Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Proses belajar mengajar pada hakekatnya merupakan proses komunikasi. Proses
komunikasi adalah proses menyampaikan pesan dari sumber pesan melalui media
tertentu ke penerima pesan. Dalam proses penyampaian pesan tersebut tidak
selamanya sukses, karena terdapat beberapa hambatan baik yang ditimbulkan dari
pemberi pesan ataupun dari penerima pesan.
Hambatan atau ganguan dalam peristiwa komunikasi itu bisa bermacam-macam.
Dalam proses pengajaran misalnya hambatan itu dapat diakibatkan karena
keterbatasan peserta didik secara fisik ataupun psikologis. Gangguan konsentrasi
merupakan salah satu yang menghambat siswa untuk belajar. Konsentrasi
merupakan hal yang sangat penting, dengan konsentrasi yang tinggi, perhatian
para siswa akan fokus pada kegiatan pembelajaran sehingga akan berpengaruh
positif pada proses dan hasil belajar mereka.
Ada beberapa anak yang mengalami kesulitan dan gangguan dalam hal
konsentrasi. Gangguan konsentrasi tergolong ke dalam salah satu jenis gangguan
ADHD singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau dalam bahasa
Indonesia Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas (GPPH). Anak
ADHD memiliki gejala kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa dengan kegiatan
sehari-harinya, anak bersifat impulsif, dan hiperaktif. Perilaku anak ini dapat
terjadi di mana saja misalnya di rumah, di sekolah atau di tempat umum lainnya.
Pada saat belajar pun, anak tidak bisa memusatkan perhatian pada pelajarannya
dan melakukan tindakan-tindakan yang impulsif.

Permasalahan anak ADHD yang mengalami gangguan konsentrasi ini perlu


mendapat penanganan yang tepat agar proses kegiatan belajar mengajar dapat
berjalan dengan baik.
Banyak upaya-upaya yang dilakukan baik oleh guru, terapis, maupun orang tua
dalam meningkatkan konsentrasi anak ADHD. Diantaranya ada dengan bentukbentuk permainan seperti bermain peran, dalam bentuk olahraga seperti
bulutangis, beladiri. Ada juga yang menggunakan media khusus seperti puzzle,
menggunakan terapi musik dan lainnya.
Dari beberapa upaya-upaya tersebut ada beberapa yang berhasil atau bahkan tidak
sama sekali. Ini terlihat dari kurang tepatnya metode atau media yang digunakan
dalam menangani konsentrasi anak ADHD dan kurangnya keseriusan dalam
menangani anak ADHD.
Berdasarkan permasalahan tersebut penulis berkeinginan untuk mencari solusi
bagaimana memecahkan permasalahan anak ADHD agar memiliki kemampuan
konsentrasi yang baik dalam proses pembelajaran.
Dewasa ini ada salah satu alat musik yang sangat populer di kalangan anak-anak
hingga dewasa yaitu djembe. Djembe adalah satu di antara sekian banyak alat
musik perkusi ritmik yang memang populer di masa kini. Bisa dimainkan lintaskalangan, anak-anak hingga dewasa. Popularitas djembe di Indonesia mungkin
setara dengan gitar, karena di banyak tempat mudah ditemukan. Salah satu yang
unik dari djembe adalah pola-pola rhythm-nya yang konstan, tabuhannya yang
bergemuruh, tajam, melengking dan gaduh.
Alat musik djembe tidak hanya dapat membantu meningkatkan konsentrasi anak
tetapi dapat juga dijadikan sebagai media untuk menyalurkan energi dan emosi
anak ADHD yang berlebih.
Cara memainkan alat musik djembe sangat sederhana dibandingkan dengan alat
musik lainya. Oleh karena itu, djembe dapat dengan mudah dimainkan oleh anak
berkebutuhan khusus karena pola-polanya yang sangat sederhana. Termasuk dapat

dimainkan oleh anak ADHD guna membantu meningkatkan konsentrasinya.


Bunyi yang dihasilkan oleh alat musik djembe sangat nyaring dan dimainkan
dengan cara dipukul oleh tangan telanjang sehingga secara tidak langsung dapat
menjadi media penyaluran energi dan emosi yang berlebih pada anak ADHD.
Berdasarkan alansan-alasan di atas penulis terdorong untuk menulis karya tulis
ilmiah ini yang dirumuskan dengan judul Penggunaan Alat Musik Djembe dalam
Meningkatkan Konsentrasi Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity
Disorder).
B. Rumusan Masalah
Permasalahan yang dihadapi anak ADHD sebenarnya sangat kompleks. Salah
satunya diakibatkan dari gangguan konsentrasi yang disertai hiperaktifitas. Dalam
penulisan makalah ini alat musik djembe dugunakan sebagai media dalam upaya
meningkatkan konsentrasi anak ADHD. Berkaitan dengan hal itu maka
permasalahan yang akan dikaji dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah hakikat anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity
Disorder)?
2. Penanganan apa saja yang pernah dilakukan dalam upaya meningkatkan
konsentrasi anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)?
3. Mengapa permainan alat musik djembe dapat meningkatkan konsentrasi
anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)?
4. Bagaimana penggunaan alat musik djembe dalam meningkatkan
konsentrasi anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini terbagi menjadi dua bagian. Yaitu
tujuan yang bersifat umun dan tujuan yang bersifat khusus. Tujuan tersebut dapat
penulis uraikan sebagai berikut:
1. Tujuan Umum
Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini secara umum adalah untuk
memperoleh informasi dan gambaran yang jelas mengenai penggunaan

alat musik djembe dalam meningkatkan konsentrasi anak ADHD


(Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu sebagai
berikut:
a. Memperoleh gambaran secara teoritis mengenai anak ADHD
(Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
b. Memperoleh informasi mengenai penanganan apa saja yang pernah
dilakukan dalam upaya meningkatkan konsentrasi anak ADHD
(Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
c. Memperoleh informasi mengenai alasan-alasan teoritis permainan
alat musik djembe sehingga dapat meningkatkan konsentrasi anak
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
d. Memperolah gambaran mengenai prosedur penggunaan alat musik
djembe dalam meningkatkan konsentrasi anak ADHD (Attention
Deficit Hyperactivity Disorder).
D. Manfaat Penulisan
Hasil yang diperoleh dari penulisan karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat
memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Dalam tataran teoritis, hasil penulisan karya tulis ilmiah ini diharapkan
dapat memberikan sumbangan dan informasi terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan. Khususnya dalam penanganan gangguan konsentrasi pada
anak ADHD.
2. Pada tataran praktis, hasil penulisan karya tulis ilmiah ini diharapkan
memberikan manfaat yang besar. Secara empiris di lapangan temuan ini
nantinya dapat dipakai sebagai masukan bagi sekolah dalam upaya
menangani gangguan konsentrasi anak ADHD melalui penggunaan alat
musik djembe.

