Anda di halaman 1dari 60
CEPHALGIA
CEPHALGIA
CEPHALGIA
Definisi Sakit Kepala (Cephalgia) adalah rasa nyeri pada kepala dengan berbagai macam sebab yang dapat mendasarinya.
Definisi
Definisi

Sakit Kepala (Cephalgia) adalah rasa

nyeri pada kepala dengan berbagai

macam sebab yang dapat mendasarinya.

Definisi Sakit Kepala (Cephalgia) adalah rasa nyeri pada kepala dengan berbagai macam sebab yang dapat mendasarinya.
Definisi Sakit Kepala (Cephalgia) adalah rasa nyeri pada kepala dengan berbagai macam sebab yang dapat mendasarinya.
1. Klasifikasi Primary headache nyeri kepala tipe tegang (TTH - Tension Type Headache), 2. 3. Migrain

1.

Klasifikasi
Klasifikasi

Primary headache

nyeri kepala tipe

tegang (TTH - Tension Type

Headache),

2.

3.

Migrain

Nyeri kepala

cluster

4.

Neuralgic Pain

Secondary

Headache

1.

Vaskular

headache

  • 2. Head Injury

  • 3. Systemic

Infection

  • 4. Brain Tumor

  • 5. Subarachnoid Hemorrage


Tension Headache
Tension Headache

Diakibatkan oleh reaksi tubuh terhadap stress,

kecemasan, depresi, konflik emosional,

kelelahan.

Respons fisiologis yang terjadi meliputi pelebaran pembuluh darah ekstrakranial serta kontraksi otot-otot rangka kepala, leher dan wajah.

serangan nyeri kepala berulang yang berlangsung dalam menit sampai hari

dengan sifat nyeri yang biasanya berupa rasa tertekan atau diikat, dari ringan-berat,

bilateral, tidak dipicu oleh aktivitas fisik dan

Tension Headache  Nyeri kepala ini dapat bersifat episodik atau kronik (bila serangan minimal 15 hari/bulan
Tension Headache 
Tension Headache

Nyeri kepala ini dapat bersifat episodik atau kronik (bila serangan minimal 15 hari/bulan selama paling sedikit 6 bulan).

Nyeri kepala dominan pada wanita dan dapat terjadi pada segala usia.

Yang khas, biasanya dimulai pada usia 20-40 tahun.

Riwayat dalam keluarga dapat ditemukan.


Tension Headache
Tension Headache

Rasa kencang daerah bitemporal atau

bioksipital, atau seperti diikat sekeliling

kepala, rasa berat, tertekan, dll.

Lokasi nyeri terutama dahi, pelipis,

belakang kepala, atau leher.

Pada palpasi :nodul-nodul yang berbatas tegas (titik pemicu atau trigger point).

Nyeri juga dapat menjalar sampai leher atau bahu. Kedinginan dapat memicu

i

b

l

i k

l

i

i


Cluster Headache
Cluster Headache

Nyeri kepala hebat yang periodik dan

paroksismal, unilateral, biasanya

terlokalisir di orbita, berlangsung singkat (15 menit-2 jam) tanpa gejala

prodromal.

vasodilatasi pada salah satu cabang arteri karotid eksterna yang

diperantarai oleh histamin intrinsik

(teori Horton)


Manifestasi Klinis
Manifestasi Klinis

Nyeri kepala ini timbul secara berkelompok, setiap hari selama 3 minggu 3 bulan, kemudian sembuh sampai berbulan atau bertahun-tahun.

Nyeri bersifat tajam, menjemukan, dan menusuk serta diikuti oleh mual atau muntah.

Nyeri kepala sering terjadi pada larut malam atau pagi hari dini hari sehingga membangunkan pasien dari tidurnya.

Laki-laki 5 kali lebih banyak terkena daripada

wanita, dan kebanyakan pasien menderita serangan pertama pada usia 20-40 tahun.


Migrain
Migrain

Migren adalah nyeri kepala berulang

yang idiopatik, dengan serangan nyeri

yang berlangsung 4-72 jam, biasanya sesisi, sifatnya berdenyut, intensitas

nyeri sedang-berat, diperhebat oleh

aktivitas fisik rutin, dapat disertai nausea, fotofobia dan fonofobia.

Migren dapat terjadi pada anak-anak

dengan lokasi nyeri lebih sering

bifrontal.



Migrain

Hampir 70% memiliki riwayat migren

dalam keluarga.

