Anda di halaman 1dari 13

MENYIKAPI ISU SUSU BAYI BERBAKTERI

ENTEROBACTER SAKAZAKII DI KALANGAN


MASYARAKAT
Evin Dwi Hananing
PLS-UM

PENDAHULUAN
Karya tulis ilmiah ini berjudul Menyikapi Issue Susu Bayi Berbakteri
Enterobacter Sakazakii di Kalangan Masyarakat. Signifikan untuk dibahas
karena berita ini masih hangat dikalangan msayarakat dan menjadi
kekhawatiran tersendiri di kalalangan masyarakat.Sehingga judul ini menarik
untuk didiskusikan.
Masa bayi adalah masa dimana individu dilahirkan yang beralih dari
rahim ke dunia. Yaitu sebuah lingkungan baru yang menuntutnya dapat
berkembang sesuai dengan perkembangannya. Masa bayi adalah masa yang
membutuhkan perhatian khusus baik secara psikologis, sosial dan biologis.
Secara Psikologis dan social bayi haruslah mendapatkan hal-hal yang nyaman
baik itu perhatian, kasih sayang dari orang sekitar dan orang tua. Namun
secara biologis bayi semestinya mendapatkan gizi yang cukup sesuai dengan
perkembangannya.
Balita (bayi dibawah lima tahun) memiliki karakteristik yang berbeda
dengan orang dewasa. pada masa masa ini pertumbuhan sangat cepat dan
signifikan. Namun dalam kasus issue susu berbakteri Enterobacter Sakazakii
balita yang dibahas kali ini adalah bayi dengan usia 0- 12 bulan, Karena susu
formula yang dibahas kali ini untuk perkembangan bayi berusia 0-12 bulan.

Dalam perkembangan bayi gizi sangat diperlukan. Gizi yang cukup


dapat mendukung tumbuh kembang anak terutama dalam perkembangan
jasmaninya. Karena pada usia balita sangat rentan terhadap penyakit. Gizi
yang cukup juga dapat membantu bayi dalam perkembangan kecerdasan
otaknya. Namun dewasa ini balita diberikan susu formula untuk mendukung
pertumbuhannya. Hal tersebut terjadi karena beberapa alasan terutama bagi
balita berumur 0-12 bulan, Umumnya seorang ibu memberikan ASI(Air Susu
Ibu) karena ASI memiliki gizi yang cukup bagi perkembangan bayi dan
antibiotic. Namun ada juga yang sejak lahir diberikan susu formula yang
dikarenakan ibunya tidak memiliki ASI yang cukup untuk buah hatinya.Pada
Abad ke-19 Piere Budin dalam Materinite di Paris mulai menggunakan Susu
Sapi sebagai pengganti ASI1
Baru-baru ini banyak issu yang berkembang tentang susu
formula untuk bayi yaitu adanya kasus susu bayi berbakteri

Ebrahem,G.J, Air Susu Ibu,Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica (hal75-84) dalam halaman
tersebut diceritakan awal mula penggunaan susu sapi sebagai pengganti ASI hingga
menemukan kendala pengolahan susu Sapi yang tidak standart yaitu protein susu sapi dapat
mementuk bekuan kasar dan besar dibandingkan ASI hal ini dikarenakan susu sapi diberikan
dari pemerahan langsung ke bayi sehingga pengolahan hanya menyeterillkan susu dengan
cara pemanasan saja. Sehingga dialakukan pengasaman pada susu sapi dengan menabahkan
asam laktat dan sirtrat dan setelah itu difermentasi sehingga menghasilkan susu kental.
Namun susu kental yang diberikan kepada bayi dapat mengakibatkan ricket dan skorbut.
Kemudian tahun 1908 dilakukan upaya untuk memproduksi susu bubuk yang menyerupai
ASI.sehingga tahun berikutnyapun dapat mengembangkan pembuatan susu yang lebih
disempurnakan, Namun dari Makin maraknya produk susu Pada tahun 1950-an di Negara
berkembang (Negara Dunia Ketiga) dan perubahan mencolok yaitu merosotnya penggunaan
ASI dengan mengganti penggunan susu formula atau bubuk untuk Bayi.Dan babyak Orang
tua lebih menggunakan susu Formula sebagai pengganti ASI

Enterobacter Sakazakii2. Hal ini tentu membuat orangtua khawatir


terutama kaum ibu.

sendiri telah dilakukan pada 2008, tetapi ketiga pihak tersebut tidak
bersedia mengumumkan.3

