Anda di halaman 1dari 3

Asuhan Bayi Baru Lahir

1.
2.
3.
4.
5.

Jaga bayi tetap hangat


Isap lendir dari mulut dan hidung (hanya jika perlu)
Keringkan
Pemantauan tanda bahaya
Klem, potong dan ikat tali pusat tanpa membubuhi apapun, kira-kira 2
menit setelah lahir
6. Lakukan Inisiasi Menyusu Dini
7. Beri suntikan vitamin K1 1 mg intramuskular, di paha kiri anterolateral
setelah Menyusu Dini
8. Berikan salep mata antibiotik pada kedua mata
9. Pemeriksaan fisis
10.Beri imunisasi Hepatitis B 0,5 mL intramuskular, di paha kanan
anterolateral, kira-kira 1-2 jam setelah pemberian vitamin K1
MENENTUKAN STATUS GIZI DENGAN EID INDEX
1. Plot hasil penimbangan berat badan pada grafik CDC-NCHS2000 sesuai jenis
kelamin dan usia anak (Lampiran 3)
2. Plot hasil pengukuran tinggi badan sesuai jenis kelamin dan usia anak.
3. Proyeksikan titik tinggi badan aktual ke persentil 50 tinggi badan pada kurva
4. Proyeksikan titik persentil 50 tinggi badan ke grafik berat badan sehingga
didapat berat ideal
5. Cari persentase dari berat badan aktual terhadap berat badan ideal
6. Tentukan status gizi berdasarkan ketentuan dan berikan informasi/saran
kepada orang tua

DIAGNOSA
KRITERIA KLINIK
A. Demam, datang tiba-tiba, tinggi, terus menerus
dan berakhir pada hari ke 2 - 7
B. - Hemorrhagic manifestasi : Tourniquet ( + ) VE
- Petechie, purpura, ecchymosis
- Epistaxis, perdarahan gusi
- Hematemesis atau dan melena
C. Pembesaran hepar ( 90 - 95% ) pada anak

D. Shock : pols cepat dan lemah


KRITERIA LABORATORIUM
A. Trombositopenia ( 100.000 / mm atau _ )
B. Hemokonsentrasi ( Ht meninggi, >20% )
Jika dijumpai 2 gejala klinik pertama ( A & B )
dengan trombositopenia dan Ht meninggi _ DHF
Diagnosis klinik perlu disokong dengan pemeriksaan :
- Serologis
- Isolasi virus ( paling dapat dipercayai )
Akan tetapi ini sukar dilakukan ok viremia terjadi
dalam waktu singkat dan pengirimannya ke lab.
harus dalam suhu rendah
_ pemeriksaan ini tidak dilaksanakan secara
Rutin
Yang dilaksanakan secara rutin hingga saat ini ialah
pemeriksaan serologis _ yang terutama dilakukan
HI ( Haemoglutinatin inhibition )
_ Tujuan :
Untuk mengetahui ada / tidaknya peningkatan titer
antibodi dari specimen yang diperiksa _
specimen : darah
3

Cara penggunaan tabel tekanan darah 1 dan 2 yaitu


sebagai berikut:
1. Pergunakan grafik pertumbuhan Center for Disease Control
(CDC) 2000 (www.cdc.gov/growthcharts) untuk
menentukan persentil tinggi anak.
2. Ukur dan catat TDS dan TDD anak.
3. Gunakan tabel TDS dan TDD yang benar sesuai jenis
kelamin.
4. Lihat usia anak pada sisi kiri tabel. Ikuti perpotongan
baris usia secara horizontal dengan persentil tinggi anak
pada tabel (kolom vertikal).
5. Kemudian cari persentil 50, 90, 95, dan 99 TDS di kolom
kiri dan TDD di kolom kanan.
6. Interpretasikan tekanan darah (TD) anak:
TD: <persentil 90 adalah normal.
TD: antara persentil 90-95 disebut pre-hipertensi.
Pada anak remaja jika >120/80 mmHg disebut prehipertensi.
TD >persentil 95 kemungkinan suatu hipertensi.
7. Bila TD >persentil 90, pengukuran TD harus diulang
sebanyak dua kali pada kunjungan berikutnya di tempat
yang sama, dan rerata TDS dan TDD harus dipergunakan.
8. Bila TD >persentil 95, TD harus diklasifikasikan dan
dievaluasi lebih lanjut.

Ringer Lactate (RL)


Merupakan cairan paling fisiologis jika sejumlah volume besar diperlukan.
Komposisi : Na+ 130, K+ 4, Cl- 109, Ca++ 3, Lactate- 28
Indikasi : sebagai replacement therapy, seperti :

o Syok hipovolemik
o Diare
o Tauma
o Luka bakar
Catatan :
- Laktat yang terdapat di dalam RL akan dimetabolisme oleh hati
menjadi bikarbonat untuk memperbaiki keadaan seperti asidosis
metabolik
- Kalium yang terdapat di dalam RL tidak cukup untuk maintenance
sehari-hari, apalagi untuk defisit kalium
- Tidak mengandung gukosa sehingga bila dipakai sebagai cairan
maintenance harus ditambah glukosa untuk mencegah terjadinya
ketosis