Anda di halaman 1dari 15

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Tang Ampere
1. Definisi
Tang ampere adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur
arus, tegangan, daya dan tahanan dalam jumlah yang besar, tanpa memutus
sirkit. Tang ampere digunakan untuk mengukur arus listrik pada saat
melakukan perawatan atau perbaikan AC. Untuk mengukur arus listrik
caranya cukup masukkan salah satu kabel (positif atau negative) ke dalam
mulut tang ampere. Lihat hasil yang terukur pada skala tang ampere.
Bila arus yang mengalir pada suatu jaringan akan diukur sedangkan tidak
memungkinkan memotong jaringan tersebut untuk menghubungkan alat
pengukur ampere atau melalui suatu transformator arus, apabila jaringan
diputus maka pemberian daya akan terhenti, penggunaan alat ukur ampere
jaringan merupakan pemecahan masalah yang sangat baik.
2. Kegunaan
a. Tang ampere adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur arus,
tegangan, daya dan tahanan dalam jumlah yang besar, tanpa memutus
sirkit.
b. Tang ampere juga bisa digunakan untuk mengetahui hambatan
refrigerant di dalam system pendingin.
3. Macam-Macam Clamp Meter (Tang Ampere)
Adapun macam-macam clamp meter (tang ampere) yaitu:
a. Tang Ampere analog
Tang Ampere Analog yaitu tang amper yang menggunakan
sistem analog. Setelah arus mengalir dalam kumparan dengan tegangan
tertentu maka akan langsung diolah oleh komponen-komponen

14

28

penyusun Clamp Meter (Tang Ampere) Analog dan di kirim ke


Display.
Prinsip kerja Display ini adalah menggunakan prinsip kerja alat
ukur kumparan putar. Alat ukur kumparan putar ialah alat ukur yang
berkerja atas dasar prinsip dari adanya suatu kumparan listrik, yang
ditempatkan pada medan magnet, yang berasal dari suatu magnet
permanen. Arus yang di alirkan melalui kumparan akan menyebabkan
kumparan tersebut berputar. Ketika kumparan berputar maka jarum
penunjuk berputar sesuai dengan besarnya arus listrik yang masuk
kedalam kumparan pada alat ukur kumparan putar.
b. Tang Ampere digital
Tang Ampere Digital yaitu tang amper yang menggunakan
sistem Digital. Setelah arus mengalir dalam kumparan dengan tegangan
tertentu maka akan langsung diolah oleh komponen-komponen
penyusun Clamp Meter (Tang Ampere) Digital. Induktor merupakan
clamp yang menerima input berdasarkan hukum Faraday. Tegangan
yang diukur perlu dimasukkan ke dalam sebuah rangkain buffer karena
masalah impedansi yang tepat. Hal ini bertujuan untuk menghindari
drop tegangan pada sistem. Karena tegangan yang dihasilkan kecil,
maka perlu dikuatkan oleh sebuah amplifier.
Tegangan yang dihasilkan sampai tahap ini masih berupa AC,
padahal ICL 7107 (ICL 7107 adalah sebuah ADC/Analog Digital
Converter yang keluarannya dapat langsung ditampilkan ke 3 7segment. IC ini menerima input tegangan maksimal 2V) hanya
menerima sinyal DC. Dengan adanya kondisi ini, diperlukan sebuah
penyearah. Penyearah yang dipakai harus menggunakan precision
rectifier karena apabila menggunakan diode saja akan terdapat tegangan
yang hilang. Selain itu sinyal yang terukur juga termasuk kecil.
4. Prinsip kerja Clamp Meter (Tang Ampere)
Sistem clamp menggunakan prinsip hukum Faraday yang
mengatakan bahwa perubahan fluks magnet dalam sebuah kumparan akan