BAB II
TELAAH PUSTAKA

A. Hakikat Anak ADHD


1. Pengertian ADHD
ADHD adalah istilah
Hyperactivity

Disorder.

Attention=perhatian,

populer,
Secara

kependekan
terjemahan

Deficit=berkurang,

dari

Attention

Deficit

dapat

diartikan

bahwa;

Hyperactivity=hiperaktif,

Disorder=gangguan. Dengan demikian, berarti ADHD (Attention Deficit


Hyperactivity Disorder) adalah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif.
Hyperactivity berasal dari dua kata yaitu hyper dan activity. Hyper berarti
banyak, diatas, tinggi. Activity berarti keadaan yang selalu bergerak,
eksplorasi serta respon terhadap rangsangan dari luar. Dengan demikian
berdasarkan pengertian tersebut hyperactivity / hiperaktif adalah gerakan atau
aktifitas yang berlebih.
(Konfrensi Nasional Neurodevelopmental II, 2006) mengemukakan bahwa:
ADHD adalah adanya ketidakmampuan anak untuk memusatkan perhatian.
Perhatiannya sangat singkat dibandingkan anak lain yang seusia dengannya,
juga disertai hiperaktif dan tingkah laku yang impulsif.
Menurut Supraktekyo (1995:6) hiperaktif adalah suatu gejala kelambatan
sebagai anak yang sulit berkonsentrasi, perhatiannya sangat mudah beralih,
motorik berlebihan dan sulit mengikuti perintah.
Istilah ADHD ini merupakan istilah yang sering muncul pada dunia medis.
Belakangan ini gencar pula diperbincangkan dalam dunia pendidikan dan
psikologi. Istilah ini memberikan gambaran tentang suatu kondisi medis yang
disahkan secara internasional mencakup disfungsi otak, dimana individu
mengalami kesulitan dalam mengendalikan impuls, menghambat perilaku,
dan tidak mendukung rentang perhatian mereka. Jika hal ini terjadi pada
seorang anak dapat menyebabkan berbagai kesulitan belajar, kesulitan
berperilaku, kesulitan sosial, dan kesulitan-kesulitan lain yang saling
berkaitan.

Jadi, jika didefinisikan secara umum ADHD menjelaskan kondisi anak-anak


yang memperlihatkan simtom-simtom (ciri atau gejala) kurang konsentrasi,
hiperaktif, dan impulsif yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan
sebagian besar aktivitas hidup mereka.
Ciri-ciri utama ADHD adalah:
a. Rentang perhatian yang kurang
b. Impulsivitas yang berlebihan
c. Adanya hiperaktivitas
Gejala-gejala yang rentang perhatiannya kurang meliputi:
1)
2)
3)
4)

Gerakan yang kacau


Cepat lupa
Mudah bingung
Kesulitan dalam mencurahkan perhatian terhadap tugas-tugas atau
kegiatan bermain

Gejala-gejala impulsivitas dan perilaku hiperaktif meliputi:


1) Emosi gelisah
2) Mengalami kesulitan bermain dengan tenang
3) Menggangu anak lain
4) Selalu bergerak
Anak-anak lain pun ada yang menunjukan perilaku demikian dari waktu ke
waktu. Teman-temannya mungkin ada yang berperilaku sama, tetapi
perbedaan pada kebanyakan anak ADHD adalah tingkatan dan intensitas
terhadap gejala yang ditampakannya.
ADHD merupakan suatu gangguan kronis (menahun) yang dapat dimulai
pada masa bayi dan dapat berlanjut sampai dengan dewasa. Gangguan kronis
ADHD dapat mempunyai pengaruh negatif terhadap kehidupan anak di
sekolah, di rumah, dan di dalam komunitasnya. Siswa dengan gangguan
perhatian

memberikan

gejala gangguan belajar yang

berat

karena

perhatiannya mudah teralihkan dan perhatian selektif ikut terganggu.


2. Klasifikasi Anak ADHD
Untuk didiagnosis sebagai gangguan perhatian, seorang anak atau orang
dewasa harus memenuhi kriteria yang terdaftar dalam Diagnostic and

Statistical Manual of Mental Disorders (Manual Diagnostik dan Statistik


Kelainan Mental), edisi 4 atau DSM-IV, yang diterbitkan oleh American
Psychiatric Association (1994). Manual ini berisikan kode-kode diagnostik
yang saat ini telah dipakai di seluruh Amerika Serikat.
Klasifikasi dan gejala dari tiga tipe ADHD berikut diambil dari manual
tersebut.
a. Tipe kombinasi (yaitu termasuk gangguan perhatian, hiperaktivitasimpulsivitas, atau kedua-duanya).
b. Tipe predominan kurang mampu

memperhatikan

(gangguan

perhatian).
c. Tipe predominan hiperaktivitas-impulsivitas.
3. Karakteristik Anak ADHD
a. Karakteristik secara umum siswa yang memiliki gangguan perhatian
adalah sebagai berikut:
1) Sering gagal memusatkan perhatian pada hal-hal yang kecil, sering
membuat kesalahan, tidak hati-hati (sembrono) pada pekerjaan
sekolah, atau aktivitas lain.
2) Sering sukar mempertahankan perhatian pada tugas atau aktivitas
bermain.
3) Sering tampak seperti tidak mendengarkan bila diajak bicara
langsung.
4) Sering tidak mengikuti petunjuk atau gagal menyelesaikan
pekerjaan sekolah, tugas atau kewajiban (tidak karena perilaku
menentang atau kegagalan untuk memahami petunjuk).
5) Sering mengalami kesukaran dalam mengatur tugas dan aktivitas.
6) Sering menghindari, tidak suka atau enggan terikat pada tugas yang
membutuhkan konsentrasi yang terus menerus (pekerjaan sekolah
atau pekerjaan rumah).
7) Sering mudah terganggu oleh rangsangan dari luar.
8) Sering menghilangkan benda-benda yang dibutuhkan dalam tugas
atau pekerjaan rumah.
9) Sering lupa dalam aktivitas sehari-hari.
b. Karakteristik secara umum siswa yang memiliki hiperaktivitas adalah
sebagai berikut:
1) Tangan dan kaki sering tidak bisa diam atau duduk dengan resah.
7

