Anda di halaman 1dari 23

Eko Sugiharto

PSLH UGM
ekosugiharto@ugm.ac.id
pslh@ugm.ac.id
HP 0811283602
Tel.0274.565722 ; Fax. 0274.517863

DEFINISI Bahan Berbahaya Beracun


(PP No. 74 Th. 2001)

B3 adalah
Bahan yang karena
sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau
jumlahnya, baik secara langsung maupun
tidak langsung, dapat mencemarkan
dan/atau merusak lingkungan hidup,
dan/atau dapat membahayakan
lingkungan hidup, kesehatan,
kelangsungan hidup manusia
serta mahluk hidup lainnya

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
21. Bahan berbahaya dan beracun
yang selanjutnya disingkat B3 adalah
zat, energi, dan/atau komponen lain
yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau
jumlahnya, baik secara langsung maupun
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
tidak langsung, dapat mencemarkan
NOMOR 32 TAHUN 2009
dan/atau merusak lingkungan hidup,
TENTANG
dan/atau membahayakan lingkungan
PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN
hidup, kesehatan, serta kelangsungan
LINGKUNGAN HIDUP
hidup manusia dan makhluk hidup lain.
22. Limbah bahan berbahaya dan beracun,
yang selanjutnya disebut Limbah B3,
adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan
yang mengandung B3.
23. Pengelolaan limbah B3 adalah kegiatan
yang meliputi pengurangan, penyimpanan,
pengumpulan, pengangkutan,
pemanfaatan, pengolahan, dan/atau
penimbunan.

BAB VII
PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN
BERACUN SERTA LIMBAH BAHAN BERBAHAYA
DAN BERACUN
Bagian Kesatu
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
Pasal 58
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA 1)
NOMOR 32 TAHUN 2009
TENTANG
PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP

Setiap orang yang memasukkan ke dalam


wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia, menghasilkan, mengangkut,
mengedarkan, menyimpan,
memanfaatkan, membuang, mengolah,
dan/atau menimbun B3 wajib melakukan
pengelolaan B3.
2) Ketentuan lebih lanjut mengenai
pengelolaan B3 sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dalam Peraturan
Pemerintah.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 74 TAHUN 2001
TENTANG
PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
Pasal 11
Setiap orang yang memproduksi B3 wajib membuat
Lembar Data Keselamatan Bahan (Material Safety Data Sheet).

??

Pasal 12
Setiap penanggung jawab pengangkutan, penyimpanan, dan
pengedaran B3 wajib menyertakan Lembar Data Keselamatan Bahan
(Material Safety Data Sheet) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11.

??

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 74 TAHUN 2001
TENTANG
PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
Pasal 14
Setiap B3 yang dihasilkan, diangkut, diedarkan, disimpan
wajib dikemas sesuai dengan klasifikasinya.
Pasal 15
(1) Setiap kemasan B3 wajib diberikan simbol dan label
serta dilengkapi dengan Lembar Data Keselamatan Bahan
(Material Safety Data Sheet).
(2) Tata cara pengemasan, pemberian simbol dan label
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan
Keputusan Kepala instansi yang bertanggung jawab.

??

??

??

Ada berapa jenis ?

Gambar ?

Klassifikasi
Simbol
Label
MSDS
Kebijakan Institusi

GHS ???

Apa langkah awal untuk mengelola B3 ?


Simbol
Label
MSDS

PP RI No. 74 th.2001 (PENGELOLAAN B3)


Klassifikasi berdasar tingkat bahayanya [Psl.5 ayat (1)]:
1. Mudah meledak
9. berbahaya
2. Pengoksidasi
10. korosif
3. Sangat mudah sekali menyala 11. Bersifat iritasi
4. Sangat mudah menyala
12. Berbahaya bagi lingk
5. Mudah menyala
13. Karsinogenik
6. Amat sangat beracun
14. Teratogenik
7. Sangat beracun
8. Beracun
15. Mutagenik

Klassifikasi berdasar penggunaannya [Psl.5 ayat (2)]:


1. Dapat dipergunakan (Lampiran I, ada 209 jenis)
2. Dilarang dipergunakan (Lampiran II, Tabel 1, 10 jenis)
3. Terbatas dipergunakan (Lampiran II, Tabel 2, 45 jenis)

explosive (E) .

