Anda di halaman 1dari 5

SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA

Karya : Ghaisani Abidah (14)


Xl MIA1

Hari ini adalah hari dimana aku harus meninggalkan hiruk pikuk dunia
yang nyaman, aku adalah Furqan seorang lulusan pelajar SD yang harus
mengikuti sistem transit.Transit begitulah mereka menyebutnya, program
bagi anak-anak tidak mampu untuk mendapatkan tempat tinggalyang layak
walaupun harus tinggal dirumah orang lain,dan tentu saja disana kita akan
menjadi pembantu.Aku adalah anak dari seorang petani,petani dalam artian
disini adalah yang bekerja bukan pemiliknya.
pak memangnya nanti aku mau transit kemana? tanyaku sedari
tadi.Bapak ku hanya diam,aku semakin penasaran.Hingga akhirnya aku tiba
disebuah pelabuhan dan akhirnya bapakku berbicara kita akan ke papua nak,
InshaAllah disana kita bisa memulai hidupyang lebih layak.
Setelah beberapa hari kemudian aku pun mendarat disalah satu
pelabuhan di papua.Banyak sekali orang disana, aku pikir semua manusia yang
akan aku lihat pasti hitam ternyata disana juga banyak orang jawa seperti
ku.dan saat itu aku melihat seseorang membawa kertas bertuliskan namaku,
aku segera menghapirinya orang itu sangatlah ramah beliau adalah orang tua
angkatku yang akan merawatk kelak.Aku pun berpamitan kepada
bapakku.Saudara-saudaraku yang lain memelukku.
Pagi ini adalah pagi pertamaku untuk tidur di kasur yang empuk.Dari
pagi aku sudah membantu bapak angkatku untuk membuat pagar dari
kayu.Untuk mengambil kayu aku harus bolak-balik ke hutan berkali-kali,
dengan jarak hutan dan pemukiman sekitar 2,5 km.Aku sudah terbiasa dengan
kondisi seperti ini, tapi semakin lama aku mengerjakan aku mulai kelelahan,
bagaimana tidak aku harus membagi waktu untuk belajarku dan untuk
bekerja.Aku pun memutuskan untuk beristirahat tapi ternyata ibu angkat ku
malah memarahiku.Hei bangun! kamu sudah aku angkat fungsinya bukan buat
tidur-tiduran!aku pun segera bekerja kembali.
Minggu ini adalah liburan sekolah, aku pun memutuskan untuk kembali
ke orang tua ku untuk sementara.Aku benar-benar senang dapat bertemu
dengan keluaraga ku.Disaat aku bertemu dengan bapakku aku pun
memberikan uang kepada bapakku memang tidaklah banyak tapi itu sudah
sangatlah cukup untuk menghidupi keluargaku.Saat bapakku menerimanya
bapakku sangat terkejut dan akhirnya mngembalikan uang itu pada ku gausah
le, uang ini kan kamu yang usaha jadi buat kamu aja.kalo buat saudarasaudaramu bapak masih bia kok le.disini bapak dapat jaminan buat dapat gaji
yang cukup buat kami semua le.Tiba-tiba bapakku menitihkan air mata aku

terkejut disela-sela tangisannya bapakku berkata maafkan bapak ya le karena


bapak miskin kamu jadi harus kerja kayak gini.ini sebenarnya juga salah bapak
coba bapak dapat mengolah uang bapak biar berguna tapi sekarang malah
kayak gini dan kamu yang ngerasain imbasnya, maafin bapak ya le.Aku hanya
diam, tak terasa aku pun menitihkan air mata, aku tidak tahu harus berbuat
apa.
Saat aku kembali aku melihat barang-barangku berada di halaman, aku
terkejut apa maksud semua ini?Tiba-tiba ibu angkat ku keluar sekarang kamu
pergi cari aja rumah yang lain!orang disuruh bantuin kok malah pulang. APA
MAKSUD MUU??! Aku tersentak kaget.Akhirnya akupun memunguti barangbarangku dibantu oleh temanku Sulaiman yang juga mengikuti program transit
ini.Disela-sela kami memunguti barang-barangku dia berkata he qon gimana
kalo kamu pergi ke tetangga orang tua angkat saya? kebetulan dia juga cari
anak angkat.dan dia juga buaaiiiikkk banget jauh banget sama orang ini.Aku
pun mengiyakan.
Nama saya Ben kamu siapa nak? sa..saya Furqon om ooh Furqon ayo
masuk dulu, ayo sulaiman masuk juga.Kami berbincang-bincang dengan
sangat akrabnya, dia adalah Ben bukan seorang pemeluk agama islam, beliau
memiliki 3 anak dan seorang istri, Bu Ben begitulah aku memanggilnya dia
adala seorang ibu yang angat hebat, sebenarnya pak Ben adalah orang yang
sangat kaya raya dia memiliki banyak sekali ternak dan dia juga adalah orang
terpandak di desanya, dengan penghasilan seperti itu seharusnya itu sudah
sangat cukup untuk memenuhi kehidupan bagi keluarganya tapi bu Ben
sengaja membantu suaminya dengan berjualan katanya si biar bisa ngerasain
capek yang sama.Aku sangat salut kepada pasangan suami istri ini, dan satu
lagi mengenai bu Ben dia sangatlah rajin, saat aku bangun jam 4.30 biasanya
Bu Ben sudah mulai menggoreng dagangannya.Dan untuk Pak Ben beliau
adalah sosok pria yang sangat menjaga keluarganyadan juga sangat baik hati,
bahkan aku pun juga dianggap seperti anaknya sendiri.
Sudah 3 semester aku lewati dan hari ini adlah pengumuman siapa yang
menjadi juara.Untuk juara pertama diraih oleh Furqoonn serempak para
audiens bertepuk tangan tak terkecuali pak Ben, beliau malah berdiri sambil
berkata dia adalah anak ku dengan sangat bangga.Aku benar-benar
terharu.Ini adalah pengalaman pertama ku untuk menjadi juara
pertama.Sempat terbesit dalam pikiranku andai bapak disini.Bapak pasti akan
sangat bangga.