2) Sering meninggalkan kursi di kelas atau dalam situasi lainnya


ketika diharapkan tetap duduk manis.
3) Sering lari kesana kemari atau benyak memanjat-manjat dalam
situasi ketika diharapkan tetap duduk manis.
4) Sering tidak bisa diam ketika bermain atau melakukan kegiatan
waktu luang.
5) Sering bergerak terus atau sering bertindak seakan didorong
sebuah motor.
6) Sering berbicara terus-menerus.
c. Karakteristik secara umum siswa yang memiliki impulsivitas adalah
sebagai berikut:
1) Sering menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan.
2) Sering tidak sabar menunggu giliran.
3) Sering menyela orang lain (misalnya menyela pembicaraan atau
permainan).
4. Hambatan Anak ADHD
ADHD merupakan gangguan perkembangan pada anak. Hambatan tersebut
menyebabkan dampak bagi dirinya sendiri, keluarga, sekolah, dan
masyarakat.
Pada umumnya rentang konsentrasi anak ADHD sangat rendah sehingga anak
ADHD mudah lupa, gagal dalam mengingat suatu obyek dan gagal dalam
mengerjakan tugas yang diberikan. Anak ADHD relatif sukar untuk
memecahkan berbagai problem yang sifatnya kompleks. Kondisi tersebut
mengakibatkan anak mengalami kesukaran di sekolah.
Pada perkembangan emosi, anak ADHD mempunyai kelemahan pada sistem
limbic patgway yang mempunyai tugas mengatur emosi dan perilaku.
Akibatnya anak ADHD tidak dapat mengendalikan emosi dan tiangkah
lakunya. (Suprapti, 1994).
Bohlin (1994) menjelaskan bahwa:
Anak ADHD memiliki problem-problem emosi. Emosinya meledak-ledak
dan suka marah dengan tiba-tiba. Digambarkan bahwa emosi anak ADHD
itu tidak masak, kematangan emosinya sangat sensitif, harga diri rendah,
toleransi kurang, frustasi (tidak sabar), adanya gejala depresi dan cemas.

Melihat kondisi tersebut maka perkembangan emosi anak ADDHD


mengalami gangguan dan hambatan. Diakibatkan perkembangan emosi dan
perilakunya yang terganggu perkembangan sosial anak ADHD pun
mengalami hambatan.
Bruno DAlonzo (1996) mengatakan bahwa:
Anak ADHD mempunyai kemampuan bersosialisasi yang rendah, harga
diri yang rendah, dan sering mengasingkan diri, anak ADHD sering tidak
dapat bergaul dengan teman-temannya, mereka cenderung tidak disukai
namun anak tidak tahu cara memperbaikinya. Anak ADHD selalu ditolak
oleh teman-temannya, karena anak ADHD menuntut perhatian,
membosankan, sulit menunggu giliran dan sering mengulang-ngulang
tugas.
Dari terhambatnya perkembangan-perkembangan tersebut maka berpengaruh
pada perilaku di kehidupan sehari-harinya.
Gambaran dari masalah-masalah lain anak ADHD adalah:
a. Aktifitas motorik yang berlebih
Aktifitas motorik yang berlebih seperti berjalan-jalan di kelas atau
bertindak berlebihan. Tindakan-tindakan tersebut cenderung mengarah
pada perilaku negatif yang merugikan orang lain dan dirinya sendiri.
Masalah tersebut dikarenakan siswa kesulitan mengontrol dan
melakukan koordinasi dalam aktifitas motoriknya sehingga tidak dapat
membedakan gerakan yang penting ataupun tidak penting.
b. Menjawab tanpa ditanya
Ciri impulsif demikian sangat menghambat proses belajar anak, karena
anak tidak dapat mengendalikan dirinya untuk merespon secara tepat.
Dan sulit untuk mempertimbangkan atau memikirkan terlebih dahulu
perilaku yang ditampilkan. Perilaku tersebut menghambat bagi dirinya
sendiri atau pun orang lain.
c. Menghindari tugas
Anak mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri terhadap
kegiatan belajar yang diikutinya. Keadaan tersebut dapat menimbulkan
frustasi. Akibatnya anak mengalami kehilangan motivasi untuk belajar.
d. Kurang perhatian
Kesulitan dalam mendengar, mengikuti arahan dan memberikan
perhatian merupakan masalah umum anak ADHD. Kesulitan tersebut
muncul karena perhatiannya yang mudah teralih. Sebagian anak
9

mempunyai kesulitan dengan informasi yang disampaikan secara


visual, sebagian kecil lagi mempunyai kesulitan dalam informasi yang
disampaikan secara audiitif. Perhatian yang mudah teralih sangat
menghambat dalam proses belajar.
e. Tidak menyelesaikan tugas dengan tuntas
Masalah ini berhubungan dengan pengabaian tugas. Jika anak
mengabaikan tugas, akibatnya anak tidak menyelesaikan tugas. Sekali
saja dia mengembangkan kebiasaan yang jelek ini disekolah atau
dirumah, pola-pola tersebut akan terjadi di tempat-tempat lain pula.
f. Bingung terhadap arahan
Masalah ini berpangkal pada penggunaan perhatian. Ketika perhatian
anak pecah / terpencar maka terjadi perpecahan proses informasi yang
mengakibatkan kebingungan sehingga informasi anak yang diperolah
tidak utuh.
g. Disorganisasi aktifitas
Pada umumnya anak ADHD mengalami disorganisasi, impulsif,
ceroboh,