Sebagian besar wanita. Serangan pertama migren biasanya dimulai saat

remaja dan dewasa muda, kemudian

cenderung berkurang pada usia dekade ke 5 dan 6.

Nyeri kepala berdenyut yang bersifat

unilateral tetapi dapat bilateral atau ganti sisi.

 Serangan migren umumnya 2-8 kali perbulan lamanya sekali serangan antara 4-72 jam atau bisa lebih
Serangan migren umumnya 2-8 kali
perbulan lamanya sekali serangan
antara 4-72 jam atau bisa lebih lama,
intensitas nyeri sedang-berat.
Gejala penyerta antara lain:

mual, muntah, fotofobia, wajah pucat,

vertigo, tinitus, iritabel. Pada migren

dengan aura.



Migrain dengan Aura

Gejala prodromalnya adalah skotoma

(pandangan gelap), teikopsia (spektra

fortifikasi), fotopsia (kilatan cahaya), parestesia serta halusinasi visu dan auditorik,

penglihatan kabur selama 10-20 menit.

nyeri kepala berdenyut unilateral yang makin berat berlangsung antara 1-6 jam,reda dalam waktu 6-24 jam tapi kadang-kadang lebih lama.

Gejala penyerta yang sering dijumpai adalah mual, muntah, fotofobia, fonofobia, iritabel, dan malaise


Migrain tanpa Aura
Migrain tanpa Aura

Nyeri kepala timbul tanpa didahului

prodromal aura visual seperti pada

migren klasik dan biasanya berlangsung lebih lama.

Neuralgia pain
Neuralgia pain
  

Trigeminal Neuralgia (N.V)

Glossopharyngeal Neuralgia (N.IX)

Occipital Neuralgia (Neuralgia N. Cranial 2)

Ditandai oleh serangan nyeri paroksismal yang tajam menyengat atau menyetrum, berlangsung singkat (detik atau menit), unilateral

Ditandai oleh serangan nyeri paroksismal yang

tajam menyengat atau menyetrum,

berlangsung singkat (detik atau menit), unilateral pada daerah distribusi nervus V (trigeminus).

Cabang ketiga dan kedua dari nervus trigeminus paling sering terkena dan titik pemicu nyeri seringkali ditemukan di daerah wajah terutama di atas lubang hidung dan mulut. Serangan terjadi spontan.

Pemeriksaan penunjang diperlukan untuk mencari adanya sklerosis multipel, tumor saraf

trigeminus, atau tumor fosa posterior.

Nyeri kepala post trauma Kriteria nyeri kepala pasca-trauma menurut komisi klasifikasi International Headache Society adalah bila
Nyeri kepala post trauma
Nyeri kepala post trauma

Kriteria nyeri kepala pasca-trauma menurut komisi klasifikasi International Headache Society adalah bila terdapat riwayat trauma kepala yang jelas yang disertai minimal salah satu berikut ini:

  • Kehilangan kesadaran

  • Amnesia pasca-trauma yang berlangsung lebih dari 10 menit



Nyeri kepala pasca-trauma akut bila

mula timbulnya nyeri kepala kurang dari 14 hari sejak sadar kembali (atau

setelah trauma, jika tidak ada

kehilangan kesadaran), dan hilangnya nyeri kepala dalam 8 minggu setelah

sadar kembali (atau setelah trauma).

Sedangkan nyeri kepala pasca- trauma kronis bila mula timbulnya lebih

dari 14 hari setelah kejadian dan

berlangsung terus lebih dari 8 minggu.


Manifestasi nyeri kepala pasca-
Manifestasi nyeri kepala pasca-
trauma
trauma

Migren, neuralgia oksipital, atau

sefalgia disotonomik traumatik.

Yang paling sering nyeri kepala tipe tegang yang bersifat terus menerus,

nyeri seperti memakai ikat kepala yang

terlalu kencang atau memakai topi baja yang kekecilan, tanpa adanya gejala

neurologis yang obyektif,



dapat disertai keluhan lain berupa vertigo, kepala ringan, sempoyongan, kecemasan, letih-lesu-lemah.

Karena trauma leher juga dapat memicu nyeri kepala tipe tegang maka harus diperiksa apakah terdapat

gangguan servikal (otot, ligamen,

tulang), penyakit diskus atau spondilosis yang sudah ada

sebelumnya.