28

menimbulkan arus yang akan mengalir pada kumparan itu. Secara umum,
Faraday mengatakan bahwa perubahan fluks magnet dalam sebuah
kumparan akan menimbulkan arus yang mengalir pada kumparan. Apabila
jumlah lilitan semakin besar, maka semakin besar pula tegangan yang
dapat diukur di kedua ujung kumparan itu.
Tegangan yang terukur di kumparan itu biasanya dalam orde mili
volt. Arus AC yang mengalir pada sebuah kabel akan memberikan
perubahan fluks, sehingga besarnya arus tersebut dapat diukur dengan
menggunakan sistem clamp. Setelah arus mengalir dalam kumparan
dengan tegangan tertentu maka akan langsung diolah oleh komponenkomponen penyusun Clamp Meter (Tang Ampere) sesuai dengan tang
ampere apa yang digunakan, apakah tang ampere digital atau tang ampere
analog.
5. Cara menggunakan Clamp Meter (Tang Ampere)
Sebelum menggunakan tang ampere, kita harus tahu bagian-bagian
dari tang ampere sebagai berikut.
a. Pengenolan
1) Tang ampere digital
Alat ini sudah terkalibrasi secara otomatis, cukup dengan memutar
swicth tidak ke arah off .
2) Tang ampere analog clamp meter analog yaitu dengan memutar
kalibrator hingga jarum jam menunjukkan angka nol.
b. Pengukuran Arus
a. Menekan tombol hold (induksi)
b. Memutar swicth ke arah A(ampere)
c. Menekan tombol di sebelah kanan untuk membuka magnit yang
berbentuk seperti tang.
d. Mengklemkan atau mengalungkan tang ampere pada kabel. Kabel
hitam jika pada kwh dan kabel kuning jika pada panel biasa.
e. Membaca nilai arus yang tertera pada layar display. Seperti terlihat
pada dibawah ini.

28

c. Pengukuran Tegangan
a. Menekan tombol hold (induksi)
b. Memutar swicth ke arah Vrms (volt)
c. Menekan tombol di sebelah kanan untuk membuka magnit yang
berbentuk seperti tang.
d. Mengklemkan atau mengalungkan tang ampere ke kabel warna
kuning pada panel biasa. Kabel pada alat: Kabel hitam ke nol
(standar)

pada

pane

Kabel merah ke api (RST tiga fasa) pada panel.


e. Membaca nilai tegangan yang tertera pada layar display. Seperti
terlihat pada gambar dibawah ini.
6. Keuntunngan Clamp Meter (Tang Ampere)
Pengukuran arus merupakan salah satu prosedur yang dilakukan
pada perawatan berkala suatu alat. Pengukuran secara konvensional
mengharuskan seseorang memotong kabel yang akan diukur arusnya.
Tetapi hal ini tidak dapat dilakukan pada semua sistem, misalnya pada
sebuah sistem yang harus berjalan 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Pemotongan kabel harus dilakukan pada saat sistem dimatikan. Sekarang
pengukuran dengan metode lama itu sudah mulai digantikan dengan
sistem clamp.
Clamp meter adalah sebuah alat ukur yang sangat nyaman
digunakan yang memberikan kemudahan pengukuran arus listrik tanpa
mengganggu rangkaian listriknya. Saat melakukan pengukuran arus listrik
menggunakan multimeter, kita harus memotong kabel/memutusnya dan
menghubungkan alat ukur tersebut ke rangkaian yang hendak diukur.
Namun jika menggunakan clamp meter/tang ampere, kita dapat mengukur
arus dengan hanya meng-clamp kan pada salah satu kabel/konduktor.
Salah satu keuntungan dari tang ampere ini adalah kita bahkan dapat
mengukur arus tinggi tanpa harus mematikan terlebih dulu rangkaian yang
akan diukur.

28

B. Phase Indikator
1. Peringatan
a. Jangan pernah membuka instrumen saat melakukan pengukuran.
b. Jika instrumen menunjukkan kondisi berikut, jangan mencoba untuk
membuat pengukuran dan memiliki instrumen diperiksa inspeksi atau
perbaikan.
1) Instrumen menunjukkan kerusakan visual.
2) Uji lead yang rusak.
3) Instrumen

tidak

dapat

dioperasikan

untuk

pengukuran

dimaksudkan.
4) Instrumen telah disimpan untuk jangka waktu yang panjang dalam
kondisi normal.
5) Instrumen telah mengalami guncangan berat dan getaran.
c. Tegangan tinggi dapat hadir dengan tingkat energi yang tinggi.
Hubungkan mengarah ke sistem hati-hati dengan jari-jari di belakang
semua penjaga jari. 4. Jika lampu fase semua terbuka tidak menyala
pada, setiap fase mungkin masih secara live-hati-hati.
2. Awas
a. Pastikan untuk tidak pernah menerapkan tegangan lebih dari 600V
ACrms. antara memimpin uji instrumen dan bumi untuk menghindari
kerusakan instrumen.
b. Jangan mengukur selama lebih dari lima menit ketika mengukur pada
500V AC atau lebih, meskipun instrumen dirancang untuk penggunaan
110V melalui 600V AC. Kategori Pengukuran (Over-tegangan
kategori) Untuk memastikan operasi yang aman dari alat ukur,
IEC61010 menetapkan standar keamanan untuk berbagai lingkungan
listrik.
3. FITUR
a. Dua Fungsi dalam Satu Unit KEW8031F dirancang untuk memeriksa
urutan fase. Lampu disediakan di unit juga akan memberitahu Anda
jika fase terbuka.

