Anda di halaman 1dari 7

SEKILAS TAHAPAN AUDIT ENERGI

07.03

SAVE ENERGY INFO

No comments

Audit energi adalah proses evaluasi pemanfaat energi dan identifikasi peluang
penghematan energi serta rekomendasi peningkatan efisiensi pada suatu
perusahaan. Sedangkan arti kata Audit sendiri dalam arti luas bermakna evaluasi
terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh
pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebutauditor.
Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah
diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah
disetujui dan diterima.
Tahapan audit energi dibagi menjadi 3 tahap yaitu :
TAHAP 1: AUDIT ENERGI AWAL :
Pengumpulan dan penyusunan data historis energi tahun sebelumnya Menghitung
Intensitas Konsumsi Energi (IKE) tahun sebelumnya Bandingkan dengan standard IKE
Hemat Sedang Boros
TAHAP 2: AUDIT ENERGI RINCI :
Jika ada indikasi pemborosan, baru dilakukan tahapan berikut Lakukan penelitian
dan pengukuran konsumsi energi Bandingkan hasil pengukuran dengan standard IKE
Identifikasi kemungkinan Peluang Hemat Energi (PHE) Analisis PHE Rekomendasi
PHE
TAHAP 3. IMPLEMENTASI :
Implementasikan rekomendasi dari hasil analisis PHE Re enginering Investasi
tambahan Investasi baru Lakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi
Kemungkinan hasil : Baik Ada peluang lebih baik
AUDIT ENERGI INDUSTRI :
Meliputi Energi Listrik Listrik Kantor Listrik Fasilitas Umum Listrik Unit Produksi
Energi Bahan Bakar BBM/Gas Keperluan Kantor BBM/Gas Keperluan Produksi
OBJEK LISTRIK YANG DIAUDIT :
Kualitas Daya meliputi Rugi Tegangan Rugi Daya Harmonik Karakteristrik Sistem
meliputi : Jaringan Peralatan sistem Perlengkapan sistem Pengoperasian Sistem.
(Aziz)

AUDIT ENERGI
Audit energi adalah proses evaluasi pemanfaat energi dan identifikasi peluang penghematan
energi serta rekomendasi peningkatan efisiensi pada pengguna sumber energi dan pengguna
energi dalam rangka konservasi energi. Audit energi dilaksanakan sekurang-kurangnya pada
proses dan pengguna energi utama secara berkala paling sedikit satu kali dalam tiga tahun.
Proses audit dapat dilakukan oleh auditor internal maupun eksternal, namun auditor-auditor
tersebut wajib memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Standar kompetensi auditor energi di bidang industri dan gedung sedang dalam proses
penetapan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM).
Rekomendasi audit energi yang bersifat no maupun low cost wajib diterapkan dalam jangka
waktu kurang dari tahun, selain itu rekomendasi yang memerlukan perubahan proses atau
yang memerlukan investasi dan memenuhi kriteria teknis dan ekonomis wajib diterapkan
dalam jangka menengah atau kurang dari 5 tahun. Tetapi, rekomendasi audit energi tidak
dapat dilaksanakan karena sesuatu hal, maka pengguna energi dan pengguna sumber energi
harus memberikan penjelasan baik secara teknis maupun ekonomis.
Laporan tahunan disampaikan pada bulan Januari Maret tahun berikutnya, disamping itu
laporan tersebut paling sedikit memuat informasi mengenai : rencana yang akan dilakukan;
target dan pencapaian; jenis dan konsumsi energi; penggunaan peralatan hemat energi;
langkah-langkah konservasi energi; dan jumlah produk yang dihasilkan atau jasa yang
diberikan.
Menteri, Gubernur, Bupati ataupun walikota melakukan koordinasi dalam rangka evaluasi
pelaksanaan konservasi energi paling sedikit satu kali dalam setahun, setelah itu berdasarkan
hasil evaluasi laporan pelaksanaan konservasi energi, Menteri, Gubernur,
Bupati/Walikota mengumumkan pengguna energi dan pengguna sumber energi yang telah
berhasil melaksanakan manajemen energi.(ferial)
Proses manajemen energi yang efektif haruslah berdasarkan pada tujuan yang telah
ditetapkan dan harus diuraikan secara rinci tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai
tujuan tersebut. Untuk memberi batasan suatu program manajemen energi diindustri, perlu
ditentukan secara teliti jenis dan jumlah energi