KOMPAS.com Hari ini, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas


Obat dan Makanan (BPOM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) akan
mengklarifikasi dan mengumumkan soal cemaran bakteri Enterobacter
sakazakii (E. sakazakii) dalam susu formula anak-anak dan makanan
bayi. Pengumuman nama-nama merek susu yang tercemar ini akan
dilakukan di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dari berita yang tertulis diatas, telah mengakibatkan berbagai


polemik, bagi orangtua khususnya Yaitu konsumen pengguna susu formula
untuk bayinya. Dari latar belakang diatas sehingga dapat dirumuskan

masalah sebgai berikut: (1)Pengertian bakteri Enterobacter Sakazakii,


(2) Dampak issu susu Enterobacter Sakazakii, (3) Perkembangan Bayi
Hingga Umur 1 Tahun, (4) Pemahaman Orang Tua dalam Tumbuh
Kembang anak melalui asupan gizi, (5) Kandungan Gizi di dalam ASI,
(6) Peran Pendidikan Luar Sekolah melalui Pendidikan Kesehatan bagi
orang tua agar lebih memahami kesehatan terutama untuk balita (buah
hatin
Karya tulis ini bertujuan (1) Untuk memaparkan permasalahan
susu Bayi Enterobacter Sakazakii, (2) Memberikan Usulan melalui
Pendidikan Kesehatan kepada orang tua agar mengurangi rasa
khawatir dalam mengkonsusmsi susu untuk balita dan belajar untuk
Kembali ke ASI Eksklusif

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah memerintahkan Kementerian


Kesehatan, BPOM dan IPB untuk mengumumkan nama produsen susu
formula yang ditemukan mengandung bakteri tersebut.
Perintah itu dikeluarkan karena ada salah seorang warga yang
menggugat hasil penelitian itu dan menuntut pemerintah mengumumkan
para produsen susu sehingga bisa mengambil tindakan pencegahan. MA
yang memenangkan gugatan itu kemudian memerintahkan ketiga pihak,
yakni Kemenkes, Badan POM, dan IPB mengumumkan nama produsen.
Berdasarkan hasil penelitian IPB terhadap 74 sampel susu formula, 13,5
persen di antaranya mengandung bakteri berbahaya tersebut. Penelitian

PEMBAHASAN
Bakteri Enterobacter Sakazakii
E. sakazakii pertama kali ditemukan pada 1958 pada 78 kasus bayi
dengan infeksi meningiti4s. Sejauh ini juga dilaporkan beberapa kasus

2 E. sakazakii adalah suatu kuman jenis gram negatif dari keluarga enterobacteriaceae.
Organisme ini dikenal sebagai yellow pigmented Enterobacter cloacae. Dr Widodo
Judarwanto SpA, Apa Sih Enterobacter Sakazakii Itu?.http://www.suaramedia.com/gayahidup/anak/38269-bakteri-susu-formula-ancam-keselamatan-otak-bayi.html. diakses 23 Maret
2011.

Nasir
,http://rockypanjaitan.blogspot.com/2011/02/awas-enterobacter-sakazakii-picuradang.html. diakses 23 Maret 2011

yang serupa pada beberapa negara. Meskipun bakteri ini dapat


menginfeksi pada segala usia, risiko terbesar terkena adalah usia bayi.
Peningkatan kasus yang besar dilaporkan terjadi di bagian Neonatal
Intensive Care Units (NICUs) beberapa rumah sakit di Inggris, Belanda,
Amerika, dan Kanada.
Di Amerika Serikat angka kejadian infeksi E. sakazakii yang pernah
dilaporkan adalah 1 per 100.000 bayi. Terjadi peningkatan angka
kejadian menjadi 9,4 per 100.000 pada bayi dengan berat lahir sangat
rendah (< 1.5 kg) . Sebenarnya temuan peneliti IPB tersebut mungkin
tidak terlalu mengejutkan karena dalam sebuah penelitian prevalensi
kontaminasi di sebuah negara juga didapatkan dari 141 susu bubuk
formula didapatkan 20 kultur positif E. sakazakii. E. sakazakii adalah
suatu kuman jenis gram negatif dari keluarga enterobacteriaceae.
Organisme ini dikenal sebagai yellow pigmented Enterobacter cloacae.
Pada 1980, bakteri ini diperkenalkan sebagai bakteri jenis yang baru
berdasarkan pada perbedaan analisis hibridasi DNA, reaksi biokimia dan
uji kepekaan terhadap antibiotika. Disebutkan, dengan hibridasi DNA
menunjukkan E. sakazakii 53-54 persen dikaitkan dengan 2 spesies yang
berbeda genus, yaitu Enterobacter dan Citrobacter.5
4

Yaitu penyakit infeksi selaput otak pada, yang disebabkan oleh bakteri

Surabaya
Post
Online,http://rockypanjaitan.blogspot.com/2011/02/awas-enterobactersakazakii-picu-radang.html. Diakses 24 Maret 2011. Pada penjelasan bakteri eterobacter
sakazakii hanya dijelaskan secara umum, karena sumber yang berkaitan dengan bakteri ini
masih terbatas, namun secara garis besar bakteri ini merugikan terutama untuk kesehatan
bayi. Dalam karya Ilmiah ini sedikit memberikan penjelasan tentang bekteri ini karena focus
pada memberikan salah satu solusi terhadap masalah yang dialami masyarakat dewasa ini.