Arteritis temporalis Arteritis temporalis atau arteritis sel raksasa adalah suatu penyakit sistemik pada orang lanjut usia,

Arteritis temporalis

Arteritis temporalis atau arteritis sel raksasa adalah suatu penyakit sistemik pada orang lanjut usia, yang ditandai oleh infiltrat inflamasi limfosit dan sel-sel raksasa pada arteri kranial.

Arteritis temporalis Arteritis temporalis atau arteritis sel raksasa adalah suatu penyakit sistemik pada orang lanjut usia,
Manifestasi klinis 1. nyeri kepala temporal 2. penurunan penglihatan, 3. malaise umum 4. Biasanya di atas
Manifestasi klinis
1.
nyeri kepala temporal
2.
penurunan penglihatan,
3.
malaise umum
4.
Biasanya di atas usia 50 tahun.

Lab : LED meningkat pada semua pasien, biasanya

antara 60-120 mm/jam.

Diagnosis bila terdapat arteri temporalis superfisialis yang bengkak dan nyeri tekan, laju endap darah meningkat, nyeri
Diagnosis
Diagnosis

bila terdapat arteri temporalis

superfisialis yang bengkak dan nyeri

tekan, laju endap darah meningkat, nyeri kepala menghilang dalam 48 jam

sejak terapi steroid diberikan

Diagnosis harus dipastikan dengan biopsi arteri temporalis,


Area peka nyeri
Area peka nyeri

Ekstrakranial

Kulit dan otot kepala Jaringan ikat Aponeurosis Jaringan ikat longgar Periosteum (cranium) Dll.

  • Intrakranial

Pembuluh darah ekstra dan intra cerebral

Duramater

Saraf cranialis : N. V, N. IX, N. X

Sinus venosus

1.
1.
Etiologi headache
Etiologi headache

Intracranial

CVD,trauma, tumor, meningitis, encephalitis, ggn

saraf cranialis

  • 2. Spondilosis /HNP cervicalis

  • 3. Psikogenik

  • 4. Kelainan mata masalah di refraksi,glaukoma, permasalahan di dlm bola mata (uveitis)

  • 5. Kelainan THT otitis, Rhinitis, Sinusitis tumor (Ca Nasofaring)

Presentasi kasus
Presentasi kasus
Identitas Pasien  Nama : Tn. R  Jenis Kelamin : Laki-laki
Identitas Pasien
Nama
: Tn. R
Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur

: 55 Tahun

Pekerjaan

: Penjaga Masjid

Status Perkawinan

: Menikah

Tanggal Masuk

2013

: 28 Oktober

Tanggal Pemeriksaan

2013

: 10 November

Jam Pemeriksaan

: 17.00 WIB

Anamnesa : Autoanamnesa Keluhan Utama : Sakit kepala sejak 3 bulan lalu.
Anamnesa : Autoanamnesa
Anamnesa : Autoanamnesa

Keluhan Utama :

Sakit kepala sejak 3 bulan lalu.

Riwayat Perjalanan Penyakit : Os datang ke RS dengan keluhan sakit kepala sejak 3 bulan SMRS.

Riwayat Perjalanan Penyakit :

Os datang ke RS dengan keluhan sakit kepala sejak 3 bulan SMRS. Sakit kepala seperti berdenyut, dirasakan pada seluruh kepala. Sakit kepala hilang timbul, rasa sakit lebih dirasakan pada pagi hari. Sakit kepala tidak dirasakan semakin memberat. Sakit kepala tidak menjalar ke tengkuk dan bahu.

Biasa os minum obat warung (mixagrip)

untuk meringankan gejala sakit kepala. Os

pernah pingsan akibat rasa sakit kepala yang tidak tertahan.

Terdapat mual dan muntah dalam 1 bulan terakhir. Terdapat lemas separuh badan sebelah kiri dan pelo

Terdapat mual dan muntah dalam 1 bulan terakhir. Terdapat lemas separuh badan

sebelah kiri dan pelo 1 hari SMRS, pada

saat menjaga mesjid. Tidak terdapat baal, kesemutan, kejang, gangguan makan dan

minum, gangguan penglihatan, gangguan

pendengaran.

