Anda di halaman 1dari 38

Ruang Lingkup Ekonomi Transportasi akan mempelajari interaksi antara

permintaan (kebutuhan) transportasi (misalnya, keinginan untuk mengadakan


perjalanan dan kemampuan membiayai perjalanan tersebut) dan penawaran
(ketersediaan) transportasi (misalnya, ketersediaan jalur lalu lintas yang
memungkinkan perjalanan). Secara ringkas kita akan membahas beberapa
gagasan dasar ekonomi yang diaplikasikan dalam bidang transportasi.

Samuelson (1976) menguraikan definisi ekonomi sebagai berikut :


Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana orang dan masyarakat
pada akhirnya memilih, dengan atau tanpa menggunakan uang, untuk
memanfaaatkan sumber-sumber daya produktif langka yang dapat memiliki
manfaat-manfaat alternatif guna menghasilkan berbagai komoditas dan
mendistribusikannya untuk dikonsumsi, sekarang dan di masa mendatang, oleh
perorangan atau kelompok-kelompok di dalam masyarakat. Ekonomi
menganalisis keuntungan dan kerugian dari tindakan memperbaiki pola-pola
alokasi sumber daya.
Para ahli ekonomi membagi ilmu ekonomi menjadi 2 cabang utama :
1. Mikroekonomi
> mempelajari hukum-hukum ekonomi dan pengaruhpengaruhnya terhadap suatu perusahaan dalam skala kecil.
2. Makroekonomi
> ilmu, dalam skala nasional dan internasional, yang
mempelajari kesejahteraan masyarakat umum.

Permintaan barang dan jasa umumnya sangat bergantung pada pendapatan konsumen
dan pada harga dari barang dan jasa tersebut relatif terhadap harga-harga lainnya.
Fungsi permintaan atas suatu produk tertentu menunjukkan keinginan konsumen untuk
membeli produk tersebut sesuai dengan alternatif harga yang ada.
Gambar 2.1 memperlihatkan sebuah fungsi permintaan linier untuk perjalanan dari
sepasang titik asal dan tujuan, pada suatu periode waktu tertentu , dan untuk suatu
maksud tertentu.

Fungsi permintaan ini mengasumsikan tingkat dan distribusi tertentu untuk pendapatan,
populasi, dan karakteristik sosio-ekonomik
Fungsi ini adalah suatu kurva permintaan agregat, menampoilkan volume perjalanan
yang diinginkan pada harga yang berbeda-beda oleh sekelompok pelaku pejalanan.
dimana q = jumlah permintaan perjalanan, p = harga, dan =
parameter parameter permintaan yang konstan

Gambar 2.2 memperlihatkan kurva-kurva permintaan yang telah mengalami pergeseran.


Menunjukan perubahan kuantitas perjalanan yang terjadi akibat variabel-variabel lain
diluar harga.

Kita harus mampu membedakan antara perubahan-perubahan jangka pendek pada


kuantitas perjalanan akibat perubahan harga (diperlihatkan oleh pergerakan
disepanjang kurva permintaan pada Gambar 2.1) dengan perubahan-perubahan jangka
panjang akibat aktivitas atau variabel-variabel perilaku, yang diperlihatkan oleh
pergeseran-pergeseran fungsi permintaan pada Gambar 2.2

Kita telah melihat bahwa Fungsi permintaan adalah suatu hubungan antara
jumlah permintaan atas suatu barang dengan harga barang tersebut.

Fungsi penawaran (atau fungsi pelayanan) mempresentasikan jumlah barang


yang ingin ditawarkan oleh produsen pada tingkat harga tertentu.

Keseimbangn dikatakan tercapai ketika faktor-faktor yang mempengaruhi

jumlah permintaan dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penawaran berada
dalm kondisi yang secara statistik sama (atau bertemu di titik keseimbangan).

Sebagai contoh, tempat duduk didalam bis memiliki harga tertentu, beberapa
ton gandum memiliki harga tertentu. Jika fungsi permintaan dan penawaran akan suatu
fasilitas transportasi telah diketahui , maka kita bisa mulai berbicara tentang konsep
keseimbangan (equilibrium).