Berdasarkan penjelasan yang ada bakteri Enterbacter Sakazakii ini cukup


berbahaya dan merugikan untuk kesehatan bayi. Karena dapat memicu
meningitis dan penyakit lainnya.
Dampak Issue Susu Berbakteri Enterobacter Sakazakii
Pada penjelasan sebelumnya bakteri sakazakii merupakan bakteri
yang merugikan, di bawah ini merupakan cuplikan dari beberapa berita
tentang bakteri enterobacter sakazakii.
Pada penelitian tahun 2007, beberapa peneliti mengklarifikasi kriteria
taxonomy dengan menggunakan cara lebih canggih, yaitu dengan fAFLP, automated ribotyping, full-length 16S rRNA gene sequencing and
DNA-DNA hybridization. Hasil yang didapatkan adalah klasifikasi
alternatif dengan temuan genus baru, yaitu Cronobacter yang terdiri
dari 5 spesies.
Hingga saat ini tidak banyak diketahui tentang virulensi dan daya
patogeniotas bakteri berbahaya ini. Bahan enterotoxin diproduksi oleh
beberapa jenis strain kuman. Dengan menggunakan kultur jaringan,
diketahui efek enterotoksin dan beberapa strain tersebut. Didapatkan 2
jenis strain bakteri yang berpotensi sebagai penyebab kematian,
sedangkan beberapa strain lainnya non-patogenik atau tidak
berbahaya. Hal inilah yang mungkin menjelaskan kenapa sudah
ditemukan demikian banyak susu terkontaminasi, tetapi belum banyak
dilaporkan terjadi korban terinfeksi bakteri tersebut.

Meskipun sangat jarang, infeksi karena bakteri ini dapat


mengakibatkan penyakit yang sangat berbahaya sampai dapat
mengancam jiwa, di antaranya adalah neonatal meningitis (infeksi
selaput otak pada bayi), hidrosefalus (kepala besar karena cairan otak
berlebihan), sepsis (infeksi berat) , dan necrotizing enterocolitis
(kerusakan berat saluran cerna). Sedangkan pada beberapa kasus
dilaporkan terjadi infeksi saluran kencing.

hidup pada suhu 58 derajat celsius dalam pemanasan rehidrasi susu


formula 6

Dampak Issu Susu Berbakteri Enterobacter sakazakii sudah tidak


asing dipengamat berita. Dampak dari issu ini tentunya dibebagai bidang,
seperti yang pernah ada secara sosial akibat dari berita ini yaitu adanya aksi
unjuk rasa orang tua agar adanya kejelasan akan susu berbakteri ini.tentunya
masih banyak bidang lainnya, Namun kali ini dampak Issu susu Berbakteri
ini di bahas dari segi pendidikan dan kesehatan bayi menurut pendidikan
kesehatan.

Secara umum, tingkat kefatalan kasus (case-fatality rate) atau risiko


untuk dapat mengancam jiwa berkisar antara 40-80 persen pada bayi
baru lahir yang mendapat diagnosis infeksi berat karena penyakit ini.
Infeksi otak yang disebabkan karena E. sakazakii dapat mengakibatkan
infark atau abses otak (kerusakan otak) dengan bentukan kista,
gangguan persarafan yang berat dan gejala sisa gangguan
perkembangan.

Berdasarkan artikel yang ada di atas ada beberapa dampak yang


perlu di garis bawahi yaitu neonatal meningitis (infeksi selaput otak pada
bayi), hidrosefalus (kepala besar karena cairan otak berlebihan), sepsis
(infeksi berat) , dan necrotizing enterocolitis (kerusakan berat saluran cerna).
Sedangkan pada beberapa kasus dilaporkan terjadi infeksi saluran kencing.
Bakteri Enterobacter sakazakii juga dapat mengakibatkan infark atau abses
otak (kerusakan otak) dengan bentukan kista, gangguan persarafan yang berat
dan gejala sisa gangguan perkembangan.

Gejala yang dapat terjadi pada bayi atau anak di antaranya adalah
diare, kembung, muntah, demam tinggi, bayi tampak kuning, kesadaran
menurun (malas minum, tidak menangis), mendadak biru, sesak hingga
kejang. Bayi prematur, berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500
gram) dan penderita dengan gangguan kekebalan tubuh adalah individu
yang paling berisiko untuk mengalami infeksi ini. Meskipun juga jarang
bakteri patogen ini dapat mengakibatkan bakterimeia dan osteomielitis
(infeksi tulang) pada penderita dewasa. Pada penelitian terakhir
didapatkan kemampuan 12 jenis strain E. sakazakii untuk bertahan

Hal ini tentu membuat banyak kalangan masyarakat terutama para


orang tua yang mamiliki anak yang masih bayi, terlebih lagi orang tua yang
tidak dapat mamberikan ASI atau karena faktor lainnya sehingga bayi tidak
bisa mendapat ASI dari orang tua terutama dari ibu.