dan

terburu-buru

dalam

melakukan

tugas

yang

mengakibatkan pekerjaan acak-acakan, bingung. Seorang anak dapat


gagal melakukan seluruh tugasnya karena ia lupa atau salah
menginterpretasikan keperluan dalam menyelesaikan tugas. Atau jika
ia dapat menyelesaikan tugas, kerap kali ia lupa membawa kembali
tugas tersebut ke sekolah.
h. Tulisan yang jelek
Anak ADHD memiliki tulisan tangan yang jelek, masalah ini dapat
dijumpai pada tingkat yang berat sampai yang ringan. Tulisan yang
jelek ada hubungannya dengan masalah aktivitas motorik dan sikap
impulsif yang terburu-buru.
i. Masalah-masalah dalam sosial
Meskipun masalah dalam hubngan teman sebaya tidak ditemukan pada
semua anak, namun kecenderungan impulsif, kesulitan menguasai diri
sendiri, serta toleransi yang rendah, dan rasa frustasi kerap kali dialami
oleh anak-anak ini. Tidaklah mengherankan jika sebagian anak
mempunyai masalah dalam kehidupan sosial. Kesulitan bermain

10

dengan aturan dan aktifitas lainnya yang tidak hanya terbatas di


sekolah, juga terjadi di lingkungan sosial lainya.
B. Penanganan yang Pernah Dilakukan Pada Anak ADHD
1. Terapi Modivikasi
Terapi modivikasi perilaku dapat membantu mengatasi problem ADHD pada
anak. Beberapa hasil penting dalam fungsi sehari hari pada anak-anak
ADHD yang dapat dicapai dalam modivikasi perilaku adalah :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

kepatuhan mengikuti perintah


pengendalian perilaku hiperkatifitas
peningkatan disiplin
kemandirian dan tanggung jawab
perbaikan prestasi akademik
perbaikan hubungan dengan anggota keluarga dan relasi sosial.

Salah satu bentuk modivikasi perilaku yang umumnya dilakukan oleh terapis
anak ADHD adalah time out . Time out merupakan suatu cara menghilangkan
situasi negatif pada anak dengan memberikan waktu kepadanya agar bisa
berfikir lebih tenang mengenai apa yang telah dilakukannya.
2. Terapi Bermain
Macam-macam bentuk permainan yang dipakai diantaranya:
a. Bermain Puzzle diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan memori
anak. Kotak susu bekas dapat dibuat menjadi puzzle sederhana.
b. Menyusun balok bisa juga dilakukan. Menyusun balok secara
horisontal keatas maupun vertikal dalam bentuk barisan.
c. Bermain peran.
Pada prinsipnya terapi bermain digunakan untuk menjadi media bagi anak
agar dapat melatih hal-hal berikut:
a. mengalihkan perhatiannya dari aktivitas yang berlebihan namun tidak

bermanfaat
b. melatih anak melakukan tugas satu persatu
c. melatih anak menunggu giliran
d. mengalihkan sasaran agresivitas.

11

3. Terapi Psikofarmakologi
Pemberian terapi psikofarmakologi harus terus diberikan selama gejala masih
ada dan menyebabkan gangguan. Mengingat terapi digunakan dalam waktu
yang cukup panjang, maka pasien dengan ADHD harus melakukan follow up
yang teratur untuk evaluasi pengobatan. Evaluasi ini berguna untuk
memastikan apakah obat yang diberikan masih efektif, menentukan dosis
optimal, dan meyakinkan efek samping yang timbul tidak signifikan secara
klinik.
4. Olahraga
Permainan olah raga yang melatih konsentrasi seperti bulu tangkis, basket
cukup membantu melatih konsentrasi anak dengan ADHD untuk fokus pada
bola. Latihan oleh raga bela diri yang benar (bukan hanya diajarkan memukul
tetapi juga filosofi dari bela diri dan meditasi untuk melatih fokus) juga
melatih konsentrasi dan ketekunan dalam meraih warna-warna sabuk yang
harus dilalui sampai mendapatkan sabuk hitam.
C. Alat Musik Djembe
1. Pengertian Musik
Musik pada hakikatnya adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi
sebagai media penciptaannya. Soeharto (1992:86) mengatakan bahwa:
Musik adalah pengungkapan gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya
berupa melodi, irama, dan harmoni, dengan unsur pendukung berupa
bentuk gagasan, sifat, dan warna bunyi. Namun dalam penyajiannnya,
seiring dengan unsurunsur lain, seperti bahasa, gerak, ataupun warna.

2. Terapi Musik
Musik tentunya adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita.
Musik ternyata bersifat terapeutik dan bersifat menyembuhkan.
12

Musik menghasilkan rangsangan ritmis yang di tangkap oleh organ


pendengaran dan diolah di dalam sistem saraf tubuh dan kelenjar pada
otak yang mereorganisasi interpretasi bunyi ke dalam ritme internal
pendengar. Ritme internal ini mempengaruhi metabolisme tubuh manusia
sehingga prosesnya berlangsung dengan lebih baik. Metabolisme yang
lebih baik akan mengakibatkan tubuh mampu membangun sistem
kekebalan yang lebih baik, dan dengan sistem kekebalaan yang lebih baik
tubuh menjadi lebih tangguh terhadap kemungkinan serangan penyakit
( dalam Campbel, 1997).
Terapi musik adalah pemanfaatan kemampuan musik dan elemen musik
untuk meningkatkan dan merawat kesehatan fisik, memperbaiki mental,
emosional, dan kesehatan spiritual klien. Terapi musik terdiri dari 2 elemen
utama yaitu elemen terapi dan elemen musik. Elemen terapi yang meliputi
keterampilan musik bagi terapis, membangun hubungan terapis dengan klien,
aktifitas yang terstruktur dan dianjurkan oleh tim yang merawat klien untuk
mencapai tujuan yang spesifik dan obektif bagi klien. Elemen musik sebagai
alat utama yang meliputi irama, melodi, dan harmoni. Terapi musik dapat
dilakukan dengan berbagai cara yaitu menyanyi, mencipta lagu, memainkan
alat musik, improvisaso, mendiskusi lirik dan mendengarkan musik.
Terapi musik mempengaruhi suasana hati subjek pendengar menjadi lebih
positif dan dapat menurunkan tingkat depresi yang dialaminya. Dalam
sebuah peneilitian, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara
subjek kelompok yang diberi terapi musik dengan subjek kelompok kontrol.
Selain itu, terapi musik juga tetap efektif menurunkan gangguan depresi.
3. Alat Musik Perkusi
Instrumen perkusi pada dasarnya merupakan benda apapun yang dapat
menghasilkan suara baik karena dipukul, dikocok, digosok, diadukan, atau
dengan cara apapun yang dapat membuat getaran pada benda tersebut. Istilah
instrumen perkusi biasanya digunakan pada benda yang digunakan sebagai
pengiring dalam suatu permainan musik