Contoh :
Sebuah perusahaan penerbangan telah menentukan harga sebuah kursi untuk suatu
rute tertentu sebesar p = 200 + 0,02n. Permintaan atas rute ini ternyata adalah n = 5000
20p, dimana p adalah harga dalam dollar, dan n adalah jumlah kursi yang terjual per

hari.
Tentukanlah harga keseimbangan yang harus ditetapkan dan jumlah kursi yang terjual
per hari.
Jawaban :

p = 200 + 0,02n
n = 5000 20p
Kedua persamaan diatas menghasilkan p = $214,28 dan n = 714 kursi.
Logika dari dua persamaan diatas tampak masuk akal. Jika harga tiket pesawat terbang
naik, maka permintaan biasanya akan turun. Dengan membuat grafik untuk kedua
persamaan diatas kita akan lebih mudah melihat harga keseimbangannya.

Dari permintaan perjalanan kita dapat meramalkan perubahan-perubahan volume


perjalanan yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan harga yang pterjadi pada
periode waktu yang pendek.

Frasa yang dapat menjelaskan perubahan sensivitas terhadap perubahan harga (atau
faktor tertentu lainnya) adalah elastisitas permintaan (e).

jika

q = p
dan

e = perubahan presentase jumlah permintaan perjalanan yang


terjadi akibat terjadinya perubahan harga sebesar 1%

e = 1 q

Ketika harga tiket masuk ke sebuah taman hiburan sebesar $5 per kunjungan, rata-rata
jumlah kunjungan per orang adalah 20 per tahun. Sejak harga karcis dinaikkan menjadi
$6, permintaan turun menjadi 16 per tahun. Berapakah elastisitas pada rentang harga

ini ?
Jawaban :

Elastisitas harga busur,

e = P

-Q

( P1 + P0 ) / 2

(Q1 + Q0) / 2

4
=

(5,5)

18

= -1,22 (elastis)

Pembahasan :
Terdapat sejumlah persoalan yang terkait dengan elastisitas harga busur (arc
price elasticity) karena elastisitas semacam ini akan berbeda dengan
elastisitas titik, yaitu selisihnya akan bertambah ketika P atau Q bertambah

Elastisitas pendapatan memainkan peranan penting yang istimewa di dalam teknik


transportasi dan dinyatakan dengan :

e=

% perubahan jumlah permintaan barang

% perubahan pendapatan

Suatu barang dikatakan normal apabila permintaan atas barang tersebut meningkat
ketika pendapatan konsumen juga meningkat (ei > 0).
Suatu barang dikatakan superior apabila permintaan akan barang tersebut
meningkat ketika pendapatan konsumen dan porsi pengeluaran untuk barang
tersebut ikut meningkat (ei > 1).
Suatu barang dikatakan inferior jika permintaan akan barang tersebut menurun
ketika pendapatan konsumen meningkat.

Secara umum konsumen akan membeli lebih banyak dari biasanya ketika harganya
turun, dan membeli lebih sedikit ketika harganya naik.
Faktor yang mempengaruhi elastisitas harga adalah sebagai berikut :

1. Jika konsumen membelanjakan pendapatannya dengan presentase yang cukup


besar, katakanlah untuk transportasi, mereka akan rela berupaya lebih keras untuk
mencari pengganti (substitusi) apabila biaya transportasi meningkat.
2. Semakin sempit definisi dari suatu barang, semakin banyak barang pengganti untuk
barang tersebut, sehingga permintaan akan barang tersebut menjadi lebih elastis.
3. Jika konsumen mendapati bahwa harga dan ketersediaan barang pengganti tidak
sulit, permintaan akan lebih elastis.
4. Barang-barang yang digolongkan oleh konsumen sebagai barang yang harus dimiliki
biasanya memiliki permintaan yang tidak elastis, sedangkan barang-barang yang
dianggap mewah biasanya memiliki permintaan yang elastis.

e=

Jika

e >

% perubahan jumlah (satuan) permintaan


% perubahan harga

1 , permintaan bersifat elastis ; maka kenaikan harga akan mengurangi

penerimaan total, namun penurunan harga akan menaikkan penerimaan total

Jika

e<

1 , penerimaan bersifat tak-elastis ; maka kenaikan harga akan meningkatkan

penerimaan total ; dan penurunan harga akan menurunkan penerimaan total

Jika

e = 1 , penerimaan total tidak berubah, meskipun harga naik atau turun.