yang digunakan di

setiap tingkat

proses manufaktur.
Oleh karena itu, diperlukan suatu prosedur pencatatan penggunaan energi secara sistimatis
dan berkesinambungan. Pengumpulan data kemudian diikuti dengan analisa dan pendefinisian
kegiatan konservasi energi yang akan dilaksanakan. Gabungan antara pengumpulan data,
analisa data dan definisi kegiatan konservasi disebut sebagai audit energi.
JENIS AUDIT ENERGI
Jangkauan audit energi dimulai dari survei data sederhana hingga pengujian data yang
sudah ada secara rinci, digabungkan dengan uji coba pabrik secara khusus, yang dirancang untuk

menghasilkan data baru. Lamanya pelaksanaan suatu audit bergantung pada besar dan jenis
fasilitas proses pabrik dan tujuan dari audit itu sendiri.
Survei awal atau Audit Energi Awal (AEA) dapat dilaksanakan dalam waktu satu atau dua hari
untuk instalasi pabrik yang sederhana, namun untuk instalasi pabrik yang lebih komplek
diperlukan waktu yang lebih lama. AEA terdiri dari dua bagian, yaitu:
1.
Survei
manajemen

energi.
Surveyor (atau auditor energi) mencoba untuk memahami kegiatan manajemen yang
sedang berlangsung dan kriteria putusan investasi yang mempengaruhi proyek
konservasi.
2.

Survei
energi
(teknis)
Bagian teknis dari AEA secara singkat mengulas kondisi dan operasi peralatan
dari pemakai energi yang penting (misalnya boiler dan sistem uap) serta instrumentasi
yang berkaitan dengan efisiensi energi. AEA akan dilakukan dengan menggunakan
sesedikit mungkin instrumentasi portable. Auditor energi akan bertumpu pada
pengalamannya dalam mengumpulkan data yang relevan dan mengadakan observasi
yang tepat, sehingga memberikan diagnosa situasi energi pabrik secara cepat.
AEA sangat berguna untuk mengenali sumber-sumber pemborosan energi dan tindakantindakan sederhana yang dapat diambil untuk meningkatkan efisiensi energi dalam jangka
pendek. Contoh tindakan yang dapat diidentifikasi dengan mudah ialah hilang atau cacatnya
insulasi, kebocoran uap dan udara-tekan, peralatan yang tidak dapat digunakan, kurangnya
kontrol yang tepat terhadap perbandingan udara dan bahan bakar di dalam peralatan pembakar.
AEA seharusnya juga mengungkapkan kurang sempurnanya pengumpulan dan penyimpanan
analisa data, dan area dimana pengawasan manajemen perlu diperketat. Hasil yang khas dari
AEA

ialah

seperangkat

rekomendasi

tentang tindakan

berbiaya

rendah

yang

segera

dapat dilaksanakan dan rekomendasi audit yang lebih ekstensif untuk menguji dengan lebih teliti
area pabrik yang terpilih.
Audit Energi Terinci (AET) biasanya dilakukan sesudah AEA, dan akan membutuhkan
beberapa minggu bergantung pada sifat dan kompleksitas pabrik. Selain mengumpulan data
pabrik dari catatan yang ada, instrumentasi portable digunakan untuk mengukur parameter
operasi yang penting yang dapat membantu team mengaudit energi dalam neraca material dan
panas pada peralatan proses. Uji sebenarnya yang dijalankan serta instrumen yang diperlukan
bergantung pada jenis fasilitas yang sedang dipelajari, serta tujuan, luas dan tingkat pembiayaan
program manajemen energi.
Jenis uji yang dijalankan selama audit energi terinci mencakup uji efisiensi pembakaran,
pengukuran suhu dan aliran udara pada peralatan utama yang menggunakan bahan bakar,
penentuan penurunan faktor daya yang disebabkan oleh berbagai peralatan listrik, dan uji sistem
proses untuk operasi yang masih di dalam spesifikasi.
TUJUAN AUDIT ENERGI
Setelah mendapatkan hasil uji, auditor energi menganalisa hasil tersebut melalui suatu
kalkulasi dengan menggunakan materi pendukung yang ada (misalnya tabel, bagan). Kemudian
hasil uji tersebut digunakan untuk menyusun neraca energi, dimulai dari setiap peralatan yang
diuji dan selanjutnya instalasi pabrik seluruhnya. Dari neraca energi, dapat ditentukan efisiensi