28

b. Sangat Handal Dapat memeriksa berbagai 3-phase sumber listrik dari


110V ke 600V. Disegel terhadap debu, unit memastikan bebas masalah
kinerja.

INSTRUKSI

MANUAL

FASE

ROTASI

TESTER

KEW8031F Sebutan PERINGATAN KESELAMATAN Instrumen ini


telah dirancang dan diuji sesuai dengan IEC Publikasi 61010;
Persyaratan keselamatan untuk Elektronik Mengukur Aparatur.
Panduan ini berisi Instruksi peringatan dan safetyrules yang harus
diperhatikan oleh pengguna untuk memastikan aman pengoperasian
alat dan mempertahankan dalam kondisi aman. Oleh karena itu,
membaca ini instruksi operasi sebelum menggunakan instrumen.
4. PETUNJUK PENGOPERASIAN
a. Hubungkan kode warna klip buaya atau prods ke terminal dari sumber
listrik 3-fase di mana sebuah mesin listrik berputar seperti motor akan
terhubung atau masukan untuk bangunan.
b. Tekan tombol saklar yang terletak di atas unit. Jauhkan tombol ini
ditekan selama urutan fase atau terbuka fase cek. Ketika tombol saklar
dilepaskan itu segera padam.
c. Pastikan bahwa semua tiga lampu untuk tahap pemeriksaan yang. Jika
demikian, tidak ada fase terbuka. Ketika salah satu dari tiga lampu
adalah Tidak ada di fase terbuka.

* Ketika lampu cek fase terbuka tidak pada disk berputar tidak
menyala.

28

d. Periksa arah berputar di dalam disk melalui


fase jendela indikasi urutan.
* Ketika disc berputar ternyata berlawanan arah jarum jam alternatif
yang sambungan dari dua dari tiga klip buaya. Kemudian, disc
berputar akan berubah searah jarum jam.
* Ketika disc berputar ternyata urutan fase searah jarum jam adalah
L1, L2 dan L3 agar terminal sumber daya mana Red, Whight dan klip
buaya biru yang terhubung.

C. High Voltage Insulation


1. Definisi
Multimeter atau multitester adalah alat pengukur listrik yang sering
dikenal sebagai VOM (Volt-Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan
(voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amperemeter). Ada dua
kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multimeter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan
multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC,
maupun listrik DC.
2. Fungsi
High Voltage Insulation Tester digunakan untuk mengukur nilai
tahanan / resistan dari isolasi yang membungkus bahan pengantar yang
digunakan pada kabel listrik. Kerusakan pada isolasi akan mengakibatkan
kebocoran tegangan listrik yang dapat membahayakan penggunanya.

Gambar :

28

Sumber :
Dari gambar multimeter dapat dijelaskan bagian-bagian dan fungsinya :
a. Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw),
berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara
memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng
pipih kecil.
b. Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm
Adjust Knob), berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi
nol. Caranya : saklar (Ohm), test lead + (merah Wpemilih diputar pada
posisi dihubungkan ke test lead (hitam), kemudian tombol diputar ke
kiri atau ke kanan Wpengatur kedudukan 0.Wsehingga menunjuk pada
kedudukan 0.
c. Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk memilih
posisi pengukuran dan batas ukurannya. Multimeter biasanya terdiri
dari empat posisi pengukuran, yaitu : (Ohm) berarti multimeter
berfungsi sebagai W.
d. Posisi ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10; Wdan K.
e. Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter
AC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
f. Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter
DC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
g. Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter berfungsi sebagai
mili amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur : 0,25; 25; dan
500.
h. Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe multimeter yang satu
dengan yang lain batas ukurannya belum tentu sama. Terminal),
berfungsi sebagai W.
i. Lubang kutub + (V A tempat masuknya test lead kutub + yang
berwarna merah.
j. Lubang kutub (Common Terminal), berfungsi sebagai tempat
masuknya test lead kutub yangberwarna hitam.