Kurva permintaan linier dari sebuah perusahaan bis adalah P = 10 0,05Q, dimana P
adalah harga tiket, dan Q adalah jumlah tiket yang terjual perjam. Tentukan penerimaan
total di sepanjang kurva (Gambar 2-E5).
Jawaban :

Pembahasan
Dimulai dari harga sebesar $10 di dekat nol tiket yang terjual dan menurunkan harga
hingga akhirnya mencapai setengahnya ($5), penerimaan total naik stabil hingga
mencapai nilai maksimum sebesar $500/jam (pada daerah elastis). Setelah itu,
penerimaan akan menurun sejalan dengan penurunan harga dan akhirnya mendekati
nol ketika permintaan mendekati 200 (pada daerah tak elastis).

dQ

dP
Dan mendistribusikan hasilnya ke dalam persamaan elastisitas standar

ep = dQ
dP

=
=

Elastisitas permintaan sarana angkutan terhadap tarif diketahui sama dengan -2,75,
yang berarti bahwa kenaikan tarif sebesar 1 % akan menyebabkan turunnya jumlah
penumpang sebanyak 2,75 orang. Jalur sarana angkutan dalam sistem ini mengangkut
12.500 penumpang per hari, dengan tarif50 sen per perjalanan. Perusahaan
pengangkutan tersebut bermaksud menaikkan tarif menjadi 70 sen per perjalanan.
Sarana apakah yang dapat diberikan kepada perusahaan tersebut ?
Jawaban :

Menaikkan tarif sebesar 50 sampai 70 sen akan berpengaruh terhadap permintaan sebesar

Dampak perubahan terhadap permintaan atas barang yang sama disebut elastisitas
langsung. Sedangkan tingkat respons dari permintaan atas barang terhadap harga
barang lainnya disebut elastisitas silang.
Suatu barang disebut sebagai pengganti apabila elastisitas silangnya positif, dan barang
disebut pelengkap apabila elastisitas silang atas permintaannya negatif.

Kenaikkan harga bahan bakar sebesar 15% mengakibatkan kenaikkan penumpang bis
sebesar 7% dan penurunan konsumsi bahan bakar sebesar 9%. Hitunglah dampak
elastisitas langsung dan elastisitas silang atas permintaan.
Jawaban :
Misalkan
P0 = harga bahan bakar sebelum kenaikan
P1 = harga bahan bakar setelah kenaikkan
Q0 = jumlah konsumsi bahan bakar sebelum kenaikkan

Q1

= jumlah konsumsi bahan bakar setelah kenaikkan

Maka untuk elastisitas langsung :

Q0 (bb) x 0,91 = Q1 (bb)


P0 (bb) x 1,15 = P1 (bb)

dan,
B0 = jumlah penumpang bis sebelum kenaikkan
B1 = jumlah penumpang bis setelah kenaikkan
Maka untuk elastisitas silang :
B0 (bb) x 1,07 = B1 (bis)
P0 (bb) x 1,15 = P1 (bb)

Nilai surplus konsumen (consumer surplus) adalah ukuran untuk nilai moneter yang
menjadi tersedia bagi konsumen karena adanya suatu fasilitas.
Kurva permintaan dapat dilihat sebagai sebuah indikator kegunaan pelayanan dari sisi
harga, Secara umum suatu kemajuan transportasi dapat diukur dari sisi perubahan nilai
surplus konsumen. Nilai surplus konsumen biasanya didefinisikan sebagai selisih
antara jumlah maksimum yang masih rela dibayar oleh konsumen untuk jumlah tertentu
barang ketimbang tidak mendapatkannya sama sekali.