Suara kita, http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/anak/38269-bakteri-susu-formulaancam-keselamatan-otak-bayi. Diakses25 Maret 2011

Perkembangan Bayi Hingga Umur 1 Tahun


Perlu dipahami pekembangan bayi berumur bulan hingga 12
bulan. Hal ini dapat menginformasikan pada orangtua, dalam memahami
perkembangan sehingga dapat memberikan gizi yang seimbang dengan
pertumbuhan bayi.Berikut ini merupakan tahapan bayi mulai dari bulan
pertama hingga bulan kedua belas yaitu sebgai berikut:
1. Bulan pertama sampai ketiga
Pada tahap ini bayi melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Tersenyum kepada orang lain yang dikenal anak
b. Tangisannya berbeda pada setiap alasan yang berbeda
c. Mendengkur seperti burung berulang kali
d. Memukul benda berayun dengan tangan keras-keras
e. Memberi respon terhadap sinar dan gerakan-gerakan
f. Mengamati wajah dan benda bergerak dengan penuh rasa ingin tahu
g. Mengenal benda dan wajah yang familiar dari jarak tertentu
h. Menoleh dan tersenyum kearah suara orang yang dikenal anak
2. Bulan ke empat sampai ketujuh
a. Mengoceh
b. Mengeluarkan suara-suara berdeguk
c. Member isyarat (dengan kepala atau tangan) meminta untuk
mengulang tindakan yang sebelumnya
d. Menggengam benda-benda kecil
e. Meraih benda-benda disekitar anak
f. Menyadari perbedaan tekstur benda dan mengusap-usapnya dengan
jari serta penuh rasa ingin tahu
g. Membei respon bila nama anak dipanggil
h. Member respon terhadap nama yang dikenal
i. Member repon kepada suara atau bunyi yang baru
3. Bulan kedelapan sampai keduabelas

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Merayap kedepan dengan perut anak


Memposisikan tubuh diatas tangan dan kaki lalu merangkak
Mengubah posisi dari duduk ke merayap atau telungkup
Berdiri dan berjalan sambil berpegangan
Berdiri, lalu berjalan 2-3 langkah tanpa bantuan
Mengenal beberapa nama dan benda
Berusaha meniru cara menulis
Meningkat pada kemampuan berbicara
Menirukan isyarat tangan dan kepala

Pertkembangan bayi di usia 0-12 bulan begitu teratur dan berkala.


Selain mendapatkan kasih sayang guna mendukung perkembangan
psikologis bayi. Bayi juga perlu mendapatkan asupan gizi yang sesuai
dengan perkembangan secara fisik. Pada Usia itu juga otak bayi berkembang,
sehingga gizi untuk mendukung pertumbuhan bayi hendak sesuai dengan
perkembangan usia bayi.
Pemahaman Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak melalui Asupan
Gizi
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti7, absorbsi metabolism
8
dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan

Proses mekanik dan kimia untuk mengubah nutrient menjadi bentuk yang mudah
diabsorbsi,(proses mengumyah, menelan, dan gerakan peristaltic)
8

Penyerapan zat makanan melalui organ pencernaan

kehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal dari organ-organ serta


menghasilkan energy.9

Kelengkapan nutrisi10 makanan yang dibutuhkan bayi terdiri atas


semua komponen gizi yaitu meliputi protein11, karbohidrat12, lemak13,
vitamin14, dan mineral15. Kesemua komponen gizi tersebut sangat diperlukan
untuk kesehatan bayi. Apabila si kecil teratur mengkonsumsi semua

Speirs, AL,1981, Ilmu Kesehatan anak Untuk Perawat.Semarang : IKIP Semarang Press.

10

komponen tersebut setiap hari, maka dengan sendirinya telah terpenuhi


kebutuhan seluruh nutrisi yang diperlukannya.
Salah satu sumber gizi bayi adalah ASI, menurut G,J Ebrahim ASI
atau Air Susu Ibu adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, lactose,
dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara
Ibu, sebagai makanan utama bayi.16
Makanan yang terbaik bagi bayi sampai umur 6 bulan pertama
adalah ASI, karena ASI membantu bayi tumbuh sehat dan kuat. Selain itu gizi
yang ada dalam ASI sudah sesuai dengan kebutuhan bayi yaitu: Kolostrum17,
protein tinggi (whei dan Csein), Taurin18, DHA, dan AA.

proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh

11

senyawa C,H, O dan N, berupa senyawa organic kompleks yang mengandung N. Protein
merupakan suatu senyawa makro-molekul yang terdiri atas sejumlah asam amino yang
dihubungkan dengan ikatan peptide, sumber: Definisi protein http://id.shvoong.com/exactsciences/zoology/2099376-definisi-protein. diakses 29 maret 2011

Kandungan Gizi Dalam Air Susu Ibu (ASI)


Dalam pembahasan sebelumnya telah disinggung mengenai ASI,
yaitu suatu emulsi lemak yang kaya gizi yang keluar dari putting seorang
ibu yang telah melahirkan.ASI merupakan makanan yang sesuai untuk bayi
karena ASI alami dan gizinya pun tak berlebihan.Asi memiliki kandungan
Protein, lemak, dan Laktosa yang sesuai dengan kebutuhan bayi,
kandunganya pun tak berlebihan untuk mencukupi kebutuhan asupan
makanan bayi.

12

Karbohidrat adalah senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, dan 0 dan umum dipakai
untuk menyatakan kelompok gula, sumber: Bahas Definisi karbohidrat dan contohnya
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/investigative-medicine/2121905-bahas-definisikarbohidrat-dan-contohnya. diakses 30 maret 2011
13

zat minyak yg melekat pd hewani dan nabati


16

14

Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang
berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh.
15

senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis, suatu zat yang terdapat dalam alam
dengan komposisi kimia yang khas dan biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, yang
kadang-kadang dapat menjelma dalam bentuk geometris tertentu.