13

Instrumen musik perkusi tidak hanya dimainkan sebagai pengiring / ritmis,


melainkan pula sebagai melodi dan memainkan harmoni.
Permainan alat perkusi adalah aktivitas yang menarik dan amat sesuai untuk
murid sekolah dasar. Kanak-kanak pada usia ini dapat merasa konsep musik
melalui pengalaman bermain musik. Permainan alat perkusi adalah mudah
dan praktikal untuk mengiringi nyanyian hanya dengan memainkan corak
irama yang dipelajari. Di samping itu, permainan alat perkusi juga membantu
membina koordinasi gerakan anggota badan murid. Seterusnya permainan
alat perkusi secara ensembel memupuk semangat kerjasama dan toleransi,
disiplin, dan rasa tanggung jawab serta latihan motorik.
4. Djembe
Djembe adalah satu di antara sekian banyak alat musik perkusi ritmik yang
populer di masa kini. Dimainkan lintas-kalangan, anak-anak hingga dewasa.
Satu yang unik dari djembe adalah pola-pola rhythm-nya yang konstan,
tabuhannya yang bergemuruh, tajam, melengking dan gaduh seolah
membangkitkan energi.
Menurut Doris Green (2001), mengemukakan bahwa:
Djembe adalah hasil kreasi orang. Konon di Sierra Leone. Cikal bakal
djembe adalah sangba. Memang benar alat musik ini berasal dari Afrika,
tapi siapa sangka ternyata persebarannya tidak menyeluruh di seluruh
benua Afrika. Konon nama djembe diambil dari pohon djem, yang banyak
ditemukan di Mali. Pohon djem adalah bahan dasar untuk membuat
djembe. Setelah pohon ditebang, dibentuk suatu kerangka menyerupai
piala, lantas dibubut, dan diukir sedemikian rupa. Tentu dipilih kayu yang
baik, yang tingkat ketahanannya lama, dan bisa menghasilkan akustik
yang bagus. Membran sebagai sumber bunyinya bisa menggunakan kulit
kambing, kerbau dan antelop. Teknik merenggangkannya pun khusus.
Lalu, setelah melalui proses pengeringan, membran itu diikatkan tali di
selingkar body-nya.
Djembe dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan kosong.
Djembe berukuran macam-macam, dari 5 cm sampai 18 cm (diameter
kulitnya). Bentuk djembe yang seperti cawan membuat djembe memiliki
14

suara bas yang bulat. Pemain djembe yang berpengalaman bisa membuat
bermacam-macam nada (tinggi / rendah).
Melihat instrumentasi dalam formasi tradisional kira-kira standarnya adalah:
3 djembe ditambah dunun yang terdiri dari kankeni (kecil), sangban (sedang),
dan dunumba (besar). Kankeni menabuh pulsa pendek yang konstan, sangban
menjadi jalinan melodi, dan dunumba untuk bermain pulsa-pulsa panjang.
Sementara 3 djembe bermain rhythm 1 dan 2, sisanya sebagai solis.
Hasil penelitian Bittman, menabuh djembe bisa meningkatkan fungsi
kekebalan tubuh dan membantu melatih motorik. Memang, tata cara
pengobatan konvensional sering menganggap remeh musik sebagai salah satu
alternatif unik untuk penyembuhan. Musik lebih dianggap hanya sebagai
hiburan dibanding untuk penyembuhan. Padahal, sudah ada penelitian yang
menunjukkan manfaat menabuh drum djembe untuk mengembalikan
kebugaran dan melatih otot tangan juga lengan.
Tahun 2001, Barry Bittman, MD, dari Mind Body Institute di Massachusetts,
AS, menyelesaikan penelitian pertama mengenai menabuh djembe. Hasilnya
jika seseorang menabuh djembe dalam sebuah kelompok, hormon yang
berkaitan dengan kadar stresnya dapat berkurang.
Dalam penelitian, para partisipan diambil contoh darahnya sebelum dan
sesudah sesi menabuh drum / djembe untuk melihat apakah ada perubahan
secara psikologis pada diri mereka. Pada kadar sel, penelitian tersebut
memperlihatkan peningkatan signifikan terhadap fungsi imun.
Setelah menjalani proses menabuh drum / djembe yang disebut composite
drumming, sebuah sesi aktivitas yang menggunakan drum dan alat musik
rhyhtm lainnya, kadar aktivitas sel pembunuh alami dan sel limfokin dalam
tubuh para partisipan meningkat.

15

Kesimpulan yang menjanjikan adalah, melakukan kegiatan menabuh drum


secara bervariasi dapat menjadi cara inovatif dalam mengurangi tingkat stres
dan mengobati kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Dinyatakan oleh seorang ahli terapi musik Barry Bernstein, MT-BC bahwa:
menabuh djembe tidak hanya dapat membuat usia lebih panjang dan emosi
terkontrol, tetapi juga dapat menjaga otak tetap sehat, karena cara
menggunakan djembe dengan menabuh oleh tangan kosong dengan ritmik
yang teratur juga menggunakan konsentrasi yang cukup tinggi untuk
mengatur nada-nadanya agar harmonis. Irama djembe diproses sacara luas
ke seluruh bagian otak.