peralatan dan ada tidaknya peluang penghematan biaya energi. Setelah itu, dilakukan pengujian
lebih rinci terhadap setiap peluang, perkiraan biayanya dan manfaat dari pilihan-pilihan yang
telah ditentukan.
Dalam beberapa hal, auditor energi tidak dapat memberikan rekomendasi mengenai suatu
investasi khusus, mengingat resikonya atau karena total investasinya terlalu besar. Dalam hal ini,
auditor energi akan memberikan suatu rekomendasi mengenai studi kelayakan (misalnya
penggantian boiler, perubahan tungku pembakaran, penggantian sistem uap air dan perubahan
proses).
Hasil akhir AET akan berupa laporan terinci yang memuat rekomendasi disertai dengan
manfaat dan biaya terkait serta program pelaksanaannya. Secara umum cukup sulit untuk
menyimpulkan besarnya penghematan yang dapat diidentifikasi melalui audit energi. Namun
begitu, penghematan biasanya mendekati jumlah yang cukup berarti, sekalipun melalui audit
energi yang paling sederhana. Sebagai petunjuk kasar, audit energi awal diharapkan
dapat mengidentifikasi penghematan sebesar 10 persen, yang umumnya dapat dicapai melalui
tindakan house keeping pada instalasi pabrik atau tindakan lain yang memerlukan investasi
modal kecil. Audit energi terinci seringkali dapat mencapai penghematan sebesar 20 persen.

Audit energi merupakan salah satu tools dalam Demand Side Management (DSM) yang
penting untuk mewujudkan efiesiensi energi. DSM memberikan beberapa informasi tentang
Present Energy Consumption dan kemungkinan Energy Management Opportunities (EMO)
yang bisa dilakukan . Audit energi adalah menguji cara penggunaan energi yang sedang
berlangsung pada suatu fasilitas dan mencari alternatif lain untuk mengurangi biaya
penggunaan energi. Audit energi suatu gedung adalah suatu survei terorganisir di satu
gedung tertentu untuk mengidentifikasi dan mengukur semua penggunaan energi,
menentukan sumber pemborosan energi, dan menentukan peluang penghematan
energi (ECO = Energy Conservation Opportunities). Audit energi ini merupakan
dokumentasi spesifik atas berbagai bentuk energi yang digunakan selama rentang waktu
tertentu biasanya untuk satu tahun. Tujuan audit energi adalah mengetahui penggunaan
energi aktual gedung serta mengetahui pilihan ECO yang paling tepat.
1.
Pemeriksaan sistem energi secara berkala untuk memastikan bahwa energi
tersebut digunakan seefisien mungkin.
2.

Identifikasi pemborosan energi, potensi dan peluang penghematan serta


menetapkan langkah-langkah penyempurnaan ditindak lanjuti dengan langkah nyata
untuk merealisasikan potensi penghematan energi.
3.

Memperkirakan berapa potensi nilai manfaat finansial yang diperoleh dari


penghematan tersebut.
4.

Merupakan top-down initiative.

5.

Hasil audit energi tersebut bergantung pada resources yang dialokasikan oleh
top management .
6.

Dalam banyak cara, audit energi sama halnya dengan laporan keuangan dan
pemeriksaan. Audit energi ini merupakan dokumentasi spesifik atas berbagai bentuk
energi yang digunakan selama rentang waktu tertentu biasanya untuk satu tahun

7.