28

k. Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch), berfungsi untuk


memilih polaritas DC atau AC.
l. Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat komponenkomponen multimeter.
m. Jarum penunjuk meter (Knife edge Pointer), berfungsi sebagai
penunjuk besaran yang diukur.
n. Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
3. Langkah Kerja
a. Memahami jangkauan.
Memahami jangkauan. Meter memiliki kisaran nol hingga
skala penuh. Nol (yang ditampilkan di sini) selalu nol. Ini
menunjukkan meter pada skala penuh. Berapa banyak volt adalah
bahwa? Tentukan tegangan pada skala penuh. Hal ini tergantung pada
pengaturan dari saklar jangkauan. Meter ini dirancang untuk
memberikan skala penuh ketika tegangan Anda mengukur sesuai
dengan pengaturan saklar. Jadi, jika saklar diatur ke kisaran 30 volt,
gambar ini menunjukkan 30 volt diterapkan di input. Demikian pula,
jika saklar diatur ke kisaran 0,1 amp, Anda memiliki 0,1 amp
menjalankan arus melalui meter.
b. Setengah skala.
Ingat bahwa meter adalah linier. Jadi pada skala setengah
(ditampilkan di sini), Anda hanya dapat membagi berbagai pengaturan
dengan 2. Berikut ini adalah 150 volt pada kisaran 300V, 50mA atau
pada kisaran 100mA. Mengharapkan variasi dalam skala. Dalam
contoh ini, ada dua skala, 0 ke 1 dan 0 sampai 3. Tidak semua meter
adalah seperti ini. Beberapa 0 sampai 5, atau 0 sampai 2, tapi skala
disediakan untuk mencocokkan setiap pengaturan dari saklar
jangkauan. Hanya menemukan satu yang cocok switch, kemudian
memindahkan titik desimal mental.

28

D. Earth Resistance Tester


Besarnya tahanan tanah sangat penting untuk diketahui sebelum
dilakukan pentanahan dalam sistem pengaman dalam instalasi listrik. Untuk
mengetahui besar tahanan tanah pada suatu area digunakan alat ukur dengan
penampil analog. Hasil pengukuran secara analog sering terjadi kesalahan
dalam pembacaan hasil pengukurannya. Untuk mengatasi permasalahan
tersebut,maka dirancanglah suatu alat ukur tahanan tanah digital yang
memiliki kemudahan dalam pembacaan nilai tahanan yang diukur.
Alat ukur ini penampilnya menggunakan digital pada segmen-segmen,
sehingga dengan mudah menyimpan data-data yang terukur. Perancangan alat
ukur tahanan tanah digital ini menggunakan tiga batang elektroda yang
ditanahkan yaitu elektroda E (Earth), elektroda P (Potensial) dan elektroda C
(Curren). Tujuan penggunaan tiga batang elektroda tersebut adalah untuk
mengetahui sejauh mana tahanan dapat mengalirkan arus listrik.
Alat ukur tahanan tanah ini terdiri dari beberapa blok diagram
rangkaian, antara lain rangkaian osilator,rangkaian tegangan input, rangkaian
arus input, mikrokontroler dan rangkaian penampil. Sebelum hasil pengukuran
di tampilkan ke LCD, data diolah dirangkaian mikrokontroler.
Keuntungan dengan manggunakan mikrokontuler ini yaitu keluaran
dari rangkaian input ini debelum masuk ke LCD bisa diatur. Sehingga,
perancangan alat ukur tahanan tanah digital ini dapat mengukur tahanan tanah
dengan teliti dan akurat. Hadil pengukuran tahanan tanah juga bergantung
pada kondisi tanah itu sendiri. Pengukuran tahanan tanah dilakukan dengan
membandingkan alat ukur rakitan dengan alat ukur yang sudah ada dengan
merek Kyoritsu Earth Tester Digital. Selisih nilai pengukuran antara alat ukur
rakitan dengan alat ukur yang sudah ada adalah sebesar 0,31 ohm.
E. Infrared Thermometer
1. Definisi
Infrared Thermometer atau biasa disebut dengan Termometer
Infra Merah merupakan alat pengukuran yang memiliki kemampuan untuk

28

mendeteksi temperatur secara optik (selama objek diamati), radiasi energi


sinar infra merah diukur, dan digambarkan dalam bentuk suhu.
Infrared Thermometer menggunakan metode pengukuran suhu
yang cepat, tepat dan akurat dengan objek yang diukur dari kejauhan dan
tanpa disentuh - situasi yang ideal dimana objek bergerak cepat, sangat
panas, jauh letaknya, adanya kebutuhan menghindari kontaminasi objek
(seperti

makanan/alat

medis/obat-obatan/produk),

dan

berada

di

lingkungan yang bahaya.