Sebuah perusahaan bis yang memiliki armada 100 bis 40-kursi meningkatkan
armadanya sebesar 20% dan menurunkan harga tiket $1 menjadi 90 sen per
perjalanan. Hitunglah perubahan surplus konsumen dan elastisitas harga
permintaan. Asumsikan bahwa bis yang ada mempunyai faktor muat (load
factor) 99% dan diperkirakan peningkatan armada ini akan meningkatkan faktor
muatnya menjadi 95%. Apakah perusahaan ini akan mengalami kerugian?
Asumsikan pula bahwa seluruh armada bis terpakai selama jam sibuk. (catatan ;
faktor muat kendaraan adalah ukuran ketersediaan kursi, dan faktor muat 1,0
artinya seluruh kursi terisi penumpang).
Jawaban ;
dengan situasi ini :
100 bis x 40 kursi x 0,90 (faktor muat) = 3600 penumpang/jam
Penerimaan : 3600 x $1,00 = $3600/jam
dengan layanan yang ditingkatkan :
120 bis x 40 kursi x 0,95 = 4560 penumpang/jam
Penerimaan : 4.560 x $0,90 = $4104/jam
Perusahaan ini mendapat keuntungan

$4104 - $3600 = $504/jam

Perubahan nilai surplus konsumen =

(1,00 0,90) (3600 + 4560)


2

= $408/jam

Elastisitas harga permintaan

=-

Q1-Q0

(P1 + P0)/2

P1 P0 (Q1-Q0)/2
960
0,10

( )
0,95
4080

= - 2,235

Pembahasan
Ini adalah satu kasus yang menarik. Sekalipun jumlah bisnya tidak ditambah dan
harga diturunkan seperti pada situasi di atas, yang menghasilkan peningkatan faktor
muat, akan terjadi peningkatan total pendapatan sebesar $200 karena elastisita
sharganya bersifat elastis (-2,235). Dengan sendirinya, semakin banyak bis yang
dikerahkan, situasinya akan menjadi baik. Nilai surplus konsumen adalah cara yang baik
untuk melakukan perbandingan antara dua altenatif.

Untuk menentukan biaya dari suatu produk , seorang analisis harus


menentukan, misalnya, ke mana jalur distribusinya, siapa yang membayar transportasi,
dan siapa yang membayar asuransi dan penyimpanan.

Sebelum mendapatkan biaya rata-rata akan lebih mudah jika kita bagi biaya
menjadi, biaya tetap, biaya tidak tetap, dan biaya total.

a. Biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan dan tidak tergantung jumlah
produksi.
b. Biaya tidak tetap, disisi lain, akan meningkat dengan output atau bertambahnya
produksi.

c. Biaya total produksi merupakan penjumlahan biaya tetap, dan akan bertambah
seiring bertambahnya produksi

Hukum pengurangan pengembalian (law of diminishing returns), menyatakan


bahwa meskipun peningkatan input dari suatu produksi akan meningkatkan output,
namun pada akhirnya akan dicapai sutu titik dimana di atas titik ini peningkatan input
akan mengurangi output.
Hukum peningkatan pengembalian berskala (law of increasing returns to
scale), menyatakan bahwa dalam pratktiknya, jumlah unit produksi sering kali meningkat
lebih cepat daari pada faktor faktor produksi.

Persamaan matematis yang menghubungkan biaya total (C) suatu produk


dengan biaya satuan (c) dan banyaknya output (q) dapat ditulis sebagai

cq
c= C =
=
q
q

= q +

Biaya marginal dari suatu produk adalah biaya tambahan yang terkait dengan
pembuatan satu unit output tambahan. Sebuah contoh akan memperjelas hal ini. Biaya
untuk mengoprasikan sistem perkeretaapian dengan sejumlah gerbongnya dibrikan pad
atabel 2.1. angka angka pada kolom 1 sampai 4 dari tabel 2.1 diplot pada gambar 2.5
(a). Dengan cara yang sama, angka angka pada kolom 5 dan 6 diplot pada gambar
2.5 (b). Selain itu proyeksi titik ini ke gambar 2.5 (a) menghubungkan suatu titik ke suatu
titik dimana gradien/kemiringan garis singgung yang digambar dari titik asalnya memiliki
kemiringan minimum.

