Anda di halaman 1dari 32

CARA PEMAKAIAN QM FOR WINDOWS UNTUK MODEL PERSEDIAAN

Oleh :
Abdullah M. Jaubah

Pendahuluan
Operations Research atau Management Science atau Decision Science mengandung
model-model persediaan.

Model persediaan mencakup peluang pilihan mengenai

Economic Order Quantity Model, Production Order Quantity Model, Back Order
Inventory Model, Production with Backorders Model, Quantity Discount Model, ABC
Analysis, Reorder Point/Safety Stock (Normal Distribution), dan peluang pilihan Reorder
Point/Safety Stock (Descrete Distribution). Paket program untuk Operation Research
telah banyak dikembangkan antara lain Lindo, QSB, AB : QM, POM for Windows, QM
for Windows, POM/QM for Windows, dan sebagainya. Pembahasan ini akan memakai
paket program QM for Windows. Pembahasan terarah pada cara pemakaian QM for
Windows dalam persediaan. Pokok-pokok pembaasan akan mencakup cara pemakaian
Economic Order Quantity Model, Production Order Quantity Model, Back Order
Inventory Model, Production with Backorders Model, Quantity Discount Model, ABC
Analysis, Reorder Point/Safety Stock (Normal Distribution), dan peluang pilihan Reorder
Point/Safety Stock (Descrete Distribution).

Model-model persediaan memakai variasi-variasi berbeda dari model kuantitas


pemesanan ekonomis (economic order quantity model) agar dapat menentukan
kuantitas pemesanan atau kuantitas produksi yang baik. Model kuantitas produksi
ekonomis

dicakup

pula

dalam

pembahasan

ini.

Model-model

yang

memperbolehkan kekurangan untuk model kuantitas pemesanan ekonomis dan


kuantitas produksi ekonomis dicakup juga. Pembahasan mengenai potonganpotongan kuantitas untuk kuantitas pemesanan ekonomis diperbolehkan juga.
Pembahasan mengenai model analisis ABC, reorder point untuk distribusi normal
dan reorder point untuk distribusi diskrit dilakukan juga.

Demand rate adalah tingkat permintaan atau tinkat pemakaian perlu dimasukkan.
Tingat permintaan ini merupakan tingkat tahunan walau hal ini bukan merupakan
ketentuan dasar. Unit-unit waktu untuk tingkat permintaan ini harus sesuai dengan
unit-unit waktu untuk biaya pemeliharaan (holding cost)
Setup cost merupakan biaya tetap dari penempatan tiap pesanan atau tiap
pelaksanaan produksi.

Holding cost rate merupakan tingkat biaya pemeliharaan dari menahan satu unit
persediaan untuk satu periode. Biaya ini diberikan dalam bentuk jumlah nilai moneter
atas dalam bentuk persentasi dari harga dari unsur bersangkutan. Biaya pemeliharaan
ini jika ingin memakai persentase dari biaya per unit, maka masukkanlah tanda
persentase [%] setelah angka atau bilangan.
Unit cost kadang-kadang diperlukan akan tetapi sebagian besar unit cost ini tidak
diperlukan karena kuantitas pemesanan ekonomis adalah independen dari unit cost.
Reorder point dipakai untuk memungkinkan peritungan saat pemesanan kembali. Tiga
baris masukan ditambahkan dalam kasus-kasus ini. Suatu tingkat permintaan harian
atau jumlah hari dalam setahun dimasukkan sehingga tingkat permintaan harian dapat
dihitung dari tingkat permintaan tahunan. Jumlah hari untuk lead time juga
dimasukkan.
Order quantity mungkin juga dipakai untuk memasukkan suatu nilai untuk kuantitas
pemesanan. Pemasukan jumlah jika bukan nilai 0, maka dua hasil akan disajikan, Satu
kolom akan menyajikan kuantitas pemesanan ekonomis, sedangkan kolom lain
dipakai untuk melakukan spesifikasi kuantitas pemesanan.
Studi dan penghayatan mengenai Operations Research telah dilakukan beberapa tahun yang
lalu melalui pemakaian AB:QM versi 3, QM for Windows version 2.0, POM/QM for
Wndows Version 3, dan POM/QM for Windows Version 4.0. Cara pemakaian yang dipakai
di sini adalah POM/QM for Windows Version 4.0. Contoh-contoh lengkap telah disusun dan
dilaksanakan dalam AB:QM tatkala melakukan studi dan penghayatan atas isi buku
Management Science (1996) yang disusun oleh Bernard W. Taylor III. Buku ini telah
diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Salemba Empat. Paket
program yang tersedia dalam buku tersebut adalah AB : QM Version 3. Studi dan
penghayatan atas Edisi ke 8 dari buku tersebut telah memakai paket program POM/QM for
Windows Version 4.0.
Model Economic Order Quantity
QM for Windows diaktifkan sehingga kotak disajikan sebagai berikut :

