Anda di halaman 1dari 3

1.

Ilmu forensik: membantu penyelidikan dan kepentingan peradilan


2. Laporan penemuan mayat ke pihak kepolisian akan dilakukan: membuat penyelidikan
lewat penyidik untuk VeR
3. Penentuan ras: gigi, tengkorak, tulang panggul, radius
4. Keluarga korban yangg menolak bedah otopsi dapat dikenai sanksi dari polisi: KUHP
222 - hukuman 9 bulan
5. Kaku mayat timbul sebagai akibat: koagulasi aktin-myosin akibat hilangnya ATP
6. Pemeriksaan bercak darah kering: BM colon albumin
7. Keuntungan BM colon albumin: Tidak perlu puasa bisa langsung tentukan darah
manusia
8. Luka akibat basa kuat: luka licin
9. Luka akibat asam kuat: luka kaku, kering
10. Yang mengalami gangguan asfiksia seksual: pemuasan diri dengan asfiksia
11. Histologi paru belum nafas: gambaran projection
12. Tulang yang tidak penting dalam penentuan ras: tulang iga
13. Kesimpulan VeR kejahatan seksual: tanda persetubuhan dan kekerasan
14. Diagnosa pasti mati akibat racun: ditemukan racun/metabolit dalam darah/urin
15. Bahan pemeriksaan toksikologi mayat keracunan morfin: darah, empedu, morfin (kalau
hidup: darah & urin saja)
16. Ekskresi morfin banyak di empedu
17. Kewajiban menyimpan rahasia kedokteran pasien oleh: dokter yg memeriksa pasien
18. Dokter yang membocorkan rahasia kedokteran pasien dapat dipidana: kalau tanpa ijin
pasien
19. Hak undur diri: hak untuk tidak memberikan kesaksian di pengadilan (tidak mau
membeberkan rahasia jabatan)
20. Lepuh akibat pembusukan berbeda dengan akibat kebakaran: isi, letak, bau
21. Lepuh kebakaran: NaCl & Albumin
22. Korban terjatuh ke belakang: memar jaringan otak, counter-coup di temporal
23. Luka tembak tempel pada dahi dan perut: jejas laras berbeda (intensitas pada kepala
lebih jelas dari perut)
24. Tanda khas luka terbuka akibat kekerasan tumpul: adanya jembatan jaringan

25. Mayat korban pembunuhan dengan senjata tajam dapat ditemukan: pakaian ikut sobek
26. Korban kesambar petir: gambaran aborescent pada kulit
27. Korban terbakar, tanda intravital: bullae dan vesikel pada kulit
28. Gambaran luka: ada infiltrasi leukosit polimorfonuklear
29. Perubahan warna luka: biru-hijau-kuning-sembuh
30. Luka sayat berbeda dgn luka tusuk: sudut luka dan kedalaman (tajam-tajam & dangkal)
31. Luka tembak kepala: Tabula externa lebih kecil dari tabula interna (corong ke dalam)
32. Gambaran tepi marginal hemorraghe: gambaran rotan
33. Hypoxic hypoxia: kepala anak terperangkap dalam kantong plastik
34. Mayat tenggelam air laut: Kadar Mg darah ventrikel kiri > kanan
35. Korban penjeratan leher: jejas jerat di bawah kelenjar gondok, jejasnya mendatar
36. Kasus gantung diri: jarak kaki dari lantai dekat
37. Bukan alat bukti sah: keterangan korban
38. Mahasiswa tidak mempunyai rahasia jabatan kedokteran - tidak kena KUHP 322
39. Hanya kena sanksi administratif dari Menteri Kesehatan
40. Kecepatan penurunan suhu mayat dipengaruhi oleh: medium dimana mayat berada
(udara:air:tanah - 3hr-6hr-24hr - 1:2:8)
41. Maserasi pada bayi dijumpai: pembusukan dari luar ke dalam, organ dalam tubuh tidak
membusuk, mayat berbau tengik, bullae&vesikel pada kulit, hiperekstensi, bayi viable
42. Korban pecandu morfin yg overdosis: narcotic lung (paru-paru besar dan berat 800gr) &
narcotic cell (makrofag yg memakan tepung morfin), jaringan berbentuk garis-garis,
pembesaran kelenjar ketiak
43. Wanita muda lapor ke polisi karena diperkosa 7 hari lalu setelah diberi minuman tertentu.
Sekarang diantar ke RS Polri. Wajib diperiksa oleh: dokter forensik
44. Bila benar: robekan baru pada selaput dara (sembuhnya 2 minggu, 10-14 hari)
45. Bila pelaku azospermia, hasil swab vagina positif pada: uji florence untuk kristal choline
iodida dan berberio (kepala sperma merah-ekor sperma hijau)
46. Pemeriksaan yg dapat memastikan pelaku: DNA y-kromosom
47. Tubuh terapung disungai, kematian akibat tenggelam dalam sungai: kadar elektrolit bilik
kiri lebih rendah dari bilik kanan.
48. Sebab kematian korban tenggelam: asfisia mekanik

49. Gambaran diatom: bentuk bulat, inti sel tidak beraturan


50. Sudah mati sebelum tenggelam, dapat ditemukan: Washer woman hand
51. Wanita ditemukan dalam kebakaran. Celana dalam tidak ada, terdapat luka berbentuk
bulan sabit, bagian punggung terbakar. Tidak ditemukan jelaga dalam saluran pernafasan.
Termasuk kasus: pembunuhan dengan cara pencekikan
52. Polisi membutuhkan VeR, harus membutuhkan surat dari penyidik Polri.
53. Menentukan sebab mati: otopsi
54. Jenazah pertama kali datang harus cium bau mayat
55. Kalau seseorang terjadi pendarahan, kukunya biru karena sianosis. Tandanya: setelah
kejadian tersebut, beberapa saat baru mati
56. Luka tembak jarak dekat: lubang luka, kelim lecet, kelim lemak, kelim tatu
57. Menentukan jarak penembakan: ukuran dan distribusi kelim tatu pada jaket
58. Melihat cara kematian: arah jerat pada leher
59. Mati lemas: bintik perdarahan Tardieu's spot
60. Pemeriksaan darah: kadar CO2 serum tinggi
61. Kasus penjeratan: jejas jerat letak rendah melingkar leher
62. Fase perjalanan mati lemas yang non reversible: Apnoe
63. Golongan darah pemilik sperma: periksa semen, rambut, kerokan kuku, air liur
64. Yang tidak diharapkan pada pasien asfiksia: Kadar CO2 lebih dari 5%
65. Pengguguran kandungan, kalau dipaksa pasien: dokter tidak dipidana berdasarkan KUHP
pasal 45 (Abortus: pengguguran kandungan sebelum waktunya)

Anda mungkin juga menyukai