Ana Maria, 2009, The Golden Age Buah hati Anda,Yogyakarta: Tugu Publiser, hal 230

17

air susu yg berwarna kekuning-kuningan yg keluar beberapa hari setelah bersalin, banyak
mengandung zat telur tertentu dan zat antikuman yg sangat berguna bagi bayi,
http://www.artikata.com/arti-335740-kolostrum.html. diakses 31 maret 2011
18

zat kristal tak berwarna yang diperoleh dari empedu mamalia

Namun baru-baru ini dinegara berkembang banyak ibu muda yang


beralih dalam pemenuhan kebutuhan gizi bayinya melalui susu formula
atau susu sapi olahan dengan berbagai alasan. Tanpa mereka sadari ASI lah
yang terbaik untuk buah hatinya.
Seiring dengan penggunaan Susu formula atau susu sapi olahan,
yang marak dikalangan masyarakat kali ini adalah issu susu bayi berbakteri
enterobacter sakazakii.Yaitu susu yang di dalamnya terkontaminasi oleh
bakteri yang dampak bakteri merugikan bagi bayi karena bakteri tersebut
dapat menyerang system saraf bayi (otak). Hal ini tentu membuat banyak
kalangan orangtua khawatir akan kesehatan buah hatinya. Karena bisa saja
buah hatinya terkena dampak bakteri tersebut. A.August Burn menyatakan
Lebih dari 1 juta bayi meninggal dunia setiap tahun karena ibu mereka
tidak didorong ASI19. Hal ini dapat diartikan ASI memiliki kebihan yang
tidak ada dalam susu formula, dan ASI pun begitu dianjurkan dari pada
susu formula.
ASI yang memiliki antibiotic bagi tubuh bayi, belum tentu susu
olahan bisa memiliki antibiotic tersebut, ASI yang diberikan untuk bayi
juga membantu system pencernaan bayi, berbeda dengan susu olahan
eskipun baru-baru ini susu olahan mempromosiskan banyak kelabihan
namun itu juga melalui proses kimia, sedangkan asi di dapat dari roses
alami.
Susu sapi olahan atau susu kaleng tidak bisa melindungi bayi dari
penyakit. Susu buatan dan susu lain bisa menyebakan penyakit maupun
kematian. Bila botol susu kampong atau air yang digunakan untuk
membuat susu formula tidak dididihkan secara benar, bayi akan menelan
19

A. August Burns, et al, 2000, Pemberdayaan wanita dalam bidang kesehatan, Yogyakarta:
Yayasan Essentia Medica, hal 156.

beberapa kuman yang berbahaya dan mengalami diare.Berikut ini tabel


komposisi ASI dan susu sapi olahan,
TABEL PERBANDINGAN PERSENTASE KOMPOSISI AIR SUSU
Kandungan
Air Susu Ibu
Air Susu Sapi
AIR
88,5
87
LEMAK
3,3
3,5
CASEIN
0,9
2,7
PROTEIN
0,4
0,7
LAINNYA
*) Ebrahim, G.J. op. cit Hal 55
Dari table diatas dapat dibaca bahwa kandungan antara susu sapid an
ASI adanya kesamaan, namun dari prosentase masing masing adanya
perbedaan. Pada ASI prosentase yanga ada sudah sesuai karena itu produk
alami yang terproduksi dalam tubuh seorang ibu, berbeda dengan susu sapi
atau susu olahan Pada kandungan air susu sapi lebih kesil dengan peerbedaan
1,5.lemak dengan perbedaan angka 0.2 Sedangkan kandungan Casein, dan
protein lainnya susu sapi atau susu olahan lebih sedikit daripada ASI. Belum
juga proses kimia pembutan susu yang memiliki efek samping untuk bayi.
Pemberian ASI sangat dianjurkan karena gizi yang terkandung sesuai
serta ekonomis. Asi dapat melindungi bayi dari penyakit dan infeksi, seperti
diabetes, kanker dan diare. Dari segi kebersihan ASI juga selalu bersih, siap,
dan suhunya pun dengan kondisi yang tepat. Hal ini tentu berbeda dengan
susu formula atau susu olahan jika penggunaanya tidak sepeti aturan pakai
akan berdampak pada kesehatan bayi, con tohnya memenaskan botol dan
kampong sebelum membuat susu, Susu yang akan diberikan pada bayi juaga

harus sesuai aturan pakai dan umur bayi. Pengguanan ASI juaga ekonomis
dari sudut biaya Adapun manfaat ASI bagi bayi, yaitu:

DISKUSI
Peran Pendidikan Luar Sekolah melalui Pendidikan Kesehatan bagi
orangtua agar lebih memahami kesehatan terutama untuk balita

1. Menyelamatkan kehidupan bayi.


2. Makanan terlengkap untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan
cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan
3. Mengandung antibodi (terutama kolostrum) yang melindungi terhadap
penyakit terutama diare dan gangguan pernafasan.
4. Meningkatkan tumbuh kembang secara normal karena mencegah terjadinya
penyakit infeksi
5. Selalu bersih.
6. Selalu siap tersedia dan dalam suhu yang sesuai.
7. Mudah dicerna dan zat gizi mudah diserap.
8. Melindungi terhadap alergi karena tidak mengandung zat yang dapat
menimbulkan alergi.
9. Mengandung cairan yang cukup untuk kebutuhan bayi dalam 6 bulan
pertama (87% ASI adalah air).
10.
Isapan bayi membantu perkembangan gigi dan perkembangan otototot muka.
11.
Hubungan fisik ibu-bayi baik untuk perkembangan bayi: kontak kulit
ibu ke kulit bayi yang sering mengakibatkan perkembangan psikomotor
maupun sosial yang lebih baik bagi bayi bersangkutan.