Informasi yang terkandung di sini mencerminkan bahwa QM for Windows Version 4.0
dicipta oleh Howard J. Weiss sebagai perangkat lunak untuk Ilmu-ilmu Keputusan yaitu
Metode-metode Kuantitatif, Manajemen Produksi dan Manajemen Operasi. Paket program
ini merupakan hak cipta yang dipegang oleh Pearsin Education, Inc. (2011) dari Pearson
Prentice Hall.
Keadaan ini ditunggu sehingga kotak dialog disajikan seperti di bawah ini :

Tombol OK ditekan sehingga disajikan kotak dialog sebagai berikut :

Peluang Inventory dipilih. Langkah ini akan menyajikan kotak dialog sebagai berikut :

Modul Inventory telah diaktifkan. Perintah File>New dipakai. Langkah ini akan menyajikan
informasi mengenai peluang yang akan dipilih. Peluang-peluang yang tersedia adalah sebagai
berikut :

Pemakaian model Economic Order Quantity membutuhkan parameter-parameter dan nilainilai. Parameter-parameter itu mencakup tingkat permintaan, biaya pemesanan, biaya
pemeliharaan (holding cost), biaya per unit, hari per tahun, tingkat permintaan harian, lead
time dalam hari, dan persediaan besi (safety stock). Langkah-langkah pemakaian QM for
Windows mencakup langkah observasi situasi, langkah identifikasi masalah, langkah
perumusan atau pembetukan model, langkah pemasukan model yang telah dirumuskan ke
dalam QM for Windows, langkah penyimpanan hasil pemasukan ke dalam arsip, langkah
pelaksanaan, dan langkah pengambilan keputusan berdasar atas hasil-hasil pelaksanaan.
Perumusan Model
Parameter
Demand rate(D)
Setup/Ordering cost ($)
Unit cost
Days per year (optional)
Daily demand rate(d)
Lead time(in days)
Safety stock

Value
400
40
0
250
0
10
0

Pengisian Model
Pengisian model dilakuak dengan cara peluang Economic Order Quantity dipilih. Langkah ini
akan menyajikan kotak dialog sebagai berikut :

Kotak Title diketik Contoh EOQ dan tombol OK ditekan. Langkah ini akan menyajikan kotak
dialog Data Table sebagai berikut :

Pemasukan data dilakukan

dengan cara memasukkan data yang terkandung dalam

perumusan model sebagaimana telah dilakukan di atas. Data di atas dimasukkan dengan cara
melakukan pengetikan. Hasil pengetikan ini adalah sebagai berikut :

Hasil pengetikan di atas kemudian disimpan dalam arsip dengan nama Sedia1.
Pemecahan Model
Tombol Solve ditekan sehingga hasil dapat disajikan sebagai berikut :

Hasil-hasil yang diperoleh terdiri dari parameter, hasil-hasil memakai Economic Order
Quantity, dan hasil-hasil memakai 20. Parameter-parameter ini terdiri dari Optimal order
quantity, Maximum Inventory Level, Average inventory, Orders per period (year), Annual
Setup cost, Annual Holding cost, Unit costs, Total Cost, dan Reorder point.
8

