Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN AUDIO

CROSS OVER PHASE SHIFT

NAMA: EMI APRILLIA


NIM: 09507131002

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Cross Over Phase Shift

A. Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa diharapkan dapat:
1. Membedakan antara cross over aktif dan cross over pasif.
2. Mengetahui macam-macam dari cross over baik aktif maupun cross over pasif.
3. Mengamati beda phase input dan output.
B. Teori
Cross over adalah filter yang menyaring dan mengirim signal audio ke
loudspeker.
Crossover passive bekerja setelah mendapat output dari amplifier, tidak efektif
karena dianggap membuang tenaga amplifier, sebab frekwensi yang diolah crossover
passive telah di boost (mengalami peningkatan) oleh amplifier.Sebaliknya
crossover aktif bekerja begitu signal dihasilkan oleh head unit (pure signal),
membaginya sesuai dengan frekwensi yang dikehendaki kemudian di boost oleh
amplifier, sehingga amplifier bekerja lebih effisien, dan frekwensi yang dihasilkan
lebih tertata sesuai dengan masing-masing keperluan, tweeter, midrange,
woofer,subwoofer.
C. Alat / instrument / bahan
1. CRO
2. AFG
3. Rangkaian subwoffer
4. Sumber tegangan DC yang diatur 15v
5. Unit praktek
D. Keselamatan kerja
Penggunaan tegangan DC hubungan dengan kutub positif & negatif jangan sampai
terbalik. Penggunaan alat ukur arus & tegangan DC hubungan jangan sampai terbalik.
E. Langkah kerja
1. Mengidentifikasi signal input, output, & sumber tegangan
2. Untuk mencari tegangan input dengan cara mengatur pada AFG
F. Data
Terlampir

G. Analisa data
Dari praktikum yang telah dilaksanakan maka dapat dianalisa sebagai berikut:
1. Pada rangkaian subbofer ini nilai amplitudonya tidak terlalu besar.
2. nilai frekuensi 20Hz tegangan outputnya 0,1V
nilai frekuensi 30Hz tegangan outputnya 0,1V
3. Avflmax=Avfhmax
Vfl = Vfh
Vfl = Avflmax X Vin
Vfl = Vfh = 0,05
6. kemiringan yaitu = -3,839 dB 13,044 =-16,883 dB
7. pada rangkaian ini tidak terjadi beda fase.

H. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan maka dapat diambil kesimpulan,
bahwa pada rangkaian ini nilai yang dihasilkan oleh tegangan input lebih besar
dibandingkan dengan nilai tegangan output.