Infrared Thermometer mengukur suhu menggunakan radiasi
kotak hitam (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. Kadang
disebut termometer laser atau tembak jika menggunakan laser untuk
membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan untuk
menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan
mengetahui jumlah energi inframerah yang dipancarkan oleh objek dan
emisinya, temperatur objek dapat dibedakan.
2. Komponen Infrared Thermometer

Alat sensor

Komparator

Analog

Decoder display

Dislay

3. Kegunaaan
Beberapa kondisi umum adalah objek yang akan diukur dalam
kondisi bergerak; objek dikelilingi medan elektromagnet, seperti pada
pemanasan induksi; objek berada pada hampa udara atau atmosfer buatan;
atau pada aplikasi di mana dibutuhkan respon yang cepat.
Termometer inframerah dapat digunakan untuk beberapa fungsi
pengamatan temperatur. Beberapa contoh, antara lain:

Mendeteksi awan untuk sistem operasi teleskop jarak jauh.

Memeriksa peralatan mekanika atau kotak sakering listrik atau saluran


hotspot

28

Memeriksa suhu pemanas atau oven, untuk tujuan kontrol dan kalibrasi

Mendeteksi titik api/menunjukkan diagnosa pada produksi papan


rangkaian listrik

Memeriksa titik api bagi pemadam kebakaran

Mendeteksi suhu tubuh makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dll

Memonitor proses pendinginan atau pemanasan material, untuk


penelitian dan pengembangan atau quality control pada manufaktur
Ada beberapa jenis alat pengukur temperatur inframerah yang

tersedia saat ini, termasuk desain konfigurasi untuk penggunaan fleksibel


dan portabel, selain desain-desain khusus untuk fungsi tertentu pada posisi
tetap dalam jangka waktu yang lama.
Beberapa spesifikasi sensor portabel tersedia untuk pengguna
rumahan termasuk tingkat keakuratannya (biasanya kurang lebih satu-dua
derajat), plus beberapa derajat dibawahnya untuk pengukuran umum.
Rasio Jarak:Titika Api (D:S) menunjukkan perbandingan diameter luas
pengukuran panas dengan jarak alat terhadap permukaan objek. Contoh,
apabila luas permukaan objek anda satu cm persegi dan anda tidak dapat
lebih dekat daripada 12 cm ke objek, anda membutuhkan sensor dengan
D:S 12:1 atau lebih. Fungsi yang lain ialah ada sensor yang memakai
emisivitas konstan ada pula yang harus diatur. Untuk yang konstan, anda
tidak dapat mengatur keakuratan pembacaan pada permukaan yang terang
(sebagian besar sensor dirancang untuk permukaan gelap). Sensor
emitivitas konstan dapat dipakai pada permukaan terang hanya dengan
menambahkan pita gelap pada permukaan benda atau mengecatnya.
4. Cara kerja
Cara kerja alat ini cukup mudah cukup nyalakan alat ini dan arahkan
alat tersebut ke media / benda yang akan diukur suhunya maka alat
tersebut akan membaca dengan sendirinya suhu media / benda yang diukur
5. Keunggulan

Mudah dibawa

28

Karena Infrared Thermometer padat, ringan dan mudah untuk


dimasukkan ke dalam sarung ketika tidak digunakan, inspeksi
harian inspeksi pabrik dan pekerjaan dapat dilaksanakan.

Real-waktu Pengukuran
Infrared Thermometer dapat dengan cepat memberikan pengukuran
suhu dengan membaca thermocouple pada titik sambungan dari
kebocoran dalam waktu, dengan Infrared Thermometer dapat
membaca hampir semua titik sambungan suhu tersebut.

Pengukuran Akurasi
Akurasi Infrared Thermometer biasanya kurang dari 1 derajat.
Kinerja ini terutama penting untuk melakukan pemeliharaan
preventif, seperti kondisi produksi yang buruk serta merusak
peralatan atau downtime pemantauan akan menghasilkan acara
khusus. Dengan Infrared Thermometer, Anda dapat dengan cepat
mendeteksi

perubahan

kecil

pada

suhu

operasi,

waktu

perkecambahan mereka dapat untuk memecahkan masalah,


mengurangi biaya yang disebabkan oleh kegagalan peralatan dan
jangkauan pemeliharaan.

