Anda di halaman 1dari 1

Kata Kunci: High Energy Milling, Suhu Sintering, Hematite, Kekerasan Bahan, Dielektrisitas.

Hematit (Fe2O3) adalah bahan yang dapat berasal dari pasir besi yang terdapat dialam. Hematite mempunyai
sifat magnet antiferromagnetik dan memiliki struktur kristal hexagonal. Luasnya aplikasi material ini
menuntut adanya metode sintesis yang relative cepat. Pada penelitian ini menawarkan metode High Energy
Milling (HEM), yang hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat dengan jumlah yang relatif banyak,
suhu rendah dan peralatan yang sederhana dan dapat mereduksi ukuran partikel. Metode HEM merupakan
teknik unik dengan menggunakan energi tumbukan antara bola-bola penghancur dan dinding chamber yang
diputar dan digerakkan dengan cara tertentu, metode High Energy Milling ini mampu mereduksi ukuran
material sampai dibawah 10 nm.
Bahan dasar untuk mensintesis senyawa Fe2O3 adalah pasir besi yang ada di Tulungagung. Pada awalnya
pasir besi digerus dengan penggerus elektrik kemudian dicuci berulang-ulang dengan aquades sampai bersih
dari pengotornya kemudian pasir besi diekstrak dengan menggunakan magnet permanen untuk menambah
kemurnian bahan dengan menghilangkan bahan pengotor. Bahan yang telah diekstrak kemudian digerus
kembali menggunakan HEM dengan lama penggerusan divariasi. Setelah itu bahan di kompaksi dan di
sintering dengan suhu yang berbeda-beda.
Fase dan struktur kristal sampel diuji menggunakan XRD, kekerasan bahan dikarakterisasi menggunakan
Mikro Vikers, dan dielektrisitas dikarakterisasi menggunakan kapasitansimeter digital. Hasil penelitian dengan
jelas menunjukkan bahwa semua sampel mengkristal dengan struktur hexagonal Hematit. Lebih lanjut, nilai
parameter kisi a memiliki kecenderungan berbanding terbalik dengan parameter kisi c. Jika nilai a meningkat
seiring dengan naiknya suhu sintering, maka nilai c menjadi menurun. Kecuali pada sampel dengan lama
HEM 8 jam, dari suhu 900oC ke 1000oC terjadi kenaikan nilai parameter kisi a dari 5,03181 menjadi
5,03704 dan turun pada suhu 1100 oC menjadi 5,03389 , tetapi nilai parameter kisi c terus meningkat dari
suhu 900 oC sampai 1100 oC. Pada saat dilakukan uji kekerasan bahan menunjukkan bahwa semakin tinggi
suhu sintering dan semakin lama HEM dapat meningkatkan karakteristik kekerasan senyawa Fe2O3.
Konstanta dielektrik dipengaruhi oleh suhu sintering dan lama HEM.

Pengaruh lama high energy milling dan suhu sintering pada pembentukan polikeistal hematit Fe2O3 berbasis pasir besi Tulungagung terhadap sifat mekanik
Author : Cahyaningrum, Ernis Dwi

Page 1