Pendidikan Luar Sekolah merupakan segala kegiatan pendidikan


yang berlangsung di luar system persekolahan (formal) secara terprogram.
Karena pendidikan terjadi tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah(
formal), namun pendidikan bisa ada di keluarga, dalam pergaulan, atau
tempat kerja. Pendidikan bisa terjadi atas usaha sendiri ataupun bantuan
orang lain, karena setiap manusia sadar atau tidak senantiasa melakukan
kegiatan belajar disepanjang hayatnya.
Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan
Nasional Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga
masyarakat yang memerlukan layanan Pendidikan. Yang berfungsi
sebagai pengganti, penambah dan/ pelengkap pendidikan formal guna
mendukung pendidikan sepanjang hayat.20

Dari UU telah menyatakan fungsi Pendidikan nonformal sebagai


pengganti yaitu,pendidikan yang diberikan kepada warga belajar atau
peserta didik berfungsi pengganti dari pendidikan formal, seperti
pengadaan kejar paket untuk Warga belajar yang putus sekolah, atau
terminal sekolah. Sebagai penambah yaitu pendidikan diberikan kepada
warga belajar guna penambahan diluar system formal seperti kursus,
lifeskills dan lain-lain. Sebagai pelengkap yaitu Pendidikan luar sekolah ini
berfungsi memeberikan pendidikan untuk warga belajarnya guna pelengkap
20

UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS

kebutuhan hidup, seperti pendidikan keluarga, pendidikan untuk remaja,


prndidikan kesehatan, dan lain-lain.
Pendidikan Luar sekolah memiliki peran yang besar dalam
penyelenggaraan pendidikan untuk masyarakat. Kasus Issu susu bernakteri,
tersebut Pendidikan Luar sekoalah mengajukan Pendidikan atau
pembelajaran melalui pendidikan kesehatan untuk masyarakat. Sehingga
dapat memberi masukan untuk kasus susu berbakteri enterobacter
sakazakii.
Undang Undang Kesehatan No.23 Tahun 1992 memberikan batasan :
Kesehatan adalah keadaan
sejahtera badan, jiwa, dan social yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi. Hal ini
berarti kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan
social sajatapi juga diukur dengan produktifitasnya. Kempat holistic kesehatan
tersebut saling mempengeruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan pada
seseorang, kelompok, atau masyarakat. Wujud atau indicator dari masingmasing aspek tersebut dalam kesehatan individu antara lain:
1. Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang tidak merasa sakit dan
memang secara klinis tidak sakit. Semua organ tubuh normal dan
berfungsi normal atau tidak ada gangguan fungsi tubuh.
2. Kesehatan mental yakni pikiran, emosional dan spiritual
3. Kesehatan social terwujud apabila sseorang mampu berhubungan
dengan orang lain secara baik
4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat dari produktovitas seseorang
dalam arti memiliki kegiatan yang menghasilkan sesuatu. 21
21

Prof. Dr . Soekidjo,Notoatmojo,. 2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan.


Jakarta: PT Asdi Mahasatya. (hal 3-4)

Dalam undang undang tersebut jelas diatur mengenai kesehatan,


sehingga setiap warga negara memiliki jaminan akan kesehatan.Dari aspekaspek diatas telah disebutkan bahwa kesehatan fisik merupakan dasar akan
kesehatan individu. Dalam kasus susu bayi berbakteri sakazakii ini
semestinya bayi memiliki kesehatan seperti yang semestinya, yaitu
mendapatkan asupan gizi meskipun itu berasal dari susu formula dengan
rasa aman untuk mengkonsumsinya. Dalam artian orang tua tak perlu waswas akan produk susu formula.
Kesehatan merupakan hasil interaksi sebagai faktor, baik faktor
internal (dari dalam diri manusia) maupun faktor eksternal (di luar diri
manusia). Faktor internal terdiri dari faktor fisik dan psikis. Faktor
Eksternal terdiri dari berbagai faktor antara lain, sosial, budaya masyarakat,
lingkungan fisik, politik, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Pendidikan
Kesehatan mengupayakan agar perilaku individu, kelompok atau
masyarakat mempunyai pengaruh positif terhadap pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan.
Pendidikan Kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau
usaha penyampaian pesan kesehatan kepada masyarakat. Kelompok atau
individu. Dengan adanya pesan tersebut maka diharapkan masyarakat
memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Pengetahuan
tersebut pada akhirnya diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilaku.
Pendidikan kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri
seorang
individu yang dihubungkan dengan pencapaian individu, dan
masyarakat. Pendidikan kesehatan tidak dapat diberikan kepada seseorang oleh
orangt lain, bukan seperangkat prosedur yang dilaksanakan atau suatu produk
yang harus dicapai, tetapi sesungguhnya merupakan suatu proses perkembangan
yang berubah secara dinamis, yang di dalamnya seseorang menerima atau