Secara umum, kita dapat merangkum tentang apa yang telah diberikan pada contoh
di atas ;
Biaya total = TC(x) = FC + VC(x)
Biaya rata - rata = AC(x) =

TC(x)

FC

Biaya marginal = MC(x) = TC(x) - TC(x - 1)


TC = biaya total
FC = biaya tetap
VC = biaya tidak tetap
MC = biaya marginal
AC = biaya rata-rata

VC(x)

Ketika output merupakan suatu fungsi kontinu, kita menggunakan bentuk


differensial dari biaya marginal, dimana dalam hal ini biaya marginal adalah tingkat
perubahan biaya total terhadap perubahan output. Persamaannya ;
MC(x) =

dTC(x)
dx

dVC(x)
dx

Secara umum, suatu perusahaan swasta akan melanjutkan priduksi dan memasarkan
suatu produk atau barang selama menghasilkan keuntungan. Keuntungan bersih (P)
sama dengan pendapatan total (R) dikurang biaya total (C) ;
P = R C = pq - cq

Dimana p adalah harga penjualan dari suatu unit produk q, dan c adalah biaya produksi
dari suatu unit produk.

a.

c =

C
=
q

yang merupakan biaya rata-rata

b.
c.

Tidak terdapat ukuran keekonomian karena biaya rata-rata meningkat seiring


dengan peningkatan q.

Elastisitas biaya ec =

e=

dC/dq

C/q

MC

AC

q
c

Salah satu yang paling sulit diatasi di dalam bidang transportasi perkotaan
adalah masalah kemacetan (congestion) kendaraan bermotor di kota-kota besar. Pilihan
yang menawarkan peluang untuk memecahkan masalah melalui relokasi sumber daya,
dengan pilihan ini , kita dapat mempertimbangkan tiga pilihan yang lebih luas, yaitu
(dalam skala prioritas rendah tinggi) : penetapan pajak atas daerah suburban dan
daerah yang tersebar ; subsidi atas transportasi publik ; dan penerapan barbagai
metode peningkatan biaya pemilik kendaraan. Pada kebanyakan situasi, adalah hal

yang wajar untuk menyatakan harga perjalanan singkat yang dibayar oleh pemilik
kendaraan sebagai fungsi biaya rata-rata, sebagaimana diperlihatkan pada gambar 2.6
dan diindikasikan oleh kurva AC. Pada gambar juga diperlihatkan kurva biaya marginal
MC. DD adalah kurva permintaan. Pada arus lalu lintas sampai ke OL perjam, biaya
perjalanannya adalah OA, yang terdiri dari waktu dan biaya oprasional. Tanpa adanya
gangguan lebih jauh, arus akan seimbang pada ON kendaraan perjam dengan biaya
sebesar OB. Pada kondisi arus lalu lintas diluar OL kendaraan perjam, tiap penambahan
akan memperlambat seluruh arus lalu lintas dan menaikkan biaya oprasional seluruh
kendaraan di dalam aliran arus tersebut.

Kantor administrasi jalan raya Federal A.S. telah menetapkan


hubungan antara waktu perjalanan di suatu bagian jalan raya dan
volume kendaraan perjam (kendaraan/jam) menggunakan panjang
jalan raya ini sepanjang 10 mil :
t = 10

1 + 0,15

( )]
V
200

Dimana volume t adalah waktu perjalanan untuk kendaraan yang melintas di bagian
jalan ini, dan V adalah volume lalu lintas di bagian jalan ini (kendaraan/jam). Fungsi
permintaan untuk jalan raya ini adalah :
d = 4000 100t

Dimana d adalah permintaan (kendaraan/jam), dan t adalah


waktu (menit). Jika nilai waktu menurut pengguna jalan raya
adala $5 per kendaraan per ja, berapakah tingkat kemacetan
jalan raya tersebut ?