Os pernah mengalami sakit kepala hebat ± 3 tahun yang lalu, membaik setelah minum obat warung (mixagrip). Sejak saat itu, os

sering mengalami sakit kepala yang hilang

timbul, kemudian membaik sementara

± 3 bulan SMRS, os pernah dirawat jalan selama 3 minggu di RSAL dengan keluhan sakit

± 3 bulan SMRS, os pernah dirawat jalan selama 3 minggu di RSAL dengan keluhan sakit kepala hebat, mual, muntah, pernah muntah proyektil. Kemudian, os dirawat di RSAL selama 10 hari dengan keluhan yang sama, tetapi tidak ada perbaikan.

Tidak

terdapat

riwayat

trauma,

insomnia, dan stress. Tidak terdapat

riwayat stroke, riwayat pemakaian obat

terlarang,

beralkohol.

riwayat

minum

minuman

 

Riwayat Penyakit Dahulu :

tinggi,

kencing

Darah

manis,

ayan,

jantung : Disangkal.

asma,

Riwayat Makan : ± 2 bulan os tidak

ada

nafsu makan

Riwayat Minum : Baik, ± 8 gelas/hari.

Riwayat BAK : Lancar

Riwayat BAB : ± 9 hari SMRS os tidak bisa BAB

Riwayat Kejang : Tidak Ada

Riwayat Keluarga : Disangkal

Status Internis (Ketika Masuk)  Keadaan Umum : Tampak sakit sedang  Status Internis :
Status Internis (Ketika Masuk)
Keadaan Umum : Tampak sakit
sedang
Status Internis :

Tekanan Darah Kanan mmHg

Tekanan Darah Kiri mmHg

Nadi RR Suhu

: 130 / 110

: 140 / 100

: 94 x / menit

: 20 x / menit : 37,2 °C


Status Neurologis
Status Neurologis

Kesadaran : Compos Mentis, GCS 15 (E 4 M 6 V 5 )

Rangsang Meningeal : Tidak Ada

Peningkatan TIK :

Subyektif : Sakit kepala berdenyut, muntah

Objektif

darah

: Peningkatan tekanan

  • Ditemukan tanda-tanda peningkatan TIK

Pupil : Bulat, isokor, Ø 3 mm

N. Cranialis :

 N. II :  Visus : Baik  Lapang Pandang : Baik  Buta Warna

N. II :

  • Visus

: Baik

  • Lapang Pandang

: Baik

  • Buta Warna

: Baik

  • N. III, N. IV, N.VI :

    • Kedudukan Bola Mata : Simetris. Tidak

ada

eksoftalmus

strabismus, enoftalmus,

  • Ptosis : Tidak Ada

  • Pergerakan Bola Mata : Parese N.III dan N.IV dextra dan Parase N.VI bilateral

  • Reflek Cahaya : + / +

  • Reflek Akomodasi dan Konvergensi :

 N. V :  Motorik :  Membuka Mulut simetris. : Dapat,  Menggerakkan Rahang
  • N. V :

    • Motorik :

      • Membuka Mulut simetris.

: Dapat,

  • Menggerakkan Rahang

sama kuat.

: Dapat,

  • Mengunyah

kontraksi

masseter & M.

: Dapat,

M.

temporalis sama kuat.

  • Sensorik :

    • V1 : Baik

 N. VII :  Raut Wajah  Mengerutkan Alis  Mengangkat Dahi : Simetris :
  • N. VII :

    • Raut Wajah

    • Mengerutkan Alis

    • Mengangkat Dahi

: Simetris : Dapat, simetris. : Dapat, simetris.

  • Memejamkan Mata : Dapat, kuat.

  • Menyeringai : Dapat, sulkus

nasolabialis tidak simetris, sudut mulut sinistra tertinggal.

  • Mencucukan Bibir : Dapat, tidak

simetris.

  • Menggembungkan Pipi : Dapat, tidak

ada sisi yang bocor. Kesan : Parese N. VII Sinistra Tipe

 N. VIII : Belum dapat dinilai  N. IX & N. X :  Volume
  • N. VIII : Belum dapat dinilai

  • N. IX & N. X :

  • Volume Suara

: Baik

  • Nada Bicara

: Baik

  • Artikulasi

: Baik

  • Menelan

: Dapat

  • Mengejan

: Dapat

  • Arcus Faring :

    • Istirahat : simetris, uvula ditengah.

    • Fonasi

ditengah.

: Terangkat simetris, uvula

 N. XI :  M. Sternocleidomastoideus : Dapat, kontraksi M. Sternocleidomastoideus dextra sinistra sama kuat
  • N. XI :

    • M. Sternocleidomastoideus : Dapat, kontraksi M. Sternocleidomastoideus dextra sinistra sama kuat

    • M. Trapezius : Dapat, kontraksi M. Trapezius dextra sinistra sama kuat.