menolak informasi, sikap maupun praktek baru yang berhubungan dg tujuan


hidup sehat22

Melalui Pendidikan Kesehatan Pendidikan Luar sekolah berharap


agar masyarakat dapat memiliki pembelajaran tentang kesehatan terutama
untuk lingkungan keluarganya. Berawal dari memperkenalkan psikologi
anak, kebutuhan anak usia 0-12 bulan baik itu tentang gizi dan pengasuhan,
serta pemahaman untuk kembali ke ASI.
Secara umum tujuan penidikan .kesehatan ialah mengubah perilaku
individu atau masyarakat di bidang kesehatan (WHO: a954) yg dikutip oleh
Notoatmojo (1997) dirinci sbb:
1. Menjadikan kesehatan sbg suatu yang bernilai di masyarakat.
2. Menolong individu agar mampu secara mendiri atau berkelompok
mengadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat
3. Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepat sarana pelayanan
kesehatan yang ada.23

Pendidikan kesehatan yang ditawarkan kepada masyarakat yaitu


kembali pada ASI eksklusif. Hal ini bertujuan agar masyarakat memeiliki
nilai hidup yang baik terutama untuk bayinya, menolong agar masyarakat
mencapai hidup sehat serta memberi konsep solusi dalam kasus issu susu
bayi berbakteri Enterobacter sakazakii.
Dalam pendidikan kesehatan ini masyarakat diberi bekal untuk
lebih mengenal kebutuhan anak, serta nilai kesehatan bagi keluarganya,
karena di keluargalah lingkungan yang berperan besar dalam kehidupan
22

23

Prof. Dr .Soekidjo Notoatmojo, op. cit hal 8

Uha suhila et al,Pendidikan Kesehatan dalam keprawatan,.2002. Jakarta:Penerbit buku


kedokteran EGC.

bermasyarakat. Pendidikan kesehatan yang diberikan juga dapat disalurkan


memalui Posyandu atau PKK dan organisasi lain yang berperan dalam
pemberdayaan ibu dan anak, hal itu bisa bersifat penyuluhan ataupun
praktek.
Pendidikan kesehatan di dalamnya termasuk bagaimana
membelajarkan orang tua bagaimana cara membuat susu formula yang
benar dengan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan untuk bayi, yaitu;
a. Mencuci dan Mensterilkan Botol Susu
Susu adalah media yang paling ideal bagi berkembangbiakan bakteri,
yang bisa membuat bayi sakit. Karena itu, botol susu, dot, dan tutup dot
harus steril. Cuci botol dengan air panas dan sabun cair, lalu bilas hingga
bersih. Bersihkan bagian dalam dot dengan garam untuk menghilangkan
sisa-sisa susu yang menempel. Jangan biarkan dot kering sendiri, tetapi
keringkan dengan lap bersih atau tisu. Jika tidak habis, buanglah sisa
susu, cuci bersih botol susu serta dotnya.
b. Pemberian Susu Botol
Susuilah bayi manakala ia lapar, jangan dibatasi menurut jam. Bayi baru
lahir biasanya menyusu 7 sampai 8 kali sehari, setiap kali sebanyak kirakira 50 ml. Setelah usianya 6 bulan, bayi bisa menghabiskan air susu
sebanyak 200 ml. Sebagai patokan, bayi membutuhkan 150 ml susu
perkilogram berat badannya dalam 24 jam. Setelah usia 6 bulan, bayi
membutuhkan tambahan zat besi atau vitamin D yang terdapat dalam
susu lanjutan yang mengandung ekstra protein dan vitamin. Sebaiknya
hal itu tanyakan kepada dokter.
10

c. Membuat Susu Formula


Susu formula berupa bubuk harus dicampur air. Ambillah susu sesuai
petunjuk, tambahkan air hangat secukupnya. Anda bisa membuatnya
untuk sekali pemberian, atau membuat sekaligus beberapa botol lalu
disimpan dalam lemari es. Susu bisa dicampur dahulu dalam tempat lain,
atau langsung dibuat dalam botol. Setelah itu, tutuplah botol, tanpa dot,
lalu kocok sampai susu tercampur dengan balk.
d. Menyimpan Susu Botol
Setelah susu dikocok rata dalam botol, tutuplah dengan dot rapat
mengarah ke bawah. Jaga jangan sampai ujung dot mengenai air susu,
tutup rapat botol. Kalau Anda ingin membuat beberapa susu botol
sekaligus, letakkan di atas nampan, lalu simpan dalam lemari es. Jangan
letakkan di bagian pintu lemari es dan jangan simpan lebih dari 24 jam.
e. Menyiapkan Susu Botol
Untuk setiap kali pemberian, ambil botol susu dari lemari es. Pasang
dotnya ke atas dan rendamlah botol dalam air panas. Bila tidak
dipanaskan, biarkan sampai susu tidak dingin lagi dan sama dengan suhu
kamar. Jangan dipanaskan dalam mikrowave, karena susu bisa menjadi
terlalu panas.
f. Memberi Susu Botol
Salah satu keuntungan memberi susu botol adalah membuat Anda leluasa
melakukan kegiatan lain dan kesempatan kepada suami untuk menyusui