Penggunaan Keselamatan
Keamanan adalah dengan menggunakan termometer infra merah
adalah salah satu manfaat yang paling penting. Infrared
Thermometer

dengan

penampakan

laser,

mudah

untuk

mengidentifikasi daerah sasaran, dapat dengan aman membaca atau


tidak bisa mencapai sulit untuk mengakses objek target dan
memungkinkan instrumen untuk membaca suhu suhu target dalam
jangkauan, sehingga secara efektif menghindari pengukuran staf
pekerjaan risiko.

F. Electronic Distance Measurement (EDM)


1. Definisi

28

Electronic Distance Measurement (EDM) merupakan alat


pengukur jarak yang canggih dan praktis, alat pengukur jarak ini sudah
menggunakan teknologi laser dalam metode pengukuranya. Laser meter
ini menentukan jarak ke suatu objeck melalui sinyal elektronik dengan
cepat dan efektif alat ini memiliki orientasi pada fungsi laser, alat ini akan
mengirimkan sorotan garis merah yang berupa sinar laser untuk membantu
mempermudah dalam membidik atau mengarahkanya pada objek saat
melakukan pengukuran.
Alat EDM menentukan panjang berdasarkan pada perubahan fase
yang terjadi sewaktu energi elektromagnetik dengan panjang gelombang
yang diketahui, merambat dari satu ujung garis ke ujung yang lain dan
kembali.
Kelebihan EDM adalah jarak yang di ukur lebih cepat dan teliti.
Dengan EDM, jarak ditunjukkan dalam bentuk digital dalam feet atau
meter, dan banyak diantara alat-alat ini mempunyai koputer mikro
terpasang tetap yang memberi hasil tereduksi langsung ke komponen
horisontal dan vertikal.
2. Fungsi
Untuk mengukur mengukur jarak suatu ruangan. Kelebihan dari
alat ini adalah menggunakan teknologi digital yang akan memudahkan kita
untuk mengetahui jarak suatu ruangan dengan lebih cepat dan teliti.
3.

Alat Pengukur Jarak Elektrolik


No

Merk

Sumber Tenaga

Geodimeter 76

Laser

3000 m

Distomat DI 10

Infra Merah

2000 m

DM 60 Cubitape

Infra Merah

2000 m

Microwave

30 km

Tellurometer CA 1000

Kemampuan Jarak

Autotape

Gelombang radio

100 km

Omega

Gelombang radio

8000 km

28

4. Prinsip Kerja Alat


Prinsip kerja pada alat kami ini terletak pada sensor ultrasonik dan
sebagai tambahan pada pengukuran manualnya kami menggunakan led
laser pointer. Di alat ini kami menggunakan sistem minimum (sismin)
atmega ATmega 16 sebagai pembacaan input dari sensor (yang akan
memberikan output) dan kemudian pembacaannya dikeluarkan pada LCD.
Pada saat kita menyalakan sumber daya dengan menggunakan baterai
dimana pada alat ini juga kami menggunakan switch untuk powernya,
sensor ultrasonik akan bekerja dan mulai mengukur dimana pada saat yang
sama, laser juga menembakkan cahayanya sebagai tambahan pada
pengukuran manual yang merupakan sebagai pembuktian kebenaran pada
pengukuran alat ini. Setelah sensor bekerja, sensor akan memberikan
inputan kepada sistem minimum (sismin) ATmega16 dan pada sismin
inilah diberikan program yang akan mengukur panjang, jarak, konversi
sudut, serta menghitung sudut. Kemudian, sismin ini memberikan output
pada LCD yang kemudian menampilkan pembacaan dari sismin. Pada alat
ini juga kami menggunakan tombol hold dengan fungsi untuk menahan
tampilan lcd agar lebih mudah dilihat.
5. Cara Penggunaan
a. Menentukan titik pengukuran
b. Mengaktifkan electronic distance measurement dengan menekan
tombol on
c. Menyalakan laser dengan menekan tombol yang ada pada sebelah kiri
d. Menekan tombol yang ada disebelah kanan untuk memunculkan hasil
pengukuran secara otomatis jarak akan muncul pada layar EDM