Anda di halaman 1dari 1

1.

Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga negara yang dibentuk untuk berfungsi sebagai
penyelenggara sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan
kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Lembaga ini bersifat independen dan bebas dari
campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan,
pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK didirikan untuk menggantikan
peran Bapepam-LK.
2. Dasar hukum OJK:
a. UU nomor 21 tahun 2011
b. Pasal 34 UU no. 23 tahun 1999 tentang bank Indonesia
c. UU no. 6 tahun 2009 tentang penetapan Perppu no. 2 tahun 2008 tentang
perubahan kedua atas undang-undang no. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia
menjadi undang-undang
3. Tugas OJK:
Tugas dari OJK adalah melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap
kegiatan jasa keuangan, seperti:
Perbankan
Pasar modal
Asuransi
Dana pensiun
Lembaga pembiayaan
Pegadaian
Lembaga penjaminan
Lembaga pembiayaan ekspor Indonesia
Perusahaan pembiyaan sekunder perumahaan
Penyelenggara program jaminan sosiaal, pension dan kesejahteraan
4. Jika keberadaan OJK didukung dengan baik di perkembangan industri keuangan yang
semakin dinamis dan kompleks ini serta semakin tingginya tingkat keterkaitan yang ada
maka pengaturan dan pengawasan yang dilakukan OJK akan bisa menopang sektor
keuangan nasional yang efisien dan mampu memfasilitasi pertumbuhan ekonomi nasional
dan penyerapan tenaga kerja sebagaimana maksud dan tujuan pembentukan OJK.