bayi. Dengan cara mendekap sambil memberikan susunya, akan terjadi


hubungan yang erat antara ayah dan bayinya. Belailah pipinya untuk
merangsang refleks menghisap. Setelah terangsang segera berikan
dotnya.
Melepaskan Dot dari Mulut Bayi
Bila susu dalam botol sudah habis, keluarkan segera dot dari mulutnya.
Bila ia masih terus mengisap, masukkan jari kelingking Anda yang bersih
di antara dot dan gusinya, agar ia menghentikan hisapannya.

KESIMPULAN DAN SARAN


Berdasrkan masalah yang tertera diatas dapat disimpulkan bahwa
issu susu berbakteri sakazakii ini berdampak buruk kepada masyarakat
karena membuat rasa kawatir dan risau orangtua untuk memberikan asupan
gizi melalui susu formula untuk bayinya terutama untu bayi berumur 0-12
bulan. Karena dari susu yang positif mengandung bakteri enterobakter
sakazakii ini dapat mengakibatkan kerusakan system saraf pada bayi.
Guna meminimalisir rasa kawatir oramg tua akan susu berformula,
Pendidikan Luar Sekolah menawarkan pendidikan kesehatan untuk orang
tua. Hal ini bertujuan untuk pemahaman orang tua tentang kesehatan
bayinya terutama yang berusia 0-12 bulan karena dalam kasus susu
berbakteri ini yang rentang akan terinfeksi adalah bayi berusia 0-12
bulan.Pendidikan kesehatan mengupayakan orangtua dapat memahami,
mengenali kebutuhan buah hatinya. Dengan demikian orang tua tak perlu
merasa begitu kawatir untuk memilih dalam pemenuhan asupan gizi
anaknya.
11

Sebaikya adanya perlindungan dari pemerintah tentang kasus ini


sehingga masyarakat dapat dengan tenang untuk mengkonsumsi, sebaiknya
masyarakat juga perlu selektif dalam memilih produk susu, sebaikya
merujuk yang dianjurkan para ahli seperti dokter dan bisa membuat susu
seperti standart pembuatan dan pemakaian.

DAFTAR PUSTAKA
UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS
Ebrahem,G.J. 1986.Air Susu Ibu,Yogyakarta: Yayasan Essentia
Medica
Notoatmojo, Soekidjo,Prof. Dr. 2003. Pendidikan Dan Perilaku
Kesehatan. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Suhila, Uha et al,2002, Pendidikan Kesehatan dalam keprawatan,.
Jakarta:Penerbit buku kedokteran EGC.

Dr Widodo Judarwanto SpA, Apa Sih Enterobacter Sakazakii


Itu?.http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/anak/38269-bakteri-susuformula-ancam-keselamatan-otak-bayi.html. diakses 23 Maret 2011.
Nasir
,http://rockypanjaitan.blogspot.com/2011/02/awasenterobacter-sakazakii-picu-radang.html. diakses 23 Maret 2011
Surabaya
Online,http://rockypanjaitan.blogspot.com/2011/02/awas-enterobactersakazakii-picu-radang.html. Diakses 24 Maret 2011.

Post

http://id.shvoong.com/exact-sciences/zoology/2099376-definisiprotein. diakses 29 maret 2011


http://id.shvoong.com/medicine-and-health/investigativemedicine/2121905-bahas-definisi-karbohidrat-dan-contohnya. diakses
maret 2011
http://www.artikata.com/arti-335740-kolostrum.html.
maret 2011

diakses

30
31

Ana Maria, 2009, The Golden Age Buah hati Anda,Yogyakarta:


Tugu Publiser, hal 230
August Burns, et al, 2000, Pemberdayaan wanita dalam bidang
kesehatan, Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica,
Speirs, AL,1981, Ilmu Kesehatan anak Untuk Perawat.Semarang :
IKIP Semarang Press

12

TENTANG PENULIS
: Evin Dwi Hananing
: 108141410049
: Pasuruan, 8 Desember 1988

Nama
Nim
TTL

Alamat Malang: Jl. Jombang Gg.2 No. 17 C Malang


Alamat Asal :Jl. Darmyudo Utama No. 51 A, Pasuruan
No. Telp HP :08990310472
Jurusan

: Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas

: FIP

NIM

: 108141410049

Latar belakang Pendidikan Formal


1.
2.
3.
4.
5.

TK Kuntum Harapan, Pasuruan


lulus tahun 1995
SDN Kebonagung III, Pasuruan
lulus tahun 2001
SMP Negeri 4 Pasuruan
lulus tahun 2004
SMA Negari 3 Bojonegoro
lulus tahun 2007
Universitas Negeri Malang Jurusan Pendidikan Luar Sekolah
Angkatan 2008

13