toxic (T)

flammable (F)

corrosive (C)

oxidizing (O)
TERPOPULER

irritating (Xi) or harmful (Xn)

environmentally dangerous

1. Mudah Meledak
(Explosive)
adalah
Bahan yang pada suhu dan tekanan
standar, STP (25oC, 76 mmHg) dapat
meledak atau melalui reaksi kimia /
fisika dapat menghasilkan gas dengan
suhu dan tekanan tinggi yang dengan
cepat dapat merusak lingkungan
sekitarnya

2. Pengoksidasi
(oxydizing)
adalah
Bahan yang menyebabkan kebakaran
karena melepaskan atau menerima oksigen
atau sennyawa organik peroksida
yang tidak stabil pada suhu tinggi

3-4-5 MENYALA
(FLAMMABLE)
Amat Sangat Mudah Menyala (Extremely Flammable):
o
Bahan padat / cair yg memiliki titik nyala < 0 C
Sangat Mudah Menyala (Highly Flammable) :
Bahan padat / cair yg memiliki titik nyala 0 21 oC

Mudah Menyala (Flammable):


1. Bahan cair yang memiliki titik nyala 21 40 oC
2. Bahan padat yang mudah menyala akibat gesekan

6-7-8 BERACUN (Toxic)


Bahan yang membahayakan bagi kesehatan manusia
(kematian, sakit, akumulasi, dll.) bila masuk ke dalam tubuh
melalui mulut, pernapasan atau pori kulit)

Kategori
Amat sangat beracun (Extremely toxic)
Sangat beracun (Highly toxic)
Beracun (Moderately toxic)
Agak beracun (Slightly toxic)
Relatip tidak beracun (non toxic)
Tidak berbahaya ( Harmless)

LD50 / LC50
(mg / kg berat badan)
<1
1 50
51 500
501 5000
5001 15000
> 15000

9. Berbahaya (Harmful)
Xn

adalah:
Bahan yang apabila terjadi kontak melalui
inhalasi maupun oral dapat
membahayakan terhadap kesehatan
sampai tingkat tertentu

10. Korosif (Corrosive)

Adalah bahan yang mempunyai salah satu sifat:


1.

Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit

2.

Menyebabkan proses pengkaratan pada lempeng baja SAE 1020 dengan


o
laju karat > 6,35 mm/tahun pada temperatur 55 C

3.

Mempunyai pH < 2 (asam) atau pH > 12,5 (basa)

11. Bersifat Iritasi


(Irritant)
Xi

adalah:
Bahan yang apabila kontak dengan
kulit / selaput lendir akan menyebab
kan terjadinya peradangan

12. Berbahaya Bagi Lingkungan


(Dangerous to the Environment)
adalah:
Bahan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan
terjadinya degradasi lingkungan, atau bahan yang tidak mengalami degradasi di
lingkungan (tanah, air, udara)
Contoh:
CO2 akan menyebabkan pemanasan global,
SO2 akan menyebabkan terjadinya bujan asam,
NO2 akan menyebabkan terjadinya ozon di troposfir
CFC merusak ozon di stratosfir,
DDT akan resisten dan akan terakumulasi

13-14-15. Karsinogenik, Teratogenik,


Mutagenik
Karsinogenik adalah
Bahan yang potensial menyebabkan terjadinya kanker

Teratogenik adalah
Bahan yang dapat mempengaruhi pembentukan dan
pertumbuhan embrio

Mutagenik adalah
Bahan yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan
kromosom sehingga dapat mengubah sifat genetik

Store chemicals in an appropriate


location by hazard class,
not by alphabetical order.
Flammables should be stored
in a non-flammable storage
container
Do NOT store chemicals
and food in the same place

Bagaimana
agar supaya
aman ???

Labeling and Marking Systems

NFPA (National Fire Protection Association)


Diamonds

HMIS Labels
(Hazardous Materials
Identification System)

Chemical Name

HEALTH
FLAMMABILITY
REACTIVITY
SPECIAL

Apa saja yang diperoleh dalam MSDS ?


1. Informasi umum tentang bahan
2. Ingredients
3. Data Fisik
4. Data Resiko meledak dan terbakar
5. Data Bahaya terhadap kesehatan
6. Data reaktivitas
7. Prosedur bila terjadi kebocoran, tumpah, dll.
8. Informasi pencegahan kecelakaan
9. Catatatan tertentu / khusus
10.Bagaimana pengangkutan bahan (transport)

NFPA Diamond