BAB III
METODE PENULISAN

16

A. Teknik Pengumpulan Data


Data dikumpulkan dari sumber-sumber bacaan baik berupa buku dan artikelartikel ilmiah dari internat, juga melalui observasi non partisipan, dan wawancara
langsung pada sumber-sumber yang relevan dengan topik yang dibahas Pada
tahap ini data, fakta dan informasi dicari dan diidentifikasi. Data diseleksi, yang
sesuai dengan topik tulisan dipisahkan dari yang tidak sesuai. Data yang sesuai
dengan topik tulisan dipisahkan berdasarkan kesesuaiannya dengan sub-sub judul
dalam kerangka tulisan.
B. Teknik Pengolahan Data
Data, fakta atau informasi yang diperoleh kemudian diolah dengan cara analisis
deskriptif dalam bentuk teks. Data yang telah diolah kemudian ditafsirkan dengan
menggunakan metode analisis isi atau content analysis. Disini penulis
menafsirkan dan mengintisarikan suatu tulisan ilmiah. Tulisan ditafsirkan secara
seimbang dan sesuai fakta yang disajikan. dianalisis secara obyektif, bebas dari
kepentingan subyektif.
C. Teknik Analisis dan Sintesis
Analisis dilakukan dengan cara membandingkan intisari-intisari sumber bacaan
sebagai hasil pengolahan dan penafsiran data, fakta atau informasi. Pada tahapan
ini, dibandingkan pula antara data yang tersedia dengan teori-teori yang relevan.
Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, maka diungkap permasalahanpermasalahan,

kelemahan-kelemahan,

kelebihan-kelebihan

atau

manfaat-

manfaatnya. Permasalahan yang ditemukan itu kemudian dicari alternatif


pemecahannya. Pemecahan masalah dilakukan dengan cara membandingkan
kelemahan dan kelebihan dari cara-cara yang telah ada. Berdasarkan hasil
perbandingan itu kemudian diangkat pemecahan masalah yang merupakan
kombinasi dari cara pemecahan masalah yang telah ada. Disini, penulis juga
mengemukakan argumentasi untuk mendukung alternatif pemecahan masalah
yang penulis kemukakan.

17

D. Teknik Penarikan Kesimpulan


Simpulan dibuat dengan menggunakan pola pikir induktif, yaitu menarik simpulan
dari proposisi-proposisi yang khusus yang kemudian digeneralisasikan.
E. Teknik Merumuskan Saran dan Rekomendasi
Saran dan rekomendasi dibuat berdasarkan hasil kesimpulan.

BAB IV
ANALISIS DAN SINTESIS
A. Deskripsi Data Lapangan
Deskripsi data menyajikan data lapangan yang digali berdasarkan teknik
pengamatan (observasi) dan wawancara mengenai permainan alat musik djembe
di Jendela Ide Sabuga Bandung.

18

Dari hasil wawancara dengan pelatih djembe di jendela ide, mengemukakan


bahwa pada masa sekarang ini djembe merupakan alat musik yang banyak
digemari baik oleh anak-anak maupun dewasa. Djembe menjadi lebih terkenal
dibandingkan alat musik khas indonesia sendiri. Hal itu dikarenakan alat musik
djembe sangat mudah dimainkan. Cara pembelajarannya sangat praktis, teknik
yang digunakan sangat sederhana dan lebih cepat dipelajari dibandingkan alat
musik lain yang sejenis. Secara tampilan luar djembe ini mirip kendang sunda.
Sama-sama dimainkan dengan cara dipukul / ditepuk oleh tangan kosong hanya
saja teknik memainkannya dan jumlah alat yang digunakan berbeda. Dalam
memainkan kendang teknik memainkannya lebih sulit dan rumit, dan kendang
sunda menggunakan empat media. Jika pada djembe cara memainkannya jauh
lebih sederhana dan hanya satu alat yang digunakan. Maka, jembe dapat
dimainkan oleh anak-anak bahkan anak berkebutuhan khusus sekalipun.
Dikemukakan bahwa ternyata pelatih-pelatih di jendela ide pernah juga melatih
anak autistik yang disertai hiperaktif dan anak down sindrom.
Melatih bermain djembe pada anak autistik memang tidak mudah, ini diutarakan
oleh pelatih. Diperlukan waktu hingga satu tahun untuk mengajarkan satu lagu.
Namun ini tetap dikatakan sebuah prestasi. Dengan adanya perubahan positif pada
anak, djembe ini dianggap sebagai media yang dapat membantu mengurangi
hambatan-hambatan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus. Contohnya pada
anak yang pernah belajar di jendela ide ini. Pada mulanya anak autistik ini sulit
sekali melakukan kontak mata, memiliki hambatan interaksi, komunikasi dan
sosial juga disertai perilaku hiperaktif. Namun lambat laun kontak mata mulai
ada, mulai mengerti intruksi, hingga anak ini berhasil memainkan satu lagu.
Meski mungkin secara kualitas belum cukup baik. Juga pada anak down sindrom,
pelatih menyatakan bahwa anak tersebut pernah mengikuti pentas hingga masuk
ke liputan di televisi. Dengan alat musik yang menaraik tapi penggunaannya
sangat sederhana ini dapat merangsang anak untuk melatih kemampuan / potensi
yang ada dalam diri.