  • N. XII :

    • Kedudukan Lidah :

      • Istirahat

      • Dijulurkan

  • : Deviasi ke sinistra

    : Deviasi ke sinistra

    • Pergerakan Lidah : Dapat, kanan lebih kuat.

    • : Tidak ada

    Atrofi

    • : Tidak ada

    Tremor

    • Fasikulasi

    : Tidak ada

     Motorik dengan Atrofi Sinistra : Hemiparese sinistra derajat kekuatan otot 5555 4444 5555 4444 
    • Motorik

    dengan

    Atrofi Sinistra

    : Hemiparese sinistra derajat kekuatan otot 5555 4444 5555 4444
    : Hemiparese sinistra
    derajat kekuatan otot
    5555
    4444
    5555
    4444
    • Sensorik

    : Baik

    • Fs. Cerebellum & Koordinasi : Ataxia dinamis tumit lutut (+), dysartria.

    • Fs. Luhur : Baik

    • Reflek Fisiologis : +/+

    • Reflek Patologis : -/-

    Status Internis (Sekarang)  Keadaan Umum : Tampak sakit ringan  Status Internis :
    Status Internis (Sekarang)
    Keadaan Umum : Tampak sakit
    ringan
    Status Internis :

    Tekanan Darah Nadi RR Suhu

    : 120 / 80 mmHg : 94 x / menit : 20 x / menit : 37,2 °C

    
    Status Neurologis
    Status Neurologis

    Kesadaran : Compos Mentis, GCS 15 (E 4 M 6 V 5 )

    Rangsang Meningeal : Tidak Ada

    Peningkatan TIK :

    Subyektif

    Objektif

    : Sakit kepala berdenyut

    : Tidak ada

    • Ditemukan tanda-tanda peningkatan TIK

    Pupil : Bulat, isokor, Ø 3 mm

    N. Cranialis :

    • N. I : Normosmia

     N. II :  Visus : Baik  Lapang Pandang : Baik  Buta Warna

    N. II :

    • Visus

    : Baik

    • Lapang Pandang

    : Baik

    • Buta Warna

    : Baik

    • N. III, N. IV, N.VI :

      • Kedudukan Bola Mata : Simetris. Tidak ada strabismus, enoftalmus, eksoftalmus

      • Ptosis : Tidak Ada

      • Pergerakan Bola Mata : Parese N.III dan N.IV dextra dan Parase N.VI bilateral

      • Reflek Cahaya : + / +

      • Reflek Akomodasi dan Konvergensi :

    Baik

     N. V :  Motorik :  Membuka Mulut simetris. : Dapat,  Menggerakkan Rahang
    • N. V :

      • Motorik :

        • Membuka Mulut simetris.

    : Dapat,

    • Menggerakkan Rahang

    sama kuat.

    : Dapat,

    • Mengunyah

    : Dapat, kontraksi

    M. masseter & M. temporalis sama kuat.

    • Sensorik :

      • V1 : Baik

      • V2 : Baik

      • V3 : Baik

     N. VII :  Raut Wajah  Mengerutkan Alis simetris.  Mengangkat Dahi simetris. :
    • N. VII :

      • Raut Wajah

      • Mengerutkan Alis simetris.

      • Mengangkat Dahi

    simetris.

    : Simetris

    : Dapat,

    : Dapat,

    • Memejamkan Mata : Dapat, kuat.

    • Menyeringai : Dapat, sulcus

    nasolabialis simetris, sudut mulut tidak ada yang tertinggal.

    • Mencucukan Bibir simetris.

    : Dapat,

    • Menggembungkan Pipi : Dapat, tidak

    ada sisi

    an

    bocor

     

    N. VIII :

    Koklearis :

    • Rinne

    : Baik

    : Baik

    • Weber

    • Swabach

    : Baik

    • Vestibularis :

      • Romberg

    dinilai

    : Belum dapat

    • Romberg Dipertajam

    dinilai

    : Belum dapat

    • Stepping Test

    : Belum dapat dinilai

     N. IX & N. X :  Volume Suara : Baik  Nada Bicara 
    • N. IX & N. X :

      • Volume Suara

    : Baik

    • Nada Bicara

    • Artikulasi

    : Baik : Baik

    • Menelan

    • Mengejan

    : Dapat

    : Dapat

    • Arcus Faring :

      • Istirahat : simetris, uvula ditengah.