Jawaban :
Waktu yang digunakan oleh seluruh kendaraan yang melintas di bagian jalan ini adalah :

tV = 10

= 10

1 + 0,15

( )]
V

2000

0,15V
V +

(2000)

dan

Waktu marginal =

d(tV)
dV

= 10

1+

0,75V
(2000)

Biaya tol = 19,12 11,82 = 7,30 menit

= 7,30 x

$5
60

= $ 0,61

Panjang jalan = 10 mil


Biaya tol = 6,1 sen
Arus optimum = 2.100 kendaraan/jam

Pembahasan
Gambar berikut memperlihatkan waktu perorangan (kurva a), waktu marginal (kurva b),
dan kurva permintaan.

1. Permintaan perjalanan pada sebuah bagian jalan raya dinyatakan dengan fungsi :
q = 2.000/(t +1)
Jawaban :

q = 2000 = 33,33/(t+1)
60
= 2000 = 76,923
26

Jadi perubahan tingkat kepadatan jalan apabila terjadi penambahan waktu adalah :
2000
86

23,25

2. Yang manakah dari pasangan produk berikut ini yang dapat digolongkan sebagai
pelengkap dan manakah yang merupakan pengganti ?
Kelompok A : Aki mobil dan mobil
Kelompok B : Ban mobil dan mobil
Kelompok C : Perjalanan dengan bis da perjalanan dengan pesawat terbang
Kelompok D : Hotdog dan Humburger
Kelompok E : Kuda dan kereta kuda
Kelompok F : Hotdog dan kue
Jawaban :
Yang merupakan pelengkap :
Kelompok A : Aki mobil dan mobil
Kelompok B : Ban mobil dan mobil
Kelompok E : Kuda dan kereta kuda

Yang merupakan pengganti :


Kelompok C : Perjalanan dengan bis dan perjalanan dengan pesawat terbang
Kelompok D : Hotdog dan Humburger
Kelompok F : Hotdog dan kue

3. Jika seluruh kondisi tidak ada yang berubah, tetapi elastisitas -0,75, apakah saran
yang akan anda berikan kepada manajemen perusahan transit ini ?
Secara umum, telah dilakukan perhitungan bahwa ketika harga sedang elastisitas
(misalnya -0,75), menurunkan harga akan menghasilakan keuntungan, tetapi menaikkan
harga justru akan memberikan keuntungan. Hal sebaliknya juga berlaku : jika harga
tidak elastis, menaikkan harga akan memberikan keuntungan, sementara menurunkan
harga akan nmenghasilkan kerugian.

Ekonomi transportasi merupakan salah satu cabang dari mikroekonomi


terapan. Cabang ilmu ini membicarakan berbagai masalah khusus yang
dihadapi oleh para insinyur dan perencana transportasi dan ditemui dalam
disiplin ilmu transportasi. Pembahasan yang dilakukan di dalam cabang ilmu
ekonomi ini hanya mencakup prinsip-prinsip dasar. Bermacam istilah, seperti
permintaan transportasi, penawaran transportasi, sensivitas permintaan perjalanan
terhadap harga dan variabel lainnya (lebih dikenal dengan istilah elastisitas), nilai
surplus konsumen, biaya total, biaya rata-rata dan biaya merginal, penetapan harga dan

kebijakan subsidi, secara ringkas juga dipelajari.

Adalah sangat penting bagi mahasiswa untuk membaca dan mempelajari bab ini dari
waktu ke waktu untuk dapat memahami segala kompleksitas dari topik ini. Konsep
elastisitas harga, biaya marginal, permintaan dan penawaran, dan penetapan harga
akan senantiasa muncul kembali di pembahasan pembahasan selanjutnya