Layar hasil menyajikan bahwa model kuantitas pemesanan ekonomis telah dipecahkan
dan hasil telah menemukan jika memakai kuantitas pemesanan sebanyak 20 unit.
Hasil-hasil model adalah sebagai berikut :
Kuantitas pemesanan optimal mencerminkan kuantitas pemesanan yang paling
ekonomis. Kuantitas pemesanan optimal adalah 23.094 unit per pemesanan.
Tingkat persediaan mencerminkan bahwa mengetahui jumlah terbesar yang akan
terdapat dalam persediaan akan bermanfaat. Hal ini merupakan jumlah yang dipesan.
Persediaan, dalam contoh ini tidak akan melebihi jika 20 unit sebagai kuantitas
pemesanan.
Average inventory level mencerminkan setengah dari persediaan maksimum. Annual
holding costs berdasar atas persediaan rata-rata.
Orders per year mencerminkan bawa periode waktu diasumsikan 1 tahun da jumlah
pemesanan disajikan. Jumlah pemesanan ini adalah 17.3205 untuk kuantitas
pemesanan ekonomis dan 20 untuk kuantitas pemesanan 20.
Unit costs adalah biaya total untuk pemesanan unit tersebut. Biaya per unit secara
individual akan sebesar 0 dan karena itu jumlah biaya per unit akan sebesar 0 juga.
Total costs mencerminkan biaya-biaya persediaan dan biaya per unit bermanfaat untuk
mengecek bekerja atas masalah-masalah dengan potongan-potongan.

Reorder point adalah hasil perkalian dari tingkat permintaan harian dan jumlah hari
dari lead time. Tingkat permintaan harian adalah 1.6 unit dan lead time adalah 10 yang
akan menghasilkan saat pemesanan adalah 16 unit.
Suatu grafik biaya dan persediaan disajikan pula. Grafik ini mencerminkan kuantitas
pesanan adalah 23.094 unit dan biaya total adalah $1,385.641.
Contoh Lain
Contoh lain dapat dikemukakan sebagai berikut :

Contoh ini telah diketik dan disimpan dalam arsip bernama Sedia2. Tombol Solve ditekan
sehingga informasi dapat disajikan sebagai berikut :

10

Titik keseimbangan antara Holding cost dan Setup cost akan menentukan kuantitas yang
dipesan dan kuantitas yang dipesan ini akan menentukan biaya total. Hal ini tercermin dalam
grafik di atas.
Production Order Quantity Model
Perumusan Model
Perumusan model Production Order Quantity dapat dilakukan. Perumusan model ini
mencakup parameter dan value. Parameter terdiri dari Demand rate, Setup/Ordering cost ($),
Holding cost, Daily production rate, Days per year, Daily demand rate, dan unit cost.
Perumusan model ini adalah sebagai berikut :
Parameter
Demand rate(D)
Setup/Ordering cost ($)
Holding cost (H)
Daily production rate (p)
Days per year (optional)
Daily demand rate(d)
Unit cost

Value
15,000
35
22%
90
250
0
95

Pengisian Model
Pengisian model dilakukan dengan cara memakai perintah File>New>Production Order
Quantity Model. Langkah ini akan menyajikan kotak dialog sebagai berikut :

11

Contoh Production Order Quantity Model diketik dan tombol OK ditekan. Langkah ini akan
menyajikan kotak dialog sebagai berikut :

Pengisian data menghasilkan kotak dialog sebagai berikut :

12

Hasil pengetikan disimpan dengan nama Sedia4.


