian adalah metode Circular (USGS) (Gambar).
circular Method (USGS)
Aturan Penghitungan Sumberdaya Batubara dengan Metode Circular (USGS) (Wood et
al., 1983)
Penghitungan sumber daya batubara menurut USGS dapat dihitung dengan rumus
Tonnase batubara = A x B x C, dimana
A = bobot ketebalan rata-rata batubara dalam inci, feet, cm atau meter
B = berat batubara per stuan volume yang sesuai atau metric ton.
C = area batubara dalam acre atau hektar

Kemiringan lapisan batubara juga memberikan pengaruh dalam perhitungan sumber daya
batubara. Bila lapisan batubara memiliki kemiringan yang berbeda-beda, maka
perhitungan dilakukan secara terpisah.
1.

Kemiringan 00 100

Perhitungan Tonase dilakukan langsung dengan menggunakan rumus Tonnase =


ketebalan batubara x berat jenis batubara x area batubara
2.

Kemiringan 100 300

Untuk kemiringan 100 300, tonase batubara harus dibagi dengan nilai cosinus
kemiringan lapisan batubara.
3.

Kemiringan > 300

Untuk kemiringan > 300, tonase batubara dikali dengan nilai cosinus kemiringan lapisan
batubara.

Aturan Penghitungan Sumberdaya Batubara dengan MetodeCircular (USGS) (Wood et


al., 1983)