19

Khususnya

bagi

anak-anak

berkebutuhan

khusus,

menurut

pelatih

mengelompokannya pun harus disesuaikan dengan kemauan dan kemampuan


anak. Ada anak berkebutuhan khusus yang sulit jika dilatih secara klasikal /
kelompok maka harus dilatih secara individual atau bahkan ada anak yang merasa
nyaman dan lebih mudah belajar jika diikutsertakan dengan kelompok besar
karena tidak terlalu tegang.
Menurut pelatih bahwa dengan memainkan alat musik djembe dapat memperoleh
beberapa manfaat khususnya bagi anak-anak diataranya yaitu: (1) melatih atensi
dan konsentrasi, (2) melatih motorik kasar, (3) melatih koordinasi mata dan
tangan, (4) melatih fungsi otak kiri dan kanan, (5) melatih memori dan persepsi,
(6) juga berpengaruh baik pada perkembangan emosi, perilaku dan sosial.
Ketika pertama kali mengajarkan alat musik djembe kepada anak-anak yang
diajarkan adalah bunyi-bunyi ritmik yang sederhana. Ketukan-ketukan yang tepat
dan hitungan yang sesuai. Belum langsung disertai pada kualitas suara / bunyi.
Karena jika demikian, anak akan sulit mengikuti dan permainan ini menjadi hal
yang tidak menyenangkan bagi anak. Karena membentuk kualitas suara yang baik
itu dengan mengeluarkan tenaga yang cukup disertai posisi tangan yang tepat.
Di jendela ide ini murid-murid yang berlatih alat musik djembe sekitar dari umur
3 tahun sampai usia remaja. Kelompok usia di bawah 10 tahun baru diajarkan
ritmik agar anak-anak ini mengikuti dengan mudah dan bermain djembe menjadi
hobi yang menyenangkan bagi mereka.
Untuk pelajaran dasar, diajarkan terlebih dahulu teknik / cara menepuk alat musik
djembe. Ada 3 jenis, yaitu: (1) open / tune dengan setengah jari, yang tempat
menepuknya dipinggir memberan (2) slef dengan jari yang menepuknya lebih
ke tengah, (3) bas dengan seluruh jari tangan yang menepuknya ke bagian tengah.
Sehingga suara yang dihasilkan dari ketiga teknik menepuk ini akan berbeda.
Dalam permainan djembe ini secara tidak langsung mengajarkan pada anak
hitungan dalam tiap ketukan / sirkumulasi jumlah, untuk melatih kemampuan
hitung matematis.

20

Berdasarkan hasil pengamatan permainan djembe di jendela ide. Dalam


memainkan djembe banyak hal yang berperan, mulai dari atensi, konsentrasi,
persepsi auditori, persepsi visual, memori, motorik kasar, juga koordinasi mata
dan tangan.
Atensi dan konsentrasi sangat diperlukan untuk memainkan alat musik djembe ini.
Ketika pelatih mulai memberi contoh bagian tangan mana yang digunakan untuk
menepuk djembe dan berapa kali ketukan yang digunakan. Anak harus fokus dan
berkonsentrasi pada nada-nada yang didengar dan gerakan tangan yang dilakukan.
Dalam hal ini, jelas antara pendengaran dan penglihatan ikut berperan aktif dalam
mempersepsikan / menafsirkan bunyi-bunyi yang didengar dan gerakan-gerakan
tangan yang dilihat. Ketika nada-nada yang diajarkan diminta lagi untuk diulang
maka yang berperan di sini adalah memori yang bekerja dalam mengingat
kembali. Djembe menggunakan kedua tangan antara kiri dan kanan, sehingga
diperlukan koordinasi yang baik untuk memainkannya. Oleh karena itu alat musik
djembe bukan hanya sekedar alat musik biasa yang hanya untuk kesenangan /
hiburan semata tetapi dapat dijadikann media untuk melatih aspek-aspek yang
disebutkan di atas.

B. Pembahasan
Seperti apa yang telah diungkapkan pada bab sebelumnya, bahwa permasalahan /
hambatan-hambatan anak ADHD sangat kompleks yang diakibatan dari gangguan
konsentrasi, hiperaktifitas dan impulsifitasnya. Sehingga anak-anak ini sulit
mengikuti pelajaran dengan baik di sekolah karena gangguan konsentrasinya.
Anak ini pun sering berjalan-jalan di kelas / bertindak berlebihan, tindakantindakan tersebut cenderung mengarah pada perilaku negatif dan tidak bermakna
yang juga merugikan orang lain, ini diakibatkan karena hiperaktifitas dan
impulsifitasnya.
Hambatan atau kesukaran di sekolah dalam berkonsentrasi sangat rendah, kurang
adanya kontrol perilaku, dimana kemampuan ini sangat dituntut apabila anak

21

mulai sekolah dan bermain dengan teman-temannya. Penyimpangan perilaku ini


akan mengganggu anak dalam belajar melakukan tugas-tugas perkembangan.
Sehingga perkembangann yang optimal sulit dicapai oleh anak.
Salah satu pokok masalah dalam pembelajaran siswa ADHD yaitu bahwa siswa
mengalami hambatan dalam berkonsentrasi sehingga sulit untuk fokus terhadap
suatu materi pelajaran. Oleh karena itu, sebagai guru yang menanganai siswa
ADHD harus dapat mencari penyelesaian yang tepat berupaya membantu
meningkatkan konsentrasi anak. Sehingga proses pembelajaran yang diberikan
pada ADHD dapat tercapai secara optimal.
Memang telah banyak upaya-upaya yang dilakukan dalam menangani anak
ADHD mulai dari bentuk permainan, olahraga, obat-obatan, terapi perilaku dan
lain-lain, hanya saja semuanya itu dampaknya kurang dirasakan. Maka, penulis
mencari solusi baru untuk menangani anak ADHD yaitu dengan alat musik
djembe.
Alat musik djembe berupaya melatih konsentrasi anak agar meningkat dan
sebagai media untuk menyalurkan energi dan perilaku anak ADHD yang
berlebihan pada hal yang positif. Alat musik djembe sudah banyak digemari oleh
anak-anak bahkan telah dibuatkan ekstrakulikuler tersendiri di beberapa sekolah.
Tempat-tempat latihan djembe pun banyak menjamur sehingga alat musik ini
sudah dirasa dekat dengan anak.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa musik bersifat terapeutik dan bersifat
menyembuhkan.
Musik menghasilkan rangsangan ritmis yang di tangkap oleh organ
pendengaran dan diolah di dalam sistem saraf tubuh dan kelenjar pada
otak yang mereorganisasi interpretasi bunyi ke dalam ritme internal
pendengar. Ritme internal ini mempengaruhi metabolisme tubuh manusia
sehingga prosesnya berlangsung dengan lebih baik. ( dalam Campbel,
1997).
Terapi musik juga mempengaruhi suasana hati subjek pendengar menjadi lebih
positif dan dapat menurunkan tingkat depresi yang dialaminya. Dalam sebuah