Pemecahan Model
Tombol Solve ditekan sehingga hasil dapat disajikan sebagai berikut :

Data, dalam contoh ini, disajikan untuk suatu masalah yang berhubungan dengan
produksi. Data ini mencakup parameter-parameter dari tingkat permintaan, biaya
13

setup, holding cost, dan unit cost. Penyajian hasil-hasil untuk kebijakan memproduksi
300 unit per pelaksanaan juga disajikan. Holding cost, dalam contoh ini, adalah 22%
dari harga per unit yaitu 20.9. Model ini juga mengandung daily production rate dan
daily demand rate atau jumlah hari per tahun dibutuhkan juga. Contoh ini
mencerminkan bahwa days per year adalah 250. Perhitungan daily demand rate adalah
15000/250 adalah 60. Hasil lain mencerminkan telah ditemukan daily demand rate
sebesar 60. Holding cost telah dihitung sebesar 20.9 berdasar atas 22% dari unit cost
sebesar $95.

Back Order Inventory Model


Pembahasan lebih lanjut hanya mencakup cara perumusan atau pembentukan model, cara
pengisian model, dan cara pemecahan model.
Perumusan Model
Perumusan

model

ini

mencakup

parameter-parameter

mengenai

Demand

rate,

Setup/Ordering cost ($), Holding cost, Backorder cost, unit cost dan nilai dari tiap unsur
parameter ini. Unsur-unsur ini mengandung beberapa persamaan dengan unsur-unsur yang
terkandung dalam Economic Order Quantity. Hal ini berarti bahwa parameter-parameter dan
nilai-nilai yang perlu dimasukkan dalam perumusan model termasuk model-model persediaan
dapat disusun sehingga bentuk-bentuk untuk tiap perumusan model tersedia. Hal ini akan
mempermudah perumusan model. Perumusan model dapat dilakukan sebagai berikut :

14

Title

: Contoh Back Order Inventory Model

Parameter
Demand rate (D)
Setup/Ordering cost($)
Holding cost (H)
Backorder cost (B)
Unit cost

Value
200
100
70
40
140

Pengisian Model
Perintah File>New>Back Order Inventory Model dipakai. Langkah ini akan menyajikan
kotak dialog di bawah ini. Pengetikan dalam kolom Title dilakukan yaitu Contoh Back Order
Inventory Model. Tombol OK ditekan.

Langkah menekan tombol OK akan menyajikan kotak dialog sebagai berikut :

15

Pengisian model dilakukan dengan cara pengetikan nilai-nilai dan hasil pengetikan itu adalah
sebagai berikut :

Hasil pengetikan ini kemudian disimpan dengan nama arsip Back Order.
16

Pemecahan Model
Pemecahan model akan menghasilkan informasi sebagai berikut :

Pemecahan model di atas menghasilkan parameter-parameter dan nilai-nilai dari tiap


parameter. Hasil di atas mencerminkan parameter-parameter Optimal order quantity,
Maximum Inventory Level, Maximum Inventory Shortage, Orders per period (year), Annual
Setup cost, Annual Holding cost, Annual shortage cost, unit costs, dan parameter dan nilai
dari Total Cost.
Production with Backorders Model
Perumusan Model
Perumusan model dilakukan atas parameter-parameter dan nilai-nilai mengenai Demand rate,
Setup/Ordering cost ($), Holding cost, Daily production rate, Days per year, Backorder cost,
dan Unit cost. Perumusan model ini adalah sebagai berikut :
Parameter
Demand rate (D)
Setup/Ordering cost ($)
Holding cost (H)
Daily production rate (p)
Days per year(optional)
Dayly demand rate(d)
Backorder cost (G)
Unit cost

Value
2500
100
80
40
250
10
45
100

17

Pengisian Model
Model yang telah dirumuskan itu kemudian diisi ke dalam QM for Windows dengan cara
memakai perintah File>New>Production with Backorders Model. Langkah ini akan
menyajikan kotak dialog Create data set for Inventory/Production with Backorders Model
sebagaimana disajikan di bawah ini :

Kolom Title diisi dengan cara pengetikan Contoh Production with Backorders Model.
Tombol OK ditekan sehingga kotak dialog disajikan seperti di bawah ini :

18

Pengisian dilakukan dengan cara mengetik nilai-nilai pada kolom Value. Hasil pengetikan
adalah sebagai berikut :

Penyimpanan hasil pengetikan dilakukan dan nama arsip dimasukkan.


