Anda di halaman 1dari 7

Finasia Sakina H 1

21080111130074
Teknologi tepat guna
Pengertian Teknologi
Definisi Teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158), Teknologi adalah
; 1) Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan 2) Keseluruhan
sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan
kenyamanan hidup manusia.
Pengertian teknologi tepat guna
Teknologi tepat guna adalah suatu alat yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat berguna serta
sesuai dengan fungsinya.
a. Bidang Air Minum
Saringan Air Sederhana
Pengolahan air dengan saringan pasir lambat
Syarat umum:
Wadah SARUT harus dari bahan yang tidak bocor
Penempatan SARUT diusahakan dekat dengan sumber air
Lokasi tempat SARUT harus bersih dari semak-semak dan tumbuhan lain
Penggunaan peralatan dan bahan-bahan sesuai dengan peraturan yang berlaku
Ada partisipasi masyarakat untuk dan melaksanakan pembuatan,
pengoperasian dan pemeliharaan SARUT
Pemilihan jenis SARUT sesuai dengan karakteristik sumber air baku
(kuantitas dan kualitas).
Jenis : saringan karbon aktif dari tempurung kelapa, saringan arang sekam, dll.
Syarat teknis:

Tipe I, untuk air baku dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan rendah
(kedalaman > 50 cm, dicelupkan lempengan putih 10 cm x 10 cm masih dapat
terlihat)

Tipe II, untuk air baku dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan sedang
(pada kedalaman 50 cm, dicelupkan lempengan putih 10 cm x 10 cm masih
dapat terlihat)

Finasia Sakina H 2
21080111130074

Tipe III, untuk air baku dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan tinggi
(pada kedalaman 50 cm cm, dicelupkan lempengan putih 10 cm x 10 cm tidak
dapat terlihat)

Tipe IV, untuk air baku dari air tanah yang mengandung zat besi atau Fe dan
Mn atau mangan

b. Bidang Air Buangan


Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL)
Sasaran:
Daerah dengan angka diare, cacingan, filarisis dan schistimiasis (demam
kering) tinggi
Daerah rawan sumber air
Daerah padat penduduk
Bukan daerah rawa dan daerah pasang surut
Syarat umum:
Tersedia lahan
Tidak mencemari sumber air minum

Finasia Sakina H 3
21080111130074
Konstruksi dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan
murah.
Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m
SPAL ditempatkan di halaman, di samping rumah, di belakang atau di depan
rumah
Permukaan SPAL harus lebih rendah dari lantai kamar mandi/tempat cuci
Lokasi SPAL sedekat mungkin dengan kamar mandi/tempat cuci, jarak
maksimum 15 meter
Syarat teknis:
Komponen SPAL : Bak kontrol, leher Angsa, saluran, Sumur resapan,
penyaring, penutup sumur
Fungsi Komponen
Bak kontrol : bak penangkap penampung sisa kotoran berbentuk padat,
lemak, busa yang berasal dari kegiatan mandi, cuci, masak ; bak
pengumpul pertemuan beberapa saluran dari beberapa rumah tangga
Leher angsa : pembatas antara bak kontrol dengan saluran agar kotoran
lebih halus dapat mengendap dan bau dari sumur resapan tidak tercium
Saluran : mengalirkan air limbah dari bak kontrol sampai ke sumur
peresapan
Sumur resapan : penampung dan penyaring limbah cair melalui
permukaan dinding yang berpori
Penyaring : penyaring limbah cair agar air yang meresap ke dalam
tanah tidak mencemari sumber air
Penutup sumur : pengaman dan tempat mengontrol sumur.
c. Persampahan
Takakura
Metoda ini menggunakan keranjang berlubang dan kemudian dilapisi dengan
gelangsing. Caranya: sampah organic dicampurkan dengan mikroorganisme padat
dari campuran bekatul, sekam padi, pupuk kompos, dan air. Kemudian dimasukkan
kedalam keranjang dan ditutup dengan keset dari sabut kelapa. Cara ini diterapkan
oleh Pusdakota Universitas Surabaya. Penemu metoda Pengelolaan sampah skala
RT sistem aerob, membutuhkan aliran udara untuk memaksimalkan fungsi bakteri,
metoda ini ditemukan oleh Prof Koji Takakura dari JPEC Jepang.