22

peneilitian, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara subjek kelompok


yang diberi terapi musik dengan subjek kelompok kontrol. Selain itu, terapi musik
juga tetap efektif menurunkan gangguan depresi. Terapi musik dapat dilakukan
dengan berbagai cara diantaranya dengan memainkannya.
Maka hal ini sangat cocok untuk menurunkan kadar emosi yang berlebih pada
anak lewat permainan alat musik djembe. Dalam sebuah penelitian mengenai
djembe dinyatakan oleh seorang ahli terapi musik Barry Bernstein, MT-BC
bahwa:
menabuh djembe tidak hanya dapat membuat usia lebih panjang dan emosi
terkontrol, tetapi juga dapat menjaga otak tetap sehat, karena cara
menggunakan djembe dengan menabuh oleh tangan kosong dengan ritmik
yang teratur juga menggunakan konsentrasi yang cukup tinggi untuk
mengatur nada-nadanya agar harmonis. Irama djembe diproses sacara luas
ke seluruh bagian otak.
Atensi dan konsentrasi merupakan hal yang sangat berkaitan. Atensi sering
disebut juga dengan perhatian. Sedangkan konsentrasi secara umum adalah suatu
proses pemusatan pemikiran kepada suatu objek tertentu. Artinya tinakan /
pekerjaan yang kita lakukan dilakukan secara sungguh-sungguh dengan
memusatkan seluruh panca indera kita, penciuman, pendengaran, penglihatan, dan
pikiran. Bahkan yang sifatnya abstrak sekali pun yaitu perasaan.
Bagi anak ADHD jelas mereka mengalami hambatan pada atensi dan konsentrasi,
sehingga fokus perhatiannya mudah teralih dan merespon secara berlebihan pada
hal lain yan dirasa lebih menarik. Respon yang berlebihan ini ditandai dengan
aktivitas, gerakan-gerakan yang tidak terarah dan tanpa tujuan yang disebuat
hiperaktifitas juga gerakan-gerakan tersebut dilakukan tanpa adanya kontrol dari
dalam diri dan ini disebut impulsifitas.
Berdasarkan data hasil obsevasi dan wawancara juga telaah pustaka. Alat musik
djembe dinyatakan dapat membantu menangani permasalahan yang dialami anak
ADHD, khususnya dalam hal konsentrasi. Dalam memainkan alat musik djembe
ini diperlukan konsentrasi yang cukup tinggi untuk mengatur nada-nadanya agar
harmonis. Karena anak ADHD sangat aktif sekali bergerak pada hal yang kurang

23

teraarah dan dianggap kurang penting, maka dengan alat musik djembe ini dapat
mengarahkan perilaku yang hiperaktif dan tenaga yang berlebihnya itu ke arah
yang positif. Dalam bermain alat musik djembe ini dapat pula melatih anak untuk
percaya diri seperti halnya ketika ada pementasan dan mengembangkan
kemampuan sosialisasinya karena djembe ini rata-rata dimainkan berkelompok.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Secara umum, ADHD menjelaskan kondisi anak-anak yang memperlihatkan ciri
atau gejala kurang konsentrasi, hiperaktif, dan impulsif yang dapat menyebabkan
ketidakseimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka.
Gangguan konsentrasi merupakan salah satu faktor penghambat anak ADHD
dalam belajar. Konsentrasi termasuk hal yang sangat penting, dengan konsentrasi

24

yang tinggi, perhatian para siswa akan fokus pada kegiatan pembelajaran sehingga
berpengaruh positif pada proses dan hasil belajar siswa.
Pada umumnya rentang konsentrasi anak ADHD sangat rendah sehingga anak
ADHD mudah lupa, gagal dalam mengingat suatu informasi dan gagal dalam
mengerjakan tugas yang diberikan.
Berdasarkan temuan-temuan data di lapangan dan penelaahan pustaka terhadap
permasalahan yang diungkap, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan
bermain alat musik djembe dapat membantu meningkatkan konsentrasi anak
ADHD, karena disamping menarik bagi anak penggunaan alat musik djembe ini
sangat mudah. Dalam penggunaannya anak dituntut untuk memfokuskan
konsentrasinya dengan baik. Agar nada-nada yang dimainkan terdengar ritmis dan
harmonis. Teknik tepukan tangan harus sesuai agar menghasilkan bunyi yang
diinginkan dan hitungan tepukannya pun harus tepat.
Selain itu ternyata alat musik djembe dapat berpengaruh baik pada aspek yang
lainnya. Diantaranya yaitu: (1) melatih motorik kasar, (2) melatih koordinasi mata
dan tangan, (3) melatih fungsi otak kiri dan kanan, (4) melatih memori dan
persepsi, (5) juga berpengaruh baik pada perkembangan emosi, perilaku dan
sosial.
B. Saran
1. Guru
Agar dapat menangani persoalan gangguan konsentrasi pada anak ADHD
sehingga mengoptimalkan proses pembelajaran. Maka, disarankan kepada
guru untuk melatih konsentrasi anak tersebut dengan permainan alat
musik djembe. Bisa dengan mengadakan ekstrakulikuler djembe. Karena
djembe ini bermanfaat cukup banyak bagi anak.
2. Terapis

25

Kepada para terapis, djembe ini dapat dimasukan menjadi salah satu
media untuk menterapi anak dengan gangguan konsentrasi, karena cukup
efektif.
3. Orang tua
Kepada orang tua yang memiliki anak dengan gangguan konsentrasi,
permainan alat musik djembe dapat dijadikan pilihan selain untuk
mengembangkan potensi anak dalam hal kesenian juga untuk melatih
konsentrasi anak.

DAFTAR PUSTAKA
Baihaqi, Mif & Sugiarmin. 2004. Memahami dan Membantu Anak ADHD. Bandung:
Refika Aditama.
Baihaqi, Mif dkk. 2005. Psikiatri: Konsep Dasar dan Gangguan-Gangguan. Bandung:
Refika Aditama.
Judarwanto, Widodo. 2007. Deteksi Dini Anak ADHD. [online]. Tersedia di:
http://www.putrakembara.com
Seno, Tony. 2008. Djembe dari Bali. [online]. Tersedia di:
http://tonyseno.blogspot.com/2008/01/djembe-dari-bali.html

26

Suharmini, T. 2005. Penanganan Anak Hiperaktif. Jakarta: Departemen Pendidikan


Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

27