Pemecahan Model
Pemecahan model dilakukan dengan cara menekan tombol Solve. Langkah ini akan
menghasilkan informasi sebagai berikut :

19

Hasil di atas mencerminkan parameter-parameter dan nilai dari tiap parameter. Parameterparameter yang dihasilkan mencakup Optimal order quantity, Maximum Inventory Level,
Maximum Inventory Shortage, Orders per period (year), Annual Setup cost, Annual Holding
cost, Annual Shortage cost, Unit costs, dan parameter dan nilai tentang Total Cost.
Quantity Discount Model
Perumusan Model
Perumusan model Discount Model dilakukan atas parameter dan value mengenai Demand
rate, Setup/Ordering Cost ($), Holding cost, Price Range yang terdiri dari beberapa range.
Nilai juga mencakup nilai Lower, Upper, dan Price. Hal ini dapat dilakukan sebagaimana
disajikan dalam tabel di bawah ini.
Title : Contoh Quantity Discount
Parameter
Deman rate (D)
Setup/Ordering cost($)
Holding cost (H)

Value

Price Range
Range 1
Range 2
Range 3

LOWER

110
45
22%

xxx
xxx
xxx
UPPER

2
13
24

xxx
xxx
xxx
PRICE

12
23
999,999

110
100
99

Pengisian Model
20

Pengisian model dilakukan sebagai berikut :

Pemecahan Model
Pemecahan model menghasilkan informasi sebagai berikut :

21

Parameter-parameter yang dihasilkan mencakup Optimal order quantity, Maximum Inventory


Level, Average inventory, Orders per period (year), Annual Setup cost, Annual Holding cost,
Unit cost, dan Total Cost. Tiap parameter ini mengandung nilai bersangkutan.

Informasi rinci juga disajikan dan mencakup kuantitas, Total Setup Cost, Total Unit Cost, dan
Total Cost untuk rang 13 hingga 23 dan range 24 hingga 999999.

Grafik juga disajikan yang mencermikan kuantitas pesanan 13 dan 24 dan biaya per unit.
ABC Analysis Model
Pemakaian ABC analysis model dilakukan dengan cara perumusan model, pengisian model,
dan pemecahan model. Sasaran dari analisis ABC adalah untuk mengidentifikasi unsur-unsur
yang paling penting yang terkandung dalam persediaan. Tingkat kepentingan diukur melalui
nilai moneter atas volume persediaan.
Perumusan Model
Perumusan model analisis ABC dapat dilakukan dengan cara memasukkan nama-nama unsur.
Contoh di bawah ini mengandung 7 unsur diikuti dengan nilai-nilai dari permintaan tiap
unsur , dan Unit Price dari tiap unsur. Perumusan model dapat dilakukan sebagai berikut :

22

Item name
Item 1
Item 2
Item 3
Item 4
Item 5
Item 6
Item 7

Demand Unit price


100
200
300
400
500
150
110

70
140
190
250
330
90
75

Pengisian Model
Pengisian model analisis ABC dilakukan dengan cara pemakaian QM for Windows untuk
Analisis ABC adalah QM for Windows diaktifkan. Langkah ini akan menyajikan informasi
dan ABC Analysis dipilih. Langkah ini akan menyajikan kotak dialog sebagai berikut :

Kolom Title diketik Analisis ABC dan angka 2 diganti dengan angka 7. Tombol OK ditekan
sehingga kotak dialog Data Table disajikan seperti di bawah ini. Nilai-nilai dari permintaan
dan nilai-nilai dari unit cost untuk tiap unsur (item) adalah masih kosong. Nilai-nilai yang
masih kosong ini akan diisi sesuai dengan perumusan model yang telah dilakukan di atas.
Model analisis ABC ini adalah sebagai berikut :

23

Data Table ini mengandung nama-nama Item, permintaan, dan harga per unit. Pengisian data
dilakukan dan hasil pengisian data ini adalah sebagai berikut :

24

Hasil pengetikan ini disimpan ke dalam arsip bernama Sedia3.