Finasia Sakina H 4
21080111130074

Fungsi alat dan bahan:


Agar proses aerob berlangsung dengan baik, pilihlah keranjang yang
berlubang, dan lapisi dengan kardus. Fungsi kardus adalah:
membatasi gangguan serangga,
mengatur kelembaban, dan
berpori-pori, sehingga dapat menyerap serta membuang udara & air.
Letakkan bantal sekam di bawah dan di atas keranjang. Fungsi bantal sekam
adalah:
sebagai tempat mikrobakteri yang akan mempercepat pembusukan
sampah organik,
karena berrongga besar, maka bantal sekam dapat segera menyerap air
dan bau sampah,dan
sifat sekam yang kering akan memudahkan pengontrolan kelembaban
sampah yang akan menjadi kompos.
Media kompos jadi yang berasal dari sampah rumah tangga diisikan
1 / 2 sampai 2/3 bagian keranjang. Kompos yang ada dalam keranjang
berfungsi sebagai aktivator/ragi bagi sampah baru.
Pilih kain penutup yang serat atau berpori besar. Tutupkan kain di atas bantal
sekam, agar lalat tidak dapat bertelur dalam keranjang, serta mencegah
metamorfosis (perubahan) dari belatung menjadi lalat, karena lalat tidak dapat
keluar dan mati di dalam keranjang.
Tutup keranjang bagian atas sebagai pemberat agar tidak diganggu oleh
predator (kucing/anjing). Pilih tutup yang berlubang agar udara dapat keluar
masuk.
Catatan:

Finasia Sakina H 5
21080111130074
Hindarkan dari hujan (taruh di tempat teduh)
Sampah yang dimasukkan berumur maksimal 1 hari
Sampah yang dalam ukuran besar harap dicacah dahulu
Cuci kain penutup satu minggu sekali
Bila kompos kering, cipratkan air bersih, sambil diaduk
Bila sudah lapuk, kardus harus diganti agar tidak robek dan menyebabkan
lalat/serangga masuk
Cara pemanenan kompos:
Bila keranjang penuh, diamkan selama 2-4 minggu agar kompos benar benar
matang. Sementara itu, gunakan keranjang lain untuk memulai proses
pembuatan kompos yang baru.
Setelah matang, kompos dikeluarkan dari keranjang, diangin-anginkan dan
kemudian diayak. Bagian yang halus dapat dijual/ diberikan ke tanaman,
sedangkan bagian yang kasar dapat digunakan sebagai starter awal proses
komposting berikutnya.
(sumber: http://jujubandung.wordpress.com/2012/06/02/teknologi-tepat-gunattg-dalam-pengelolaan-sampah-berbasis-3r/)
d. Drainase
Biopori

Biopori adalah lubang-lubang dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas
organisme di dalamnya seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah

Finasia Sakina H 6
21080111130074
lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat
berlalunya air dalam tanah (sumber:biopori.com).
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi
banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini pertama kali
dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian
Bogor (sumber:id.wikipedia.org).
Cara Pembuatan :
Buat lubang silindris ditanah dengan diameter 10 -15 cm dan kedalaman
sekitar 100 - 120 cm, tetapi jangan melebihi muka air tanah. Lubang tersebut
dapat dibuat dengan bambu, pipa besi atau bor tanah dengan jarak antar
lubang 50 - 100 cm.
Lubang diisi dengan sampah organik. Fauna tanah (seperti cacing) akan
datang dengan sendirinya dan masuk kedalam lubang untuk mencari
perlindungan dan bahan makanan. Fauna tanah tersebut akan berkembang biak
menciptakan biopori (liang) yang dapat mempercepat laju peresapan air dalam
lubang, serta memepercepat proses perombakan sampah organik menjadi
kompos dan tidak menimbulkan bau. Setiap 5 hari sekali dilakukan
penambahan sampah organik.
Kompos yang terbentuk dalam lubang resapan biopori dalam lubang resapan
biopori dapat diambil untuk menyuburkan tanaman.
Mulut atau pangkal lubang dikelilingi adukan semen selebar 2 - 3 cm setebal 2
cm supaya tanah tidak jatuh ke lubang (longsor)
Jumlah lubang resapan biopori ditentukan berdasarkan luas lahan, yaitu setiap
50 meter persegi luas lahan dibuat 10 lubang, sebagai contoh : (1) .Untuk luas
lahan s/d 50 meter persegi sebanyak 10 lubang; (2). Luas lahan 50 - 100 meter
persegi sebanyak 20 lubang; (3). Luas lahan 100 - 150 meter persegi sebanyak
30 lubang, dst.
Lubang resapan berpori dapat dibuat sendiri dengan bor tanah atau dikerjakan
oleh tukang bor sumur.
Fungsi biopori antara lain :
Membantu meresapkan air hujan ke dalam tanah.
Penyubur tanah.

Finasia Sakina H 7
21080111130074
Mengurangi penumpukan sampah.
Terhindar berbagai jenis penyakit.
Penghasil kompos.
Mengurangi genangan air.
Persyaratan teknologi tepat guna adalah:
1. dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat;
2. merupakan hasil rekayasa praktis yang mudah diterapkan;
3. efektif dan efisien;
4. ekonomis dan pemeliharaannya mudah;
5. memanfaatkan sumber daya yang ada;
6. mudah dioperasikan oleh pemakai;
7. dibuat sesuai kebutuhan;
8. mudah dikembangkan