      • Fonasi : Terangkat simetris, uvula ditengah.

     N. XI :  M. Sternocleidomastoideus :Dapat, kontraksi M. Sternocleidomastoideus dextra sinistra sama kuat 
    • N. XI :

      • M. Sternocleidomastoideus :Dapat,

    kontraksi M. Sternocleidomastoideus dextra sinistra sama kuat

    • M. Trapezius : Dapat, kontraksi M. Trapezius dextra sinistra sama kuat.

    • N. XII :

      • Kedudukan Lidah :

        • Istirahat

        • Dijulurkan

    : Tidak ada deviasi

    : Tidak ada deviasi

     Pergerakan Lidah kuat. : Dapat, sama  Atrofi : Tidak ada : Tidak ada :

    Pergerakan Lidah kuat.

    : Dapat, sama

    • Atrofi

    : Tidak ada

    : Tidak ada : Tidak ada

    • Tremor

    • Fasikulasi

    • Motorik

    : Baik

    • Sensorik

    : Baik

    • Fs. Cerebellum & Koordinasi : Baik

    • Fs. Luhur

    : Baik

    • Reflek Fisiologis

    : +/+

    • Reflek Patologis

    : -/-

    Resume Telah diperiksa seorang laki-laki berusia 55 tahun, dengan keluhan sakit kepala berdenyut hilang timbul di

    Resume

    Telah diperiksa seorang laki-laki berusia 55 tahun, dengan keluhan sakit kepala berdenyut hilang timbul di seluruh kepala sepanjang hari

    ± 3 bulan SMRS. Terasa lebih sakit pada pagi hari. Sakit kepala tidak dirasakan semakin

    memberat. Sakit kepala tidak menjalar ke

    tengkuk dan bahu.

    Os pernah mengalami sakit kepala hebat ± 3 tahun yang lalu, membaik setelah minum obat

    warung (mixagrip). Sejak saat itu, os sering mengalami sakit kepala yang hilang timbul, kemudian membaik sementara dengan obat warung. Os pernah pingsan akibat rasa sakit kepala yang tidak tertahan.

    ±
    ±
    Resume
    Resume

    3

    bulan

    SMRS, os pernah dirawat jalan

    selama 3 minggu di RSAL dengan keluhan sakit

    kepala hebat, mual, muntah, pernah muntah

    proyektil.

    ± 1 hari SMRS os mendadak pelo dan lemas separuh tubuh sebelah kiri. Terdapat riwayat

    pingsan, mual, muntah pada saat masuk RS.

    Riwayat Makan : ± 2 bulan os tidak ada nafsu

    makan, BB sudah turun terakhir

    10

    kg

    dalam

    1

    bulan

    Riwayat penyakit keluarga Riwayat penyakit dahulu

    : Disangkal : Disangkal

    
    Status Neurologis
    Status Neurologis

    Peningkatan TIK :

    Subyektif

    : Sakit kepala berdenyut

    Objektif

    : Peningkatan TD

    • Ditemukan tanda-tanda peningkatan TIK

       

    Topik

    Diagnosa
    Diagnosa

    Klinis

    : Hemiparese sinistra

    Ataxia dinamis tumit lutut (+)

    Parese N. VII Sinistra Tipe UMN

    Parese N.III dan N.IV dextra dan Parase N.VI bilateral

    Ditemukan tanda-tanda peningkatan TIK

    : Serebelum

    Etiologi : Sups. Stroke Iskemik

    DD (Medscape, Brain Neoplasms) :

    SOL

    
    Pemeriksaan Penunjang
    Pemeriksaan Penunjang

    Pemeriksaan Lab : CBC, Tes koagulasi,

    Analisa Elektrolit

    CT Scan

    MRI

    

    Terapi
    Terapi

    Captopril 2 x 12,5 mg PO

    Ranitidin 2 x 25 mg/mL inj

    Dexamethason 1 x 4 mg inj

    Citicolin 1 x 500 mg inj

    Prognosis  Ad Vitam  Ad Functionam  Ad Sanationam
    Prognosis
    Ad Vitam
    Ad Functionam
    Ad Sanationam

    : dubia

    : dubia ad malam

    : dubia ad malam

    TERIMA KASIH
    TERIMA KASIH
    TERIMA KASIH