Pemecahan Model
Langkah selanjutnya adalah langkah menekan tombol Solve. Langkah ini akan menghasilkan
informasi sebagai berikut :

Hasil di atas mencerminkan jumlah permintaan, nilai moneter dari volume, persentase nilai
moneter dari volume, persentase kumulatif nilai moneter dari volume, dan kategori A, B, dan
kategori C. Kategori A sebanyak 1, kategori B sebanyak 2 kategofi, dan kategori C sebanyak
4 kategori. Jumlah nilai moneter dari volume itu adalah $ 378,750 dari jumlah permintaan
sebanyak 1,760.
Reorder Point/Safety Stock (Normal Distribution) Model
Perumusan Model
Informasi yang dipakai dalam perumusan model Reorder Point/Safety Stock (Normal
Distribution) Model ini mencakup parameter-parameter dan nilai dari tiap parameter.
Parameter-parameter yang tercakup adalah Demand, Demand std dev., Service level %, Lead
time (in days), dan Lead time std dev. Hal ini akan mencerminkan data yang perlu
dikumpulkan dan dipakai dalam perumusan model Reorder Point/Safety Stock (Normal
Distribution). Perumusan model ini tidak dapat dilakukan jika data tentang parameterparameter dan nilai tiap parameter itu tidak diketahui. Perumusan Reorder Point/Safety Stock
(Normal Distribution) Model dapat dilakukan sebagai berikut :

25

Parameter
(Daily) Demand (d-bar)
(Daily) Demand std dev (sigma-d)
Service level %
Lead time (in days) (L)
Lead time std dev (sigma L)

Value
24
4
96
6
2

Pengisian Model
Pengisian model dilakukan dengan cara memakai perintah File>New>Reorder Point/Safety
Stock (Normal Distribution) Model. Langkah ini akan menyajikan kotak doalog Create data
sebagai berikut :

Kolom Title diisi dengan Contoh Reorder Point/Safety Stock (Normal Distribution) Model.
Tombol OK ditekan sehingga kotak dialog disajikan sebagai berikut :

26

Pengetikan dilakukan dan hasil pengetikan ini adalah sebagai berikut :

Hasil pengetikan di atas kemudian disimpan ke dalam arsip.


Pemecahan Model
Pemecahan model dilakukan dengan cara menekan tombol Solve. Langkah ini akan
menyajikan hasil sebagai berikut :

27

Hasil yang diperoleh dari pemecahan model terdiri dari parameter-parameter dan nilai dari
tiap parameter bersangkutan. Parameter-parameter yang tercakup dalam pemecahan model ini
adalah Z-value, Expected demand during lead time, Safety stock, dan Reorder point. Nilai
dari Safety Stock adalah 85.73 dan nilai dari Reorder point adalah 229.73.
Reorder Point/Savety Stock (Discrete Distribution) Model
Perumusan Model
Perumusan model dilakukan berdasar atas parameter-parameter dan nilai dari tiap parameter.
Parameter-parameter yang tercakup dalam perumusan model adalah Reorder point w/o safety
stock, Carrying cost per year, Stockout cost, Orders per year, dan Probability distribution
untuk tiap value. Jumlah dari seluruh nilai adalah 1.
Perumusan model Reorder Point/Savety Stock (Discrete Distribution) dapat dilakukan
sebagai berikut :