Pada saat yang membahagiakan itu aku pun meminta izin kepada kedua
orang tua angkatku untuk pulang sementara.Mereka berdua pun mengizinkan
tanpa berfikir tidak seperti orang tua angkatku yang dulu.Akhirnya aku pun
sampai dirumahku, aku bertemu dengan keluargaku.Yang aku rasakan saat ini
adalah sangat amat bahagia bagaikan aku telah mendapatkan salah satu
gugusan bintang yang sedang berpijar saat ini.Aku menunjukkan tumpukan
buku sebagai bukti bahwa aku telah menjadi juara pertama.Bapakku
memelukku le bapak benar-benar bangga sama kamu le semoga Allah
memberi apapun yang terbaik buat kamu.Malam ini aku pun menginap
dirumah ku dan siangnya aku pun kembali krumah orang tua angkatku.Pada
saat itu orang-orang rumah menyambutku dengan jamuan makan yang sangat
banyak.Salah satu makanan yang aku lihat disana ada daging aku pun
mengambilnya tapi Pak Ben menghentikan le tapi itu bukan sapi lho
Aku mengerti maksudnya aku membalasnya denga senyum dan beralih
ke daging yang disebelahnya dan pak Ben membolehkan itu tandanya itu
adalah daging sapi.Aku pun bertanya dalam rangka apa bapak melakukan
perayaan seperti ini? ini sebagai rasa syukur kita ke tuhan karena kamu telah
berhasil menjadi juara pertama nak.Saat itu aku benar-benar senang, aku
seperti benar-benar salah satu anggota dari keluarga ini.
Tak terasa aku sudah menginjak semester 6.Hari ini aku akan melalui
ujian nasional.Salah satu teman dari pak Ben bertanya qon nanti kamu mau
ngambil apa? aku pun menjawab ngambil keperawatan om biar bisa langsung
kerja buat apa keperawatan sedangkan kamu bisa jadi dokter?kalo masalah
uang mah kamu bisa ke gereja terus bilang ke pastorny akalo kamu mau kristen
nah mereka kan bakal ngasi kamu uang nah minta yang banyak saat kamu
udahlulus baru kamu masuk islam lagi aku pun terkejut apa yang harus aku
jawab?jelas aku tidak mau, mana mau aku menjual agamaku??tapi aku
bingung aku harus menjawab apa.maaf om tapi saya rasa saya tidak bisa lho
kenapa?? tiba-tiba pak Ben berkata biarlah dia kan sudah ngomong kalo dia
gak bisa yasudah jangan dipaksa dong orang itu hanya terdiam.Dan disaat
orang itu pergi pak Ben berkata qon kalo ada tawaran seperti itu lagi kamu
harus menolak dengan tegas!jangan mau kamu menjual agamamu!bapak
mengerti itu adalah agama bapak tapi jika bapak diposisi mu bapak pasti tidak
akan mau.ingat ya nak aku menangguk.Dan dikarenakan kejadian ini aku
semakin kagum terhadap pak Ben, aku sangat bersyukur kepada bapakku
mungkin karena doa bapakku aku benar-benar dimudahkan oleh Allah.

Terima kasih pak walaupun aku jarang ada bersama mu tapi aku yakin doa mu
akan selalu bersama ku.

The keys for happines is when you thankful for


the grace that God has given