Merupakan suatu prosedur sistematis yang dilakukan secara terbatas hanya


pada gedung, situs, atau objek tertentu, yang bertujuan untuk:
Mengidentifikasi dan mengukur penggunaan energi.
Menentukan sumber pemborosan energi.
Menentukan peluang penghematan energi yang paling tepat (ECO = Energy
Conservation Opportunities).
Melaporkan temuan yang didapat.
BENTUK AUDIT ENERGI
Sistem manajemen, terdiri dari :
1.
monitoring penggunaan energi
2.

manajemen energi

3.

manajemen lingkungan

Implementasi penghematan energi, dengan :


1.
tanpa biaya
2.

biaya rendah

3.

biaya tinggi

Pelatihan, untuk :
1.
Manajemen
2.

staf pemeliharaan

Bentuk lain, terdiri dari:


1.
evaluasi kondisi
2.

aktivitas lingkungan

3.

isu kualitas dan keamanan

KEUNTUNGAN DARI AUDIT ENERGI


1.
Meningkatkan pengetahuan tentang efisiensi energi
2.

Mengidentifikasi biaya energi yang digunakan

3.

Mengidentifikasikan dan meminimumkan hal yang terbuang

4.

Membuat perubahan prosedur, peralatan, dan sistem untuk menyimpan energi

5.

Menghematkan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui

6.

Menjaga lingkungan dengan mengurangi pembangkitan tenaga

7.

Mengurangi running costs

PROSEDUR AUDIT ENERGI


Pre-audit stage
Menentukan ruang lingkup dari audit energy
Membentuk tim untuk audit energy
Memperkirakan waktu dan anggaran

Energy audit stage


memimpin tempat inspeksi dan pengukuran
menganalisa data yang dikumpulkan
menyiapkan laporan audit energy
Post-audit stage
mengimplemantasikan manajemen energy
memonitor dan meninjau
TINGKAT AUDIT ENERGI
Audit energi secara garis besar dapat dibagi
dalam 3 tingkat :
1. Tingkat I Penaksiran selintas
Merupakan penaksiran penggunaan energi suatu sistem menganalisis rekening energi sistem
atau dengan melakukan survey sederhana atas sistem.
Analisis energi pada tingkat ini dapat mengidentifikasi pilihan-pilihan ECO tanpa biaya atau
berbiaya sangat rendah, dengan analisis penghematan dan biayanya.
2. Tingkat II Survey dan analisis energi
Mencakup suatu survey sistem yang lebih mendetail dan analisis energi untuk setiap bagian
dalam sistem.
Tingkatan audit ini akan mengidentifikasi, menghasilkan analisis penghematan dan analisis
biaya dari semua tindakan penghematan praktis yang masih memenuhi kriteria
pemilik/pengelola, bersama dengan pembahasan mengenai prosedur operasi dan
pemeliharaan.
Dan memberikan daftar ECO yang layak diperhatikan.
3. Tingkat III Analisis mendetail atas modifikasi padat modal
Tingkat audit ini membutuhkan pengumpulan data dan analisis teknik yang lebih mendetail
untuk proyek-proyek padat modal yang telah diidentifikasi di Tingkat II.
Tingkat ini akan memberikan informasi penghematan dan biaya proyek yang lebih mendetail
dengan tingkat akurasi yang tinggi, dan layak sebagai dasar pengambilan keputusan proyekproyek bermodal besar.
PROSEDUR PROSES AUDIT ENERGI
Ada beberapa prosedur proses audit energi yang harus dilakukan, yaitu sebagai berikut :
Langkah I Mendapatkan data gedung.
- data umum gedung (fungsi, jumlah penghuni, dan lain-lain)
- data dan cetak biru arsitektur dan sistem M&E
- data peralatan M&E
Langkah II Survey data pendahuluan.
Langkah ini diperlukan untuk mengenal gedung beserta sistem dan instalasinya. Data
dikelompokkan ke dalam sistem-sistem, dan data dalam sistem dikelompokkan dalam
beberapa zona.
Langkah III Analisis pemakaian energi dan penentuan pilihan ECO.

Pada tahap ini, data yang terkumpul kemudain dianalisis untuk mengestimasi konsumsi
energi gedung. Dari data dan hasil analisis tersebut kita daapt mengidentifikasi pilihan ECO
yang akan memberikan hasil yang efektif, yang berkaitan dengan sistem atau peralatan yang
banyak mengkonsumsi energi.
Langkah IV Analisis dan rekomendasi ECO.
Pilihan-pilihan ECO yang telah diidentifikasi kemudian dianalisis untuk menunjukkan besar
penghematan yang diberikan dankemungkinan penerapannya pada gedung tersebut. Pilihanpilihan ECO yang paling tepat direkomendasikan kepada pemilik gedung.