Reorder point w/o safety stock


Carrying cost per year
Stockout cost
Orders per year

Parameter
Value
140
xxx
14
xxx
36
xxx
4
xxx

Probability distribution
Value 1
Value 2
Value 3
Value 4
Value 5

50
60
70
80
90

0.1
0.3
0.25
0.2
0.15

Pengisian Model
Pengisian model dilakukan dengan cara memakai perintah File>New>Reorder Point/Safety
Stock (Discrete Distribution). Pemakaian perintah ini akan menyajikan kotak dialog yang
membutuhkan pengisian kolom Title dan perubahan nilai dari nilai 2 menjadi nilai 5 karena
nilai yang terkandung terdiri dari lima nilai yaitu Value 1 sampai dengan Value 5. Hal ini
tercermin dalam kotak dialog sebagai berikut :

28

Kolom Title diisi dengan Contoh Reorder Point/Safety Stock (Discrete Distribution) Model
dan nilai 2 diganti dengan nilai 5. Tombol OK ditekan sehingga kotak dialog di bawah ini
akan disajikan.

29

Pengisian model dapat dilakukan dengan cara melakukan pengetikan dan hasil pengetikan
adalah sebagai berikut :

Hasil pengetikan ini disimpan dalam arsip dan langkah pemasukan model selesai dilakukan.
Pemecahan Model
Pemecahan model dilakukan dengan cara menekan tombol Solve. Langkah ini akan
menyajikan informasi hasil sebagai berikut :

30

Hasil di atas mencerminkan bahwa jika Safety Stock adalah 0 maka additional Holding cost
adalah 0, dengan Stockout cost adalah $1,440, dan Total Cost adalah $ 1,440. Hasil di atas
juga mencerminkan bahwa jika Safety Stock adalah 20, maka Additional Holding cost adalah
280 dengan Stockout cost adalah $432, dan Total Cost adalah $720. Hasil lain mencerminkan
bahwa jika Safety Stock 460, maka Additional Holding cost adalah $560 dengan Stockout
cost adalah $0, dan Total Cost adalah $560.
Manual POM/QM for Windows
Hasil-hasil di atas tidak dibahas dan tidak pula diinterpretasikan. Cara membahas dan
menginterpretasikan hasil-hasil di atas dapat dilakukan setelah melakukan studi dan
penghayatan atas isi manual POM/QM for Windows khusus mengenai model-model
persediaan sebagaimana disajikan di atas.
Rangkuman
Cara-cara pemakaian QM for Windows untuk persediaan telah dilakukan dan mencakup
langkah perumusan model, pengisian model, pemecahan model, analisis, dan interpretasi
hasil pemecahan model. Model-model yang disajikan di sini mencakup delapan kelompok
contoh yaitu Economic Order Quantity Model, Production Order Quantity Model, Back
Order Inventory Model, Production with Backorders Model, Quantity Discount (EOQ)
Model, ABC Analysis, Reorder Point/Safety Stock (Normal Distribution) Model, dan Reorder
Point/Safety Stock (Discrete Distribution) Model. Langkah-langkah dijelaskan secara rinci
sebagai pencerminan dari cara pemakaian QM for Windows dalam persediaan.
Analisis dan interpretasi hasil pemecahan model dilakukan di sini. Mereka yang ingin
melakukan analisis dan interpretasi atas hasil-hasil pemecahan model di atas dapat
melakukan studi dan penghayatan atas isi manual POM/QM for Windows Version 4.0.
Penulis akhirnya mengharap kritik atas isi tulisan ini dan kritik tersebut mungkin akan dapat
memperbaiki isi tulisan ini.
Daftar Kepustakaan
Taylor III, Bernard W. 1996. Sains Manajemen (Pendekatan Matematika Untuk Bisnis),
Buku Satu dan Buku Dua. Jakarta : Salemba Empat.
Thierauf, Robert J. dan Robert C. Klekamp. 1975. Decision Making Through Operations
Research. New York : John Wiley & Son.
31

Turban, Efraim dan Jack M. Meredith. 1990. Fundamentals of Management Science. Plano,
Texas : Business Publications, Inc.
Permata Depok Regency, 2 Januari 2015

32